Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

MAINTENANCE PADA BOILER


D
I
S
U
S
U
N

OLEH :

JOHN F. H. SIAHAAN

(110401088)

WILLIAM J. SILALAHI

(110401110)

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Kasih
karuniaNya lah penulis dapat menyelesaikan tugas presentasi tentang
Maintenance pada Boiler. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata
kuliah Manajemen Pemeliharaan Pabrik.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini, antara lain :
1. Bapak Mahadi, ST,MT. sebagai dosen mata kuliah Manajemen
Pemeliharaan Pabrik
2. Seluruh Rekan-rekan T.Mesin USU
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan-kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik serta saran
membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan dari makalah ini. Semoga
makalh ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya serta pembaca pada
umumnya.

Medan, Januari 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI ...

ii

DAFTAR GAMBAR ..

iii

DAFTAR TABEL ...

iv

BAB I PENDAHULUAN ...

A. LATAR BELAKANG

B. RUMUSAN MASALAH

C. TUJUAN PENULISAN ................................................................

BAB II PEMBAHASAN ....

2.1 Pengertian Boiler ...

2.2 Komponen Boiler .........................................................................

2.3 Prinsip Kerja Boiler .......

2.4 Jenis-jenis Boiler .......

2.5 Maintenance Pada Boiler ...

DAFTAR PUSTAKA ..

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Komponen pada Boiler .. 4


Gambar 2.2 Prinsip Kerja Boiler ..............

Gambar 2.3 Ketel Pipa Air ............... 10


Gambar 2.4 Ketel Pipa Api ......................

10

Gambar 2.5 Ketel Stationer ............... 10


Gambar 2.6 Ketel Mobil 10
Gambar 2.7 ketel dengan pembakaran di dalam .............

11

Gambar 2.8 ketel dengan pembakaran di luar .............

11

Gambar 2.9 ketel dengan lorong tunggal .................

12

Gambar 2.10 Multi fire tube boiler ...

12

Gambar 2.11 ketel tegak ...

12

Gambar 2.12 ketel mendatar .....

13

Gambar 2.13 ketel dengan pipa lurus, bengok dan berlekak-lekuk

13

Gambar 2.14 ketel dengan pipa miring datar dan miring tegak ...

13

Gambar 2.15 Ketel Perdam Alam dan Paksa

14

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Standard limit untuk boiler water 17

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dewasa ini instlasi tenaga uap sekurang-kurangnya terdiri dari pembangkit
uap atau yang dikenal dengan sebutan ketel uap yang berfundasi sebagai sarana
untuk mengubah air menjadi uap bertekanan. Ketel uap dalam bahasa inggris
disebut dengan nama boiler berasal dari kata boil yang berarti mendidihkan atau
menguapkan,sehingga boiler dapat diartikan sebagai alat pembentukan uap yang
mampu mengkonversi energi kimia dari bahan bakar padat ( padat cair dan gas )
yang menjadi energi panas.
Uap yang dihasilkan dari ketel uap merupakan gas yang timbul akibat
perubahan fase cairan menjadi uap atau gas melalui cara pendidihan yang
memerlukan sejumlah energi dalam pembentukannya. Zat cair yang dipanaskan
akan mengakibatkan pergerakan moleku-molekul menjadi cepat,sehingga melepas
diri dari lingkungannya dan berubah menjadi uap. Air yang berdekatan dengan
bidang pemanas akan memiliki temperature yang lebih tinggi (berat jenis yang
lebih rendah) dibandingkan dengan air yang bertemperatur rendah, sehingga air
yang bertemperatur tinggi akan naik kepermukaan dan air yang bertemperatur
rendah akan turun.
Peristiwa ini akan terjadi secara terus menerus (sirkulasi) hingga berbentuk
uap. Uap yang dihasikan oleh ketel uap dapat dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan antara lain : Utilitas suatu daya pembangkit tenaga listrik dan industri.
Energi dalam (intenal energi) dari air akan meningkat seiring dengan
meningkatnya temperature dan tekanan. Dimana pada suatu tingkat keadaan
tertentu air akan berobah menjadi uap (menguap) Sumber kalor untuk ketel dapat
berupa bahan baker dalam bentuk padat, cair atau gas.Bahkan dewasa ini sumber
kalor dengan menggunakan energi listrik atau nuklir banay dikembangkan.
Cara kerja ketel uap Air umpan ketel dari tangki dipompakan ke economizer
untuk dipanaskan awal sebelum masuk ketel uap Dari economiser air yang sudah
hangat dialirkan ke ketel, selanjutnya dipanaskan sampai menghasilkan uap jenuh
(saturated steam) Uap jenuh dari ketel dipanaskan lanjut di pemanas lanjut
(superheater) dan menghasilkan uap panas lanjut (superheated steam) yang siap
untuk digunakan, seperti menggerakkan turbin uap (steam turbine), untuk

keperluan pemrosesan (merebus, memanaskan, dll.) Steam generation juga


dilengkapi dengan peralatanperalatan keselamatan, seperti : pengukur level air di
ketel, Pengukur tekanan di ketel dll.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Boiler?
2. Apa saja komponen dari Boiler?
3. Bagaimana prinsip kerja Boiler
4. Apa saja jenis-jenis Boiler?
5. Bagaimana Proses Menintenance pada Boiler ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Boiler
2. Untuk mengetahui komponen-komponen dari Boiler
3. Untuk mengetahui perinsip kerja Boiler
4. Untuk mengetahui jenis-jenis Boiler
5. Untuk mengetahui proses atau teknik maintenance pada Boiler

BAB II
PEMBAHASAN

2.1Pengertian Boiler
Boiler merupakan gabungan yang kompleks dari pipa-pipa penguapan
(evaporator), pemanas lanjut (superheater), pemanas air (ekonomiser) dan
pemanas udara (air heater). Pipa-pipa penguapan (evapurator) dan pemanas lanjut
(superheater) mendapat kalor langsung dari proses pembakaran bahan bakar,
sedangkan pemanas air (economiser) dan pemanas udara (air heater) mendapat
kalor dari sisa gas hasil pembakaran sebelum dibuang ke atmosfer.
Ketel uap adalah sebuah alat untuk menghasilkan uap, dimana terdiri dari dua
bagian yang penting yaitu: dapur pemanasan, dimana yang menghasilkan panas
yang didapat dari pembakaran bahan bakar dan boiler proper, sebuah alat yang
mengubah air menjadi uap. Uap atau fluida panas kemudian disirkulasikan dari
ketel untuk berbagai proses dalam aplikasi pemanasan.
Uap yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk:
a. mesin pembakaran luar seperti: mesin uap dan turbin
b. suplai tekanan rendah bagi kerja proses di industri seperti industri
pemintalan, pabrik gula dan sebagainya
c. menghasilkan air panas, dimana bisa digunakan untuk instalasi pemanas
bertekanan rendah.
2.2Komponen Boiler
Komponen sistem ketel uap (boiler) terdiri dari komponen utama dan komponen
bantu yang masing-masing memiliki fungsi untuk menyokong prinsip kerja ketel
uap.
GG

Gambar 2.1 Komponen pada Boiler


Keterangan:
1. Dearator
2. Bagasse distribution conveyor
3. Dapur (furnace)
4. Superheated steam valve
5. Air heather
6. Induced Draft Fan (I.D.F)
7. Cerobong asap (chimney)
8. Secondary fan
Komponen utama ketel uap terdiri dari:
a. Ruang Pembakaran (Furnace)
Furnace adalah dapur sebagai penerima panas bahan bakar untuk
pembakaran, yang terdapat fire gate di bagian bawah sebagai alas bahan
bakar dan yang sekelilingnya adalah pipa-pipa air ketel yang menempel
pada dinding tembok ruang pembakaran yang menerima panas dari bahan
bakar secara radiasi, konduksi, dan konveksi.

b. Drum Air dan Drum Uap


Drum air terletak pada bagian bawah yang berisi dari tangki kondensat
yang dipanaskan dalam daerator, disamping itu berfungsi sebagai tempat
pengendapan kotoran-kotoran dalam air yang dikeluarkan melalui proses
blowdown. Drum uap terletak pada bagian atas yang berisi uap yang
kemudian disalurkan ke steam header.
c. Pemanas Lanjut (Super Heater)
Super heater adalah bagian-bagian ketel yang berfungsi sebagai pemanas
uap, dari saturated steam (250C) menjadi super heated steam (360C).
d. Air Heater
Air heater adalah alat pemanas udara penghembus bahan bakar.
e. Dust Collector
Dust collector adalah alat pengumpul abu atau penangkap abu pada
sepanjang aliran gas pembakaran bahan bakar sampai kepada gas buang.
f. Soot blower
Soot blower adalah alat yang berfungsi sebagai pembersih jelaga atau abu
yang menempel pada pipa-pipa.
Sedangkan untuk komponen bantu dalam sistem ketel uap antara lain:
a. Air pengisi ketel (boiler feed water)
Air pengisi ketel didapatkan dari 2 sumber yaitu: air condensate,
didapatkan dari hasil pengembunan uap bekas yang telah digunakan
sebagai pemanas pada evaporator, juice heater dan vacuum pan. Air
condensateini ditampung dan kemudian dialirkan ke station boiler sebagai
air umpan pengisi ketel dengan persyaratan Ph: 8,5, Iron (ppm) : 0,002,
Oxygen (ppm) : 0,02
b. Dearator
Merupakan pemanas air sebelum dipompa kedalam ketel sebagai air
pengisian. Media pemanas adalah exhaust steam pada tekanan 1 kg/cm2
dengan suhu 150C, sehingga didapatkan air pengisian ketel yang
bersuhu antara 100C-105C.Fungsi utamanya adalah menghilangkan
oksigen (O2) dan untuk menghindari terjadinya karat pada dinding ketel.

c. High pressure feed water pump


Berfungsi untuk melayani kebutuhan air pengisi ketel yang dijadikan
uap, sampai dengan kapasitas ketel yang maksimum, sehingga ketel uap
akan dapat bekerja dengan aman. Kapasitas pompa harus lebih tinggi dari
kapasitas ketel, minimum 1,25 kali, tekanan pompa juga harus lebih tinggi
dari tekanan kerja ketel, agar dapat mensupply air kedalam ketel.
d. Secondary Fan
Merupakan alat bantu ketel yang berfungsi sebagai alat penghembus
pembakaran bahan bakar yang kedua sebagai pembantu F.D.F. untuk
mendapatkan pembakaran yang lebih sempurna lagi.
e. Induced Draft Fan (I.D.F)
Alat bantu ketel yang berfungsi sebagai penghisap gas asap sisa
pembakaran bahan bakar, yang keluar dari ketel.
f. Force Draft Fan (F.D.F)
Merupakan alat bantu ketel yang berfungsi sebagai penghembus
bahan bakar.
g. Cerobong asap (Chimney)
Berfungsi untuk membuang udara sisa pembakaran.Diameter
cerobong berkisar berukuran 3 m dan tinggi cerobong 40 m, ini berbeda
setiap industri.
h. Ash Conveyor
Merupakan alat pembawa atau pengangkut abu dari sisa-sisa
pembakaran bahan bakar, baik yang dari rangka bakar (fire grate) ataupun
juga dari alat-alat pengumpul abu (dust collector), untuk dibuang dan
diteruskan ke kolam penampungan dan ini biasanya digunakan sebagai
kompos diperkebunan tebu.
2.3 Prinsip Kerja Boiler
Boiler atau ketel uap adalah suatu perangkat mesin yang berfungsi untuk
mengubah air menjadi uap. Proses perubahan air menjadi uap terjadi dengan
memanaskan air yang berada didalam pipa-pipa dengan memanfaatkan panas dari

hasil pembakaran bahan bakar. Pembakaran dilakukan secara kontinyu didalam


ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar dan udara dari luar.
Uap yang dihasilkan boiler adalah uap superheat dengan tekanan dan
temperatur yang tinggi. Jumlah produksi uap tergantung pada luas permukaan
pemindah panas, laju aliran, dan panas pembakaran yang diberikan.Boiler yang
konstruksinya terdiri dari pipa-pipa berisi air disebut dengan water tube boiler.

Gambar 2.2 Prinsip Kerja Boiler


Pada unit pembangkit, boiler juga biasa disebut dengan steam generator
(pembangkit uap) mengingat arti kata boiler hanya pendidih, sementara pada
kenyataannya dari boiler dihasilkan uap superheat bertekanan tinggi.
Siklus Air di Boiler
Siklus air merupakan suatu mata rantai rangkaian siklus fluida kerja.
Boiler mendapat pasokan fluida kerja air dan menghasilkan uap untuk dialirkan ke
turbin.Air sebagai fluida kerja diisikan ke boiler menggunakan pompa air pengisi
dengan melalui economiser dan ditampung didalamsteam drum.
Economiser adalah alat yang merupakan pemanas air terakhir sebelum
masuk ke drum. Di dalam economiser air menyerap panas gas buang yang keluar
dari superheater sebelum dibuang ke atmosfir melalui cerobong.

Peralatan yang dilalui dalam siklus air adalah drum boiler, down comer,
header bawah (bottom header), dan riser. Siklus air di steam drum adalah, air
dari drum turun melalui pipa-pipadown comer ke header bawah (bottom header).
Dari header bawah air didistribusikan ke pipa-pipa pemanas (riser) yang tersusun
membentuk dinding ruang bakar boiler.Didalam riser air mengalami pemanasan
dan naik ke drum kembali akibat perbedaan temperatur.
Perpindahan panas dari api (flue gas) ke air di dalam pipa-pipa boiler
terjadi secara radiasi, konveksi dan konduksi. Akibat pemanasan selain temperatur
naik hingga mendidih juga terjadi sirkulasi air secara alami, yakni dari drum turun
melalui down comer ke header bawah dan naik kembali ke drum melalui pipapipa riser. Adanya sirkulasi ini sangat diperlukan agar terjadi pendinginan
terhadap pipa-pipa pemanas dan mempercepat proses perpindahan panas.
Kecepatan sirkulasi akan berpengaruh terhadap produksi uap dan kenaikan
tekanan serta temperaturnya.
Selain

sirkulasi

alami,

juga

dikenal

sirkulasi

paksa

(forced

circulation).Untuk sirkulasi jenis ini digunakan sebuah pompa sirkulasi


(circulation pump). Umumnya pompa sirkulasi mempunyai laju sirkulasi sekitar
1,7, artinya jumlah air yang disirkulasikan 1,7 kali kapasitas penguapan. Beberapa
keuntungan dari sistem sirkulasi paksa antara lain :
a. Waktu start (pemanasan) lebih cepat
b. Mempunyai respon yang lebih baik dalam mempertahankan aliran air ke
pipa-pipa pemanas pada saat start maupun beban penuh.
c. Mencegah kemungkinan terjadinya stagnasi pada sisi penguapan
2.4 Jenis-jenis Boiler
Klasifikasi ketel uap ada beberapa macam, untuk memilih ketel uap harus
mengetahui klasifikasinya terlebih dahulu, sehingga dapat memilih dengan benar
dan sesuai dengan kegunaannya di industri. Karena jika salah dalam pemilihan
ketel uap akan menyababkan penggunaan tidak akan maksimal dan dapat
menyebabkan masalah dikemudian harinya.
Klasifikasi ketel uap :
Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa

Berdasarkan pemakaiannya
Berdasarkan letak dapur (furnace posisition )
Berdasarkan jumlah lorong (boiler tube )
Berdasarkan pada porosnya tutup drum (shell)
Berdasarkan bentuk dan letak pipa
Berdasarkan peredaran air ketel ( water circulation )
Berdasarkan tekanan kerjanya
Berdasarkan kapasitasnya
Berdasarkan pada sumber panasnya (heat source )
a.

Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa


1) Ketel Pipa api ( Fire tube boiler )
Pada ketel pipa api, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan ketel ada di

dalam shell untuk dirubah menjadi steam. Ketel pipa api dapat menggunakan
bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam operasinya.
2) Ketel pipa air ( water tube boiler )
Pada ketel pipa air, air diumpankan boiler melalui pipa-pipa masuk
kedalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakaran membentuk
steam pada daerah uapdalam drum. Ketel ini dipilih jika kebutuhan steam dan
tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus ketel untuk pembangkit tenaga.
untuk ketel pipa air yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang
secara paket. Karakteristik ketel pipa air sebagai berikut:

Fored, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan

efisiensi pembakaran.
Kurang toleran terhadap

pengolahan air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

kualitas

air yang

dihasilkan

dari

plant

Gambar 2.3 Ketel Pipa Air

Gambar 2.4 Ketel Pipa Api

b. Berdasarkan pemakaiannya
1) Ketel stasioner ( stasionary boiler ) atau ketel tetap
Ketel uap stasioner adalah ketel-ketel yang didudukan pada suatu pondasi
yang tetap, seperti ketel untuk pembangkitan tenaga, untuk industri dll
2) ketel mobil ( mobile boiler ), ketel pndah / portable boiler
Ketel mobil adalah ketel yang dipasang pada pondasi yang berpindahpindah (mobil ), seperti boiler lokomotif, loko mobile dan ketel panjang serta lain
yan sepertinya termasuk ketel kapal ( marine boiler )

Gambar 2.5 Ketel Stationer


Gambar 2.6 Ketel Mobil
c. Berdasarkan letak dapur (furnace posisition)
1) Ketel dengan pembakaran di dalam (internally fired steam boiler )

Dalam ketel uap ini dapur berada (pembakaran terjadi )di bagian dalam
ketelkebanyakan ketel pipa api memakai system ini.
2) Ketel dengan pembakaran di luar ( outernally fired steam boiler )
Dalam ketel uap ini dapur berada (pembakaran terjadi ) di bagian luar
ketelkebanyakan ketel pipa air memakai system ini

Gambar 2.7 ketel dengan pembakaran

Gambar 2.8 ketel dengan pembakaran

di dalam

di luar

d. Berdasarkanjumlah lorong (boiler tube)


1) Ketel dengan lorong tunggal (single tube steam boiler )
Pada single tube steam boiler, hanya terdapat 1 lorong saja, lorong api
maupun lorong air. Cornish boiler adalah single fire tube boiler dan simple
vertikal boiler adalah single water tube boiler.
2) Multi fire tube boiler
Multi fire tube boiler misalnya ketel scotch dan multi water tube boiler
misalnya ketel B dan W dll

Gambar 2.9 ketel dengan lorong tunggal

Gambar 2.10 Multi fire tube boiler


E Berdasarkan pada porosnya tutup drum (shell)
1) Ketel tegak ( vertikal steam boiler )
seperti ketel cocharn, ketel clarkson dll
2) Ketel mendatar ( horizontal steam boiler )
seperti ketel cornish, lancashire, scotch dll

Gambar 2.11 ketel tegak

Gambar 2.12 ketel mendatar


F. Berdasarkan bentuk dan letak pipa

Gambar 2.13 ketel dengan pipa lurus, bengok dan berllekak-lekuk ( stright, bent
and sinous tubeler heating surface )

Gambar 2.14 ketel dengan pipa miring datar dan miring tegak ( horizontal,
inclined or vertical tubeler heating surface )
G. Berdasarkan peredaran air ketel ( water circulation )
1) Ketel dengan peredaran alam ( natural circulation steam boiler )
Pada natural circulation boiler, peredaran air dalam ketel terjadi secara
alami yaitu air yang ringan naik, sedangkan terjadilah aliran aliran
conveksi alami. Umumnya ketel beroperasi secara aliran alami, seperti
ketel lancashire, babcock & wilcox
2) Ketel dengan peredaran paksa (forced circulation steam boiler)
Pada ketel dengan aliran paksa, aliran peksa diperoleh dari sebuah pompa
centrifugal yang digerakkan dengan elektric motor misalnya la-mont
boiler, benson boiler, loeffer boiler dan velcan boiler.

Gambar 2.15 Ketel Perdam Alam dan Paksa


H. Bedasarkan tekanan kerjanya
1)
2)
3)
4)

tekanan kerja rendah : 5 atm


tekanan kerja sedang : 5-40 atm
tekanan kerja tinggi : 40-80 atm
tekanan kerja sangat tinggi : >80 atm

I. Berdasarkan Kapasitasnya
1) kapasitas rendah : 2500 kg/jam
2) kapasitas sedang : 2500-50000 kg/jam
3) kapasitas tinggi : >50000 kg/jam
J. Berdasarkan pada sumber panasnya (heat source )
1) ketel uap dengan bahan bakar alami
2) ketel uap dengan bahan bakar buatan
3) ketel uap dengan dapur listrik
4) ketel uap dengan energi nuklir
2.5Maintenance Pada Boiler
Perawatan yang baik pada boiler dapat menjamin umur teknis dan umur
ekonomis yang relatif panjang. Dibawah ini di jelaskan cara-cara perawatan
boiler, bila mana dilakukan lebih sering lebih menjamin amannya
pengoperasian boiler tersebut.

1.Perawatan harian (daily mantenence)


Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tiap 1 jam
a. Water level dari tanki condensate
b. Fuel oil level dari dari service tank dan strong tank
c. Cooling Water
d. Suhu dan tekanan minyak pelumas dari seluruh peralatan katel
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tiap 4 jam
a. Buka drain valve tanki penampungan udara, pemanas udara dan
tankcompressor
b. Analisa boiler feed Water dan boiler Water tiap 2 jam sekali
c. Gantu Burner dan bersihkan Burner tip (bila menggunakan
Burner)
d. Lakukan damping stocker
e. Lakukan Soot blowing.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tiap 8 jam
a. Lakukan Blow Down lower drum
b. Lakukan pembersihan total diseluruh area boiler
c. Penggantian/pemberian chemical baru untuk boiler Water
2. Perawatan mingguan (weekly Maintenance)
a. Pembersihan saringan (screen) pada masing-masing bagian atau
alat
b. Chack kekencanan rantai dan belt
c. Lakukan blow pada bagian bawah
d. Lakukan pelumasan-pelumasan pada bearing
3.Perawatan bulanan (mounthly Maintenance)
a. Lakukan blow pada header
b. Keluarkan abu dari dalam ketel
c. Chack pelumasan pada coupling-coupling
d. Chack I.D.F impeller dan Dust collector.
4. Pemeliharaan Boiler Selama Masa Operasi
Ketel uap tidak akan dapat berumur panjang apabila tidak
dilaksanakan pemeliharaan secara seksama (intensif), baik dalam masa operasi
maupun dalam masa penyimpanan. Pemeliharaan secara seksama dalam masa
operasi dimaksud adalah bagaimana cara mengoprasikan ketel uap tersebut sesuai
dengan petunjuk yang berlaku atau yang sesuai dengan design pembuat boiler
tersebut.Disamping itu pula, maka penggunaan air umpan juga harus sesuai atau

memenuhi syarat sebagai air pengisi ketel.Yang jelas bahwa air pengisi boiler
harus bebeas dari zat-zat yang dapt merusak boiler, baik korosi maupun kerak.
Untuk mencegah hal demikian, maka dilakukan perlakuan external treatment dan
internal treatment, misalnya di pasang PHcontrol pada condensate line, atau
dilakukan Water treatment untuk raw Water, juga penginjeksian chemical pada
feed Water dan boiler Water.
Untuk mengetahui bahwa sifat-sifat air sudah memenuhi syarat, maka
dilakukan penelitian air pengisi dan air boiler secara intensif di
laboratorium.Denga menjaga angka-angka yang disajikan sebagai air pengisi dari
air boiler berarti juga membantu penggunaanboiler berumur panjang. Standar
limit untuk boiler Water adalah :

Tabel 2.1 Standar limit untuk boiler Water


PH

10,8-11,3

Conduktifity (mhs)

3000

Dissolved solid (ppm)

2250

Total hardness (ppm)

tracess

O alkalinity (ppm)

200

Phosphate (ppm)

30-70

Sulphite (ppm)

20-40

Silica as SiO2 (ppm)

0,25 x O Alk

5. Pemeliharaan Boiler Selama Setelah Masa Operasi


Tidak kalah pentingnya pemeliharaan boiler selama setelah masa operasi
disbanding dengan masa selama operasi. Sebab bagaimanapun logam itu
akan dengan mudah dirusak oleh zat-zat perusak logam , misalnya oksigen
dsb.Apalagi katel uap yang akan disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama,
hal tersebut harus mendapatkan perawatan yang betul baik. Langkah pertama yang
diambil setelah boiler mengalami operasi beberapa bulan dan akan disimpan

cukup lama adalahchemical Cleaning dan mechanical Cleaning, adapun


penginjeksian chemical kedalamboiler untuk proses chemical Cleaning yaitu:
a. Dua hari sebelum boiler dimatikan, maka jenis chemical yang telah ditentukan
serta dosisnya mulai diinjeksikan dengan memonitor PH air boiler tidak boleh
lebih dari 13.
b. Secara rutin dilakukan Blow Down lower drum, untuk membuang kotorankotoran yang mengendap
c. Setelah dua hari di injeksikan chemical, maka boiler dimatiakn dan selanjutnya
dilakukan sirkulasi air/penggantian air pengisi.
d. Setelah boiler dalam keadaan dingin, maka air boiler di blow (dikosongkan)
e. Diadakan pemeriksaan oleh pihak depnaker, untuk menentukan hal-hal yang
perlu dilaksanakan pada langkah selanjutnya contohnya pada perlakuan
mechanicalCleaning dalam dan luar pada bagian boiler.
f. Setelah diadakan pembersihan baik bagian luar maupun dalam yang mana hal
tersebut dilakukan dengan dengan meerlukan waktu , maka akan dilakukan
ulang oleh pihak depnaker, untuk menentukan apakah masih perlu dilakukan
pembersihan ulang atau tidak
6. Pemeriksaan Dan Repair
Pemeriksaan katel uap dilakukan dengan dua cara yaitu:
a. Pemeriksaan yang dilakukan oleh depnaker yaitu steam drum, Water
drum,superheater Tube, kebersihan, kekuatan material, kondisi material dan
Water Tube. Bagian-bagian tersebut tentunya dikaitkan dengan bagian-bagian
yang bertekanan tinggi yang sangat membahayakan bagi keselamatan manusia.
b. Pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan yaitu bagian yang tidak
bertekanan tinggi, yang mana bagian tersebut dikaitkan dengan produktivitas
dan hal-hal yang mengganggu efisiensi boiler misalnya pada rangka bakar,
dinding boilercasing, impeller, damper, isolasi dsb.
Setelah kedua belah pihak menentukan bagian-bagian mana yang perlu diadakan
perbaikan dan penggantian, maka dimulailah repair missal nya pada

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Penggantian pipa pipa air.


Penggantian pipa pipa uap
Penggantian pipa pipa gas
Perbaikan batu-batu dinding
Perbaikan casing
Perbaikan impeller
Isolasi

Apabila pekerjaan repair dinyatan sudah selesai, maka selanjutnya akan diadakan
periksaan yang ketiga oleh pihak depnaker dan perusahaan.
7. Hydrostatis test
Untuk menetukan bahwa boiler tersebut sudah memenuhi syarat untuk di
operasikan maka dilakukan hydrostatis test. hydrostatis test yaitu perlakuan
pemadatanboiler dengan menggunakan air dingin dan bersih untuk mengetahui
dan meyakinkan bahwaboiler tersebut dalam keadaan tidak bocor baik pada valve,
packing dan pipa. Cara pemadatan yang benar adalah:
a. Boiler dalam keadaan kosong, drain-drain valve di tutup rapat, safty valve
difrange mati, steam valve uap induk ditutup rapa, vent valve steam drum dan
superheaterdibuka penuh.
b. Jalankan pompa feed Water dengan bukaan kecil, dengan kondisi air pengisi
yang memenuhi syarat.
c. Setelah air boiler penuh sehingga air tumpah melalui vent valve, dan yakinkan
bahwa udara sudah tidak ada, matikan pompa dan tutup vent valve.
d. Jalankan pompa khusu pemadatan, dengan kapasitas yang kecil (ditentukan),
untuk mendapatkan kenaikan tekanan secara perlahan
e. Kenaikan tekanan pada pemadata adalah 10% dari tekanan kerja yang di
izinkan. Tekanan pengujian (pemadatan) yang di izinkan adalah:
1)

Tekanan kerja kurang atau sama dengan 5 kg/cm2, maka tekanan

pemadatan = 2 kali tekanan kerja.


2) Tekanan kerja lebih besar dari 5 kg/cm2, lebih kecil dari 10 kg/cm2,
maka tekanan pemadatan = 5 + tekanan kerja
3) Tekanan kerja lebih besar dari 10 kg/cm2, maka tekanan pemadatan
= 1,5 kali tekanan kerja.
Sedangkan untuk boiler yang sudah digunakan, tekanan pemadatan =
tekanan kerja maksimum + 3 kg/cm2,

f. Penekanan pada tekanan pengujian dilakukan tidak terlau lama, maka sesudah
nya tekanan diturunkan pelan-pelan dengan kecepatan 5 kg/cm2/menit
maksimum.
8. Steam test (percobaan dengan tekanan uap)
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan kerja dari tingkat
pengamanan (safety valve) disesuaikan dengan maksud pemakaian.Dengan tidak
melebihi tekanan yang di izinkan. Percobaan ini dilakukan pada tiap:
a.
b.
c.
d.
e.

Penggantian tiap-tiap pengaman


Pemakayan tingkat pengaman dengan menggunakan pegas.
Tingkat-tingkat pengaman yang bekerjanya diragukan.
Penggantian jenis bahan bakar
Setiap boiler yang dilengkapi dengan alat otomatis

Berikut adalah cara perawatan Boiler (menurut ASME sec. VII - 2004, Subsection
C7 Repairs, Alterations, and Maintenance):

C7.230 MAINTENANCE CHECKS

Maintenance checks didesain untuk memberikan data (list) mengenai bagianbagian yang mengalami wear, corrosion, erosion, dll.

C7.300 BOILER MAINTENANCE PROGRAMS

The program should consist of the following basic parts:


(a) inspection and overhaul procedures
(b) overhaul scheduling
(c) equipment histories and spare parts inventories
(d) personnel training
(e) equipment improvement

C7.413 Operating Checks Relating to Maintenance (Watertube)

Leakage
Refractory
Burners
Superheater tubes

Drums
Soot Blowers
Economizer and Air preheater
Pressure variations
Furnace and casing
Pemberhentian Mendadak Pada Boiler (Emergency Stop)
1. Mati Listrik
Alihkan secepatnya sistem pengisian air umpan dari electric pump ke steam
pump.
Tutup penuh kerangan main steam (kerangan induk)

Buka semua pintu dapur dan pintu abu bagian depan

Buka damper ID Fan 100% secara normal, dengan jalan menarik Arm (tuas)
pembuka damper ID fan.
Alihkan pengisian air umpan dari system automatic water regulating control ke
sistem by pass.
2. Apabila level air terus menerus jatuh :

Pemeriksa semua kerangan buangan condesate dan blow down apakah ada

yang terbuka, terutama kerangan blow down dari header dan dari lower drum

Jaga agar temperatur air pengisi boiler tidak lebih dari 100oC. Temperatur air

pengisi > 100oC, air sudah bercampur dengan uap, sehingga dapat menyebabkan
kevacuman di dalam pompa dan dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa
maupun turunnya kapasitas pompa.

Periksa kondisi air dalam feed water tank dan peralatan pendukung pada feed

water tank.

Periksa kondisi pompa pengisi air boiler yang di gunakan.


3. Akibat kekurangan air pada boiler.

Jika ternyata level air gelas penduga di bawah batas terendah, segera hentikan
pemasukan bahan bakar (matikan rotary feeder), matikan seluruh blower, tutup

kerangan uap utama dan kerangan supplay uap lainnya untuk memelihara jumlah
air yang masih ada dalam boiler.
Cari sebab sebabnya dengan melakukan pemeriksaan pada bagian bagian
peralatan seperti
-

Indicator level air pada upper drum

Regulator level air pada drum

Meter air pengisi (water flow meter)

Tekanan pada inlet dan outlet pompa air pengisi boiler

Level air dalam feed water tank

Pompa air pengisi (feed water pump)

Pemipaan air pengisi

dan lain lainnya yang mencurigakan.


Apabila telah di dapatkan penyebabnya, dasar level air harus didapat
kembali. Apabila dasar level air pada boiler dalam batas batas yang di izinkan,
maka alihkan pengisian air dari automatis water regulating control ke sistem by
pass. Selanjutnya boiler dapat dioperasikan kembali sesuai dengan petunjuk
pengoperasian.
Apabila air dalam gelas penduga kondisi kosong sama sekali, sehingga tidak
diketahui sampai dimana titik terendah kondisi air didalam boiler, sementara
boiler full operation maka boiler tidak boleh langsung di isi secara tiba tiba.
Sebab bila pipa dalam drum telah memperoleh panas yang berlebihan, dan apabila
di isi secara tiba tiba maka pipa pipa pada drum yang dipasang dengan sistem
expander (pengerolan) akan terjadi penyusutan yang dapat mengakibatkan
kebocoran pada expander dan pipa pipa boiler tersebut berubah bentuk serta
drum akan bergeser dari posisinya.
Hal hal yang harus kita lakukan pada kondisi sepeti ini :
Menutup semua kerangan supply uap untuk menjaga jumlah air yang ada di
dalam boiler.
Hentikan supplay bahan bakar, matikan blower blower dan double damper
dust collector.
Tutup penuh semua damper pada ID Fan, FD Fan dan Secondary FD Fan.

Secepatnya pembakaran di dalam ruang dapur di matikan dan semua sisa


pembakaran dikeluarkan.
Seluruh pintu dapur di tutup dengan rapat agar jangan ada udara luar yang
masuk ke ruang dapur pembakaran yang dapat menurunkan temperatur boiler
secara drastis dan juga mengakibatkan penyusutan air di dalam boiler dengan
cepat.
Perlakukan boiler dengan kondisi tersebut di atas selama +- 3 hari agar
temperatur turun secara alamiah
Setelah temperatur boiler benar benar dingin, air dalam boiler di kosongkan,
handhole dan manhole dibuka semua.
Periksa seluruh pengerolan (expanding) pada pipa (water tube), apakah terjadi
perubahan pengerolan (expanding) dari pipa atau water tube, dan laporkan ke
depnaker setempat untuk mendapat petunjuk.
Bila tidak terdapat perubahan pastikan dengan melakukan hydrostatic test
sebesar tekanan kerja +- 3 kg/cm2 (P + 3 kg/cm2), seijin depnaker.
Bila terjadi kebocoran maka laksanakan pengerolan (expanding) sesuai dengan
prosedur yang berlaku dan bila dilaksanakan hydrotest tidak terdapat kebocoran
maka boiler dapat di operasikan kembali dengan mengadakan pemanasan awal,
seijin depnaker setempat.
Stop Operasi Boiler
Stop operasi boiler dapat dibedakan dalam 2 katageri :
- Stop operasi boiler dalam jangka waktu yang tidak lama
- Stop operasi boiler dalam jangka waktu yang cukup lama.
Stop operasi boiler dalam jangka waktu yang tidak lama
Dalam hal boiler di stop / di berhentikan dalam waktu yang tidak lama, seperti
karena selesai proses pabrik dan beberapa waktu kemudia akan di operasikan
kembali, maka kita harus ikuti prosedur pemberhentian (stop operasi) seperti di
bawah ini :

Matikan peralatan pemasukan bahan bakar, sehingga tidak ada lagi bahan

bakar masuk ke dalam ruang bakar.


Tutup kerangan utama, kerangan supplay uap lainnya dan kerangan vent
(kerangan ventilasi udara).

Matikan FD Fan dan 2nd FD Fan


Keluarkan seluruh abu dan kerak sisa pembakaran dari atas roster (rangka

bakar), hingga benar-benar bersih.


Matikan ID Fan dan damper ID Fan buka 100%
Matikan double dumper Dan buang abu pada dust collector
Bersihkan semua abu yang berada di bawah rangka bakar
Turunkan tekanan hingga < 10 kg/cm2 dengan cara melaksanakan
sirkulasi air ke dalam boiler dan melaksanakan blow down dari masing-

masing header
Isi air ke dalam boiler hingga mencapai high water level
Buka pintu dapur dan pintu abu untuk pintu yang lainnya agar tetap

tertutup
Periksa apakah kerangan (Valve) blow down dan continuous blow down

telah tertutup dengan baik dan tidak terdapat kebocoran


Posisikan semua breaker peralatan ke posisi Off sedang instrument panel

tetap pada posisi On


Stop Operasi Boiler Dalam Waktu Yang Lama

Apabila boiler tidak akan di operasikan dalam waktu yang lama karena
kondisi stand by atau akan ada recondisi. Boiler harus dilakukan perawatan
sebagai tercantum di bawah ini:
Perawatan kering.
- Air dalam boiler di kosongkan
-

Semua manhole, drum. Handhole dan header harus tertutup dengan baik

(pasang blind flange)


-

Masukkan gas nitrogen (N2)

Perawatan basah
-

Boiler harus tetap dipanaskan hingga tekanan 2 kg/cm2

Setiap hari air boiler harus di analisa

Setiap satu (1) bula di adakan penggantian air total

Pengawasan Selama Boiler Beroperasi


Pehatikan kondisi pembakaran di dalam ruang dapur, bahan bakar harus
jatuh di tengah tengah rangka bakar dan menyebar merata.
Pada saat safety valve blow off, harus di catat pada tekanan berapa safety valve
blow off fan pada tekanan berapa safety valve menutup.

Setiap 30 menit :
- Mengoperasikan scrapper pembuang abu dari dust collector
- Memeriksa bahan bakar di balance hopper
- Memeriksa air compressor
Setiap 45 menit :
- Membersihkan dan membuang abu dari box dust collector
- Membersihkan dan membuang abu dari chute dust hopper. Setelah di bersihkan
dust hopper harus di tutup kembali. Bila penutup damper kurang rapat akan terjadi
pembakaran di dalam hopper yang akibatnya akan membakar secara langsung
lower drum dan dapat mengakibatkan kerusakan pada hopper.
- Amati jangan sampai ada bahan bakar yang terbakar di bawah fire grate (roster)
Setiap 1 jam :
- Mencatat temperatur steam
- Memeriksa mutu air boiler
- Mengoperasikan steam grate blow
- Memeriksa air pada feed water tank dan deaerator
- Mencatat ampere meter dan voltage pada panel
Setiap 1 s/d 4 jam :
- Melaksanakan soot blowing ( pembersihan pipa pipa )
- Membuang abu dari atas roster
- Membuang abu dari bawah roster.
- Memeriksa meteran meteran pengukur tekanan & temperatur.
Setiap 24 jam :
Memeriksa bahagian bahagian yang berputar dan bergerak, dan berikan minyak
pelumas sesuai dengan spesifikasi minyak pelumas pada masing-masing kondisi
tempat peralatan tersebut.
Setiap penggantian shift :
Lakukan (Spul) air pada water level kolom dan water level gelas penduga untuk
memastikan alat control level air bekerja dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
http://agroindustrialis.blogspot.com/2014/06/boiler-ketel-uap.html
http://deditutibiokim.blogspot.com/2011/12/boiler-dan-jenis-jenisboiler.html
http://dunia-engineer.blogspot.com/2011/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://d-p-y.blogspot.com/2013/05/perawatan-maintenance-pada-boiler-water.html
http://eprints.uns.ac.id/6751/1/100890809200910251.pdf
https://ivanemmoy.wordpress.com/2012/08/10/perawatan-maintenance-boiler/
http://rakhman.net/2013/03/prinsip-kerja-boiler.html
https://www.academia.edu/8596574/Makalah_Ketel_Uap