Anda di halaman 1dari 4

Nama : I Kadek Jaya Wiguna

NIM

: 1160150072

FOTOGRAM
Jika kita mendengar kata fotografi, yang pertama terlintas di pikiran ialah fotografer dengan
kamera DSLR dan dengan lensa - lensa yang besar dan panjang, dengan flash external yang
terpasang di kameranya. Namun ternyata fotografi bukanlah istilah yang memiliki makna sesempit
itu. Jika kita telusuri kata fotografi melalui Wikipedia, maka akan ditampilkan makna
sesungguhnya dari fotografi itu sendiri. Jadi menurut penjelasan dari Wikipedia, kata fotografi yang
merupakan serapan dari kata dalam bahasa Inggris, yaitu photography, yang berasal dari kata
Yunani yaitu "photos" yang berarti cahaya dan grafo" yang berarti melukis/menulis. Dari
sejarahnya, fotografi dapat diartikan sebagai proses melukis/menulis dengan menggunakan media
cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar
atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada
media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa
cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat. Jadi tidaklah benar ungkapan bahwa fotografi hanya bisa
dihasilkan dengan kamera.
Pada abad ke-5 sebelum masehi, seorang bernama Mo Ti, telah mengamati sebuah gejala
pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang, maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksi
pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat ruang tadi. Kemudian pada abad ke-10 masehi,
seorang berkebangsaan Arab Ibn Al Haitam menemukan fenomena yang sama pada tendanya yang
berlubang. Namun yang tercatat dalam sejarah yaitu sekitar abad ke-11 masehi, seperti halnya Mo
Ti, saat itu orang berpikir tentang lubang kecil di sebuah dinding akan menjadi sumber cahaya di
ruangan tersebut, gambaran yang tampak diluar akan muncul di dinding sebelahnya. Ruangan ini
disebut camera obscura, dalam bahasa latin memiliki arti kamar gelap ( dark room). Berdasarkan
hal tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu teknik fotografi paling sederhana yang kita
sebut dengan fotogram.
Fotogram adalah gambar fotografi yang dibuat tanpa kamera dengan menempatkan objek
langsung pada permukaan bahan foto-sensitif seperti kertas foto dan kemudian diperlihatkan pada
cahaya. Hasilnya adalah gambar bayangan negatif dengan nada bervariasi, tergantung pada
transparansi objek yang digunakan. Area kertas yang telah menerima cahaya tidak tampak putih.

Bagian yang terpapar melalui benda transparan atau semi-transparan tampak abu-abu. Fotogram
merupakan salah satu cabang fotografi, bahkan fotogram telah ditemukan jauh sebelum fotografi
yang kita kenal saat ini berkembang. Dengan kata lain fotogram adalah cabang fotografi yang
pertama ditemukan manusia dan tentu saja yang tertua. Jika diperhatikan dari prosesnya, fotogram
bisa dikatakan sebagai proses melukis dengan cahaya yang sesungguhnya karena setiap prosesnya
membutuhkan kreativitas sama halnya dengan melukis dengan cat warna diatas kanvas.

!
Karya Andi Sahrial via twitter @Andikermit.

Meski terlihat simpel, namun fotogram membutuhkan ketelitian dan keahlian. Agar sketsa
fotogram yang kita rencanakan sempurna, terlebih dulu kita harus memahami hukum cahaya,
tentang kecepatan rana dan besarnya diafragma. Hal ini penting untuk menentukan tebal tipisnya
bayangan yang akan jatuh di kertas foto. Contohnya, jika kita ingin membuat bayangan awan dari
kapas. Jika terlalu lama menyinarinya, maka bayangan awannya tidak akan terbentuk. Namun jika
waktu penyinaran tepat, maka akan terbentuk bayangan awan seperti yang kita inginkan.

Selain dengan sinar matahari langsung, para fotografer biasanya menggunakan suatu alat
yang bernama enlarger. Dengan enlarger, kita bisa mengatur besarnya diafragma dan kecepatan
cahaya yang kita butuhkan. Jika tidak ada enlarger kita bisa menggunakan lampu meja belajar, yang
tentunya membutuhkan kekreativitasan tertentu untuk menjadikannya seperti enlarger.

!
Alat pembuat fotogram biasa disebut enlarger.

Dalam pengaturan ruang gelap tradisional, kertas di tempatkan menggunakan bingkai cetak.
Objek yang akan digunakan dalam membuat gambar ditempatkan di atas kertas foto peka cahaya.
Ketika sebuah komposisi yang cocok telah ditentukan, maka sorotan cahaya digunakan untuk
mengekspos kertas. Kemudian tahap akhirnya adalah dengan proses cuci cetak secara manual.
Jika kita akan membuat sebuah karya fotogram, beberapa hal yang perlu kita siapkan ialah :
Kertas foto peka cahaya, cairan kimia pengembang (developer), penghenti (stop bath), penetap
(fixer), wadah untuk cairan, dan tentunya benda - benda yang akan dijadikan objek fotogram.
Setelah semuanya disiapkan, segera susun benda-benda tersebut diatas kertas foto didalam sebuah
kamar gelap. Setelah komposisi yang diinginkan selesai maka telah siap untuk di ekspos atau
dengan kata lain disinari. Perlu di ingat, semakin lama penyinaran dilakukan pada kertas foto maka
hasilnya akan semakin gelap (hitam) dan semakin sedikit sinar yang mengenai kertas foto, maka
akan semakin terang (putih). Jadi alangkah lebih baiknya jika sebelum proses ekspos dilakukan,

terlebih dahulu kita lakukan test print pada selembar kertas foto yang digunakan. Hal ini akan
sangat membantu dalam menentukan berapa lama waktu eksekusi yang kita butuhkan.
Setelah melakukan ekspos, selanjutnya kita memasuki tahap proses kimiawi. Kertas foto
yang telah disinari kemudian dimasukkan kedalam cairan pengembang (developer) dengan waktu
sesuai dengan petunjuk penggunaan. Setelah diproses didalam cairan pengembang, kertas foto
dimasukkan kedalam cairan penghenti (stop bath) juga sesuai dengan waktu yang di anjurkan.
Proses berikutnya kertas foto dimasukkan kedalam cairan penetap (fixer) dengan waktu yang lebih
lama dari pada proses pengembang dan penghenti. Setelah dari proses penghentian maka kertas foto
harus dicuci bersih dengan air mengalir kemudian Anda dapat mengeringkan dan jadilah sebuah
karya fotogram. Beberapa karya fotogram bisa kita lihat di bawah ini.