Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pelaksanaan PRAKERIN
PRAKERIN adalah singkatan dari Praktek Kerja Industri, merupakan
kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa/siswi yang menuntut ilmu di
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dimana sebagai bekal untuk terjun
langsung kedalam dunia kerja sesuai dengan program studi. Pelaksanaan
Prakerin ditentukan oleh pihak sekolah dan intansi perusahaan yang akan
menerima siswa/siswi SMK yang melaksanakan PRAKERIN.
Dalam era globalisasi ini banyak masalah yang timbul diberbagai
kalangan, dan semua masalah muncul karena perbedaan pendapat antara
manusia satu dengan manusia lainnya. Dari sekian banyak masalah yang
paling sering dihadapi oleh setiap masyarakat adalah sulitnya mencari lahan
pekerjaan.
Kita sebagai manusia yang memiliki visi misi, tujuan dan strategi,
wawasan kedepan hendaknya tidak melupakan akan perkembangan teknologi
Administrasi Manajerial yang mempunyai arti penting dalam suatu pekerjaan,
karena hal tersebut mentuntut kita untuk mengikuti perkembangan zaman
agar tidak ketinggalan dengan informasi yang ada. Saat ini Ilmu pengetahuan
dan perkembangan teknologi dengan sangat pesat serta dukungan dari media
informasi yang sedemikian rupa sehingga mengakibatkan perubahan pola
hidup di berbagai kalangan masyarakat tanpa kelas.
Dewasa ini kebutuhan untuk memperoleh ilmu pengetahuan informasi
sangat meningkat dan semua ini dikarenakan oleh persaingan manusia atau
kelompok/ instansi yang sangat ketat demi kemajuan usahanya, sehingga hal
ini berdampak terhadap beban setiap siswa karena mereka dituntut untuk
mampu menggali informasi dari berbagai sumber, baik secara Administratif
manajerial maupun di dalam dunia Pendidikan.

Setiap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik Teknik maupun Non


teknik diwajibkan untuk memberangkatkan siswa dan siswi mereka untuk
melaksanakan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan praktek ini
dilakukan di berbagai Perusahaan/Instansi milik Negara maupun Swasta guna
untuk melatih keterampilan dan mental seseorang di lapangan.
Kegiatan praktek ini sangat menguntungkan siswa dan siswi karena dapat
menambah pengetahuan. Di samping itu, kegiatan praktek ini sangat
berpengaruh terhadap nilai kelulusan siswa-siswi di sekolah.
Karena merupakan kenyataan bahwa pendidikan khususnya pendidikan
sekolah kejuruan teknik belum sepenuhnya menyiapkan tenaga terampil yang
siap kerjasama secara mahir atau profesional, mungkin dengan kegiatan
praktek kerja lapangan ini dapat membantu siswa dan siswi lebih terampil
dalam dunia usaha.
1.2 Tujuan dan Manfaat Pelaksanaan PRAKERIN
1.2.1 Tujuan Pelaksanaan PRAKERIN
Adapun tujuan Praktek Kerja Lapangan ini untuk :
1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional
dengan tingkat pengetahuan, yang sesuai dengan tuntutan lapangan
kerja.
2. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan- pelatihan
tenaga kerja yang berkualitas profesional.
3. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja
sebagai bagian proses pendidikan.
4. Membekali siswa dengan pengalaman-pengalaman yang sebenarnya
didalam dunia kerja, sebagai persiapan guna menyesuaikan diri
dengan dunia kerja dan masyarakat.
5. Memperluas pandangan dan wawasan siswa terhadap jenis-jenis
pekerjaan yang ada dibidang bersangkutan dan ditempat praktek
dengan segala persyaratan.
1.2.2

Manfaat Pelaksanaan PRAKERIN


2

Adapun manfaat dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan yang telah


penulis laksanakan adalah sebagai berikut:
1. Keahlian profesional yang diperoleh dari Praktek Kerja Lapangan,
dapat meningkatkan rasa percaya diri, yang selanjutnya akan
mendorong untuk meningkatkan keahlian profesional pada tingkat
yang lebih tinggi.
2. Melatih disiplin, tanggung jawab, inisiatif, kreatifitas, motovasi
kerja, kerja sama, tingkah laku, emosi dan etika.
3. Sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
1.3 Waktu Dan Tempat
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 20
Januari 2015, di PT NNT. Lamanya waktu Praktek Kerja Lapangan kurang
lebih dua bulan.
1.4 Batasan Masalah
Karena pompa hidrolik terdiri dari beberapa type maka penulis
membatasi topik permasalahan pada pompa hidrolik dan penulis hanya
menganalisa kerusakan (keausan) beserta cara penanggulangan kerusakan.
Dalam laporan ini penulis hanya memfokuskan terhadap materi pada gear
pump.
1.4.1 Keausan Pada Gear Pump
Ada pun keausan yang sering terjadi pada gear pump:
1. Keausan antara gear dengan gear (backlash)
2. Keausan antara gear dengan sisi bagian atas housing (top clearance)
Penyebab keausan yang terjadi pada top clearance yaitu
pengikisan (abrasive) pada bagian atas permukaan rumah pompa
yang di akibatkan oleh kotoran yang masuk ke dalam pompa.
Akibat dari keausan tersebut, maka kinerja pompa sebagai pengalir
fluida akan mengalami penurunan.
3. Keausan antara gear dengan sisi housing (side clearance)
3

Penyebab utama keausan type side clearance adalah


pengikisan yang tidak bisa dihindari karena gear yang berputar
dengan sisi rumah pompa yang diam. Beberapa pompa dilengkapi
dengan side plate, dimana side plate yang bermaterial lunak akan
bergesekan dengan sisi samping dari gear, hal ini cenderung
mengalami keausan pada jangka waktu tertentu.
1.4.2

Penanggulangan Kerusakan Gear Pump


Setelah dilakukan pembongkaran dilakukan pengetesan terhadap
gear pump dengan cara memutar kedua roda gigi, ternyata gear pump
masih dapat bekerja dengan baik karena kedua roda gigi tersebut tidak
goyang. Bagian yang sering mengalami kerusakan adalah bagian
kedua roda gigi pompa tersebut dan rumah roda gigi pompa tersebut
karena jarak antara roda gigi dan rumah roda gigi sangat kecil dan
bila saja ada kotoran yang masuk keruang roda gigi, maka akan terjadi
gesekan sehingga roda gigi atau rumah pompa akan haus. Cara
penanggulangan kerusakan pada pompa gear :
1. Lakukanlah pembersihan terhadap masing-masing komponen
gear pump.
2. Lakukanlah perbaikan jika ada kerusakan.
3. Lakukanlah pergantian komponen jika sudah melewati batas
penyimpangan yang di izinkan.

BAB II
TINJAUAN UMUM LOKASI PRAKERIN
2.1 Profil Singkat PT. Newmont Nusa Tenggara
4

PT. Newmont Nusa Tenggara merupakan perusahaan patungan yang


sahamnya dimiliki oleh Nusa Tenggara Partnership (Newmont & Sumitomo),
PT Pukuafu Indah (Indonesia) dan PT Multi Daerah Bersaing. Newmont dan
Sumitomo bertindak sebagai operator PT NNT. Pada tahun 1986, PT NNT
menandatangani Kontrak Karya dengan Pemerintah RI untuk melakukan
eksplorasi dan eksploitasi di dalam wilayah Kontrak Karya di provinsi Nusa
Tenggara Barat (NTB).
Pada tahun 1990, PT NNT menemukan cebakan tembaga porfiri, yang
kemudian diberi nama Batu Hijau. Setelah penemuan tersebut, dilakukanlah
pengkajian teknis dan lingkungan selama enam tahun. Kajian tersebut
disetujui Pemerintah Indonesia pada tahun 1996 dan menjadi dasar
dimulainya

pembangunan Proyek Tambang Batu Hijau, dengan total

investasi US$ 1,8 Miliar. Proyek pembangunan tambang, pabrik dan


prasarananya selesai pada 1999 dan mulai beroperasi secara penuh pada
Maret 2000 sampai sekarang. Rencananya, tambang Batu Hijau akan berhenti
beroperasi pada tahun 2020, atas pertimbangan lingkungan.
2.2 Visi dan Misi PT. Newmont Nusa Tenggara
2.2.1 Visi PT. Newmont Nusa Tenggara
Kita akan menjadi perusahaan tambang yang paling di hargai dan
di hormati melalui pencapain kinerja terdepan di industry tambang
2.2.2 Misi PT. Newmont Nusa Tenggara
Kita akan membangun perusahaan tambang yang berkelanjutan,
yang mampu memberikan laba Tertinggi kepada para pemegangsaham
dan menjadi yang terdepan di bidang keselamatan kerja, perlindungan
lingkungan dan tanggung jawab social.
2.3 Struktur Organisasi PT.Newmont Nusa Tenggara

2.4 Peran Dan Kegiatan Unit Kerja PT.Newmont Nusa Tenggara

Peran penulis dalam menjalankan kegiatan Praktek Kerja Industri di PT


Newmont Nusa Tenggara adalah sebagai pelajar sekaligus pegawai yang
mengikuti segala peraturan yang diterapkan oleh perusahaan.
Kegiatan Unit Kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Mengikuti segenap pelatihan dan pembelajaran tentang K3.
2. Mengikuti pembelajaran mengenai teori-teori sesuai

kompetensi

keahlian.
3. Mengikuti segenap praktik yang diintruksikan oleh pembimbing DU/DI.

BAB III
HYDRAULIC PUMP (GEAR TYPE)
7

3.1 Pengenalan Hidrolik Dasar


Sistem hidrolik adalah suatu sistem pemindah tenaga dengan
menggunakan zat cair atau fluida sebagai perantara. Sistem hidrolik ini
mempunyai banyak keunggulan dibanding menggunakan sistem yang lain,
karena dapat merubah daya yang kecil menjadi daya yang lebih besar.
3.1.1 Komponen Dan Fungsi Sistem Hidrolik
a. Tangki Hidrolik
Fungsi utama dari tangki hidrolik adalah untuk menyimpan oli
atau wadah penampung oli. Untuk mempertahankan kondisi oli baik
selama mesin beroperasi, dilengkapi dengan saringan yang bertujuan
agar kotoran jangan masuk ke tangki.

Gambar. 3.1 Tangki

Hidrolik

b. Pompa Hidrolik

Fungsi utama pompa adalah memproduksi aliran fluida, sehingga


setiap hambatan terhadap aliran ini akan menghasilkan tekanan di
dalam sistem. Fungsi lainnya, membuat oli mengalir, sebagai sumber
tenaga yang mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga hidrolik.

Gambar 3.2 Pompa Hidrolik


c. Silinder Hidrolik
Silinder hidrolik berfungsi sebagai perubah dari energi hidrolik
menjadi tenaga mekanik. Fluida yang tertekan, menekan sisi piston
silinder untuk menggerakan beberapa gerakan sesuai desain yang
diinginkan.

Gambar 3.3 Silinder


Hidrolik
d. Katup/Valve
Jenis Jenis Katup/Valve :
9

1. Pressure Control Valve


Pressure control valve berfungsi untuk menjaga tekanan
fluida di bawah batas tekanan yang telah ditetapkan.
2. Directional Control Valve
Directional control valve disebut juga katup kontrol arah
yang berfungsi mengontrol atau mengarahkan aliran fluida dan
mengaturnya dalam arah yang diinginkan.
3. Flow Control Valve
Flow control valve Fungsinya untuk membatasi aliran yang
masuk ke siinder atau motor hidrolik , sehingga memungkinkan
kecepatan silider atau motor hidrolik dapat diatur sesuai
keinginan. Membatasi daya yang bekerja pada sistem,
menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang cabang
rangkaian.
e. Saringan
Ada dua macam jenis saringan :
1. Filter
Filter terbuat dari kertas khusus yang berfungsi untuk
memisahkan partikel partikel halus pada

oli. Dengan

demikian kebersihan oli benar-benar terjaga.


2. Strainer
Strainer terbuat dari saringan kawat yang berukuran halus.
Strainer berfungsi untuk memisahkan partikel partikel kasar
yang ada didalam oli.

3.1.2 Cara Kerja Sistem Hidrolik

10

Gambar 3.4 Cara Kerja Sistem Hidrolik


Keterangan gambar :
1. Tangki
5. Directional

2. Stainer
6. Cylinder

3. Pompa Hydrolik
4. Relief Valve
7. Flow control valve atau 8. Filter

Control Valve

restriction(hambatan)

Cara Kerja Syitem Hidrolik Dasar


Pompa (3) berputar karena putaran mesin, dan mengisap oli dari Tangki (1).
Sebelum menuju pompa aliran oli disaring terlebih dahulu oleh strainer (2), agar
partikel partikel kotoran oli yang besar tidak masuk ke pompa.
Aliran oli dari pompa (3) akan dibatasi tekanannya oleh relief valve (4) sesuai
dengan tekanan yang di inginkan.
Bila directional valve ditekan secara mekanis, maka tekanan mekanis akan
melawan pegas, sehingga aliran oli bertekanan dari pompa akan diarahkan oleh
directional control valve menuju sisi head end cylinder, sehingga menggerakkan
cylinder keluar atau memanjang. Sebelum aliran menuju cylinder aliran menuju
flow valve mengkondisikan aliran oli melalui saluran yang dipersempit dan
menjadikan pergerakan dari kerja cylinder menjadi melambat.
11

Bila tekanan mekanis directional valve dilepas, maka directional control valve
akan kembali ke posisi semula karena

tekanan

pegas. Dengan posisi ini

directional control valve akan mengarahkan oli dari cylinder menuju filter (8)
untuk menyaring partikel partikel halus dari system, sebelum oli kembali ke
tangki (1) .

3.1.3 Klasifikasi Pompa Hidrolik


Semua pompa menimbulkan aliran (flow). Prinsipnya operasinya
disebut displacement

dimana zat cair atau fluida diambil dan

dipindahkan ke tempat lain. Secara umum pompa mengubah tenaga


mechanical menjadi tenaga fluida hidrolik. Sedangkan yang dimaksud
dengan displacement adalah volume zat cair yang dipindahkan tiap
cycle (putaran) dari pompa.
Pada dasarnya pompa hidrolik diklasifikasikan menjadi Positive
displacement yaitu jenis pompa yang terus mengalirkan aliran. Yang
dimaksud dengan pompa positive displacement ialah bila pompa
mempunyai karakteristik :
Perubahan tekanan berpengaruh kecil terhadap kapasitas pompa
(dengan dibuatnya presisi / seal, akan melawan kebocoran pada saat
tekanan naik).
Pompa positive displacement sendiri terdiri dari beberapa type yaitu:
a. Gear pump
Memiliki

ketahanan

pengoperasiannya.
efisiensi

yang

Tetapi

rendah,

yang

lama

(awet),

kelemahannya
karena

sifat

adalah

pompa

sederhana
memiliki
yang

ber-

displacement tetap, dan lebih cocok untuk digunakan pada


tekanan di bawah 20 MPa (3000 psi).
b. Vane pump
Desain sederhana, biaya perawatan yang rendah, dan baik
untuk menghasilkan aliran tinggi dengan tekanan yang rendah.
12

c. Piston pump
Satu jenis pompa hidrolik yang didesain menghasilkan
efisiensi dan tekanan yang tinggi diantara 3000 psi 5000 psi.
Pompa type piston ada yang didesain ber-displacement tetap
dan ada yang bervariasi.
3.1.4 Pompa Roda Gigi (Gear Pump)
Gear pump (pompa roda gigi) adalah jenis pompa positive
displacement dimana fluida akan mengalir melalui celah-celah roda gigi
dengan dinding rumahnya. Disebut sebagai pompa karena fluida yang
dialirkan pada umumnya berupa cairan (liquid) atau bubur (slurry).
Sedangkan pompa positive displacement berarti pompa tersebut
menghisap sejumlah fluida yang terjebak yang kemudian ditekan dan
dipindahkan ke arah keluaran (outlet). Pompa ini digolongkan sebagai
fixed displacement karena jumlah fluida yang dialirkan setiap
putarannya selalu tetap.
Cara Kerja Gear Pump:
Drive Gear di hubungkan dengan shaft yang diputar melalui
putaran mesin , sehingga membawa driven gear berputar. Dengan
demikian fluida

mengalir

melalui celah-celah antara gigi dengan

dinding. Oleh karena itu fluida terhisap dari saluran masuk (suction)
mengalir menuju saluran keluar (Discharge).
untuk meningkatkan flowrate pada gear pump dapat dilakukan dengan
meningkatkan rpm dari roda gigi tersebut.

13

Gambar 3.5 Gear Pump


3.1.5 Jenis Kerusakan Gear Pump
Beberapa keausan yang mempengaruhi turunnya kinerja dari gear
pump, yaitu :
1. Keausan antara gear dengan gear (backlash)

Gambar 3.6 Backlash


2. Keausan antara gear dengan

sisi bagian atas housing (top

clearance)
Penyebab keausan yang terjadi pada top clearance yaitu
pengikisan (abrasive) pada bagian atas permukaan rumah pompa
yang di akibatkan oleh kotoran yang masuk ke dalam pompa. Akibat
dari keausan tersebut, maka kinerja pompa sebagai pengalir fluida
akan mengalami penurunan

Gambar 3.7 Top Clearance


3. Keausan antara gear dengan sisi housing (side clearance)
14

Penyebab utama keausan type side clearance adalah pengikisan


yang tidak bisa dihindari karena gear yang berputar dengan sisi
rumah pompa yang diam. Beberapa pompa dilengkapi dengan side
plate, dimana side plate yang bermaterial lunak akan bergesekan
dengan sisi samping dari gear, hal ini cenderung mengalami keausan
pada jangka waktu tertentu.

Gambar 3.8 Side Clearance


3.1.6 Komponen Gear Pump
Komponen gear pump sebagai berikut :
1. Drive gear (gigi yang berfungi sebagai pemutar)
2. Driven gear ( gigi yang diputar)

Gambar 3.9 Drive dan Driven


3. Housing
Housing pada pompa terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
15

a. Main housing berfungsi sebagai rumah dari gear - gear.


Housing didesain presisi dengan gear, hal ini

untuk

mencegah kebocoran didalam pompa, dan memungkinkan


kinerja pompa menjadi optimal.

Gambar 3.10 Main Housing


b. Front Housing fungsinya sebagai tempat dudukan pompa ke
PTO (power take off) / engine. Front housing mempunyai
double seal oli, untuk mencegah kebocoran oli dari dalam
pompa.

Gambar 3.11 Front Housing


c. Rear housing berfungsi sebagai dudukan side plate, sebagai
dudukan busing/ bearing, dan sebagai dudukan busing pump.

16

Gambar 3.12 Rear Housing


4. Side plate untuk mengoptimalkan dan menjaga antara gear dengan
body sehingga pump bisa mengalirkan aliran dengan maximal,
sebagai pengatur side clearance, dan penyimbang.

Gambar 3.13 Side Plate


5. Bearing berfungsi sebagai dudukan gear atau menunjang shaft
terhadap pompa dan memungkinkan gear-gear dapat berputar.
Bearing pada gear pump berjumlah 4 dan semuanya type needle
bearing.

Gambar 3.14 Bearing


6. O-ring/seal

berfungsi sebagai perapat antara housing dengan

housing, agar oli yang bertekanan didalam pompa tidak mengalami


kebocoran keluar.

17

Gambar 3.15 Seal Oli

3.2 URAIAN KEGIATAN PRAKERIN


Pada saat penulis melakukan praktek kerja industri (PRAKERIN) dari
tanggal 20 Januari 2015 sampai 20 Maret 2015. Pada saat penulis melakukan
kegiatan PRAKERIN yaitu pembongkaran gear pump yang dibimbing oleh
bapak Sokip, penulis menemukan keausan dan penulis akan memberikan cara
penanggulangannya.
Adapun kerusakan yang terdapat pada gear pump yaitu sebagai berikut :
1. Keausan antara gear dengan gear (backlash)
2. Keausan antara gear dengan sisi bagian atas housing (top
clearance)
Penyebab keausan yang terjadi pada top clearance yaitu
pengikisan (abrasive) pada bagian atas permukaan rumah pompa
yang di akibatkan oleh kotoran yang masuk ke dalam pompa.
Akibat dari keausan tersebut, maka kinerja pompa sebagai pengalir
fluida akan mengalami penurunan.
3. Keausan antara gear dengan sisi housing (side clearance)
Penyebab utama keausan type side clearance adalah
pengikisan yang tidak bisa dihindari karena gear yang berputar
dengan sisi rumah pompa yang diam. Beberapa pompa dilengkapi
dengan side plate, dimana side plate yang bermaterial lunak akan
bergesekan dengan sisi samping dari gear, hal ini cenderung
mengalami keausan pada jangka waktu tertentu.
18

Cara penanggulangan kerusakan pada pompa gear :


1. Lakukanlah pembersihan terhadap masing-masing komponen
gear pump.
2. Lakukanlah perbaikan jika ada kerusakan.
3. Lakukanlah pergantian komponen jika sudah melewati batas
penyimpangan yang di izinkan.

3.3 LAPORAN KEGIATAN PRAKERIN


1. Tujuan

: Menganalisis komponen gear pump dengan langsung.


: Mengetahui cara kerja gear pump.
: Dapat mengetahui kerusakan yang terdapat pada
pump.

2. Alat dan Bahan :


a. Alat-alat

: 1. Kunci soket 24
2. Kunci kombinasi 15/16
3. Palu karet

b. Bahan

: Gear pump

3. Keselamatan kerja:
a. Menggunakan helm
b. Menggunakan kaca mata
c. Menggunakan sarung tangan
d. Serta menggunakan alat sesuai dengan kegunaannya.
4. Langkah pembongkaran (disassembly) :
a. Siapkan gear pump dan bahan
b. Tandai/marking pada bagian gear pump terlebih dahulu agar
memudahkan dalam langkah memasang
c. Letakkan gear pump pada ragum agar mudah melakukan pembongkaran
d. Buka 8 baut yang terdapat pada gear pump menggunakan kunci
kombinasi 15/16 atau kunci soket 24 mm, dan putar berlawanan arah
jarum jam.

19

Gambar 3.16 Bolt


e. Lepas dan pisahkan housing front dengan cara dipukul menggunakan
palu karet
f. Pisahkan rear housing dengan memukul menggunakan palu karet
g. Pisahkan main housing pump dan juga front housing dengan memukul
menggunakan palu karet
h. Lepaskan side plate (hati-hati jangan sampai tertukar atau terbalik serta
ditandai agar tidak tertukar)
i. Lepaskan drive gear terlebih dahulu kemudian lepas driven gear
5. Langkah Pemasangan Gear Pump (assembly) :
a. Pasang dan rakit rear housing , side plate dan seal-sealnya
b. Pasang driven gear terlebih dahulu, kemudian pasang drive gear
c. Masukkan main housing kedalam rakitan gear pada rear housing
d. Pasang dan rakit side plate pada front housing
e. Pasang rakitan front housing dengan main housing sesuai marking yang
ditandai sebelumnya
f. Pasang 8 baut pengikat menggunakan kunci kombinasi 15/16, dan
kencangkan searah jarum jam

20

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dan berbagai uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan tentang proses
pelaksanaan Praktek Kerja Industri sebagai berikut :
1. Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan upaya aplikasi
konsep-konsep teori-teori pendidikan yang dipelajari di bangku
sekolah kemudian dipraktekkan ke dunia kerja.
2. Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan suatu upaya untuk
menambah dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa
yang berhubungan erat dengan program Sekolah Kejuruan pada
umumnya.
3. Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) memberikan pengalaman tentang
pola perbaikan dalam melaksanakan pekerjaan dengan seprofesional
mungkin terhadap suatu masalah yang ada.
4. Apa yang telah dilaksanakan oleh penulis, merupakan upaya yang
maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
4.2 Saran
Dengan terselesainya laporan ini berharap semoga dapat bermanfaat bagi
pembaca. Dan juga penulis ingin menyarankan ;
1. Sekolah hendaknya lebih meningkatkan kerja sama antara perusahaanperusahaan baik perusahaan swasta maupun pemeritah agar terjalin
hubungan yang lebih baik dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Ini
bertujuan agar mempermudah lulusan SMKN 01 MALUK untuk
memasuki dunia kerja pada perusahaan-perusahaan tersebut.
2. Sekolah hendaknya melakukan perawatan yang baik pada mesinmesin dan peralatan agar dapar beroperasi dan berfungsi dengan
lancar serta berumur panjang/awet.
21

DAFTAR PUSTAKA
Sudarman Gede Lalu . 2015. Buku Panduan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
SMK Negeri 1 Maluk Tahun pembelajaran 2014 2015 . Maluk:
SMK Negeri 1 Maluk
Sidik Dasta. 2015. Modul Kerja Peserta Pelatihan Hidrolik Dasar,MAGHAY4011
Maluk.Mine Training Pelatihan dan Pengembangan 2008 2014 NNT.
Newmont Nusa Tenggara (NNT)

22

LAMPIRAN LAMPIRAN

23