Anda di halaman 1dari 10

DISKREPANSI GOLONGAN DARAH ABO

PADA ANEMIA HEMOLITIK AUTOIMUN


Hairul Anwar.1,*, MuhiddinR.2, Arif M.2
1

PPDS Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar;


Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar.
* unay.th@gmail.com

PENDAHULUAN
Diskrepansi adalah perbedaan hasil pemeriksaan golongan darah antara
forward grouping (cell typing) dan reverse grouping (serum typing / back
typing).Forward

grouping

merupakan

pemeriksaangolongan

darah

untuk

mendeteksi adanya antigen pada permukaan membran sel darah merah dengan
cara mereaksikan sel darah merah tersebut dengan antisera anti-A dan anti-B,
sedangkan reverse grouping merupakan pemeriksaan golongan darah untuk
mendeteksi antibodi pada serum atau plasma yang direaksikan dengan suspensi
sel darah merah golongan A, B dan O dari individu sehat yang telah diketahui
jenis golongan darahnya (sebagai kontrol negatif) dan autokontrol dengan
menggunakan sel darah merahnya sendiri.1,2,3
Insiden diskrepansi berdasarkan penelitian oleh Layla Bashawriet
al(2009)ditemukan 1 dari 517 sampai 1 dari 3400 sampel dengan kasus
diskrepansi. Penelitian yang sama dilakukan oleh Chiaroni J. et al (2004) pada 35
Rumah Sakit di Prancis ditemukan 118 kejadian diskrepansi dari 407.769
pemeriksaan. Insiden diskrepansi sistem golongan darah ABO 1 dari 3400,
sebagian besar disebabkan oleh kesalahan teknis termasuk kesalahan administrasi
dan identifikasi sampel.4,5
Permasalahan timbul saat adanya komplain, reaksi transfusi, keraguan
dalam mendeteksi aglutinasi, serta
darah.Kesalahan

interpretasi

akibat

kesulitan dalam menentukan golongan


diskrepansi

dapat

mengancam

jiwa

penderita.Hal ini dapat terjadi karena kesalahan teknis dan berbagai kondisi
klinis / penyakit, sehingga perlu untuk memastikan bahwa semua faktor-faktor
kesalahan teknis yang dapat menyebabkan diskrepansi telah disingkirkan.
Kesalahan teknis yang dapat menyebabkan terjadinya diskrepansi adalah
1

kesalahan

pelabelan

tabung

sampel,

reagen

yang

terkontaminasi,

overcentrifugation atau undercentrifugation, suhu inkubasi tidak tepat serta


kesalahan interpretasi atau pencatatan.3
Setelah menyingkirkan kesalahan teknis, perlu mengetahui informasi yang
berhubungan dengan status penderita (umur, diagnosis penyakit, riwayat transfusi,
riwayat terapi serta riwayat kehamilan) dan adanya penyakit atau kelainan. Salah
satu kelainan yang dapat menyebabkan terjadinya diskrepansi adalah Anemia
Hemolitik Autoimun (AHA).3
Anemia hemolitik autoimun adalah anemia hemolitik yang timbul karena
terbentuknya autoantibodi terhadap eritrosit sendiri sehingga menimbulkan
destruksi (hemolisis) dan memperpendek usia eritrosit (normal 100-120 hari)
melalui

aktivasi

sistem

komplemendan

proses

fagositosis

di

sistem

retikuloendotelial. Berdasarkan sifat reaksi antibodi AHA diklasifikasikan menjadi


AHA tipe hangat (warm) dan tipe dingin (cold).Anemia hemolitik autoimun tipe
hangat adalah reaksi antigen-antibodi terjadi maksimal pada suhu tubuh (37C)
sedangkan AHA tipe dingin adalah reaksi antigen-antibodi terjadi maksimal pada
suhu rendah (4C).6
Autoantibodi IgM mengikat antigen membran eritrosit (terutama antigen I)
pada AHA tipe dingin, kemudian terbentuk kompleks penyerang membran
(membran attacking complex), yaitu suatu kompleks komplemen yang terdiri atas
C5, C6, C7, C8 dan C9.Kompleks penyerang ini menimbulkan kerusakan pada
membran

eritrosit

sehingga

terjadi

hemolisis

intravaskuler.

Hemolisis

ekstravaskuler dapat terjadi karena prosesfagositosis oleh makrofag dalam sistem


retikuloendotelial.6
Diskrepansi sistem golongan darah ABO harus diatasi dengan segera karena
dapat berakibat fatal bila dilakukan pada tindakan transfusi darah dan transfusi
organ.1,7Laporan kasus ini akan membahas mengenai kasus diskrepansi sistem
golongan darah ABO pada penderita dengan Anemia hemolitik autoimun.

KASUS
Penderita B adalah seorang perempuan berusia 41 tahun 1 bulan yang
dirawat di Instalasi Rawat Darurat non bedah dan bagian Penyakit Dalam RSUP
dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar dengan diagnosa Anemia pro
evaluasi. Penderita masuk rumah sakit tanggal 5 Januari 2013 dengan keluhan
utama lemas dan pucat yang dialami sejak satu bulan terakhir dan memberat sejak
satu minggu sebelumnya. Penderita tidak dapat beraktifitas karena merasakan
sakit kepala dan pusing.
Riwayat dirawat di RS Kabupaten dengan keluhan yang sama. Rencana
transfusi namun tidak ditemukan darah yang cocok.Tidak ada riwayat transfusi
sebelumnya. Tidak ada riwayat keluarga menderita kelainan yang sama. Riwayat
penyakit perdarahan dan penyakit keganasan dalam keluarga disangkal.Diagnosa
sementara anemia proevaluasi, penatalaksanaan awal rencana transfusi Plasma
Red Cell (PRC) 500 cc.
Pemeriksaan fisis didapatkan keadaan umum yaitu sakit berat, gizi kurang,
sadar dengan tanda vital tekanan darah 90/50 mmHg, denyut nadi 80x/menit,
suhu

tubuh 36,5o C, dan frekuensi pernapasan 26x/menit. Didapatkan juga

hepatomegali. Pemeriksaan laboratorium didapatkan eritrosit 0.16x106/uL,


hemoglobin 2.0 g/dl, hematokrit 2.7 %, MCV 168.8 fL, MCH125.0 pg,
MCHC74.1 g/dl, lekosit 21.54x103/uL, trombosit 238x103/uL.Hasil pemeriksaan
apusan darah tepi didapatkan kesan anemia hemolitik.
Hasil pemeriksaan golongan darah di Bank Darah Rumah Sakit (BDRS)
RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo didapatkan golongan darah AB rhesus positif
dengancold autoantibody (Tabel 1)

Tabel 1.Hasil pemeriksaan golongan darah BDRS RSUP Wahidin Sudirohusodo


Makassar
LEMBAR KERJA PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO DAN RHESUS
Cell
Serum Grouping
Auto
Grouping
Control Anti
Pemeriksaan
Kesimpulan
Anti Anti
A
B
O
-D
-A
-B
cells cells cells
Awal
3+
3+
2+
2+
2+
2+
3+
Ekstra antibody
Eritrosit cuci
3+
3+
2+
2+
2+
2+
3+
Ekstra antibody
AB Rh Positif dengan
Suhu 37C
3+
3+
Neg Neg Neg
Neg
3+
cold autoantibody
Indirect
Serum penderita + sel O + Anti Human Globulin
Coombs
Positif
pada suhu 37C
test
Sumber : data primer

Berdasarkan hasilpemeriksaan diatas didapatkan ketidaksesuaian golongan darah


ABO antara metode forward dan reverse.
PEMBAHASAN
Diskrepansi terjadi bila hasil pemeriksaan golongan darah antara forward
grouping dan reverse grouping tidak sesuai. Sangat penting untuk mengenal hasil
diskrepansi dan bagaimana menanganinya karena kesalahan interpretasi
diskrepansi ABO dapat mengancam jiwa penderita. Penyebab ketidaksesuaian
hasil dapat terjadi karena kekuatan reaksi lebih lemah, reaksi tidak muncul pada
forward atau reverse grouping, serta terjadinya reaksi yang berlebihan.8
Diskrepansi dibagai menjadi empat kategori, yaitu 1,7:
1. Diskrepansi grup I merupakan ketidaksesuaianyang terjadi padareverse
grouping karena antibodi yang lemah atau hilang. Diskrepansi ini paling sering
terjadi dibanding grup lainnya dan dapat ditemukan pada bayi baru lahir, orang
tua, penderita leukemia, penderita yang mengkonsumsi obat imunosupresif,
penderita

dengan

congenital

agammaglobulinemia,

penderita

setelah

transplantasi sumsum tulang.


4

2. Diskrepansi grup II merupakan ketidaksesuaian yang terjadi pada reverse


grouping karena antigen yang lemah atau hilang. Diskrepansi ini dapat terjadi
padaHodgkins disease dll.
3. Diskrepansi grup IIImerupakan ketidaksesuaian yang terjadi pada forwarddan
reverse grouping karena abnormalitas protein atau plasma yang mengakibatkan
terbentuknya rouleaux. Diskrepansi ini disebabkan oleh peningkatan jumlah
globulin pada multiple myeloma, peningkatan jumlah fibrinogen, plasma
ekspanders (dextran)
4. Diskrepansi grup IVmerupakan ketidaksesuaian yang terjadi pada forward and
reverse karena adanya masalah pada antibodi, biasanya terjadi pada
autoantibodi reaksi dingin dimana eritrosit diselubungi oleh antibodi sehingga
akan teraglutinasi secara spontan, isoaglutinasi yang tidak diharapkan dll.
Pada

penderita

(kasus)

tersebut

diatas,

diagnosa

AHAditegakkan

berdasarkan gambaran apusan darah tepi dengan kesan anemia hemolitik (Gambar
1).Penyakit AHA tipe dingin sering mengalami anemia berat yang memerlukan
transfusi darah, maka dilakukan pemeriksaan golongan darah.Berdasarkan
hasilpemeriksaan diatas didapatkan ketidaksesuaian atau diskrepansi golongan
darah ABO antara forward dan reverse grouping.

a
d
b
c

Gambar 1.Apusan darah tepi dengan gambaran hemolitik yang ditandai adanya
aglutinasi eritrosit dan normoblast.
Keterangan: (a) fragmentosit (b) normoblast (c) aglutinasi eritrosit (d) sferosit
Hasil pemeriksaan golongan darah pada penderita ini adalah AB rhesus
positif dengan cold antibodymenyebabkan terjadinya diskrepansi grup IV.Hal ini
dapat terjadi karena beberapa penyebab, salah satunya autoantibodi reaksi dingin
bila sel darah merah diselubungi oleh antibodi yang akan teraglutinasi secara
spontan.1
Autoantibodi reaksi dingin dapat ditemukan pada AHA tipe dingin atau
Cold Aglutinin Syndrom (CAS). Penyakit AHA tipe CAS terjadi karena adanya
autoantibodi IgM tipe dingin yang menyebabkan aglutinasi eritrosit invitro pada
suhu dingin ( 4-18C) dan hemolisis in vivo pada titer antibodi yang tinggi(>
1:10.000) dan

tidak bereaksi pada suhu hangat (37C).3,6Pemeriksaan

dilanjutkan dengan pencucian eritrosit tapi didapatkan hal yang sama sehingga
dugaan adanya abnormalitas pada protein bisa disingkirkan. 3,6
Salah satu faktor yang mempengaruhi aglutinasi adalah temperatur karena
pada antibodi golongan darah yang berbeda mempunyai kecenderungan untuk
bereaksi pada suhu yang berbeda, misalnya antibodi darah grup ABO bereaksi
baik pada suhu 4C (cold antibodi). Antiboditipe dingin hanya aktif pada suhu
rendah (tidak aktif pada 37C).Masalah diskrepansi dapat diatasi dengan
menginkubasi eritrosit penderita pada suhu 37C kemudian dicuci dengan salin
hangat pada suhu 37C sebanyak 3 kali dan didapatkan golongan darah AB rhesus
positif dengan cold autoantibody. Jika cara tersebut tidak berhasil dapat dilakukan
dengan cara lain yaitu eritrosit penderita ditambahkan dengan 0,01 M
dithiothreitol (DTT). 1,3,9
Pemeriksaan lanjutan untuk diskrepansi grup IV ini adalah skrining
antibodi untuk konfirmasi antibodi spesifik, namun tidak dilakukan karena belum
tersedia sarana untuk pemeriksaan ini di BDRS.

SIMPULAN DAN SARAN


Telah dilaporkan kasus diskrepansi grup IV pada penderita anemia
hemolitik

autoimun.

Diagnosis

anemia

hemolitik

autoimun

ditegakkan

berdasarkan gejala klinis pucat, pemeriksaan fisik ditemukan anemia dan


hepatomegali serta gambaran apusan darah tepi dengan kesan anemia
hemolitik.Diskrepansi grup IV berdasarkan hasil pemeriksaan golongan darah
pada penderita ini ditemukan ekstra antibodi yang menyebabkan terjadinya
diskrepansi.
Untuk mengatasi masalah diskrepansi ini, eritrosit penderita diinkubasi
sebentar pada suhu 37C kemudian dicuci dengan salin hangat pada suhu 37C
sebanyak 3 kali dan didapatkan golongan darah AB rhesus positif dengan cold
autoantibody.
Saran untuk kasus diskrepansi adalah dilanjutkan dengan pemeriksaan skrining
antibody untuk konfirmasi antibodi spesifik.

DAFTAR PUSTAKA
1. Harmening,DM. The ABO Blood Group System in Modern Blood
Banking and Transfussion Practices. 5th Ed, Davis Company, United
Stapemeriksaan of America, 2005 ; 109-128.

2. Hillyer,Cet al. ABO and H Blood Group Systems in Transfussion


Medicine and Hemostasis Clinical and Laboratory Aspects. 1 st Ed,
Elsevier, United Kingdom, 2009;119-120.
3. Serologi Golongan Darah dalam Modul Pelatihan Petugas Transfusi
Darah. Depkes RI, 2009;13-24.
4. Bashwari,L. et al. Analysis of ABO Discrepancies Occuring at a
University Hospital, Al-khobar, Saudi Arabia in Bahrain Medical Bulletin,
Vol.31, No.4, December 2009.
5. Chiaroni,j. et al. Analysis of ABO Discrepancies Occuring in 35 French
Hospital available atwww.ncbi.nlm.nih.gov last updated on 2004, accessed
on May 2013.
6. Bakta I M .Anemia Hemolitik dalam Hematologi Klinik Ringkas.
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Denpasar, 2007; 71-77.
7. Efrida. Pemeriksaan Laboratorium Sebelum Transfusi darah dan Pada
Reaksi Transfusi, Maret 2012.
8. Sukorini,U. Diskrepansi ABO. Bagian Patologi Klinik FK-UGM,
Yogyakarta, 2012.
9. Kumawat,V.,Marwaha,N., Sharma,R. ABO Discrepancies available at
www.austine.ac.edulast updated on 2008, accessed on May 2013.

DISKREPANSI GOLONGAN DARAH ABO


PADA ANEMIA HEMOLITIK AUTOIMUN
Yuniar H1,*,

Muhiddin R2, Arif M3

PPDS Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas


Hasanuddin, Makassar;2Bagian Patologi Klinik, Fakultas
Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar;3Bagian
Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas
Hasanuddin, Makassar
* unay.th@gmail.com
1

INTISARI
Pendahuluan

Ketidaksesuaian hasil tes golongan darah dapat terjadi


antara forward dan reverse grouping. Kesalahan teknis dan
berbagai kondisi penyakit merupakan penyebab terjadinya
diskrepansi,
salah
satunyaadalah
anemia
hemolitik
autoimun.Anemia
hemolitik
autoimun
tipe
cold
dapat
menyebabkan diskrepansi akibat adanya autoantibodi reaksi
dingin.

Kasus
Perempuan 41 tahun, keluhan utama lemas dan pucat yang
dialami sejak satu bulan terakhir. Riwayat dirawat di RS
Kabupaten dengan keluhan yang sama. Pada pemeriksaan fisis
didapatkan hepatomegali, pemeriksaan darah rutin didapatkan
kadar Hb 2.1 g/dl dan leukosit21.54x103/uL. Diagnosa
sementara anemia proevaluasi dan rencana transfusi PRC 500
cc. Apusan darah tepi kesan anemia hemolitik. Hasil
pemeriksaan golongan darah awal
pada forward grouping
didapatkan aglutinasi positif AB dan pada reverse grouping
positif O, dilanjutkan dengan pencucian eritrosit dan
didapatkan hasil yang sama. Ditemukannya ekstra antibodi
pada kedua pemeriksaan tersebut maka dilakukan pemeriksaan
lanjutan pada suhu 37C. Didapatkan jenis golongan darah AB
rhesus positif
dengan cold autoantibodi. Hasil indirect
coombs testpositif.
Simpulan
Telah dilaporkan pasien dengan anemia hemolitik autoimun
tipe dingin,
diskrepansi golongan darah ABO grup IV.
Pemeriksaan
skrining
antibodi
perlu
dilakukan
untuk
konfirmasi antibodi spesifik.
Kata kunci : Diskrepansi
Hemolitik Autoimun.

golongan

darah

ABO,

Anemia

ABO DISCREPANCIES IN AUTOIMMUNE HEMOLYTIC ANEMIA


Yuniar H1,*, Muhiddin R2, Arif M3
Clinical Pathology Specialist Program, Faculty of Medicine,
Hasanuddin University, Makassar; 2Departement of Clinical
Pathology, Faculty of Medicine, Hasanuddin University,
Makassar; 3Departement of Clinical Pathology, Faculty of
Medicine, Hasanuddin University, Makassar.
* unay.th@gmail.com

ABSTRACT
Introduction
Sometimes discrepancyof blood type occurbetweenforward and
reversegrouping. Technical errors and various conditions are
the common cause of discrepancy, one of that conditions is
Auto
ImmuneHemolyticAnemia
(AIHA).
Auto
ImmuneHemolyticAnemia cold type can cause discrepancy due to
cold autoantibody reaction.

Case
A 41 years old woman with weakness and pale since a month
before admission. This patient has been treated in a
district hospital with the same condition.On physical
examination we found hepatomegaly. Complete blood count
showed hemoglobin level was 2.1 g/dl and leukocyte count was
21.54x103/uL. Clinical diagnosis made by emergeny department
was anemia pro evaluation and planned blood transfusion PRC
500 cc. Peripheral blood smear shown hemolytic anemia.Result
of the initial blood type test on forward grouping found AB
positive agglutination and on reverse grouping O positive,
followed by washing erythrocyte and found similar result.
Because of extra antibody found in the both examination, the
examination at temperature 37C was carried out. We found
blood type AB rhesus positive with cold autoantibody.
Indirect coombs test result was positive.
Conclusion
Patient with autoimmune hemolytic anemia cold type, ABO
discrepancy group IV had been reported. Further screening
antibody tests are needed to confirm the specific antibody.
Key word :ABO Discrepancy, Auto Immune Hemolytic Anemia.

10