Anda di halaman 1dari 7

PORTOFOLIO

No. ID dan Nama Peserta : dr. Lydia Margaretha


No. ID dan Nama Wahana : RS Arsani
Topik : Hepatoma
Tanggal (kasus) : 16 Desember 2016
Nama Pasien : Tn. MA
No. RM : 03.97.24
Tanggal Presentasi :
No. dan Nama Pendamping :
Januari 2017
dr. Mario G B Nara, SpPD
dr. Dhita Putri Windari
Tempat Presentasi : RS Arsani
Objektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi : Sejak 1 bulan yang lalu, Os mengatakan perut bagian kanan semakin
membesar dan terasa nyeri. Os juga mengeluh mual dan muntah setiap habis makan
dalam beberapa hari ini, serta tidak nafsu makan. Dalam 1 bulan, Os sudah
mengalami penurunan berat badan 8 kg. Selain itu, Os juga mengeluh BAK nya
pekat seperti teh.
Dua minggu yang lalu, Os sempat dirawat di RSUD selama 3 hari, tetapi tidak
diberitahukan penyakitnya dan tidak kontrol kembali. Obat yang diberikan dari
RSUD sudah dihabiskan dan Os tidak ingat namanya.
Riwayat penyakit dahulu, seperti hipertensi, DM disangkal.
Riwayat berhenti merokok sejak 1 bulan lalu, serta minum alcohol saat usia muda.

Riwayat penggunaan obat-obatan terlarang disangkal.


Tujuan :
1. Mengetahui diagnosis Hepatoma
2. Mengetahui tatalaksana pada pasien Hepatoma
Bahan bahasan :
Tinjauan Pustaka
Riset
Kasus
Audit
Cara membahas :
Diskusi
Presentasi dan diskusi
Email
Pos
Data pasien :
Nama : Tn. MA
No. register : Nama RS : RS Arsani
Telp : Terdaftar sejak : Data utama untuk bahan diskusi
1. Diagnosis/ gambaran klinis :
Seorang laki-laki yang berusia 42 tahun datang ke UGD RS Arsani dengan keluhan
utama perut bagian kanan semakin membesar dan terasa nyeri. Keluhan dirasakan
krang lebih sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit.

RS Arsani

PORTOFOLIO
2. Riwayat pengobatan :
Dua minggu yang lalu, Os sempat dirawat di RSUD selama 3 hari, tetapi tidak
diberitahukan penyakitnya dan tidak kontrol kembali. Obat yang diberikan dari RSUD
sudah dihabiskan dan Os tidak ingat namanya.
3. Riwayat penyakit sekarang :
Sejak 1 bulan yang lalu, Os mengatakan perut bagian kanan semakin membesar
dan terasa nyeri. Os juga mengeluh mual dan muntah setiap habis makan dalam
beberapa hari ini, serta tidak nafsu makan. Dalam 1 bulan, Os sudah mengalami
penurunan berat badan 8 kg. Selain itu, Os juga mengeluh BAK nya pekat seperti teh.
4. Riwayat penyakit terdahulu :
Riwayat alergi, DM, dan hipertensi disangkal.
5. Riwayat pekerjaan :
Karyawan swasta
6. Riwayat Keluarga :
Tidak ada keluhan yang serupa pada keluarga. Riwayat keganasan pada keluarga
disangkal.
7. Kondisi lingkungan sosial dan fisik:
Riwayat berhenti merokok sejak 1 bulan lalu, serta minum alcohol saat usia muda.
Riwayat penggunaan obat-obatan terlarang disangkal
8. Lain-lain :
Pemeriksaan Fisik
Kesadaran: kompos mentis, tampak sakit sedang
Tanda vital:
Tensi
: 130/90 mmHg
Nadi
: 78 kali / menit
Napas
: 20 kali / menit
Suhu
: 36,3 C
BB / TB
: 63 kg / 164 cm
IMT
: 23,5 kg/m2
Status generalis
Kepala
Leher
Thoraks

Abdomen

RS Arsani

: Konjungtiva anemis, sklera ikterik


: Tidak teraba pembesaran KGB
: Bentuk dan gerak simetris
Cor : bunyi jantung I dan II normal reguler, murmur tidak ada
Pulmo : perkusi sonor, suara nafas vesikuler kanan=kiri, ronki tidak
ada, wheezing tidak ada
: Datar, BU (+) normal
Hepar teraba membesar 3 jari dibawah arcus costa kanan,
2

PORTOFOLIO
konsistensi lunak, permukaan berdungkul, tepi tumpul, nyeri tekan

Ekstremitas

(+)
Lien tidak teraba membesar.
Undulasi (-)
: Edema -/-, sianosis -/-, CRT < 2

Laboratorium
PEMERIKSAAN

HASIL

NILAI RUJUKAN

HEMATOLOGI RUTIN
Hemoglobin

10,4*

13 18 g/dl

Hematokrit

34*

42 50%

Eritrosit

3.7*

4.0 6.0 juta / mm3

Leukosit

15.800*

4.000 11.000 / mm3

Trombosit

902.000*

150.000 450.000 / mm3

MCV
MCH
MCHC

91
28
30

79 98 fl
27 31 pg
31 36 g/dl

Diff. Count
Segmen
Limfosit
Monosit

73
9
8

50 70 %
20 40 %
28%

Protein Total

6.6

6.0 7.8 g/dl

Albumin
Globulin

3.4
3.2

3.5 5.2 mg/dl


1.3 2.7 mg/dl

Positif

Negatif

KIMIA KLINIK

HEPATITIS
HBsAg

RS Arsani

PORTOFOLIO
Ultrasonography

Kesimpulan USG Abdomen (17/12/2016):


Hepatomegali dengan massa dominan solid lobulated pada hepar lobus kanan,

mencurigai suatu gambaran massa primer hepar (hepatoma ?)


USG kandung empedu, pankreas, limpa, ginjal bilateral, dan vesika urinaria saat ini
tidak tampak kelainan.

Saran : CT-Scan abdomen pelvis dengan kontras.

Diagnosis
Diagnosis I : suspect Hepatoma ec Hepatitis B kronik
RS Arsani

PORTOFOLIO
Plan

: Diagnostik dengan USG abdomen

Terapi
Umum
Memberitahukan kepada pasien dan keluarganya tentang penyakit yang dideritanya.
Edukasi pasien dan keluarganya tentang rencana terapi.
Menjelaskan pasien dan keluarganya tentang risiko terapi.
Edukasi pasien dan keluarganya mengenai penularan penyakit yang dideritanya.
Edukasi pasien dan keluarganya tentang langkah-langkah diagnostik yang sudah
dan akan dilakukan.
Khusus
IVFD RL 20 tpm
Inj. Ondansentron 8 mg / 8 jam
Inj. Omeprazole 40 mg / 12 jam
Inj. Ceftriaxon 1 gr / 12 jam
Hepa-Q 3 x 1 tab
Daftar Pustaka:
1. Aru WS, Bambang S, Idrus A, dll. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jilid I. Edisi keV. Jakarta Pusat : Interna Publishing; 2009.h.685-91.
2. Idrus A, Simon S, Rudy H, dll. Panduan praktik klinis. Jakarta : Interna Publishing;
2015.h.h236-44.
Hasil Pembelajaran:
1. Mengetahui gambaran klinis serta diagnosis Hepatoma
2. Mengetahui tatalaksana dan deteksi kasus Hepatoma
Rangkuman hasil pembelajaran portofolio
1. Subyektif :
Sejak 1 bulan yang lalu, Os mengatakan perut bagian kanan semakin membesar dan
terasa nyeri. Os juga mengeluh mual dan muntah setiap habis makan dalam beberapa
hari ini, serta tidak nafsu makan. Dalam 1 bulan, Os sudah mengalami penurunan
berat badan 8 kg. Selain itu, Os juga mengeluh BAK nya pekat seperti teh.
Dua minggu yang lalu, Os sempat dirawat di RSUD selama 3 hari, tetapi tidak
diberitahukan penyakitnya dan tidak kontrol kembali. Obat yang diberikan dari RSUD
sudah dihabiskan dan Os tidak ingat namanya.
Riwayat penyakit dahulu, seperti hipertensi, DM disangkal.
Riwayat berhenti merokok sejak 1 bulan lalu, serta minum alkohol saat usia muda.
Riwayat penggunaan obat-obatan terlarang disangkal.
RS Arsani

PORTOFOLIO
2. Objektif :
Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis dan sklera ikterik. Pada
pemeriksaan abdomen didapatkan hepar teraba membesar 3 jari dibawah arcus costa
kanan, konsistensi lunak, permukaan berdungkul, tepi tumpul, nyeri tekan (+).
Pada pemeriksaan USG abdomen ditemukan hepatomegali dengan massa dominan
solid lobulated pada hepar lobus kanan, mencurigai suatu gambaran massa primer
hepar (hepatoma ?). USG kandung empedu, pankreas, limpa, ginjal bilateral, dan
vesika urinaria saat ini tidak tampak kelainan. Pada pemeriksaan laboratorium
didapatkan HBsAg (+).
3. Assessment :
Diagnosis pasien ini adalah Hepatoma ec hepatitis B kronik sesuai dengan keluhan
perut kanan yang semakin membesar dan nyeri, disertai adanya hepatomegali pada
pemeriksaan fisik abdomen. Selain itu, pemeriksaan USG juga menunjukkan adanya
massa dominan solid lobulated pada hepar lobus kanan, serta pemeriksaan HBsAg
yang positif.
4. Plan :
Pilihan terapi diterapkan bedasarkan atas ada atau tidaknya sirosis, jumlah dan ukuran
tumor, serta derajat perburukan hepatik. Untuk menilai status klinis, sistem skor Child
Pugh dapat digunakan untuk menentukan sikap operasi. Adapaun beberapa pilihan
terapi yang dapat dilakukan :
-

Reseksi hepatik
Untuk pasien dalam kelompok non-sirosis yang biasanya mempunyai fungsi hati
normal, pilihan utama terapi adalah reseksi hepatik. Namun untuk pasien sirosis
diperlukan kriteria seleksi karena operasi dapat memicu timbulnya gagal hati yang
dapat menurunkan angka harapan hidup. Parameter yang digunakan untuk seleksi
ialah Child Pugh dan derajat hipertensi portal atau kadar bilirubin serum dan
derajat hipertensi portal saja. Kontraindikasi tindakan ini adalah adanya metastasis
ekstrahepatik, HCC difus atau multifocal, sirosis stadium lanjut, dan penyakit
penyerta yang dapat mempengaruhi ketahanan pasien dalam operasi.

Transplantasi hati
Bagi pasien HCC dan sirosis hati, transplantasi hati memberikan kemungkinan
untuk menyingkirkan tumor dan menggantikan parenkim hati yang mengalami
disfungsi. Kematian pasca transplantasi tersering diakibatkan oleh rekurensi tumor

RS Arsani

PORTOFOLIO
di dalam maupun di luar transplan. Tumor yang berdiameter < 3 cm lebih jarang
kambuh dibandingkan dengan tumor yang berdiameter > 5 cm.
-

Ablasi tumor perkutan


Injeksi etanol perkutan (PEI) merupakan teknik terpilih untuk tumor kecil karena
efikasinya tinggi, efek sampingnya rendah, serta relative murah. Radiofrequency
ablation (RFA) menunjukkan angka keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan
PEI dan efikasinya tertinggi untuk tumor > 3 cm, namun tetap tidak berpengaruh
terhadap harapan hidup pasien. Selain itu RFA lebih mahal dan efek sampingnya
lebih banyak dibandingkan dengan PEI.

Terapi paliatif
Satu-satunya terapi paliatif yang terbukti mampu meningkatkan harapan hidup
pasien HCC stadium lanjut adalah TACE (transarterial embolization/chemo
embolization). TACE dapat menurunkan pertumbuhan tumor serta dapat
meningkatkan harapan hidup pasien dengan HCC yang tidak resektabel. TACE
dengan frekuensi 3 hingga 4 kali setahun dianjurkan bagi pasien yang fungsi
hatinya cukup baik (Child Pugh A) serta tumor multinodular asimtomatik tanpa
invasi vaskular atau penyebaran ekstrahepatik yang tidak dapat diterapi secara
radikal. Adapun beberapa jenis terapi lain untuk HCC yang tidak resektabel,
seperti imunoterapi dengan interferon, terapi antiestrogen, antiandrogen, oktreotid,
radiasi internal, kemoterapi arterial atau sistemik yang masih memerlukan
penelitian lebih lanjut.
Berikut, terapi yang didapat pasien di ruangan :

IVFD RL 20 tpm
Inj. Ondansentron 8 mg / 8 jam
Inj. Omeprazole 40 mg / 12 jam
Inj. Ceftriaxon 1 gr / 12 jam
o Hepa-Q 3 x 1 tab
o
o
o
o

RS Arsani