Anda di halaman 1dari 5

Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP)

Oleh: Tannia Rizkyka Irawan (H1A012059)


Pembimbing: dr. H. Abdul Razak D., Sp.A
Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP), yang disebut juga autoimmune
thrombocytopenic purpura, morbus Wirlhof, atau purpura hemorrhagica, merupakan
kelainan perdarahan (bleeding disorder), akibat destruksi premature trombosit yang
meningkat akibat autoantibodi yang mengikat antigen trombosit. Umumnya terjadi
pada anak usia 2-4 tahun, dengan insiden 4-8 kasus per 100.000 anak per tahun. ITP
terjadi akut dan biasanya sembuh sendiri dalam 6 bulan, bila dalam waktu 6 bulan
tidak sembuh maka diagnosis menjadi ITP Kronis.
Diagnosis
Anamnesis

Umumnya trombositopenia terjadi 1-3 minggu setelah infeksi virus, atau


bakteri (infeksi saluran napas atas, saluran cerna), bisa juga terjadi setelah
vaksinasi rubella, rubeola, varisela, atau setelah vaksinasi dengan virus hidup.

Perdarahan yang terjadi tergantung jumlah trombosit didalam darah. Diawali


dengan perdarahan kulit berupa petekie hingga lebam. Perdarahan ini biasanya
dilaporkan terjadi mendadak.

Obat-obatan, misalnya heparin, sulfonamid, kuinidin/kuinin, aspirin dapat


memicu terjadinya kekambuhan. Obat yang mengandung salisilat dapat
meningkatkan risiko timbulnya perdarahan.

Pemeriksaan Fisis

Pada umumnya bentuk perdarahannya ialah purpura pada kulit dan mukosa
(hidung, gusi, saluran cerna dan traktus urogenital).

Pembesaran limpa terjadi pada 10-20 % kasus.

Pemeriksaan penunjang

-Darah tepi :
- Morfologi eritrosit, leukosit, dan retikulosit biasanya normal.
- Hemoglobin, indeks eritrosit dan jumlah leukosit normal. Anemia bias terjadi bila
ada perdarahan spontan yang banyak
- Trombositopenia. Besar trombosit umumnya normal, hanya kadang ditemui bentuk
trombosit yang lebih besar (giant plalets),
- Masa perdarahan memanjang (Bleeding Time)
- Pemeriksaan aspirasi sumsum tulang: Tidak perlu bila gambaran klinis dan
laboratoris klasik. Dilakukan pemeriksaan aspirasi sumsum tulang bila gagal terapi
selama 3-6 bulan, atau pada pemeriksaan sik ditemukan adanya pembesaran hepar/
lien/kelenjar getah bening dan pada laboratorium ditemukan bisitopenia.

Tata laksana
Indikasi rawat inap
Pada penderita yang sudah tegak diagnosisnya, perlu dilakukan rawat inap bila:

Jumlah hitung trombosit <20.000/L

Perdarahan berat

Kecurigaan/pasti perdarahan intrakranial

Umur <3 tahun

Bila tidak dirawat inap, penderita diwajibkan untuk tidak/menghindari obat


anti agregasi (seperti salisilat dan lain sebagainya) dan olah raga yang
traumatis (kepala). ITP bersifat akut dan 90 % sembuh spontan, hanya 5-10%
menjadi kronis karena itu keputusan apakah perlu diberi pengobatan masih
diperdebatkan.

Medikamentosa
1. Pengobatan dengan kortikosteroid diberikan bila:
-

Perdarahan dengan jumlah trombosit <20.000/uL

Perdarahan ringan dengan jumlah trombosit <10.000/uL

Steroid yang biasa digunakan ialah prednison, dosis 1-2 mg/kgBB/hari,


dievaluasi setelah pengobatan 1-2 minggu. Bila responsif, dosis
diturunkan pelahan-lahan sampai kadar trombosit stabil atau
dipertahankan sekitar 30.000 - 50.000/L. Prednison dapat juga
diberikan dengan dosis tinggi yaitu 4 mg/kgBB/hari selama 4 hari. Bila
tidak respons, pengobatan yang diberikan hanya suportif.

Pengembalian kadar trombosit akan terjadi perlahan-lahan dalam


waktu 2-4 minggu dan paling lama 6 bulan. Pada ITP dengan kadar
trombosit >30.000/L dan tidak memiliki keluhan umumnya tidak
akan diberikan terapi, hanya diobservasi saja.

2. Pemberian suspensi trombosit dilakukan bila :


-

Jumlah trombosit <20.000/uL dengan perdarahan mukosa berulang


(epistasksis) Perdarahan berat (epistaksis yang memerlukan tampon, hematuria,
perdarahan organ dalam)

Jumlah trombosit < 50.000/ul**

Kecurigaan/pasti perdarahan intra kranial

Menjalani operasi, dengan jumlah trombosit <150.000/ L.

** Bila trombosit > 50.000/ul disamping pemberian trombosit pikirkan penyebab lain
(koagulasi).
Beberapa kemungkinan pengobatan ITP pada anak dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Beberapa kemungkinan pengobatan ITP pada anak

Faktor risiko
Jika ITP terjadi pada usia <1tahun atau >10 tahun, kelainan ini cenderung menjadi
kronik dan dihubungkan dengan kelainan imun yang umum.

Pemberian Trombocyte concentrate


Indikasi pemberian Trombocyte concentrate diberikan untuk perdarahan akibat
berkurangnya jumlah maupun gangguan fungsi dari trombosit. Pemberian TC
dilakukan apabila jumlah trombosit berkisar 20.000 sampai 50.000/uL. Pemberian
satu unit TC per 10 kgBB akan menaikkan jumlah trombosit sebanyak 5.000 sampai
10.000/uL.
Dosis dan Cara Pemberian
Dosis
Volume Trombosit
- BB s/d 15 kg: 1 unit 30-50 ml
-

TC
15-30 kg: 2 unit TC
>30 kg: 4 unit TC

Jumlah Trombosit
60 x 109/L

60-100 ml

120 x 109/L

120-400 ml

240 x 109/L