Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Ilmu gunung api atau Vulkanologi adalah ilmu yang mempelajari
permasalahan gunung api. Kata vulkanologi berasal dari bahasa inggris
volcanology, terdiri atas kata volcano yang berarti gunung ai dan logos yang
berarti ilmu pengetahuan. Kata vulkano diadopsi dari bahasa Belanda vulkaan
atau dari bahasa Itali vulkano. Di Indonesia, istilah gunungapi atau Vulkanologi
sudah biasa digunakan orang.
Macdonald (1972) mendefinisikan volcano is both the place or opening
from which molten rock or gas and generally both, issue from the earths interior
onto the surface and the hill or mountain built up around the opening by
accumulation of the rock of material. Dalam bahasa Indonesia berarti bukaan
tempat batuan kental pijar atau gas san umumnya kedua-duanya keluar dari dalam
bumi ke permukaan dan bahan batuan nyang mengumpul disekeliling bukaan itu
membentuk bukit atau gunung. Tempat atau bukaan yang dimaksudkan disini
adalah kawah bila diameternya lebih besar atau sama dengan 2000 m.
Vulkanisme adalah proses alam yang berhubungan dengan kegiatan
kegunungapian mulai dari asal-usul pembentukan magma dalam bumi hingga ke
permukaan bumi dalam berbagai bentuk dan kegiatannya. Cakupan gunung api
sangat luas sangat luas dari magmatologi atau petrologi batuan beku, sedemikian
luas lingkup vulkanologi sehingga para ahli membentuk organisasi profesi
internasioan bernama International Association on Vulkanology and Chemistry of

Earth Interior (IAFCEI). Dengan demikian, lingkup vulkanologi meliputi bahasan


bahasan khulu (bentuk fisik alamia, nature), mulai jadi (asal-usul, origin), bahaya
dan penanggulangannya serta manfaat sumber daya gunungapi.
Prinsip pemahaman terhadap lingkup vulkanologi dapat dipelajari secara
bertahap mulai dari pemeriam (descriptive), tafsiran (interpretative), dan
kemanusiaan (humanistic). Pemerian adalah uraian tentang obyektifitas data yang
diamati terhadap gunungapi dan vulkanisme, data tersebut menjadi dasar untuk
melakukan penafsiran terhadap hal-hal yang teramati, misalnya asal-usul sumber
erupsi, lingkungan asal, mekanisme letusan, mekanisme pengendapan dan umur
kejadian.
Prinsip humanistik disini dimaksudkan sebagai hubungan antar gunung
api dengan kehidupan manusia, baik berupa ancaman bahaya gunung api terhadap
kehidupan dan lingkungan manusia, usaaha penanggulangan bencana letusan
gunung api maupun pemanfaatan sumber alam daya gunung api
I.2 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari praktikum vulkanologi, yaitu sebagai
berikut:
I.2.1 Maksud
Maksud dari praktikum vulkanologi ini adalah untuk memenuhi
persyaratan mengikuti responsi Praktikum vulkanologi dan tugas sebagai
persyaratan kelulusan Praktikum Vulkanologi, yang dilaksanakan Jurusan
Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, Institut Sains & Teknologi.

I.2.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum vulkanologi ini sebagai pengenalan mengenai
gunung

api,

aktivitas

vulkanisme

dari

gunung

penanggulangannya, serta sumber daya gunung api.

api,

bahaya

dan