Anda di halaman 1dari 17

Geologi Reservoar 2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam Geologi minyak dan gas bumi ,kita mengenal Petroleum system
yang merupakan suatu rangakain sistem atau gabungan dari unit yang
menyusunsuatu sistem dalam bentuk suatukesatuan yang saling berkaitan satu
sama lain. Dalam menghasilkan Hidrokarbonatau Minyak dan Gas bumi mulai
dari Generasi hidrokarbon dari batuan induk kemudian menjadi maceral,
kemudian bermihgasi ke batuan wadah atau reservoar dan terakumulasi di
reservoir

dan

terperangkap

dalam

suatu

sistem jebakan

sehingga

Hidrokarbon tidak dapat berpindah dari batuan reservoir jadi, batuan reservoar
dalam Geologi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Geologi Reservoar?
2. Bagaimana kontrol geologi terhadap batuan reservoir?
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dalam mempelajari geologi reservoar adalah agar dapat
mengetahui kontrol geologi terhadapt batuan reservoir.

BAB II
METODOLOGI
2.1. Metode Penelitian

Kelompok 2

Page 1

Geologi Reservoar 2016

Metode penelitian yang digunakan ialah mencari literatur, web, maupun ebook, yang mencakup kedua bahan. Kemudian menyimpulkan agar dapat
menyusun laporan.
2.2. Data dan Peralatan Penelitian
Data yang digunakan bersumber dari literature, ebook, dan paper.
Peralatan penelitian yang digunakan adalah laptop.
2.3. Diagram Alir Penelitian

Perumusan
masalah

Pencarian literatur

Mempelajari
literatur

Pengerjaan
Laporan

Membuat
Kesimpulan

Gambar 3.1 Diagram Alir


Penelitian

Kelompok 2

Page 2

Geologi Reservoar 2016

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Geologi Reservoar
Batuan reservoir adalah batuan yang digunakan untuk bermigrasi
minyak dan gas yang berasal dari batuan sumber serta mempunyai
porositas dan permeabilitas. Selain itu batuan reservoir merupakan tempat
terakumulasinya fluida hidrokarbon (minyak dan atau gas) dan air di
bawah permukaan tanah.
3.2 Lingkungan Pengendapan

Gambar 3.1 Lingkungan Pengendapan (Boggs, 2006)


a. Fluavial
Endapan fluvial juga bisa disebut sebagai endapan alluvial, mencakup
semua aktivitas yang berada sungai, aliran dan asosiasinya dengan aliran
gravitasi/ gravity flow ( Boggs, 2006 )
Endapan fluvial punya beberapa sub lingkungan pengendapan, yaitu :
a. Alluvial fan
b. Braided stream
c. Meandering stream
b. Alluvial Fan
Endapan kipas alluvial punya bentukan segment menyerupai
kerucut, dan memperlihatkan bentukan cembung keatas pada sayatan
profilnya ( coarsening upward)

Kelompok 2

Page 3

Geologi Reservoar 2016

Beberapa faktor utamanya adalah adanya slope pada lingkungan tempat


terbentuknya
Jenis endapan ini punya jenis endapan dengan pemilahan yang buruk dan
didominasi oleh material berukuran detritus kerikil

Gambar 3.2 Kipas Alluvial di mulut lembah Death Valley, California


[Photograph by john Shelton.]

Gambar 3.3 Debrish Flow Dominamated ( Boggs, 2006)


c. Debrish Flow Dominated
Endapan jenis debrish flow dominated ini dicirikan dengan
pemilihan yang buruk dan minimnya variasi struktur selain reverse graded
bedding. ( Boggs, 2006 )
Endapan ini juga mengandung material berukuran besar, seperti bongkah
brangkal hingga krikil serta pasir. ( Boggs, 2006 )
Tipe batuan pada endapan punya tipikal impermeable dan mempunyai
porosistas yang buruk /nonporous, dikarenakan pada endapan ini punya
kandungan matriks lumpur yang sangat melimpah ( Boggs, 2006 ).
Kelompok 2

Page 4

Geologi Reservoar 2016

d. Stream flow Dominated


Pada endapan jenis ini keterdapatan material sedimen hanya 20%45% saja, dimana sisanya didominasi oleh fluida.
Tipe endapan ini disusun oleh material berukuran kerikila, pasir, lanau
yang pada beberapa singkapan punya pemilahan yang baik
Struktur sedimen yang berkembang lebih banyak, yaitu perlapisan, cross
bedding dan laiminasi.

Gambar 3.4 Stream Flow Dominated (Boggs, 2006 )


e. Braided Stream
Bridge (2003, p. 153) Menurutnya sebab terbentuk dan geometri
dari braided stream dikontrol oleh debit aliran, lereng channel, ukuran
butir sedimen, tingkat kekasaran dari batuan dasar aliran, jumlah pasokan
material sedimen dan punggung aliran sungai.
Pada sungai beranyam, yang sangat terlihat jelas dan membuat
sungai terlihat seperti teranyam adalah adanya braid bars yang akan
hadir di tengah tengah aliran ( mid channel ). Beberapa Braid bar tetap
stabil dan akan bertahan lama hingga pada datangnya musim banjir yang
akan membawa pasokan air dan material baru yang melimpah dan
nantinya akan merubah pattern dari braid bar itu sendiri, selama range
waktu hingga musim banjir tersebut biasanya braid bar akan ditumbuhi
oleh vegetasi , sehingga membentuk pulau-pulau.

Kelompok 2

Page 5

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.5 Braided Stream


f. Meandering Stream
Meandering atau baisa disebut sungai berkelok mempunyai jenis
endapan yang hampir sama pada umumnya dengan endapan alluvial
lainnya, dimana profil yang didapat adalah litologi yang menghalus keatas
pada channel dan point bar nya dengan litologi seperti pasir halus, lanau
dan lempung yang berasal dari endapan limpah banjir dengan pemilahan
yang buruk hinnga sedang ( Boggs 2006 dalam Allen l970).
Dengan adanya susunan material yang telah disebutkan diatas ,
maka nnilai porositas dan permeabilitas dari meandering stream adalah
buruk. Sungai ini juga dikontrol oleh morfologi daerah yang datar ( Van
Zuidam, 1949 ).

Gambar 3.6 Meandering stream (Walker, 1984)

Kelompok 2

Page 6

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.7 Braided stream dan Meandering Stream

g. Eolian
Gurun adalah salah satu macam dari lingkungn pengendapan
dengan penciri keterdapatan pasir yang melimpah dan dapat di sebut
dengan lautan pasir. Pada daerah gurun mempunyai curah hujan yang
sangat rendah. Maka pada daerah gurun seperti danau dan sungai hanya
akan muncul secara musiman saja.
Agen transportasi yang dominan pada lingkunan gurun adalah
angin,maka material pasir yang dibawa oleh angin akan terakumulasi
menjadi gurun itu sendiri. Yang dihasilkan dari transportasi yang terjadi
adalah material berukuran kerikil, pasir, lanau dan lempung dengan sortasi
yang baik, sehingga punya permeabilitas dan porositas yang baik.

Kelompok 2

Page 7

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.8 Endapan Gurun Purba Navajo Sandstone (Jurassic) in


Zion National Park, Utah
h. Delta
Macam-macam Morfologi/Fisiografi Delta (Walker dan James,
1992):

Delta plain merupakan bagian daratan dari delta dan terdiri atas endapan
sungai yang lebih dominan daripada endapan laut dan membentuk suatu
daratan rawa-rawa yang didominasi oleh material sedimen berbutir halus,
seperti serpih organik.

Delta front merupakan bagian yang sangat aktif terjadi pengendapan dalam
lingkungan delta, terutama pada mulut distributary channel yang
mengendapkan sedimen yang kasar.

Prodelta merupakan daerah dimana material halus diendapkan secara


lambat dari suspensi.

Kelompok 2

Page 8

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.9 Suksesi Vertikal Ideal dari Facies Delta


(Coleman, J. M., 1981)
Ciri ciri endapan delta, yaitu:
a. Endapan delta umumnya tebal, beberapa ratus sampai beberapa ribu meter.
b. Endapan delta banyak mengandung pasir yang berasal dari darat/terigen.
c. Umumnya mengandung sisipan batu bara, yang terjadi pada deltaic
plainnya.
d. Secara umum makin ke atas makin mengkasar, terkecuali kalau kemudian
diikuti dengan shifting (perpindahan delta).
e. Porositas endapan delta relatif tinggi.

3.3 Kontrol Geologi Terhadap Batuan Reservoar


a. Geometri Batuan
Geometri suatu batuan akan mempengaruhi kualitas suatu
reservoar, geometri suatu reservoar harus diperhitungkan dengan tepat,
karna akan mempengaruhi banyaknya cadangan yang bisa diambil dari
reservoar tersebut. Geometri juga harus diinterpretasi dengan tepat, karna
akan menentukan bagaimana pelamparan lapisan batuan reservoar.
Kelompok 2

Page 9

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.10 Geometri Batuan


b. Litologi Reservoar
Reservoir hidrokarbon silisiklastik pada umumnya mimiliki litologi
batupasir yang dapat terbentuk diberbagai lingkungan pengendapan.
Reservoir Batupasir yang baik memiliki tektur khusus (dibahas pada sub
bab tekstur).
c. Tekstur
Tekstur batuan silisiklastik adalah suatu kenampakan yang
berhubungan dengan ukuran dan bentuk butir serta susunannya (Pittijohn,
1975). Tekstur batuan sedimen terdiri dari ukuran butir, sortasi,
pembundaran dan kemas. Ukuran butir akan mempengaruhi nilai
permeabilitas batuan dan sortasi akan mempengaruhi porositas (storage
capacity) batuan dalam menyimpan hidrokarbon.

Kelompok 2

Page 10

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.11 Hubungan antara tekstur dengan porositas dan


permeabilitas awal (Sneider, 1987).
d. Mineralogi
Pada umumnya mineral penyusun batuan sedimen silisiklastik
adalah mineral silica dan akan menentukan kualitas suatu reservoir.
Mineral penyusun batuan sedimen tergantung dari provenance atau batuan
asalnya. Batupasir kuarsa (arenite sandstone) adalah reservoir yang paling
baik bila menjadi reservoir hidrokarbon.
e. Deformasi Struktur Geologi
Proses tektonik yang berkerja pada suatu cekungan dapat
menyebabkan terjadinya perubahan struktur internal pada batuan. Sesar
dan lipatan produk tektonik dalam menjadi jebakan-jebakan hidrokarbon
atau

menjadi

jalan

migrasi

hidrokarbon.

Deformasi

juga

akan

menghasilkan fracture pada batuan, yang dapat menambah porositas


ataupun permeabilitas batuan.

Kelompok 2

Page 11

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.12 Deformasi Struktur Geologi


f. Diagenesa
Diagenesis adalah perubahan yang terjadi pada sedimen secara
alami, sejak proses pengendapan awal hingga batas dimana metamorfisme
akan terbentuk. Diagenesis tidak begitu mempengaruhi kualitas reservoar
silisiklastik, kecuali terdapat faktor lain, misalnya terdapat mineral
glaukonit yang akan menghasilkan semen yang menutup pori-pori batuan.

Gambar 3.13 Hasil peneliatian porositas terkait proses diagenesa


batupasir pada cekungan california dan serpih cekungan lousiana
( Wilson & McBride, 1988 )

Kelompok 2

Page 12

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.14 Proses diagenesa dan perubahan yang terjadi selama


proses pembebanan ( Boggs, 2006 )

3.4 Keterdapatan Mineral Lempung


Mineral lempung dalam batupasir merupakan hasil uraian dari sumber
karena transportasi yang telah dialaminya, tapi mineral lempung dapat juga
dibagi menjadi 2 kategori yaitu detritus( allogenik) dan lempung autigenik
( Wilson & Pittman, 1977, Pittman, 1979).
Detritus ( allogenik ) lempung adalah transportasi partikel secara
mekanis, dimana merupakan pembentuk utama dari endapan suatu sedimen
dan juga bercampur dengan pasir dan lanau sebagai suatu endapan.
Transportasi pada tipe ini dikontrol oleh hukum hidrodinamika.
Tipe Persebaran Mineral Lempung, yaitu:
1. Interstitial Matrix
Ketika mineral mineral lempung menyebar diantara butiran butiran
berukuran pasir. Sayatan tipis dari photomicrograph ( mikroskop
polarisasi) dari detritus lempung (DC) yang menyebar sebegai
interstitial matriks dan menurunkan intergranular atas porositasnya.

Kelompok 2

Page 13

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.15 Sayatan tipis dari photomicrograph


( mikroskop polarisasi)
2. Laminae
Mineral lempung hadur di lapisan yang sangat tipis yang berkomposisi
lempung yang laminar. Laminae dari dalam tipe ini dapat mengalirkan
minyak dan gas secara vertikal.

Gambar 3.16 Sayatan tipis dari photomicrograph


( mikroskop polarisasi)
3. Flocculates
adalah dimana mineral lempung secara flocculate membentuk ukuran
pasir sebagai agregatnya. Sayatan tipis memperlihatkan matriks
lempung yang muncul sebagai agregat butiran pasir (Photo courtesy
Amin Rinjani, PT GEOSERVICES).

Kelompok 2

Page 14

Geologi Reservoar 2016

Gambar 3.17 matriks lempung yang muncul sebagai agregat butiran


pasir (Photo courtesy Amin Rinjani, PT GEOSERVICES)
4. Distruped
dimana mineral mineral lempung terganggu oleh aktivitas biogenic,
dan persebaran yang tidak teratur yang disebabkan oleh gangguan
bilogis ini menyebabkan menurunnya tingkat permeabilitas pada
batuan dalam reservoir minyak dan gas. Sayatan tipis memperlihatkan
matriks lempung yang terkena gangguan bioturbasi.

Gambar 3.18 Distruped

Jenis Mineral Lempung


a. Lempung autigenic

Kelompok 2

Page 15

Geologi Reservoar 2016

Terbentuk didalam batuan yang tergantikan selama proses


pengendapan. Macam nya berupa semen yang berada diantar rongga
rongga dalam batuan atau juga dapat sebagai pengganti butiran yang sudah
ada sebelumnya seperti feldspar yang dimana feldspar merupakan mineral
yang kurang stabil, tidak seperti kuarsa yang lebih stabil. Untuk
memahami hubungan secara mekanis dan kimiawi dari mineral lempung
ini sangatlah penting, karena kita bisa mengerti juga tentang evolusi dan
kapasitas arus dari batuan tersebut untuk menyimpan dan memproduksi
minyak dan gas.
Kehadiran mineral lempung dalam batuan akan merusak porositas
dan per meabilitas reservoir. Ada beberapa jenis mineral lempung spt
kaolin, illit, mont morilonit, jenis-jenis ini akan memberi dampak yang
berbeda terhadap batuan reservoir. Seperti kaolin, kristalnya ber bentuk
blocky, keberadaannya dapat me nurunkan nilai porositas reservoir, tetapi
mungkin tak banyak mempengaruhi nilai permeabilitasnya. Jenis illite,
bentuk

kristalnya

fibrous,

membentuk

struktur

bridge

over.

Keberadaannya akan merugi kan nilai permeabilitas.


b. Jenis montmorilonit (smectit) dihasilkan dari ubahan gelas vulkanik. Jenis
mine ral ini bersifat mengembang (swelling) bila bereaksi dengan air.
Sehingga pro ses pengeboran dengan menggunakan water-base mud akan
membahayakan karakter reservoir.

BAB IV

Kelompok 2

Page 16

Geologi Reservoar 2016

KESIMPULAN

Batuan reservoir adalah batuan yang digunakan untuk bermigrasi minyak


dan gas yang berasal dari batuan sumber serta mempunyai porositas dan
permeabilitas.
Lingkungan pengendapan terdiri dari alluvial, alluvial fan, debrish flow
dominated, stream flow dominated, braided stream, meandering stream,
eolian, delta.
Kontrol geologi terhadap batuan reservoir adalah :
o Geometri Batuan
Geometri suatu batuan akan mempengaruhi kualitas suatu
reservoir.
o Litologi Reservoar
Reservoir Batupasir yang baik memiliki tektur khusus (dibahas
pada sub bab tekstur).
o Tekstur
Tekstur batuan silisiklastik adalah suatu kenampakan yang
berhubungan dengan ukuran dan bentuk butir serta susunannya
(Pittijohn, 1975).
o Mineralogi
Pada umumnya mineral penyusun batuan sedimen silisiklastik
adalah mineral silica dan akan menentukan kualitas suatu reservoir.
o Deformasi Struktur Geologi
Diagenesis adalah perubahan yang terjadi pada sedimen secara
alami, sejak proses pengendapan awal hingga batas dimana
metamorfisme akan terbentuk.
o Diagenesa
- Eogenesa
- Mesogenesa
- Tellogenesa
Diagenesis adalah perubahan yang terjadi pada sedimen secara
alami, sejak proses pengendapan awal hingga batas dimana
metamorfisme akan terbentuk.

Kelompok 2

Page 17