Anda di halaman 1dari 51

METODE PELAKSANAAN

PPK

: PPK 07 (Jembatan Tersebar)

Nama Paket

: Penggantian Jembatan Pangi

Lokasi

: Kabupaten Gorontalo Utara

Provinsi

: Gorontalo

Tahun Anggaran

: 2017

Penawar

: PT. MITRA SEJAHTERA MULIA

1. PENDAHULUAN
Tahap

Pelaksanaan

realisasi
utuh.
dalam

design

Pada

adalah

tahap

rencana menjadi sebuah bangunan yang

tahap ini dibutuhkan metodologi yang

menyelesaikan

drawing.

Pekerjaan

Metode

pekerjaan

yang

dipakai

sesuai

dengan

dalam

pekerjaan dapat berbeda meskipun untuk

efektif
shop

pelaksanaan

pekerjaan yang

sama, hal ini tergantung dari sumber daya

dan

kondisi

lingkungan yang dihadapi.


Perencanaan
tahapan

yang

matang

mengenai

tahapan-

dalam menyelesaikan

pekerjaan

dilapangan

mutlak diperlukan untuk


dengan spesifikasi yang
mutu

yang

dihasilkan,

mendapatkan hasil yang sesuai


disyaratkan.

Selain menjamin

perencanaan

juga

harus

memperhitungkan keselamatan kerja semua yang terlibat


dalam proses pelaksanaan pekerjaan sehingga tercapai
ZERO ACCIDENT sesuai dengan standar OHSAS dalam proyek.

2. LATAR BELAKANG
Pekerjaan Penggantian Jembatan Pangi
Kabupaten

Gorontalo Utara,

kondisi lingkungan yang

Provinsi

cukup

Berlokasi di

Gorontalo

dengan

padat dengan mobilisasi

masyarakat, untuk itu maka harus diperhatikan mengenai


dampak

lingkungan

yang

terjadi selama

pelaksanaan

pekerjaan terutama lalu lintas kendaraan.

3. PEKERJAAN
ADMINISTRASI
a. PASCA LELANG
Setelah diputuskan pemenang lelang dalam paket
pekerjaan Penggantian
Anggaran 2017

Jembatan

Pangi

Tahun

maka selaku pemenang lelang hal

pertama yang kami lakukan adalah menyerahkan Surat


Jaminan Pelaksanaan sebagai syarat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan
melengkapi dokumen
pelaksanaan

yang

pekerjaan

keluarnya Surat

dilanjutkan dengan
diperlukan

dalam

tersebut antara lain:

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Permanen yang


berbentuk Barchat dan Kurva S serta Network
Planning.

Jadwal penugasan personil inti.

Jadwal pengiriman peralatan proyek


DEMOB)

Jadwal
proyek.

Pengiriman

Rincian

metode

masing

bagian

bahan-bahan

pelaksanaan

(MOB

material
masing-

pekerjaan secara lebih

mendetail.
Menyerahkan
tertulis,

surat

bahwa

pemberitahuan
pekerjaan

secara

tersebut

akan

segera

kami

laksanakan

dengan

tembusan

kepada Instansi yang terkait.

Koordinasi dengan petugas terkait dan instansi


terkait,
wakil

baik

dari

dengan konsultan perencana,

pengguna

jasa

konsultan pengawas dan


lingkungan

maupun

dengan

bersosialisasi dengan

setempat,

untuk

dapat

mengantisifasi hal-hal yang dapat mengganggu


dan

menghambat

aktifitas

pada

saat

pelaksanaan pekerjaan.
b. ADMINISTRASI LAPANGAN
Selama masa
juga

pelaksanaan pekerjaan dilapangan

dilakukan proses

laporan

terhadap

pelaksanaan
Pangi

tahun

dipersiapkan

administrasi

pihak-pihak

pekerjaan

untuk

yang terkait dalam

Penggantian

anggaran

2017.

selama masa

tertib

Jembatan

Dokumen

yang

pelaksanaan pekerjaan

meliputi

Laporan kegiatan,

Laporan Surat-menyurat,

Laporan hasil pertemuan rapat

koordinasi

dengan pihak yang terkait.

Foto-foto
pekerjaan;

terkait

dengan

pelaksanaan

4. RUANG LINGKUP PEKERJAAN


Paket Pekerjaan Penggantian Jembatan Pangi, Lokasi Kabupaten
Gorontalo Utara, Povinsi Gorontalo, meliputi pekerjaan dari mulai tahap
persiapan dan konstruksi sebagai berikut:
1. Divisi Umum
1.2.1.1

Mobilisasi

1.8(1)

Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas

1.8(2)

Jembatan Sementara

1.17

Pengamanan Lingkup Hidup

1.20(1) Pengeboran, Termasuk SPT dan Laporan


1.20(2) Sondir termasuk laporan
1.21

Manajemen Mutu

2. Divisi Drainase
2.1(1)

Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air

2.2(1)
Pasangan Batu dengan Mortar
2.3(11) Saluran berbentuk U Tipe DS 8
3. Divisi Pekerjaan Tanah
3.1.(1a) Galian Biasa
3.1.(3)

Galian Struktur dengan Kedalaman 0 2 meter

3.1.(4)

Galian Struktur dengan Kedalaman 2 4 meter

3.1.(5)

Galian Struktur dengan Kedalaman 4 6 meter

3.2.(1a) Timbunan Biasa dari sumber galian


4. Divisi Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan
4.2.(2b) Lapis Pondasi Agregat Kelas S
5. Divisi Perkerasan Berbutir
5.1(1)

Lapis Pondasi Agregat Kelas A

5.1(2)

Lapis Pondasi Agregat Kelas B

6. Divisi Perkerasan Aspal


6.1(1)(a)Lapis Resap Pengikat- Aspal Cair
6.1(2)(a)Lapis Perekat Aspal Cair
6.3(5a) Laston Lapis Aus (AC-WC)
6.3(6a) Laston Lapis Antara (AC-BC)
6.3.(8)

Bahan anti pengelupasan

7. Divisi Struktur
7.1(5)a Beton Mutu sedang fc30 MPa lantai jembatan
7.1(5)b Beton Mutu sedang fc30 MPa untuk Abutmen
7.1(10) Beton Mutu rendah fc10 MPa
7.3(4)

Baja Tulangan U 39 Ulir

7.4(3)c Pengadaan Struktur Jembatan Rangka Baja Panjang 60


m, Lebar 9 m
7.4(4)c Pengadaan Jembatan Jembatan Rangka Baja Panjang 60
m, Lebar 9 m
7.6(19)a Tiang Bor Beton, diameter 800 mm

7.6(27)a Pengujian Crosshole sonic logging (CSL) pada Tiang bor


beton diameter 800 mm
7.6(27)b Pengujian

Pembebanan

Dinamis

Jenis

PDLT

(Pile

Dynamic Load Testing) pada Tiang ukuran / diameter


7.9.(1)

Pasangan Batu

7.10.(3)a Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis


7.10.(1)a Expansion Joint Tipe Asphaltic Plug, Fixed
7.12.(3) Perletakan Elastomerik Sintetis Ukuran 350 mm x 500
mm x 40 mm
7.12.(4) Perletakan Strip
7.13.(1) Sandaran (Railing)
7.14.(1) Papan Nama Jembatan
7.15.(1) Pembongkaran Pasangan Batu
7.15.(2) Pembongkaran Beton
7.15.(5) Pembongkaran Rangka Baja
7.16.(1) Deck drain
7.16.(4) Pipa Penyalur PVC
8. Divisi Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor
8.4.(1)

Marka Jalan Thermoplastik

8.4.(7)

Rel Pengaman

8.4.(10a) Kerb Pracetak Jenis 1 (Peninggi / Mountable)


9. Divisi Pekerjaan Harian
10.Divisi Pekerjaan Pemeliharaan Rutin

METODE PELAKSANAAN
DIVISI 1.UMUM
1.2Mobilisasi
Sebelum

pekerjaan

memulai

pekerjaan,

pada

tahap

awal

pelaksanaan adalah memobilisasi tenaga kerja, bahan dan peralatan


yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Tahapan yang akan dilaksanakan dalam periode mobilisasi ini adalah :

Mobilisasi personil lapangan yang memenuhi jaminan

kualifikasi (sertifikasi) menurut cakupan pekerjaannya.


Mobilisasi/pemasangan peralatan sesuai dengan dengan

daftar peralatan yang tercantum dalam penawaran.


Penyediaan dan pemeliharaan base camp kontraktor, jika

perlu termasuk kantor lapangan, tempat tinggal,


-

Pembuatan Jalan dan Jembatan sementara.

Menyediakan kantor lapangan dan tempat tinggal pekerja


yang memenuhi syarat,
Menyediakan lahan, gudang dan bengkel yang memenuhi

syarat,
-

Pelaksanaan pembongkaran bangunan, instalasi serta


pembersihan tempat kerja dan pengembalian kondisi harus
memenuhi syarat.

Bangunan

untuk

kantor

dan

fasilitasnya

akan

ditempatkan sedemikian rupa sehingga terbebas dari polusi yang


dihasilkan oleh kegiatan pelaksanaan,
-

Bangunan kantor dan fasilitas lainnya akan dibuat dengan


kekuatan struktural yang memenuhi syarat,

Bangunan kantor dan fasilitas akan dibuat pada elevasi


yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya, diberi pagar keliling,
dilengkapi dengan jalan masuk dari kerikil serta tempat parkir,

Jembatan sementara harus dibuat dengan struktur dan


kekuatan memenuhi syarat,

Pengaturan lalu lintas sementara dengan rambu-rambu


yang memenuhi syarat.

Daftar Mobilisasi yang terdiri dari :

1.8.(1) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas


Dalam melaksanakan pekerjaan Penggantian Jembatan Pangi setiap
tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal. Pelaksanaan
Pekerjaan sampai dengan akhir kegiatan di lapangan diusahakan tidak
mengganggu arus lalu lintas. Aktifitas arus lalu lintas yang terhambat
akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna jalan raya.
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak
pengguna jalan, maka manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan
cara sebagai berikut :
Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode
kontruksi sesuai ketentuan.
Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule
pekerjaan dan koordinasikan dengan seluruh personil yang terkait.

Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di


lapangan.

Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi


menempatkannya secara tepat dan benar.

Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan


mengarahkan arus lalu lintas.

pekerjaan,

Peralatan Keselamatan Lalu Lintas


Rambu Panah Berkedip
Rambu Suar Berkedip Portable

Rambu tetap informasi pengalihan/pengaturan lalu lintas

Rambu portable informasi pengalihan/pengaturan lalu lintas

Rambu Penghalang lalu lintas jenis plastik

Rambu penghalang lalu lintas jenis beton

Rambu Peringatan

Rambu petunjuk

Pagar jaring pengaman termasuk perlengkapannya

Marka jalan sementara

Peralatan Komunikasi

Alat Bantu

Tenaga/Personil yang terdiri dari:


Pekerja/Flagman

dan

Koordinator/Pengatur

Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian,


tujuannya agar lalu lintas tidak masuk atau terperosok ke dalam daerah
galian. Rambu-rambu yang dipasang haruslah mempunyai cat dengan
pantulan cahaya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.
1.8.(2) Jembatan Sementara
Pembuatan Jembatan Sementara akan dilaksanakan sebagai sarana
untuk penduduk melewati akses Jembatan yang sedang diperbaki agar
mobilitas kegiatan penduduk tetap dapat berjalan seperti biasanya.
Pada jembatan sementara kami dari pihak kontraktor yang sedang
melaksanakan pekerjaan penggantian jembatan

Pangi akan selalu

melakukan pemeliharaan terhadap jembatan sementara selama masa


pelaksanaan penggantian Jembatan Pangi Besar berlangsung.
Cara

pembuatan

melakukan

Jembatan

pengukuran

Sementara

terhadap

dilakukan

penampang

terlebih

dengan
dahulu

cara
dan

Instalasi rangka Bailley model pabrikasi dan rangka kayu perakitan


dilokasi, hingga selesai perakitan tersebut jembatan sementara type
bailley diangkat dan di geser dengan menggunakan crane sederhana
hingga tertumpu dengan baik posisi sisi antar sisi dengan dudukan base
plate yang tepat dan penyesuain elevasi pada oprit pada masing masing
sisi, dengan gambar sesuai dimensi pada gambar rencana dan sesuai
dengan petunjuk dan arahan Direksi pekerjaan dilapangan.

1.17 Pengamanan Lingkungan Hidup


Pengamanan terhadap lingkungan hidup akan dilakukan dengan test/uji
akibat / dampak hasil pekerjaan dilapangan, dan juga ditempatkan
tenaga ahli yang berpengalaman terhadap pengamanan lingkungan
hidup sehingga dampak terhadap lingkungan hidup dapat dipertanggung
jawabkan dan sesuai dengan spesifikasi.
a) Uji Udara Emisi dan Ambien
b) Pengukuran Kebisingan
c) Pengukuran Kualitas Air
d) Mobilisasi dan Demobilisasi Personil

1.20.(1) Pengeboran, termasuk SPT dan Laporan


Pengujian

dilapangan

sangat

berguna

untuk

mengetahui

karakter tanah dalam mendukung beban fondasi dengan tidak


dipengaruhi

oleh

kerusakan

Contoh

tanah

akibat

operasi

pengeboran dan penanganan, contoh. Khususnya berguna untuk


menyelidiki tanah lempung sensitive, lanau dan tanah pasir tidak
padat. Perlu diperhatikan bahwa hasil-hasil uji geser kipas dan uji
penetrasi , hanya memberikan informasi kuat geser (kekuatan) tanah
saja, oleh karena itu pengujian-pungujian tersebut seharusnya tidak
digunakan sebagai pengganti pengeboran, namun hanya sebagai
pelengkap

data

hasil

penyelidikan.

Suatu

yang

tidak

dapat

diidentifikasikan oleh pengujian tersebut adalah mengenai jenis


tanah

yang

tanahnya.

ditembusnya

Sebagai

contoh,

secara

pasti,

pengujian

atau

tidak

perbedaan

dapat

jenis

memberikan

informasi mengenai tanah yang diuji apakah tanah organic atau


lempung lunak, atau tanah berupa pasir tak padat atau lempung
kaku, karena yang diketahui hanya tahanan penetrasi atau kuat
gesernya saja. Demikian pula, hasil-hasil pengujian tidak dapat
memberikan

informasi

mengenai

kondisi

air

tanah.

Untuk

itu,

kekurangan-kekurangan data dapat dilengkapi dengan mengadakan


pengeboran tanah sesuai dengan arahan dan petunjuk direksi
pekerjaan.

Uji Penetrasi Standar (SPT)


Uji penetrasi standar dilakukan karena sulitnya memperoleh
contoh tanah tak terganggu pada tanah granuler. Pada pengujian ini,
sifat-sifat tanah ditentukan dari pengukuran kerapatan relative
secara langsung dilokasi pekerjaan. Pengujian untuk mengetahui nilai
kerapaatan relative yang sering digunakan adalah Uji Penetrasi
Standar atau disebut Uji SPT (Standar Penetration Test).

Sewaktu

melakukan

pengeboran

inti,

jika

kedalaman

pengeboran telah mencapai lapisan tanah yang akan diuji, mata bor
dilepas dan diganti dengan alat yang disebut tabung belah standar
(Standar Split barrel sampler). Setelah tabung ini dipasang, bersamasama dengan pipa bor, alat diturunkan sampai ujungnya menumpu
lapisan tanah dasar, dan kemudian dipukul dari atas.
1.21 Manajemen Mutu
Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan
mutu yang disyaratkan, perlu dilakukan pengendalian mutu (Quality
Control) terhadap pelaksanaan pekerjaan yang antara lain mengontrol,

Seluruh material yang digunakan

Pemilihan tenaga kerja

Perawatan alat

Test material di laboratorium dan lapangan

Melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan


yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap cara

pelaksanaan pekerjaan sendiri. Meskipun untuk hal-hal tersebut di atas


sudah

ada

penanggungjawabnya

langsung,

kiranya

perlu

ditunjuk

petugas khusus quality control yang dikoordinasikan oleh bagian Teknik


dan melakukan proses Quality Control dan prosedurnya yang telah
berlaku diproyek yang dilaksanakan .
Manajemen mutu di proyek akan melaksanakan semua kegiatan
sistematik dan terencana yang diterapkan sebagai bagian dari sistem
mutu perusahaan untuk menjamin bahwa proses pelaksanaan di proyek
secara terkendali dan konsisten dapat mencapai semua sasaran dan
persyaratan mutu yang diminta dalam gambar-gambar pelaksanaan dan
spesifikasi pekerjaan pengendalian mutu di pelaksanaan akan dapat
dijalankan dengan baik dengan adanya:

Sasaran mutu yang jelas

Sumber daya manusia yang profesional dan tanggung jawab


yang jelas

Organisasi proyek yang handal

Sistem dan prosedur mutu yang baku

Penerapan manajemen mutu yang konsisten

DIVISI 2.DRAINASE
2.1.(1) Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Untuk pekerjaan galian Tanah Biasa dengan alat berat disini kami
lakukan dengan memakai excavator yaitu menggali kedudukan
pasangan batu kali dan saluran tanah atau saluran terbuka. Setelah
pemasangan bouplank sesuai dengan dimensi yang telah ditentukan

pemasangan bouplank ini beriring dengan pekerjaan Galian tanah


Biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak diklasifikasikan
sebagai galian batu, galian struktur, galian sumber bahan (borrow
excavation) dan galian perkerasan beraspal. Selama pelaksanaan
pekerjaan galian Biasa, lereng sementara galian yang stabil dan
mampu menahan pekerjaan, struktur atau mesin di sekitarnya, harus
dipertahan-kan sepanjang waktu, penyokong (shoring) dan pengaku
(bracing) yang memadai harus dipasang bilamana permukaan lereng
galian mungkin tidak stabil. Bilamana diperlukan, menyokong atau
mendukung struktur di sekitarnya, yang jika tidak dilaksanakan dapat
menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian tersebut.

2.2.(1) Pemasangan Batu dengan Mortar


Pekerjaan ini mencakup pasangan batu dengan mortar untuk
selokan yang dilaksanakan dengan terlebih dahulu galian untuk drainase
sudah dilaksanakan. Galian untuk pasangan ini sudah disiapkan terlebih
dahulu sesuai dimensi dan ukuran pada gambar rencana atau atas
petunjuk dan arahan direksi pekerjaan dengan asumsi material semen,
pasir pasang dan batu kali/belah diterima sepenuhnya di dekat lokasi
pekerjaan pasangan batu dengan mortar. Selanjutnya semen, pasir
pasang,

dan

air

dicampur

dan

diaduk

menjadi

mortar

dengan

menggunakan concrete mixer sesuai dengan spesifikasi. Campuran


mortar diletakkan di dasar dengan ketebalan tertentu lalu batu yang
telah dibersihkan diletakan di atas campuran mortar tersebut. Setelah

dasar saluran selesai lalu beranjak ke dinding saluran dengan ketebalan


sesuai dengan

gambar

rencana.

Setelah

pasangan

batu

selesai

dikerjakan, sejumlah pekerja mengerjakan finishing dengan plesteran di


abgian atas saluran / topi saluran dan celah antara batu disiar dengan
menggunakan

pasta

semen

lalu

dirapihkan.

Waktu

pelaksanaan

pekerjaan untuk mulai dan berakhirnya sesuai dengan yang terdapat


pada jadwal waktu pelaksanaan (Lampiran Penawaran). Kebutuhan
peralatan dan tenaga sesuai degan rencana pelaksanaan pekerjaan dan
pelaksanaan pekerjaan ini

akan mengacu pada

gambar rencana,

spesifikasi teknik atau atas petunjuk direksi pekerjaan.

2.3.(11) Saluran berbentuk U Tipe DS 8


Pekerjaan ini memasang beton Pracetak dengan ukuran sesuai
dengan di Bill of Quantity (berbentuk U Tipe DS ), sesuai dengan shop
drawing dan atau petunjuk serta arahan Direksi pekerjaan.
Metode pelaksanaan
- Siapkan bahan dan material, tetapi sebelumnya ajukan sampel
bahan kepada pengawas/direksi.
- Setelah material dan bahan disetujui oleh pengawas/direksi lakukan
pencampuran bahan menjadi bahan adukan.
- Pemasangan saluran beton pracetak dilaksanakan sesuai dengan
elevasi hasil pengukuran (rekayasa lapangan) yang tertuang dalam
shop drawing.
- Setelah

selesai

pemasangan

Saluran

beton

pracetak

maka

dilanjutkan dengan pemasangan tutup saluran, sesuai dengan


gambar rencana.
- Pekerjaan
rencana.

ini

dilaksanakan

sesuai

dengan

spesifikasi

teknis

DIVISI 3.PEKERJAAN TANAH


3.1.(1) Galian Tanah Biasa
Pekerjaan Galian biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak
Diklasifikasikan sebagai galian batu, galian struktur, galian sumber
bahan

(borrow

excavation),

Galian

perkerasan

beraspal,

galian

perkerasan berbutir, dan galian perkerasan beton


Pelaksanaan galian biasa ini prosedurnya sebagai berikut :
1. Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan
kedalaman galian. Pengukuran dilaksanakan dengan menggunakan
alat ukur theodolit dengan mempedomani hasil rekayasa yang telah
ditentukan oleh konsultan dan Direksi Pekerjaan.
Pemasangan bowplank dilakukan setelah hasil dari pengukuran
disetujui oleh pihak Konsultan dan direksi Pekerjaan.
2. Penggalian secara Manual
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank
dalam hal ini penentuan kedalaman galian. Tanah yang digali
secara manual dikumpulkan ke tepi galian dan selanjutnya dimuat
ke Dump Truck, kemudian diangkut keluar lokasi proyek.
3. Penggalian dengan Menggunakan Alat Berat
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank
dalam hal ini penentuan kedalaman galian.Tanah yang digali oleh

Excavator langsung dimuat ke Dump Truck, kemudian diangkut


keluar lokasi proyek.
4. Dasar untuk perhitungan analisa dari pekerjaan ini :
Asumsi :
-

Menggunakan tenaga manusia

kapasitas kerja berkelompok

kedalaman sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan

Tanah yang digali dikumpulkan umumnya berada disisi


jalan (kiri/Kanan jalan)

Penggalian menggunakan tenaga manusia

Selanjutnya material hasil galian di masukkan kedalam


Dump Truck
Asumsi :

menggunakan alat berat(cara mekanik)

Lokasi pekerjaan Sepanjang jalan

Urutan kerja/Metode Kerja :

Tanah

yang dipotong

umumnya

berada

disisi

jalan

(kiri/kanan jalan)
-

Penggalian menggunakan alat berat( Excavator)


Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil galian
kedalam Dump Truck

Dump Truck membuang material hasil galian keluar lokasi


proyek.

3.1.(3) Galian Struktur dengan kedalaman 0 2 meter


Metode kerja untuk pekerjaan galian struktur dengan kedalamam 0
2 M adalah sebagai berikut :

a.

Sebelum
dibuat

dulu

request

melakukan

pekerjaan

harus

dan diserahkan kepada direksi untuk

disetujui.
b.

Menyerahkan daftar peralatan yang akan


digunakan.

c.

Melakukan pengukuran di lokasi pekerjaan


untuk menentukan titik-titik pekerjaan galian struktur dan
memasang bouwplank sesuai kebutuhan.

d.

Melakukan peninjauan lapangan bersamasama direksi untuk menentukan apakah lokasi pekerjaan sudah
sesuai dengan kebutuhan lapangan.

e.

Tanah

digali

dengan

menggunakan

excavator, dibantu secara manual oleh tenaga manusia pada


lokasi

galian

yang

tidak

dapat

dilakukan

dengan

alat

excavator.
f.

Selanjutnya

tanah

hasil

galian

dimuat

kedalam dump truck dan diangkut ke luar lokasi pekerjaan.


g.

Hasil galian dirapihkan oleh sekelompok


pekerja.

3.1.(4) Galian Struktur dengan kedalaman 2 4 meter


Metode kerja untuk pekerjaan galian struktur dengan kedalamam 2
4 M adalah sebagai berikut :
a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request
dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.
c. Melakukan pengukuran di lokasi pekerjaan untuk menentukan
titik-titik pekerjaan galian struktur dan memasang bouwplank
sesuai kebutuhan.
d. Melakukan peninjauan lapangan bersama-sama direksi untuk
menentukan apakah lokasi pekerjaan sudah sesuai dengan
kebutuhan lapangan.

e. Galian struktur dilakukan dengan menggunakan excavator,


dibantu secara manual oleh tenaga manusia pada lokasi
galian yang tidak dapat dilakukan dengan alat excavator.
Untuk

mengantisipasi

rembesan

air

saat

pelaksanaan

pekerjaan galian, maka di lokasi penggalian disediakan water


pump untuk usaha pengeringan (dewatering). Dan tanah
yang rawan runtuh (longsor) diberi perkuatan-perkuatan
secukupnya.
f. Selanjutnya tanah hasil galian dimuat kedalam dump truck
dan diangkut ke luar lokasi pekerjaan.

3.1.(5) Galian Struktur dengan kedalaman 4 6 meter


Metode kerja untuk pekerjaan galian struktur dengan kedalamam 4
6 M adalah sebagai berikut :
Sebelum

a.
dibuat

dulu

request

melakukan

pekerjaan

harus

dan diserahkan kepada direksi untuk

disetujui.
b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.
c. Melakukan pengukuran di lokasi pekerjaan untuk menentukan
titik-titik pekerjaan galian struktur dan memasang bouwplank
sesuai kebutuhan.
d. Melakukan peninjauan lapangan bersama-sama direksi untuk
menentukan apakah lokasi pekerjaan sudah sesuai dengan
kebutuhan lapangan.
e. Galian struktur dilakukan dengan menggunakan excavator,
dibantu secara manual oleh tenaga manusia pada lokasi

galian yang tidak dapat dilakukan dengan alat excavator.


Untuk

mengantisipasi

rembesan

air

saat

pelaksanaan

pekerjaan galian, maka di lokasi penggalian disediakan water


pump untuk usaha pengeringan (dewatering). Dan tanah
yang rawan runtuh (longsor) diberi perkuatan-perkuatan
secukupnya.
f. Selanjutnya tanah hasil galian dimuat kedalam dump truck
dan diangkut ke luar lokasi pekerjaan.
3.2.(1a) Timbunan Biasa dari sumber galian
Timbunan biasa adalah timbunan yang terdiri dari bahan tanah
atau bahan galian batu yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan
Pekerjaan Pekerjaan sebagai bahan yang memenuhi syarat untuk
digunakan dalam pekerjaan permanen

DIVISI 4.PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN


4.2.(2b) Lapis Pondasi Agregat Kelas S
Lapis pondasi Agregat Klas S digunakan pada bahu jalan tanpa
penutup aspal tebal padat 15 cm, dengan kondisi elevasi permukaan dan
kemiringan melintang mengacu pada Spesifikasi Teknik. Bahan Material
Klas S terdiri dari fraksi Agregat Kasar (tertahan saringan No. 4), dan
Faraksi Agregat Halus(lolos saringan No. 4) dengan rentang komposisi
dan syarat spesifikasi bahan yang diatur dalam Spesifikasi Teknik.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebagai berikut :
1. Exavator memuat material Agregat yang telah dicampur dari base
camp /stock file ke dalam dump truck untuk selanjutnya dibawa

kelokasi

pekerjaan.

Material

dihampar

di

lokasi

keja

dengan

menggunakan Vibrator roller, dengan tetap menjaga tebal hamparan


pada yang disyaratkan dalam gambar. Untuk menjaga kadar air
bahan yang disyaratkan dalam rentang Spesifikasi, maka sebelum
pemadatan dapat dilakukan penyiraman material hamparan dari
segregasi sebelum pemadatan dengan menggunakan alat bantu.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Exapator, Dumptruck, Vibrator
Roller, Water Tank dan Alat bantu.
DIVISI 5.PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapis Pondasi Agregat KLas A adalah Mutu Lapis Pondasi atas untuk
lapisan dibawah lapisan beraspal, dengan tebal 15 cm. Bahan material
klas A terdiri dari fraksi Agregat Kasar (tertahan saringan No. 4), dan
fraksi agregat halus (lolos saringan No. 4) dengan rentang komposisi dan
syarat sifat bahanyang diatur dalam spesifikasi teknik.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebegai berikut :
1. Exavator memuat material agregat yang telah dicampur dari base
camp/stock file kedalam Dump Truck untuk selanjutnya dibawa ke
lokasi

pekerjaan.

Material

dihampar

dilokasi

kerja

dengan

menggunakan Motor Grader, yang selanjutnya setelah mencapai


tebal hamparan gembur yang cukup kemudian dipadatkan dengan
menggunakan Vibrator Roller, dengan tetap menjaga tebal hamparan
padat yang disyaratkan dalam gambar. Untuk menjaga kadar air
bahan yang disyratkan dalam rentang Spesifikasi, maka sebelum
pemadatan dapat melakukan penyiraman material hamparan dengan
menggunakan Water Tank. Sekelompok pekerja akan merapihkan
hamparan dari agregasi sebelum pemadatan dengan menggunakan
2.

alat bantu.
Peralatan yang digunakan adalah : Exavator, Dump Truck, Vibrator
Roller, Water Tank dan Alat Bantu.

5.1.(2) Lapis Pondasi Agregat Kelas B


Lapis pondasi agregat Klas B adalah Mutu lapis pondasi bawah
untuk lapisan dibawah lapisan Lapis Pondasi Klas A, dengan tebal pada
20 cm. bahan material Klas B terdiri dari Fraksi Agregat Kasar (tertahan
saringan No. 4) dan fraksi aregat halus (lolos saringan no. 4) dengan
rentang komposisi dan syarat sifat bahan yang diatur dalam spesifikasi
teknik.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebagai berikut :
1. Exavator memuat material agregat yang telah dicampur dari base
camp/stock file ke dalam dump truck untuk selanjutnya dibawa
kelokasi

pekerjaan.

Material

dihampar

dilokasi

kerja

dengan

menggunakan motor greder, yang selanjutnya setelah mencapai


tebal hamparan gembur yang cukup kemudian dipadatkan dengan
menggunakan vibrator roller, dengan tetap menjaga tebal hamparan
padat yang disyaratkan dalam gambar. Untuk menjaga kadar air
bahan yang disyaratkan dalam rentang Spesifikasi, maka sebelum
pemadatan dapat dilakukan penyiraman material hamparan dengan
menggunakan Water Tanker. Sekelompok pekerja akan merapikan
hamparan dari agregasi sebelum pemadatan dengan menggunakan
alat bantu.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Exavator, Dump Truck, Vibrator
Roller, Water Tank dan alat bantu.
DIVISI 6.PERKERASAN ASPAL
6.1(1)(a) Lapis Resap Pengikat Aspal Cair
Pekerjaan lapis resap pengikat terdiri dari pekerjaan penyiapan
permukaan dan penghamparan bahan aspal yang dihampar diatas
permukaan pondasi tanpa bahan pengikat aspal atau semen (dalam hal

ini Lapis Pondasi Agregat Klas A), dengan komposisi sebesar 0,4 1,3
Liter per meter bujur sangkar.
Pekerjaan dilaksanakan

sedemikian

rupa

sehingga

masih

memungkinkanlalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang


sedang dilaksanakan dan hanya menimbulkan gangguan yang minimal
bagi lalu lintas. Bangunan dan benda- benda lain disamping tempat kerja
(struktur, kerb lantai dan lain-lain) harus dilindungi agar tidak menjadi
kotor karena percikana aspal. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini
adalah aspal semen pen 60/70 atau 80/100 (memenuhi standar AASHTO
M20) yang diencerkan

dengan minyak

Tanah (kerosene),

dengan

membandigngkan pemakaian minyak tanah pada rentang 80 -85 bagian


minyak perseratus bagian aspal semen (80 pph 85 pph) kurang ekivalen
dengan viskovitas aspal cair hasil kilang jenis MC-30.
Pekerjaan lapis resap pengikat terdiri dari pekerjaan penyiapan
permukaan dan penghamparan bahan aspal yang dihampar diatas
permukaan pondasi tanpa bahan pengikat aspal atau semen (dalam hal
ini Lapis Pondasi Agregat Klas A), dengan komposisi sebesar 0,4 1,3
Liter per meter bujur sangkar.
Pekerjaan
dilaksanakan
sedemikian

rupa

sehingga

masih

memungkinkanlalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang


sedang dilaksanakan dan hanya menimbulkan gangguan yang minimal
bagi lalu lintas. Bangunan dan benda- benda lain disamping tempat kerja
(struktur, kerb lantai dan lain-lain) harus dilindungi agar tidak menjadi
kotor karena percikana aspal. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini
adalah aspal semen pen 60/70 atau 80/100 (memenuhi standar AASHTO
M20) yang diencerkan

dengan minyak

Tanah (kerosene),

dengan

membandigngkan pemakaian minyak tanah pada rentang 80 -85 bagian


minyak perseratus bagian aspal semen (80 pph 85 pph) kurang ekivalen
dengan viskovitas aspal cair hasil kilang jenis MC-30.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebagai berikut :
1. Menyiapkan permukaan yang akan dihampar dengan menggunakan
mesin kompresor yang dibantu dengan alat manual seperti : sikap
dan

sapu

lidi.

Menyiapkan

material

yang

digunakan

dengan

mencampur Aspal dan Korosene sesuai komposisi yang ditentukan,


dan

kemudian

Penghamparan

dipasnaskan
dilakukan

sehingga

dengan

menjadi

menggunakan

aspal

Aspal

cair.

Sprayer

secara

seksama,

disyaratkan

dengan

dalam

mengacu

Spesifikasi.

pada

rentang

Perapihan

suhu

dilakukan

yang

setelah

penyemprotan selesai dilakukan.


2. Peralatan yang digunakan adalah : Compressor, Asphalt Sprayer
yang di gandeng Dump Truck dan alat bantu.
6.1(2)(a) Lapis Perekat Aspal Cair
Pekerjaan lapis perekat terdiri dari pekerjaan penyiapan permukaan
dan penghamparan bahan aspal yang dihampar diatas permukaan bahan
pengikat semen atau Asphalt (Sperti semen Tanah, RCC, CTB, Perkerasan
Beton / Lantai Jembatan Beton, Lapis Penetrasi Macadam, Laston,
Lataston dll.) dengan komposisi seperti disyaratkan dalam Spesifikasi
untuk setiap Jenis Bahan Asphalt dan kondisi permukaan yang sesuai.
Pekerjaan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga masih
memungkinkanlalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang
sedang dilaksanakan dan hanya menimbulkan gangguan yang minimal
bagi lalu lintas. Bangunan dan benda- benda lain disamping tempat kerja
(struktur, kerb lantai dan lain-lain) harus dilindungi agar tidak menjadi
kotor karena percikan aspal. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini
adalah aspal semen pen 60/70 atau 80/100 (memenuhi standar AASHTO
M20) yang diencerkan

dengan minyak

Tanah (kerosene),

dengan

membandingkan pemakaian minyak tanah pada rentang 25 - 30 bagian


minyak per 100 bagian aspal (25 pph 30 pph).
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebagai berikut :
1. Menyiapkan permukaan yang akan dihampar dengan menggunakan
mesin kompresor yang dibantu dengan alat manual seperti : sikap
dan

sapu

lidi.

Menyiapkan

material

yang

digunakan

dengan

mencampur Aspal dan Korosene sesuai komposisi yang ditentukan,


dan

kemudian

dipasnaskan

sehingga

menjadi

aspal

cair.

Penghamparan diolakukan dengan menggunakan aspal Sprayer


secara

seksama,

disyaratkan

dengan

dalam

mengacu

Spesifikasi.

pada

Perapihan

rentang

suhu

dilakukan

yang

setelah

penyemprotan selesai dilakukan.


2. Peralatan yang digunakan adalah : compressor, asphalt Sprayer yang
di gandeng Dump Truck dan alat bantu.

6.3(5) Laston Lapis Aus (AC-WC)


Campuran beraspal panas dengan Asbuton Lapis Aus (AC-WC)
adalah campuran panas antara Agregat dengan bahan pengikat asphalt
keras

pen

60

yang

campurannya

menggunakan

asboton

butir

dengankelas penetrasi 15 (0,1 mm) dan kadar abutmen 20 %, yang


dicampur diunit pencampuran Asphalt (UPA), dihampar dan dipadatkan
dalam keadaan panas pada temperatur tertentu, dengan ketebalan padat
4 cm.
Sebelum melakukan pekerjaan, penyedia jasa terlebih dahulu
menunjukan semua usulan agregat dan campuran yang memadai
berdasarkan hasil pengujuian material dan campuran di Laboratorium
dan hasil percobaan penghamparan dan pemadatan campuran (Trial Mix)
yang dibuat diinstansi pencampuran aspal, yang tertuang secara
berurutan sesuai dalam Spesifikasi Teknik, mulai dari pengusulan DMF
hingga persetujuan JMF.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebagai berikut :
1. Exapator memuat dari Stock File ke Hot Bin, kemudian bersamasama dengan Asphalt Asbuton butir di campur diunit pencampuran
asphalt dengan komposisi yang telah disetujui dump truck membawa
campuran asphalt panas kelokasi pekerjaan. Campuran dihampar
dengan menggunakan Asphalt Finisher, kemudian pemadatan awal
oleh Tandem Roller, pemadatan utama oleh Type Roller dan
pemadatan akhir kembali dengan Tandem Roller lintasan pemadatan
dilakukan sesuai jumlah lintasan yang telah disetujui. Semua rentang
suhu yang disyaratkan selama proses ini harus tetap dijaga untuk
mendapatkan kepadatan yang optimum. Selama penghamparan,

sekelompok

pekerja

akan

merapihkan

tepid

an

sambungan

hamparan secara manual, sebagian lagi bertugas mengatur lalu


lintas yang lewat.
2. Peralatan yang digunakan adalah : Exavator, Asphalt Mixing Plant +
Genset, Asphalt Finisher, Tandem Roller, Pneumatic Type Roller,
Dump Truck, dan alat bantu.
6.3(6) Laston Lapis Antara (AC-BC)
Campuran berasphalt panas dengan Asbuton Lapis Aus (AC-BC AsbP)
adalah campuran panas antara agregat dengan bahan pengikat asphalt
keras pen 60 yang campurannya menggunakan Asbuton butir dengan
kelas penetrasi 15 (0,1 mm) dan kadar abutmen 20 %, yang dicampur
diunit pencampuran asphalt (UPA), dihampar dan dipadatkan dalam
keadaan panas pada temperature tertentu, dengan ketebalan padat 5
cm.
Sebelum

melakukan

pekerjaan,

penyedia

jasa

terlebih

dahulu

menunjukan semua usulan agregat dan campuran yang memadai


berdasarkan hasil pengujuian material dan campuran di Laboratorium
dan hasil percobaan penghamparan dan pemadatan campuran (Trial Mix)
yang dibuat diinstansi pencampuran aspal, yang tertuang secara
berurutan sesuai dalam Spesifikasi Teknik, mulai dari pengusulan DMF
hingga persetujuan JMF.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebagai berikut :
1. Exavator memuat agregat dari Stock File ke Hot Bin, kemudian
bersama-sama dengan Asphalt Asbuton butir di campur diunit
pencampuran asphalt dengan komposisi yang telah disetujui dump
truck membawa campuran asphalt panas kelokasi pekerjaan.
Campuran

dihampar

dengan

menggunakan

Asphalt

Finisher,

kemudian pemadatan awal oleh Tandem roller, pemadatan utama


oleh Type Roller dan pemadatan akhir kembali dengan Tandem
Roller . lintasan pemadatan dilakukan sesuai jumlah lintasan yang
telah disetujui. Semua rentang suhu yang disyaratkan selama proses
ini harus tetap dijaga untuk mendapatkan kepadatan yang optimum.

Selama penghamparan, sekelompok pekerja akan merapihkan tepid


dan sambungan hamparan secara manual, sebagian lagi bertugas
mengatur lalu lintas yang lewat.
2.

Peralatan yang digunakan adalah : Exavator, Asphalt Mixing Plant +


Genset, Asphalt Finisher, Tandem roller, Pneumatic Type Roller,
Dump Truck, dan alat bantu.

6.3.(8) Bahan anti pengelupasan


Bahan anti pengelupasan Bahan pengisi {Filler} yang ditambahkan
terdiri atas debu batu kapur (limestone dust), kapur padam (hydrated
limeJ, semen atau abu terbang yqng sumbernya disetujui areh Direksi
Pekerjaaan. Filler sebagai bahan tqmbahan campuran Lastan AC-WC
selain Aspal Minyak yang telah dicampur pada Lapisan AC-WC itu sendiri.
Filler digunakan sebagai bahan tambahan pengikat antara Lapis Resap
Pengikat-Aspal cair dan Laston AC-WC, bahan ini memberikan makna dan
fungsi khusus untuk menambah kekakuan ikatan antara kedua lapisan
tersebut, sehingga hasil maksimal yang dicapai untuk ikatan tersebut
lebih terpenuhi dan tercapai.

DIVISI 7.STRUKTUR
7.1(5)a Beton mutu sedang fc30 MPa lantai jembatan
Beton mutu sedang (30 MPa) merupakan beton mutu sedang yang
bersifat structural yang digunakan untuk beton bertulang seperti
bangunan bawah jembatan, lantai, dan perkerasan beton semen. Dalam
kegiatan ini beton mutu sedang diperuntukkan untuk struktur bangunan
bawah

jembatan.

Pekerjaan

ini

juga

sudah

termasuk

pembuatan

perancah dan bekisting untuk acuan pengecoran.


Sebelum melakukan pekerjaan, Kami terlebih dahulu menunjukan
semen usulan agregat dan campuran yang memadai berdasarkan hasil
pengujian material dan campuran di laboratorium berdasarkan kuat beton
untuk umut 7 dan 28 hari, atau umur yang lain yang telah ditentukan

oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara berurutan sesuai dalam


spesifikasi teknik, mulai dari pengujuian JMD hingga persetujuan JMF.
Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus
memenuhi criteria teknis utama, yaitu kelecakan (Workability), kekuatan
(Straigth), dan keawetan (Durability). Kami akan membuat gambar detil
untuk

seluruh

persetujuan

perancah

direksi

yang

akan

pekerjaan

digunakan,

sebelum

setiap

dan

memperoleh

pekerjaan

perancah

dimulai.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebagai berikut :
1.

Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, baja tulangan


dan benda lain yang harus dimasukkan kedalam beton (seperti pipa
atau selongsong)) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga
tidak bergeser pada saat pengecoran. Acuan yang dibuat dapat dari
kayu atau baja dengan sambungan dari adukan yang kedap dan
kaku untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama
pengecoran,

pemadatan

dan

perawatan,

dan

acuan

dibuat

sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.


Segera sebelum beton dimulai, acuan harus dibasahi dengan air
atau diolesi minyak disisi dalamnya dengan minyak yang tidak
meninggalkan bekas. Bahan dan material yang telah disetujui
dicampur

dan

diaduk

menggunakan

Concrete

Mixer

dilokasi

pekerjaan, kemudian campuran beton dituang kedalam acuan.


Kegiatan pengecoran dilanjutkan tanpa berhenti sampai dengan
sambungan konstruksi yang telah disetujui sebelumnya atau
sampai pekerjaan selesai. Untuk pemadatan campuran digunakan
concrete

vibrator,

dengan

ketentuan

penggunaan

mengikuti

spesifikasi teknik. Sekelompok pekerja dengan menggunkan alat


bantu

akan

merapihkan

pengecoran

setelah

pengecoran

dilaksanakan.
2.

Peralatan yang digunakan adalah : Self Loading Concrete Mixer,


Water Tank, Concrete Vibrator, dan alat bantu.

7.1(5)b Beton mutu sedang fc30 MPa Untuk Abutmen

Beton mutu sedang (30 MPa) merupakan beton mutu sedang yang
bersifat structural yang digunakan untuk beton bertulang seperti
bangunan bawah jembatan, lantai, dan perkerasan beton semen. Dalam
kegiatan ini beton mutu sedang diperuntukkan untuk struktur bangunan
bawah jembatan (Abutment, Wing Wall dan Petak Injak). Pekerjaan ini
juga sudah termasuk pembuatan perancah dan bekisting untuk acuan
pengecoran.
Sebelum melakukan pekerjaan, Kami terlebih dahulu menunjukan
semen usulan agregat dan campuran yang memadai berdasarkan hasil
pengujian material dan campuran di laboratorium berdasarkan kuat beton
untuk umut 7 dan 28 hari, atau umur yang lain yang telah ditentukan
oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara berurutan sesuai dalam
spesifikasi teknik, mulai dari pengujuian JMD hingga persetujuan JMF.
Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus
memenuhi criteria teknis utama, yaitu kelecakan (Workability), kekuatan
(Straigth), dan keawetan (Durability). Kami akan membuat gambar detil
untuk

seluruh

persetujuan

perancah

direksi

yang

pekerjaan

akan

digunakan,

sebelum

setiap

dan

memperoleh

pekerjaan

perancah

dimulai.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebagai berikut :
1.

Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, baja tulangan


dan benda lain yang harus dimasukkan kedalam beton (seperti pipa
atau selongsong)) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga
tidak bergeser pada saat pengecoran. Acuan yang dibuat dapat dari
kayu atau baja dengan sambungan dari adukan yang kedap dan
kaku untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama
pengecoran,

pemadatan

dan

perawatan,

dan

acuan

dibuat

sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.


Segera sebelum beton dimulai, acuan harus dibasahi dengan air
atau diolesi minyak disisi dalamnya dengan minyak yang tidak
meninggalkan bekas. Bahan dan material yang telah disetujui
dicampur

dan

diaduk

menggunakan

Concrete

Mixer

dilokasi

pekerjaan, kemudian campuran beton dituang kedalam acuan.

Kegiatan pengecoran dilanjutkan tanpa berhenti sampai dengan


sambungan konstruksi yang telah disetujui sebelumnya atau
sampai pekerjaan selesai. Untuk pemadatan campuran digunakan
concrete

vibrator,

dengan

ketentuan

penggunaan

mengikuti

spesifikasi teknik. Sekelompok pekerja dengan menggunkan alat


bantu

akan

merapihkan

pengecoran

setelah

pengecoran

dilaksanakan.
Acuan tidak dibongkar dari bidang vertical, dinding, kolom yang
tipis struktur yang sejenis lebih awal 30 jam setelah pengecoran
beton.
2.

Peralatan yang digunakan adalah : Self Loading Concrete Mixer,


Water Tank, Concrete Vibrator, dan alat bantu.

7.1(10) Beton mutu rendah fc10 MPa


Metode kerja untuk pekerjaan beton mutu rendah dengan fc=10
MPa (K-125) diasumsikan untuk pekerjaan di media atau pekerjaan
struktur lainnya yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan adalah sebagai
berikut :
1.

Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat

2.
3.

dulu request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.


Menyerahkan daftar peralatan yang digunakan.
Beton K-125 suplier yang telah diproduksi dibawa ke lokasi

4.

pengecoran dengan menggunakan truck mixer.


Beton di cor pada bekisting yang telah disiapkan. Kemudian

5.

dipadatkan menggunakan concrete vibrator.


Setiap dilakukan pengecoran harus dilakukan test slump dan
membuat benda uji kubus/silinder untuk dilakukan pengetesan di

6.

laboratorium.
Water tanker disediakan untuk mensupply air yang diperlukan
untuk menunjang pekerjaan ini.

7.3(4) Baja Tulangan U 39 Ulir


Merupakan baja tulangan Bentuk Ulir dengan baja mutu sedang
yang memiliki tegangan leleh karekteristik 3.900 kg/cm2. Pekerjaan ini

mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan pada acuan


cetakan sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar.
Pekerjaan dilakukan secara manual dengan urutan pekerjaan sebagai
berikut :
1.

Besi

dipotong

dan

dibengkokan

sesuai

dengan

kebutuhan,

kemudian disusun sedemikian rupa sesuai dengan gambar kerja,


dan setiap pertulangan diikat dengan menggunakan kawat beton.
Peralatan yang digunakan adalah : alat bantu

2.

7.4(3)c Pengadaan Struktur Jembatan Rangka Baja Panjang 60 m,


Lebar 9 m
7.4(4)c Pemasangan Struktur Jembatan Rangka Baja Panjang 60
m, Lebar 9 m
a. Pola Pengukuran :
Pola

(maal)

pengukuran

dan

peralatan-peralatan

lain

yang

dibutuhkan untuk menjamin ketelitian pekerjaan harus disediakan di pada


saat Pabrikasi. Semua pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan
pita-pita baja yang telah disetujui. Ukuran-ukuran dari pekerjaan baja
yang tertera pada gambar rencana dianggap ukuran pada 25C.
b. Pelurusan
Sebelum pekerjaan lain dilakukan pada pelat, maka semua pelat
harus

diperiksa

kerataannya,

semua

batang-batang

diperiksa

kelurusannya, harus bebas dari puntiran dan bila perlu harus diperbaiki
sehingga bila pelat-pelat disusun akan terlihat rapat keseluruhannya.

c. Pemotongan
Pekerjaan baja dapat dipotong dengan menggunakan gunting,
menggergaji atau dengan las pemotong. Permukaan yang diperoleh dari
hasil pemotongan harus siku terhadap bidang yang dipotong, tepat dan
rata menurut ukuran yang diperlukan.
d. Pekerjaan Mesin Perkakas dan Geirinda
Apabila pelat digunting, digergaji atau dipotong dengan las pemotong,
maka pada pemotongan diperkenankan terbuangnya metal sebanyakbanyaknya 3 mm pada pelat setebal 6 mm dan pada pelat yang tebalnya
lebih besar dari 12 mm.
e. Pekerjaan Las

Pekerjaan las dikerjakan oleh Tukang Las dibawah Pengawasan


Langsung pelaksana struktur dengan pekerjaan Las.

Detail-detail khusus menyangkut cara persiapan penyambungan,


cara pengelasan, jenis dan ukuran serta kekuatan arus Iistrik

Ukuran elektroda, arus tegangan listrik dan kecepatan busur listrik


yang digunakan, harus seperti yang dinyatakan oleh pabrik Las
listrik dengan kawat baja jenis RD.

Pelat-pelat baja yang akan di Las harus bebas dari kotoran-kotoran


besi, minyak, cat, karet atau lapisan lain yang dapat mempengaruhi
mutu Las.

f. Mengebor
Semua lubang harus dibor untuk seluruh tebal dari material. Bila
memungkinkan, maka semua pelat, potongan-potongan dan sebagainya

harus dijepit bersama-sama untuk membuat lubang dan dibor menembus


seluruh tebal sekaligus.
g. Memberi code pada jenis-jenis potongan

Semua lubang harus dibor untuk seluruh tebal dari material. Bila
memungkinkan,

maka

semua

pelat,

potongan-potongan

dan

sebagainya harus dijepit bersama-sama untuk membuat lubang


dan dibor menembus seluruh tebal sekaligus. Bila menggunakan
baut pada salah satu lubang maka lubang ini dibor lebih kecil dan
kemudian baru diperbesar untuk mencapai ukuran sebenarnya.

Cara lain ialah bahwa batang-batang dapat dilubangi tersendiri


dengan menggunakan mal. Setelah mengebor, seluruh kotoran besi
harus disingkirkan dan pelat-pelat dan sebagainya dapat dilepas
bila perlu.

Diameter lubang untuk baut, kecuali baut pas adalah 1,50 mm lebih
besar dari pada diameter yang tertera pada gambar rencana.
Diameter lubang-lubang untuk baut pas harus dalam toleransi yang
diberikan.

Dalam hal ini menggunakan pas lubang yang tidak di bor


menembus

sekaligus

seluruh

tebal

elemen-elemennya,

maka

lubang dapat di bor dengan ukuran yang lebih kecil dahulu dan
kemudian pada saat montase percobaan
7.6(19)a Tiang Bor Beton, diameter 800 mm
Tiang Bor Beton diameter 800 mm jenis pondasi dalam yang
berbentuk tabung, yang berfungsi meneruskan beban struktur bangunan
diatasnya

dari

permukaan

tanah

sampai

lapisan

tanah

keras

di

bawahnya. Tiang Bor Beton cara pelaksanaan pengerjaanya. diawali dari


pembuatan lubang di tanah dengan cara tanah di Bor terlebih dahulu
dengan

menggunakan

Bore

Pile

Machine

yang

diikuti

dengan

pemasangan cassing guna mencegah terjadinya kerusakan diding tanah


kemudian penginstalan besi tulangan ke dalam lubang yang dilanjutkan
dengan pengecoran bor pile dengan tremi dan menggunakan Concrete
Truck Mixer.

1.

Berkoordinasi dengan Direksi Pekerjaan mengenai urutan-urutan


kerja/Prioritas

kerja

dengan

mempertimbangkan

urutan

penyelesaian yang diminta dan aksesibilitas kerja agar tercapai


produktivitas yang terbaik.
2.

Tentukan/tetapkan pengunaan tanda tanda yang disepakati yang


digunakan

dalam

pelaksanaan

pekerjaan

pengukuran

dan

pematokan agar tidak terjadi kerancuan dalam membedakan titik


titik pengeboran dengan titik titik as bangunana dan atau titik
bantu yang lainnya.
3.

Untuk menghindari pergeseran as tiang dari koordinat yang telah


ditentukan maka digunakan titik bantu selama proses pengeboran

4.

Proses pengeboran dimulai dengan mengunakan auger soil hingga


mencapai permukaan air tanah. Kemudian dilanjutkan dengan
mengunkaan n drilling bucket hingga mencapai kedalaman
lubang yang ditentukan.

5.

Melakukan pengambilan sample tanah pada kedalaman dimana


terdapat perbedaan jenis tanah selama proses pengeboran.

6.

Untuk menghindari kelongsoran permukaan dinding lubang ketika


dilakukan
kedalaman

pengeboran,
3-6

maka

setelah

(tergantung

pemasangan casing sementara.

pengeboran

kondisi

tanah)

mencapai
dilakukan

7.

Untuk membersihkan

dasar lubang dari kotoran atau lumpur

akibat pengeboran maka digunakan cleaning bucket.

8.

Setelah dasar lubang bersih dari kotoran atau lumpur maka


dilanjutkan dengan pemasangan tulangan pondasi.

9.

Setelah dasar lubang bersiha dari kotoran atau l umpur makan


dilanjutkan dengan pemasang tulangan pondasi.

Setelah proses pemasangan tulangan baja maka proses selanjutnya


adalah pengecoran beton. Ini merupakan bagian yang paling kritis yang
menentukan berfungsi tidaknya suatu pondasi. Meskipun proses
pekerjaan sebelumnya sudah benar, tetapi pada tahapan ini gagal maka
gagal pula pondasi tersebut secara keseluruhan.
Pengecoran disebut gagal jika lubang pondasi tersebut tidak terisi benar
dengan beton, misalnya ada yang bercampur dengan galian tanah atau
segresi dengan air, tanah longsor sehingga beton mengisi bagian yang
tidak tepat.
Adanya air/lumpur pada lubang bor menyebabkan pengecoran
memerlukan alat bantu khusus, yaitu pipa tremi yang akan kami
gunakan. Pipa tersebut mempunyai panjang yang sama atau lebih daru
kedalaman lubang yang dibor.

Pada tahap pengecoran pertama kali, truk readymixed yang akan


kontraktor gunakan untuk menuangkan langsung ke corong pipa tremi
seperti kasus di atas. Pada tahap ini.

Jika beton yang di cor sudah semakin ke atas (volumenya semakin


banyak) maka pipa tremi harus mulai ditarik ke atas. Dan memperhatikan

bagian pipa tremi yang basah dan kering. karena pengecoran beton
masih diteruskan maka diperlukan bucket karena beton tidak bisa
langsung dituang ke corong pipa tremi tersebut.

Peralatan :
1. Bore Pile Machine
2. Alat Bor
3. Crane on Track
4. Excavator
5. Concrete Truck Mixer

7.6(27)a Pengujian Crosshole Sonic logging (CSL) pada Tiang bor


beton diameter 800 mmm
Pengujian

dengan

alat

Pile

memberikan informasi-informasi

Driving

penting

Analyzer

yang

PDA

berkaitan

dapat
dengan

interaksi pondasi bored pile dengan tanah dibawah beban aksial yang
diberikan. Hasil-hasil yang didapat dari pengujian dengan PDA ini adalah
kapasitas tiang, transfer energi hammer ke tiang, tegangan tekan dan
tarik

yang

bekeja pada tiang akibat tumbukan, serta integritas

(keutuhan) tiang. Pelaksanaan pengujian ini dengan menjatuhkan


sebuah

massa

hammer

ke

kepala

tiang

untuk

membangkitkan

gelombang tegangan yang nantinya akan ditangkap atau direkam oleh


sensor-sensor

yang

telah

dilekatkan

di

sisi

tiang,

pengujian

dilaksanakan setelah tiang mempunyai kekuatan yang cukup untuk


menahan tumbukan palu. PDA didasarkan pada analisis data hasil
rekaman getaran gelombang yang terjadi pada waktu tiang dipukul.
7.6(27)b

Pengujian

Pembebanan

Dinamis

Jenis

PDLT

(Pile

Dynamic Load TEsting) pada Tiang ukuran / diameter


Pekerjaan pesiapan Axial test meliputi:
Perapian area lokasi tiang test dengan luas area kurang lebih 12 x 10
m( terganntung panjan crass beam & main beam yang digunakan ).

Perbaikan kepala tiang test, dimana pada bagian atas pile dibuat
serata mungkin, tujuannya agar beban yang diberikan terhadap tiang
uji dapat bekerja secara sempurna dan sebaliknya tiang yang diuji
memberikan perlawanan secara sempurna pula.
Persiapan penyusunan kaki test pile dengan menggunakan balok
kubus ukuran 1 x 1 x 1m
Penyusunan cross beam, main beam, dan balok kubus sebagai beban
pengujian.
Sistem

pembebanan yang digunakan adalah system

kentledge

dengan balok-balok beton yang diletakkan diatas platform yang dibuat


dari profil-profil baja ( cross beam ) dengan panjang 12 m yang yang
berfunsi menopang

balok-balok beton yang disusun vertical sampai

ketinggiaan tertentu.
Untuk menghindari terjadinya differensi settlement pada platform
support dipasang steel plate dibawah masing-masing support dan di
bawah steel plate diberi landasan .
Jumlah

berat

balok-balok

beton

yang

diletakkan

diatas

platform

diusahakan lebih besar dari beban yang diujikan dimana untuk M.R.
Project beban yang diujikan sebesar ( 2 x 425 ton) untuk diameter 1
meter dan ( 2 x 300 ton) untuk diameter 0,8 m. Profil baja ( Cross beam )
dan platform adalah beban tambahan.
Besarnya beban percobaan dapat dibaca pada manometer yang
dipasang pada hydraulic pump .
Penurunan

(settlement)

dari

pondasi

tiang

diukur

dengan

mempergunakan 4 (empat) buah dial gauge yang dipasang secara


diagonal pada cap tiang percobaan yang dihubungkan dengan profilprofil baja kanal sebagai reference beam.
Untuk

menghindari

terjadinya

konsentrasi

tegangan

antara

hydraulic jack dan pile cap dipasang plat-plat baja dengan ukuran 150 x
150 x 0.1 cm, plat-plat ini dipasang juga antara ram/piston hydraulic jack
dan main beam.
DATA-DATA ALAT UKUR
A.

Hydraulic Jack.

Kapasitas

: 1000 ton

Tinggi

: 48.00 mm

Diameter luar

: 56.00 mm

B.

C.

D.

Diameter Ram

: 43.18 cm

Travel ram maximum

Merk

: ENERPAC

Type

: CLS1006

: 15.24 cm

Manometer

Kapasitas

Graduation

Merk

: 700 bar
: 0-10 bar
: ENERPAC/GF-510

Pompa Elektric

Kapasitas

Merk

: 10000 psi
: ENERPAC

Dial Gauge

Merk

: Mitutoyo

Type

: 3058

Reading

Graduation

Max. Total Travel

: 0.01 m/grad
: 0 - 100
: 50 mm

7.9.(1) Pasangan Batu


Metode kerja untuk pekerjaan pasangan batu adalah sebagai berikut :
a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan
diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
b. Menyerahkan hasil pengujian material dasar yang akan digunakan
dan harus sesuai Spesifikasi Teknik yang disyaratkan.
c. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.
d. Tahapan Pekerjaan :
- Bahan material yang digunakan batu belah yang sudah dibersihkan,
pasir dan semen.
- Mortar (semen + pasir + air) dicampur dengan mengunakan concrete

mixer sesuai JMF.


- Sebelum pekerjaan pemasangan batu dimulai harus dibuatkan profil
di lapangan sebagai acuan kerja sesuai shop drawing.
- Pemasangan dilakukan oleh tukang yang dibantu oleh para pekerja.
- Apabila diperlukan sesuai gambar kerja, pada dinding saluran
dipasang sulingan-sulingan.
- Back filling dilakukan secara manual kemudian dipadatkan dengan
menggunakan stamper.
7.10.(3)a. Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis
Metode kerja untuk pekerjaan bronjong dengan kawat yang dilapisi
galvanis adalah sebagai berikut :
a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu

request

dan

diserahkan kepada direksi untuk disetujui.


b. Menyerahkan daftar peralatan yang digunakan.
c. Pekerjaan bronjong digunakan sebagai dinding penahan sesuai
dengan gambar rencana atau petunjuk dari Direksi Pekerjaan.
d. Sebelum dimulai pelaksanaan dilapangan maka semua bahan dasar
(kawat bronjong, batu belah dan bahan lainnya), shop drawing
telah mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
e. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap, segmen per
segmen (arah horizontal) untuk menjaga kestabilan badan jalan
yang ada, dan dilakukan setelah staking out termasuk rencana
profil

kemiringan

galian

tanah

terpasang

sebagai

acuan

pelaksanaan pekerjaan galian.


f. Penggalian tanah untuk bagian tumit dan konstruksi bronjong akan
dilakukan dengan excavator dan hasil galian diangkut kelokasi
pembuangan.
g. Keranjang bronjong disiapkan dan kemudian dipasangkan di lokasi
pekerjaan sesuai gambar kerja. Batu pengisi kemudian diletakkan
satu demi satu kedalam keranjang bronjong sedemikian rupa agar
tercapai kepadatan maksimum dengan rongga sekecil mungkin. Jika
diperlukan akan dilakukan pengujian berat isi dari bronjong, agar
asumsi berat isi dalam perencanaan dapat tercapai dilapangan..
h. Pengisian batu kedalam keranjang bronjong dilakukan secara
bertahap, seiring dengan pemasangan bronjong dan pengisian batu
disebelahnya.

i. Setelah pengisian batu selesai, keranjang ditutup, diikat dan


dikencangkan dangan batang penarik.
j. Dalam arah vertical, sambungan keranjang bronjong dibuat tidak
dalam satu garis, akan tetapi dibuat berselang dan sesuai dengan
gambar kerja.
k. Secara bertahap, material timbunan diisikan dibelakang keranjang
bronjong yang telah berisi batu dan dipadatkan dengan alat
pemadat mini vibro roller dan atau stamper.
l. Langkah pekerjaan berulang hingga mencapai elevasi rencana.

7.11.(1)a. Expansion Joint Tipe Asphaltic Plug, Fixed


Metode kerja untuk pekerjaan expansion joint tipe asphaltic plug, fixed
adalah sebagai berikut :
a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan
diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.
c. Pemotongan lapisan aspal dan pembongkaran pada lokasi yang
telah

disetujui

Direksi

Pekerjaan

dengan

menggunakan

asphalt/concrete cutter dan jack hammer+air compressor.


d. Lokasi pemotongan dan pembongkaran harus dibersihkan dari
kotoran dengan menggunakan air compressor.
e. Setelah sambungan yang dibongkar dalam kondisi siap, maka bagian
celah dalam 30 mm dari dari bagian dasar dimasukkan tali
tambang. Lapisi seluruh sisi yang dibongkar dengan menggunakan
aspal bitumen yang berfungsi sebagai pengikat antara bagian aspal
lama dengan aspal baru. Pasangkan baja dalam kondisi datar tidak
ada beda tinggi antara sisi-sisinya ini dimaksudkan agar pada saat

menerima

beban

dari

atas

plat

baja

tidak

bergerak

yang

menyebabkan siar muai retak.


f. Agregat sebelum digelar harus dipanaskan terlebh dahulu sampai
suhu 200 derajat dengan alat pemanas tertentu (indirect heating)
dimana suhu dapat terkontrol dengan baik dan dapat menghasilkan
panas yang merata pada seluruh agregat. Penghamparan lapis
pertama setebal 40 mm yang kemudian dicor dengan aspal karet
yang sudah dipanaskan dengan cara indirect heating sampai suhu
200 derajat agar aspal karet tersebut dapat berpenetrasi kedalam
semua rongga antar agregat.
g. Proses ini diulangi untuk ketebalan selanjutnya, sampai elevasi
yang

ditentukan.

Setelah

penghamparan

agregat

selesai

selanjutnya dipadatkan dengan menggunakan alat compector


sampai agregat saling mengunci dan padat.
h. Setelah semua agregat padan selanjutnya cor kembali dengan
aspal bitumen yang berfungsi sebagai waterproofing agar air tidak
masuk kedalam bagian agregat.

7.12.(3) Perletakan Elastomerik Sintetis Ukuran 350 mm x 500


mm x 40 mm
Material

dan

peralatan

disiapkan,

Perletakan

Elastomerik

Sintetis ukuran 350 mm x 500 mm x 40 mm dipasang dengan


seksama. Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perletakan
elastometrik adalah sebagai berikut:

Bahan harus cukup keras yaitu mempunyai hardness 55 5

duro
Untuk bantalan karet dengan ketebalan > 1, menggunakan

laminasi antara pelat baja


dengan karet
Perlu uji kelekatan (geser) antara pelat baja dengan karet
Perlu aging test bahan karet sesuai ASTM 573, dimana
pemuluran sampai putus 50%, perubahan kuat tarik max 15%,

kekerasan max 10 Hs.


Bahan polymer dalam campuran karet tidak boleh lebih dari

60% terhadap volume total bantalan


Tebal pelat baja minimum adalah 1/16
Ujung-ujung pelat baja tertanam tidak tajam.

7.12.(4) Perletakan Strip


Elastomeric yang akan dipasang

harus

dilakukan

pengujian

oleh

laboratorium independent baik pengujian secara mekanis maupun


pengujian bahan dan memenuhi ketentuan yang tercantum dalam SNI
3967-2008 dengan ketentuan jumlah benda uji.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik dengan urutan sebagai berikut :
1. Perletakan harus ditandai dengan jelas tentang jenis dan tempat
pemasangan
pengamanan

pada

saat

yang

tiba

cocok

ditempat

harus

kerja.

disediakan

Alat

alat

sebagaimana

diperlukan. Alat alat penjepit sementara harus digunakan untuk


2.

menjaga orientasi bagian-bagian dengan tepat.


Peralatan yang digunakan adalah : Concrate Mixer dan alat bantu

7.13.(1) Sandaran (Railing)


Metoda kerja dari pekerjaan sandaran railing adalah sebagai berikut :
a. Sebelum melakukan

pekerjaan

harus

diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

dibuat

request

dan

b. Menyerahkan daftar peralatan yang digunakan.


c. Bahan untuk sandaran jembatan antara lain :
-

Baja rol dengan tegangan leleh 2800 kg/cm2 atau standar lain
yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

Baut pemegang (Holding Down Bolt) berbentuk U dengan


diameter 25 mm atau dengan baut jangkar dengan perekat
epoxy apabila disetujui oleh Direksi Pekerjaan (semua baut
pemegang harus diproteksi terhadap korosi atau digalvanisasi).

d. Sandaran difabrikasi di bengkel yang disetujui Direksi Pekerjaan.


e. Pengelasan

dilakukan

oleh

tenaga

terampil.

Lapisan

yang

terekspos harus dikupas, digosok, dikikir dan dibersihkan untuk


mendapatkan penampilan yang bersih sebelum digalvanisasi.
f. Kemudian semua bagian baja harus digalvanisasi.
g. Sandaran harus dipasang dengan hati-hati sesuai dengan garis
dan ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar.
h. Sandaran harus disetel dengan hati-hati sebelum dimatikan agar
dapat memperoleh sambungan yang tepat, alinyemen yang benar
dan lendutan balik pada seluruh panjang.
i.

Persetujuan dari Direksi Pekerjaan harus diperoleh sebelum


sandaran dimatikan.

7.14.(1) Papan Nama Jembatan


Papan nama jembatan dibuat sesusai dengan nomenklatur
yang ada, berisi nama jembatan dan informasinya sebagaimana di
bawah ini;
a. Ukuran minimal 40 x 60
cm2

b. Bahan marmer dengan


lambang PU
c. Toleransi
10 cm
d. Letak sesuai

dengan

ketentuan

dan

dipasang pada parapet


e. Isi
tulisan :
- Nomor jembatan
- Nama jembatan
- Lokasi
- Data teknis
- Tahun pembangunan
7.15.(1) Pembongkaran Pasangan Batu
Metode kerja dari pekerjaan pembongkaran pasangan batu adalah
sebagai berikut:
a. Sebelum melakukan

pekerjaan

harus

dibuat

request

dan

diserahkan kepada direksi untuk disetujui.


b. Menyerahkan daftar peralatan yang digunakan.
c.

Pembongkaran dilakukan dengan menggunakan air compressor +


jack hammer atau alat lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

d. Hasil bongkaran diangkut ke lokasi pembuangan menggunakan


dump truck.

7.15.(2) Pembongkaran Beton


Metode kerja dari pekerjaan pembongkaran beton adalah sebagai
berikut:
a.

Sebelum melakukan

pekerjaan

harus

dibuat

request

dan

diserahkan kepada direksi untuk disetujui.


b.

Menyerahkan daftar peralatan yang digunakan.

c.

Pembongkaran dilakukan dengan menggunakan air compressor +


jack hammer atau alat lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

d.

Hasil bongkaran diangkut ke lokasi pembuangan menggunakan


dump truck.

7.15.(5) Pembongkaran Rangka Baja


Metode kerja dari pekerjaan pembongkaran Rangka Baja adalah
sebagai berikut:
a. dengan menggunakan alat bantu.
b. Bilamana terjadi kesalahan membengkokan baja tulangan, batang
tulangan tidak boleh dibengkokan kembali atau diluruskan tanpa
persetujuan direksi pekerjaan atau yang sedemikian akan merusak
atau melemahkan bahan.
c. Sambungan dan persilangan diikat dengan menggunakan kawat
ikat baja.
7.16.(1) Deck Drain
Deck Drain adalah Lubang pembuang genangan air yang
terletak pada plat lantai jembatan,yang berhubungan dengan pipa
penyalur PVC yang fungsi dan kegunaanya adalah membuang
genangan

air

pada

plat

lantai

jembatan.

Adapun

cara

pemasangannya kami sesuaikan dengan gambar/ atau sesuai dengan


petunjuk dan arahan direksi pekerjaan.

7.16.(4) Piva Penyalur PVC


Pipa penyalur adalah
terletak

pada

lantai

pipa

pembuangan

jembatan

ke

arah

air

hujan

yang

bawah, Diameter

minimum 75 mm dengan Bahan baja galvanis. Panjang pipa


cucuran 20 cm lebih panjang dari bagian terbawah struktur utama
bangunan atas.
DIVISI 8. PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR
8.4(1) Marka Jalan Termoplastik
Pekerjaan ini berupa pengecatan marka jalan dengan termoplastik.
Metode kerja dari pekerjaan marka jalan termoplastik adalah sebagai
berikut :
`Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan
kepada direksi untuk disetujui.
a. Permukaan

jalan

dibersihkan

dari

debu/kotoran

dengan

menggunakan air compressor.


b. Pemberian tanda pada lokasi yang akan di marka (Pre-Marking).
c.

Setelah bahan cat dan material glass bit dicampur dan dipanaskan
dengan alat marka, kemudian di hampar sesuai tanda yang telah
ditentukan.

d. Peralatan beserta bahan dibawa oleh truck.


e. Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.

8.4.(7) Rel Pengaman


Rel Pengaman diperuntukkan pada lokasi-lokasi yang memerlukan
pengamanan

khusus

bagi

pengendara,

yaitu

tikungan

tajam.

Rel

Pengaman dipasang dengan dimensi, panjang dan ketentuan yang sesuai


dengan spesifikasi atau gambar kontrak, atau menurut petunjuk direksi

pekerjaan. Sebelum pembuatan/ pemasangan terlebih dahulu dibuat


request pekerjaan. Metode kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
a.

Batang

rel

pengaman beserta tiang-tiangnya diterima di lokasi pemasangan


Lokasi tiang rel pengaman digali sampai kedalaman rencana.
b.

Tiang

rel

pengaman dimasukkan ke dalam lubang dan kemudian dicor


sehingga dapat berdiri dengan kuat.
c.

Batang

rel

pengaman dipasang pada tiang-tiang rel pengaman.


d.

Pembersihan
dan pemeliharaan setelah pemasangan.

8.4.(10) Kerb Pracetak Jenis 1 (Peninggi/Mountable)


Kerb Pracetak dibuat dari beton dengan mutu K-300 (fc25 Mpa)
sesuai Spesifikasi Teknis Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3. Metode kerja dari
pekerjaan pembuatan Kerb Pracetak ini adalah sebagai berikut :
a.

Sebelum
melakukan

pekerjaan

harus

dibuat

request

dan diserahkan

kepada direksi untuk disetujui.


b.

Kerb

pracetak

disupply oleh supplier dan diterima di lokasi pekerjaan.


c.

Lokasi
pemasangan kerb harus dibersihkan dan digali sampai bentuk dan
kedalaman yang diperlukan sesuai gambar kerja.

d.

Sebelum
pemasangan dilakukan, dibuat dudukan untuk Kerb sesuai gambar
kerja, selanjutnya dilakukan pemasangan kerb, celah antar kerb
diberi adukan pasir dan semen (mortar).

e.

Di beberapa tempat
sesuai gambar kerja yang disetujui Direksi Pekerjaan dipasang
Kerb yang berlobang agar dapat mengalirkan air dari badan jalan.

f.

Penyelesaian dan
perapihan setelah pemasangan.

Setelah seluruh pekerjaan fisik selesai,

dilakukan perbaikan jalan

akses ke lokasi pekerjaan yang rusak akibat kendaraan alat berat yang
melewati jalan tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran
Direksi keet, bongkar bouplank, dan pembuangan sisa pekerjaan agar
lokasi pekerjaan bersih dari kotoran. Kemudian dilakukan Demobilisasi
alat-alat, tenaga kerja serta bahan bahan dan alat alat berat yang ada
dilokasi

pekerjaan.

Mengadakan

pengukuran

akhir

dalam

rangka

pembuatan as-built drawing dan MC 100%. Dalam rangka Serah Terima


Pertama, diperlukan kelengkapan :

1. Foto visual 0 % s/d 100 %


2. Kontrak Awal dan Addendum Kontrak
3. Rencana Mutu Kontrak
4. Laporan harian, mingguan dan bulanan
5. Berita Acara pembayaran fisik
6. MC 100 %
7. Shop Drawing
8. As Built Drawing
9. Dan lain-lain yang berhubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan

Demikian

metode

pelaksanaan

kelengkapan dokumen penawaran

pekerjaan

ini

Paket Pekerjaan

dibuat

sebagai

Penggantian

Jembatan Pangi, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo

atas

perhatiannya diucapkan terima kasih.

Gorontalo, 14 Desember 2016


PT. MITRA SEJAHTERA MULIA

ABNER MAKADAPA
Direktur Utama