Anda di halaman 1dari 32

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH

CHEMICAL ENGINEERING PAPER COMPETITION 2016

KATEMBLOK
(Kotoran Ayam dan Limbah Teh Molasses Blok)
Inovasi Suplemen (Permen Sapi) Ramah Lingkungan Berbasis Pemanfaatan
Limbah Teh (Camelia sinensis) dan Kotoran Ayam Guna Mengurangi Emisi
Gas Metan Ternak Ruminansia

Disusun Oleh:
Mirsa Ita Dewi Adiana

135050100111189

Teti Miryanti

135050100111028

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

HALAMAN PENGESAHAN
1.

Judul Karya Tulis

: KATEMBLOK (Kotoran Ayam dan Limbah


Teh Molasses Blok) : Inovasi Suplemen
(Permen Sapi) Ramah Lingkungan Berbasis
Pemanfaatan Limbah Teh (Camelia sinensis)
dan Kotoran Ayam Guna Mengurangi Emisi
Gas Metan Ternak Ruminansia

2.
3.

Sub Tema
Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan/Fakultas
d. Asal Perguruan Tinggi
e. Alamat Rumah
f. No. Telp.
g. Alamat Email
Anggota Tim
Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap
b. NIP
c. Alamat Rumah
d. No. Telepon

: Limbah

4.
5.

:
:
:
:
:
:
:
:

Mirsa Ita Dewi Adiana


135050100111189
Peternakan
Universitas Brawijaya
Perum Istana Gajayana B6 blok F1, Malang
08123465947
adianamirsa@gmail.com
1 orang

:
:
:
:

Dr. Ir. Mardjuki, M.Sc


196306041989031001
Taman Embong Anyar I/B3, Malang
085707632791

Malang, 22 September 2016


Mengetahui,
Dosen Pembimbing

Ketua Tim

Dr. Ir. Mardjuki, M.Sc


NIP. 19630604 198903 1 001

Mirsa Ita Dewi Adiana


NIM. 135050100111189

ii

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS

Yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama Ketua

: Mirsa Ita Dewi Adiana

NIM

: 135050100111028

Jurusan/Fakultas

: Peternakan

Universitas

: Brawijaya

Alamat

: Perum Istana Gajayana B6 blok F1, Malang

Dengan ini menyatakan bahwa karya tulis dengan judul,


KATEMBLOK (Kotoran Ayam dan Limbah Teh Molasses Blok) : Inovasi
Suplemen (Permen Sapi) Ramah Lingkungan Berbasis Pemanfaatan Limbah
Teh (Camelia sinensis) dan Kotoran Ayam Guna Mengurangi Emisi Gas
Metan Ternak Ruminansia
Yang kami sertakan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah ini adalah benar hasil karya
kelompok kami bukan merupakan plagiat atau saduran dari karya tulis orang lain
serta belum pernah menjuarai kompetisi serupa. Apabila dikemudian hari
pernyataan ini tidak benar maka saya bersedia menerima sanksi yang diterapkan
oleh panitia LKTI CEPTION 2016 berupa diskualifikasi dari kompetisi.
Demikian surat ini dibuat dengan sebenar benarnya tanpa ada unsur paksaan,
untuk dapat di pergunakan sebagaimana mestinya.

Malang, 23 September 2016

Mirsa Ita Dewi Adiana


NIM. 135050100111189

iii

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat dan
karuniaNya, sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik.
Selama proses penyelesaian karya tulis ini, ada beberapa hambatan dan kesulitan
namun dengan semangat serta dukungan dari berbagai pihak maka karya tulis ini
dapat selesai. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr. Ir. Mardjuki, M.Sc selaku dosen pembimbing atas saran dan bimbingannya
selama pembuatan karya tulis ini.
2. Orangtua yang senantiasa memberikan doa dan semangat
3. Semua pihak dari staff Fakultas Peternakan dan Universitas Brawijaya yang
telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ini.
4. Semua teman-teman LSO Kelompok Ilmiah Mahasiswa Fakultas Peternakan
yang telah membantu dan memberi semangat.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih perlu perbaikan untuk
menjadi lebih sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat
diharapkan. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat untuk Indonesia yang lebih
baik lagi.

Malang, 22 September 2016

Penulis

iv

DAFTAR ISI
Isi
Halaman
HALAMAN JUDUL ................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................ii
LEMBAR PERNYATAAN .....................................................................................iii
KATA PENGANTAR ..............................................................................................iv
DAFTAR ISI .............................................................................................................v
DAFTAR TABEL ....................................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................vii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................viii
ABSTRAK ................................................................................................................ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .........................................................................................3
1.3 Tujuan ...........................................................................................................3
1.4 Manfaat .........................................................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Global Warming dari Sektor Peternakan .......................................................4
2.2 Emisi Gas Metan bagi Lingkungan ...............................................................4
2.3 Produksi Gas Metan ternak ruminansia ........................................................5
2.4 Proteksi Protein dalam Ransum ....................................................................5
2.5 Limbah Teh ...................................................................................................6
2.6 Pengertian Urea Molasses Block (UMB) .....................................................7
2.7 Kandungan Nutrisi Kotoran Ayam ...............................................................7
BAB III METODE PENULISAN
3.1 Jenis Penulisan ..............................................................................................8
3.2 Teknik Penulisan ...........................................................................................8
3.3 Teknik Pengumpulan dan Jenis Data ............................................................8
3.4 Metode Analisis dan Sintesis ........................................................................8
3.5 Kerangka Berpikir Penulis ............................................................................9
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Pemanasan Global oleh Sektor Peternakan .....................10
4.2 Definisi KATEMBLOK................................................................................10
4.3 Pembuatan KATEMBLOK ...........................................................................11
4.4 Keunggulan KATEMBLOK .........................................................................14
4.5 Aplikasi KATEMBLOK ...............................................................................37
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ...................................................................................................17
5.2 Saran .............................................................................................................17
DAFTARA PUSTAKA ............................................................................................18

DAFTAR TABEL
Tabel
Halaman
1. Kandungan Nutrisi Kotoran Ayam ....................................................................7

vi

DAFTAR GAMBAR
Gambar
Halaman
1. Kerangka Berpikir penulis...............................................................................9
2. KATEMBLOK yang digantungkan ................................................................11
3. Alur pembuatan tepung limbah teh .................................................................12
4. Alur Pengeringan kotoran ayam ......................................................................12
5. Alur Pembuatan KATEMBLOK .....................................................................12

vii

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
Halaman
1. Daftar Riwayat Hidup penulis................................................................................19
2. Gambaran Teknologi KATEMBLOK ..................................................................23

viii

KATEMBLOK
(Kotoran Ayam dan Limbah Teh Molasses Blok)
Inovasi Suplemen (Permen Sapi) Ramah Lingkungan Berbasis Pemanfaatan
Limbah Teh (Camelia sinensis) dan Kotoran Ayam Guna Mengurangi Emisi
Gas Metan Ternak Ruminansia
Mirsa Ita Dewi Adiana1, Teti Miryanti1, dan Mardjuki2
Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya
2
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

ABSTRAK
Sektor peternakan menjadi salah satu sektor penyumbang emisi gas di
dunia. Gas rumah kaca tersebut merupakan gas metan yang dihasilkan oleh
bakteri metanogen yang berada pada sistem pencernaan ternak ruminansia.
Suplemen pakan yang memiliki kandungan agen defaunasi diyakini dapat
menekan populasi protozoa yang menjadi indikator penurunan populasi bakteri
metanogen didalam sistem pencernaan ternak ruminansia. KATEMBLOK
merupakan suplemen (permen sapi) berbentuk blok yang diinovasikan
menggunakan suplementasi tanin serta saponin sebagai agen defaunasi dari
limbah teh sisa industri minuman teh serta protein yang terkandung pada kotoran
ayam sebagai tambahan asupan nutirisi ternak. Penulisan ini bertujuan
menerangkan bagaimana KATEMBLOK dalam mengurangi produksi gas metan
serta meningkatkan aliran nutrisi pada sistem pencernaan ternak ruminansia
dimulai dari pengenalan inovasi hingga cara pembuatan KATEMBLOK.
Penulisan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data
sekunder seperti buku, artikel dan jurnal. Inovasi KATEMBLOK ini adalah
pemanfaatan limbah teh dan kotoran ayam menjadi suplemen (permen sapi)
berbentuk blok yang harapannya dapat diaplikasikan oleh peternak guna
mengurangi produksi gas metan dan meningkatkan ferforma ternak sehingga
mampu berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas metan dari sektor
peternakan.
Kata kunci: Gas Metan, KATEMBLOK, Kotoran Ayam, Limbah Teh, Suplemen.

ix

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Pemanasan global merupakan masalah lingkungan yang disoroti oleh

khalayak umum saat ini. Salah satu penyebabnya adalah tingginya produksi gas
metan yang dihasilkan dari industri peternakan ruminansia. Sektor peternakan
telah menyumbang gas metan (CH) sebesar 37%, bahkan Menurut Martin, et al.
(2008) bahwa sekitar 66 % emisi gas metana berasal dari peternakan terutama
ternak ruminansia. Sapi potong dapat mengemisi gas metana 60 - 70 kg/th, sapi
perah 110 145 kg/th dan domba 8 kg/th (Morgavi, 2008). Gas metan tersebut
dihasilkan oleh ternak ruminansia yang berasal dari proses metanogenesis di
dalam rumen, jumlah produksinya sebesar 80 95 % dan 5-20% dihasilkan dari
usus besar. Gas ini dikeluarkan melalui mulut ke atmosfir dan mempengaruhi
pemanasan global (global warming) (Aluwong et al.,2011 dalam Arum, 2013).
Upaya yang dilakukan dalam penanganan gas metan terbatas hanya pada
pemanfaatan feses ruminansia sebagai biogas dan pupuk. Namun, penggunaan
metode ini belum sepenuhnya dapat berkontribusi secara langsung. Hal ini
memerlukan alternatif penanganan gas metan secara langsung pada rumen
ruminansia melalui pemberian pakan yang mengandung bahan aktif defaunasi
(penghambat pertumbuhan) bakteri metanogen dalam rumen ruminansia.
Disisi lain, teh merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang
banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai minuman teh, bahan makanan, bahan
baku pembuatan kosmetik dan lain-lain. Indonesia sendiri mempunyai luasan
perkebunan teh seluas 123.500 hektar dengan total produksi sebanyak 150.949 ton
(Jitunews, 2016). Adapun produksi teh di Indonesia yaitu sekitar 53% ditujukan
untuk pasar eskpor. Dari 47% produksi teh Indonesia yang diperuntukan pasar
dalam negeri banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri teh nasional, di
antaranya oleh industri minuman teh kemasan kotak maupun botol yang
perkembangannya sangat pesat. Hal tersebut menimbulkan masalah tersendiri
yaitu melimpahnya limbah berupa ampas daun teh.

Banyaknya perusahaan yang bergerak dalam industri minuman teh,


mengakibatkan melimpahnya ampas teh yang menjadi limbah dilingkungan dan
belum dimanfaatkan secara maksimal. Camelia sinensis (teh) merupakan tanaman
yang berfungsi sebagai agen defaunasi karena mengandung saponin dan tanin
(Utami dan Dinda Mulia, 2011). Tanin merupakan senyawa yang dapat digunakan
untuk melindungi protein dari degradasi mikroba rumen, karena tanin mampu
mengikat protein dengan membentuk senyawa kompleks yang resisten terhadap
protease, sehingga degradasi protein di dalam rumen menjadi menurun (Rochman
dkk,

2012). Pemberian limbah teh dapat mengurangi tumbuhnya bakteri

metanogen yang terdapat pada rumen dengan kandungan yang dimilikinya, selain
itu juga dapat meningkatkan aliran sumber protein yang dapat membantu
meningkatkan nutrisi pada ternak.
Selain itu, pemanfaatan limbah hasil peternakan, dapat mengurangi
penumpukan limbah yang terbuang menjadi berguna bagi masyarakat baik petani
maupun peternak. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah kotoran ayam
menjadi pakan bagi ternak sapi. Dalam hal ini, pemanfaatan limbah kotoran ayam
untuk menggantikan urea yang biasa digunakan sebagai UMB (Urea Molasses
Blok) sehingga peternak tidak perlu membeli Urea untuk membuat pakan
suplemen melainkan cukup dengan kotoran ayam akan menggantikan urea dalam
pakan. Penambahan suplementasi urea pada pakan sapi potong ini akan memenuhi
kebutuhan protein sapi karena pada urea terdapat kandungan nitrogen sebesar 45
%. Dimana nitrogen mewakili 16 % dari protein atau bila dijabarkan, protein
setara dengan 5,25 % kali kandungan nitrogen (Masyhurin dkk, 2012).
Dari uraian di atas tentang permasalahan peternakan yang menghasilkan
emisi gas metan dapat merusak lapisan ozon yang berakibat terjadinya global
warming yang sangat membahayakan manusia, dapat dipecahkan dengan
KATEMBLOK (Kotoran Ayam dan Limbah Teh Molasses Blok) yang
memanfaatan tanin melalui pengkombinasian limbah teh (Camelia sinensis)
dengan kotoran ayam molasses blok sebagai suplemen (permen sapi) yang ramah
lingkungan dan dapat mengurangi produksi gas metan pada ternak ruminansia.

1.2.

Rumusan Masalah
Dari uraian di atas terdapat permasalahan yang dapat diidentifikasi, yaitu:

1) Bagaimanakah cara pembuatan suplemen (permen sapi) yang berbasis limbah


teh dan limbah kotoran ayam dalam suplementasi urea molasses blok?
2) Bagaimana keunggulan dari produk kotoran ayam dan limbah teh molasses
blok (KATEMBLOK)?
3) Bagaimana aplikasi KATEMBLOK dalam meningkatkan kemampuan produksi
dan mengurasi emisi gas metan pada ternak ruminansia?

1.3.

Tujuan
Adapun tujuan dari karya tulis ini adalah :

1) Untuk mengetahui cara pembuatan suplemen (permen sapi) yang berbasis


limbah teh dan limbah kotoran ayam dalam suplementasi urea molasses blok.
2) Untuk mengetahui keunggulan dari produk kotoran ayam dan limbah teh
molasses blok (KATEMBLOK).
3) Untuk mengetahui aplikasi KATEMBLOK dalam meningkatkan kemampuan
produksi dan mengurasi emisi gas metan pada ternak ruminansia.

1.4.

Manfaat

1) Bagi Mahasiswa
a. Sebagai sumbangsih ilmu dan teknologi di bidang pertanian dan peternakan.
b. Membangun jiwa sosial dan kerjasama tim yang baik bagi mahasiswa.
2) Bagi Peternak/ Masyarakat
a. Sebagai informasi pengolahan pakan untuk meningkatkan produktivitas
ternak ruminansia.
b. Mengoptimalkan sumber daya lokal terutama limbah pertanian dan limbah
peternakan untuk dijadikan bahan suplemen ternak ruminansia.
3) Penerapan Bagi Pemerintah
a. Membantu pemerintah dalam upaya penanganan limbah pertanian dan
limbah peternakan secara optimal.
b. Membantu dalam upaya mengurangi emisi gas metan dari sektor
peternakan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Global Warming dari Sektor Peternakan


Pemanasan global yang ditimbulkan oleh efek rumah kaca merupakan
fenomena yang hangat dibicarakan belakangan ini. Upaya minimasi emisi
gas rumah kaca menjadi salah satu upaya yang mendapat perhatian besar
dalam pengelolaan

lingkungan. Ruminansia menghasilkan gas metana (CH4)

yang berkontribusi terhadap akumulasi gas rumah kaca di atmosfer. Lapisan ozon
ini sangat bermanfaat bagi perlindungan terhadap radiasi langsung dari sinar
matahari ke permukaan bumi yang merugikan keberlangsungan dan kehidupan
makluk hidup di bumi. Keberadaan bahan perusak ozon yang merupakan sumber
utama penyebab rusaknya lapisan ozon merupakan ancaman yang cukup serius
bagi umat manusia dan makluk hidup yang ada di muka bumi (Suwedi, 2005).
Produksi ternak berkontribusi 12% emisi gas rumah kaca dalam bentuk CH4,
N2O dan CO2. Ternak monogastrik menyumbangkan dalam bentuk N2O dan CO2,
sedangkan ternak ruminansia dalam bentuk CH4 (Maryono, 2010).

2.2 Emisi Gas Metan bagi Lingkungan


Ruminansia menghasilkan gas metana (CH4) yang berkontribusi terhadap
akumulasi gas rumah kaca di atmosfer. Produksi gas metana dari ternak
ruminansia berkontribusi terhadap 95% dari total emisi metana yang dihasilkan
oleh ternak dan manusia, dan sekitar 18% dari total gas rumah kaca di atmosfer
(Kreuzer & Soliva, 2008).
Emisi metana ini tidak hanya terkait dengan masalah lingkungan, namun
juga merefleksikan hilangnya sebagian energi dari ternak sehingga tidak dapat
diman faatkan untuk proses produksi. Sekitar 6%-10% dari energi bruto pakan
ternak ruminansia hilang sebagai metana (Jayanegara, 2008). Oleh karena itu
perlu dikembangkan strategi pemberian pakan yang dapat mereduksi emisi
metana ternak ruminansia yang bermanfaat, baik jangka panjang dalam
mengurangi laju akumulasi gas rumah kaca, maupun jangka pendek dalam
mengurangi kehilangan energi ternak (Jayanegara dkk, 2009).

2.3 Produksi Gas Metan ternak ruminansia


Metanogenesis pada sistem pencernaan rumen hewan ruminansia
merupakan salah satu alur reaksi fermentasi makromolekul yang menghasilkan
gas CH melalui reduksi CO dengan gas hidrogen yang dikatalisis oleh enzim
yang dihasilkan bakteri metanogenik. Pembentukan gas metan di dalam rumen
berpengaruh terhadap pembentukan produk akhir fermentasi di dalam rumen,
terutama jumlah mol ATP, yang pada gilirannya mempengaruhi efisiensi
produksi mikrobia rumen. Penurunan produksi gas metan (CH) dari ternak
ruminansia merupakan sarana untuk

meningkatkan

efisiensi

pakan.

Oleh

karena itu perlu suatu upaya manipulasi guna mengoptimalkan keuntungan


dan mengurangi efek negatif yang ditimbulkan (Sajati, 2012).
Produksi gas metan pada rumen menurut Haryanto, dkk(2009)
menjelaskan bahwamelalui proses metanogenesis oleh bakteri metanogenik,
direduksi dengan

membentuk

, yang keluar melalui eruktasi (sekitar

83%),pernapasan (sekitar 16%) dan anus (sekitar 1%) (MURRAY et al., 1976
dalam VLAMING, 2008). Persentase produksi gas metana bervariasi tergantung
pada berbagai faktor, antara lain jenis dan tipe ternak, kandungan bahan organik
dalam pakan, kandungan komponen serat di dalam pakan nilai degradabilitas
komponen serat tersebut oleh mikrobial rumen dan kondisi lingkungan rumen
(Haryanto, 2009).

2.4 Proteksi Protein dalam Rumen


Protein bahan pakan berkualitas tinggi

dan dalam jumlah banyak,

keberadaan mikroorganisme justru merugikan karena protein akan menjadi


sasaran fermentasi microbial, sebagian besar didegradasi menjadi poptida, asam
amino dan akhirnya menjadi ammonia yang dibuang dengan percuma tanpa dapat
dimanfaatkan oleh ternak. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari
tingginya kualitas protein agar dapat bypass yaitu lolos dari degradasi mikrobia di
dalam rumen. Teknologi proteksi protein pakan bertujuan agar protein pakan tidak
dirombak didalam rumen tetapi protein pakan baru akan didegradasi dan asam
aminonya akan diserap disaluran pencernaan pasca rumen (Suhartati, 2005).

Manipulasi di dalam rumen yang bertujuan untuk meningkatkan


efisiensi fermentasi dan memproteksi nutrisi tertentu dari pengaruh mikrobia
rumen. Proteksi protein dapat dilakukan melalui cara pencampuran dengan
tanin, pelapisan protein dengan lemak atau minyak, dengan saponin maupun
dengan

pemanasan suhu tinggi (ekstrusi) dalam waktu singkat (High

Temperature Short Time). Tujuan dari proteksi protein pakan adalah supaya
protein pakan tidak dirombak di dalam rumen tetapi protein pakan dan asam
aminonya akan diserap disaluran pencernaan pasca rumen (Sajati, 2012).

2.5 Limbah Teh


Ampas teh merupakan sisa industri minuman teh yang ternyata masih
mengandung nutrisi yang tinggi dan berpotensi sebagai pakan ternak. Jika dilihat
dari komposisinya ampas teh mengandung bahan kering sebesar 87,1%, protein
kasar 23% dan TDN 41,8%, sehingga ampas teh memiliki nutrisi yang baik jika
digunakan sebagai pakan ternak (Nofitasari dkk, 2010). Ampas teh juga
mengandung tanin. Tanin pada ampas teh merupakan tanin yang terkondensasi
dan dapat menurunkan degradabilitas protein di dalam rumen (Santoso, 2009).
Menurut penelitian Suhartati (2005) tanin merupakan agensia protektor yang
paling baik untuk mendapatkan UDP yang tinggi.
Keberadaan tanin dapat mengurangi produksi gas total dalam sistem
fermentasi in vitro karena interaksi tanin dengan pakan yang berkontribusi
terhadap produksi gas total, khususnya protein dan serat, dengan terhambatnya
degradasi protein dan serat mengakibatkan terhambatnya produksi gas yang
merupakan hasil samping dari proses fermentasi nutrien pada pakan. Kelebihan
tanin selain harganya murah, ketersediaannya mudah dan aman bagi ternak
(Sajati, 2012). Pemberian tanin pada bahan pakan dapat memberikan efek
defaunasi. Adanya kompleks protein-tanin dapat mengakibatkan tekanan terhadap
populasi protozoa rumen sehingga menyebabkan efek tidak langsung terhadap
penurunan protozoa. Oleh karena itu, berdasarkan sifat dari protozoa, maka
mengurangi atau menekan populasi protozoa berarti memberi kesempatan bakteri
untuk dapat berkembang lebih baik, menurunkan degradabilitas protein dan
menurunkan energi dalam bentuk metan (Sajati, 2012).

2.6 Pengertian Urea Molasses Block (UMB)


UMB merupakan pakan tambahan yang mempunyai kandungan nutrisi
lengkap yang berguna meningkatkan palabilitas ternak agar konsumsi pakan
meningkat

sehingga

performa

ternak

akan

semakin

meningkat.

UMB

mengandung zat nutrisi seperti kandungan protein, energi, mineral, vitamin.


Pemenuhan nutrisi pada hewan yang lengkap akan meningkatkan performa pada
ternak, meningkatkan bobot badan, meningkatkan populasi mikroba didalam
rumen yang akan merangsang ternak sapi untuk menambah jumlah konsumsi
pakan sehingga akan meningkatkan produksi (Karta disastra, 1997), terhindar dari
defisiensi vitamin dan defisiensi mineral, terhindar dari malnutrisi.
Menurut Santoso (1989) dalam Rachmawati dkk (2007) bahwa pembuatan
UMB dilakukan dengan tujuan agar bahan tersebut mempunyai nilai nustrisi yang
lebih tinggi dan meningkatkan daya cerna, sehingga bahan pakan yang dihasilkan
mempunyai nilai guna yang lebih tinggi. Kamblok adalah suatu proses pembuatan
pakan ternak ruminansia dengan mencampur kotoran ayam dan molases serta
ditambahkan vitamin dan mineral, kemudian dibentuk menjadi blok. Fungsi
kotoran ayam sebagai pengganti urea dalam UMB (Urea Molasses Blok) pada
umumnya.
2.7 Kandungan Nutrisi Kotoran Ayam
Kotoran ayam terdiri dari sisa pakan dan serat selulosa yang tidak dicerna.
Kotoran ayam mengandung protein, karbohidrat, lemak dan senyawa organik
lainnya. Protein pada kotoran ayam merupakan sumber nitrogen selain ada pula
bentuk nitrogen inorganik lainnya. Komposisi kotoran ayam sangat bervariasi
bergantung pada jenis ayam, umur, keadaan individu ayarn, dan makanan
(FOOT et al., 1976.
Tabel 1. Kandungan Nutrisi Kotoran Ayam
Nutrisi
Protein Kasar
Serat Kasar
Abu
Calium
Phospor
Garam
TDN
Energi

Kandungan
19,94%
8,47% 14,9%
3,0% 3,5%
1% - 3,2%
1% - 3,2%
0,2%
90%
2500 Kcal

BAB III
METODE PENULISAN

3.1 Jenis Penulisan


Jenis penulisan yang digunakan adalah penulisan kualitatif.. Metode
penulisan ini mendeskripsikan secara kualitatif teknologi pembuatan suplemen
sapi (permen sapi) berbasis pemanfaatan kotoran ayam dan limbah teh yang dapat
mengurangi emisi gas metan dan meningkatkan performa ternak ruminansia
khususnya sapi perah dan sapi potong.
3.2 Teknik Penulisan
Teknik

penulisan

ialah

deskriptif,

yaitu

dengan

menguraikan,

menjabarkandan merangkai variabel-variabel yang diteliti menjadi sebuah


pembahasan yang runtut dan sistematis. Studi kajian deskriptif ini dilakukan
dengan mengambil studi kasus terhadap permasalahan pemanasan global yang
diakibatkan oleh emisi gas metan peternakan ruminansia yang diselesaikan
dengan teknologi manipulasi pakan dalam rumen ternak menggunakan suplemen
pakan (permen sapi) berbasis pemanfaatan limbah teh dan kotoran ayam.
3.3 Teknik Pengumpulan dan Jenis Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan studi pustaka
(library research) dan penelusuran informasi digital dengan sasaran tujuan antara
lain studi literatur. Sumber pustaka studi yang didapatkan berasal dari membaca,
menganalis dan mengkaitkan informasi dari sumber bacaan dengan topik yang
diangkat. Studi pustaka ini meliputi buku, dan jurnal penelitian yang dianggap
relevan dengan pembahasan.
Jenis data yang digunakan dalam penulisan ini ialah data sekunder atau
data pendukung yang merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara
tidak langsung atau melalui media perantara.
3.4 Metode Analisis dan Sintesis
Proses analisis dilakukan pada data-data yang terkumpul yang kemudian
dipaparkan dalam pembahasan. Sintesis dilakukan dengan menggunakan studi
silang (cross link) antara data yang terkumpul dengan teori dan konsep yang
relevan. Kemudian dapat diambil titik utama yang kemudian diolah menjadi

beberapa kesimpulan. Kesimpulan tersebut diperkuat dengan saran dan


rekomendasi yang terkait.
3.5 Kerangka Berpikir Penulis
Realita Masalah
Pemanasan global akibat emisi
gas metan sektor peternakan
ternak ruminansia

Manipulasi pakan pada


rumen ternak ruminansia
Potensi

Potensi

Limbah
peternakan ayam
(kotoran ayam)

Teknologi Tepat
guna

Limbah
indsutri
minuman teh

Pembuatan Pakan Suplemen

Pemanfaatan
kotoran ayam
dan limbah teh

Teknologi
Pembuatan Pakan

Teknologi Ramah
Lingkungan

OUTPUT
KATEMBLOK
(Kotoran Ayam dan Limbah Teh Molasess Blok)

Multifier Effect yang Ditimbulkan

Pemanfaatan
kotoran ayam
Terciptanya
teknologi ramah
lingkungan

Pemanfaatan
limbah teh
Meningkatkan
produktivitas ternak sapi
potong dan sapi perah

Tercipta suplemen
pakan pengurang
emisi gas metan
ternak ruminansia

Gambar 1. Kerangka Berpikir


Penulis
9

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Pemanasan Global Oleh Sektor Peternakan


Industri peternakan sapi perah dan sapi potong di Indonesia saat ini
semakin menglami peningkatan. Peternakan sapi di Indonesia menjadi salah satu
sektor industri penyumbang emisi gas metan penyebab pemanasan global, hal ini
sesuai Menurut Kementerian Lingkungan Hidup (2010),

menyatakan bahwa

secara sektoral, peternakan yang cakupannya masuk kedalam sektor pertanian


menyumbang setidaknya 5% dari keseluruhan emisi gas rumah kaca. Kegiatan
peternakan menyumbangkan 24,1% dari dari total emisi yang berasal dari sektor
pertanian. Adapun emisi yang berasal dari peternakan bersumber dari aktivitas
pencernaan ternak yang kaitannya dalam hal ini adalah sistem metabolisme di
dalam rumen dan pengelolaan kotoran ternak (Harianto dan Thalib, 2009). Gas
rumah kaca yang dihasilkan oleh kegiatan peternakan sebagian besar adalah gas
metana yang dampaknya 21 kali lebih berbahaya dibandingkan dengan CO2. Gas
metana yang bersumber dari peternakan berasal dari dua sumber emisi yaitu
pencernaan dan feses. Menurut Thalib (2011), teknologi untuk menurunkan
produksi gas metan enterik telah banyak dilakukan, antara lain dengan pendekatan
manajemen pemberian pakan dan penggunaan bahan pakan dan manipulasi
rumen. Bahan Pakan yang diberikan pada ternak selain mempengaruhi produksi
gas metana dari pencernaan juga akan mempengaruhi kualitas feses yang nantinya
akan mempengaruhi produksi gas metana dari feses.

4.2 Definisi KATEMBLOK


KATEMBLOK (Kotoran Ayam dan Limbah Teh Molasses Blok)
merupakan suplemen tambahan yang diberikan pada ternak ruminansia untuk
meningkatkan performa dan produktivitas ternak. Suplemen tersebut dibuat
dengan mengkombinasikan limbah kotoran ayam sebagai sumber protein dan
sumber nitrogen bagi mikroba rumen. Selain itu limbah teh juga digunakan
sebagai agen defaunasi, yaitu menekan populasi protozoa sehingga populasi
bakteri metanogen menurun dan produksi gas metan juga akan menurun.

10

Aplikasi penggunaan alternatif limbah tersebut juga dapat digunakan


sebagai upaya penanganan limbah peternakan dan pertanian yang ada di
Indonesia.

Bahan

bahan

utama

yang

digunakan

dalam

pembuatan

KATEMBLOK yaitu molasses yang berfungsi sebagai sumber energi, karbohidrat


dan mineral tetapi miskin protein. Maka dari itu disuplementasi dari kotoran ayam
sebagai sumber protein dan sumber nitrogen bagi mikroba rumen. Bahan
selanjutnya yaitu dedak sebagai bahan pengisi atau pemadat, bahan pengeras
(misal: semen, serbuk bata) berfungsi sebagai pengeras dan sumber mineral dalam
pakan dan garam yaitu sebagai palatabilitas atau pemicu nafsu makan pada ternak.
Kotoran ayam yang digunakan yaitu berupa feses yang sudah dikeringkan atau
dipanaskan dalam suhu tertentu untuk menghilangkan bakteri patogen yang
terdapat dalam feses.

4.3 Pembuatan KATEMBLOK


Cara pembuatan KATEMBLOK adalah dengan mencapur bahan bahan
utama yang diperlukan kemudian dibentuk menjadi blok. Adapun bahan-bahan
yang digunakan dalam pembuatan KATEMBLOK yaitu :
35 % molasses
10 % kotoran ayam
2 % tepung limbah teh
8% kg air
2% garam
25% dedak
4% mineral
4% kapur/gamping
7% kg bata
3% semen

Gambar 2. KATEMBLOK yang digantungkan

11

Berikut merupakan alur pembuatan tepung limbah teh untuk dicampurkan


ke dalam KATEMBLOK:
Ampas teh

Dikeringkan menggunakan
oven suhu 60 C selama 24 jam

Tepung limbah teh

Dikeluarkan dari oven dan


digrinding menggunakan
mesin penggiling

Gambar 3. Alur pembuatan tepung limbah teh


Adapun cara pengeringan kotoran ayam sebelum dicampurkan ke dalam
bahan-bahan yaitu :
Pisahkan limbah (feses,
kerabang telur, bulu ayam)

Feses dibuat menjadi bubur dalam bak

Kotoran ayam kering

Masukkan bubur feses dalam loyang


besar, kemudian dimasukan dalam
oven selama 12 jam dalam suhu 80oC

Gambar 4. Alur Pengeringan kotoran ayam


Sedangkan alur dalam pembuatan KATEMBLOK yaitu sebagai berikut:
35% molasses + 10% kotoran ayam + 2% tepung limbah teh + 8% kg air + 2%
garam + 25% dedak + 4% mineral + 4% kapur/gamping + 7% kg bata + 3% semen
Disiapkan alat dan bahan sesuai dengan yang dibutuhkan dan takaran
Disiapkan molasses dalam bak atau wadah yang besar
Ditambahkan campuran I (kotoran ayam dan tepung limbah teh)
Ditambahkan campuran II (garam, mineral, kapur, serbuk bata, semen)
Ditambhakn campuran III (dedak atau bahan pengisi)
Diaduk semua bahan hingga merata
Ditambahkan air untuk mengaduk dan mencampur seluruh bahan
Dicetak dan dijemur di bawah sinar matahari sampai mengeras
KATEMBLOK
Gambar 5. Alur Pembuatan KATEMBLOK
KATEMBLOK diberikan ke ternak dengan proporsi 350 -500 gr/hari/ekor
untuk ruminansia besar dengan cara menyimpan di tempat pakan atau
digantungkan sehingga ternak akan menjilati KATEMBLOK.

12

4.4 Keunggulan KATEMBLOK


Keunggulan KATEMBLOK (Kotoran Ayam dan Limbah Teh Molasess
Blok) dibandingkan dengan suplemen yang lain yaitu selain dapat meningkatkan
performa dan produktivitas ternak, KATEMBLOK juga dapat menurunkan
produksi gas metan pada ternak ruminansia khususnya sapi potong dan sapi
perah. Selain itu, pemanfaatan limbah dalam suplementasi KATEMBLOK dapat
menekan biaya produksi pakan, seperti yang diketahui bahwa pakan merupakan
faktor terpenting dan 70% biaya produksi terdapat dalam pakan.
Pemanfaatan Camelia sinensis (teh) yang berfungsi sebagai agen defaunasi
karena mengandung saponin dan tanin (Utami dan Dinda Mulia, 2011). Tanin
merupakan senyawa yang dapat digunakan untuk melindungi protein dari
degradasi mikroba rumen, karena tanin mampu mengikat protein dengan
membentuk senyawa kompleks yang resisten terhadap protease, sehingga
degradasi protein di dalam rumen menjadi menurun (Rochman dkk,

2012).

Pemberian limbah teh dapat mengurangi tumbuhnya bakteri metanogen yang


terdapat pada rumen dengan kandungan yang dimilikinya, selain itu juga dapat
meningkatkan aliran sumber protein yang dapat membantu meningkatkan nutrisi
pada ternak. Kelebihan tanin selain harganya murah, ketersediaannya mudah dan
aman bagi ternak (Sajati, 2012). Pemberian tanin pada bahan pakan dapat
memberikan efek defaunasi. Oleh karena itu, berdasarkan sifat dari protozoa,
maka mengurangi atau menekan populasi protozoa berarti memberi kesempatan
bakteri untuk dapat berkembang lebih baik, menurunkan degradabilitas protein
dan menurunkan energi dalam bentuk metan (Sajati, 2012).
Selain itu, pemanfaatan limbah kotoran ayam menjadi pakan bagi ternak
sapi. Dalam hal ini, pemanfaatan limbah kotoran ayam untuk menggantikan urea
yang biasa digunakan sebagai UMB (Urea Molasses Blok) sehingga peternak
tidak perlu membeli Urea untuk membuat pakan suplemen melainkan cukup
dengan kotoran ayam akan menggantikan urea dalam pakan. Penambahan
suplementasi urea pada pakan sapi potong ini akan memenuhi kebutuhan protein
sapi karena pada urea terdapat kandungan nitrogen sebesar 45%. Dimana nitrogen
mewakili 16 % dari protein atau bila dijabarkan, protein setara dengan 5,25 % kali
kandungan nitrogen (Masyhurin dkk, 2012).

13

4.5 Aplikasi KATEMBLOK dalam Mengurangi Emisi Gas Metan pada


Ternak Ruminansia
KATEMBLOK merupakan pakan tambahan yang diberikan pada
ruminansia guna menurunkan degradabilitas rumen dan aktivitas bakteri
metanogen di dalam rumen ternak sapi menggunakan limbah sisa hasil industri
guna memaksimalkan sumberdaya yang tersedia dan melimpah. Pembuatan
KATEMBLOK berbahan dasar limbah sisa hasil industri minuman teh dan limbah
kotoran ayam yang dapat menurunkan degradabilitas pakan di dalam rumen
sehingga aliran nutrisi pada sistem pencernaan ternak sapi bisa lebih maksimal
diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh ternak.
Selain itu KATEMBLOK dapat menurunkan degradabilitas pakan didalam
rumen dan menurunkan aktivitas bakteri metanogen yang kaitannya dengan
penurunan kadar produksi gas metan oleh sistem pencernaan ternak ruminansia.
Adapun campuran kotoran ayam membuat pakan tambahan ini dapat menjadi
sumber nutrisi khusunya protein yang dapat meningkatkan nilai nutrisi dari pakan
tambahan ini.
Aplikasi penerapan KATEMBLOK adalah sebagai berikut:
1. Rapat Koordinasi TIM
Rapat koordinasi ini berisi serangkaian pembagian kerja dan pemantapan
tim serta berkonsultasi dengan dosen pembimbing sebelum terjun ke masyarakat,
sehingga terciptanya keefektifan dalam koordinasi di lapangan.

2. Persiapan Pelaksanaan
a. Survey Lokasi
Kegiatan ini ditujukan sebagai pengamatan kondisi dan terjun langsung
untuk persiapan pelaksanaan di tempat sasaran.

14

b. Konsolidasi dengan Pihak Terkait


Kegiatan ini merupakan pengenalan dan Konsolidasi kepada pihak-pihak
terkait guna menjalin interaksi yang kuat dan kedekatan sosial dengan
masyarakat.

3. Pelatihan Produksi KATEMBLOK


Sebelum program penyuluhan akan dilaksanakan, tim akan memproduksi
olahan KATEMBLOK yang dibimbing oleh dosen pembimbing. Hasil olahan
tersebut akan dijadikan suatu sampel pada sesi penyuluhan dilaksanakan.

4. Persiapan Teknis
Persiapan teknis meliputi persiapan alat yang akan digunakan untuk
penyuluhan. Selain itu, persiapan penyediaan alat pengolahan KATEMBLOK
juga akan dipersiapkan sebaik-baiknya.

5. Penyuluhan KATEMBLOK
Pada inti kegiatan ini, tim akan mengadakan penyuluhan atau sosialisasi
KATEMBLOK kepada masyarakat peternak khususnya peternak sapi potong
maupun perah (ternak ruminansia). Penyuluhan berupa pemberian materi dan
pengenalan hasil olahan KATEMBLOK yang telah diproduksi oleh tim. Setelah
penyampaian materi akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi untuk
memperjelas materi.

6. Pelatihan Pembuatan KATEMBLOK


Proses pelatihan ini akan dilakukan oleh tim secara jelas dan mendetail
yang akan dicontohkan sampai masyarakat paham dan mengerti. Masyarakat akan
diberikan masing-masing handout cara pengolahan KATEMBLOK supaya dapat
dipelajari dan diingat untuk proses produksi selanjutnya.

15

7. Proses Produksi KATEMBLOK


Dalam tahap ini masyarakat akan digerakkan untuk memproduksi
langsung produk olahan limbah pakan ternak berkualitas secara mandiri oleh
masing-masing kelompok yang akan didampingi oleh tim. Setiap kelompok akan
difasilitasi bahan dan peralatan yang telah disediakan oleh panitia tim.

8. Pemberian Hasil KATEMBLOK


Hasil olahan KATEMBLOK akan diberikan pada ternak ruminansia
khususnya ternak sapi pedaging dan sapi perah. Pemberian KATEMBLOK yaitu
berkisar 350 500 gr/ekor/hari untuk ruminansia besar, 150 -250 gr/ekor/hari
untuk pedet atau anak sapi berumur 6 bulan 1 tahun dan 75-150 gr/ekor/hari
untuk ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba.

9. Evaluasi Akhir Produksi Pemberian Pakan dan Pelaksanaan


Pada tahap ini, pengevaluasian akan dibagi menjadi 3, diantaranya
evaluasi tiap akhir kegiatan oleh tim untuk memperbaiki kinerja yang akan
datang. Selanjutnya, evaluasi terhadap pemberian KATEMBLOK yang akan
dianalisis perekonomiannya, dan evaluasi terakhir yaitu akan diadakan dengan
pertemuan

dengan

kelompok

penyuluhan

untuk

mengadakan

Mubes

(Musyawarah besar) mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi selama


kegiatan, produksi, dan pemberian pakan pada ternak.

16

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari karya tulis ini adalah:
Tata cara pembuatan KATEMBLOK yaitu dengan mencapur bahan

1)

bahan utama yang diperlukan kemudian dibentuk menjadi blok. Adapun


bahan utama KATEMBLOK yaitu sebagai berikut : 35% molasses + 10%
kotoran ayam + 2% tepung limbah teh + 8% kg air + 2% garam + 25%
dedak + 4% mineral + 4% kapur/gamping + 7% kg bata + 3% semen.
2)

Keunggulan KATEMBLOK yaitu Meningkatkan produktivitas ternak


ruminansia, pemanfaatan kotoran ayam sebagai perwujudan ramah
lingkungan akibat limbah amoniak yang dihasilkan, pemanfaatan limbah
teh sebagai upaya tercipta suplemen pakan pengurang emisi gas metan dan
dapat mencegah terjadinya penipisan apisan ozon dunia.

3)

Aplikasi KATEMBLOK yang diberikan pada ruminansia guna


menurunkan degradabilitas rumen dan aktivitas bakteri metanogen di
dalam rumen ternak sapi menggunakan limbah sisa hasil industri guna
memaksimalkan sumberdaya yang tersedia dan melimpah. Dalam
pelaksanaannya, KATEMBLOK akan diuji secara in vitro maupun in vivo
dan selanjutnya dalam keberhasilan ujinya diaplikasikan melalui
penyuluhan terhadap masyarakat peternak ruminansia khususnya peternak
sapi potong dan sapi perah.

5.2 Saran
Adapun saran untuk kesempurnaan suplemen pakan ternak ruminansia
ini adalah dengan diujikan di laboratotium dan secara langsung menggunakan
ternak uji, untuk mengetahui respon penurunan gas metan dan peningkatan bobot
badan dari ternak.

17

DAFTAR PUSTAKA

Arum, I., Sri Rahayu,dan Muhamad Bata.2013.Pengaruh Pemberian Ekstrak


Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) Pada Pakan Sapi Potong Lokal
Terhadap Produksi VFA Total Dan NHSecara In Vitro.Jurnal Ilmiah
Peternakan.vol 1(1).
Haryanto,

B.,A.

Thalib.2009. Emisi

KontribusinyaSecara

Metana

Dari

Nasional

Fermentasi

Dan

Enterik:

Faktor-Faktor

YangMempengaruhinya Pada Ternak. WARTAZOA. Vol. 19(4) :157165


Jayanegara, A. 2008. Reducing methane emissions from livestock: nutritional
approaches. Proceedings of Indonesian Students Scientific Meeting
(ISSM), Institute for Science and Technology Studies (ISTECS)
European Chapter, 13-15 May 2008, Delft, the Netherlands: 18-21.
Jayanegaraa, A., H. P. S. Makkar, & K. Becker. 2009. Emisi Metana dan
Fermentasi Rumen in Vitro Ransum Hay yang Mengandung Tanin
Murni pada Konsentrasi Rendah. Media Peternakan. Vol. 32 No. 3 :
184-194
Kastalani.

2012.

Pengaruh

Pemberian

Rumput

Lapangan

Dan

Daun

Lamtoro Gung Terhadap Konversi Ransum Kelinci Lokal Jantan


(Erictolagus cuniculus).Jurnal Ilmu Hewan Tropikal.Vol. 1(1) : Nofitasari,

Indah.,

R.

Adiwinarti.,

A.R.

Setyawan

Dan

A.

Purnomoadi. 2010.
Kreuzer, M. & C. R. Soliva. 2008. Nutrition: key to methane mitigation in
ruminants. Proc. Soc. Nutr. Physiol. 17: 168-171.
Martin C,, J Rovel, J.P Jouny,M. Doreau, and Y. Chiliard. 2008. Methane Output
Masyhurin, A., Nugroho, A dan Nasich M. 2012. Body Weight Gain,
Consumption And Feed Conversion Of Brahman Cross Cattles Feed By
Rice Straw With Different Supplementation. Brawijaya University.
Maryono. 2010. Teknologi Peternakan Sapi Potong Berwawasan Lingkungan.
Materi pada acara HUT Badan Litbang Pertanian. Bogor, September
2010.

18

Pengaruh Level Ampas Teh Dalam Pakan Terhadap Komposisi Tubuh Sapi
Peranakan Ongole. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan
Veteriner. Vol.-(-) : 190-193
Rachmawati, A., Wahyuni, R.D., Kusumastuti, A. E. 2007. Kotoran Ayama
Molases Blok Sebagai Konsentrat Alternatif Ternak Sapi Perah Di
Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Laporan Program Penerapan
IPTEK. Departemen Pendidikan Nasional.
Rochman, A. N., Surono dan A. Subrata.2012.Pemanfaatan Tanin Ampas
Teh Dalam Proteksi Protein Bungkil Biji Jarak Terhadap Konsentrasi
Amonia, Undegraded Dietary Protein Dan Protein Total Secara In
Vitro.Animal Agricultural Journal. Vol. 1(1) : 257 264
Sajati, Ganang.2012.Pengaruh Ekstrusi Dan Proteksi Dengan Tanin Pada Tepung
Kedelai Terhadap Produksi Gas Total Dan Metan Secara In
Vitro.Indonesian Jurnal Of Food Technology.Vol. 1(1) : 79-94
Sajati, G., B. W. H. E Prasetya dan Surono. 2012. Pengaruh Ekstraksi dan
Proteksi Dengan Tanon Pada Tepung Kedelai dan Metan Secara In
Vitro. Animal Agricultural Jurnal. Vol. 1(1) : 241-256
Suhartati.

2005.

Proteksi

Protein

leucocephala)Menggunakan
Pengaruhnya Terhadap
(RUDP)

dan

Daun

Tanin,

Ruminal

Lamtoro

Saponin,

Undegradable

(Leucaena

Minyak
Dietary

Dan
Protein

Sintesis Protein Mikroba Rumen.Animal production.

Vol.7(1) : 52-58
Suwedi, N. 2005. Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Dampak Pemanasan
Global. J. Tek. Ling. P3TL- BPPT. 6 (2). 397 401.
Thalib,Amlilis.2004.Uji Efektifitas Saponin Buah Sapindus rarak Sebagai
Inhibitor

Metagenesis Secara In Vitro Pada Sisa Pencernaaan

Rumen.Junal Ilmu Ternak Dan Veteriner vol. 9 (3) : 164-171

19

Lampiran 1. Daftar Riwayat Hidup


Biodata Penulis 1
A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap
2
NIM
3
Program Studi/ Jurusan
4
Fakultas
5
Tempat dan Tanggal Lahir
6
Alamat
7
Email
8
Nomor Telepon/HP

Mirsa Ita Dewi Adiana


135050100111189
Peternakan
Peternakan
Magetan, 13 Desember 1995
Perum Istana Gajayana B6 blok F1, Malang
adianamirsa@gmail.com
08123465947

B. Penghargaan kepenulisan selama menjadi mahasiswa (dari pemerintah,


asosiasi, atau institusi lainnya)
No
Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1
Juara I PKM-T PIMB
Fakultas Peternakan
2013
Universitas Brawijaya
Juara II PKM-M Rector
2
Universitas Brawijaya
2014
3
4
5
6
7
8

10
11
12
13

Cup
Juara II LKTIN
KATULISTIWA 6
Finalis LKTI National Idea
Competition
Juara Harapan II LKTIN
Mahasiswa Peternakan
Se-Indonesia
Didanai DIKTI PKM-T
Didanai DIKTI PKM-M
Peraih Medali Perak di
International Engineering
Invention Exhibition (IENVEX) 2015
Special Award Presentasi
dari World Invention
Intellectual Property
Associations (WIIPA),
Taiwan
Juara 2 Kompetisi
National Invention
Competition Exhibition
Peraih Medali Emas
Kompetisi
Penyaji Nasional PKM M
dan T di PIMNAS 28
Finalis PIMNAS 28 PKM

FEB UB

2014

UNIB

2014

UGM, Yogyakarta

2014

Dikti
Dikti
Malaysia, Perlis

2015
2015
2015

Malaysia, Perlis

2015

UNJ

2015

International Youth Invention


Contest (IYIC) Seoul, Korea
Selatan

2015

Kemenristek Dikti

2015

Kemenristek Dikti

2015

20

14
15
16
17

18
19
20
21
22

M
Peraih Medali Emas
Poster di PIMNAS 28
Peraih Medali Emas
Presentasi di PIMNAS 28
Peraih Medali Perak
Peraih Special Award

Didanai KEMENRISTEK
DIKTI PKM-KC
Didanai KEMERISTEK
DIKTI PKM-KC
Peraih Mahasiswa
Berprestasi Utama
Nominasi 5 Besar
Mahasiswa Berprestasi
Peraih Medali Emas

Kemenristek Dikti

2015

Kemenristek Dikti

2015

KIDE, Taiwan

2015
2015

Pan Yangtzd River Delta


Youth Innovation Alliance,
CINA
Kemenristek Dikti

2016

Kemenristek Dikti

2016

Fakultas Peternakan

2016

Universitas Brawijaya

2016

International Young Inventors


Award (IYIA)

2016

21

Biodata Penulis 2
A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap
2
NIM
3
Program Studi/ Jurusan
4
Fakultas
5
Tempat dan Tanggal Lahir
6
Alamat
7
Email
8
Nomor Telepon/HP

Teti Miryanti
135050100111028
Peternakan
Peternakan
Majalengka, 24 Maret 1995
Jalan Gajayana Gg 1C, Malang
tetimiryanti@gmail.com
085794540246

B. Penghargaan kepenulisan selama menjadi mahasiswa (dari pemerintah,


asosiasi, atau institusi lainnya)
No
Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1
Juara 3 PKM-P PIMB
Fakultas Peternakan Universitas
2013
Brawijaya
Juara 2 PKM-M Rector
2
Universitas Brawijaya
2014
Cup

Didanai DIKTI PKM KC

Dikti

2014

Didanai DIKTI PKM KC

Dikti

2014

Juara 1 PHINISI

Universitas Hasanuddin

2015

Juara 3 Poster Expo

Universitas Airlangga

2015

Universitas Airlangga

2015

Universitas Hasanuddin

2015

Finalis Animal Science


Paper Competition
Juara 1 Pekan Karya
Teknologi Hasil Ternak
Insentif PKM GT

Dikti

2015

10

Didanai DIKTI PKM KC

Kemenristek Dikti

2016

11

Didanai DIKTI PKM K

Kemenristek Dikti

2016

12

Nominator INOTEK Kota


Malang

Bappeda Kota Malang

2016

22

Lampiran 2. Gambaran Pembuatan KATEMBLOK

Pembuatan KATEMBLOK

Hasil olahan KATEMBLOK Ilustrasi

Tepung limbah teh

23