Anda di halaman 1dari 7

KARAKTERISTIK DIODA

Rifaatul Mahmudah*, Apryenni Pakiding, Muhammad Yusuf,


Nur Auliyah Fitriani Syarifuddin
Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi
Jurusan Fisika FMIPA
Universitas Negeri Makassar
Tahun 2015
LATAR BELAKANG
Sering kita menemukan dalam kehidupan sehari-hari arus yang mengalir secara bolak-balik
bersamaan dengan hal itu kebutuhan akan arus yang mengalir dalam satu arah juga semakin
meningkat, misalnya kita menggunakan arus PLN yang merupakan arus AC namun untuk
mencharger handphone yang tidak memiliki daya haruslah arus searah atau DC fungsi alat charger
handphone kitalah yang mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah, dan masih banyak lagi hal
lainnya yang menggunakan arus DC sebagai dayanya.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan arus DC maka meningkat pulalah keingintahuan
manusia akan hal tersebut tidak hanya itu beberapa orang pun juga merasa dituntut akan
pengembangan dan pengaplikasian revolusi dari arus DC tersebut, sehingga sebuah wajar jika ada
banyak parlemen yang mendukung peningkatan ilmu pengetahuan dalam bidang tersebut.
Sehingga timbullah kesadaran ilmiah yang menyarankan agara mahasiswa yang
mengambil disiplin ilmu fisika juga diberikan pengetahuan dasar tentang arus searah, namun ilmu
fisika bukanlah disiplin ilmu dalam bidang kelistrikan, tetapi ilmu kelistrikan itu sendiri merupakan
sub bagian dari ilmu fisika itu sendiri, ilmu yang mempelajari tentang kelistrikan dikenal dengan
ilmu elektronika.
Untuk hal dioda itu sendiri merupakan sub bab dari elektronika, sehingga pada percobaan
kita kali ini hanya terbatas pada karakteristik dioda, konsep arus bolak-balik menjadi arus searah,
prinsip kerja dioda dan jenis-jenis-jenis dioda, adapun pengaplikasiannya akan lebih dibahas
mendalam pada disiplin ilmu elektronika.
Dioda sebagai komponen aktif elektronika yang berfungsi sebagai penyearah arus listrik
sehingga apabila arus sumber yang dberikan berupa arus bolak-balik maka diodalah yang berfungsi
untuk menyearahkan arus listrik tersebut sehingga arus listrik dalam rangkaian setelah melewati
dioda.
Ada berbagai macam dioda diantaranya adalah LED, dioda penyearah, dioda zener, dioda
jembatan, dan lain-lain. Dari berbagai jenis dioda tersebut, terdapat perbedaan antara dioda
penyearah dan dioda zener. Dioda juga memiliki karakteristik arus-tegangan yang eksponensial.
Oleh karena itu akan dilakukan percobaan tentang karakteristik dioda.

TUJUAN
1. Menggambarkan dan menginterpretasi kurva karakteristik Arus Tegangan (I-V) dari
dioda penyearah dan dioda zener.
2. Menentukan garis beban dan titik kerja berdasarkan kurva I-V dioda penyearah.

3. Menentukan tegangan zener berdasarkan kurva I-V dioda zener


TEORI SINGKAT
Sebagian besar diode saat ini berdasarkan pada teknologi pertemuan P N semikonduktor.
Pada diode P N, arus mengalir dari sisi tipe P (anode) menuju sisi tipe N (katode), tetapi tidak
mengalir dalam arah sebaliknya. Notasi atau simbol dioda sambungan P N ditunjukkan pada
gambar berikut

Ada dua daerah operasi dioda sambungan P N dan ada tiga kondisi bias yang dapat
diberikan:
1. Zero Bias kondisi di mana tidak ada potensial eksternal yang diberikan kepada kedua ujung
dioda menghasilkan keseimbangan jumlah pembawa mayoritas, elektron dan hole, dan
keduanya bergerak dalam arah yang berlawanan. Kondisi keseimbangan ini dikenal sebagai
keseimbangan dinamis (dynamic equilibrium).
2. Reverse Bias kondisi di mana kutub positif sumber potensial eksternal dihubungkan ke sisi N
dioda dan kutub negatif sumer potensial eksternal dihubungkan ke sisi P dioda.

Kondisi ini menghasilkan suatu nilai resistansi yang tinggi antar persambungan dan praktis
tidak menghasilkan aliran pembawa muatan mayoritas dengan meningkatnya potensial sumber.
Namun, sejumlah arus kebocoran yang sangat kecil akan melewati persambungan yang dapat
diukur dalam orde mikroampere (A).
3. Forward Bias Kondisi di mana kutub positif sumber potensial eksternal dihubungkan ke sisi
P dioda dan kutub negatif sumer potensial eksternal dihubungkan ke sisi N dioda.

Kondisi ini menghasilkan suatu nilai resistansi persambungan P N yang sangat rendah
sehingga memungkinkan arus yang sangat besar mengalir walaupun hanya dengan potensial
sumber yang relatif kecil. Perbedaan potensial aktual yang timbul pada kedua ujung
persambungan dioda akan bernilai tetap akibat aksi dari lapisan deplesi yang bernilai sekitar
0,3 V untuk germanium dan 0,7 V untuk silikon.
Dioda Zener
Telah dibahas sebelumnya bahwa dioda menahan arus dalam kondisi reverse bias dan akan
menghasilkan kerusakan (breakdown) bila tegangan balik yang diberikan terlalu besar. Berbeda
halnya dengan dioda zener atau biasa disebut dioda breakdown, pada dasarnya sama dengan dioda
sambungan P N standar kecuali dirancang secara khusus menghasilkan tegangan balik atau
breakdown yang lebih rendah dan relatif konstan sehingga sangat baik digunakan dalam arah
reverse bias sebagai regulator tegangan. Titik di mana dioda zener mengalami breakdown atau
konduksi disebut tegangan zener VZ.
METODE PERCOBAAN
Alat dan bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Power supply 20 Vdc, 1 buah


Voltmeter 0 10 Vdc, 1 buah
Ammeter 0 - 1 Adc, 1 buah
Potensiometer, 1buah
Dioda penyearah
Dioda zener
Kabel penghubung, 5 buah

fungsi:
fungsi:
fungsi:
fungsi:
fungsi:
fungsi:
fungsi:

sebagai tegangan sumber


untuk mengukur besar tegangan
untuk mengukur besar arus yang mengalir
mengatur besar tegangan yang melalui rangkaian
sebagai penyearah arus bolak-balik
mengetahui besar tegangan zener
menghubungkan komponen pada rangkaian

Langkah Kerja
Sebelum memulai percobaan terlebih dahulu pastikan bahwa semua lat dan bahan yang akan
digunakan dalma percobaan telah tersedia. Kemudian spesifikasi alat dan bahan tersebut. Setelah
itu, membuat rangkaian percobaan seperti pada gambar di bawah ini

Kegiatan
pertama
yang
dilakukan adalah keadaan forward bias. Setelah rangkaian tersebut yang dibuat benar, selanjutnya
mengukur tegangan sumber yang akan diberikan secara langsung dengan menggunakan voltmeter
sebesar 2 V baik untuk dioda penyearah maupun dioda zener. Kemudian, mengembalikan posisi
voltmeter ke posisi semula dan mengatur posisi potensiometer ke posisi minimum sambil
mengamati penunjukan kedua lat ukur. Setelah kedua alat berfungsi dengan baik, kemudian
naikkan tegangan bias dengan mengatur potensiometer hingga voltmeter menunjukkan nilai 0,05 V

lalu mencatat penunjukan amperemeter pada tabel hasil pengamatan. Kegiatan tersebut dilakukan
dnegan setiap kenaikan 0,05 V hingga potensiometer mencapai posisi maksimumnya. Setelah
potensiometer mencapai maksimum dan pengambilan data telah selesai, selanjutnya
mengembalikan posisi potensiometer ke posisi minimum secara perlahan-lahan.
Kegiatan kedua yang dilakukan adalah keadaan reverse bias. Rangkaian masih sama seperti
pada gambar di atas. Kemudian, mengukur tegangan sumber yang akan diberikan secara langsung
dnegan menggunakan voltmeter sebesar 10 V untu dioda penyearah dan 15 V untuk dioda zener.
Selanjutnya menaikkan tegangan bias dengan mengatur posisi potensiometer hingga voltmeter
menunjukkan nilai 0,5 V dan kemudian mencatat hasil penunjukan amperemeter pada tabel hasil
pengamatan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan setiapa kenaikan 0,5 V hingga potensiometer
mencapai posisi maksimum. Setelah mencapai posisi maksimum, mengembalikan potensiometer ke
posisi minimumnya.
Identifikasi Variabel
1. Variabel kontrol : R = resistansi resistor ()
2. Variabel manipulasi : v = tegangan dioda (volt)
3. Variabel respon : I = arus dioda (A)
Definisi Operasional variabel
1. Resistansi resistor adalah kemampuan suatu resistor untuk menahanarus yang melewatinya
berdasarkan spesifikasi ayng terdapat pada tubuh dioda tersebut dengan satuan ohm
2. Tegangan dioda adalah perbedaan potensial yang melewati dioda dengan mengubah resitansi
potensiometer dari posisi minimum hingga maksimum diukur dengan menggunakan voltmeter
dengan satuan volt
3. Arus dioda adalah banyaknya muatan yang melewati dioda setiap waktu pada saat tegangan
dioda diberi perlakuan diukur dengan amperemeter dan satuan ampere

HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS DATA


Hasi pengamatan
Kegiatan 1. Dioda dalam keadaan fordward bias
V0
: 2 volt
Dioda Penyearah
Potensiometer
Resistor

: 394 H
: B 10 K
: 25

Tabel 1.1 Hubungan antara tegangan dan arus yang melewati dioda penyearah

No.
1
2
3
4
5
6

Dioda Penyearah
V0 (volt)
I0(mA)
0.05
0.00
0.10
0.00
0.15
0.00
0.20
0.00
0.25
0.00
0.30
0.00

No.
1
2
3
4
5
6

Dioda Zener
V0 (volt)
I0 (mA)
0.05
0.00
0.10
0.00
0.15
0.00
0.20
0.00
0.25
0.00
0.30
0.00

No.
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Dioda
Penyearah
0.35
0.40
0.45
0.50
0.55
0.60

No.
0.03
0.20
1.05
4.39
14.24
36.92

Dioda
Zener
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

No.
0.35
0.40
0.45
0.50
0.55
0.60
0.65
0.70
0.75
0.80
0.85

Dioda
Penyearah
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.01
0.07
0.42
2.50
16.91

Kegiatan 2. Dioda dalam keadaan Reserve bias


Dioda Penyearah
: 394 H
Vs (dioda penyearah) : 10V
Vs (dioda zener)
: 15V
Tabel 1.2 Hubungan antara tegangan dan arus yang melewati dioda zener

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Dioda Penyearah
V0 (volt)
I0(mA)
0.05
0.00
0.10
0.00
0.15
0.10
0.20
0.10
0.25
0.20
0.30
0.20
0.35
0.30
0.40
0.30
0.45
0.40
0.50
0.40
0.55
0.50
0.60
0.50
0.65
0.60
0.70
0.60
0.75
0.70
0.80
0.80

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Dioda Zener
V0 (volt)
I0 (mA)
0.50
4.22
9.46
1.00
15.99
1.50
23.40
2.00
38.30
2.50
43.80
3.00
72.83
3.50
115.70
4.00
324.70
4.50

PEMBAHASAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, pada kegiatan pertama yakni rangkaian untuk
kondisi forward bias, disini resistansi resistansi resistor dengan kapasitas B 10 K dan tegangan
sumber yang digunakan sebesar 2 V. Data yang telah diperoleh kemudian dibuatkan grafik
hubungan antara tegangan dan arus. Untuk dioda penyearah,

V max
VD

I max

sebesar 0,02134 A dan

ID

= 0,0419 A sedangakan

sebesar 2 V sehingga titik kerja yang diperoleh adalah


= 0,58 V. Sedangkan untuk dioda zener,

V sehingga titik kerja yang diperoleh adalah

I max sebesar 0,01754 A dan

V max sebesar 2

I D = 0,0108 A sedangakan V D = 0,78 V.

Sehingga dapat dikatakan bahwa apabila dioda diberikan bias maju maka arus mulamulanya akan konstant dan pada saat tegangan mencapai 0.3 volt maka arus akan naik secara
drastis dari sini dapat diketahui bahwa penyusun utama dari dioda penyearah adalah germanium,
sedangkan pada dioda zener mula-mula arus konstant hingga diberikan arus sebesar 0.6 arus mulai
naik dan terus menerus naik dari sini dapat disimpulkan bahwa bahan utama penyusun dioda zener
adalah silikon.
Untuk kegiatan kedua, yakni rangkaian pada kondisi reverse bias, disini resistansi resistor
sebesar 56

I max

dan tegangan sumber yang digunakan sebesar 15 V. Untuk dioda penyearah,

sebesar

diperoleh adalah
dioda zener,

I max

1,4 x 10
ID

sebesar

yang diperoleh adalah

A dan
7

6,82 x 10

V max

sebesar -14,5 V sehingga titik kerja yang

A sedangakan

9,79 x 103 A dan

V max

VD

= -7,42 V. Sedangkan untuk

sebesar -8,5 V sehingga titik kerja

I D = 1,15 x 103 A sedangakan V D = -7,48 V.

Pada kondisi ini dioda penyearah diberi bias mundur mula-mula arus konstant saat diberikan
tegangan 0.50 volt sampai 1.00 volt dan pada saat diberi tegangan 1.50 volt arus perlahan mulai
turun dengan drastis drastis. Sedangkan untuk dioda zener pada saat diberikan tegangan 0.50 volt
arus mulai turun dengan drastis sampai tegangan maksimum sebesar 5.00 volt.
KESIMPULAN
Berdasarkan percbaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk menetukan
titik kerja suatu diode dapat dilakukan dengan menarik garis antara nilai I max dan Vmax sebagai garis
beban, lalu memplot garis yang berpotongan antara garis beban dan karakteristik diode terhadap
sumbu x dan y.

DAFTAR PUSTAKA
Bakri, Abdul Haris, dkk. 2015. Dasar-dasar Elektronika. Makassar: Edukasi Mitra Grafika
Sutrisno. 1985. Elektronika, Teori dan Penerapannya. Bandung: ITB

Tim Penyusun. 2014. Penuntun Praktikum Elektronika Dasar 1 . Makassar: Jurusan Fisika FMIPA
UNM.