Anda di halaman 1dari 8

Media Transpor, Penyubur, Diferensial, Selektif dan uji biokimia Untuk Salmonella sp dan

Shigella sp
http://rahmawan-arif.blogspot.co.id/2011/06/media-transpor-penyubur-diferensial.html
02.15 Lab. Bakteriologi No comments
Media Untuk Salmonella sp dan Shigella sp
BAB I
Tinjauan Pustaka
A. Media
1. Definisi
Suatu bahan yang terdiri dari campuran nutrisi / zat makanan yang dipakai untuk menumbuhkan
mikroorganisme ( bakteri, virus, jamur,
2. Macam media menurut fungsinya
a. Media selektif
Media yang selain mengandung nutrisi juga ditambah suatu zat tertentu sehingga media tersebut dapat menekan
pertumbuhan mikroba lain dan merangsang pertumbuhan mikroba yang diinginkan.
b. Media diperkaya (enrichment)
Media diperkaya adalah media yang mengandung komponen dasar untuk pertumbuhan mikroba dan
ditambah komponen kompleks seperti darah,serum, kuning telur. Media diperkaya juga bersifat selektif
untuk mikroba tertentu.
c. Media diferensial
Media ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroba dari bakteri lainnya yang sama-sama tumbuh dalam media
perbenihan berdasar karakter spesifik yang ditunjukkan pada media diferensial, misalnya TSIA (Triple Sugar
Iron Agar) yang mampu memilih Enterobacteria berdasarkan bentuk, warna, ukuran koloni dan perubahan
warna media di sekeliling koloni, media Mac conkey agar merupakan media diferensial dan slektif karena tidak
dapat menumbuhkan bakteri gram positif
d. Media transport
Media yang digunakan sebagai transport spesimen untuk suatu pemriksaan
e. Media uji biokimia
Media untuk melihat karakteristik bakteri melalui reaksi biokimia

B. Kuman Salmonella dan Shigella


1. Salmonella
a. Taksonomi
Kindom : Bakteria
Filum: Proteobakteria
Kelas: Gamma Proteobakteria
Ordo: Enterobakteriales
Famili: Enterobakteriakceae
Genus: Salmonella
Lignieres 1900
b. Fisiologi
Kuman berbentuk batang, tidak berspora dan tidak bersimpai tetapi mempunyai flagel feritrik (fimbrae).
Kuman tumbuh pada suasana aerob dan fakultatif anaerob, pada suhu 15 - 41oC (suhu pertumbuhan optimum
37oC) dan pH pertumbuhan 68.

c. Morfologi koloni
1) Pada blood agar koloni besar, bentuk bulat, permukaan agak cembung, licin,
jernih
2) Pada Mc Conkey, koloni tidak berwarna, tidak meragi laktosa
3) pada agar Wilson Blair koloni kuman berwarna hitam berkilat logam akibat
pembentukan H2S
d. Morfologi mikroskopik
1) gram negatif
2) batang pendek
3) susunan tidak teratur
2. Shigella
a. Taksonomi
Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Class : Gammaproteobacteria
Ordo : Enterobacteriales
Family : Enterobacteriaceae
Genus : Shigella
Castellani & Chalmers 1919
b. Morfologi mikroskopis :
1) gram negatif
2) bentuk batang pendek
3) susunan tidak teratur
4) tidak berflagel, tidak berkapsul, tidak Berspora
c. Morfologi makroskopis
1. Pada Mc Conkey agar,warna koloni tidak berwarna,tidak meragi laktosa
kecuali Shigella sonnei
2. pada SS agar, koloni kecil dan halus, tidak Berwarna
C. Media untuk Salmonella Shigella
1. Media Transport
a. Carry and blair
Media carry and blair adalah media transport Untuk kuman patogen
usus(salmonella,shigella,vibrio,campylobacter). Semua spesimen tinja yg memerlukan waktu pengiriman lbh
dari satu jam harus menggunakan media ini
2. Media Penyubur
a. Selenit
Media ini digunakan untuk mengadakan isolasi spesies Salmonella dari spesimen-spesimen seperti urin dan
feses. Sodium selenit merupakan inhibator terhadap Eschericia coli dan beberapa spesies dari Shigella
Media ini mengandung pepton dari daging, laktosa, sodium selenitte, dipotassium hydrogen phospatase,
potassium dihidrogen phospatase, selenite menghambat pertumbuhan bakteri coliform enteric dan
enterocccus,sebagian besar pada saat 6-12 jam pertama dari inkubasi. Salmonella, proteus, pseudomonas tidak
dihambat. Adanya pertumbuhan pada media dapat dilihat warna media yang menjadi keruh.
b. Gram Negative Broth ( GN Broth )
Media selektif gram negatif digunakan untuk pembiakan bakteri patogen saluran pencernaan ( salmonella spp
dan shigella spp) dari spesimen faeces dan rectal swab. Larutan berisi beberapa bahan aktif termasuk natrium
sitrat dan natrium deoksikolat yang menghambat pertumbuhan organisme gram positif dan mempercepat
pertumbuhan bakteri gram negatif. Untuk mengoptimalkan selektfitas media, GN broth setelah diinkubasi 6-8

jam setelah penanaman pertama harus diisolasi ulang dan diinkubasikan kembali, apabila melewati waktu
tersebut bakteri nonenterik patogen akan tumbuh melampaui patogen.

3. Media diferential
a. Media Mac Conkey ( MC )
Media Mac Conkey adalah untuk menumbuhkan bermacam-macam kuman khususnya untuk kuman gram
negatif basil seperti Salmonella, Shigella, Hidrocolera, E.Coli.
1) Kandungan media
a) Pepton sebagai sumber nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri
b) Laktosa sebagai sumber energi dan bahan karbohidrat
c) Bile salt dan kristal violet sebagai penghambat tumbuhnya bakteri gram positif (+)
d) NaCl sebagai pengatur keseimbangan tekanan osmosis pada media
e) Neutral red sebagai indikator untuk mengetahui terbentuk tidaknya asam karena pemecahan karbohidrat
f) agar sebagai bahan pemadat media dan tempat tumbuhnya mikroba atau bakteri
2) Komposisi
a) Pepton 17 g
b) polipepton 3 g
c) Laktosa 10 g
d) Garam empedu 1,5 g
e) Natrium klorida 5 g, agar 13,5 g
f) Neutral red 0,03 g
g) Kristal violet 0,001 g
h) Aquadest s.d. 1 liter
i) pH 7,1
4. Media Selektif
a. SS agar
Salmomella shigella agar adalah media selektif untuk mengisolasi kuman Salmonella sp dan Shigella sp dari
sampel feses,urin, dan makanan. Untuk khusus isolasi kuman shigella Media ini tidak disarankan karena
beberapa strain shigella akan terhambat.
1) Media ini tersusun dari beberapa macam bahan yaitu :
a) Campuran Ekstrak daging dan pepton menyediakan kebutuhan nitrogen
b) Vitamin, mineral, dan asam amino diperlukan untuk pertumbuhan
c) Campuran bile salt, sodium sitrat, dan brilliant green menghambat bakteri gram positif, sebagian besar
bakteri coliform dan pertumbuhan swarming Dari Proteus Sp.Sehingga kuman Salmonella sp dan Shigella sp
dapat tumbuh dengan baik.
d) Neutral red sebagai indikator
e) Ferric citrate mendeteksi adanya H2S yang dihasilkan bakteri seperti Proteus dan beberapa strain dari
Salmonella akan terbentuk koloni dengan titik hitam ditengah.
2) Pembuatan
a) Komposisi ( g/l )
(1) Laktosa : 10,00
(2) Campuran bile salt : 8,50
(3) Natrium sitrat : 8,50
(4) Natrium thiosulfat : 8,50
(5) Ekstrak daging : 5,00
(6) Campuran pepton : 5,00
(7) Fe (III) citrate : 1,00

(8) Neutral red : 0,02


(9) Brilliant Green : 0,0003
(10) Agar-agar bakteri : 12,0
b) Prosedur pembuatan :
(1) Larutkan 60 gram media dalam 1 liter air destilasi
(2) Campur dengan baik sampai diperoleh campuran yang homogen.
(3) Panaskan sampai mendidih satu menit, jangan diautoklaf.
(4) Dinginkan sampai suhu 45-50 OC tuang ke dalam petri.
(5) Simpan pada suhu 8-15oC dengan pH 7,0 0,1.
(6) Media akan berwarna merah muda merah.
3) Karakteristik koloni yang tumbuh.
Bakteri yang tidak meragi laktosa membentuk koloni yang bersih transparan dan tidak berwarna Bakteri
koliform pertumbuhannya akan terhambat dengan membentuk koloni yang kecil, berwarna merah muda sampai
merah.
b. Xylose Lysine Deoxycholate
XLD adalah media selektif dan diferensial kuman enterobacteriaceae khususnya untuk salmonella sp dan
shigella sp. Media XLD dapat dikombinasikan dengam media penyubur Gram Negative Enrichment broth
untuk mendapatkan isolasi yang lebih baik.
Pada pH ini kuman Salmonella menghasilkan H2S, H2S akan mereduksi tiosulfat dan besi dengan membentuk
warna hitam pada koloni. Natrium deoksikolat akan menghambat bakteri Gram (+) dan bakteri gram (-) non
enterik.
Media ini direkomendasikan oleh United States Pharmacopeia XX (1980)
1) Komposisi
a) xilosa 3,50 g
b) lisin 50 g
c) laktosa 7,50 g
d) sukrosa 7,50 g
e) natrium klorida 50 g
f) yeast extract 3,0 g
g) fenol red 0,08 g
h) agar 13,50 g
i) natrium deoksikolat 2,50 g
j) natrium tiosulfat 6,80 g
k) ferric ammonium citrate 0,80 g
l) aquadest s.d. 1 liter
m) pH 7,4
2) Karakteristik koloni
5. Media uji biokimia
a. KIA ( Klinger Iron Agar)
1) Untuk menguji adanya:
a) H2S
b) Fermentasi karbohidrat
c) Gas
b. SIM ( Sulfit Indol Motility )
1) Digunakan untuk uji
a) H2S
b) Indol
c) Motilitas bakteri

c. Urea
Untuk menguji fermentasi urea
d. Citrat
Digunakan untuk mengetahui apakah bakteri menggunakan citrat sebagau sumber karbon atau tidak.
e. MR / VP
1) MR
Untuk mengetahui adanya pembentukan asam
2) VP
Untuk menguji adanya acetoin
f. PAD
Digunakan untuk menguji adanya phenyl piruvat
g. Media gula-gula
Untuk mengetahui adanya fermentasi berbagai macam jenis karbohidrat.
DAFTAR PUSTAKA
www.condalab.com (Diakses pada Kamis, 17 Maret 2011,pukul 19.00)
www.evaluation-standards.org.uk (Diakses pada Kamis, 17 Maret pukul
19.00)
http://id.wikipedia.org/wiki/Salmonella (Diakses pada Jumat, 18 Maret 2011
pukul 16.00)
D-6100 Darmstadt 1 Frankfurter Strabe 250, E. Merck.1985.Handbook Culture Media MERCK.Semarang: CV
Jurus Maju.

http://analismuslim.blogspot.co.id/2012/02/macam-macam-media-enrichment-dan-cara.html

Macam-macam Media Enrichment dan Cara Pembuatannya


Friday, February 10, 2012 BAKTERIOLOGI, LABORATORIUM

Media enrichment adalah media yang diperkaya dengan zat-zat tertentu sehingga
dapat menyuburkan pertumbuhan mikroba yang hendak diisolasi. Yang termasuk media
enrichment antara lain BHIB, TSB , SCB, dan APW.
Media pengaya, dipergunakan dengan maksud

memberikan

kesempatan

terhadap satu jenis/kelompok mikroba untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat dan
jenis/kelompok lainnya yang sama-sama berada dalam satu bahan. Misalnya untuk
memindahkan bakteri penyebab penyakit tifus dari bahan tinja (kotoran manusia).
Tetapi media pengaya telebih dahulu, mungkin yang akan tumbuh dan berkembang
adalah semua jenis kelompok yang ada di dalam bahan, karena di dalam tinja bukan
hanya puluhan tetapi mungkin ratusan jenis dan mikroba yang akan didapatkan.
Dengan

media

kesempatan

pengaya seperti kaldu selenit

untuk

pertumbuhan

dan

ataupun kaldu tetrationat,

perkembangbiakkan

mikroba

lain

maka
akan

terhambat/terhenti untuk waktu-waktu tertentu, tetapi tidak untuk salmonella. Misalnya


dalam waktu antara 18-22 jam, maka kemungkinan besar mikroba lain akan terhambat
dan salmonella akan tumbuh, sehingga kalau kemudian dibiakkan kedalam media
selanjutnya, jenis tersebut yang besar kemungkina akan didapatkan.
Media ini diperkaya dengan kandungan nutrien tertentu dalam rangka
mengoptimasi pertumbuhan bakteri tertentus.Selain nutrient, bias juga ditambahkan 1).
Bahan penghambat bakteri lain, 2). Indikator selektivitas.
TSB (Trypticase Soy Broth) adalah medium dasar untuk menumbuhkan berbagai
mikroorganisme. Trypticase Soy Agar digunakan untuk medium pertumbuhan dengan

tujuan: mengamati morfologi koloni, mengembangkan kultur murni, pertumbuhan untuk


tes biokimia. TSA juga biasa digunakan untuk penghitungan jumlah bakteri.
Alat dan Bahan
:
- Neraca teknis
- Serbuk selenite broth 1,9 gram
- Beaker glass
- Serbuk Trypic Soy Broth sebanyak 3 gram
- Labu Erlenmeyer
- Serbuk BHIB sebanyak 3,7 gram
- Batang pengaduk
- Pipet pastur plastik
- Spatel
- Aquadest
- Tabung reaksi
- Koran
- Cawan kaca
- Autoklaf
- Lemari pendingin (Kulkas)
- Waterbath
- Kapas dan kasa
Cara Kerja
:
1. Media Selenite Broth
Alat dan bahan disiapkan
Kemudian di timbang beaker glass di neraca teknis, kemudian tambahkan 1,9 gram
serbuk selenite broth.
Kemudian ditambahkan 100ml aquadest ke dalamnya. Diaduk hingga homogen.
Setelah homogen, larutan dimasukkan ke dalam tabung reaksi ( 30 buah ). Masing
masing tabung mempunyai volume yang sama.
Setelah semua tabung terisi rata, mulut tabung ditutup menggunakan kapas, kemudian
di sterilkan di dalam autoklaf.
Setelah disterilkan, tabung diberi etiket, kemudian disimpan di tempat yang sesuai.
2. Media BHIB
Alat da bahan disiapkan.
Kemudian ditimbang serbuk BHIB sebanyak 3,7 gram.
Setelah itu, ditambahkan aquadest sebanyak 100ml, dihomogenkan.
Apabila setelah homogen larutan tidak terlihat jernih, panaskan larutan dalam waterbath
sambil diaduk-aduk hingga larutan menjadi kuning jernih.
Setelah jernih,larutan didiamkan sebentar, kemudian dimasukkan ke dalam 30 tabung
reaksi. Masing-masing tabung reaksi mempunyai volume yang sama.
Mulut tabung reaksi ditutup dengan kapas, kemudia disterilkan dalam autoklaf.
Setelah itu, tabung diberi etiket, kemudian disimpan di tempat yang sesuai.
3. Media Trypic Soy Broth
Alat dan bahan disiapkan.
Kemudian ditimbang serbuk Trypic Soy Broth sebanyak 3 gram,lalu dilarutkan dengan
aquadest sebanyak 50ml di dalam erlenmeyer, dihomogenkan.
Setelah homogen,larutan dipanaskan hingga larutan benar-benar menjadi homogen.
Lalu mulut erlenmeyer ditutup dengan kapas yang dibalut dengan kasa,tutup mulut
tabung menggunakan koran. Kemudian disterilkan di autoklaf dengan suhu 121 derajat
celcius.

Setelah disterilkan, media dituang ke dalam cawan kaca yang telah disterilkan terlebih
dahulu. Media dituang dengan cara aseptik, dan cawan kaca hanya terisi 1/3 dari
volume cawan kaca.
Setelah media dituang, kemudian tunggu hingga dingin dan mengeras.
Cawan kaca diberi etiket, kemudian disimpan di lemari pendingin dengan tutup cawan
menghadap ke bawah.
Hasil
:
Dalam praktikum kali ini dihasilkan :
1. Media Selenite Broth sebanyak 100 ml
2. Media BHIB sebanyak 100 ml
3. Media Trypic Soy Broth sebanyak 50 ml
Pembahasan

Perhitungan BHIB :

Pada botol tertera aturan pakai 37 gram/liter. Sedangkan yang akan dibuat 100 ml,
maka berat BHIB yang dibutuhkan adalah:
37/1000 x 100 = 3,7 gram