Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar belakang perusahaan


PT. ANTAM Merupakanperusahaan pertambangan yang terdiversifikasi dan terintegrasi

secara vertikal yang berorientasi ekspor. Melalui wilayah operasi yang tersebar di seluruh
Indonesia yang kaya akan bahan mineral. Kegiatan PT.ANTAM mencakup eksplorasi,
penambangan, pengolahan serta pemasaran dari komoditas bijih nikel, feronikel, emas, perak,
bauksit dan batubara. ANTAM memiliki konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia.
ANTAM didirikan sebagai Badan Usaha Milik Negara pada tahun 1968 melalui merjer
beberapa perusahaan pertambangan nasional yang memproduksi komoditas tunggal seperti
Badan Pimpinan Umum Perusahaan-perusahaan Tambang Umum Negara, Perusahaan Negara
Tambang Bauksit Indonesia, Perusahaan Negara Tambang Emas Tjikotok, Perusahaan Negara
Logam Mulia, PT Nickel Indonesia, Proyek Intan dan Proyek-proyek Bapetamb.
Perseroan didirikan dengan nama "Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang" di Republik
Indonesia pada tanggal 5 Juli 1968 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1968.
Pendirian tersebut diumumkan dalam Tambahan No. 36, BNRI No. 56, tanggal 5 Juli 1968. Pada
tanggal 14 September 1974, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1974, status
Perusahaan diubah dari Perusahaan Negara menjadi Perusahaan Negara Perseroan Terbatas
("Perusahaan Perseroan") dan sejak itu dikenal sebagai "Perusahaan Perseroan (Persero) Aneka
Tambang".
Pada tanggal 30 Desember 1974, ANTAM berubah nama menjadi Perseroan Terbatas.
Untuk mendukung pendanaan proyek ekspansi feronikel, pada tahun 1997 ANTAM menawarkan
35% sahamnya ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 1999,
ANTAM mencatatkan sahamnya di Australia dengan status foreign exempt entity dan pada tahun
2002 status ini ditingkatkan menjadi ASX Listing yang memiliki ketentuan lebih ketat.
B. Visi perusahaan
Menjadi korporasi global terkemuka melalui diversifikasi dan integrasi usaha berbasis
sumber daya alam.
C.

Misi perusahaan

1.

Menghasilkan produk-produk berkualitas dengan memaksimalkan nilai tambah melalui


praktek-praktek industri terbaik dan operasional yang unggul.

2.

Mengoptimalkan sumber daya dengan mengutamakan keberlanjutan, keselamatan kerja


dan kelestarian lingkungan.

3.

Memaksimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

4.

Meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan karyawan serta kemandirian masyarakat di


sekitar wilayah operasi.

D.

Tujuan perusahaan
Tujuan perusahaan saat ini berfokus pada peningkatan nilai pemegang saham. Hal ini

dilakukan melalui penurunan biaya seiring usaha bertumbuh guna menciptakan keuntungan yang
berkelanjutan.
E.

Strategi perusahaan
Adapun strategi yang di terapkan oleh PT.antam adalah berfokus pada komoditas inti nikel,

emas, dan bauksit melalui peningkatan output produksi untuk meningkatkan pendapatan serta
menurunkan biaya per unit.Hingga tahun 2015, Perseroan memiliki lima unit bisnis yakni Unit
Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara, UBPN Maluku Utara, Unit Bisnis
Pertambangan (UBP) Emas, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia serta
UBP Bauksit. Perseroan juga memiliki Unit Geomin yang berfokus pada kegiatan eksplorasi
Perseroan.
F.

Anak perusahaan
PT Aneka tambang (ANTAM) memiliki beberapan anak perusahaan, yaitu sebagai berikut:
PT Indonesia Coal Resources (Indonesia)
PT Cibaliung Sumberdaya (Indonesia)
PT Gag Nikel (Indonesia)
Asia Pacific Nickel Pty., Ltd. (Australia)
PT Antam Resourcindo (Indonesia)
PT Borneo Edo International (Indonesia)
PT Mega Citra Utama (Indonesia)

PT Indonesia Chemical Alumina (Indonesia)


PT Antam Jindal Stainless Indonesia (Indonesia)
PT Indonesia Chemical Alumina (Indonesia)
PT Antam dan PT Inalum mendapat kepercayaan dari Kementerian Badan Usaha Milik
Negara untuk membeli saham PT Freeport Indonesia sebesar 1,7 miliar dollar AS. Jika kedua
perusahaan tersebut tidak mampu, maka akan dibantu PT Timah dan PT Bukit Asam sebagai
bagian dari holding perusahaan tambang BUMN.

BAB II

TINJAUAN LITERATUR
Prinsip corporate governance yang ke dua dari OECD pada dasarnya mengatur mengenai
hak-hak pemegang saham dan fungsi-fungsi kepemilikan saham. Hal ini terutama mengingat
investor saham terutama dari suatu perusahaan publik, memiliki hak-hak khusus seperti saham
tersebut dapat dibeli, dijual ataupun ditransfer. Pemegang saham tersebut juga berhak atas
keuntungan perusahaan sebesar porsi kepemilikannya. Selain itu kepemilikan atas suatu saham
mempunyai hak atas semua informasi perusahaan dan mempunyai hak untuk mempengaruhi
jalannya perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Secara rinci prinsip 2
mengatur hak-hak pemegang saham sebagaimana dapat dilihat dalam uraian di bawah ini.
A. Beberapa hak dasar pemegang saham harus mencakup hak untuk:
1.

Metode yang aman untuk registrasi kepemilikan


Dalam UU PT No. 40 tahun 2007 disebutkan bahwa direksi perusahaan wajib
mengadakan dan menyimpan daftar pemegang saham. Peraturran Bapepam-LK No.
X.H.2

mengatur

kewajiban

Biro

Administrasi

Efek

dan

Emiten

untuk

mengadministrasikan, menyimpan, dan memelihara catatan, pembukuan, data dan


keterangan tertulis yang berhubungan dengan pemegang saham.
2.

Transfer saham
Tidak terdapat aturan yang melarang pemegang saham untuk menstransfer sahamnya ke
pihak lain. Dalam UU Pasar Modal No. 8 tahun 1995 disebutkan pemblokiran rekening
efek hanya dapat dilakukan oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atas perintah
tertulis dari Bapepam atau berdasarkan permintaan tertulis dari Kepala Kepolisian
Daerah, Kepala Kejaksaan Tinggi, atau Ketua Pengadilan Tinggi untuk kepentingan
peradilan dalam perkara perdata atau pidana.

3. Mendapatkan informasi yang relevan dan material mengenai perusahaan tepat waktu dan
secara reguler
Terdapat beberapa peraturan Bapepam-LK yang mengharuskan perusahaan memberikan
informasi material kepada pemegang saham, seperti peraturan X.K.6 yang mengharuskan
perusahaan untuk menyediakan laporan tahunan kepada pemegang saham pada saat
RUPS. Peraturan Bapepam-LK IX.I.I, mengharuskan perusahaan mengumumkan kepada

publik hasil RUPS dalam waktu 2 hari setelah RUPS dalam 2 surat kabar indonesia (salah
satunya harus terdistribusi nasional). UU PT juga mengatur jka pemegang saham
meminta, Direksi memberi izin kepada pemegang saham untuk memeriksa daftar
pemegang saham, daftar khusus, dan risalah RUPS.
4.

Berpartisipasi dan memberikan suara di RUPS


Pasal 52 UU PT menyebutkan pemegang saham berhak menghadiri dan mengeluarkkan
suara dalam RUPS.

5.

Memilih dan mengganti anggota dewan


Pasal 94 dan 111 UU PT menyebutkan bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk
melakukan pengangkatan, penggantian, dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan
Komisaris.

6.

Memperoleh bagian atas laba perusahaan


Pasal 52 UU PT juga menyebutkan pemegang saham berhak menerima pembayaran
dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi.

B. Pemegang saham harus memiliki hak untuk berpartisipasi dalam, dan diberikan
informasi yang cukup atas keputusan-keputusan tentang perubahan-perubahan
penting perusahaan seperti:
1. Perubahan anggaran dasar, atau akte pendirian atau dokumen-dokumen tentang
pengelolaan perusahaan lainnya;
2. Otorisasi saham tambahan; dan
3. Transaksi luar biasa, termasuk pengalihan seluruh atau hampir seluruh asset, yang
berdampak pada penjualan perusahaan.
C. Pedoman GCG yang dikeluarkan KNKG (2006) juga menyebutan hak-hak dasar
pemegang saham, yaitu:
a.

Hak untuk menghadiri, menyampaikan pendapatan, dan memberikan suara dalam


RUPS.

b.

Hak untuk memperoleh informasi mengenai perusahaan secara tepat waktu, benar dan
teratur, kecuali hal-hal yang bersifat rahasia.

c.

Hak untuk menerima bagian dari keuntungan perusahaan yang diperuntukan bagi
pemegang saham dalam bentuk dividen dan pembagian keuntungan lainnya.

d.

Hak untuk memperoleh penjelasan lengkap dan informasi yang akurat mengenai
prosedur yang harus dipenuhi berkenaan dengan penyelenggaran RUPS.

e.

Dalam hal terdapat lebih dari satu jenis dan klasifikasi saham dalam perusahaan, maka:
1) Setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sesuai dengan jenis, klasifikasi
dan jumlah saham yang dimiliki.
2) Setiap pemegang saham berhak untuk diperlakukan setara berdasarkan jenis dan
klasifikasi saham yang dimilikinya.

D. Pengalihan pengendalian perusahaan harus diperbolehkan agar berfungsi secara efisien


dan transparan yang meliputi :
1. Peraturan dan prosedur tentang pengambilalihan pengendalian perusahaan di pasar
modal, dan transaksi luar biasa, seperti merger dan penjualan asset perusahaan dalam
jumlah yang substansial, harus diatur secara jelas dan diungkapkan sehingga investor
mengetahui hak-hak dan pilihan-pilihannya. Transaksi-transaksi harus dilakukan pada
harga yang transparan dan dengan syarat-syarat yang wajar yang melindungi hak-hak
seluruh pemegang saham sesuai dengan klasifikasinya.
2. Kebijakan anti take over tidak boleh digunakan untuk melindungi manajemen dan
pengurus dari kewajiban melakukan pertanggungjawaban.
E. Struktur dan komposisi permodalan yang memungkinkan pemegang saham tertentu
untuk memperoleh tingkat pengendalian yang tidak proporsional dengan kepemilikan
sahamnya harus diungkapkan.
F. Pelaksanaan hak-hak atas kepemilikan oleh seluruh pemegang saham, termasuk
investor kelembagaan, harus difasilitasi. Hal-hal yang perlu diatur adalah :
1. Investor institusi yang bertindak dalam kapasitas secara fiduciary harus mengungkapkan
keseluruhan tata kelola perusahaan dan kebijakan pemungutan suara berkaitan dengan
investasinya, termasuk tata cara yang telah ditetapkan untuk memutuskan penggunaan
hak suara mereka.
2. Investor institusi yang bertindak dalam kapasitas secara fiduciary harus mengungkapkan
bagaimana mereka menangani benturan kepentingan yang material yang mungkin
mempengaruhi pelaksanaan hak-hak pemilik utama berkaitan dengan investasinya.

G. Pemegang saham, termasuk pemegang saham institusi, harus diperbolehkan untuk


saling berkonsultasi tentang masalah-masalah berkenaan dengan hak-hak dasar
pemegang saham sebagaimana didefinisikan dalam Prinsip-prinsip tersebut diatas,
dapat dikecualikan untuk mencegah penyalahgunaan.

BAB III
ANALISA PERUSAHAAN

Analisa bersadar prinsip 2 OECD (2004) tentang hak hak dasar pemegang saham pada PT
ANTAM:
1. Metode yang aman untuk registrasi kepemilikan
ANTAM menunjuk PT Datindo Entrycom sebagai Biro Administrasi Efek
perusahaan yang bertugas untuk melaksanakan pencatatan kepemilikan efek, dan secara
berkala memberikan pengkinian laporan kepada perusahaan. Beberapa informasi yang
dikelola pencatatannya adalah:
a. Daftar komposisi denominasi saham dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh
b. Daftar penyebaran saham dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh
c. Daftar komposisi pemilikan saham dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh
d. Laporan kegiatan registrasi
e. Pemilikan saham yang mencapai 5% atau lebih dari saham yang ditempatkan dan
disetor penuh
f. Laporan kepemilikan saham Direksi dan Dewan Komisaris
g. Daftar pemegang saham pengendali
h. Laporan bulanan kepemilikan saham emiten atau perusahaan publik dan rekapitulasi
yang telah dilaporkan.
Berikut komponen pemegang saham PT ANTAM:

2. Hak untuk mentransfer saham


Orang dalam perusahaan atau pihak pihak yang mempunyai hubungan
istimewa boleh mentransfer (menjual/belikan sahamnya) kepada pihak lain. Namun, PT
ANTAM melarang orang dalam perusahaan atau pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa memperdagangan sekuritas perusahaan berdasarkan informasi atau
fakta material yang belum diungkap.

Berdasarkan Keputusan Direksi No. 242.K/02/DAT/2013 yang ditandatangani


oleh Direktur Utama tanggal 27 September 2013. Ringkasan kebijakan tersebut
dipublikasikan di website perusahaan dalam dua bahasa.Definisi Orang Dalam di
ANTAM adalah:
a) Komisaris, Direktur, atau Pegawai Emiten atau Perusahaan Publik
b) Pemegang Saham Utama Emiten atau Perusahaan Publik
c) Orang Perseorangan yang karena kedudukan atau profesinya atau karena hubungan
usahanya dengan Emiten atau Perusahaan Publik memungkinkan orang tersebut
memperoleh informasi orang dalam
d) Pihak yang dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir tidak lagi menjadi Pihak
sebagaimana dimaksud dalam poin (a), (b), atau (c) di atas.
Kebijakan ini dimaksudkan untuk menghindari adanya benturan kepentingan
serta untuk mengatur perdagangan surat berharga Perusahaan, yakni semua orang dalam
tidak melakukan perdagangan efek berbentuk saham perusahaan di saat memiliki
informasi atau fakta material yang tidak/belum dipublikasikan, adanya penyebaran
informasi atau fakta material secara selektif maupun adanya tipping (pemberian saran)
mengenai informasi atau fakta material yang tidak/belum dipublikasikan.
3. Hak untuk mendapatkan informasi yang relevan dan material mengenai
perusahaan tepat waktu dan secara regular
Pengungkapan Informasi Perusahaan dilakukan berdasarkan SK Direksi No.
241.K/02/DAT/2013 tanggal 27 September tentang Kebijakan Pengungkapan Informasi
Perusahaan. Tujuan dari penyusunan kebijakan ini adalah agar ANTAM secara kredibel
dapat melaksanakan pengungkapan informasi yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
atas semua informasi atau fakta material kepada pemegang saham, komunitas investasi
serta publik pada umumnya agar para pelaku pasar dapat mengambil keputusan
berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
RUPS Tahunan Tahun Buku 2014 dilaksanakan pada 31 Maret 2015, ringkasan
risalah dipublikasikan pada website perusahaan dan disampaikan pada Otoritas Jasa
Keuangan dan Lembaga Pasar Modal lainnya pada tanggal 1 April 2015 serta
dipublikasikan pada tanggal 2 April 2015 di harian Bisnis Indonesia dan Investor Daily
dalam Bahasa Indonesia dan Jakarta Post dalam Bahasa Inggris serta dipublikasikan di
website PT ANTAM dalam dua bahasa.

RUPS Luar biasa dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2016.Ringkasan risalah


RUPS Luar Biasa dilaksanakandipublikasikan pada website perusahaan dan
disampaikan pada Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Pasar Modal lainnya pada
tanggal 7 Oktober 2016 ,serta tanggal 8 oktober 2016 dipublikasikan pada di harian
Bisnis Indonesia dan Investor Daily dalam Bahasa Indonesia dan Jakarta Post dalam
Bahasa Inggris serta dipublikasikan di website PT ANTAM dalam dua bahasa.
4. Hak untuk berpartisipasi dan memberikan suara di RUPS
Jenis saham PT ANTAM diklasifikasikan dalam 2 (dua) jenis yaitu Saham Seri
Dwiwarna dan Saham Seri B, dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap
saham. Pemegang Saham Seri A Dwiwarna yang juga merupakan Pemegang Saham
Pengendali memiliki keistimewaan hak sebagai berikut:
a)

Hanya dimiliki oleh pemerintah Republik Indonesia;

b) Dapat meminta diselenggarakan RUPS Luar Biasa (RUPSLB)


c)

Mengusulkan, menyetujui pengangkatan dan pemberhentian Dewan Komisaris dan


Direksi yang dipilih dalam RUPS/RUPS-LB;

d) Menyetujui keputusan untuk menerbitkan saham baru;


e)

Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan termasuk perubahan modal;

f)

Menyetujui penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan Perseroan,


pengajuan permohonan agar Perseroan dinyatakan pailit dan pembubaran

g) Meminta laporan dan penjelasan mengenai hal tertentu kepada Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan serta
peraturan yang berlaku di bidang pasar modal di Indonesia;
h) Menerima tanggapan Dewan Komisaris atas laporan Direksi (triwulan dan tahunan)
serta pada setiap waktu yang diperlukan mengenai perkembangan Perseroan dari
hasil pelaksanaan tugasnya tepat pada waktunya.
Di luar Hak Istimewa Saham Seri A Dwiwarna di atas, sepanjang tidak
ditentukan lain oleh Anggaran Dasar Perseroan, maka Pemegang Saham Seri A
Dwiwarna dan Pemegang Saham Seri B memiliki hak yang sama, yaitu:

a.

Hak untuk menghadiri, menyampaikan pendapat, dan memberikan suara dalam


RUPS berdasarkan satu saham, memberi hak kepada pemegangnya untuk
mengeluarkan satu suara

b.

Hak untuk memperoleh informasi mengenai perusahaan secara tepat waktu, benar,
dan teratur, kecuali halhal yang bersifat rahasia, sehingga memungkinkan
pemegang saham membuat keputusan mengenai investasinya dalam Perusahaan
berdasarkan informasi yang akurat

c.

Hak untuk menerima bagian dari keuntungan Perusahaan yang diperuntukan bagi
Pemegang Saham dalam bentuk dividen dan pembagian keuntungan lainnya,
sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki.

d.

Hak untuk memperoleh penjelasan lengkap dan informasi yang akurat mengenai
prosedur yang harus dipenuhi berkenaan dengan penyelenggaraan RUPS agar
pemegang saham dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, termasuk
keputusan mengenai hal-hal yang mempengaruhi eksistensi Perusahaan dan hak
pemegang saham.

e.

Dalam hal terdapat lebih dari satu jenis dan klasifikasi saham dalam Perusahaan,
maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sesuai dengan jenis,
klasifikasi dan jumlah saham yang dimiliki, dan setiap pemegang saham berhak
untuk diperlakukan setara berdasarkan jenis dan klasifikasi saham yang dimilikinya

f.

Hak untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjadikan jaminan utang seluruh
atau sebagian besar harta kekayaan Perseroan lebih dari 50% (lima puluh persen)
dari jumlah nilai kekayaan bersih Perseroan baik dalam satu transaksi atau beberapa
transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain Direksi harus
mendapat persetujuan RUPS.

5. Hak untuk memilih dan mengganti anggota dewan


Komposisi dan jumlah anggota Dewan Komisaris dan direksi ditetapkan oleh
RUPS dengan mekanisme pengambilan suara dan dengan memperhatikan visi, misi,
dan rencana strategis PT ANTAM untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang
efektif, tepat dan cepat, serta dapat bertindak secara independen.Pencalonan anggota

Dewan Komisaris merupakan hak dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna. Masa
jabatan direksi dalam 1 periode adalah 5 tahun.
Pemberhentian dan penggantian anggota direksi dan dewan komisaris terjadi
jika dewan komisaris dan direksi:
a. Tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik
b. Melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau ketentuan Anggaran
c.
d.

Dasar
Terlibat dalam tindakan yang merugikan Perseroan dan/atau negara
Melakukan tindakan yang melanggar etika dan/atau kepatutan yang seharusnya

e.

dihormati sebagai Anggota Dewan Komsiaris Perseroan


Dinyatakan bersalah dengan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum
yang tetap

6. Hak untuk memperoleh bagian atas laba perusahaan


Sesuai dengan prospektus saham Perseroan, ANTAM memiliki kebijakan untuk
membagikan dividen tunai kepada pemegang saham setidaknya satu kali setahun
dengan rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih minimum sebesar 30% kecuali
Rapat Umum Pemegang Saham menentukan lain. RUPS Perseroan tanggal 31 Maret
2015, pada ringkasan risalah Rapat Umum Pemegang Saham pada mata acara ketiga
menyetujui penetapan untuk tidak melakukan pembagian dividen untuk Tahun Buku
2014, dikarenakan kondisi Perseroan yang mengalami kerugian.