Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR

LABORATORIUM
ORATORIUM GEOLOGI DINAMIK
INSTITUT
NSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

Pertemuan 2

TEBAL & KEDALAMAN


Ketebalan adalah jarak terpendek yang diukur antara dua bidang sejajar yang
merupakan batas antara dua lapisan.
Kedalaman adalah jarak vertikal dari suatu ketinggian tertentu terhadap suatu titik
(misalnya muka air laut) terhadap suatu titik, garis atau bidang.
Pengukuran kedalaman dan ketebalan secara langsung dilakukan pada daerah
yang relatif datar dengan kedudukan perlapisan hampirtegak,
hampirtegak, atau pada tebin
tebing terjal
dengan lapisan relatif mendatar. Dengan kata lain pengukuran ketebalan secara
langsung diterapkan bila topografi tegaklurus dengan kemiringan batuan.
Pengukuran ketebalan dan kedalaman secara tidak langsung dilakukan pada
kondisi medan tertentu, sehingga pengukuran secara langsung sulit dilaksanakan.
Perhitungan dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu: secara grafis dan matematis.

Keterangan : Ketebalan lapisan batuan (Billings, 1977). Contoh diagram blok di atas
menunjukkan perlapisan batupasir (diarsir) diantara batuserpih (tidak
diarsir). t = ketebalan batupasir; d== kedalaman bagian atas batupasir
pada titik a; d' = kedalaman bagian atas batupasir pada titik b; = dip
perlapisan.

TEAM ASDOS GEOLOGI STRUKTUR

PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR


LABORATORIUM
ORATORIUM GEOLOGI DINAMIK
INSTITUT
NSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

Pengukuran tegak lurus jurus lapisan dan lapisan searah dengan lereng sebesar .

a. Dip() lebih besar daripada slope () t = w . sin (- )


b. Dip() lebih kecil daripada slope() t = w . sin (- )
Pengukuran tegak lurus jurus lapisan dan kemiringan lapisan berlawanan dengan
slope.
c. Dip() lebih kecil daripada slope () t = w . sin (+ )
d. Dip() lebih besar
ar daripada slope() t = w . sin (180 - - ) atau
t = w . cos (90 - - )
e. Lapisan horisontal t = w . sin
f. Lapisan vertikal t = w . cos atau
t = w . sin (90 - )
TEAM ASDOS GEOLOGI STRUKTUR

PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR


LABORATORIUM
ORATORIUM GEOLOGI DINAMIK
INSTITUT
NSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

CONTOH SOAL :
Seorang geologist berjalan dari titik A ke titik B sejauh 70 meter dengan arah N
80E menemukan singkapan batupasir dengan kedudukan N30 E/45
E/45.
Pertanyaan:
a. Tentukan tebal dari batupasir tersebut secara grafis dan matematis.
b. Apabila dari titik B geologist tersebut berjalan lagi ke titik C sej
sejauh 30 meter
dengan arah N 150 E dan melakukan pengeboran. Tentukan kedalaman dari
batupasir tersebut secara grafis dan matematis.

Cara kerja:
SECARA GRAFIS :
1. Buatlah suatu garis tegak lurus yang menjadikan acuan arah utara atau N 0 E.
Skala peta 1:1000.
1:100
2. Buatlah titik A pada garis utara (posisi titik sebaiknya di tengah garis).
3. Dari titik A buatlah garis ke titik B sejauh 7cm dengan arah N 80 E.
4. Membuat garis bantu arah utara pada titik B, kemudian tarik garis dari titik B
ke titik C sejauh 3 cm dengan arah N 50 E.
5. Buatlah garis strike N 30 E dari titik A dan titik B.
6. Buatlah garis folding line (FL) tegak lurus garis strike menemukan titik A A.
7. Dari titik A dan A tarik garis dip lapisan batupasir 45 dengan acuan garis FL
adalah 0.
8. Buatlah garis dari titk AO ke A tegak lurus garis dip, kemudian mengukur
panjang garis dari titik A ke titik AO, hasil pengukuran dikalikan dengan skala
maka menapatkan ketabalan sebenarnya.
9. Buatlah garis dari titik C ke CO tegak lurus garis FL, mengukur panjang gari
garis dari
titik C ke titik CO kemudian hasil pengukuran dikalikan skala maka
mendapatkan kedalaman sebenarnya.
Ket:
a) Garis FL memnggambarkan permukaan bidang horisontal.
b) Untuk mendapatkan gambaran 3 dimensi silakan melipat kertas hasil kerja
metode grafis mengikuti garis FL.

TEAM ASDOS GEOLOGI STRUKTUR

PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR


LABORATORIUM
ORATORIUM GEOLOGI DINAMIK
INSTITUT
NSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

TEAM ASDOS GEOLOGI STRUKTUR

PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR


LABORATORIUM
ORATORIUM GEOLOGI DINAMIK
INSTITUT
NSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

SECARA MATEMATIS :

1. Tebal sinkapan sebenarnya batupasir adalah A AO untuk menghitung tebal


sebenarnya maka harus menghitungnya dengan menggunakan rumus segitiga
pada segitiga (A, A, AO) namun nilai dari A, A (lebar singkapan belum diketahui),
karena Geologist tersebut tidak bejalan searah dip batupasir melainkan dari titik A
ke titik B, langkah pertama harus menentukan lebar singkapan dengan
menggunakan segitiga A, B, dan A.

Lebar singkapan
= Cos 40 . 70 meter
= 0,766 . 70 meter
= 53,6 meter

TEAM ASDOS GEOLOGI STRUKTUR

40 didapat dari selisih


dari N30E dan N80E
adalah 50, kemudian
dikurang 90 karena sudut
antara garis strike dan
garis dip adalah 90

PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR


LABORATORIUM
ORATORIUM GEOLOGI DINAMIK
INSTITUT
NSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

2. setelah diketahui lebar singkapan A A, maka bisa dicari tebal batupasir


sebenarnya (A AO) pada segitiga A, A, AO.
AO
t= sin 45 . 53,6
6m

45
45 didapat dari dip
batupasir

t= 0,7 . 53,6 m
t= 37,9 m
Jadi
Jadi,
tebal
sebenarnya dari
batupasir adalah
37,9 meter

3. Menentukan kedalaman batupasir. Karena geologist tersebut tidak berjalan


searah dip dari titik B ke titik C maka harus dicari dahulu jarak sebenarnya dari
titik C ke arah dip pada segitiga B B C, yang dicari adalah jarak dari B ke C.
..? = sin 60 . 30m
= 0,866 . 30m
= 26 m

60 didapat dari arah


dari titik B B adalah
arah strike batu pasir N
30 E, ara
arah sebaliknya B
Badalah
N210
E
didapat dari (30+180),
sedangkan arah dari B C
adalah N150E. Selisih
antara
N210E
dan
N150E adalah 60

4. Karena panjang B C = A C maka dapat ditentukan kedalamnya dengan


segitiga A C CO
d = tan 45 . 26 m

45 di dapat dari dip


batupasir

= 1 . 26 m
= 26 m
Jadi
Jadi,
kedalaman
batupasir sebenarnya
adalah 26 meter

TEAM ASDOS GEOLOGI STRUKTUR

PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR


LABORATORIUM
ORATORIUM GEOLOGI DINAMIK
INSTITUT
NSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

TUGAS :
1. Pada daerah bandungan seorang geologist berjalan dari titik A ke titik B sejauh
300m dengan arah N10E menemukan singkapan batubara dengan kedudukan
N300E/45.
. Kemudian berjalan lagi ketitik C sejauh 550m
5 0m dengan arah N3
N30E
dan melakukan pengeboran. Tentukan tebal dan kedalaman batubara secara
grafis dan matematis.
matis.
2. Dalam suatu pengeboran dari inti bor diketahui tebal batubara 5 meter.
Tentukan tebal sebenarnya lapisan batubara secara matematis dari gambar
tanpa skala berikut ini.

50

Lapisan batubara

5 meter

TEAM ASDOS GEOLOGI STRUKTUR