Anda di halaman 1dari 16

RINGKASAN MATERI ANALISIS SIRIP

Perpindahan kalor dari batang atau sirip yang penampang-penampangnya seragam, yang
mencuat dari dinding datar. Dalam penerapan praaktis, Iuas penampang sirip mungkin tidak
seluruhnya seragam, dan juga Sirip itu mungkin terpasang pada muka bundar. Dalam hal
demikian, luas bidang harus dianggap sebagai variable; sehingga penyelesaian persamaan
diferensial itu. maupun teknik matematika yang digunakan, akan menjadi lehih rumit. Di sini
akan kita herikan hasil dari pengolahan yang rumit itu. Untuk menunjukkan efektivitas sirip
dalam memindahkan sejumlah kalor tertentu. kita rumuskan suatu parameter baru, yang
disebut efisiensi sirip (fin effeciency):
kalor yang sebenarnya dipindahkan
=f
kalor yang dipindahkan kalau seluruh
muka sirip berada pada suhu datar

Easiensi Sirip =

Untuk kasus 3 di atas, efisiensi sirip menjadi

f =

hPkAo tanh mL = tanh mL


hPLo

mL

Sirip yang dibahas di atas diandaikan cukup dalam sehingga aliran kalor dapaz
dianggap satu-dimensi. Maka mL dapat dinyatakan sebagai berikut

mL =

hP
kA

L=

h (2 z +2 t)
kzt

di mana z ialah kedalaman sirip dan t tebalnya. Jika sirip cukup dalam, maka suku
2z
menjadi sangat besar dibandingkan dengan 2t, Sehingga

mL =

2 hz
ktz

L=

2h
kAm

L2/ 3

Jika penghitung dan penyebut dikalikan dengan L 1/2, maka kita dapatkan
Lt ialah profil bidang sirip, yang kita definisikan sebagai
Am = Lt
mL =

2 h 2 /3
L
kLt

Jadi, kita dapat menggunakun hubungan dalam persamaan (2-39) untuk menghitung efisiensi
sirip yang ujungnya diisolasi seperti yang ditentukan oleh persamaan (2-38)
Harper dan brown telah menunjukkan bahwa penyelesaian kasus 2 diatas dapat dinyatakan
dalam bentuk yang serupa dengan Persamaan(2-38), Jika panjang sirip ditambah dengan
setengah tebalnya. Jadi, dalam semua kasus sirip yang ujungnya diisolasi, digunakan panjang
yang dikoreksi, Le, yaitu
Lc = L + 1/2

Kesalahan yang diakbiatkan oleh pendekatan ini kurang dari 8 persen bilamana

ht 1/ 2
)
2k

1
2

Jika suatu dari bentuk silinder mencuat dari dinding seperti gambar panjang sirip
yang dikoreksi di hitung dari
2

Lc = L

d / 4

= L + d/4

Perbandingan antara efisiensi sirip segi-tiga dan sirip siku-empat dalam kasus 2.
Gambar 2-12 menunjukan efisiensi sirip sirkumferensial atau melingkar yang
penampangnya siku-empat. Efisiensi sirip mencapai nilai maksimum untuk kasus
trival dimana L = 0, yaitu, jika tidak ada sirip sama sekali. Sebaliknya efisiensi
maksimum itu bisa didapatkan dari kuantitas material sirip (massa, volume, atau
biaya). Masalah perpindahan kalor radiasi dari sirip tidak kita bicarakan di sini.
Perpindahan kalor radiasai ini penting di perhatikan dalam penerapan tertentu.
Berikut berbagai jenis muka bersirip menurut Kern dan Kraus. (a) sirip
longitudinal (memanjang) dengan profil siku-empat (b) tabung silinder dengan
sirip berprofil siku-empat (c) sirip longitudinal dengan profil trapezoida (d) sirip
longitudinal dengan profil parabola (e) tabung silinder dengan sirip radial
berproffil siku-empat (f) tabung silinder dengan sirip radial berpotong (g) dari
bentuk silinder (h) duri berbentuk kerucut terpotong (i) duri berbentuk parabola.

[ ]
L+

Lc =
L
Am =

1
2

= sirip siku 4

sirip segi 3

[ tLc ] sirip siku ada 4


t
2 L sirip segi tiga

Metode untuk menilai prestasi kerja sirip ialah dengan membandingkan


perpindahan kalor jika pakai sirip dan tanpa sirip. Perbandingan itu ialah sebagai
berikut

q dengan sirip
q tanpa sirip

fAfho
hAbo

Di mana Af adalah luas permukaan sirip dan Ab luas dasar. Untuk sirip yang ujungnya

diisolasi menurut persamaan

Af = PL
Ab = A
Dan perbandingan kalor menjadi
q dengan sirip
q tanpa sirip

tanh mL
hA / kP

pemasang sirip pada muka perpindahan-kalor tidak selalu mengakibatkan peningaatan laju
perpindahan-kalor. Jika nilai h, koefisien koveksi, besar sebagai mana pada fluida
berkecepatan tinggi atau zat can mendidih, maka sirip ini malah dapat mengakibatkan
berkurangnya perpindahan kalor. Hal ini disebabkan karena dibandingakan dengan tahanan
konveksi, tahanan konduksi merupakan halangan yang lebih besar terhadap aliran kalor.
Untuk menjelaskan hal ini, perhatikan sebuah sirip paku (pin fin) dari baja tahan-karat yang
mempunyai k = I6 W/m. C, L = 10 cm, d = 1 cm dan sirip ini berada dalam situasi konveksi
dalam air mendidih, dimana h = 5000 W/m2. C. Dari persamaan (2-36) dapat kita hitung
bahwa

q dengan sirip
q tanpa sirip

tanh mL
hA /kP

1 x 102 2

16
5000 ( 1 x 102 ) (4 )

10 x 102
1 /2

Jadi, Paku yang cukup besar ini hanya meminingkatkan


perpindahan kalor sebessar 13 persen
1 x 102 2
Beberapa foto sirip berbagai bentuh
yang diterapkan pada pendinginan dalam bidang
elektronika dari terlihat pada gambar berikut
1 x 102
5000 1 /2

tanh

ANALISIS SIRIP
Menurut persamaan (1), secara teori, dapat disebutkan bahwa berapapun nilai luas permukaan
sirip A yang digunakan akan meningkatkan Q . Hal ini tidaklah benarsepenuhnya, karena ada
batasan yang harus dipenuhi oleh suatu sirip. Untuk mengetahui batasan-batasan ini, harus
dilakukan analisis. Perhatikan proses perpindahan panas pada sirip di Gambar 2 berikut ini.
Untuk memudahkan analisis awal, luas penampang sirip dimisalkan tetap untuk setiap nilai x.
Proses perpindahan panas pada elemen adalah sebagai berikut: (1) dari arah dinding akan
masuk panas dengan cara konduksi sebesar

qx

, (2) pada permukaan elemen di sebelah kanan

akan keluar panas konduksi sebesar

, dan (3) pada keliling elemen, yang bersentuhan

dengan udara luar, akan keluar panas dengan cara konveksi sebesar c q .

Gambar 1 Proses perpindahan panas pada sirip


Dengan menerapkan hukum kekekalan energi pada satu elemen sirip yang tebalnya Dx dapat
dituliskan pada persamaan yang berlaku pada sirip. Pada kondisi steady dan tidak ada sumber
panas: selisih panas yang masuk ke elemen dengan yang keluar dari element akan sama
dengan nol. Hukum ini dapat dituliskan sebagai berikut:
q x (q x + x)dqc =0

(2)

Penyederhanaan persamaan ini adalah:


x +dq =0
c

(3)

Dimana q x adalah perpindahan panas konduksi dan q c adalah perpindahan panas


konveksi.

Perpindahan panas konduksi pada persamaan ini dapat dijabarkan dengan menggunakan
hukum Fourier.
q x =KA 2

Perpindahan panas konveksi dapat dijabarkan dengan


persamaan berikut:

(4)

dq c =h ( T T ) d A2

(5)

Dimana d A 2 adalah luas permukaan elemen yang berhubungan dengan udara luar. Luas ini
masih bisa dijabarkan sebagai perkalian keliling (biasa disimbolkan

p partinya perimeter)

dengan tebal elemen, atau:


dA x =P x

(6)

Substitusi persamaan (4) dan persamaan (5) ke dalam persamaan (3) akan menghasilkan:
2T hp
T
T

(T T ) 0
KA2 x hpdA2 (T T ) 0
2

x
KA2
x
x

(7)

Berdasarkan nilai dari parameter k dan x A (penampang elemen searah sumbu-x), ada dua
kemungkinan kasus penyelesaian persamaan ini. Kedua kasus ini adalah:
1. Kasus dimana k dan atau x A (penampang elemen searah sumbu-x) konstan. Pada
kasus ini penampang sirip tetap sepanjang x seperti yang ditunjukkan pada Gambar
2.
2. Kasus dimana k dan atau x A berubah. Misalnya penampang sirip pada awalnya lebih
tebal di pangkal dan makin mengecil ke ujung. Sirip yang bentuknya seperti ini
banyak dijumpai. Jawaban dari persamaan (7) akan sangat berbeda berdasarkan
pembagian ini. Pada tulisan ini pembahasan juga akan dibagi dua, yang disesuaikan
dengan masingmasing kasus.

Kerja Sirip
Tujuan digunakan sirip adalah untuk meningkatkan laju perpindahan panas yang tidak
bisa lagi dilakukan oleh permukaan dasarnya. Seperti juga telah diketahui bahwa tidak ada
jaminan semakin besar/luas suatu sirip akan menghasilkan perpindahan panas yang
semakin besar. Untuk mengevaluasi kinerja suatu sirip, telah didefenisikan beberapa
parameter yang dapat digunakan, yaitu: (1) efisiensi, (2) efektivitas, (3) tahanan termal,
dan (4) panjang yang seharusnya dari sebuah sirip (proper length of a fin). Besaran ini
akan dibahas satu persatu. Tetapi sebelum besaran ini dibahas satu-persatu, ada sedikit
analogi yang harus diselesaikan dulu, yaitu pengaruh permukaan ujung sirip dengan
kondisi batas ujung sirip. Perhatikan Gambar 5 untuk kasus sirip sederhana berikut ini.

Gambar XX Panjang Koreksi

Pada Gambar 5(a) perpindahan panas konveksi yang diperhitungkan pada persamaanpersaman sebelumnya adalah permukaan A, B, dan C. Pada kasus seperti ini persamaan laju
perpindahan panas pada sirip sedikit lebih rumit, yaitu persamaan (22). Demi kemudahan,
sangat diinginkan menganalysis sirip dengan menggunakan persamaan yang sederhana seperti
persamaan (26) untuk sirip yang diisolasi pada ujungnya. Untuk inilah dilakukan sedikit
manipulasi dengan memindahkan permukaan C ke permukaan A dan B, kemudian ujungnya
menjadi diisolasi, seperti Gambar 5(b). Secara logika, kasus pada Gambar 5(a) dan Gambar
5(b) akan menghasilkan laju perpindahan panas yang sama. Kesimpulannya laju perpindahan
panas pada persamaan (22) dapat diganti dengan persamaan yang lebih sederhana, yaitu
persamaan (26) dengan catatan panjang yang digunakan adalah panjang koreksi atau c L .
Panjang c L akan sangat tergantung pada jenis sirip yang digunakan, tetapi secara umum dapat
dituliskan sebagai berikut:
Lc =L+

Ax
p

(44)

Jika dijabarkan untuk sirip yang berbentuk persegi menjadi:


Lc =L+1/2

(44a)

Dimana t adalah ketebalan sirip. Sementara jika sirip berbentuk silinder menjadi:
Lc =L+ D/4

(44b)

Dimana D adalah diameter sirip.

Efisiensi Sirip (Fin Efficiency)


Adalah perbandingan laju perpindahan panas actual dari sebuah sirip dengan laju perpindahan
panas maksimum yang mungkin. Atau dapat dituliskan dengan persamaan:

qf
Qmax

(45)

qf
Dimana
adalah laju perpindahan panas yang sebenarnya dari sebuah sirip dan besarnya
tergantung pada jenis dan kondisi batas yang diketahui. Untuk sirip dengan penampang
permukaan konstan, persamaan (22), persamaan (26), persamaan (29), dan persamaan (31)
Qmax
dapat digunakan. Sementara
adalah laju perpindahan panas maksimum yang mungkin
dari sebuah sirip. Parameter ini sangat mudah didefenisikan. Kapankah suatu sirip menghantar
panas maksimum? Jawabnya adalah jika tempertur permukaannya tidak berubah sampai ke
ujung. Artinya temperatur permukaan sirip sama dengan temperatur plat dasarnya.
Berdasarkan defenisi ini, maka laju perpindahan panas maksimum dari sebuah sirip

adalah:

Qmax hAfin (Tb T )

(46)

Afin

Dimana
adalah luas permukaan sirip, dan hubungannya dengan keliling (p, perimeter)
dan panjang sirip (L) dapat dirumuskan:
A fin pL A

(47)

Persamaan efisiensi untuk sirip sederhana dan ujung sirip diisolasi dapat dilakukan dengan
mensubstitusi persamaan (26) dan persamaan (46) ke dalam persamaan (45):

hkpA (Tb T ) tan mL


hAfin (Tb T )

Pada persamaan ini bedakan A yang merupakan luas penampang dengan

(48)

A fin . Gunakan

persaaan (47) dan sederhakan akan menghasilkan persamaan efisiensi sirip:

tanh mL
mL

(48)

Sebagai catatan persamaan (48) adalah persamaan untuk kasus dimana ujung sirip diisolasi.
Sementara banyak aplikasi di engineering yang menggunakan sirip tidak diisolasi tetapi
dibiarkan mengalami konveksi. Untuk kasus tanpa isolasi ini, persamaan (48) tetap dapat
digunakan, untuk menganalisis efisiensi sirip tanpa isolasi, tetapi parameter panjang sirip L
harus diganti dengan Lc . Maka efisiensi sirip dengan ujung permukaan tanpa isolasi dapat
dihitung dengan persamaan:

tanh mLe
mLe

(49)

Dalam menyajikan grafik efisiensi, biasanya parameter m Le harus dijabarkan.


Perhatikan sirip berbentuk persegi pada Gambar 6 berikut ini. Misalkan lebar sirip
dimisalkan w , pada gambar arahnya masuk ke dalam kertas menjauhi pembaca. Sementara
A c luas penampang atau cross sectional area, biasanya cukup dituliskan dengan A. Dan
A p luas profil yang dikoreksi, dan dirumuskan dengan persamaan:
Ap Lc t

(50)

Untuk sirip yang sangat lebar, atau dibanding w, tebal sirip t menjadi sangat kecil. Untuk
kasus ini, maka perimeter dapat disederhakan menjadi:

p 2 w 2r 2 w

(51)

Dengan menggunakan semua parameter yang baru didefenisiakan ini, maka m Lc

dapat

disederhanakan seperti berikut:


hp
mLc
Lc
kAc

2h
2h
Lc
kA

kt
p

1/2

Le 3/2

(52)

Biasanya dalam menggambarkan grafik efisiensi sebuah sirip, sumbu x dinyatakan dengan
persamaan (52).
Dengan cara yang sama, efisiensi beberapa bentuk sirip dapat dilakukan dan hasilnya
diringkaskan pada pada Tabel 1 berikut ini.
Tabel 1 Persamaan efisiensi beberapa bentuk sirip
qc

qx
qx

qx
x

Nama Sirip
Persegi

Efisiensi dan Parameter Tambahan

tanh mLe
mLe

A fin 2wLe
Le L 1/ 2
Ap rL

Segitiga

(49)
1 1 (2mL)
mL 0 (2mL)

Afin 2 w L2 (t / 2) 2
Ap L2 (t / 2) 2
Ap (t / 2) L
(53)
Parabola

4( mL) 21 1

A fin w C1L ( L2 / t ) ln(t / L C1 )


C1 1 (t / L) 2 , Ap (t / 3) L
Melingkar

(54)

KI IK
IKo KIo
Dimana

C2

C2

2r1 / m
r2c 2 r12

KI K1 (mr1 ) I1 ( mr2 c )
IK I1 (mr1 ) K1 ( mr2 c )
IKo Io(mr1 ) K1 ( mr2 c )
KIo Ko(mr1 ) I1 ( mr2 c )
Sirip Pin

(55)

tanh mLc
mLc

A fin DLc , Lc L ( D / 4)
V

Segitiga

2
D L
12
2 I 2 (2mL)
mL I 2 (2mL)

A fin
V

Parabola

(56)

D 2
L (d / 2) 2
2

2
D L
12

(57)
2

4 (mL) 2 1 1
9

Grafik efisiensi dari sirip biasa dengan bentuk penampang koreksi persegi,
segitiga, dan parabola

Gambar XX Grafik efisiensi Sirip biasa dengan

Efektivitas Sirip (Fin Efficiency)


Defenisi dari efektivitas adalah suatu parameter yang menyatakan perbandingan laju
perpindahan panas setelah menggunakan sirip dengan laju perpindahan panas tanpa
sirip sama sekali, atau dirumuskan menajadi:
E

qf
Q0

qf
hA(Tb T )

(59)

Dimana A adalah luas penampang pada pangkal sirip, atau bagian permukaan yang tertutup
akibat dipasang sirip.
Sementara persamaa laju perpindahan panas dengang menggunakan sirip telah dituliskan pada
persamaanpersamaan sebelumnya. Misalnya kita ambil untuk satu kasus, dimana panjang
sirip tak berhingga. Maka persamaan (31) dapat digunakan untuk mengganti q f pada
persamaan (59), dan hasilnya menjadi:

kp
hA

(60)

Nilai efektivitas yang besar akan menunjukka seberapa efektif suatu sirip. Beberapa fakta
yang dapat digunakan mengambil keputusan di lapangan dapat dijelaskan dengan
menganalisis persamaan (60) ini. Pertama: semakin besar nilai k konduktivitas bahan sirip
akan membuatnya lebih efektif. Berdasarkan fakta ini, material teknik yang mempunyai
konduktivitas besar adalah aluminium dan copper beserta paduannya, dan copper adalah yang
terbesar. Tetapi umumnya yang digunakan adalah aluminium, karena beberapa keunggulan
yaitu lebih ringan dan lebih murah. Kedua: sebuah sirip akan lebih efektif jika perbandingan

keliling (p) dengan luas penampang (A) lebih besar. Fakta ini akan membantu designer untuk
merancang bentuk sirip yang efektif.
Ketiga: sirip juga akan lebih efektif jika koefisien konveksinya rendah. Hal ini
mutlak diperhatikan dalam menentukan dimana sirip harus dipasang. Sebagai catatan, kita
umumnya bekerja memindahkan panas antara dua medium berbeda yang dibatasi dinding
padat. Aliran gas panas yang mengalir di dalam pipa dengan menggunakan aliran air diluar
pipa. Umumnya, koefisien konveksi aliran air lebih tinggi daripada aliran gas. Untuk
meningkatkan laju aliran panasnya, anda memutuskan menggunakan sirip pada salah satu
fluida. Anda harus memutuskan dimana sirip akan dipasang, apakah pada aliran gas yang
didalam pipa atau aliran air yang di luar pipa. Persamaan (60) dapat membantu anda, sirip
akan lebih efektif di daerah yang koefisien konveksinya rendah, dalam kasus ini adalah sisi
aliran gas di dalam pipa.
Efisiensi sirif menyeluruh (overall fin efficiency)
Pembahasan yang sudah dibuat sampai saat ini adalah untuk sirip dengan kondisi tunggal.
Artinya efek dari banyak sirip belum dimasukkan pada pembahasan. Sementara pada
aplikasinya sirip biasanya digunakan secara banyak, dengan kata lain hampir tidak dijumpai
sirip tunggal. Pada pembahasan ini akan dianalysis sirip dengan jumlah banyak, seperti pada
gambar berikut.

Gambar Multi Sirip


Efisiensi total dari permukaan yang mempunyai banyak sirip dapat dirumuskan sebagai
berikut:

qt
qt

Qmax hAt (Tb T )

Dimana t q adalah perpindahan panas total dari permukaan total

(63)
At

, termasuk permukaan

sirip dan permukaan base. Jika dimisalkan jumlah sirip adalah N, maka luas total dapat
dirumuskan dengan menumlahkan luas permukaan tiap sirip As:
At NAa Ab

(64)

Sementara perpindahan panas total dari seluruh permukaan dapat dijabarkan sebagai
penjumlahan perpindahan panas dari tiap sirip ditambah dari permukaan base.
qt N hA3 (Tb T ) hAb (Tb T )
Gunakan persamaan (64) untuk mengganti parameter

(65)
A b pada persamaan di atas.

qt h N A3 ( A3 NA3 ) (Tb T )
Atau:

NA
qt hAt 1 s (1 ) (Tb T )
At

(66)

Substitusi persamaan (66) ke dalam persamaan (63) akan didapat, hubungan efisiensi total
dengan efisiensi masingmasing sirip, yaitu:

o 1

NA3
(1 )
At

(67)

Dengan mengetahui efisiensi total sirip secara keseluruhan, maka laju perpindahan panas total
dari kumpulan sirip dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (63).

CONTOH SOAL :
1. Blok mesin sebuah motor bakar tersusun atas 8 sirip yang menyatu dengan block
engine berbentuk silinder dan terbuat dari bahan dengan konduktivitas termal 100
W/mK. Untuk menyederhanakan analysis, susunan dan ukuran sirip diasumsikan
seragam. Block engine dan penyederhanaan sirip ditampilkan pada gambar berikut.

Ukuran dari sirip ini adalah sebagai berikut: H = 20cm, t=0,5cm, r1=8cm
dan r2=15cm. Jika temperatur permukaan luar mesin 130oC dan
temperatur udara luar 30oC dan koefisien konveksi diasumsikan tetap
sebesar 40W/m2, tentukalah laju perpindahan panas total setelah
dipasang sirip dan perpindahan total seandainya tanpa sirip.
Penyelesaian

Asumsi: kondisi steady, satu dimensi, sifat konstan, radiasi diabaikan, dan koefisin
konveksi seragam. Maka dengan asumsi ini, laju perpindahan panas total dihitung

dengan menggunakan persamaan (66). Langkah penyelesaiannya adalah sebagai


berikut:
1. Hitung luas permukaan masing-masing sirip dan luas total
Luas permukaan 1 sirip
As ( r2 2 r12 ) 2 2 r2t 0,105818
m2
Luas permukaan base
Abf 2 r1 H N 2 r1t 0,168304
m2
Luar permukaan total
At NA3 Abf 1, 0168304
m2
2. Hitung efisiensi sirip tunggal dengan menggunakan
persamaan (55).
2h
m
12, 64911, mr1 1, 011929
k
C2

mr2 c 1,897367,

2r / m
0, 71143
r2 c 2 r12

dan
Maka efisiensi dapat dihitung:
K ( mr ) I (mr ) I1 ( mr1 ) K1 (mr2c )
C2 1 1 1 2 c
0, 71143
I 0 (mr1 ) K1 (mr2c ) K 0 (mr1 ) L1 (mr2c )
3. Hitung laju perpindahan panas total

NAs
qt hA1 1
(1 ) (Tb T )
At

8 x 0,105818

40 1, 014848 1
(1 0.71143 100
1, 014848

qt 3082, 234

4. Jika tidak menggunakan sirip laju perpindahan panas totalnya adalah:


Q0 h (2 r1 H ) x(Tb T ) 753
W
2. Pada sebuah dinding ruang bakar terdapat sebuah sirip persegi berukuran lebar
w=20cm dan tebal 1cm dan terbuat dari bahan dengan konduktivitas 180W/mK.
Temperatur permukaan luar ruang bakar adalah 200oC dan konveksi yang terjadi
dengan lingkungan 50W/m2K. Temperatur rata-rata lingkungan adalah 30oC. Jika
panjang sirip 10cm Tentukalah (a) laju perpindahan perpindahan panas dari
sirip dan (b) efisiensi sirip.
Penyelesaian:
Asumsi yang digunakan: steady, 1dimensi, sifat kostan, dan radiasi diabaikan. Maka
persamaan yang digunakan untuk kemjawab soal ini adalah persamaan (22). Langkah

penyelesaian soal ini:


1. Hitung keliling dan luas penampang sirip
p 2( w t ) (2(0, 2) 0, 001) 0, 42
m
A w t 0, 002
m2
2. Hitung m , mL , dan (h mk)
m hp / kA 7, 63763

mL 76,3763, ( h / mk ) 0, 03637
3. Hitung laju perpindahan panas
sinh mL (h / mk ) cosh mL
q hkpA
(Tb T )
cosh mL (h / mk ) sinh mL
310, 425

4. Hitung Qmax
Qmax hAf (Tb T ) 374

Catatan: Gunakan persamaan (47) untuk menghitung A f .


5. Maka efisiensi sirif adalah
q

83%
Qmax
Catatan: Persamaan (49) dapat juga digunakan untuk
menghitung efisiensi, tetapi gunakan mL c
6. Hitung mL c dan efisiensi
mLc 7, 63763(0,1 0, 01/ 2) 0,80195
Maka efisiensi dapat dihitung:
tanh mLc

0,82939
mLc