Anda di halaman 1dari 11

BAB II

MEKANIKA TANAH
II.1. Tujuan
II.1.1 Tujuan pengujian sifat fisik tanah
Tujuan pengujian sifat fisik tanah adalah untuk mendapatkan sifat-sifat fisk
maupun parameter keteknikan yang diperlukan yang meliputi berat isi tanah, kadar
air, barat jenis tanah, batas atterberrg.
II.1.2 Tujuan pengujian sifat mekanik tanah
Tujuan pengujian sifat fisik tanah adalah untuk mendapatkan sifat-sifat
mekanik maupun parameter keteknikan yang diperlukan.
II.2. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada saat praktikum pengujian mekanika
tanah/kadar air sebagai berikut:
1. Jangka sorong
2. Timbangan Digital
3. Ring
4. Kertas pengujian kadar air
5. Oven
6. Kalkulator
7. Sampel tanah

II.3. Dasar Teori


Pada mulanya bumi berupa bola magma cair yang sangat panas. Karena
pendinginan, permukaannya membeku maka terjadi batuan beku. Karena

proses fisika (panas, ding in, membeku dan mencair) batuan tersebut hancur
menjadi butiran-butiran tanah (sifat-sifatnya tetap seperti batu aslinya : pasir,
kerikil, dan lanau.) Oleh proses kimia (hidrasi, oksidasi) batuan menjadi lapuk
sehingga menjadi tanah dengan sifat berubah dari batu aslinya.
Disini dikenal Transported Soil adalah tanah yang lokasinya pindah dari
tempat terjadinya yang disebabkan oleh air, angin, dan es dan Residual Soil adalah
tanah yang tidak pindah dari tempat terjadinya.
Oleh proses alam, proses perubahan dapat bermacam-macam dan berulang.
Batu menjadi tanah karena pelapukan dan penghancuran, dan tanah bisa menjadi
batu karena proses pemadatan, sementasi. Batu bisa menjadi batu jenis lain karena
panas, tekanan, dan larutan.
Dalam pengertian teknik secara umum, tanah didefinisikan sebagai material
yang terdiri dari agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak tersementasikan
(terikat secara kimia) satu sama lain dari bahan-bahan organik yang telah melapuk
(yang berpartikel padat) disertai dengan zat cair dan gas mengisi ruang-ruang
kosong di antara partikel-partikel padat tersebut. Tanah berguna sebagai bahan
bangunan pada berbagai macam pekerjaan teknik sipil, disamping itu tanah
berfungsi juga sebagai pendukung pondasi dari bangunan.
Tanah terdiri dari butir-butir diantaranya burupa raung pori. Ruang pori terisi
udara dan atau air. Tanah yang mengandung bahan organik, sisa atau pelapukan
tumbuhan atau hewan disebut tanah organik jika baha organinya cukup banyak

Ilmu Mekanika Tanah adalah ilmu yang alam perkembangan selanjutnya


akan mendasari dalam analisis dan desain perencanaan suatu pondasi. Sehingga
para siswa disini dituntut untuk dapat membedakan antara mekanika tanah dengan
teknik pondasi.
Mekanika tanah adalah suatu cabang dari ilmu teknik yang mempelajari
perilaku tanah dan sifatnya yang diakibatkan oleh tegangan dan regangan yang
disebabkan oleh gaya-gaya yang bekerja. Sedangkan Teknik Pondasi merupakan
aplikasi prinsip-prinsip Mekanika Tanah dan Geologi. , yang digunakan dalam
perencanaan dan pembangunan pondasi seperti gedung, jembatan, jalan, bendung
clan lain-lain. Oleh karena itu perkiraan dan pendugaan terhadap kemungkinan
adanya penyimpangan dilapangan dari kondisi ideal pada mekanika tanah sangat
penting dalam perencanaan pondasi yang benar.
II.4. Langkah Kerja
II.4.1 Langkah kerja pengujian sifat fisik tanah
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk pengujian
kadar air.
2. Menimbang berat ring ( W1 ) dengan timbangan digital, kemudian
mencatat hasil pengukuran pada kertas pengujian kadar air.

Gambar 2. Berat ring (Sumber: Penyusun,2016)

3. Mengukur diameter dan jari- jari dengan menggunakan jangka sorong,


kemudian mencatat hasilnya pada kertas pengujian kadar air.

Gambar 3. Pengukuran Menggunakan Jangka sorong


(Sumber: Penyusun,2016)

4. Mengeluarkan tanah dari pipa.

10

Gambar 4. Sampael tanah disturb (Sumber: Penyusun,2016)

5. Memasukkan tanah ke dalam ring dan memadatkannya .

Gambar 5. Pemadatan sampel di dalam ring (Sumber: Penyusun,2016)

6. Menghitung volume ring (V) dengan menggunakan rumus V = r2T.


Kemudian mencatat hasilnya pada kertas pengujian kadar air.
7. Menimbang berat wadah dan tanah basah (W2) dengan memasukkan
tanah ke dalam ring terlebih dahulu kemudian catat hasil pengukurannya.

11

Gambar 6. Berat ring dan sampel tanah basah (Sumber: Penyusun,2016)

8. Memasukkan tanah basah dan wadah ke dalam oven dan mengeringkan


tanah selama 30 menit ( hanya pada saat praktikum normalnya selama 24
jam) dengan suhu 400-500 c.

Gambar 7. Pengeringan sampel tanah (Sumber: Penyusun,2016)


9. Menimbang berat wadah dan tanah kering( W3), kemudian mencatat hasil
pengukuran pada kertas pengujian kadar air.

12

Gambar 8. Penimbangan berat sampel kering (Sumber: Penyusun,2016)

10. Melakukan perhitungan berat air (Ww) dengan mengguanakan rumus :


Ww = W2 W3= (gram)
11. Melakukan perhitungan berat tanah kering dengan mengguanakan rumus :
WS = W3 W1= (gram)
12. Melakukan perhitungan berat tanah basah dengan mengguanakan rumus :
W = W2 W1= (gram)
13. Menentukan kadar air dengan mengguanakan rumus :
a. Bobot isi tanah
J=

= (3)

b. Bobot isi kering


Jd =

= (3)

c. Kadar air
W=

x 100% = (gram)

II.4.2 Langkah kerja pengujian sifat mekanik tanah

13

1) Pipihkan terlebih dahulu tanah sebelum dikeringkan agar proses pengeringan


lebih cepat.

Gambar 9. Sampel yang telah dipipihkan (Sumber: Penyusun,2016)

2) Tibang pignometer dalam keadaan kosong untuk mendapatkan nilai W1.

Gambar 10. Pignometer yang kosong (Sumber: Penyusun,2016)

3) Ambil tanah yang sudah di keringkan pada wadah, jika masih ada gumpalangumpalan tanah uraikan dan haluskan tanah tersebut.

14

Gambar 11. Menghaluskan sampel yang telah dikeringkan (Sumber: Penyusun,2016)

4) Setelah tanah terurai dan halus saringlah tanah tersebut menggunakan mes
berukuran 200. Kemudian persiapkan tabung Pignometer, bagi 1/3 bagian
tabung tersebut dan tandai batas pembagiannya.

Gambar 12. Pembagian pignometer (Sumber: Penyusun,2016)

5) Selanjutnya ambil sebagian tanah yang telah di haluskan tadi dan masukkan
kedalam tabung Pignometer menggunakan corong sebanyak 1/3 bagian dari
tabung tersebut dan timbang berat tabung saat sesudah diisi tanah, setelah di
timbang masukkan air aquades kedalam tabung pignometer yang terisi tanah

15

tersebut sebanyak 2/3 bagian dari tabung pignometer tersebut dan timbang lagi
beratnya.

Gambar 13. Untuk mendapatkan nilai W2 (Sumber: Penyusun,2016)

Gambar 14. Untuk mendapatkan nilai W3 (Sumber: Penyusun,2016)

6) Tahap selanjutnya panaskan tabung pignometer yang berisi tanah dan air
menggunakan mesin pemanas elektrik(kompor elektrik) sampai bahan yang
berada di dalam tabung pignometer tersebut mendidih/menghasilkan
gelembung. Setelah mendidih masukkan tabung pignometer kedalam sebuah
wadah yang berisikan air dan sebuah termometer untuk mengukur suhu dari
tabung yang berpindah ke air tersebut (catat suhu air sebelum dan sesudah di
masukkan tabung pignometer).

16

Gambar 15. Untuk mendapatkan nilai W4 (Sumber: Penyusun,2016)

7) Kemudian setelah tabung pignometer tersebut sudah mengalami pendinginan


ukur beratnya lagi. Lihat kadar air yang ada dalam tabung pignometer tersebut,
jika kadar air berkurang masukkan air aquades kedalamnya hingga 2/3 bagian
dari tabung pignometer dan timbang lagi beratnya.
Hitunglah selesih suhunya. Lalu masukkan kedalam rumus, =
W2W1
Lalu
(41)(32)

terakhir buat kesimpulan dari percobaan kalian.

8) Buatlah resume tentang percobaan berat jenis.


II.5. Kesimpulan
Berdasarkan dari pengujian sifat fisik tanah dan sifat mekanika tanah makan
didapatkan hasil pengujian kadar air tanah pada sampel tanah disturb yang berlokasi
di TPS Piyungan memiliki kadar air 0,088 gr/cm3. Sedangkan pengujian mekanika
tanah pada TPS Piyungan memiliki nilai 2,6 gr/cm3.