Anda di halaman 1dari 3

Nama : Febbi Finura

NPM : 11051320 (Geologi B)

Seismologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu seismos yang berarti getaran
atau goncangan dan logos yang berarti risalah atau ilmu pengetahuan. Orang Yunani
menyebut gempa bumi dengan kata-kata seismos tes ges yang berarti Bumi bergoncang atau
bergetar. Ilmu ini mengkaji tentang apa yang terjadi pada permukaan bumi disaat gempa,
bagaimana energi goncangan merambat dari dalam perut bumi ke permukaan, dan bagaimana
energi ini dapat menimbulkan kerusakan, serta proses tumbukan antar lempeng pada sesar
bumi yang menyebabakan terjadinya gempa.
Studi tentang gempabumi itu sendiri tetap menjadi inti dari ilmu seismologi. Seismologi pada
mulanya merupakan ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi, tetapi karena
perkembangan dari pengetahuan dan teknologi seismologi telah tumbuh menjadi sangat luas
dengan bertambahnya beberapa cabang lain.
Cabang seismologi selain yang khusus mempelajari tentang gempa bumi antara lain adalah
seismologi teknik (earthquake engineering), seismologi prospecting, seismologi nuklir,
seismologi forecasting. Seismologi sendiri merupakan cabang dari Solid earth physics yang
merupakan cabang ilmu geofisika. Sedang geofisika sendiri merupakan cabang dari geosains.
Untuk jelasnya posisi seismologi dari anak cabang geofisika dapat dilihat pada skema
berikut:
Seismologi sendiri terbagi menjadi 4 yaitu :
1. Seismologi Observasi :
Pendektesian dan perekaman gempa-gempa yang terjadi di permukaan bumi.
Mengkatalog gempa-gempa.
Mengamati efek-efek dari gempa yang terjadi.
2. Seismologi Teknik :
Estimasi bencana seismik dan resikonya.
Perancangan bangunan-bangunan tahan gempa.
3. Seismologi Fisis :
Studi tentang karakteristik fisika dari sumber-sumber gempa.
Studi tentang sifat-sifat interior bumi.
4. Seismologi Eksplorasi :
Penerapan metode-metode seismik dalam pencarian sumber daya alam.
Aktivitas yang terkait dengan seismologi meliputi kegiatan kegiatan pengamatan, eksperimen
dan penelitian di laboratorium serta penelitian secara teoritis. Obyek penelitian bidang
seismologi adalah bagian dalam bumi sedangkan pengamatannya dilakukan di permukaan,
sehingga sering mengalami kendala, dimana hasil interpretasinya antara peneliti yang satu
dengan yang lain sering berbeda. Hal ini karena di samping penelitian tidak pada obyeknya

langsung, tetapi juga menggunakan asumsi-asumsi yang berbeda. Untuk menghasilkan


interpretasi yang lebih akurat seismologist harus beriringan dengan peneliti geofisika lain
seperti geolistrik, geomagnet, gravitasi, dll.
Seismologi menjadi disiplin ilmu sendiri sejak awal abad ke 20, namun dasar teori seperti
teori elastisitas telah berkembang sejak pertengahan abad ke 19 oleh Cauchy dan Poisson.
Tetapi pengamatan gempa bumi telah dimulai sejak akhir zaman prasejarah, terutama tempat
yang sering terjadi gempa bumi.

Seismologi Eksplorasi
Disini kita akan membahas tentang dasar dasar dari seismologi eksplorasi, karena blog ini
tentang geofisika. Dan saya ingin membahas tentang metode geofisika, yaitu metode seismik.
Metode seismik sendiri dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran
dilakukan dengan menggunakan sumber seismic (palu, ledakan, dll). Setelah usikan
diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi
hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan
akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan
partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat
diperkirakan bentuk lapisan/struktur di dalam tanah.
Metode seismik di bagi menjadi dua, yaitu seismik refraksi (Bias) dan seismik refleksi
(pantul). Survey refleksi memberikan data yang lebih akurat dan cakupan luasan yang besar
sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena survey refleksi membutuhkan biaya
lebih besar daripada survey refraksi, maka sebagai konsekuensinya survey refraksi lebih
senang digunakan untuk lingkup sempit/kecil. Misalnya digunakan dalam mendukung
analisis lingkungan atau geologi teknik. Sedangkan survey refleksi digunakan dalam
eksplorasi minyak bumi.
Metode seismik refleksi merupakan metode geofisika yang umumnya dipakai untuk
penyelidikan hidrokarbon. Biasanya metode seismik refleksi ini dipadukan dengan metode
geofisika lainnya, misalnya metode grafitasi, magnetik, dan lain-lain. Namun metode seismik
refleksi adalah yang paling mudah memberikan informasi paling akurat terhadap gambaran
atau model geologi bawah permukaan dikarenakan data-data yang diperoleh labih akurat.

Dalam metode seismik sendiri alat-alat yang digunakan untuk surveynya terbagi menjadi 2
yaitu alat survey darat dan alat survey laut. Di survey darat alat-alat yang digunakan untuk
membuat sumber seismik adalah palu seismik, ledakan, dan truk seismik. Sedangkan alat
penerima gelombang seismiknya adalah geofon. Jika survey laut alat-alat untuk membuat
sumber seismiknya adalah airgun yang dibawa oleh kapal dan penerima gelombangnya
adalah hidrofon.