Anda di halaman 1dari 12

Lubrication System

B-1348

Pelajaran 2 : Fungsi dan Karakteristik Oil

OBJECTIVES
Setelah mengikuti pelajaran ini siswa dapat :
1. Menjelaskan fungsi oil
2. Menjelaskan karakteristik oil yang terdiri dari base stock oil, additive, TBN dan
viscosity.
3. Menjelaskan oil dengan single grade dan multi grade viscosity
4. Menjelaskan faktor-faktor yang dapat mengakibatkan timbulnya asam pada ruang
pembakaran.

REFERENSI
Engine Diagnostic

LERV 0901-02

Oil & Your Engine

SEBD0640

Oil in Your Engine

LEVN9001

OUTCOMES
Materi pelajaran ini meliputi :
2.

Fungsi dan karakterisitk oil


a. Fungsi Oil

Menjelaskan fungsi oil pada


lubrication system.

b. Oil properties

Menjelaskan definisi base stock oil.

c. Single grade dan multi grade

Menjelaskan jenis-jenis dan fungsi

viscosity oil

additive yang diperlukan oil.

d. Faktor-faktor yang

mengakibatkan terbentuknya
asam didalam ruang

number.

pembakaran.

Menjelaskan definisi total base


Menjelaskan definisi viscosity oil
dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya.

Fungsi dan Karakteristik Oil

14

Lubrication System

B-1348

Menjelaskan definisi single grade


dan multigrade viscosity oil.

Menjelaskan faktor-faktor yang


mengakibatkan terbentuknya asam
di ruang bakar.

KUALIFIKASI YANG DIAJARKAN


Materi yang dibahas pada bab ini merupakan pengetahuan penunjang untuk menguasai
skill no. 679, 688, 689,690 pada Technician Development Program (TDP).

DURASI
1 Jam

PENDAHULUAN
Kemampuan lubrication system

merupakan faktor yang sangat signifikan dalam

menentukan umur engine dan secara langsung berpengaruh kepada kepuasan customer
terhadap product Caterpillar. Memilih pelumas yang cocok haruslah didasarkan kepada
kapasitas kerja engine, aplikasi dan kualitas bahan bakar yang dipergunakan. Sebagai
dealer Caterpillar kita bertanggung jawab dalam

memberikan informasi yang tepat

kepada customer mengenai pentingnya perawatan yang benar dan pemilihan oil pelumas
yang cocok dengan aplikasi engine.

FUNGSI OIL
Oli yang merupakan cairan pelumas pada lubrication system, mempunyai fungsi sebagai
berikut :
1. Melumasi
Oli memiliki kemampuan melumasi dengan membentuk lapisan tipis oil (oil film)
untuk melindungi permukaan komponen engine yang bergesekan satu sama lain.

Fungsi dan Karakteristik Oil

15

Lubrication System

B-1348

2. Menyerap panas
Oli harus memiliki kemampuan menyerap panas yang disebabkan oleh gesekan dan
proses pembakaran di dalam ruang.
3. Membersihkan permukaan komponen engine
Oli engine harus memiliki zat pembersih (Detergent) yang baik untuk membersihkan
kotoran dan sisa-sisa pembakaran didalam engine.
4. Penyekat (seal)
Lapisan tipis oli (oil film) menghalangi kebocoran gas buang atau

udara

ke

crankcase.
5. Pencegah karat
Oli harus dapat mencegah karat akibat zat asam timbul yang timbul selama proses
pembakaran dan kondensasi.
6. Peredam kejutan
Kekentalan oli dapat menyerap kejutan dari permukaan yang saling bersentuhan
seperti roda gigi dan bearing.
7. Melarutkan kotoran
Oli harus memiliki kemampuan melarutkan kotoran supaya tidak terbentuk endapan.
8. Pencegah timbulnya busa (foam)
Oli harus mengandung zat yang dapat mencegah timbulnya busa (foam) karena busa
dapat menyebabkan ketidak stabilan lapisan oli (oil film) sehingga kualitas pelumasan
menurun dan kebocoran yang berlebihan dari breather.
9. Pencegah oksidasi
Oli harus memiliki ketahanan yang baik terhadap panas guna dan menjamin umur
pemakaian oli.

Fungsi dan Karakteristik Oil

16

Lubrication System

B-1348

Gambar 2.1 Base stock dan additive pada oil

BASED STOCK OIL


Base stock oil atau oil dasar merupakan

kandungan

utama oil untuk memenuhi

kebutuhan dasar pelumasan. Base stock oil adala terdiri dari tiga tipe yaitu :
1. Mineral base stock
Mineral base stock merupakan oil yang berasal dari hasil penyulingan minyak mentah.
Oil jenis ini umumnya campuran dari bermacam-macam molekul

hydrocarbon

dengan kualitas yang berbeda beda tergantung proses penyulingan.


2. Full synthetic base stock
Full synthetic base stock merupakan oil yang dibuat dari molekul-molekul dasar. Oil
jenis ini

memiliki kandungan yang identik satu dengan yang lainnya sehingga

mempunyai kemampuan yang lebih baik terhadap perubahan temperature jika


dibanding dengan mineral base stock.
3. Semi synthetic base stock
Semi synthetic base stock adalah campuran antara mineral base stock dan synthetic
base stock. Pencampuran ini bertujuan meningkatkan kualitas mineral base stock
dengan menambahkan synthetic base stock yang berkualitas tinggi. Persentase
synthetic based stock biasanya berkisar antara 5-10%.
Fungsi dan Karakteristik Oil

17

Lubrication System

B-1348

ADDITIVE
Additive sangat diperlukan sebagai zat pencampur base stock oil walaupun base stock oil
yang dipergunakan sudah bagus kualitasnya. Additive berfungsi menyediakan unsurunsur yang tidak terdapat pada base stock untuk meningkatkan kemampuan oil sehingga
dapat memenuhi keseluruh fungsinya. Additive yang dipergunakan adalah :
1. Oxidation inhibitor
Komposisi oil dapat rusak pada saat terkena panas didalam engine, proses ini disebut
juga oksidasi. Oxidation inhibitor berfungsi memenurunkan tingkat oksidasi yang
terjadi didalam engine dan memperpanjang usia pakai oil.
2. Film strength agent
Additive jenis ini memperkuat oil pada situasi terbentuknya lapisan oil film yang
terlalu tipis sehingga dapat mencegah timbulnya kontak antara metal ke metal.
3. Extreme pressure/anti wear agent
Additive jenis ini membentuk lapisan spesial pada permukaan metalsehingga jika oil
film terlalu tipis atau rusak , lapisan spesial ini melindungi permukaan dari kondisi
kontak metal to metal.
4. Rust/corrotion inhibitor
Additive membentuk lapisan khusus pada permukaan metal untuk mencegah
penyerapan uap air yang dapat mengakibatkan karat dan korosi.
5. Adhesive agent
Additive ini meningkatkan kemampuan oil untuk menempel pada permukaan metal.
6. Defoamant
Additive ini meningkatkan kekuatan oil sehingga sulit terbentuknya busa (foam).
7. Viscosity index improver
Additive ini menurunkan tingkat pengenceran oil akibat panas sehingga cendrung
bersifat lebih stabil terhadap perubahan temperature.
8. Disperssant/detergent
Additive ini ditambahkan pada oil engine untuk menjaga engine supaya tetap bersih.
Dispersant mencegah

jelaga (soot) mengendap dan membentuk deposit didalam

engine. Detergent mencegah jelaga (soot) dan karbon menempel dipermukaan metal.
Fungsi dan Karakteristik Oil

18

Lubrication System

B-1348

Detergent juga merupakan unsur alkaline yang mencegah korosi akibat asam akibat
pembakaran bahan bakar.
9. Emulsifier
Additive ini menjaga supaya air dapat tercampur dengan oil. Hal ini dibutuhkan
ketika sering terjadi kebocoran air pendingin yang tidak diketahui. Apabila air tidak
dapat bercampur dengan oil maka dapat mengakibatkan kerusakan dalam waktu
singkat jika air tersebut dipompakan ke komponen engine. Lebih baik jika air dapat
bercampur dengan oil sehingga masih terdapat effect pelumasan hingga kerusakan
diperbaiki.
10. Pour point disperssant
Additive ini mencegah oil menjadi beku pada temperature yang dingin.

Gambar 2.2 Komponen yang terserang asam

TOTAL BASE NUMBER (TBN)


Total base number merupakan

pengukuran tingkat alkalin pada oil engine sebagai

penetral asam yang timbul akibat pembakaran. Seperti telah kita bahas sebelumnya bahwa
detergent disperssant inhibitor memberikan level TBN yang dibutuhkan.
Fungsi dan Karakteristik Oil

19

Lubrication System

B-1348

Level sulfur akan meningkat saat semakin banyaknya bahan bakar yang di bakar karena
didalam fuel selalu terkandung sulfur yang bervariasi tergantung kepada kualitas fuel itu
sendiri. Rumus kimia proses pembakaran berikut ini dapat membantu memahami lebih
lanjut terbentuknya asam selama proses pembakaran,
FUEL (H..C)
Mengandung sulfur (S)

Udara

= CO2 + CO + NOX + SO2+ H2O+ C


= CO2 + CO + HNO3 + H2SO4 + C

Dari setiap 1 liter bahan bakar terbakar yang dibakar didalam engine akan menghasilkan
1 liter air dalam bentuk uap sangat panas. Air ini akan bereaksi dengan nitrogen dan sulfur
membentuk asam. Asam jenis ini sangat korosif terhadap engine sehingga untuk
menghindari hal ini additive didalam engine sangatlah penting untuk menetralkan asam.

Fungsi dan Karakteristik Oil

20

Lubrication System

B-1348

Factors That Affect Acid


Form ation
Fuel Sulfur C ontent
Engine Tem perature
C om bustion A ir Hum idity
Fuel C onsum ption
C lean Oil Addition

Gambar 2.3 Faktor penyebab pembentukan asam

FAKTOR YANG MENYEBABKAN PEMBENTUKAN ASAM


Faktor faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya asam didalam ruang pembakaran
engine adalah :
1. Kandungan sulfur didalam fuel
Kandungan sulfur didalam fuel merupakan faktor penyebab kerusakan engine yang
susah untuk diketahui karena tidak berakibat dalam waktu seketika terhadap
kemampuan engine. Selama proses pembakaran, sulfur dioksida(SO2) dan sulfur
trioksida (S03) terbentuk, sulfur oksida ini akan bercampur dengan uap air yang juga
timbul akibat pembakaran membentuk asam sulfat H2SO4.
Standar sulfur yang diperbolehkan didalam fuel terdiri dari dua spesifikasi yaitu :

ASTM D129 standar fuel 0.5%

ASTM D2622 low sulfur fuel 0.05%

Caterpillar engine dapat beropersi dengan kedua standar diatas dan apabila kandungan
sulfur lebih tinggi maka waktu penggantian oil harus dipercepat
2. Engine temperature
Uap air yang timbul selama proses pembakaran akan mudah terkondensasi pada
engine yang sering beroperasi dibawah temperature operasi (overcooling). Kejadian
Fungsi dan Karakteristik Oil

21

Lubrication System

B-1348

ini meningkatkan terjadinya reaksi antara sulfur oksida dan kondensasi uap air
menjadi asam sulfat (H2SO4).

Gambar 2.4 Efek humidity udara terhadap keausan komponen engine

3. Combustion air humidity


Humidity (kelembaban) udara yang tinggi seperti telah dibahas pada pelajaran engine
power concept berakibat meningkatnya horsepower engine karena udara yang masuk
kedalam engine semakin dingin dan jumlahnya lebih banyak, namun apabila ditinjau
dari segi pembentukan asam, tingginya humidity udara berakibat buruk terhadap
engine. Semakin tinggi humudity udara maka semakin banyak uap air yang
terkandung didalam udara dan semakin dingin exhaust gas, hal ini mengakibatkan
semakin banyaknya kadar uap dan kondensasi air yang dihasilkan selama proses
pembakaran. Semakin tingginya kondensasi meningkatkan terjadinya reaksi antara
sulfur oksida dan kondensasi uap air menjadi asam sulfat (H2SO4). Pada gambar
grafik hasil pengetesan diatas terlihat meningkatnya partikel iron hingga mencapai
1000 ppm pada umur engine 120 jam jika humidity udara mencapai 100%.

Fungsi dan Karakteristik Oil

22

Lubrication System

B-1348

4. Fuel consumption
Semakin banyaknya fuel consumption maka akan semakin banyak sulfur oksida dan
uap air yang dihasilkan selama proses pembakaran dan tentunya akan meningkatkan
asam sulfat (H2SO4) yang terbentuk.
5. Penambahan oil bersih (clean oil addition)
Penggantian oil merupakan hal yang penting dilakukan berdasarkan umur oil dan kondisi
oil yang diketahui dari analisa oil sample (SOS). Kualitas oil tidak akan berubah jika
hanya dilakukan penambahan dan berdampak semakin meningkatnya asam yang timbul
karena oil tidak sanggup menetralisirnya

Gambar 2.3 Viscosity oil

VISCOSITY
Viscosity atau kekentalan oil merupakan elemen penting dari oil karena viscosity yang
tidak benar dapat mememperpendek umur bearing dan silinder.
Viscosity merupakan ukuran hambatan oil untuk mengalir. Viscosity secara langsung
berhubungan dengan seberapa baik oil melumasi atau membentuk lapisan tipis (oil film)
untuk menjaga permukaan logam tidak kontak satu sama dan oil dapat mengalir dengan
baik untuk meyakinkan suplay keseluruh komponen yang berputar.
Fungsi dan Karakteristik Oil

23

Lubrication System

B-1348

Semakin kental oil maka semakin tebal oil film yang dapat terbentuk dan semakin susah
oil film tersebut terlepas dari permukaan material yang dilumasi. Namun hal ini belum
sepenuhnya baik karena semakin kental oil akan menyebabkan semakin besar tahanannya
untuk mengalir dengan cepat menuju permukaan yang akan dilumasi.
Oil akan menjadi encer jika temperature meningkat, pengukuran dari tingkat perubahan
kekentalan oil akibat perubahan temperature disebut dengan viscosity index (VI). Proses
penyulingan oil yang terbaru dan penambahan additive khusus dapat meningkatkan
viscosity index oil dimana

perubahan viscosity semakin sedikit dengan perubahan

temperature.
Viscosity grade merupakan batas viscosity oil pada temperature tertentu yang mengacu
kepada standar the Society of Automotive Engineer (SAE J300) yang sering kita
jumpai dengan SAE 10, SAE 20,SAE 15W40 dan lain sebagainya yang diukur

pada

temperature 100C.
Viscosity grade yang dimulai dengan huruf W adalah viscosity oil yang diukur pada dua
kondisi yaitu 100C dan -15C.
Satuan viscositas yang umum dipakai adalah centistorkes (cSt)
Factor yang menyebabkan perubahan viscosity pada engine terdiri dari :
1. Temperature
Seluruh oil berubah viscosity akibat perubahan temperature, saat oil panas
viscositasnya menurun dan saat oil dingin viscositasnya meningkat. Oleh karena itu
pemilihan oil yang akan dipergunakan sangat ditentukan oleh temperature lingkungan
sekitar (ambient temperature)
2. Pressure
Viscosity akan meningkat secara cepat pada saat meningkatnya tekanan. Peningkatan
viscosity akibat tekanan menyebabkan oil film semakin kuat dan lubrikasi yang terjadi
semakin sempurna saat permukaan yang saling kontak pada beban berat.
3. Shear rate
Viscosity menurun pada saat tingkat gesekan dua komponen yang sliding satu sama
lain meningkat atau dengan kata lain kecepatan relatif dari dua permukaan yang
saling sliding meningkat.

Fungsi dan Karakteristik Oil

24

Lubrication System

B-1348

Multigrades Oil
Adequate
Circulation &
Starting

20W
15W

When cold this oil may be too


thick to provide easy starting
and rapid circulation.

SAE
15W/30

SAE 30

10W

Adequate
Lubrication

5W

Increasing
Viscosity

50
40

SAE 15W

30

When hot this oil


may be too thin to
provide adequate
lubrication.

-15C
Winter

20

Increasing Temperature

100C
Summer
8

Gambar 2.4 Grafik multigrade oil

MULTI GRADE OIL


Saat yang paling kritikal pada system pelumasan adalah ketika engine di start-up dalam
kondisi dingin dan komponen engine akan berakselerasi dengan sangat cepat. Apabila oil
yang dipergunakan hanya memiliki sifat yang alamiah yaitu memiliki viscosity yang
tinggi pada kondisi dingin, akan mempercepat kerusakan engine karena oil akan sulit
untuk mengalir ke tempat yang akan dilumasi dan terjadi kekurangan pelumasan pada
komponen tersebut. Apabila dipergunakan oil yang viscosity-nya rendah maka ketika
engine mencapai temperature operasi, viscosity oil akan semakin rendah dan efek
pelumasan yang terjadi semakin berkurang.
Untuk mengatasi kendala yang dihadapi diatas tentunya diperlukan oil yang tidak terlalu
kental saat start-up dikondisi dingin dan tidak terlalu encer jika mencapai temperature
operasi. Oil yang memiliki karakteristik seperti ini desebut dengan multi grade oil seperti
SAE15W40. Oil jenis ini akan mengalir dengan baik saat start-up dalam kondisi dingin
dengan viscosity 15 W dan dapat mencapai kekentalan yang baik pada temperature
operasi dengan viscosity SAE 40 yaitu temperature diatas 100C.
Fungsi dan Karakteristik Oil

25