Anda di halaman 1dari 4

UAS IPS

1. a) Jelaskan secara singkat alasan bidang studi IPS masuk dalam kurikulum SD dan sekolah
menengah di Indonesia Tahun 1975!
Pada tanggal 17 Januari tahun 1975, melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
nomor 008-D/U/1975, Pemerintah menetapkan kurikulum baru untuk SMP dan dinamakan Kurikulum
1975, sesuai dengan tahun penetapan berlakunya kurikulum tersebut. Dapat dikatakan bahwa Kurikulum
1975 memberikan landasan baru bagi kebijakan pengembangan kurikulum di Indonesia. Kurikulum
1975 merupakan kurikulum pertama di Indonesia yang dikembangkan berdasarkan teori, model, dan
desain kurikulum modern. Pikiran teoritik tentang peserta didik, proses pembelajaran, penilaian hasil
belajar dijadikan dasar-dasar utama dalam pemikiran pengembangan kurikulum. Model pembelajaran
yang dikenal dengan nama Perencanaan Sistem Instruksional menjadi model baru dalam dunia
pendidikan Indonesia.
Kegiatan pengembangan kurikulum 1975 pikiran teoritik dan prosedur pengembangan kurikulum
modern dilaksanakan dalam pengembangan ide kurikulum, rancangan pembelajaran dan pedoman
pelaksanaan. Ide kurikulum memuat landasan filosofis, teoritis dan model kurikulum dan sebenarnya
adalah jawaban kependidikan Pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat sebagaimana yang dipersepsi
oleh para pengambil keputusan dalam bidang pendidikan dan terjemahan dari kebijakan tersebut oleh
para pengembang kurikulum secara teknis. Ide kurikulum tersebut dirancang sedemikian rupa dan ditulis
dalam Buku I dokumen kurikulum yang dinamakan Ketentuan-ketentuan Pokok.
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Yang
melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective)
yang terkenal saat itu. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan
Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah satuan pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap
satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK),
materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum 1975 banyak
dikritik. Pada tahun 1975, lahirlah kurikulum 1975 yang mengelompokkan tiga jenis pendidikan, yakni
pendidikan umum, pendidikan akademis dan pendidikan keahlian khusus. Kurikulum 1975 memiliki
ciri-ciri khusus sebagai berikut:
1. Menganut pendekatan yang berorientasi pada tujuan.
Setiap guru harus mengetahui dengan jelas tujuan yang harus dicapai oleh setiap murid di dalam
menyusun rencana kegiatan belajar-mengajar dan membimbing murid untuk melaksanakan rencana
tersebut.
2. Menganut pendekatan yang integratif, dalam arti setiap pelajaran dan bidang pelajaran memiliki arti
dan peranan yang menunjang tercapainya tujuan yang lebih akhir.

3. Pendidikan Moral Pancasila dalam kurikulu 1975 bukan hanya dibebankan kepada bidang pelajaran
Pendidikan Moral Pancasila di dalam pencapaiannya, melainkan juga kepada bidang pelajaran ilmu
pengetahuan sosial dan pendidikan agama.
4. Kurikulum 1975 menekankan pada efisiensi dan efektivitas pengguna dana, daya dan waktu yang
tersedia.
5. Mengharuskan guru untuk menggunakan teknik penyusunan program pengajaran yang dikenal
dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).
6. Organisasi pelajaran meliputi bidang-bidang studi: agama, bahasa, matematika, ilmu pengetahuan
sosial, kesenian, olahraga dan kesehatan, keterampilan , disamping Pendidikan Moral Pancasila dan
integrasi pelajaran-pelajaran yang sekelompok.
7. Pendekatan dalam strategi pembelajaran memandang situasi belajar-mengajar sebagai suatu sistem
yang meliputi komponen-komponen tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, alat pembelajaran, alat
evaluasi, dan metode pembelajaran.
8. Sistem Evaluasi, diakukan penialain murid-murid pada setiap akhir satuan pembelajaran terkecil dan
memperhitungkan nilai-nilai yang dicapai murid-murid pada setiap akhir satuan pembelajaran.
Kurikulum 1975 mengemukakan secara eksplisit istilah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
yang merupakan fusi (perpaduan) dari mata pelajaran sejarah, geografi dan ekonomi. Selain mata
pelajaran IPS, Pendidikan Kewarganegaraan dijadikan sebagai mata pelajaran tersendiri ialah Pendidikan
Moral Pancasila (PMP). Dalam kurikulum 1975, IPS termasuk kelompok pendidikan akademis
sedangkan PMP termasuk kelompok pendidikan umum.
Dalam kurikulum tahun 1975 dinyatakan bahwa IPS adalah paduan sejumlah mata pelajaran Ilmu sosial.
Untuk IPS pada jenjang pendidikan dasar disebutkan bahwa materi pelajaran IPS ditunjang geografi dan
kependudukan, sejarah dan ekonomi koperasi, sedangkan untuk menengah IPS mencakup geografi dan
kependudukan, sejarah, antropologi budaya, ekonomi dan koperasi serta tata buku dan hitung dagang.
Jadi orientasi pendidikan intinya mata pelajaran IPS masuk ke kurikulum 1975 masuk ke dalam SD/MI
SMP/MTS, namun IPS sebagai pendidikan akademis mempunyai misi menyampaikan nilai-nilai
berdasarkan filsafat pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian mata pelajaran IPS pun berfungsi dan
mendukung tercapainya tujuan PMP. Kurikulum 1975 adalah kurikulum pertama di Indonesia yang
dikembangkan berdasarkan proses dan prosedur yang didasarkan pada teori pengembangan kurikulum.
Meskipun demikian kurikulum 1975 masih dikembangkan berdasarkan pemikiran orientasi filosofis
pendidikan keilmuan yang dominan dan tidak berorientasi kepada pembangunan, walaupun demikian
tidaklah berarti kurikulum 1975 telah melepaskan diri dari npengaruh politik . (S. Hamid Hasan : 2006)
dimana situasi pemerintahan saat itu awal pemerintahan Orde Baru.
Pada tahun 1972 1973 sudah pernah dilakukan uji coba pertama konsep IPS masuk dipersekolahan
Indonesia diterapkan pada kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Bandung.
Kemudian secara resmi dalam kurikulum 1975 program pendidikan tentang masalah sosial dipandang
tidak cukup diajarkan melalui pelajaran sejarah dan geografi saja, sehingga dilakukan reduksi mata

pelajaran mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas saat itu dimasukan mata pelajaran
ilmu sosial serumpun atau sejenis digabung ke dalam mata pelajaran IPS. Oleh karena itu pemberlakuan
istilah IPS (social studies) dalam kurikulum 1975 dapat dikatakan sebagai kelahiran IPS secara resmi
di Indonesia.
Upaya memasukan materi ilmu-ilmu sosial dan humaniora ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia
disajikan mata pelajaran dan bidang studi atau jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) secara resmi pada
kurikulum 1975. Kurikulum tahun 1975 merupakan perwujudan dari perubahan sosial pada pelaksanaan
UUD 1945 secara mnurni dan konsekuen, bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya
membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan
jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.
Konsep Pendidikan IPS yang menginspirasi kurikulum 1975 yang menampilkan 4 (empat)
profil, pertama; Pendidikan Moral Pancasila (PMP) menggantikan Kewarganegaraan sebagai bentuk
pendidikan IPS khusus; Kedua, Pendidikan IPS terpadu untuk SD; Ketiga, Pendidikan IPS
terkonfederasi untuk SMP yang menempatkan IPS sebagai konsep Payung sejarah, geografi dan
ekonomi koperasi; dan keempat , Pendidikan IPS terpisah-pisah yang mencakup mata pelajaran
sejarah, ekonomi dan geografi untuk SMA, atau sejarah dan geografi untuk SPG, dan IPS (ekonomi dan
sejarah) untuk SMEA / SMK.
b) bagaimana kedudukan ilmu- ilmu sosial dalam pembelajaran IPS di SD. Jelaskan!
2. a) Sebutkan dan jelaskan 4 penyebab terjadinya masalah sosial!
b) Sebutkan dan jelaskan 3 pendekatan untuk mengatasi masalah sosial!
3. Sebutkan 3 faktor pendukung dan 3 faktor penghambat terjadinya perubahan sosial di masyarakat,
dan karakter apa saja yang harus dibina melalui pembelajaran IPS di SD dalam menyikapi hal
tersebut!
4. a) Jelaskan secara singkat keterkaitan antara nilai, sikap, dan perilaku!
b) Bagaimana upaya guru dalam pembelajaran IPS untuk menanamkan nilai dan sikap kepada siswa?
Jelaskan!
5. IPS itu berbeda dengan mata pelajaran atau mata kuliah lain, karena IPS mempunyai karakteristik
(ciri khas), Mengapa demikian? Jelaskan!
6. Agar tujuan pembelajaran IPS tercapai, maka seseorang guru harus mengetahui dan memahami
karakteristik anak SD, coba anda jelaskan mengenai ciri- ciri tersebut?
7. Masalah- masalah sosial sangat kompleks yang ada di lingkungan kita dan perlu adanya pemecahan
masalah. Pilih salah satu masalah sosial yang ada dan untuk pemecahannya pilih salah satu
pendekatan dalam pemecahan sosial!
8. Ada beberapa pendekatan dalam pembelajaran IPS antara lain: inkruri, problem solving, dan STM
(Sains Teknologi Masyarakat). Pilih salah satu pendekatan tersebut dan terapkan dalam skenario
pembelajaran IPS di SD!
9. a. Jelaskan perbedaan dan persamaan IPS dan IIS!
b. Jelaskan karakteristik IPS sekolah dasar!
c. Tujuan IPS adalah membentuk siswa SD sebagai warganegara yang baik. Jelaskan apa
maksudnya! Bagaimana pembelajarannya agar tujuan IPS dapat dicapai?

10. Menurut koentjaraningrat ada 7 unsur kebudayaan, setiap unsur memiliki 3 wujud kebudayaan.
Jelaskan dan berikan contoh setiap unsur memiliki 3 wujud kebudayaan
11. Pengaruh perkembangan iptek memberikan dampak positif dan negatif. Jelaskan dan berikan cntoh!
Bagaimana solusinya agar dapat menangkal dampak negatif tersebut?
12. Ada 3 pendekatan dalam masalah sosial. Sebutkan 3 pendekatan tersebut. Jelaskan apa saja dan
berikan contoh!