Anda di halaman 1dari 8

KONSELING PKG LANJUT

KASUS OBESITAS PADA LAKI-LAKI DEWASA

OLEH :

Rahmi Zahara
NIM: 132110130

PRODI D-III GIZI 2A


POLTEKKES KEMENKES RI PADANG 2015
KASUS

Andre umur 27 tahun dengan tinggi badan 165 cm dan berat badan 80 kg, bekerja sebagai PNS
yang setiap harinya bekerja dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Istrinya bekerja di
sebuah bank swasta. Akhir-akhir ini tuan Andre mengeluh tengkuk sering sakit terutama di
persendian bagian kaki. Kemudian istrinya membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa dan
didapatkan pemeriksaan lab sbb : asam urat: 9 mg/dl ( T), gula darah puasa: 100 mg/dl (N).
Pemeriksaan fisik tekanan darah: 110/90 mmHg (N). Tuan Andre sangat menyukai makanan
goreng-gorengan, bersantan, kurang menyukai sayur terutama sayuran berwarna hijau, hanya
menyukai buah apel, mangga, pisang dan jeruk. Dokter menyarankan untuk berkonsultasi kepada
ahli gizi. Dari anamnesa gizi didapatkan asupan Energi=60 %, Protein=270 %, Karbohidrat=100
% dari kebutuhan.

Pengumpulan Data

A. Biodata
Nama : Andre Marwan
Tanggal Lahir / Umur : 14 Januari 1988 / 27 tahun
Tempat Tinggal : Lubuk Buaya, Komplek Griya Permai No 4 A
Pendidikan : SI Ekonomi
Pekerjaan : PNS
Suku / Bangsa : Minang
Data Keluarga yang Menderita Penyakit yang Sama :
Tidak ada riwayat penyakit tertentu dalam keluarga klien
Data Sosio Budaya :
Klien tinggal di perumahan yang mayoritas penghasilannya mencukupi
Data Ekonomi :
Klien bekerja sebagai PNS dan istrinya bekerja di sebuah bank swasta. Klien belum
memiliki anak
Data Riwayat Kesehatan :
Klien tidak mempunyai riwayat penyakit yang serius
B. Data Riwayat Gizi
Pola dan Kebiasaan Makan :
Klien selalu makan pagi dengan segelas teh manis dan nasi goreng, kadangkadang-kadang lontong.
Di kantor, saat makan siang klien makan nasi bungkus, teh manis, dan keripik.
Ketika sore hari, setelah pulang dari kerja, pasien biasanya membeli goreng-gorengan di
dekat kantornya dan bubur kacang hijau. Kadang-kadang, klien membeli makanan yang
lewat di depan rumahnya seperti bakso, sate, batagor, dan lain-lain Biasanya klien
membeli gorengan seperi pisang goreng, bakwan, risoles, tahu isi. Pada malam harinya,
pasien membeli nasi bungkus, keripik, dan camilan berupa roti.
Pada hari kerja atau hari- hari biasa, klien dan istrinya makan-makanan yang
dibeli karena istrinya yang bekerja. Namun, pada hari libur, istrinya selalu memasak.
Klien mengkonsumsi buah dan sayur 2 kali dalam seminggu, yaitu hari sabtu dan
hari minggu.
Jenis dan Jumlah Makanan yang Sering dikonsumsi Sehari :
a) Nasi
Pagi : ( 150 gr ), siang ( 250 gr ), malam ( 200 gr )
b) Protein Nabati ( tahu dan tempe )
Pagi : ( - ), siang ( tahu 25 gr ), malam ( tempe 25 gr )
c) Protein Hewani ( telur ayam, ayam, dan ikan )
Pagi : ( telur dadar 50 gr ), siang ( ayam gulai 50 gr ), malam ( ikan bakar 50 gr )
d) Sayur
2 kali dalam seminggu yaitu lobak, wortel, dan toge dalam porsi 50 gr
e) Buah

2 kali dalam seminggu yaitu apel, mangga, jeruk, dan pisang dalam porsi 100 gr
f) Snack
Teh Manis : 2 kali dalam sehari
Keripik : 4 bh keripik dalam sehari
Goreng-gorengan : 5 bh dalam sehari
Bubur kacang hijau : 1 porsi
Roti : 1 bungkus yang kecil
Makanan pantangan : klien tidak memiliki alergi terhadap makanan apa pun
Data Food Recall :

C.

Energi
: 3.820,95 kkal
Protein
: 338,08 gr
Lemak
: 70,58 gr
Karbohidrat : 719,55 gr
Data Antropometri
BB = 80 kg
TB = 165 cm = 1,65 m
IMT = BB/TB2
= 80/2,72
= 29, 41 kg/L
D. Data Klinis
Tekanan darah: 110/90 mmHg (N).
E. Data Biokimia
Asam urat: 9 gr/dl ( T)
Gula darah puasa: 100 mg/dl (N).
F. Data Perhitungan Kebutuhan Gizi
Rumus Mifflin = 5+10.BB+6,25.TB-5.umur
= 5+10.80+6,25.165-5.27
=5+800+1.031,25-135
=805+896,25
=1.701,25 kkal
FS=10%x1.701,25

= 170,125 kkal +
1.871,375 kkal

Aktifitas=50%x1.701,25

Penurunan 500 kkal

850,625 kkal +
2.722

kkal

500

kkal

2.222

kkal

SDA=10%x2.222
Energi

Protein

= 15% x2.444,2/4

222,2
2.444,2

kkal +
kkal

= 91,65 gr
Lemak

= 25%x2.444,2/9
= 67,89 gr

Karbohidrat

= 60%x2.444,2/4
= 366,63 gr

G. Pengkajian dan Identifikasi Data


Dari data antropometri, didapatkan bahwa IMT klien adalah 29,41 kg/m yang
berarti pasien mengalami obesitas. Pada data biokimia, klien mengalami kadar asam urat
yang tinggi dibandingkan dengan kadar asam urat normal yaitu 3,5-5 gr/dl.
Data hasil food recall klien, didapatkan energi=3.820,95 kkal, protein=338,08 gr,
lemak=70,58 gr, karbohidat=719,55 gr, yang seharusnya asupan klien yaitu
energi=2.444,2 kkal, protein=91,65 gr, lemak=67,89 gr, dan karbohidat=366,63 gr. Dari
data-data diatas, dapat dinyatakan bahwa asupan klien melebihi yang seharusnya. Karena
jika dilihat dari konsumsi klien selama satu hari, klien suka makan karbohidrat yakni
beras yang melebihi dari 300 gr. Pada protein hewani, pasien sudah sesuai dengan standar
porsi satu hari, namun pada segi protein nabati, pasien terlalu banyak mengkonsumsi
tahu. Dari segi lemak, klien sudah cukup, hanya saja konsumsi lemak klien berlebih
sedikit dari asupan lemak yang seharusnya.
Data kesehatan klien tidak menunjukan penyakit yang serius hanya saja, kadar
asam urat pada klien harus diturunkan atau dinormalkan agar tidak ada komplikasikomplikasi penyakit lainnya.
Data sosial ekonomi menunjukan bahwa klien memiliki penghasilan yang cukup
untuk keluarganya dan pasien belum memiliki anak.
Dari data anamnesa gizi dan konsumsi makanan klien, didapatkan bahwa klien
belum memahami dan mengenal menu makanan seimbang. Disamping itu, klien suka

membeli makanan dan menyukai jajanan-jajanan di pinggi jalan ataupun jajanan-jajanan


yang lewat di depan rumahnya.
H. Kesimpulan Hasil Identifikasi Data :
a) Domain Intake
NI 1.5 Kelebihan asupan energi berhubungan dengan asupan makanan oral yang
berlebih dan kebiasaan makan yang kurang baik ditandai dengan asupan E=60 %, P=270
%, KH=100 %
NI 1.7 Perkiraan kelebihan energy berkaitan dengan IMT=29, 41 kg/L
b) Domain Klinis
NC 3.3 Kelebihan BB/obesitas berkaitan dengan IMT=29, 41 kg/L
c) Domain Perilaku/lingkungan
I. Perencanaan Konseling Gizi :
a) Tujuan Konseling
1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang obesitas, diet rendah energi
dan menu seimbang
2. Mengurangi asupan energi, sehingga tercapai penurunan berat badan sebanyak
-1 kg /minggu
3. Menurunkan berat badan sampai mencapai IMT normal yakni 18,5 kg/L
4. Memberikan contoh bahan makanan dan menu seimbang yang dianjurkan dan
yang tidak dianjurkan
b) Sasaran Konseling
Pasien dan keluarga
c) Hasil Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi
Energi=2.444,2 kkal, protein=91,65 gr, lemak=67,89 gr, karbohidat=366,63 gr
Pembagian Makan Sehari :
Makan Pagi :

Roti Bakar
Telur orak arik
Jus wortel dan Pepaya

Pukul 10.00 :

Apel
Susu Skim

Makan Siang :

Nasi
Pepes Ikan
Tumis Tempe
Sayur Asam

Lalapan + sambal
Jambu Biji
Pukul 16.00

Pisang Kukus
TehTawar

Makan Malam :

Kentang Panggang
Semur Ayam
Perkedel Tahu Panggang
Setup Brokoli, wortel, dan buncis
Mangga

d) Materi
1. Pemahaman mengenai pengaturan makanan sehat
2. Pemahaman tentang obesitas, diet rendah energi dan menu seimbang
3. Penjelasan mengenai bahan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan
e) Metode Konseling
Konsultasi
f) Media
Leaflet dan food model
g) Monitoring dan Evaluasi
Monitoring :
- Asupan klien satu hari
- Status gizi klien
- Perubahan prilaku klien terhadap asupan makanan
- Hasil lab asam urat
Evaluasi :
- Asupan klien satu hari semakin baik
- Status gizi klien mencapai IMT normal
- Perubahan prilaku klien terhadap asupan makanan
- Hasil lab asam uratmencapai normal (3,5-5 gr/dl)
h) Pencatatan dan Pelaporan