Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota

yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu


wilayah. Ditinjau dari Sistim Kesehatan Nasional, Puskesmas merupakan pelayanan
kesehatan tingkat pertama dimana bertanggung jawab menyelenggarakan kesehatan
perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.
Terdapat 6(enam) upaya kesehatan pokok/wajib puskesmas meliputi, Upaya
promosi kesehatan; Upaya kesehatan lingkungan; Upaya kesehatan Ibu dan Anak;
Upaya perbaikan gizi; Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular;
Upaya pengobatan. Upaya Pengembangan Puskesmas:
1. Upaya kesehatan sekolah
2. Upaya kesehatan olahraga
3. Upaya perawatan kesehatan masyarakat
4. Upaya kesehatan kerja
5. Upaya kesehatan gigi dan mulut
6. Upaya kesehatan jiwa
7. Upaya kesehatan mata
8. Upaya kesehatan usia lanjut
9. Upaya pembinaan pengobatan tradisional

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program kesehatan


anak usia sekolah. Program UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas
sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk prilaku
hidup bersih dan sehat anak usia sekolah.
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah secara umum adalah untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin serta
menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan
dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukkan
manusia Indonesia yang berkualitas dan seutuhnya.
Secara khusus tujuan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah untuk
memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan peserta didik
yang mencakup memiliki pengetahuan, sikap, dan ketrampilan untuk melaksanakan
prinsip hidup sehat, serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan.
Dan salah satu yang dapat dilakukan adalah pengadaan Imunisasi pada tingkat
sekolah yang biasa disebut Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bertujuan untuk memberikan
perlindungan bagi anak-anak usia sekolah terhadap penyakit campak, difteri dan
tetanus. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6-12 tahun, yang sesuai dengan
proses tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 subkelompok yaitu pra remaja (6-9
tahun) dan remaja (10-19 tahun).
Penyelenggaraan BIAS berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor
1059/Menkes/SK/IX/2004 dan mengacu pada himbauan UNICEF, WHO dan UNFPA

tahun 1999 untuk mencapai target Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (MNTE)
pada tahun 2005 di negara berkembang (insiden dibawah 1 per 1.000 kelahiran hidup
dalam satu tahun). BIAS adalah salah satu bentuk kegiatan operasional dari imunisasi
lanjutan pada anak sekolah yang dilaksanakan pada bulan tertentu setiap tahunnya
dengan sasaran seluruh anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) atau sederajat (MI/SDLB)
kelas 1, 2, dan 3 di seluruh Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Salah satu strategi yang tercantum dalam Global Immunization Vision and
Strategy (GIVS) 2006 2015 adalah to protect more people in a changing world.
Untuk mengimplementasikan visi tersebut, maka kegiatan yang dapat dilaksanakan
adalah melakukan pemberian imunisasi pada anak yang lebih tua, dalam hal ini
adalah murid sekolah dasar. Pemberian imunisasi pada murid sekolah yang disebut
BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) telah dilaksanakan secara rutin sejak tahun
1984, dimana saat ini murid kelas 1 SD/MI menerima imunisasi DT dan Campak
sedangkan murid kelas 2 dan kelas 3 menerima imunisasi TT. Pelaksanaan BIAS ini
merupakan salah satu kegiatan rutin yang harus dilaksanakan bekerjasama dengan
pihak sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah.
Penyelenggaraan BIAS ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI
nomor 1059/Menkes/SK/IX/2004 dan mengacu pada himbauan UNICEF, WHO dan
UNFPA tahun 1999 untuk mencapai target Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal
(MNTE) pada tahun 2005 di negara berkembang (insiden dibawah 1 per 1.000
kelahiran hidup dalam satu tahun). BIAS adalah salah satu bentuk kegiatan
operasional dari imunisasi lanjutan pada anak sekolah yang dilaksanakan pada bulan
tertentu setiap tahunnya dengan sasaran seluruh anak-anak usia Sekolah Dasar (SD)
atau sederajat (MI/SDLB) kelas 1, 2, dan 3 di seluruh Indonesia.

Imunisasi harus diberikan lagi pada anak sekolah dikarenakan sejak anak
mulai memasuki usia sekolah dasar terjadi penurunan terhadap tingkat kekebalan
yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi. Oleh sebab itu, pemerintah
menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia sekolah dasar atau sederajat
(MI/SDLB) yang pelaksanaannya serentak di Indonesia dengan nama Bulan
Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi lanjutan sendiri adalah imunisasi ulangan
yang

ditujukan

untuk

mempertahankan

tingkat

kekebalan

diatas

ambang

perlindungan atau memperpanjang masa perlindungan. Imunisasi yang diberikan


berupa vaksin Difteri Tetanus (DT) dan Vaksin Campak untuk anak kelas 1 SD atau
sederajat (MI/SDLB) serta vaksin Tetanus Toksoid (TT) pada anak kelas 2 atau 3 SD
atau sederajat (MI/SDLB). Pada tahun 2011, secara nasional imunisasi vaksin TT
untuk kelas 2 dan kelas 3 SD atau sederajat (MI/SDLB) ditambah dengan Antigen
difteri (vaksin Td). Pemberian imunisasi ini sebagai booster untuk mengantisipasi
terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri. Perubahan pemberian imunisasi dari
vaksin TT ditambah dengan vaksin Td ini sejalan dengan rekomendasi dari Komite
Ahli Penasehat Imunisasi Nasional atau Indonesia Technical Advisory Group on
Immunization. Hal ini disebabkan adanya perubahan trend kasus infeksi difteri pada
usia anak sekolah dan remaja.

B. Pelaksanaan BIAS
Kegiatan penjaringan (skrining) kesehatan bagi peserta didik kelas I, dilakukan
pada awal tahun ajaran untuk mendeteksi adanya kelainan atau penyakit tertentu
dengan cara pemeriksaan mata, gigi, telinga dan pemeriksaan fisik umum.
Pemberian imunisasi booster DT pada anak SD kelas I sebanyak 1 kali yang
dilakukan oleh perawat UKS, dosis 0,5 cc dengan penyuntikan secara IM pada saat
BIAS. Pemberian imunisasi TT pada anak SD kelas II dan III sebanyak 1 kali yang
dilakukan oleh perawat UKS, dosis 0,5cc dengan penyuntikan secara IM pada saat
BIAS. Pemberian imunisasi Campak pada anak SDkelas I sebanyak 1 kali yang
dilakukan oleh perawat UKS, dosis 0,5cc dengan penyuntikan secara IM pada saat
BIAS.

C. Fungsi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)


Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan bagi masyarakat melalui
pembangunan kesehatan dengan perencanaan terpadu. Pembangunan kesehatan di
Indonesia memiliki beban ganda (double burden), dimana penyakit menular masih
masalah karena tidak mengenal batas wilayah administrasi sehingga tidaklah mudah
untuk memberantasnya. Dengan tersedianya vaksin mampu mencegah penyakit
menular sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan efisien.

Pemberian vaksin melalui program imunisasi merupakan salah satu strategi


pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat.
Program imunisasi mengacu kepada konsep Paradigma Sehat, dimana prioritas utama
dalam pembangunan kesehatan yaitu upaya pelayanan peningkatan kesehatan
(promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) secara menyeluruh, terpadu dan
berkesinambungan.
Menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan bahwa
program imunisasi sebagai salah satu upaya pemberantasan penyakit menular. Upaya
imunisasi telah diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. Upaya ini merupakan
upaya kesehatan yang terbukti paling cost effective. Mulai tahun 1977, upaya
imunisasi dikembangkan menjadi Program Pengembangan Imunisasi dalam rangka
pencegahan penularan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
(PD3I), yaitu tuberculosis, difteri, pertusis, campak, polio, tetanus dan hepatitis B.
Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi
terhadap penyakit PD3I (Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) sampai
usia anak sekolah. Hal ini disebabkan karena sejak anak mulai memasuki usia
sekolah dasar terjadi penurunan terhadap tingkat kekebalan yang diperoleh saat
imunisasi ketika bayi. Maka diselenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia
sekolah dasar atau sederajat (MI/SDLB) yang pelaksanaannya serentak di Indonesia
dengan nama Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Bulan Imunisasi Anak Sekolah

(BIAS) bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar
terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus.
Pemberian imunisasi ini sebagai booster untuk mengantisipasi terjadinya
Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri dan penyakit yang dapat dicegah lainnya.
Perubahan pemberian imunisasi dari vaksin TT ditambah dengan vaksin Td ini
sejalan dengan rekomendasi dari Komite Ahli Penasehat Imunisasi Nasional atau
Indonesia Technical Advisory Group on Immunization. Hal ini disebabkan adanya
perubahan trend kasus infeksi difteri pada usia anak sekolah dan remaja.
Pemberian imunisasi bagi para anak usia SD atau sederajat (MI/SDLB) ini
merupakan komitmen pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan dalam upaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS). Selain itu, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1059/MENKES/SK/IX/2004 tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
bahwa imunisasi sebagai salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit
melalui pemberian kekebalan tubuh harus dilaksanakan secara terus menerus,
menyeluruh, dan dilaksanakan sesuai standar sehingga mampu memberikan
perlindungan kesehatan dan memutus mata rantai penularan.

D. Waktu Pelaksanaan BIAS

BIAS dilaksanakan dua kali setahun yaitu pada:


1. Bulan September untuk pemberian imunisasi Campak pada kelas I.
2. Bulan November untuk pemberian DT pada anak kelas I, pemberian TT pada
anak kelas II dan kelas III.
Sasaran kegiatan BIAS adalah seluruh anak Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah
Ibtidaiyah (MI) Negeri dan Swasta, Institusi pendidikan setara SD lainnya (pondok
pesantren, seminari, SDLB) laki-laki dan perempuan.
Sedangkan untuk anak yang tidak sekolah pada pelaksanaan BIAS agar diajak ke
Puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi, sedangkan untuk anak sakit
pemberian imunisasi ditunda dan apabila sembuh agar diajak ke Puskesmas terdekat
untuk imunisasi.
Jadwal Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

Kelas

BULAN
SEPTEMBER

NOPEMBER

Campak

DT

II

TT

III

TT

Pelayanan imunisasi di sekolah dikoordinir oleh tim pembina UKS. Peran guru
menjadi sangat strategis dalam memotivasi murid dan orangtuanya. Ketidak hadiran
murid pada saat pelayanan imunisasi akan merugikan murid itu sendiri dan
lingkungannya karena peluang untuk memperoleh kekebalan melalui imunisasi tidak
dimanfaatkan.
Pemberian imunisasi pada anak sekolah bertujuan sebagai investasi bagi
pembangunan sumber daya manusia yang produktif, meningkatkan kemampuan
hidup sehat bagi peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik
dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber
daya manusia yang lebih berkualitas. Diselenggarakan melalui wadah yang sudah ada
yaitu Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS), dimana imunisasi
merupakan salah satu komponen kegiatan UKS.
Upaya imunisasi perlu terus ditingkatkan untuk mencapai tingkat population
immunity (kekebalan masyarakat) yang tinggi sehingga dapat memutuskan rantai
penularan PD3I. Dengan berbagai kemajuan pada bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi, upaya imunisasi menjadi semakin efektif dan efisien dengan harapan dapat
memberikan langkah nyata bagi kesejahteraan anak, ibu, serta masyarakat secara
umum.

BAB III
PENUTUP
Bulan imunisasi anak sekolah merupakan program pemerintah yakni pemberian
vaksin pada anak uisa sekolah dengan harapan dapat mencegah terjadinya penyakit
difteri, campak, dan tetanus. Sehingga kedepannya generasi bangsia kita jauh lebih
sehat sesuai harapan yang terkaktub dalam landasan hukum imunisasi pada UndangUndang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan bahwa program imunisasi sebagai salah
satu upaya pemberantasan penyakit menular.

Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi
terhadap penyakit PD3I (Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) sampai
usia anak sekolah. Hal ini disebabkan karena sejak anak mulai memasuki usia
sekolah dasar terjadi penurunan terhadap tingkat kekebalan yang diperoleh saat
imunisasi ketika bayi. Maka diselenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia
sekolah dasar atau sederajat (MI/SDLB) yang pelaksanaannya serentak di Indonesia
dengan nama Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Bulan Imunisasi Anak Sekolah
(BIAS) bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar
terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. "Masa depan bangsa Indonesia
ditentukan anak-anak yang sehat. Anak-anak sehat akan menciptakan dunia yang
sehat. Untuk itu, jagalah kesehatan anak-anak sejak dini dengan memberikan
imunisasi,