Anda di halaman 1dari 444

PRA RANCANGAN PABRIK

PEMBUATAN ETILEN GLIKOL DARI ETILEN OKSIDA DENGAN


PROSES KARBONASI
DENGAN KAPASITAS 80.000 TON/TAHUN

TUGAS AKHIR

OLEH :
WULAN PRATIWI
NIM. 050405045

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

INTI SARI
Etilen glikol adalah salah satu bahan kimia yang jumlahnya belum
mencukupi kebutuhan industri di Indonesia. Etilen glikol sebagian besar digunakan
sebagai bahan baku industri poliester yang merupakan bahan baku industri tekstil dan
plastik. Selain itu kegunaan etilen glikol lainnya adalah sebagai bahan baku
tambahan pada pembuatan cat, cairan rem, solven, alkyl resin, tinta cetak, tinta
ballpoint, foam stabilizer, kosmetik, dan bahan anti beku. Produksi etilen glikol
biasanya dilakukan dengan hidrolisis langsung etilen oksida, tetapi banyak
kekurangan dalam proses ini salah satunya konversi etilen glikol rendah. Oleh karena
itu, untuk menghasilkan etilen glikol maksimal dilakukan produksi etilen glikol dari
etilen oksida dengan proses Karbonasi. Proses produksi ini terdiri dari beberapa
tahap yaitu tahap awal, tahap Karbonasi, tahap Hidrolisis.
Pra rancangan pabrik

Etilen Glikol ini direncanakan akan berproduksi

dengan kapasitas 80.000 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari dalam setahun.
Lokasi pabrik yang direncanakan adalah di daerah daerah hilir Sungai Rokan,
Kabupaten Rokan Hilir, Riau dengan luas tanah yang dibutuhkan sebesar 20.000 m2.
Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik sebanyak 166 orang.
Bentuk badan usaha yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dan bentuk
organisasinya adalah organisasi sistem garis dan staff.
Hasil analisa terhadap aspek ekonomi pabrik Etilen Glikol adalah :
Modal Investasi

: Rp. 646.101.102.857,-

Biaya Produksi per tahun

: Rp 1.085.926.256.857,-

Hasil Jual Produk per tahun

: Rp 1.437.714.356.325,-

Laba Bersih per tahun

: Rp 245.037.911.279,-

Profit Margin

: 24,35%

Break Event Point

: 51,02 %

Return of Investment

: 24,58%

Pay Out Time

: 4,07 tahun

Return on Network

: 40,97%

Internal Rate of Return

: 39,86%

Dari hasil analisa aspek ekonomi dapat disimpulkan bahwa pabrik pembuatan
etilen glikol ini layak untuk didirikan.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas rahmat,


karunia dan anugerah-Nya, serta kepada Junjungan kita Nabi besar Muhammad
SAW yang telah membawa kita ke alam yang penuh ilmu pengetahuan seperti
sekarang ini, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul PraRancangan Pabrik Pembuatan Etilen Glikol dari Etilen Oksida dengan Proses
Karbonasi dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun. Tugas Akhir ini dikerjakan
sebagai syarat untuk kelulusan dalam sidang sarjana.
Selama mengerjakan Tugas akhir ini penulis begitu banyak mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini perkenankanlah
penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Dr.Ir. Rosdanelli Hasibuan,MT selaku Dosen Pembimbing I yang telah
membimbing dan memberikan masukan selama menyelesaikan tugas akhir
ini.
2. Ibu Farida Hanum ST,MT sebagai Dosen Pembimbing II yang telah
memberikan arahan selama menyelesaikan tugas akhir ini.
3. Ibu Renita Manurung, ST. MT selaku Ketua Departemen Teknik Kimia FT
USU dan Bapak M Hendra S Ginting ST, MT selaku sekretaris Departemen
Teknik Kimia
4. Bapak Dr. Eng. Ir. Irvan, Msi sebagai Koordinator Tugas Akhir Departemen
Teknik Kimia FT USU.
5. Dan yang paling istimewa Orang tua penulis yaitu Ibunda Nila Puspa
Dewi,SE dan Ayahanda Edi Aslan,SE yang tidak pernah lupa memberikan
motivasi dan semangat kepada penulis.
6. Adik-adik tercinta yang selalu mendoakan dan memberikan semangat.
7. M. Rudy Hermansyah, untuk semangat, motivasi dan mengantar-jemput
penulis. Terimakasih sudah ada disaat-saat paling sulit.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

8. Teman-temanku terutama Rudiansyah, M. Izni Harahap, Indra Azmi


Marpaung, Dahyat, thanks buat kebersamaan dan semangatnya. Cepat
menyusul ya kawan-kawan. Teman-teman stambuk 05, semangat ya.
9. Teman seperjuangan Lady Marissa Febrianan sebagai partner penulis dalam
penyelesaian Tugas Akhir ini.
10. Serta pihak-pihak yang telah ikut membantu penulis namun tidak tercantum
namanya.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih terdapat banyak kekurangan
dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan
kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan pada penulisan berikutnya.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, September 2009


Penulis

WULAN PRATIWI
050405045

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................................... i
Intisari ................................................................................................................ iii
Daftar Isi............................................................................................................. iv
Daftar Tabel........................................................................................................ vii
Daftar Gambar .................................................................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. I-1
1.1 Latar Belakang .................................................................................. I-1
1.2 Perumusan Masalah ........................................................................... I-2
1.3 Tujuan .............................................................................................. I-3
1.4 Manfaat ............................................................................................. I-3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................... II-1
2.1 Etilen Oksida .................................................................................. II-1
2.2 Karbon Dioksida ............................................................................. II-3
2.3 Etilen Karbonat............................................................................... II-4
2.4 Air .................................................................................................. II-4
2.5 Etilen Glikol ................................................................................... II-5
2.5.1 Proses Du-Pont Formaldehid .................................................. II-7
2.5.2 Proses hidrolisis etilen oksida................................................. II-7
2.5.3 Proses Karbonasi.................................................................... II-8
2.6 Perbandingan dan pemilihan proses ................................................ II-10
2.7 Deskripsi proses ............................................................................. II-11
7.1 Pencampuran bahan baku .......................................................... II-11
7.2 Proses Karbonasi ...................................................................... II-11
7.3 Proses Hidrolisis ....................................................................... II-12
7.4 Pemurnian produk ..................................................................... II-13
BAB III NERACA MASSA............................................................................... III-1
BAB IV NERACA ENERGI.............................................................................. IV-1
BAB V SPESIFIKASI PERALATAN .............................................................. V-1
BAB VI INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA ......................... VI-1
6.1 Instrumentasi .................................................................................. VI-1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

6.2 Keselamatan kerja .......................................................................... VI-8


6.3 Keselamatan kerja pada pabrik pembuatan Etilen Glikol ................VI-10
BAB VII UTILITAS ...................................................................................... VII-1
7.1 Kebutuhan Uap (Steam) .............................................................. VII-1
7.2 Kebutuhan Air ............................................................................ VII-2
7.3 Kebutuhan Bahan kimia .............................................................. VII-12
7.4 Kebutuhan Listrik ....................................................................... VII-13
7.5 Kebutuhan Bahan bakar .............................................................. VII-13
7.6 Unit pengolahan limbah .............................................................. VII-15
7.7 Spesifikasi peralatan utilitas ........................................................ VII-34
7.8 Spesifikasi peralatan pengolahan limbah ..................................... VII-45
BAB VIII LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK ...................................... VIII-1
8.1 Lokasi pabrik .............................................................................. VIII-4
8.2 Tata letak pabrik ......................................................................... VIII-7
8.3 Perincian luas tanah .................................................................... VIII-9
BAB IX ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN .................... IX-1
9.1 Organisasi Perusahaan ............................................................... IX-1
9.2 Manajemen Perusahaan .............................................................. IX-3
9.3 Bentuk hukum badan usaha ........................................................ IX-5
9.4 Uraian tugas, wewenang, dan tanggung jawab ............................ IX-6
9.5 Sistem kerja ................................................................................ IX-8
9.6 Jumlah karyawan dan tingkat pendidikan .................................... IX-10
9.7 Sistem penggajian ....................................................................... IX-12
9.8 Fasilitas tenaga kerja................................................................... IX-15
BAB X ANALISA EKONOMI ....................................................................... X-1
10.1 Modal investasi......................................................................... X-1
10.2 Biaya Produksi total (BPT)/ Total Cost (TC) ............................ X-4
10.3 Total penjualan (Total sales) ..................................................... X-5
10.4 Bonus perusahaan ..................................................................... X-5
10.5 Perkiraan rugi/laba usaha .......................................................... X-5
10.6 Analisa aspek ekonomi ............................................................. X-5
BAB XI KESIMPULAN ................................................................................ XI-1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... xii


LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA MASSA ................................... LA-1
LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA ENERGI................................... LB-1
LAMPIRAN C PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN ................... LC-1
LAMPIRAN D PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN UTILITAS . LD-1
LAMPIRAN E PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI .................................. LE-1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Impor etilen glikol Indonesia .............................................................. I-2
Tabel 2.1 Beberapa kegunaan etilen glikol ......................................................... II-6
Tabel 3.1 Neraca Massa Reaktor I (Reaktor Karbonasi) ...................................... III-1
Tabel 3.2 Neraca Massa Separator I. ................................................................... III-1
Tabel 3.3 Neraca Massa Reaktor II (Reaktor Hidrolisis). ..................................... III-2
Tabel 3.4 Neraca Massa Heater. ......................................................................... III-2
Tabel 3.5 Neraca Massa Separator II. .................................................................. III-3
Tabel 3.6 Evaporator.. ......................................................................................... III-3
Tabel 3.7 Neraca Massa Kolom Distilasi.. ........................................................... III-3
Tabel 3.8 Neraca Massa Kondensor.. .................................................................. III-4
Tabel 3.9 Neraca Massa Reboiler.. ...................................................................... III-4
Tabel 3.10 Neraca Massa Flash Drum................................................................. III-4
Tabel 4.1 Neraca Panas Heater 1 (E-101).......................................................... IV-1
Tabel 4.2 Neraca Panas Heater 2 (E-102).......................................................... IV-1
Tabel 4.3 Neraca Panas Heater 3 (E-103).......................................................... IV-1
Tabel 4.4 Neraca Panas Reaktor I (R-101) ........................................................ IV-2
Tabel 4.5 Neraca Panas Heater 5 (E-104).......................................................... IV-2
Tabel 4.6 Neraca Panas Reaktor II (R-102) ........................................................ IV-2
Tabel 4.7 Neraca Panas Cooler 1 (E-105)........................................................... IV-3
Tabel 4.8 Neraca Panas Evaporator (FG-101) ................................................... IV-3
Tabel 4.9 Neraca Panas Heater 5 (E-106)........................................................... IV-3
Tabel 4.10 Neraca Panas Kondensor (E-107) ..................................................... IV-3
Tabel 4.11 Neraca Panas Cooler 2 (E-108)......................................................... IV-4
Tabel 4.12 Neraca Panas Reboiler (E-109) ......................................................... IV-4
Tabel 4.13 Neraca Panas Kondensor Subcooler (E-110) ..................................... IV-4
Tabel 4.14 Neraca Panas Cooler 3 (E-111)......................................................... IV-4
Tabel 4.15 Neraca Panas Cooler 4 (E-112)......................................................... IV-5
Tabel 6.1 Daftar penggunaan instrumentasi pada Pra-rancangan Pabrik Pembuatan
Etilen Glikol dari Etilen Oksida dengan Proses Karbonasi ................. VI-5
Tabel 7.1 Kebutuhan Uap Sebagai Media Pemanas ......................................... VII-1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel 7.2 Kebutuhan Air Pendingin Pada Alat ................................................ VII-2


Tabel 7.3 Kebutuhan Air Proses Pabrik ........................................................... VII-3
Tabel 7.4 Pemakaian Air Untuk Berbagai Kebutuhan...................................... VII-4
Tabel 7.5 Kualitas Air Sungai Rokan, Riau ..................................................... VII-5
Tabel 8.1 Pembagian Penggunaan areal tanah ................................................. VIII-9
Tabel 9.1 Jadwal Kerja Karyawan Shift ........................................................... IX-9
Tabel 9.2 Jumlah Karyawan dan Kualifikasinya .............................................. IX -10
Tabel 9.3 Perincian Gaji Karyawan ................................................................. IX -12
Tabel 9.4 Perincian Uang Lembur Karyawan ................................................ VII-13
Tabel LA.1 Neraca massa destilasi .................................................................. LA-5
Tabel LA.2 Konstanta persamaan tekanan uap antoine .................................... LA-5
Tabel LA.3 Titik didih umpan masuk destilasi ............................................... LA-6
Tabel LA.4 Dew point destilat. ....................................................................... LA-6
Tabel LA.5 Boiling point produk bawah ......................................................... LA-6
Tabel LA.6 Omega point destilasi ................................................................... LA-7
Tabel LA.7 Neraca massa kondensor .............................................................. LA-8
Tabel LA.8 Neraca massa reboiler .................................................................. LA-10
Tabel LA.9 Konstanta persamaan tekanan uap antoine .................................... LA-11
Tabel LA.10 Tekanan uap jenuh komponen pada T = 250oC = 525,15 K......... LA-11
Tabel LA.11 Data Trial Temperatur dan Komposisi Flash Drum II ................. LA-12
Tabel LA.12 Nilai V flash drum ...................................................................... LA-13
Tabel LA.13 Neraca massa Flash Drum ........................................................ LA-14
Tabel LA.14 Neraca massa Evaporator ........................................................... LA-16
Tabel LA.15 Konstanta persamaan tekanan uap antoine .................................. LA-17
Tabel LA.16 Tekanan uap jenuh komponen pada T = 100oC =373,15 K ......... LA-18
Tabel LA.17 Nilai V separator I ...................................................................... LA-19
Tabel LA.18 Neraca massa separator II ........................................................... LA-21
Tabel LA.19 Neraca Massa Heater .................................................................. LA-22
Tabel LA.20 Neraca Massa Ekspander ............................................................ LA-23
Tabel LA.21 Neraca Massa Reaktor Hidrolisis ................................................ LA-26
Tabel LA.22 Konstanta persamaan tekanan uap antoine ln P = A (B/(T+C)) LA-27
Tabel LA.23 Tekanan uap jenuh komponen pada T = 100oC = 373,15 K......... LA-27

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LA.24 Nilai V separator I ...................................................................... LA-28


Tabel LA.25 Neraca massa separator 1 ........................................................... LA-30
Tabel LA.27 Neraca Massa Reaktor Karbonasi ............................................... LA-32
Tabel LB.1 Kapasitas Panas Gas ..................................................................... LB-1
Tabel LB.2 Kapasitas Panas Liquid ................................................................. LB-1
Tabel LB.3 Panas Laten [J/mol] ...................................................................... LB-1
Tabel LB.4 Panas Reaksi Pembentukan [kkal/mol] ......................................... LB-2
Tabel LB.5 Data Tekanan Uap Antoine ........................................................... LB-2
Tabel LB.6 Data Air Pemanas dan Air Pendingin yang Digunakan ................. LB-2
Tabel LB.7 Panas Masuk Heater 1 (E-101) ..................................................... LB-3
Tabel LB.8 Panas Keluar Heater 1 (E-101) ..................................................... LB-3
Tabel LB.9 Panas Masuk Heater 2 (E-102) ..................................................... LB-4
Tabel LB.10 Panas Keluar Heater 2 (E-102) ................................................... LB-4
Tabel LB.11 Panas Masuk Heater 3 (E-103) ................................................... LB-5
Tabel LB.12 Panas Keluar Heater 3 (E-103) ................................................... LB-5
Tabel LB.13 Panas Keluar Reaktor 1 (R-101) ................................................. LB-7
Tabel LB.14 Panas Masuk Heater 4 (E-104) ................................................... LB-8
Tabel LB.15 Panas Keluar Heater 4 (E-104) ................................................... LB-8
Tabel LB.16 Panas Keluar Reaktor 2 (R-102) ................................................. LB-10
Tabel LB.17 Panas Masuk Cooler 1 (E-105) ................................................... LB-11
Tabel LB.18 Panas Keluar Cooler 1 (E-105) ................................................... LB-11
Tabel LB.19 Panas Masuk evaporator ............................................................. LB-12
Tabel LB.20 Panas Keluar evaporator gas ....................................................... LB-13
Tabel LB.21 Panas Keluar evaporator liquid ................................................... LB-13
Tabel LB.22 Panas Masuk Heater 5 (E-106) ................................................... LB-14
Tabel LB.23 Panas Keluar Heater 5 (E-106) ................................................... LB-14
Tabel LB.24 Titik Didih Umpan Pada Bagian Atas Kolom Distilasi ................ LB-15
Tabel LB.25 Dew Point Kondensor ................................................................. LB-16
Tabel LB.26 Panas Masuk Kondensor............................................................. LB-16
Tabel LB.27 Panas Keluar Kondensor............................................................. LB-16
Tabel LB.28 Panas Masuk Cooler 2 ................................................................ LB-17
Tabel LB.29 Panas Keluar Cooler 2 ................................................................ LB-18

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LB.30 Bubble Point Reboiler (E-302).................................................... LB-19


Tabel LB.31 Panas Masuk Reboiler (E-109) ................................................... LB-19
Tabel LB.32 Panas Keluar Vb (alur 30) Reboiler ............................................ LB-19
Tabel LB.33 Panas Keluar B (alur 31) Reboiler .............................................. LB-20
Tabel LB.34 Panas Masuk Kondensor Subcooler ......................................... LB-21
Tabel LB.35 Panas Keluar Kondensor Subcooler ......................................... LB-21
Tabel LB.36 Panas Masuk Cooler 3 .............................................................. LB-22
Tabel LB.37 Panas Keluar Cooler 3 .............................................................. LB-22
Tabel LB.38 Panas Masuk Cooler 4 ................................................................ LB-23
Tabel LB.39 Panas Keluar Cooler 4 .............................................................. LB-23
Tabel LB.40 Panas Masuk Gas Buang Sementara (TT-103) ............................ LB-24
Tabel LB.41 Panas Keluar Gas Buang Sementara (TT-103) ............................ LB-24

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Molekul Etilen Glikol..................................................... II-6


Gambar 2.2 Proses Sederhana Pembuatan Etilen Glikol .................................. II-8
Gambar 2.3 Flowdiagram Pembuatan Etilen Glikol Dengan Proses Karbonasi II-9
Gambar 6.1 Alat-alat Pengendali Pada Pabrik Etilen Glikol ............................ VI-8
Gambar 7.1 Skema Sistem Pengolahan Limbah .............................................. VII-16
Gambar 8.1 Tata Letak Pabrik Etilen Glikol.................................................. VIII-10
Gambar 9.1 Bagan Struktur Organisasi Pada Pabrik Etilen Glikol ................... IX-16

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan
Perkembangan industri di Indonesia khususnya industri kimia terus
mengalami peningkatan. Meskipun sempat dilanda krisis ekonomi sampai saat ini,
namun dengan usaha-usaha tertentu yang dilakukan pemerintah, sektor ini mulai
bangkit lagi. Dengan bangkitnya sektor ini, maka peningkatan unsur-unsur
penunjang industri juga makin meningkat, termasuk bahan-bahan pembantu dan
penunjang.
Kebutuhan berbagai bahan baku dan bahan penunjang di Indonesia masih
banyak didatangkan dari luar negeri. Jika bahan baku dan bahan penunjang ini bisa
dihasilkan di dalam negeri, hal ini tentunya akan menghemat pengeluaran devisa,
meningkatkan ekspor dan mengembangkan penguasaan teknologi.
Etilen glikol adalah salah satu bahan kimia yang jumlahnya belum
mencukupi kebutuhan industri di Indonesia. Etilen glikol itu sendiri sebagian besar
digunakan sebagai bahan baku industri poliester. Poliester yang merupakan senyawa
polimer jenis thermoplastik ini digunakan sebagai bahan baku industri tekstil dan
plastik. Disamping dapat dibuat serat yang kemudian dipintal menjadi benang, juga
bisa dibuat langsung menjadi benang filament untuk produk tekstil. Selain itu,
poliester ini dapat juga dibentuk (dicetak) sebagai bahan molding seperti pada
pembuatan botol plastik. Kegunaan lain dari etilen glikol ini adalah sebagai bahan
baku tambahan pada pembuatan cat, cairan rem, solven, alkyl resin, tinta cetak, tinta
ballpoint, foam stabilizer, kosmetik, dan bahan anti beku ( Anonim, 2008 ).
Etilen glikol digunakan hampir diseluruh bagian dunia, termasuk Indonesia.
Namun kebutuhan Indonesia akan etilen glikol hanya terpenuhi sekitar 50% oleh PT.
Gajah Tunggal Petrochem Tbk yang memproduksi 216.000 ton etilen glikol per
tahunnya( www.petrochem.com, 2008) . Permintaan pasar Indonesia terhadap etilen
glikol adalah sebesar 500.000 ton per tahun, artinya Indonesia masih kekurangan
pasokan etilen glikol sebesar 284.000 ton per tahunnya. Kekurangan ini
ditanggulangi dengan mengimpor etilen glikol untuk industri Indonesia. Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2007, Indonesia mengimpor etilen glikol dari

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

18 negara. Kuwait mengekspor etilen glikol terbesar bagi Indonesia yaitu sebanyak
9.458.963 kg seharga USD 13.500.045. Sedangkan Saudi Arabia mengekspor
9.327.046 kg kepada Indonesia ( Badan Pusat Statistik, 2007).

Tabel 1.1 Impor Etilen Glikol Indonesia


Tahun Import

Jumlah ( ton )

Nominal ( US$ 000 )

1999

378.794

165.743

2000

416.718

244.977

2001

430.721

216.294

2002

384.283

173.107

2003

283.920

178.407

2004

257.337

240.284

2005

261.496

255.740

2006

286.468

257.094

2007

247.639

255.551

( Badan Pusat Statistik, 2007)

Proses yang biasa digunakan untuk memproduksi etilen glikol adalah proses
hidrolisis etilen oksida dan reaksi formaldehid. Namun, kedua proses tersebut sangat
tidak effisien karena membutuhkan steam yang besar, air yang banyak,
menggunakan bahan baku lain dan biaya peralatan yang cukup mahal. Oleh karena
itu dikembangkan pembuatan etilen glikol dengan mereaksikan etilen oksida dengan
karbondioksida

menghasilkan

etilen

karbonat

yang

kemudian

dihidrolisis

menghasilkan etilen karbonat. Proses ini disebut proses karbonasi. Keuntungan dari
proses ini yaitu, prosesnya lebih sederhana, low energy, menghemat biaya produksi
dan konversi etilen oksida menjadi etilen glikol yang hampir sempurna yaitu 99%(
Kawabe, 1998 ).

1.2 Perumusan Masalah


Kebutuhan etilen glikol di Indonesia belum dapat terpenuhi, sehingga untuk
menanggulangi kebutuhan etilen glikol di dalam negeri serta untuk meningkatkan
nilai ekonomis dari etilen glikol dengan biaya yang cukup rendah, dibandingkan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

dengan proses lain maka dirasa perlu untuk mendirikan suatu pabrik pembuatan
etilen glikol dari etilen oksida yang direaksikan dengan karbondioksida
menghasilkan etilen karbonat yang kemudian dihidrolisis menghasilkan etilen glikol.

1.3 Tujuan
Tujuan dari pra rancangan pabrik pembuatan etile glikol dari etilen oksida
dengan proses karbonasi adalah untuk mengaplikasikan ilmu Teknik Kimia,
khususnya di bidang perancangan, analisis proses, dan operasi teknik kimia, sehingga
akan memberikan gambaran kelayakan prarancangan pabrik pembuatan etilen glikol.

1.4 Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dari pra rancangan ini adalah tersedianya
informasi mengenai pabrik etilen glikol dari etilen dengan etilen oksida sebagai
intermediet sehingga dapat menjadi referensi untuk pendirian suatu pabrik etilen
glikol.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Etilen Oksida


Pada tahun 1859, seorang ilmuwan Perancis, Charles-Adolphe Wurtz,
menemukan etilen oksida dengan mereaksikan 2-kloroetanol dengan senyawa basa.
Penemuan tersebut merupakan keberhasilan penting pada masa Perang Dunia I
karena penemuan tersebut menjadi pelopor dari senyawa kimia etilen glikol dan
senjata kimia gas beracun (mustard gas). Pada tahun 1931, seorang ilmuwan
Perancis lainnya menemukan cara menghasilkan etilen oksida secara langsung
dengan mereaksikan etilen dan oksigen menggunakan katalis perak. Metoda ini
kemudian digunakan untuk memproduksi etilen oksida dalam skala industri
(Emulsifiers, 2007).
Etilen oksida merupakan zat kimia komoditas utama yang diproduksi di
seluruh dunia. Etilen oksida diproduksi dengan proses oksidasi katalitik etilen
dengan katalis perak. Banyak metoda lain yang telah diajukan untuk memproduksi
etilen oksida namun tidak ada metoda lain yang diterapkan dalam skala industri
selain metoda ini (Emulsifiers, 2007). Reaksi samping mengoksidasi etilen dan etilen
oksida menjadi karbon dioksida dan uap air. Reaksi yang berlangsung yaitu:
C2H4
etilen
C2H4
etilen

+ O2
oksigen

C2H4O
etilen oksida

+ 3 O2 2 CO2
oksigen

(1)

2 H2 O

(2)

karbon dioksida uap air

Etilen oksida menimbulkan efek beracun bila dihirup. Gejala-gejala yang


timbul akibat menghirup terlalu banyak gas etilen oksida antara lain pusing, kejangkejang (mendadak), dan koma. Gas ini juga mengiritasi kulit dan menghirup uap
etilen oksida dapat menyebabkan paru-paru terisi dengan cairan selama beberapa
jam.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

A. Kegunaan Etilen Oksida


Etilen oksida digunakan dalam produksi (Anonim, 2006):
1. Etilen glikol (sebagai zat anti beku, serat poliester, botol dan kontainer polietilen
tereftalat (PET), dehidrasi gas, fluida penukar panas, pelarut, dan poliester)
2. Polietilen glikol (digunakan dalam industri kosmetik, pembuatan obat obatan,
pelumas, pelarut cat, dan plasticizer)
3. Etilen oksida glikol eter (digunakan sebagai fluida rem, deterjen, pelarut cat dan
pernis)
4. Etanolamin (digunakan dalam industri sabun, deterjen, pemurnian gas alam, dan
finishing tekstil)
5. Produk etoksilat dari fatty alkohol (digunakan dalam pembuatan deterjen,
surfaktan, emulsifier, dan dispersant)

B. Sifat Fisik Etilen Oksida


Sifat-sifat etilen oksida (EPA, 1986) antara lain :
1. Berat molekul

: 44,053 gr/mol

2. Bentuk fisik

: gas pada temperatur ruangan

3. Titik didih

: 10,5oC

4. Titik leleh

: -112,44oC

5. Densitas

: 0,8711 gr/cm3

6. Tekanan uap

: 1305 torr (25oC)

7. Viskositas

: 0,31 cp (4oC)

8. Kalor jenis

: 0,44 kal/g oC (20oC)

9. Kalor uap

: 136,1 kal/g (1 atm)

10. Flash point

: < -18oC (tag open cup)

11. Suhu nyala

: 429oC (udara, 1 atm)

12. Panas pembakaran

: 1306,4 kJ/mol (25oC)

13. Tekanan kritik

: 7,19 MPa

14. Suhu kritik

: 195,8oC

15. Kalor fusi

: 5,17 kJ/mol

16. Panas larutan

: 6,3 kJ/mol (dalam air murni 25 oC)

17. Kelarutan

: larut dalam air, aseton, CCl4, eter, metanol

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

18. Kereaktifan

: mudah meledak jika dipanaskan, meledak dengan


logam alkali dalam basa

2.2 Karbondioksida
Karbondioksida merupakan salah satu gas pertama yang dnyatakan terdapat
dalam udara. Pada abad ke17, Jan Baptist Van Helmont mengetahuinya ketika ia
membakar batu bara dalam sebuah tabung tertutup, massa abu yang dihasilkan lebih
sedikit daripada batu bara yang digunakan. Interpretasinya bahwa batu bara itu sudah
berubah menjadi suatu bahan yang tidak terlihat yang ia defenisikan sebagai gas atau
roh ( Anonim, 2007)
Karbondioksida adalah salah satu gas diatmosfir, terdistribusi seragam pada
permukaan bumi dengan konsentrasi sekitar 0.033 % atau 330 ppm. Secara komersil,
CO2 digunakan sebagai refrigeran, minuman bersoda, dan alat pemadam api. Karena
konsentrasinya yang rendah diudara, secara praktek sulit untuk mengekstrak gas ini
dari udara. Kebanyakan karbondioksida diperoleh dari hasil samping dari proses
lain,seperti produksi etanol dengan fermentasi dan pembuatan ammoniak (
Shakhashiri, 2008 ).

A. Sifat-sifat Karbondioksida (Anonim, 2007) :


1. Rumus molekul

: CO2

2. Berat molekul

: 44,0095 gr/mol

3. Sifat fisik

: gas tak berwarna (pada temperatur ruangan)

4. Massa jenis

: 1600 kg/m3

5. Titik lebur

: -57C

6. Titik didih

: -78C

7. Kelarutan dalam air

: 1,45 kg/m

8. Kalor laten sublimasi

: 25,13 kJ/mol

9. Viskositas

: 0,07 cP pada 78C

10. Tekanan kritis

: 7821 kPa

11. Suhu kritis

: 31,1C

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

2.3 Etilen karbonat


Etilen karbonat adalah salah satu ester dari etilen glikol dan asam carbonik.
Pada temperatur ruang ( 250 C ) etilen karbonat berbentuk kristal transparan seperti
padatan. Pada suhu 34-370 C berbentuk cairan yang tidak berwarna dan tak berbau.
A. Sifat-sifat etilen karbonat ( Anonimb,2009 ) :
1. Berat molekul

: 88,06 gr/mol

2. Bentuk fisik

: padatan berwarna kekuningan (pada suhu


25oC) dan cairan tak berwarna (pada 34-37o C)

3. Titik leleh

: 34-37o C

4. Titik didih

: 260,7 o C

5. Titik beku

: 360 C

6. Densitas

: 1.3210 g/cm3

7. Flash point

: 150 o C

8. Viskositas ( 400 C )

: 1,5 cp

9. Spesifik gravity

: 1,3

2.4 Air
Air mempunyai rumus kimia H2O, yang berarti satu molekul air terdiri dari
dua atom hydrogen dan satu atom oksigen. Sering digunakan sebagai pelarut. Air
merupakan senyawa kimia yang paling aman dan paling dibutuhkan seluruh makhluk
hidup karena tanpa air, makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup. Ilmu yang
mempelajari tentang kandungan, sifat-sifat, proses penyebaran, dan kebiasaan alami
air dikenal dengan hidrologi. Hidrologi merupakan induk ilmu untuk percabangan
teknik sipil, dan hidrologi mempelajari masalah persediaan air dan penyaluran
kotoran, sistem pengaliran air dan irigasi, peraturan navigasi dan sungai, dan
pengendalian banjir dan tenaga air ( Anonima, 2007 ).

A. Sifat-sifat Air (Perry,1997) :


1. Berat molekul

: 18,016 gr/gmol

2. Titik lebur

: 0 C (1 atm)

3. Titik didih

: 100 C (1 atm)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

4. Densitas

: 1 gr/ml (4 C)

5. Spesifik graviti

: 1,00 (4 C)

6. Indeks bias

: 1,333 (20 C)

7. Viskositas

: 0,8949 cP

8. Kapasitas panas

: 1 kal/gr

9. Panas pembentukan

: 80 kal/gr

10. Panas penguapan

: 540 kal/gr

11. Temperatur kritis

: 374 C

12. Tekanan kritis

: 217 atm

2.5 Ethylene Glycol


Etilen glikol pertama kali ditemukan oleh Charles Adolphe Wurtz pada tahun
1859 dengan hidrolisis etilen glikol diasetat via saponifikasi dengan KOH dan pada
tahun 1860 melalui hidrolisis etilen oksida. Senyawa ini belum di komersialkan
hingga perang dunia pertama, dimana etilen glikol disintesis dari etilen diklorida dan
digunakan sebagai substituent gliserol pada industri peledakan di jerman. Di
Amerika, produksi semi komersial etilen glikol via etilen klorohidrin dimulai pada
tahun 1917. Pabrik etilen glikol pertama berdiri pada 1925 di West Virginia (
Anonimc, 2009).
Monoetilen glikol yang sering disebut etilen glikol adalah cairan jenuh, tidak
berwarna, tidak berbau, berasa manis dan larut sempurna dalam air. Grup hidroksil
pada glikol memberikan kemungkinan turunan senyawa yang lebih luas. Gugus
hidroksil ini bisa diubah menjadi aldehid, alkil halide, amina, azida, asam karboksil,
eter, merkaptan, ester nitrat, nitril, ester nitrit, ester organic, ester posphat, dan ester
sulfat. Senyawa-senyawa ini membuat etilen glikol bisa menjadi senyawa
intermediet dalam banyak reaksi. Terutama dal;am formasi resin, termasuk
kondensasi dengan dimetil terephtalat atau asam terephtalat yang menghasilkan resin
polyester ( MEG Global Group, 2008 ).
Rumus molekul etilen glikol adalah HOCH2CH2OH dan struktur molekulnya
seperti yang ditampilkan pada gambar 2.1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Gambar 2.1 Struktur Molekul Etilen Glikol ( Anonimc, 2009 )

Tabel 2.1 Beberapa kegunaan etilen glikol ( MEG Global Group, 2008 ) :
Sifat/ Karakteristik

Aplikasi / Kegunaan

Senyawa intermediet dari resin

- Resin polyester ( Fibers, Containers


dan films )
- Resin ester sebagai plasticizers (
adhesive, pernis, dan pelapis )
- Alkyd-type resins ( karet sintetis,
adhesive, pelapis permukaan )

Solven coupler ( pasangan pelarut )

- Sebagai penstabil pada formasi gel

Penurunan titik pembekuan

- Fluida penghilang es ( deicing fluids )

( Freezing Point Depression )

pada

pesawat

terbang,

dan

landasannya.
- Sebagai fluida penghantar panas ( heat
transfer fluids ) pada kompresor gas,
pemanas, pendingin udara, proses
pendingin
- Antibeku

pada

kendaraan

dan

pendingin.
- Formulasi

berdasarkan air

seperti

adesif, cat latex dan emulsi aspal )

Pelarut

- Garam

konduktif

medium

pada

kapasitor elektrolitik
Humectant

- Serat tekstil, kertas, kulit, adhesive


dan lem

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Secara komersial, etilen glikol di Indonesia digunakan sebagai bahan baku


industri polyester ( tekstil ) sebesar 97,34%. Sedangkan sisanya sebesar 2,66%
digunakan sebagai bahan baku tambahan pada pembuatan cat, cairan rem, solven,
alkil resin, tinta cetak, tinta ballpoint, foam stabilizer, kosmetik, dan bahan anti beku.
Ada

beberapa

proses

pembuatan

etilen

glikol,

yaitu

(Mc

Ketta

dan

Cunningham,1984) :
2.5.1. Proses Du Pont Fomaldehid
Dalam proses ini formaldehid direaksikan dengan karbon monoksida dan air
untuk

membentuk

asam

glikolat

untuk

selanjutnya

diesterifikasi

dengan

menggunakan metanol, etanol atau propanol dan produk alkil glikolat dihidrogenasi
dalam fase uap menggunakan katalis kromat menghasilkan monoetilen glikol dan
alkohol (Mc Ketta dan Cunningham,1984).
H*

CO + CH2O + H2O
HOOCCH2OH + CH3OH
CH3OOCCH2OH +

H2

HOOCCH2OH
CH3OOCCH2OH + H2O

Cr2O3

HOCH2CH2OH + CH3OH

2.5.2. Proses Hidrolisis Etilen Oksida


1. Proses Katalitik
Merupakan proses pembuatan monoetilen glikol dengan mereaksikan air dan
etilen oksida dalam reaktor adiabatik katalitik. Etilen oksida murni atau campuran air
dengan etilen oksida (keduanya dalam fasa cair), digabungkan dengan air recycle
dengan perbandingan mol air dengan etilen oksida 5 : 1, dikondisikan hingga
mencapai kondisi yang disyaratkan dalam reaktor katalitik. Pada proses katalitik ini
digunakan katalis untuk memperbesar selektivitas terhadap monoetilen glikol
sekaligus mengurangi jumlah ekses air yang ditambahkan sehingga akan mengurangi
kebutuhan energi dalam proses pemisahan antara monoetilen glikol dengan air yang
tidak bereaksi (Mc Ketta dan Cunningham,1984).
2. Proses non Katalitik
Merupakan proses hidrolisis etilen oksida dengan air yang akan membentuk
monoetilen glikol dengan hasil samping berupa dietilen glikol dan trietilen glikol.
Mula-mula etilen oksida murni atau campuran air dengan etilen oksida digabungkan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

dengan air recycle dengan perbandingan mol air dengan etilen oksida = 20 : 1 ( air
dalam jumlah yang sangat berlebih digunakan untuk mencapai selektivitas
monoetilen glikol yang tinggi ), dipanaskan sampai kondisi reaksi pada reaktor
tubular untuk diubah menjadi monoetilen glikol dengan hasil samping berupa
dietilen glikol dan trietilen glikol (Mc Ketta dan Cunningham,1984). Air berlebih
pada proses ini dihilangkan dengan menggunakan evaporator dan etilen glikol
dimurnikan dengan distilasi vakum ( Kirk dan Othmer, 1990 ).

Gambar 2.2 Proses sederhana pembuatan etilen glikol


( Kirk dan Othmer, 1990 )

2.5.3 Proses Karbonasi


Etilen glikol dapat diproduksi dengan mereaksikan etilen oksida dengan
karbondioksida membentuk etilen karbonat yang selanjutnya dihidrolisis menjadi
etilen glikol. Unit oksidasi etilen dengan proses langsung menghasilkan etilen oksida
yang kemudian diabsorbsi oleh suatu larutan absorben sebelum memasuki unit
karbonasi. Keluaran dari menara absorbsi direaksikan dengan karbondioksida
kemudian dikonversi menjadi etilen karbonat yang kemudian masuk ke unit
hidrolisis untuk membentuk etilen glikol ( Kawabe dkk, 1998 ).
Keuntungan yang paling signifikan pada proses ini yaitu konversi etilen
oksida menjadi etilen glikol yang hampir sempurna dimana hanya sekitar 1%
dihasilkan dietilen glikol dan senyawa glikol lain ( Kirk dan Othmer, 1990 ).

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Ada 3 reaksi utama dalam pembuatan etilen glikol dari etilen dengan proses
karbonasi, yaitu ( Kirk dan Othmer, 1990 ):
C2H4 + O2

C2H4O

C2H4O + CO2

C3H4O3

C3H4O3 + H2O

CO2 + C2H6O

Gambar 2.3 flow diagram pembuatan etilen glikol dengan proses karbonasi
( Kawabe dkk, 1998 )
Diagram alir diatas mengilustrasikan proses, komponen yang terlibat, zat
inert dan sistem pembersihan ( purging system ). Proses ini terbagi atas 3 tahap
utama yaitu, absorbsi etilen oksida dengan menggunakan suatu larutan absorban
yang terdiri atas etilen glikol, etilen karbonat yang di-recycle dan air. Tahap kedua
yaitu, proses karbonasi etilen oksida dengan CO2. Tahap yang terakhir adalah
hidrolisis etilen karbonat ( Kawabe dkk, 1998 ).
A. Sifat fisik etilen glikol ( Anonimd, 2007 )
1. Berat molekul

: 62.068 g/mol

2. Densitas

: 1.1132 g/cm

3. Titik leleh

: 12.9 C (260 K)

4. Titik didih

: 197.3 C (470 K)

5. Titik beku

: -13o C

5. Flash Point

: 244 F ( Huntsmana, 2006 )

6. Spesifik grafiti ( 20o C )

: 1,115 ( Huntsmana, 2006 )

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

7. Viskositas ( 20o C )

: 20,9 Cp

8. Densitas ( 20o C)

: 9,28 lb/gal

.
B. Dietilen glikol ( Huntsmanb ,2006 )
1. Berat molekul

: 106 g/mol

2. Titik didih

: 244,8o C

3. Flash point

: 290o F

4. Titik beku

: -10,5o C

5. Spesifik grafiti (20o C)

: 1,1184

6. Viskositas (20o C)

: 35,7 Cp

7. Densitas (20o C)

:9,31 lb/gal

2.6 Perbandingan Dan Pemilihan Proses


Dari ketiga proses yang dijelaskan diatas, proses yang paling efektif dan
efisien adalah proses karbonasi. Pada proses du-pont, membutuhkan biaya yang
cukup tinggi dalam hal penyediaan bahan, seperti formaldehid, air, karbon
monoksida dan methanol, dan peralatan yang cukup banyak juga akan meningkatkan
biaya produksi dengan proses ini. Sedangkan pada proses karbonasi hanya
membutuhkan bahan yaitu etilen, oksigen dari udara, karbondioksida dan air. Juga
tahapan proses yang tidak memerlukan banyak peralatan membuat proses ini lebih
ekonomis dibanding proses du-pont ( Kirk dan Othmer, 1990).
Untuk proses dengan hidrasi etilen oksida, agar absorbsi etilen oksida dengan
air maksimal, maka digunakan air dalam jumlah yang besar. Setelah prosedur
absorbsi dan separasi etilen oksida, air yang digunakan dalam jumlah besar tersebut
harus dipanaskan, sehingga akan membutuhkan jumlah energi yang sangat besar
(Kawabe dkk, 1998). Penggunaan air berlebih ini dilakukan untuk meminimalkan
pembentukan senyawa glikol yang tinggi seperti dietilen glikol dan trietilen glikol
(Bhise & Harold, 1985). Selain itu proses ini juga membutuhkan banyak tahap untuk
menghasilkan etilen glikol (Kawabe dkk, 1998). Dengan menggunakan proses
karbonasi, penggunaan air berlebih dapat dihindari karena proses ini menggunakan
karbondioksida, dimana CO2 ini bisa mengurangi pembentukan senyawa glikol berat,
sehingga hanya memerlukan air yang lebih sedikit. Proses ini juga mereduksi

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

beberapa peralatan mahal untuk pemurnian etilen glikol seperti stripper. Keuntungan
yang lainnya yaitu kondisi operasinya lebih mudah dibandingkan dengan hidrasi
etilen secara langsung (Bhise & Harold, 1985).

2.7

Deskripsi Proses
Proses produksi etilen glikol (C2H6O2) dapat dibagi menjadi empat tahapan

proses yaitu proses persiapan bahan baku, proses karbonasi, proses hidrolisis, dan
proses pemurnian etilen glikol.
2.7.1 Persiapan Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi etilen glikol adalah gas
etilen oksida dan gas karbon dioksida. Etilen oksida (C2H4O) dari Tangki Etilen
(TT-101) pada tekanan 1,01 bar dan temperatur 30 C di alirkan dengan blower JB101 ke Heater 1 (E-101) sebelum tekanannya dinaikkan menjadi 14,5 bar dengan
Kompresor 1 (JC-101).
Gas karbondioksida (CO2) dari Tangki karbondioksida
tekanan 1,1 bar dan temperatur 30 C

(TT-102) pada

di alirkan dengan blower

JB-102 ke

Kompresor 1 (JC-101) untuk menaikkan tekanannya menjadi 14,5 bar lalu dialirkan
menuju Heater 2 (E-102) untuk menaikkan temperatur menjadi 100 C . Kemudian
gas etilen oksida akan dicampur dengan gas karbon dioksida di dengan perbandingan
laju alir mol etilen oksida per karbondioksida = 0,87 (Becker, 1983) sebagai umpan
di Reaktor Karbonasi (R-201).

2.7.2 Proses Karbonasi


Pembuatan etilen glikol dihasilkan melalui proses karbonasi etilen oksida
dengan katalis molybdenum dan dihasilkan senyawa intermediat yaitu etilen
karbonat. Reaksi berlangsung secara eksotermik sehingga untuk menyerap kelebihan
panas reaksi digunakan Reaktor Fixed Bed dengan Tube-In-Shell, di mana reaksi
berlangsung di bagian tube dan air disirkulasi di antara tube sebagai pembawa panas.
Reaksi yang berlangsung adalah:
C2H4O
Etilen oksida

+ CO2

C3H4O3

karbon dioksida

etilen karbonat

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Proses karbonasi ini berlangsung pada tekanan 14,5 bar dengan suhu operasi
80 - 150 C. Jika temperatur operasi terlalu rendah maka laju reaksi menjadi rendah,
reaksi akan berlangsung sangat lama, ukuran reaktor akan lebih besar sehingga tidak
ekonomis. Disisi lain, jika proses dioperasikan pada temperatur tinggi maka banyak
panas yang hilang dan memberikan efek buruk pada kualitas produk yang dihasilkan.
Dari pertimbangan diatas maka suhu operasi yang digunakan adalah 100 C. Konversi
reaksi etilen oksida menjadi etilen karbonat adalah 99% (Kawabe dkk, 1998).
Produk dari reaktor karbonasi dialirkan dengan pompa (P-102) ke separator
tekanan rendah (FG-101) melalui penurunan tekanan pada Ekspander 1 (JE-101)
yaitu 2,5 bar. Produk atas yang keluar dari separator berupa karbon dioksida berlebih
yang kemudian ditampung di tangki penampungan gas buang sementara (TT-103).
Sedangkan pada produk bawah tekanannya dinaikkan menjadi 14,5 bar dengan
kompresor 4 (JC-301) dan dipanaskan hingga suhu 1500C dengan heater 4 (E-104)
sebagai umpan direaktor hidrolisis.

2.7.3 Proses Hidrolisis


Air masuk pada suhu 300C kemudian tekanan dinaikkan menjadi 14,5 bar
dengan kompresor 3 (JC-103) dan dipanaskan sampai suhu 1500C menggunakan
heater 3 (E-103) kemudian dialirkan melalui pompa 1 (P-101) ke reaktor hidrolisis
(R-102), bersamaan dengan produk bawah separator 1 (FG-101) yang mengandung
etilen karbonat.
Sama seperti reaksi karbonasi, reaksi hidrolisis berlangsung secara
eksotermik sehingga diperlukan Reaktor Fixed Bed dengan Tube-In-Shell, di mana
reaksi berlangsung di bagian tube dan air disirkulasi di antara tube sebagai pembawa
panas. Reaksi yang berlangsung adalah:
C3H4O3 + H2O
Etilen karbonat

Air

2C3H4O3 + H2O
Etilen karbonat

Air

CO2

+ C2H6O2

karbon dioksida

2 CO2

Etilen gikol

+ C4H10O3

karbon dioksida

(1)

(2)

dietilen gikol

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Reaksi dalam reaktor hidrolisis berlangsung pada suhu 150 0C dan tekanan
14,5 bar (Kawabe dkk, 1998). Kondisi ini sesuai agar etilen glikol yang dihasilkan
lebih banyak serta konversi reaksi mencapai 99%.(Becker, 1983).
Produk yang dihasilkan pada reaktor ini adalah etilen glikol, dietilen glikol,
dan sisa gas lain.

2.7.4 Pemurnian Produk


Produk yang dihasilkan dari reaktor hidrolisis dialirkan dengan pompa 4
(P-104) menuju separator tekanan rendah II (FG-102) yang sebelumnya dilakukan
penurunan tekanan dengan Ekspander 2 (JE-102) dan penurunan suhu menjadi 1000 C
menggunakan Cooler 1 (E-105). Produk atas separator mengeluarkan gas buang yang
kemudian ditampung di tangki penampungan gas sementara (TT-103) melalui blower
4(JB-104). sedangkan produk bawah dilanjutkan ketahap evaporasi yang sebelumnya
dilakukan penurunan tekanan hingga 1 bar dengan Ekspander 2 (JE-102).
Tahap selanjutnya yaitu penghilangan air menggunakan Evaporator dengan
suhu 1200C. Produk atas pada evaporator akan mengeluarkan air, etilen oksida dan
karbondioksida. Sedangkan produk bawah mengeluarkan etilen glikol, dietilen glikol
dan sisa etilen karbonat.
Hasil produk bawah evaporasi kemudian dialirkan dengan pompa 6 (P-106)
menuju destilasi tetapi harus ditingkatkan suhu umpan menjadi 197 0C menggunakan
heater 5 (E-106). Produk atas (destilat) keluar dalam bentuk cair yaitu etilen glikol
suhu 1000C dan akan didinginkan dengan Cooler 2 (E-108) hingga suhu 300C yang
kemudian dialirkan ke tangki produk (TT-104) dengan tingkat kemurnian 99%.
Sedangkan produk bawah berupa Dietilen glikol dan Etilen karbonat keluar
Reboiler (E-109) pada suhu 2500C dalam bentuk uap - cair kemudian dialirkan ke
Flash drum (V-101) untuk memisahkan etilen karbonat dengan dietilen glikol.
Produk atas Flash drum berupa dietilen glikol dan didinginkan dengan Condensor
Subcooler (E-110) menjadi suhu 300C dan dialirkan dalam tangki Dietilen glikol
(TT-105). Sedangkan produk bawah berupa etilen karbonat keluar pada suhu 250 0C
yang didinginkan dengan Cooler 3 (E-111) sampai suhu 1000C dan dilanjutkan
dengan Cooler 4 (E-112) sehingga suhunya menjadi 350C kemudian ditampung
ditangki Etilen karbonat (TT-106).

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

BAB III
NERACA MASSA
Hasil perhitungan neraca massa pada proses pembuatan etilen glikol dengan
kapasitas produksi 10101,0101 kg/jam diuraikan sebagai berikut:
Basis perhitungan

: 1 jam operasi

Waktu bekerja / tahun : 330 hari


Satuan operasi

3.1

: kg/jam

Reaktor I

Tabel 3.1 Neraca Massa Reaktor I (Reaktor Karbonasi)


Komponen
C3H6O3
CO2
C2H4O
Total

3.2

Masuk (kg/jam)

Keluar (kg/jam)

Alur 2

Alur 4

Alur 7

14480,5136

73,5526

7756,3561

522,70405

7281,7140

37,6750596

7355,2667

7756,3561

15040,8927

15039,2211

15039,2211

Separator I

Tabel 3.2 Neraca Massa Separator I


Komponen
C3H4O3
CO2
C2H4O
Total

Keluar (kg/jam)

Masuk (kg/jam)

Alur 9

Alur10

Alur 8

2.2160

14478.2975

14480,5136

244.8968

276.1357

521,0325

3.1993

34.4758

37,6751

250.3121

14788.9090

15039,2211

15039,2211

15039,2211

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

3.3

Reaktor II

Tabel 3.3 Neraca Massa Reaktor II (Reaktor Hidrolisis)


Komponen

Masuk (kg/jam)

Keluar (kg/jam)

Alur 6

Alur 12

Alur 13

C2H6O2

10012,6361

C4H10O3

155,4511

3987,8005

1057,3335

C3H4O3

14478,2975

14,4212

CO2

276,1357

7503,1463

C2H4O

34,4758

34,4758

3987,800474

14788,909

18777,46402

H2O

Total

3.4

18777,46402

18777,46402

Heater

Tabel 3.4 Neraca Massa Heater


Masuk (kg/jam)

Keluar (kg/jam)

Alur 14

Alur 15

C2H6O2

10012,6361

10012,6361

C4H10O3

155,4511

155,4511

H2O

1057,3335

1057,3335

C3H4O3

14,4212

14,4212

CO2

7503,1463

7503,1463

C2H4O

34,4758

34,4758

18777,4640

18777,4640

Komponen

Total

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

3.5

Separator II

Tabel 3.5 Neraca Massa Separator II


Keluar (kg/jam)
Komponen

Masuk (kg/jam)

Alur 16

Alur 17

Alur 15

C2H6O2

10012,6361

10012,6361

C4H10O3

155,4511

155,4511

102,1831

955,1504

1057,3335

14,4212

14,4212

7384,1255

119,0209

7503,1463

26,8189

7,6569

34,4758

7513,1275

11264,3365

18777,4640

H2O
C3H4O3
CO2
C2H4O
Total

3.6

18777,4640

18777,4640

Evaporator

Tabel 3.6 Neraca Massa Evaporator


Komponen

Keluar (kg/jam)

Masuk (kg/jam)

Alur 19

Alur 20

Alur 18

C2H6O2

10012,6361

10012,6361

C4H10O3

155,4511

155,4511

955,1504

955,1504

14,4212

14,4212

119,0209

119,0209

7,6569

7,6569

1081,8281

10182,5084

11264,3365

H2O
C3H4O3
CO2
C2H4O
Total

11264,3365

11264,3365

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

3.7

Kolom Distilasi

Tabel 3.7 Neraca Massa Kolom Distilasi


Komponen

Masuk (kg/jam)

Keluar (kg/jam)

Alur 21

Alur 27

Alur 31

10012,6361

10000

12,6361

C4H10O3

155,4511

101,0101

59,2110

C3H4O3

14,4212

9,0636

10182,50844

10101,0101

80,9107

C2H6O

Total

3.8

10182,50844

10182,50844

Kondensor

Tabel 3.8 Neraca Massa Kondensor


Komponen

Masuk (kg/jam)

Keluar (kg/jam)

Alur 25

Alur 26

Alur 27

14467,4706

10000

4467,4706

C4H10O3

178,0764

101,0101

77,0663

C3H6O3

14645,5470

10101,0101

4544,5369

C2H6O

Total

14645,5470

14645,5470

3.9 Reboiler
Tabel 3.9 Neraca Massa Reboiler
Komponen

Keluar (kg/jam)

Masuk (kg/jam)

Alur 31

Alur Vb

Alur Lb

C2H6O

12,6361

1106,6468

1119,9763

C4H10O3

59,2110

4767,8372

4825,2654

C3H6O3

9,0636

793,7682

803,3291

80,9107

6668,2522

6748,5708

Total

6748,5708

6748,5708

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

3.10 Flash Drum


Tabel 3.10 Neraca Massa Flash Drum
Keluar (kg/jam)

Masuk (kg/jam)

Komponen

Alur 32

Alur 35

Alur 31

C2H6O

12,6361

12,636

C4H10O3

59,2110

59,211

9,0636

9,064

9,0636

80,9107

C3H6O3
71,8471
Total

80,9107

80,9107

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

BAB IV
NERACA PANAS

Basis perhitungan

: 1 jam operasi

Satuan operasi

: kJ/jam

Temperatur basis

: 25oC

4.1

Heater 1 (E-101)

Tabel 4.1 Neraca Panas Heater 1 (E-101)


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

106404,9019

Produk

1233471,834

Steam

1127066,932

Total

1233471,834

1233471,834

4.2

Heater 2 (E-102)

Tabel 4.2 Neraca Panas Heater 2 (E-102)


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

39424,1883

Produk

512179,8825

Steam

472755,6942

Total

512179,8825

512179,8825

4.3

Heater 3 (E-103)

Tabel 4.3 Neraca Panas Heater 3 (E-103)


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

83013,9278

Produk

2109960,5745

Steam

2026946,6466

Total

2109960,5745

2109960,5745

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

4.4

Reaktor Karbonasi (R-101)

Tabel 4.4 Neraca Panas Reaktor I


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

1740794,9212

Produk

2706096,2715

1876194,4076

910893,0573

3616989,3288

3616989,3288

Hr
Air Pendingin
Total

4.5

Heater 4 (E-104)

Tabel 4.5 Neraca Panas Heater 4 (E-104)


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

2687598,9950

Produk

4608596,4435

Steam

1920997,4485

Total

4608596,4435

4608596,4435

4.6

Reaktor Hidrolisis (R-102)

Tabel 4.6 Neraca Panas Reaktor II


Alur masuk (kJ/jam)
Umpan

6718557,0179

Produk
Hr

5371449,5173
19477163,6215

Air Pendingin
Total

Alur keluar (kJ/jam)

20824271,1222
26195720,6394

26195720,6394

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

4.7

Cooler 1 (E-105)

Tabel 4.7 Neraca Panas Cooler 1


Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

5317838.0476

Produk

2963844.3052

Air Pendingin

2353993.7424

5317838.0476

5317838.0476

Total

4.8 Evaporator (FE-101)


Tabel 4.8 Neraca Panas Evaporator
Komponen

Masuk (kJ/jam)

Keluar (kJ/jam)

Umpan

2738177.6445

Produk

3138416.8488

Steam

400239.2044

Total

3138416.8488

3138416.8488

4.9 Heater 6 (E-106)


Tabel 4.9 Neraca Panas Heater 6 (E-106)
Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

2961625.8189

Produk

5586531.1470

Steam

2624905.3281

Total

5586531.1470

5586531.1470

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

4.10 Kondensor (E-107)


Tabel 4.10 Neraca Panas Kondensor
Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

5550241.0133

Produk

2301579.7190

Kondensor duty

3248661.2943

5550241.0133

5550241.0133

Total

4.11

Cooler 2 (E-108)

Tabel 4.12 Neraca Panas Cooler 2


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

2301579.7190

Produk

148628.4377

Kondensor duty

2152951.2813

2301579.7190

2301579.7190

Total

4.12

Reboiler (E-109)

Tabel 4.11 Neraca Panas Reboiler


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

3004239.4794

Produk

2125075.5806

Reboiler duty

-879163.8989

Total

2125075.5806

2125075.5806

4.13

Kondensor Subcooler (E-110)

Tabel 4.13 Neraca Panas Kondensor Subcooler (E-110)


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

23251.9484

Produk

833.5279

Kondensor duty

22418.4205

23251.9484

23251.9484

Total

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

4.14

Cooler 3 (E-111)

Tabel 4.14 Neraca Panas Cooler 3 (E-111)


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

5497.9031

Produk

1668.2694

Kondensor duty

3829.6337

5497.9031

5497.9031

Total
4.15

Cooler 4 (E-112)

Tabel 4.15 Neraca Panas Cooler 4 (E-112)


Alur masuk (kJ/jam)

Alur keluar (kJ/jam)

Umpan

1668.2694

Produk

214.2663

Kondensor duty

1454.0031

1668.2694

1668.2694

Total

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

BAB V
SPESIFIKASI PERALATAN

1. Tangki Penyimpanan Etilen Oksida (TT-101)


Fungsi

: Untuk menyimpan Etilen Oksida untuk kebutuhan 7 hari

Bentuk

: Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup


ellipsoidal

Bahan Konstruksi : Carbon steel, SA 240 Grade A


Jumlah

: 8 unit

Kapasitas

: 210,6523 m3

Kondisi Operasi :
- Temperatur

: 30 0C

- Tekanan

: 1,01 bar

Kondisi fisik

- Silinder
- Diameter

: 5,35 m

- Tinggi

: 8,02 m

- Tebal

: 1 in

- Tutup
- Diameter

: 5,35 m

- Tinggi

: 1,34 m

- Tebal

: 1 in

2. Heater 1 (E-101)
Fungsi

: Menaikkan temperatur etilen oksida sebelum menuju R-101

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 7281,71 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 18 BWG

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Panjang tube

: 12 ft

Pitch (PT)

: 1 in triangular pitch

Jumlah tube

: 16

Diameter shell

: 8 in

Daya

: 15 hp

3. Tangki Penyimpanan Karbon Dioksida (TT-102)


Fungsi

: Untuk menyimpan Karbon dioksida untuk kebutuhan 7 hari

Bentuk

: Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup


ellipsoidal

Bahan Konstruksi : Carbon steel, SA 240 Grade A


Jumlah

: 5 unit

Kapasitas

: 162,8835 m3

Kondisi Operasi :
- Temperatur

: 30 0C

- Tekanan

: 1,1 bar

Kondisi fisik

- Silinder
- Diameter

: 5, 2 m

- Tinggi

: 7,83 m

- Tebal

: 1 in

- Tutup

4.

- Diameter

: 5,2 m

- Tinggi

: 1,31 m

- Tebal

: 1 in

Ekspander 1 (JE-101)
Fungsi

: Menurunkan tekanan gas dari tangki penyimpan CO2


sebelum dimasukkan ke Reaktor karbonasi ( R-101)

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi : carbon steel


Tekanan masuk

: 68 bar

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tekanan keluar

: 14,5 bar

Kapasitas

: 4,8477 m3/jam

Daya

: 90 hp.

5. Heater 2 (E-102)
Fungsi

: Menaikkan temperatur karbon dioksida sebelum menuju


reaktor I ( R-101).

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 7756,356 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 18 BWG

Panjang tube

: 12 ft

Pitch (PT)

: 1 in triangular pitch

Jumlah tube

: 52

Diameter shell

: 12 in

6. Tangki Penyimpanan Air (TT-103)


Fungsi

: Untuk menyimpan air

Bentuk

:Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup


ellipsoidal

Bahan

: Carbon steel, SA 240 Grade A

Jumlah

: 7 unit

Lama Penyimpanan

: 7 hari

Kapasitas

: 114,849 m3

Kondisi Operasi

Temperatur (T) = 30 0C

Tekanan ( P)

Kondisi fisik

= 1,01 bar
:

- Silinder
- Diameter

: 4,4435 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

- Tinggi

: 6,6653 m

- Tebal

: 2 in

Tutup
- Diameter

: 4,4435 m

- Tinggi

: 0,7405 m

- Tebal

: 2 in

7. Pompa Air (P-101)


Fungsi

: Memompa Air dari tangki penyimpanan air menuju Heater 3


(E-103)

8.

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 25,9141 gpm

Daya

: hp

Heater 3 (E-103)
Fungsi

: Menaikkan temperatur air sebelum menuju reaktor II ( R101).

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 3987,80 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 8 BWG

Panjang tube

: 8 ft

Pitch (PT)

: 1 9/16 in square pitch

Jumlah tube

: 10

Diameter shell

: 10 in

9. Reaktor Karbonasi (R-101)


Fungsi

: Tempat berlangsungnya reaksi karbonasi etilen


oksida.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jenis

: Plug Flow Reactor

Type Reaktor

: Fixed Bed Reactor

Bentuk

: silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi

: carbon steel SA-240 Grade C

Kapasitas

: 24,57074991 m3

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

- Temperatur masuk

: 100C

- Temperatur keluar

: 100C

- Tekanan operasi

: 14,5 bar

Kondisi fisik :
- Silinder
- Diameter

: 4,03 m

- Panjang

: 12 m

- Tebal

: 2 in

- Tutup
- Diameter

: 4,03 m

- Panjang

: 1,0075 m

- Tebal

: 2 in

10. Separator Tekanan Rendah I (FG-101)


Fungsi

: Memisahkan uap dan cairan dari reaktor I (R-101)

Bentuk

: Silinder vertical dengan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-240 grade A


Jenis sambungan : Double welded butt joints
Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

Temperatur

: 100C

Tekanan

: 2,5 bar

Kondisi fisik :
- Silinder

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

- Diameter

: 0,536 m

- Panjang

: 13,9824 ft

- Tebal

: 1,25 in

- Tutup
- Diameter

: 0,536 m

- Panjang

: 0,6858 m

- Tebal

: 1,25 in

11. Blower 3 (JB-103)


Fungsi

: Memompa

gas buang dari

Evaporator (FE-101) menuju

udara luar
Jenis

: blower sentrifugal

Bahan konstruksi : carbon steel


Kapasitas

: 69,3636 m3 /jam

Daya

: 1 hp

12. Pompa 2 (P-102)


Fungsi

: Memompa

campuran dari Reaktor karbonasi (R-101)

menuju Separator I (FG-101).


Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 104,6948 gpm

Daya

: 1 hp

13. Heater 4 (E-104)


Fungsi

: Menaikkan temperatur campuran dari separator I (FG-101)


sebelum menuju R-102

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 14788,909 kg/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 18 BWG

Panjang tube

: 12 ft

Pitch (PT)

: 1

Jumlah tube

: 52

Diameter shell

: 12 in

in triangular pitch

14. Reaktor Hidrolisis (R-102)


Fungsi

: Tempat berlangsungnya reaksi hidrolisis etilen


karbonat.

Jenis

: Plug Flow Reactor

Type Reaktor

: Fixed Bed Reactor

Bentuk

: silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi

: carbon steel SA-240 Grade C

Kapasitas

: 158,95 m3

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

- Temperatur masuk

: 150C

- Temperatur keluar

: 150C

- Tekanan operasi

: 14,5 bar

Kondisi fisik :
-

Jumlah Tube

Silinder

: 26 buah

- Diameter

: 7,096 m

- Panjang

: 20 m

- Tebal

: 2 in

- Tutup
- Diameter

: 7,096 m

- Panjang

: 1,774 m

- Tebal

: 2 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

15. Cooler 1 (E-106)


Fungsi

: Mendinginkan campuran dari Reaktor Hidrolisis (R-102)


menuju Separator II (FG-102).

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 18777,46402 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 10 BWG

Panjang tube

: 8 ft

Pitch (PT)

: 1 916 in square pitch

Jumlah tube

: 112

Diameter shell

: 21 in

16. Separator Tekanan Rendah II (FG-102)


Fungsi

: Memisahkan uap dan cairan dari reaktor II (R-102)

Bentuk

: Silinder vertikal dengan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-240 grade A

Jenis sambungan

: Double welded butt joints

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

Temperatur

= 100C

Tekanan

= 2,5 bar

Kondisi fisik :
- Silinder
- Diameter

: 2,16 m

- Panjang

: 14,7277 m

- Tebal

: 1,5 in

- Tutup
- Diameter

: 2,16 m

- Panjang

: 0,54 m

- Tebal

: 1,5 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

17. Blower 2 (JB-102)


Fungsi

: memompa campuran dari Separator II (FG-102) menuju

Jenis

: blower sentrifugal

Bahan konstruksi : carbon steel


Kapasitas

: 2123,3193 m3 /jam

Daya

: 8 hp

18. Evaporator (FE-101)


Fungsi

: Menghilangkan air dari

campuran bottom Separator II

(FG-102) sebelum dimasukkan ke kolom destilasi T-101


Bentuk

: Long-tube Vertical Evaporator

Tipe

: Single Effect Evaporator

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Bahan Konstruksi : carbon steel


Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 11264,3365 kg/jam

Diameter shell

: 10 in

Pitch (PT)

: 1 916 in triangular pitch

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 12 BWG

Jumlah tube

: 18

Panjang tube

: 12 ft

19. Blower 3 (JB-103)


Fungsi

: Memompa

campuran dari

Evaporator (FE-101) menuju

alur gas buang


Jenis

: blower sentrifugal

Bahan konstruksi : carbon steel


Kapasitas

: 1804,6601 m3 /jam

Daya

: 7 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

20. Pompa 3 (P-103)


Fungsi

: Memompa

campuran dari Evaporator (FE-101) menuju kolom

destilasi (T-101).
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas : 1673,8839 gal/mnt


Daya

: 1 hp

21. Heater 5 (E-105)


Fungsi

: Menaikkan temperatur campuran sebelum menuju kolom


destilasi (T-101)

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 10182,5084 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 18 BWG

Panjang tube

: 12 ft

Pitch (PT)

: 1

Jumlah tube

: 86

Diameter shell

: 13,25 in

in triangular pitch

22. Kolom Distilasi 1 (T-101)


Fungsi

: memisahkan campuran etilen glikol dan dietilen glikol

Jenis

: sieve tray

Bentuk

: silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi: carbon steel SA-240 grade A


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
- Temperatur

: 197C

- Tekanan

: 1,01 atm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tray spacing (t)

= 0,5 m

Hole diameter (do)

= 4,5 mm

Space between hole center (p)= 12 mm


Weir height (hw)

= 5 cm

Pitch

= triangular in

Column Diameter (T)

= 1,4822 m

Weir length (W)

= 1,0375 m

Downsput area (Ad)

= 0,1518 m2

Active area (Aa)

= 1,421 m2

Weir crest (h1)

= 0,0035m

Spesifikasi kolom destilasi


Tinggi kolom

= 10,5 m

Tinggi tutup

= 0,3705 m

Tinggi total

= 11,2411 m

Tekanan operasi

= 1,09 atm = 101 kPa

Tebal silinder

in

23. Kondensor (E-107)


Fungsi

: Mengubah fasa uap campuran etilen glikol menjadi


fasa cair

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon Steel

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 10101,0101 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 10 BWG

Panjang tube

: 8 ft

Pitch (PT)

: 1 in triangular pitch

Jumlah tube

: 282

Diameter shell

: 25 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

24. Drum Penampung (D-101)


Fungsi

: Menampung distilat dari kolom destilasi (T-101)

Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-240 grade A

Jenis sambungan

: Double welded butt joints

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 20,3386 m3

Kondisi operasi:
- Temperatur

: 100C

- Tekanan

: 1,01 bar

Kondisi Fisik :
- Silinder
- Diameter

: 4,8377 m

- Panjang

: 9,5811 m

- Tebal

: 1 38 in

- Tutup
- Diameter

: 4,8377 m

- Panjang

: 1,2094 m

- Tebal

: 1 38 in

25. Pompa Refluks Destilat (P-104)


Fungsi

: Memompa campuran refluk destilat dari drum penampung (D-101)


ke Destilasi (T-101).

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas : 2958,237 gal/mnt


Daya

: 1 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

26. Pompa Destilat (P-105)


Fungsi

: Memompa destilat dari Drum penampung (D-101) ke Cooler 2


(E-107)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas : 21,293 gpm


Daya

: 1/20 hp

27. Cooler 2 (E-108)


Fungsi

: Mendinginkan campuran etilen glikol menjadi fasa cair

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi

: Carbon Steel

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 10101,0101 kg/jam

Diameter tube

: in

Jenis tube

: 10 BWG

Panjang tube

: 12 ft

Pitch (PT)

: 15/16 in triangular pitch

Jumlah tube

: 640

Diameter shell

: 39 in

28. Tangki Penyimpanan Etilen Glikol (TT-104)


Fungsi : Untuk menyimpan larutan Etilen Glikol
Bentuk : Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon steel, SA 240 Grade A
Jumlah : 10 unit
Kondisi Operasi

- Temperatur (T)

: 30 0C

- Tekanan ( P)

: 1,1 bar

Kondisi fisik

- Silinder
- Diameter

: 5,1028 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

- Tinggi

: 7,6542 m

- Tebal

: 1 in

- Tutup
- Diameter

: 5,1028 m

- Tinggi

: 1,2757 m

- Tebal

: 1 in

29. Pompa Reboiler (P-106)


Fungsi

: Memompa campuran bottom destilasi ke reboiler

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas : 1611,1663 gpm


Daya

: 1 hp

30. Reboiler (E-109)


Fungsi

Menaikkan

temperatur

campuran bottom

sebelum

dimasukkan
ke kolom destilasi T-101
Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi : Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 6748,5708 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 18 BWG

Panjang tube

: 12 ft

Pitch (PT)

: 1 916 in square pitch

Jumlah tube

: 95

Diameter shell

: 19 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

31. Flash Drum (V-101)


Fungsi

: Memisahkan fasa cair Etilen karbonat dan dietilen


glikol dari campuran fasa gas

Bentuk

: Silinder vertikal dengan alas dan tutup elipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-240, Grade A

Jenis sambungan

: Double welded butt joints

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

- Temperatur (T)

= 250 0C

- Tekanan ( P)

= 1,41 bar

Kondisi fisik :
- Silinder
- Diameter

: 2,316 m

- Tinggi

: 6,632 m

- Tebal

: 1 18 in

- Tutup

32.

- Diameter

: 2,316 m

- Tinggi

: 0,579 m

- Tebal

: 1 18 in

Blower 4 (JB-104)
Fungsi

: mengalirkan cairan dietilen glikol dari flash drum


(V-101) menuju kondensor (E-110)

33.

Jenis

: blower sentrifugal

Bahan konstruksi

: carbon steel

Kapasitas

: 23,6791 m3 /jam

Daya

: 1/10 hp

Kondensor Subcooler (E-110)


Fungsi

: Mendinginkan uap campuran dietilen glikol

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi: Carbon Steel

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

34.

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 71,84714578 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 10 BWG

Panjang tube

: 12 ft

Pitch (PT)

: 1 916 in square pitch

Jumlah tube

: 18

Diameter shell

: 10 in

Pompa Destilat DEG (P-107)


Fungsi

: Memompa campuran atas dari Kondensor subcooler ke


tangki penyimpan Dietilen Glikol.

35.

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 11,633 gpm

Daya

1
10

hp

Tangki Penyimpanan Dietilen Glikol (TT-105)


Fungsi

: Untuk menyimpan larutan Dietilen Glikol selama 10


hari

Bentuk

: Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup


ellipsoidal

Bahan

: Carbon steel, SA 240 Grade A

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi

- Temperatur (T) = 30 0C
- Tekanan ( P)
Kondisi fisik

= 1,41 bar
:

- Silinder
- Diameter

: 2,2818 m

- Tinggi

: 3,4227 m

- Tebal

: 1 14 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

- Tutup
- Diameter

: 2,2818 m

- Tinggi

: 0,5705 m

- Tebal

: 1 14 in

36. Pompa Bottom EC (P-108)


Fungsi

: Memompa campuran bawah dari Cooler 4 ke tangki


penyimpan Etilen Karbonat.

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 13,0222 gpm

Daya

1
10

hp

37. Cooler 3 (E-111)


Fungsi

: Mendinginkan uap campuran Etilen karbonat menjadi 1000C

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi: Carbon Steel

38.

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 9,06355 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Jenis tube

: 10 BWG

Panjang tube

: 8 ft

Pitch (PT)

: 1 in square pitch

Jumlah tube

: 10

Diameter shell

: 10 in

Cooler 4 (E-112)
Fungsi

: Mendinginkan uap campuran Etilen karbonat 350C

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Bahan konstruksi: Carbon Steel


Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 9,06355 kg/jam

Diameter tube

: 1 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jenis tube

: 10 BWG

Panjang tube

: 8 ft

Pitch (PT)

: 1 in square pitch

Jumlah tube

: 10

Diameter shell

: 10 in

39. Tangki Penyimpanan Etilen Karbonat (TT-106)


Fungsi

: Untuk menyimpan larutan Etilen Karbonat selama 10 hari

Bentuk

: Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup


ellipsoidal

Bahan

: Carbon steel, SA 240 Grade A

Jumlah

: 1 unit

Kondisi Operasi
- Temperatur (T)

:
= 30 0C

- Tekanan ( P) = 1,41 bar


Kondisi fisik

- Silinder
- Diameter

: 1,1289 m

- Tinggi

: 1,6934 m

- Tebal

: 1 in

- Tutup
- Diameter

: 1,1289 m

- Tinggi

: 0,2822 m

- Tebal

: 1 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

BAB VI
INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA

6.1

Instrumentasi
Instrumentasi adalah peralatan yang dipakai di dalam suatu proses kontrol

untuk mengatur jalannya suatu proses agar diperoleh hasil sesuai dengan yang
diharapkan. Dalam suatu pabrik kimia, pemakaian instrumen merupakan suatu hal
yang sangat penting karena dengan adanya rangkaian instrumen tersebut maka
operasi semua peralatan yang ada di dalam pabrik dapat dimonitor dan dikontrol
dengan cermat, mudah dan efisien. Alat-alat instrumentasi dipasang pada setiap
peralatan proses dengan tujuan agar sarjana teknik dapat memantau dan mengontrol
kondisi di lapangan. Dengan adanya instrumentasi ini pula, para sarjana teknik dapat
segera melakukan tindakan apabila terjadi kejanggalan dalam proses. Namun pada
dasarnya, tujuan pengendalian tersebut adalah agar kondisi proses di pabrik
mencapai tingkat kesalahan (error) yang paling minimum sehingga produk dapat
dihasilkan secara optimal (Considine, 1985).
Fungsi instrumentasi adalah sebagai pengontrol ( controler ), penunjuk (
indicator ), pencatat ( recorder ), dan pemberi tanda bahaya ( alarm ). Instrumentasi
bekerja dengan tenaga mekanik atau tenaga listrik dan pengontrolannya dapat
dilakukan secara manual atau otomatis. . Penggunaan instrumen pada suatu peralatan
proses tergantung pada pertimbangan ekonomi dan sistem peralatan itu sendiri. Pada
pemakaian alat-alat instrumen juga harus ditentukan apakah alat-alat tersebut
dipasang diatas papan instrumen dekat peralatan proses (kontrol manual) atau
disatukan dalam suatu ruang kontrol yang dihubungkan dengan bangsal peralatan
(kontrol otomatis) (Timmerhaus dkk, 2004).

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Variabel-variabel proses yang biasanya dikontrol/diukur oleh instrumen


adalah :
1. Variabel utama, seperti temperatur, tekanan, laju alir, dan level cairan.
2. Variabel tambahan, seperti densitas, viskositas, panas spesifik, konduktivitas, pH,
humiditas, titik embun, komposisi kimia, kandungan kelembaban, dan variabel
lainnya (Considine,1985).
Pada dasarnya sistem pengendalian terdiri dari :
1. Sensing Elemen/Elemen Perasa (Primary Element)
Elemen yang merasakan (menunjukkan) adanya perubahan dari harga variabel
yang diukur.
2. Elemen pengukur (measuring element)
Elemen pengukur adalah suatu elemen yang sensitif terhadap adanya perubahan
temperatur, tekanan, laju aliran, maupun tinggi fluida. Perubahan ini merupakan
sinyal dari proses dan disampaikan oleh elemen pengukur ke elemen pengontrol.
3. Elemen pengontrol (controlling element)
Elemen pengontrol yang menerima sinyal kemudian akan segera mengatur
perubahan-perubahan proses tersebut sama dengan nilai set point (nilai yang
diinginkan). Dengan demikian elemen ini dapat segera memperkecil ataupun
meniadakan penyimpangan yang terjadi.
4. Elemen pengontrol akhir (final control element)
Elemen ini merupakan elemen yang akan mengubah masukan yang keluar
dari elemen pengontrol ke dalam proses sehingga variabel yang diukur tetap berada
dalam batas yang diinginkan dan merupakan hasil yang dikehendaki.
(Considine,1985)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Pengendalian peralatan instrumentasi dapat dilakukan secara otomatis dan


semi otomatis. Pengendalian secara otomatis adalah pengendalian yang dilakukan
dengan mengatur instrumen pada kondisi tertentu, bila terjadi penyimpangan
variabel yang dikontrol maka instrumen akan bekerja sendiri untuk mengembalikan
variabel pada kondisi semula, instrumen ini bekerja sebagai controller. Pengendalian
secara semi otomatis adalah pengendalian yang mencatat perubahan-perubahan yang
terjadi pada variabel yang dikontrol. Untuk mengubah variabel-variabel ke nilai yang
diinginkan dilakukan usaha secara manual, instrumen ini bekerja sebagai pencatat
(indicatorer).
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam instrumen-instrumen adalah:
1. Range yang diperlukan untuk pengukuran
2. Level instrumentasi
3. Ketelitian yang dibutuhkan
4. Bahan konstruksinya
5. Pengaruh pemasangan instrumentasi pada kondisi proses
(Timmerhaus dkk,2004)
Instrumentasi yang umum digunakan dalam pabrik adalah :
1. Untuk variabel temperatur:
Temperature Controller (TC) adalah instrumentasi yang digunakan untuk
mengamati temperatur suatu alat. Dengan menggunakan Temperature
Controller, para engineer juga dapat melakukan pengendalian terhadap
peralatan sehingga temperatur peralatan tetap berada dalam range yang
diinginkan. Temperature Controller kadang-kadang juga dapat mencatat
temperatur dari suatu peralatan secara berkala (Temperature Recorder).
Temperature Indicator (TI) adalah instrumentasi yang digunakan untuk
mengamati temperatur dari suatu alat
2. Untuk variabel tinggi permukaan cairan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Level Controller (LC) adalah instumentasi yang digunakan untuk


mengamati ketinggian cairan dalam suatu alat Dengan menggunakan Level
Controller, para engineer juga dapat melakukan pengendalian ketinggian
cairan dalam peralatan tersebut.
Level Indicator (LI) adalah instrumentasi yang digunakan untuk mengamati
ketinggian cairan dalam suatu alat.
3. Untuk variabel tekanan
Pressure Controller (PC) adalah instrumentasi yang digunakan untuk
mengamati tekanan operasi suatu alat. Para engineer juga dapat melakukan
perubahan tekanan dari peralatan operasi. Pressure Controller dapat juga
dilengkapi pencatat tekanan dari suatu peralatan secara berkala (Pressure
Recorder).
Pressure Indicator (PI) adalah instrumentasi yang digunakan untuk
mengamati tekanan operasi suatu alat.
4. Untuk variabel aliran cairan
Flow Controller (FC) adalah instrumentasi yang digunakan untuk
mengamati laju alir larutan atau cairan yang melalui suatu alat dan bila
terjadi perubahan dapat melakukan pengendalian.
Flow Indicator (FI) adalah instrumentasi yang digunakan untuk mengamati
laju aliran atau cairan suatu alat.
(Considine,1985)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel 6.1 Daftar penggunanan instrumentasi pada Pra rancangan Pabrik


Pembuatan Etilen Glikol dari etilen oksida dengan Proses Karbonasi
No

Nama alat
Tangki gas

karbondioksida dan
etilen oksida

Jenis instrumen
Pressure indicators
(PI)
Flow controller

(FC)
Blower

Pressure controller
(PC)
Temperature

Heater, Kondenser,

Indicator (TC)

Reboiler, dan Cooler

Pressure controller
(PC)
Pressure controller

(PC)
Ekspander

Temperature
Indicator (TC)
Pressure controller
(PC)

Reaktor

Flow controller
(FC)
Temperature
Indicator (TI)

Separator tekanan
rendah

Kegunaan

Menunjukkan tekanan dalam tangki

Mengontrol laju alir gas dalam pipa

Mengontrol tekanan dalam blower

Mengontrol suhu pada alat

Mengontrol tekanan dalam alat

Mengontrol tekanan gas dalam alat

Mengontrol suhu dalam alat

Mengontrol tekanan dalam reaktor

Mengontrol laju alir dalam reaktor

Menunjukkan suhu dalam reaktor

Level controller

Mengontrol ketinggian cairan dalam

(LC)

separator

Pressure indicator
controller alarm
(PICA)
Temperature
indicator (TI)

Mengontrol, menunjukkan dan tekanan


dalam separator

Menunjukkan temperatur dalam separator

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel 6.1 Daftar penggunanan instrumentasi pada Pra rancangan Pabrik


Pembuatan Etilen Glikol dari etilen oksida dengan Proses Karbonasi (lanjutan )
No

Nama alat

Kolom destilasi

Jenis instrumen

Kegunaan

Temperature
indicator (TI)

Menunjukkan temperatur dalam kolom


distilasi

Pressure controller
(PC)

Mengontrol tekanan dalam kolom distilasi

Evaporator

Temperature
Controller (TC)

Mengontrol suhu dalam alat

Tangki cairan

Level indicator (LI)

Menunjukkan tinggi cairan dalam tangki

10

Pompa

Flow Controller

Mengontrol laju alir cairan dalam pipa

(FC)

FC
PI

PC

Tangki Gas karbon dioksida

Blower
TC

PC

Ekspander

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

TC

LI

PC

Heater, Condensor, Cooler

Tangki Cairan

TC

PC

TC

Reboiler

Evaporator

12

PC

LC
PICA
TI

FC

TI

R-102

Reaktor

Separator

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

TI
PC

FC

Kolom distilasi

Pompa

Gambar 6.1 Alat-alat pengendali pada pabrik Pembuatan Etilen Glikol dari etilen
oksida dengan Proses Karbonasi
6.2 Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja merupakan bagian dari kelangsungan produksi pabrik,
oleh karena itu aspek ini harus diperhatikan secara serius dan terpadu. Untuk maksud
tersebut perlu diperhatikan cara pengendalian keselamatan kerja dan keamanan
pabrik pada saat perancangan dan saat pabrik beroperasi.
Salah satu faktor yang penting sebagai usaha menjamin keselamatan kerja
adalah dengan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran karyawan akan
pentingnya usaha untuk menjamin keselamatan kerja. Usaha-usaha yang dapat
dilakukan antara lain :
1. Meningkatkan spesialisasi ketrampilan karyawan dalam menggunakan peralatan
secara benar sesuai tugas dan wewenangnya serta mengetahui cara-cara
mengatasi kecelakaan kerja.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

2. Melakukan pelatihan secara berkala bagi karyawan. Pelatihan yang dimaksud


dapat meliputi :

Pelatihan untuk menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang


tinggi dan bertanggung-jawab, misalnya melalui pelatihan kepemimpinan dan
pelatihan pembinaan kepribadian.

Studi banding (workshop) antar bidang kerja, sehingga karyawan diharapkan


memiliki rasa kepedulian terhadap sesama karyawan.

3. Membuat peraturan tata cara dengan pengawasan yang baik dan memberi sanksi
bagi karyawan yang tidak disiplin (Timmerhaus dkk, 2004).
Sebagai pedoman pokok dalam usaha penanggulangan masalah kerja,
Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Keselamatan
Kerja pada tanggal No 1 tanggal 12 Januari 1970. Semakin tinggi tingkat
keselamatan kerja dari suatu pabrik maka makin meningkat pula aktivitas kerja para
karyawan. Hal ini disebabkan oleh keselamatan kerja yang sudah terjamin dan
suasana kerja yang menyenangkan.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan pabrik untuk
menjamin adanya keselamatan kerja adalah sebagai berikut (Timmerhaus dkk, 2004):
1. Penanganan dan pengangkutan bahan menggunakan manusia harus seminimal
mungkin.
2. Adanya penerangan yang cukup dan sistem pertukaran udara yang baik.
3. Jarak antar mesin-mesin dan peralatan lain cukup luas.
4. Setiap ruang gerak harus aman, bersih dan tidak licin .
5. Setiap mesin dan peralatan lainnya harus dilengkapi alat pencegah kebakaran.
6. Tanda-tanda pengaman harus dipasang pada setiap tempat yang berbahaya.
7. Penyediaan fasilitas pengungsian bila terjadi kebakaran.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

6.3 Keselamatan Kerja Pada Pabrik Pembuatan Etilen Glikol


Dalam rancangan pabrik pembuatan etilen glikol, usaha-usaha pencegahan
terhadap bahaya-bahaya yang mungkin terjadi dilakukan sebagai berikut :
6.3.1 Pencegahan Terhadap Kebakaran dan Peledakan
Proses produksi etilen glikol dari etilen oksida dengan proses karbonasi
menggunakan reaktor yang beroperasi pada suhu 80-150C dengan menggunakan
bahan bakar minyak. Bahaya yang kemungkinan timbul adalah kebakaran atau
peledakan yang berasal dari reaktor. Selain itu unit penghasil uap (boiler) juga dapat
menciptakan hal yang serupa apabila pengendalian tidak berjalan optimal.
Dari uraian di atas maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan
terhadap kebakaran dan ledakan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui adanya bahaya kebakaran maka sistem alarm dipasang pada
tempat yang strategis dan penting seperti laboratorium dan ruang proses.
2. Pada peralatan pabrik yang berupa tangki dibuat main hole dan hand hole yang
cukup untuk pemeriksaan.
3. Sistem perlengkapan energi seperti pipa bahan bakar, saluran udara, saluran
steam, dan air dibedakan warnanya dan letaknya tidak menggangu gerakan
karyawan.
4. Mobil pemadam kebakaran yang ditempatkan di fire station setiap saat dalam
keadaan siaga.
5.

Penyediaan racun api yang selalu siap dengan pompa hydran untuk jarak
tertentu.
Sesuai dengan peraturan yang tertulis dalam Peraturan Tenaga Kerja

No. Per/02/Men/1983 tentang instalasi alarm kebakaran otomatis, yaitu :


1. Detektor Kebakaran, merupakan alat yang berfungsi untuk mendeteksi secara
dini adanya suatu kebakaran awal. Alat ini terbagi atas:
a. Smoke detector adalah detector yang bekerja berdasarkan terjadinya
akumulasi asap dalam jumlah tertentu.
b. Gas detector adalah detector yang bekerja berdasarkan kenaikan
konsentrasi gas yang timbul akibat kebakaran ataupun gas-gas lain yang
mudah terbakar.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

c. Alarm kebakaran, merupakan komponen dari sistem deteksi dan alarm


kebakaran yang memberikan isyarat adanya suatu kebakaran. Alarm ini
berupa:

Alarm kebakaran yang memberi tanda atau isyarat berupa bunyi khusus
(audible alarm).

Alarm kebakaran yang memberi tanda atau isyarat yang tertangkap oleh
pandangan mata secara jelas (visible alarm).

2. Panel Indikator Kebakaran


Panel indikator kebakaran adalah suatu komponen dari sistem deteksi dan alarm
kebakaran yang berfungsi mengendalikan kerja sistem dan terletak di ruang
operator.

6.3.2 Peralatan Perlindungan Diri


Upaya peningkatan keselamatan kerja bagi karyawan pada pabrik ini adalah
dengan menyediakan fasilitas sesuai bidang kerjanya. Fasilitas yang diberikan adalah
melengkapi karyawan dengan peralatan perlindungan diri sebagai berikut :
1. Helm
2. Pakaian dan perlengkapan pelindung.
3. Sepatu pengaman.
4. Pelindung mata.
5. Masker udara.
6. Sarung tangan.

6.3.3 Keselamatan Kerja Terhadap Listrik


Upaya peningkatan keselamatan kerja terhadap listrik adalah sebagai berikut :
1. Setiap instalasi dan alat-alat listrik harus diamankan dengan pemakaian sekering
atau pemutus arus listrik otomatis lainnya.
2. Sistem perkabelan listrik harus dirancang secara terpadu dengan tata letak pabrik
untuk menjaga keselamatan dan kemudahan jika harus dilakukan perbaikan.
3. Penempatan dan pemasangan motor-motor listrik tidak boleh mengganggu lalu
lintas pekerja.
4. Memasang papan tanda larangan yang jelas pada daerah sumber tegangan tinggi.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

5. Isolasi kawat hantaran listrik harus disesuaikan dengan keperluan.


6. Setiap peralatan yang menjulang tinggi harus dilengkapi dengan alat penangkal
petir yang dibumikan.
7. Kabel-kabel listrik yang letaknya berdekatan dengan alat-alat yang bekerja pada
suhu tinggi harus diisolasi secara khusus.

6.3.4 Pencegahan Terhadap Gangguan Kesehatan


Upaya peningkatan kesehatan karyawan dalam lapangan kerja adalah :
1. Setiap karyawan diwajibkan untuk memakai pakaian kerja selama berada di
dalam lokasi pabrik.
2. Dalam menangani bahan-bahan kimia yang berbahaya, karyawan diharuskan
memakai sarung tangan karet serta penutup hidung dan mulut.
3. Bahan-bahan kimia yang selama pembuatan, pengolahan, pengangkutan,
penyimpanan, dan penggunaannya dapat menimbulkan ledakan, kebakaran,
korosi, maupun gangguan terhadap kesehatan harus ditangani secara cermat.
4. Poliklinik yang memadai disediakan di lokasi pabrik.

6.3.5 Pencegahan Terhadap Bahaya Mekanis


Upaya pencegahan kecelakaan terhadap bahaya mekanis adalah :
1. Alat-alat dipasang dengan penahan yang cukup berat untuk mencegah
kemungkinan terguling atau terjatuh.
2. Sistem ruang gerak karyawan dibuat cukup lebar dan tidak menghambat kegiatan
karyawan.
3. Jalur perpipaan sebaiknya berada di atas permukaan tanah atau diletakkan pada
atap lantai pertama kalau di dalam gedung atau setinggi 4,5 meter bila diluar
gedung agar tidak menghalangi kendaraan yang lewat.
4. Letak alat diatur sedemikian rupa sehingga para operator dapat bekerja dengan
tenang dan tidak akan menyulitkan apabila ada perbaikan atau pembongkaran.
5. Pada alat-alat yang bergerak atau berputar harus diberikan tutup pelindung untuk
menghindari terjadinya kecelakaan kerja.
Untuk mencapai keselamatan kerja yang tinggi, maka ditambahkan nilai-nilai
disiplin bagi para karyawan yaitu:

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1. Setiap karyawan bertugas sesuai dengan pedoman-pedoman yang diberikan.


2. Setiap peraturan dan ketentuan yang ada harus dipatuhi.
3. Perlu keterampilan untuk mengatasi kecelakaan dengan menggunakan peralatan
yang ada.
4. Setiap kecelakaan atau kejadian yang merugikan harus segera dilaporkan pada
atasan.
5. Setiap karyawan harus saling mengingatkan perbuatan yang dapat menimbulkan
bahaya.
6. Setiap kontrol secara priodik terhadap alat instalasi pabrik oleh petugas
maintenance.
(Timmerhaus dkk, 2004)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

BAB VII
UTILITAS

Dalam suatu pabrik, utilitas merupakan unit penunjang utama dalam


memperlancar jalannya proses produksi. Oleh karena itu, segala sarana dan
prasarananya harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat

menjamin

kelangsungan operasi suatu pabrik.


Berdasarkan kebutuhannya, utilitas pada pabrik pembuatan Etilen Glikol
adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan uap (steam)
2. Kebutuhan air
3. Kebutuhan bahan kimia
4. Kebutuhan bahan bakar
5. Kebutuhan listrik
6. Unit pengolahan limbah

7.1

Kebutuhan Uap (Steam)


Uap digunakan dalam pabrik sebagai media pemanas. Kebutuhan uap pada

pabrik pembuatan Etilen Glikol dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 7.1 Kebutuhan Uap Sebagai Media Pemanas


Nama Alat
Heater 1( E-101 )
Heater 2 ( E-102 )
Heater 3 ( E-103 )
Heater 4 ( E-104 )
Evaporator
Heater 5 ( E-106)
Reboiler
Total

Kebutuhan Uap ( Kg/jam )


327,9947394
675,5822695
1219,836769
1156,075482
240,8679794
1579,694432
529,0896783
5729,141349

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Steam yang digunakan adalah saturated steam dengan temperatur 260oC dan tekanan
46,9231 bar. Jumlah total steam yang dibutuhkan adalah 5729,141349 kg/jam.
Tambahan untuk faktor keamanan diambil sebesar 20% dan faktor kebocoran sebesar
10% (Perry, 1999). Maka:
total steam yang dibutuhkan = 1,3 5729,141349 kg/jam
= 7447,883754 kg/jam
Diperkirakan 80% kondensat dapat digunakan kembali, sehingga
Kondensat yang digunakan kembali

= 80% 7447,883754 kg/jam


= 5958,307003 kg/jam

Kebutuhan tambahan untuk ketel uap

= 20% 7447,883754 kg/jam


= 1489,576751 kg/jam

7.2

Kebutuhan Air
Dalam proses produksi, air memegang peranan penting, baik untuk kebutuhan

proses maupun kebutuhan domestik. Kebutuhan air pada pabrik pembuatan etilen
glikol adalah sebagai berikut:
1.

Kebutuhan air untuk ketel


Air untuk umpan ketel uap = 1489,576751 kg/jam

2.

Kebutuhan air pendingin


Kebutuhan air pendingin pada keseluruhan pabrik pembuatan etilen glikol
ditunjukkan pada tabel 7.2.
Tabel 7.2 Kebutuhan Air Pendingin Pada Alat
Nama Alat

Jumlah air (kg/jam)

Reaktor I

8716,679974

Reaktor II
Cooler 1 (E-105)
Kondensor (E-107)
Cooler 2 (E-108)
Kondensor subcooler (E-110)
Cooler 3 (E-111)
Cooler 4 (E-112)
Tangki penampung sementara
Total

199275,3217
22526,25591
31087,66789
20602,40461
214,53
36,64721244
13,91390506
5988,638856
288462,0604

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Air pendingin bekas digunakan kembali setelah didinginkan dalam menara


pendingin air. Dengan menganggap terjadi kehilangan air selama proses sirkulasi,
maka air tambahan yang diperlukan adalah jumlah air yang hilang karena penguapan,
drift loss, dan blowdown (Perry, 1997).
Air yang hilang karena penguapan dapat dihitung dengan persamaan:
We = 0,00085 Wc (T2 T1)

(Pers. 12-10, Perry, 1997)

Di mana :
Wc = jumlah air pendingin yang diperlukan
T1 = temperatur air pendingin masuk = 30C = 86 F
T2 = temperatur air pendingin keluar = 50C = 131F
Maka:
We

= 0,0085 288462,0604 (131-86)


= 11033,67381 kg/jam

Air yang hilang karena drift loss biasanya 0,1 0,2 % dari air pendingin yang masuk
ke menara air (Perry, 1997). Ditetapkan drift loss 0,2 %, maka:
Wd

= 0,002 288462,0604
= 576,9241209 kg/jam

Air yang hilang karena blowdown bergantung pada jumlah siklus sirkulasi air
pendingin, biasanya antara 3-5 siklus (Perry, 1997). Ditetapkan 5 siklus, maka:
Wb

We
S 1

Wb

11033,67381
5 1

(Pers. 12-12, Perry, 1997)

= 2758,418453 kg/jam
Sehingga air tambahan yang diperlukan

= We + Wd + Wb
=11033,674 + 576,924 + 2758,418
= 14369,016 kg/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

3. Kebutuhan air proses


Kebutuhan air proses pada pabrik pembuatan etilen glikol adalah 9523.8693
kg/jam yaitu yang berasal dari Reaktor 1 (R-101). Kebutuhan air proses pada pabrik
pembuatan etilen glikol ditunjukkan pada tabel di bawah.

Tabel 7.3 Kebutuhan Air Proses Pabrik


Kebutuhan
Reaktor 1 (R-101)
Total

Jumlah air (kg/jam)


3987,800474
3987,800474

4. Air untuk berbagai kebutuhan


Perhitungan kebutuhan air domestik:
Menurut Metcalf et.al. (1984) kebutuhan air domestik untuk tiap orang/shift
adalah 40-100 liter/hari.
Diambil 100 liter/hari

1 hari
= 4.16 4 liter/jam
24 jam

air = 1000 kg/m3 = 1 kg/liter


Jumlah karyawan = 166 orang
Maka total air domestik = 4 166 = 664 liter/jam 1 kg/liter = 664 kg/jam
Perkiraan pemakaian air untuk berbagai kebutuhan ditunjukkan pada tabel 7.4.

Tabel 7.4 Pemakaian Air Untuk Berbagai Kebutuhan


Kebutuhan
Domestik dan kantor
Laboratorium
Kantin dan tempat ibadah
Poliklinik
Total

Jumlah air (kg/jam)


664
100
150
50
964

Sehingga total kebutuhan air yang memerlukan pengolahan awal adalah:


= 964 + 3987,8005 + 14369,01639 + 1489,576751
= 20810,3936 Kg/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Sumber air untuk pabrik pembuatan etilen glikol ini adalah dari Sungai Rokan,
Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Adapun kualitas air Sungai Rokan, Riau dapat
dilihat pada tabel 7.5.
Tabel 7.5 Kualitas Air Sungai Rokan, Riau
No
Analisa
I. FISIKA
1.
Bau
2.
Jumlah zat padat terlarut
3.
Rasa
4.
Jumlah zat padat tersuspensi
5.
Suhu

Satuan

Hasil

mg/L
TCU
Mg/L
o
C

Tidak berbau
28,8
Tidak berasa
117,8
30

II. KIMIA
1.
Total kesadahan dalam CaCO3
150
2.
Klorida
mg/l
1,86
3.
NO3-N
mg/l
0,76
4.
Zat organik dalam KMnO4 (COD)
mg/l
35,92
5.
SO4
mg/l
10,6
6.
Sulfida
mg/l
37.
Fosfat (PO4 )
mg/l
0,49
+2
8.
Cr
mg/l
*
9.
NO3 )
mg/l
*
10. NO2 )
mg/l
11. Hardness (CaCO3)
mg/l
148
12. pH
mg/l
6,3
2+
13. Fe
mg/l
0,156
2+
14. Mn
mg/l
0,128
15. Zn2+
mg/l
0,104
2+
16. Ca
mg/l
98
2+
17. Mg
mg/l
136
18. CO2 bebas
mg/l
132
2+
19. Cu
mg/l
0,005
2+
20 Ni
mg/l
0,001
2+
21 Cd
mg/l
0,004
22 NO2-N
mg/l
0,011
23 CN
mg/l
0,004
*
) Analisa tidak bisa dilakukan, alat dan bahan kimia tidak tersedia
Sumber: Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau,2008 ( www.blh.riau.go.id )

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Untuk menjamin kelangsungan penyediaan air, maka di lokasi pengambilan


air dibangun fasilitas penampungan air (water intake) yang juga merupakan tempat
pengolahan awal air sungai. Pengolahan ini meliputi penyaringan sampah dan
kotoran yang terbawa bersama air. Selanjutnya air dipompakan ke lokasi pabrik
untuk diolah dan digunakan sesuai dengan keperluannya. Pengolahan air di pabrik
terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1.

Screening

2.

Sedimentasi

3.

Klarifikasi

4.

Filtrasi

5.

Demineralisasi

6.

Deaerasi

7.2.1 Screening
Pengendapan merupakan tahap awal dari pengolahan air. Pada screening,
partikel-partikel padat yang besar akan tersaring tanpa bantuan bahan kimia.
Sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil akan terikut bersama air menuju unit
pengolahan selanjutnya (Degremont, 1991).

7.2.2 Sedimentasi
Setelah air disaring pada tahap screening, di dalam air tersebut masih terdapat
partikel-partikel padatan kecil yang tidak tersaring pada screening. Untuk
menghilangkan padatan-padatan tersebut, maka air yang sudah disaring tadi
dimasukkan ke dalam bak sedimentasi untuk mengendapkan partikel-partikel
padatan yang tidak terlarut.
7.2.3 Klarifikasi
Klarifikasi merupakan proses penghilangan kekeruhan di dalam air. Air dari
screening dialirkan ke dalam clarifier setelah diinjeksikan larutan alum, Al2(SO4)3
dan larutan abu Na2CO3. Larutan Al2(SO4)3 berfungsi sebagai koagulan utama dan
larutan Na2CO3 sebagai koagulan tambahan yang berfungsi sebagai bahan pembantu
untuk mempercepat pengendapan dan penetralan pH. Pada bak clarifier, akan terjadi

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

proses koagulasi dan flokulasi. Tahap ini bertujuan menyingkirkan Suspended Solid
(SS) dan koloid (Degremont, 1991).
Koagulan yang biasa dipakai adalah koagulan trivalent. Reaksi hidrolisis
akan terjadi menurut reaksi:
M3+ + 3H2O

M(OH)3

+3H

Dalam hal ini, pH menjadi faktor yang penting dalam penyingkiran koloid.
Dua jenis reaksi yang akan terjadi adalah (Degremont, 1991):
Al2(SO4)3 + 6 Na2CO3 + 6H2O

2Al(OH)3+12Na+ + 6HCO3- + 3SO43-

2Al2(SO4)3 + 6 Na2CO3 + 6H2O

4Al(OH)3 + 12Na+ + 6CO2 + 6SO43-

Reaksi koagulasi yang terjadi :


Al2(SO4)3 + 3H2O + 3Na2CO3

2Al(OH)3 + 3Na2SO4 + 3CO2

Selain penetralan pH, soda abu juga digunakan untuk menyingkirkan


kesadahan permanen menurut proses soda dingin menurut reaksi (Degremont, 1991):
CaSO4 + Na2CO3

Na2SO4 + CaCO3

CaCl4 + Na2CO3

2NaCl + CaCO3

Setelah pencampuran yang disertai pengadukan maka akan terbentuk flokflok yang akan mengendap ke dasar clarifier karena gaya gravitasi, sedangkan air
jernih akan keluar melimpah (overflow) yang selanjutnya akan masuk ke penyaring
pasir (sand filter) untuk penyaringan.
Pemakaian larutan alum umumnya hingga 50 ppm terhadap jumlah air yang
akan diolah, sedangkan perbandingan pemakaian alum dan abu soda = 1 : 0,54
(Crities, 2004).
Perhitungan alum dan abu soda yang diperlukan:
Total kebutuhan air

= 20810,3936 kg/jam

Pemakaian larutan alum

= 50 ppm

Pemakaian larutan soda abu

= 0,54 50 = 27 ppm

Larutan alum yang dibutuhkan

= 50.10-6 20810,3936 = 1,0405 kg/jam

Larutan abu soda yang dibutuhkan

= 27.10-6 20810,3936 = 0,5618 kg/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

7.2.4 Filtrasi
Filtrasi dalam pemurnian air merupakan operasi yang sangat umum dengan
tujuan menyingkirkan Suspended Solid (SS), termasuk partikulat BOD dalam air
(Metcalf, 1984).
Material yang digunakan dalam medium filtrasi dapat bermacam-macam:
pasir, antrasit (crushed anthracite coal), karbon aktif granular (Granular Carbon
Active atau GAC), karbon aktif serbuk (Powdered Carbon Active atau PAC) dan batu
garnet. Penggunaan yang paling umum dipakai di Afrika dan Asia adalah pasir dan
gravel sebagai bahan filter utama, sebab tipe lain cukup mahal (Kawamura, 1991).
Unit filtrasi dalam pabrik pembuatan etilen glikol menggunakan media filtrasi
granular (Granular Medium Filtration) sebagai berikut:
1. Lapisan atas terdiri dari pasir hijau (green sand). Lapisan ini bertujuan
memisahkan flok dan koagulan yang masih terikut bersama air. Lapisan yang
digunakan setinggi 24 in (60,96 cm).
2. Untuk menghasilkan penyaringan yang efektif, perlu digunakan medium berpori
misalnya atrasit atau marmer. Untuk beberapa pengolahan dua tahap atau tiga
tahap pada pengolahan effluent pabrik, perlu menggunakan bahan dengan luar
permukaan pori yang besar dan daya adsorpsi yang lebih besar, seperti Biolite,
pozzuolana ataupun Granular Active Carbon/GAC) (Degremont, 1991). Pada
pabrik ini, digunakan antrasit setinggi 12,5 in (31,75 cm).
3. Lapisan bawah menggunakan batu kerikil/gravel setinggi 7 in (17,78 cm)
(Metcalf & Eddy, 1991).
Bagian bawah alat penyaring dilengkapi dengan strainer sebagai penahan.
Selama pemakaian, daya saring sand filter akan menurun. Untuk itu diperlukan
regenerasi secara berkala dengan cara pencucian balik (back washing). Dari sand
filter, air dipompakan ke menara air sebelum didistribusikan untuk berbagai
kebutuhan.
Untuk air proses, masih diperlukan pengolahan lebih lanjut, yaitu proses
softener dan deaerasi. Untuk air domestik, laboratorium, kantin, dan tempat ibadah,
serta poliklinik, dilakukan proses klorinasi, yaitu mereaksikan air dengan klor untuk
membunuh kuman-kuman di dalam air. Klor yang digunakan biasanya berupa
kaporit, Ca(ClO)2. Khusus untuk air minum, setelah dilakukan proses klorinasi

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

diteruskan ke penyaring air (water treatment system) sehingga air yang keluar
merupakan air sehat dan memenuhi syarat-syarat air minum.
Perhitungan kebutuhan kaporit, Ca(ClO)2
Total kebutuhan air yang memerlukan proses klorinasi = 964 kg/jam
Kaporit yang digunakan direncanakan mengandung klorin 70 %
Kebutuhan klorin

= 2 ppm dari berat air

(Gordon, 1968)

Total kebutuhan kaporit

= (2.10-6 964)/0,7 = 0,002754 kg/jam

7.2.5 Demineralisasi
Air untuk umpan ketel dan pendingin pada reaktor harus murni dan bebas
dari garam-garam terlarut. Untuk itu perlu dilakukan proses demineralisasi. Alat
demineralisasi dibagi atas:
a. Penukar Kation (Cation Exchanger)
Penukar kation berfungsi untuk mengikat logam-logam alkali dan mengurangi
kesadahan air yang digunakan. Proses yang terjadi adalah pertukaran antara kation
Ca, Mg dan kation lain yang larut dalam air dengan kation dari resin. Resin yang
digunakan bertipe gel dengan merek IRR122 (Lorch, 1981).
Reaksi yang terjadi :
2H+R + Ca2+ Ca2+R + 2H+
2H+R + Mg2+ Mg2+R + 2H+
2H+R + Mn2+ Mn2+R + 2H+
Untuk regenerasi dipakai H2SO4 dengan reaksi :
Ca2+R + H2SO4 CaSO4 + 2H+R
Mg2+R + H2SO4 MgSO4 + 2H+R
Mn2+R + H2SO4 MnSO4 + 2H+R
Perhitungan Kesadahan Kation
Air sungai Rokan, Riau mengandung kation Fe2+, Mn2+, Ca2+, Mg2+, Zn+2, Cu2+ ,
Ni2+, dan Cd2+ masing-masing 0,156 ppm, 0,128 ppm, 98 ppm, 136 ppm, 0,104 ppm
0,0032 ppm, 0,001 ppm dan 0,004 ppm(Tabel 7.5).
1 gr/gal = 17,1 ppm
Total kesadahan kation = 0,156 +0,128 + 98 + 136 + 0,104, + 0,005 + 0,001 + 0,004
= 234,398 ppm / 17,1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 13,7075 gr/gal
Jumlah air yang diolah = 1447,6323 kg/jam
=

1489,5767kg/jam
264,17 gal/m 3
995,904 kg/m 3

= 395,1199 gal/jam
Kesadahan air

= 13,7075 gr/gal 395,1199 gal/jam 24 jam/hari


= 129,9864 kg/hari

Perhitungan ukuran Cation Exchanger


Jumlah air yang diolah = 395,1199 gal/jam = 6,5853gal/menit
Dari Tabel 12.4, The Nalco Water Handbook, diperoleh data-data berikut:
- Diameter penukar kation

= 2 ft

- Luas penampang penukar kation

= 3,14 ft2

- Jumlah penukar kation

= 1 unit

Volume resin yang diperlukan:


Total kesadahan air = 129,9864 kg/hari
Dari Tabel 12.2, The Nalco Water Handbook (1988) diperoleh:
- Kapasitas resin

= 20 kgr/ft3

- Kebutuhan regenerant

= 6 lb H2SO4/ft3 resin

Jadi, kebutuhan resin =

Tinggi resin

129,9864kg/hari
= 6,4993 ft3/hari
3
20 kg/ft

6,4993
= 2,0698 ft
3,14

Tinggi minimum resin adalah 30 in = 2,5 ft (Tabel 12.4, The Nalco Water Handbook)
Sehingga volume resin yang dibutuhkan = 2,5 ft 3,14 ft 2 = 7,85 ft3
Waktu regenerasi

7,85 ft 3 20 kg/ft 3
=
= 1,2078 hari = 28,9876 jam
129,9864 kg/hari

Kebutuhan regenerant H2SO4 = 129,9864 kg/hari

6 lb/ft 3
20 kgr/ft 3

= 38,9959 lb/hari = 0,7377 kg/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

b. Penukar Anion (Anion Exchanger)


Penukar anion berfungsi untuk menukar anion yang terdapat dalam air
dengan ion hidrglikol dari resin. Resin yang digunakan bermerek IRA-410. Resin ini
merupakan kopolimer stirena DVB (Lorch,1981). Reaksi yang terjadi:
2ROH + SO42ROH + Cl-

R2SO4 + 2OH+ OH-

RCl

Untuk regenerasi dipakai larutan NaOH dengan reaksi:


R2SO4 + 2NaOH

Na2SO4 + 2ROH

RCl

NaCl

+ NaOH

+ ROH

Perhitungan Kesadahan Anion


Air sungai Rokan mengandung Anion Cl-, SO42-, CO32-, PO43-, dan NO3- , NO2- dan
CN- masing-masing 1,86 ppm, 10,6 ppm, 148 ppm, 0,49 ppm, 0,76 ppm, 0,011 ppm
dan 0,004 ppm (Tabel 7.4).
1 gr/gal = 17,1 ppm
Total kesadahan anion

= 1,86 + 10,6 + 148 + 0,49 + 0,76 + 0,011 + 0,004


= 161,725 ppm / 17,1
= 9,4576 gr/gal

Jumlah air yang diolah

= 1489,5767 kg/jam
=

1489,5767 kg/jam
264,17 gal/m 3
995,904 kg/m 3

= 395,1199 gal/jam
Kesadahan air

= 9,4576 gr/gal 395,1199 gal/jam 24 jam/hari


= 89,6853 kg/hari

Ukuran Anion Exchanger


Jumlah air yang diolah = 395,1199 gal/jam = 6,5853 gal/menit
Dari Tabel 12.4 , The Nalco Water Handbook, diperoleh:
- Diameter penukar kation

= 2 ft

- Luas penampang penukar kation

= 3,14 ft2

- Jumlah penukar kation

= 1 unit

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Volume resin yang diperlukan


Total kesadahan air = 89,6853 kg/hari
Dari Tabel 12.7, The Nalco Water Handbook, diperoleh :
- Kapasitas resin

= 12 kgr/ft3

- Kebutuhan regenerant

= 5 lb NaOH/ft3 resin

Jadi, kebutuhan resin =

89,6853kg/hari
= 7,4738 ft3/hari
3
12 kgr/ft

Tinggi resin

7,4738
= 2,3802 ft
3,14

Volume resin

= 2,3802 ft 3,14 ft 2 = 7,85 ft3

Waktu regenerasi

7,85 ft 3 12 kgr/ft 3
= 1 hari = 24 jam
89,6853 kgr/hari

Kebutuhan regenerant NaOH = 89,6853 kgr/hari

5 lb/ft 3
12 kgr/ft 3

= 37,3689 lb/hari = 0,7069 kg/jam


7.26

Deaerator
Deaerator berfungsi untuk memanaskan air yang keluar dari alat penukar ion

(ion exchanger) dan kondensat bekas sebelum dikirim sebagai air umpan ketel. Pada
deaerator ini, air dipanaskan hingga 90C supaya gas-gas yang terlarut dalam air,
seperti O2 dan CO2 dapat dihilangkan, sebab gas-gas tersebut dapat menyebabkan
korosi. Pemanasan dilakukan dengan menggunakan koil pemanas di dalam
deaerator.
7.3 Kebutuhan Bahan Kimia
Kebutuhan bahan kimia pada pabrik pembuatan Etilen Glikol adalah sebagai
berikut:
1. C2H4O

= 7281,714 kg/jam

2. CO2

= 7756,3561 kg/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Kebutuhan bahan kimia untuk unit utilitas pada pabrik pembuatan Etilen Glikol
adalah sebagai berikut :
1. Al2(SO4)3 = 1,0504 kg/jam
2. Na2CO3

= 0,5618 kg/jam

3. Kaporit

= 0,002754 kg/jam

4. H2SO4

= 0,7377 kg/jam

5. NaOH

= 0,7069 kg/jam

Kebutuhan bahan kimia untuk unit pengolahan limbah pada pabrik


pembuatan Etilen Glikol sebagai berikut :
1. Na2CO3

= 3,9316 kg/jam

7.4 Kebutuhan Listrik


Perincian kebutuhan listrik diperkirakan sebagai berikut :
1. Unit Proses

= 308 hp

2. Unit Utilitas

= 53 hp

3. Unit pengolahan limbah

= 21 hp

4. Ruang kontrol dan laboratorium = 30 hp


5. Penerangan dan kantor

= 30 hp

6. Bengkel

= 40 hp

7. Perumahan

= 100 hp

Total kebutuhan listrik = 308 + 21 + 52 + 30 + 30 + 40 + 100


= 582 hp 0,7457 kW/hp = 520 kW
Efisiensi generator 80 %, maka
Daya output generator = 520/0,8 = 650 kW
Untuk perancangan dipakai 4 unit generator diesel AC 400 kW, 220-240 Volt, 50
Hertz. (2 unit pakai dan 2 unit cadangan).
7.5 Kebutuhan Bahan Bakar
Bahan bakar yang digunakan untuk ketel uap dan pembangkit tenaga listrik
(generator) adalah minyak solar karena minyak solar efisien dan mempunyai nilai
bakar yang tinggi.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Keperluan Bahan Bakar Generator


Nilai bahan bakar solar

= 19860 Btu/lbm

Densitas bahan bakar solar

= 0,89 kg/L

(Perry, 1999)

Daya output generator = 628 kW


Daya generator yang dihasilkan = 650 kW (0,9478 Btu/det)/kW 3600 det/jam
= 2217625,0199 Btu/jam
Jumlah bahan bakar

= (2217625,0199 Btu/jam)/(19860 Btu/lbm

0,45359 kg/lbm)

= 50,6492 kg/jam
Kebutuhan solar

= (50,6492 kg/jam) / (0,89 kg/liter)


= 56,9092 liter/jam

Kebutuhan solar untuk 2 generator = 114 L/jam

Keperluan Bahan Bakar Ketel Uap


Uap yang dihasilkan ketel uap

= 7447,8838 kg/jam

Panas laten saturated steam (260 C) = 1661,6358 kJ/kg

(Reklaitis, 1987)

Panas yang dibutuhkan ketel


= 7447,8838 kg/jam

1661,6358 kJ/kg / (1,05506 kJ/Btu)

= 11.730.620,5533 Btu/jam
Efisiensi ketel uap = 85 %
Panas yang harus disuplai ketel

= (11.730.620,5533 Btu/jam) / 0,85


= 13.800.730,0627 Btu/jam

Nilai bahan bakar solar = 19860 Btu/lb

(Perry, 1999)

Jumlah bahan bakar


= (13.800.730,0627 Btu/jam) / (19.860 Btu/lbm)

0,45359 kg/lbm

= 315,2001 kg/jam
Kebutuhan solar

= (315,2001 kg/jam) / (0,89 kg/liter)


= 354,1574ter/jam

Jumlah total kebutuhan solar = 114 + 354,2 = 468 L / jam


7.1

Unit Pengolahan Limbah


Limbah dari suatu pabrik harus diolah sebelum dibuang ke badan air atau

atmosfer, karena limbah tersebut mengandung bermacam-macam zat yang dapat

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

membahayakan alam sekitar maupun manusia itu sendiri. Demi kelestarian


lingkungan hidup, maka setiap pabrik harus mempunyai unit pengolahan limbah.
Sumber-sumber limbah cair pabrik pembuatan Etilen Glikol meliputi:
1. Limbah proses
Berupa limbah padat seperti katalis bekas, limbah akibat zat-zat yang terbuang,
bocor, atau tumpah. Khusus limbah dari katalis bekas, berdasarkan PP RI Nomor
18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun,
termasuk kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dari sumber yang
spesifik sehingga dalam penanganannya harus dikirim ke pengumpul limbah B3
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tersebut dan dalam
pengelolaannya, limbah B3 dikirim ke PPLI Cileungsi, Bogor, Indonesia.
2. Limbah gas
Emisi gas yang dihasilkan oleh pabrik pembuatan etilen glikol antara lain gas
karbondioksida, etilen oksida, etilen karbonat dan uap air. Diketahui bahwa emisi
maksimum gas etilen oksida dan etilen karbonat per ton produk proses yang
menghasilkan emisi tersebut adalah 3-4 atau 0,03 %-0,04 % (Nalco,1988),
sedangkan emisi gas etilen oksida 0,0043% dan etilen karbonat 0,0003 %. Emisi
gas tersebut telah memenuhi standar Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Hidup Nomor Kep.13/Menlh/3/1995 Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak
Bergerak sehingga dapat langsung dilepaskan ke udara. Sedangkan gas karbon
dioksida dan uap air dapat langsung dibuang diudara karena merupakan emisi gas
yang tidak berbahaya.
3. Limbah cair hasil pencucian peralatan pabrik
Limbah ini diperkirakan mengandung kerak dan kotoran-kotoran yang melekat
pada peralatan pabrik.
4. Limbah domestik
Limbah ini mengandung bahan organik sisa pencernaan yang berasal dari kamar
mandi di lokasi pabrik, serta limbah dari kantin berupa limbah padat dan limbah
cair. Limbah domestik dari pabrik etilen glikol diolah pada septic tank yang
tersedia di lingkungan pabrik sehingga tidak membutuhkan pengolahan
tambahan.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

5. Limbah laboratorium
Limbah yang berasal dari laboratorium ini mengandung bahan-bahan kimia
yang digunakan untuk menganalisa mutu bahan baku yang dipergunakan dan
mutu produk yang dihasilkan, serta yang dipergunakan untuk penelitian dan
pengemangan proses.

Pengolahan limbah cair pabrik ini dilakukan dengan menggunakan kolam


stabilisasi. Alasan pemilihan kolam stabilisasi yaitu adalah:
-

Lebih murah dan mudah dibandingkan pengolahan limbah yang lain.

Lebih mudah penanganannya dibandingkan pengolahan limbah yang lain.

Lahan yang digunakan tidak terlalu besar dikarenakan debit limbah sedikit.

Perhitungan Untuk Sistem Pengolahan Limbah


Diperkirakan jumlah air buangan pabrik:
1. Limbah proses

= 0 ltr/jam

2. Pencucian peralatan pabrik

= 75 liter/jam

3. Laboratorium

= 15 liter/jam

4. Limbah domestik dan kantor


- Domestik = 20 ltr/hari

(Metcalf dan Eddy, 1991)

- Kantor

(Metcalf dan Eddy, 1991)

= 10 ltr/hari

Jadi jumlah limbah domestik dan kantor


= 166 x (20+10) ltr/hari x 1 hari / 24 jam
= 207,5 ltr/jam
Total air buangan = (0 + 75 + 15 + 207,5) liter/jam
= 297,5 liter/jam = 0,2975 m3/jam

Pengolahan limbah dimulai dari kolam penampungan dan kolam stabilisasi.


Kolam stabilisasi tersebut terdiri dari:
a. Kolam Anaerob
Memiliki kedalaman optimal 4 meter, efektif untuk beban BOD tinggi dan hasil
proses oksidasi menghasilkan gas seperti CH4, H2S, dll.
b. Kolam Fakultatif

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Dimana proses yang terjadi anaerob dab aerob, kedalaman lebih dari 0,3 meter.
c. Kolam maturasi
Beroperasi secara aerobik, digunakan terutama untuk menghilangkan bakteri faecal
juga berfungsi untuk penghilangan FC (faecal coliform) yaitu penghilangan suatu
organisme yang berfungsi sebagai indikator adanya limbah patogen.

Unit Pengolahan limbah


1. Kolam Anaerobik
Fungsi : Mengolah limbah cair pabrik secara anaerobik
Laju volumetrik air buangan = 0,2975 m3/jam = 29,5614 m3/hari
Waktu tinggal air

= 5 jam = 0,2083 hari

Volume Kolam (V)

= 29,5614 m3/hari 0,2083 hari = 6,1586 m3

Bak terisi 90

maka volume Kolam =

(Perry, 1997)

6,1586
= 6,8429 m3
0,9

Direncanakan ukuran kolam sebagai berikut:


- panjang kolam (p) = 2 lebar kolam (l)
- tinggi kolam (t) = lebar kolam (l)
Maka: Volume kolam= p l t
6,8429 m3

= 2lll
l = 1,5069 m

Jadi, panjang kolam = 3,0137 m


lebar kolam

= 1,5069 m

tinggi kolam

= 1,5069 m

Luas kolam

= 4,5412 m2

2. Kolam Fakultatif
Fungsi : Mengolah limbah cair pabrik secara anaerobik dan aerobik
Laju volumetrik air buangan = 0,2975 m3/jam = 29,5614 m3/hari
Kedalaman

= 1,2 meter

Volume Kolam (V)

= 29,5614 m3/hari

T operasi = 300C
BOD5 effluent yang diinginkan < 25mg/l

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Nilai BOD5 = 300 mg/l

(Beckart Environmental, Inc., 2004)

Sehingga:
Waktu tinggal = V/ Q
= 231,0526 x 1,2 / 29,5614 = 10 hari
Luas permukaan kolam A

Q( LI

LE / 18D(1,05) T

20

29,5614 (300 25 / 18.1,2(1,05) 30

20

= 231,0526 m2
Beban organik permukaan:
= (10 Q Li )/ A
= (10.29,5614. 300) / 231,0526 = 383,83 kg/Ha.hari

Beban organik diizinkan


= 20 T- 120
= 20 (30) -120 = 480 kg/Ha.hari
Rancangan memenuhi

3. Kolam Maturasi
Fungsi : Mengolah limbah cair pabrik secara aerobik
Waktu tinggal limbah

= 7 hari

Jumlah

= 2 unit

Kedalaman

= 1,2 meter

Kb

= 2,6

Jumlah FC/100ml influent

= 4 x 107

Laju volumetrik air buangan = 0,2975 m3/jam = 29,5614 m3/hari


Waktu tinggal kolam fakultatif:
= V/ Q
= 231,0526 x 1,2 / 29,5614 = 10 hari
Jumlah FC /100 ml effluent =
=

Jumlah FC/100ml
(1 2,6x t kolam fakultatif)(1 2,6x t kolam maturasi) 2

4 x 107
=
(1 2,6x10)(1 2,6x7) 2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 3877 FC/ 100 ml


Rancangan memenuhi
Luas permukaan kolam = (Q x t kolam maturasi) / kedalaman kolam
= (29,5614 m3/hari x 7 hari) / 1,2 m
= 172,4415 m2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

7.6 Spesifikasi Peralatan Utilitas


7.5.1 Screening (SC)
Fungsi

: Menyaring partikel-partikel padat yang besar

Jenis

: Bar screen

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Stainless steel

Ukuran screening

: Panjang

= 2m

Lebar

= 2m

Ukuran bar

: Lebar
Tebal

Bar clear spacing

: 20 mm

Slope

: 30

Jumlah bar

: 50 buah

= 5 mm
= 20 mm

7.5.2 Pompa Screening (PU-01)


Fungsi

: Memompa air dari sungai ke bak pengendapan (BS)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,205 ft3/s

Daya motor

: 1 1/2 hp

7.5.3 Bak Sedimentasi (BS)


Fungsi

: untuk mengendapkan lumpur yang terikut dengan air

Jumlah

: 1 unit

Jenis

: Grift Chamber Sedimentation

Aliran

: Horizontal sepanjang bak sedimentasi

Bahan konstruksi

: Beton kedap air

Kondisi operasi

: Temperatur 28 C dan tekanan 1 atm

Kapasitas

: 12,2988 ft3/menit

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Panjang

: 10 ft (3,0480 m)

Lebar

: 2 ft (0,61 m)

Tinggi

: 5,9 ft (1,7983 m )

Waktu retensi

: 9,5944 menit

7.5.4 Pompa Sedimentasi (PU-02)


Fungsi

: Memompa air dari sungai ke bak pengendapan (BS)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 0,205 ft3/s

Daya motor

: 1 hp

7.5.5 Tangki Pelarutan Alum [Al2(SO4)3] (TP-01)


Fungsi

: Membuat larutan alum [Al2(SO4)3]

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Kondisi pelarutan

: Temperatur 30 C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 1,8322 m3

Diameter

: 1,2314 m

Tinggi

: 1,5392 m

Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Daya motor

: hp

7.5.6 Pompa Alum (PU-03)


Fungsi

: Memompa air dari Tangki Pelarutan Alum (TP-01) ke


Clarifier (CL)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jenis

: Pompa injeksi

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 7,488.10-6 ft3/s

Daya motor

: 1/20 hp

7.5.7 Tangki Pelarutan Soda Abu [Na2CO3] (TP-02)


Fungsi

: Membuat larutan soda abu (Na2CO3)

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Kondisi pelarutan

: Temperatur 30 C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 1,0162 m3

Diameter

: 1,0117 m

Tinggi

: 1,5176 m

Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Daya motor

: hp

7.5.8 Pompa Soda Abu (PU-04)


Fungsi

: Memompa larutan soda abu dari tangki pelarutan


soda abu (TP-02) ke Clarifier (CL)

Jenis

: Pompa injeksi

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 1,176.10-7 m3/s

Daya motor

: 1/20 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

7.5.9 Clarifier (CL)


Fungsi

Memisahkan

endapan

(flok-flok)

yang

terbentuk

karena penambahan alum dan soda abu


Tipe

: External Solid Recirculation Clarifier

Bentuk

: Circular desain

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283, Grade C

Kondisi operasi

: Temperatur 30 C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas air

: 20,8966 m3

Diameter

: 2,9788 m

Tinggi

: 4,4682 m

Kedalaman air

: 3m

Daya motor

: hp

7.5.10 Pompa Clarifier (PU-05)


Fungsi

: Memompa air dari clarifier (CL) ke Sand Filter (SF)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,205 ft3/

Daya motor

: 2 hp

7.5.11 Sand Filter (SF)


Fungsi

: Menyaring partikel-partikel yang masih terbawa


dalam air yang keluar dari Clarifier (CL)

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283 Grade C

Kondisi operasi

: Temperatur 30 C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Kapasitas

: 5,224 m3

Diameter sand filter : 1,9988 m


Tinggi sand filter

: 5,9964 m

Tebal tangki

: in

7.5.12 Pompa Filtrasi (PU-06)


Fungsi

: Memompa air dari Sand Filter (SF) ke Tangki


Utilitas 1 (TU-01)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,205 ft3/s

Daya motor

: 1 hp

7.5.13 Tangki Utilitas 1 (TU-01)


Fungsi

: Menampung air sementara dari Sand Filter (SF)

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283, Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: Temperatur 30 C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 62,688 m3

Diameter

: 3,9976 m

Tinggi

: 5,9964 m

Tebal dinding

: in

7.5.14 Pompa ke Cation Exchanger (PU-07)


Fungsi

: Memompa air dari Tangki Utilitas 1 (TU-01) ke


Cation Exchanger (CE)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,0147 ft3/s

Daya motor

: 1/20 hp

7.5.15 Pompa ke Menara Pendingin Air (PU-08)


Fungsi

: Memompa air dari tangki utilitas (TU-01) ke Menara


Pendingin (CT)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,1415 ft3/s

Daya motor

: hp

7.5.16 Pompa ke Tangki Utilitas 2 (PU-09)


Fungsi

: Memompa air dari Tangki Utilitas 1 (TU-01) ke


Tangki Utilitas 2 (PU-09)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,0095 ft3/s

Daya motor

: 1/20 hp

7.5.17 Tangki Pelarutan Asam Sulfat (H2SO4) (TP-03)


Fungsi

: Membuat larutan asam sulfat

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Kondisi pelarutan

: Temperatur 30 C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Kapasitas

: 9,9964 m3

Diameter

: 2,1678 m

Tinggi

: 3,2517 m

Jenis pengaduk

: Flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Daya motor

: 2 hp

7.5.18 Pompa H2SO4 (PU-10)


Fungsi

: Memompa larutan asam sulfat dari Tangki Pelarutan


Asam Sulfat (TP-03) ke Cation Exchanger (CE)

Jenis

: Pompa injeksi

Bahan konstruksi

: commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 6,8097 10-6 ft3/s

Daya motor

: 1/20 hp

7.5.19 Penukar Kation/Cation Exchanger (CE)


Fungsi

: Mengikat kation yang terdapat dalam air umpan ketel

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283 Grade C

Kondisi penyimpanan : temperatur 30 C dan tekanan 1 atm


Jumlah

: 1 unit

Resin yang digunakan : IRR-122


Silinder

Tutup

: - Diameter

: 0,6096 m

- Tinggi

: 0,9144 m

- Tebal

: 1/4 in

: - Diameter

: 0,6096 m

- Tinggi

: 0,1524 m

- Tebal

: 1/4 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

7.5.20 Pompa Cation Exchanger (PU-11)


Fungsi

: Memompa air dari Cation Exchanger (CE) ke Anion


Exchanger (AE)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,0004 m3/s

Daya motor

: 1/20 hp

7.5.21 Tangki Pelarutan NaOH (TP-04)


Fungsi

: Membuat larutan natrium hidrglikol (NaOH)

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Kondisi pelarutan

: Temperatur 28 C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 8,3748 m3

Diameter

: 2,0436 m

Tinggi

: 3,0654 m

Tebal

: in

Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Daya motor

: 21/2 hp

7.5.22 Pompa NaOH (PU-12)


Fungsi

: Memompa larutan natrium hidrglikol dari tangki


pelarutan NaOH (TP-04) ke Anion Exchanger (AE)

Jenis

: Pompa injeksi

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Kapasitas

: 1,292.10-7 m3/s

Daya motor

: 1/20 hp

7.5.23 Penukar Anion/Anion Exchanger (AE)


Fungsi

: Mengikat anion yang terdapat dalam air umpan ketel

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283, Grade C

Kondisi penyimpanan : Temperatur 28 C dan tekanan 1 atm


Jumlah

: 1 unit

Resin yang digunakan : IRA-410


Silinder

Tutup

: - Diameter

: 0,6069 m

- Tinggi

: 0,9144 m

- Tebal

: in

: - Diameter

: 0,6069 m

- Tinggi

: 0,1524 m

- Tebal

: in

7.5.24 Pompa Anion Exchanger (PU-13)


Fungsi

: Memompa air dari Anion Exchanger (AE) ke


Deaerator (DE)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,0004 m3/s

Daya motor

: 3 hp

7.5.25 Tangki Pelarutan Kaporit [Ca(ClO)2] (TP-05)


Fungsi

: Membuat larutan kaporit [Ca(ClO)2]

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Kondisi pelarutan

: Temperatur 30 C dan tekanan 1 atm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 0,0067 m3

Diameter

: 0,1895 m

Tinggi

: 0,2843 m

Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Daya motor

: 1/20 hp

7.5.26 Pompa Kaporit (PU-14)


Fungsi

: memompa larutan kaporit dari Tangki Pelarutan


Kaporit (TP-05) ke Tangki Utilitas 2 (TU-02)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 6,0147.10-10 m3/s

Daya motor

: 1/20 hp

7.5.27 Tangki Utilitas 2 (TU-02)


Fungsi

: Menampung air untuk didistribusikan ke domestik

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283, Grade C

Kondisi operasi

: Temperatur 30 C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 23,2312 m3

Diameter

: 2,8714 m

Tinggi

: 4,3071 m

Tebal dinding

: in

7.5.28 Pompa Domestik (PU-15)


Fungsi

: Memompa air dari Tangki Utilitas 2 (TU-02) ke

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

kebutuhan domestik
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,0003 m3/s

Daya motor

: 1/20 hp

7.5.29 Menara Pendingin Air / Water Cooling Tower (CT)


Fungsi

: Mendinginkan air pendingin bekas dari


temperatur 55 C menjadi 30 C

Jenis

: Mechanical Draft Cooling Tower

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA53 Grade B

Kondisi operasi

Suhu air masuk menara (TL2) = 550C = 1310F


Suhu air keluar menara (TL1) = 300C = 860F
Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 292,6481 m3/jam

Luas menara

: 672,2509 ft2

Tinggi

: 14,7484 m

Daya

: 20 Hp

7.5.30 Pompa Menara Pendingin Air (PU-16)


Fungsi

: Memompa air pendingin dari menara pendingin air


ke unit proses

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,0805 m3/s

Daya motor

: 15 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

7.5.31 Deaerator (DE)


Fungsi

: Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air


umpan ketel

Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup elipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283, Grade C

Kondisi operasi

: Temperatur 30 C dan tekanan 1 atm

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 179,4844 m3

Silinder

: - Diameter

: 5,6765 m

- Tinggi

: 8,5148 m

- Tebal

: in

Tutup

: - Diameter

: 5,6765 m

- Tinggi

: 1,4191 m

- Tebal

: in

7.5.32 Pompa Deaerator (PU-17)


Fungsi

: Memompa air dari Tangki Deaerator (DE) ke Ketel


Uap (KU)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,0021 m3/s

Daya motor

: hp

7.5.33 Ketel Uap (KU)


Fungsi

: Menyediakan uap untuk keperluan proses

Jenis

: Water tube boiler

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 5729,0872 kg/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Panjang tube

: 30 ft

Diameter tube

: 3 in

Jumlah tube

: 475 buah

7.5.34 Pompa Air Proses (PU-18)


Fungsi

: Memompa air dari Tangki Utilitas 1 (TU-01) ke unit


proses

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Kapasitas

: 0,0011 m3/s

Daya motor

: 0,5 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

BAB VIII
LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK
Susunan peralatan dan fasilitas dalam rancangan proses merupakan syarat
penting dalam mempersiapkan biaya sebelum mendirikan pabrik atau untuk design
yang meliputi design perpipaan, fasilitas bangunan fisik, tata letak peralatan dan
kelistrikan. Lokasi suatu pabrik merupakan bagian penting untuk mempengaruhi
kedudukan pabrik dalam persaingan. Penentuan lokasi pabrik yang tepat tidak
semudah yang diperkirakan, banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Idealnya,
lokasi yang dipilih harus dapat memberikan keuntungan untuk jangka panjang dan
dapat memberikan kemungkinan untuk memperluas pabrik.
Lokasi pabrik yang baik akan menentukan hal-hal sebagai berikut :
a. Kemampuan untuk melayani konsumen dengan memuaskan
b. Kemampuan untuk mendapatkan bahan mentah yang berkesinambungan dan
harganya sampai di tempat cukup murah
c. Kemudahan untuk mendapatkan tenaga karyawan
Oleh karena itu, pemilihan tempat bagi berdirinya suatu pabrik harus
memperhatikan beberapa faktor yang berperan yaitu faktor primer dan faktor
sekunder.
A. Faktor Primer / Utama
Faktor ini secara langsung mempengaruhi tujuan utama dari usaha pabrik
yaitu meliputi produksi dan distribusi produk yang diatur menurut macam dan
kualitasnya. Yang termasuk dalam faktor utama menurut Peter dan Timmerhaus,
2004 adalah:
1. Letak pasar
Pabrik yang letaknya dekat dengan pasar dapat lebih cepat melayani konsumen,
sedangkan biayanya juga lebih rendah terutama biaya angkutan.
2. Letak sumber bahan baku
Idealnya, sumber bahan baku tersedia dekat dengan lokasi pabrik. Hal ini lebih
menjamin penyediaan bahan baku, setidaknya dapat mengurangi keterlambatan
penyediaan bahan baku, terutama untuk bahan baku yang berat.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Hal hal yang perlu diperhatikan mengenai bahan baku adalah :


a. Lokasi sumber bahan baku
b. Besarnya kapasitas sumber bahan baku dan berapa lama sumber tersebut
dapat diandalkan pengadaannya
c. Cara mendapatkan bahan baku tersebut dan cara transportasinya
d. Harga bahan baku serta biaya pengangkutan
e. Kemungkinan mendapatkan sumber bahan baku yang lain
3. Fasilitas pengangkutan
Pertimbangan pertimbangan kemungkinan untuk pengangkutan bahan baku dan
produk menggunakan angkutan gerbong kereta api, truk, angkutan melalui sungai
dan laut dan juga angkutan melalui udara yang sangat mahal.
4. Tenaga kerja
Tersedianya tenaga kerja menurut kualifikasi tertentu merupakan faktor
pertimbangan pada penetapan lokasi pabrik tetapi tenaga terlatih atau skilled
labor di daerah setempat tidak selalu tersedia. Jika didatangkan dari daerah lain
diperlukan peningkatan upah atau penyediaan fasilitas lainnya sebagai daya tarik.
5. Pembangkit tenaga listrik
Pabrik yang menggunakan tenaga listrik yang besar akan memilih lokasi yang
dekat dengan sumber tenaga listrik.

B. Faktor Sekunder
Yang termasuk ke dalam faktor sekunder antara lain adalah :
1. Harga tanah dan gedung
Harga tanah dan gedung yang murah merupakan daya tarik tersendiri. Perlu
dikaitkan dengan rencana jangka panjang. Jika harga tanah mahal mungkin hanya
dapat diperoleh luasan tanah yang terbatas, sehingga perlu dipikirkan untuk
membuat bangunan bertingkat walaupun pembangunan gedungnya lebih mahal.
2. Kemungkinan perluasan
Perlu diperhatikan apakah perluasan di masa yang akan datang dapat dikerjakan
di satu tempat atau perlu lokasi lain, apakah di sekitar sudah banyak pabrik lain.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Hal ini menjadi masalah tersendiri dalam hal perluasan pabrik di masa
mendatang.

3. Fasilitas servis
Terutama untuk pabrik kimia yang relatif kecil yang tidak memiliki bengkel
sendiri. Perlu dipelajari adanya bengkelbengkel di sekitar daerah tersebut yang
mungkin diperlukan untuk perbaikan alatalat pabrik. Perlu juga dipelajari
adanya fasilitas layanan masyarakat, misalnya rumah sakit umum, sekolah
sekolah, tempattempat ibadah, tempattempat kegiatan olahraga, tempattempat
rekreasi, dan sebagainya.
Untuk pabrik yang besar, mungkin beberapa fasilitas tersebut dapat dilayani
sendiri walaupun merupakan beban tambahan. Keuntungannya, selain merupakan
daya tarik bagi para pekerja, juga membantu penjagaan kesehatan fisik dan
mental sehingga efisiensi kerja dapat tetap dipertahankan.
4. Fasilitas finansial
Perkembangan perusahaan dibantu oleh fasilitas finansial, misalnya adanya pasar
modal, bursa, sumbersumber modal, bank, koperasi simpan pinjam, dan
lembaga keuangan lainnya. Fasilitas tersebut akan lebih membantu untuk
memberikan kemudahan bagi suksesnya usaha pengembangan pabrik.
5. Persediaan air
Suatu jenis pabrik memerlukan sejumlah air yang cukup banyak, misalnya pabrik
kertas. Karena itu, di daerah lokasi diperlukan adanya sumber air yang
kemungkinan diperoleh dari air sungai, danau, sumur (air tanah), atau air laut.
6. Peraturan daerah setempat
Peraturan daerah setempat perlu dipelajari terlebih dahulu, mungkin terdapat
beberapa persyaratan atau aturan yang berbeda dengan daerah lain.
7. Masyarakat daerah
Sikap, tangggapan dari masyarakat daerah terhadap pembangunan pabrik perlu
diperhatikan dengan seksama, karena hal ini akan menentukan perkembangan
pabrik di masa yang akan datang. Keselamatan dan keamanan masyarakat perlu
dijaga dengan baik. Hal ini merupakan suatu keharusan sebagai sumbangan
kepada masyarakat.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

8. Iklim di daerah lokasi


Suatu pabrik ditinjau dari segi teknik, adakalanya membutuhkan kondisi operasi
misalnya kelembaban udara, panas matahari, dan sebagainya. Hal ini
berhubungan dengan kegiatan pengolahan, penyimpanan bahan baku atau produk.
Disamping itu, iklim juga mempengaruhi gairah kerja dan moral para karyawan.
Keaktifan kerja karyawan dapat meningkatkan hasil produksi.
9. Keadaan tanah
Sifatsifat mekanika tanah dan tempat pembangunan pabrik harus diketahui. Hal
ini berhubungan dengan rencana pondasi untuk alatalat, bangunan gedung, dan
bangunan pabrik.
10. Perumahan
Bila di sekitar daerah lokasi pabrik telah banyak perumahan, selain lebih
membuat kerasan para karyawan juga dapat meringankan investasi untuk
perumahan karyawan.
11. Daerah pinggiran kota
Daerah pinggiran kota dapat menjadi lebih menarik untuk pembangunan pabrik.
Akibatnya dapat timbul aspek desentralisasi industri. Alasan pemilihan daerah
lokasi di pinggiran kota antara lain :
Upah buruh relatif rendah
Harga tanah lebih murah
Servis industri tidak terlalu jauh dari kota

8.1

Lokasi Pabrik
Penentuan lokasi pabrik sangat menentukan kemajuan dan kelangsungan dari

industri, baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang, karena hal
ini berpengaruh terhadap faktor produksi dan distribusi dari pabrik yang didirikan.
Pemilihan yang tepat mengenai lokasi pabrik harus memberikan suatu perhitungan
biaya produksi dan distribusi yang minimal serta pertimbangan sosiologi, yaitu
pertimbangan dalam mempelajari sikap dan sifat masyarakat di sekitar lokasi pabrik.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka pabrik pembuatan Etilen glikol ini
direncanakan berlokasi di daerah hilir Sungai Rokan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Dasar pertimbangan dalam pemilihan lokasi pabrik ini adalah :


1. Bahan baku
Suatu pabrik sebaiknya berada di daerah yang dekat dengan sumber bahan baku
dan daerah pemasaran sehingga transportasi dapat berjalan dengan lancar. Bahan
baku utama yang berupa Etilen Oksida dapat diperoleh dari suplier-suplier bahan
kimia untuk industri (PT.Prima Ethycholindo dll) yang terletak di Merak Jawa
Barat kemudian dikirim ke Provinsi Riau melalui pelabuhan yang lokasinya
dekat dengan pabrik dan Carbon dioksida diperoleh dari pabrik yang berlokasi di
Provinsi Riau.
2. Letak dari pasar dan kondisi pemasaran
Produk Etilen glikol dan Dietilen glikol ini dapat diangkut ataupun dikapalkan
dengan mudah ke daerah pemasaran dalam dan luar negeri. Kebutuhan Etilen
glikol dan Dietilen glikol menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, dengan
demikian pemasarannya tidak akan mengalami hambatan. Kota Dumai
mempunyai pelabuhan dan relatif dekat dengan negara industri lain seperti
Singapura dan Malaysia. Selain itu, kawasan ini juga merupakan daerah industri
sehingga produknya dapat dipasarkan kepada pabrik yang membutuhkannya di
kawasan industri tersebut atau diekspor ke mancanegara.
3. Fasilitas transportasi
Pabrik

ini

direncanakan

didirikan

dekat

dengan

jalan

raya

(lintas

DumaiPekanbaru) dan Pelabuhan Dumai sehingga mempermudah transportasi


untuk pengiriman produk. Bahan baku yang berbentuk gas dikemas dalam tabung
khusus, dan padatan yang digunakan diangkut dengan menggunakan truk.
Sedangkan produk yang dihasilkan berbentuk cairan dikemas dalam tabung
khusus dan diangkut dengan menggunakan kapal dan truk.
4. Kebutuhan tenaga listrik dan bahan bakar
Listrik untuk kebutuhan pabrik diperoleh dari generator pembangkit tenaga
listrik. Disamping itu, disediakan juga cadangan dari Perusahaan Listrik Negara
(PLN) Wilayah III RiauSumbar. Bahan bakar solar untuk generator dapat
diperoleh dari PT. Pertamina (detikfinance.com, 2008)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

5. Kebutuhan air
Air merupakan kebutuhan penting bagi suatu pabrik industri kimia, baik itu untuk
keperluan proses maupun untuk keperluan lainnya. Kebutuhan air diperoleh dari
Sungai Rokan yang mengalir di sekitar pabrik. Kebutuhan air ini berguna untuk
proses, sarana utilitas dan keperluan domestik.
6. Tenaga kerja
Tenaga kerja termasuk hal yang sangat menunjang dalam operasional pabrik,
tenaga kerja untuk pabrik ini direkrut dari :
Perguruan tinggi lokal seperti Universitas Riau, Politeknik Chevron Riau,
masyarakat sekitar pabrik dan Perguruan Tinggi lainnya
Tenaga ahli yang berasal dari daerah sekitar dan luar daerah
7. Harga tanah dan bangunan
Tanah yang tersedia untuk lokasi pabrik masih cukup luas, biaya harga tanah dan
bangunan untuk pendirian pabrik relatif rendah.
8. Kemungkinan perluasan dan ekspansi
Ekspansi pabrik dimungkinkan karena tanah yang tersedia cukup luas dan di
sekeliling pabrik belum banyak berdiri pabrik serta tidak mengganggu
pemukiman penduduk.
9. Kondisi iklim dan cuaca
Seperti daerah lain di Indonesia, iklim di sekitar lokasi pabrik relatif stabil. Untuk
daerah ini belum terjadi bencana alam yang berarti sehingga memungkinkan
pabrik berjalan dengan lancar.
10. Masyarakat di sekitar pabrik
Sikap masyarakat diperkirakan akan mendukung pendirian pabrik pembuatan
Etilen glikol ini karena akan menyediakan lapangan kerja bagi mereka. Selain itu
pendirian pabrik Etilen glikol ini diperkirakan tidak akan mengganggu
keselamatan dan keamanan masyarakat di sekitarnya.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

11. Perumahan
Mengingat di sekitar lokasi pabrik belum banyak tersedia perumahan bagi
karyawan, maka direncanakan untuk mendirikan fasilitas perumahan karyawan
(mess) beserta lapangan olah raga (terbuka ataupun tertutup) sebagai salah satu
daya tarik bagi karyawan yang akan bekerja di pabrik. Hal ini akan meningkatkan
biaya investasi perusahaan.

8.2

Tata Letak Pabrik


Tata letak pabrik adalah suatu perencanaan dan pengintegrasian aliran dari

komponenkomponen produksi suatu pabrik, sehingga diperoleh suatu hubungan


yang efisien dan efektif antara operator, peralatan, dan gerakan material proses dari
bahan baku menjadi produk. Tata letak suatu pabrik memainkan peranan penting
dalam menentukan biaya konstruksi, biaya produksi, serta efisiensi keselamatan
kerja. Oleh karena itu tata letak pabrik harus disusun secara cermat untuk
menghindari kesulitan di kemudian hari.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan pada penyusunan tata letak
pabrik pembuatan Etilen glikol ini adalah (Peters dan Timmerhaus, 2004):
1. Urutan proses produksi dan kemudahan/aksesbilitas operasi, jika suatu produk
perlu diolah lebih lanjut maka pada unit berikutnya disusun berurutan sehingga
sistem perpipaan dan penyusunan letak pompa lebih sederhana.
2. Pengembangan lokasi baru atau penambahan/perluasan lokasi yang belum
dikembangkan pada masa yang akan datang.
3. Distribusi ekonomis dari fasilitas logistik (bahan baku dan bahan pelengkap),
fasilitas utilitas (pengadaan air, steam, tenaga listrik dan bahan bakar), bengkel
untuk pemeliharaan/perbaikan alat serta peralatan pendukung lainnya.
4. Pemeliharaan dan perbaikan.
5. Keamanan (safety) terutama dari kemungkinan kebakaran dan keselamatan kerja.
6. Bangunan yang meliputi luas bangunan, kondisi bangunan dan konstruksinya
yang memenuhi syarat.
7. Masalah pembuangan limbah cair.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

8. Service area, seperti kantin, tempat parkir, ruang ibadah, dan sebagainya diatur
sedemikian rupa sehingga tidak terlalu jauh dari tempat kerja.
9. Letak tempat
Misalnya di suatu lokasi yang agak tinggi, bila digunakan untuk menempatkan
tangki penyimpan cairan maka cairan dalam tangki tersebut dapat dialirkan ke
tempat yang lebih rendah tanpa menggunakan pompa.
10. Fasilitas jalan, gudang, dan kantor sebaiknya ditempatkan dekat jalan, tujuannya
untuk memperlancar arus lalu lintas.
11. Fleksibilitas dalam perencanaan tata letak pabrik dengan mempertimbangkan
kemungkinan perubahan dari proses/mesin, sehingga perubahanperubahan yang
dilakukan tidak memerlukan biaya yang tinggi.
Jadi penyusunan tata letak peralatan proses, tata letak bangunan dan lain-lain
akan berpengaruh secara langsung pada modal, biaya produksi, efisiensi kerja dan
keselamatan kerja.
Pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan beberapa
keuntungan, seperti :
a. Mengurangi jarak transportasi bahan baku dan hasil produksi, sehingga
mengurangi biaya material handling
b. Memberikan ruang gerak yang lebih leluasa sehingga mempermudah perbaikan
mesin dan peralatan yang rusak atau di blowdown
c. Mengurangi ongkos produksi
d. Meningkatkan keselamatan kerja
e. Meningkatkan pengawasan operasi dan proses agar lebih baik

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

8.3

Perincian Luas Tanah


Luas areal yang diperlukan untuk lokasi pabrik pembuatan Etilen Glikol

diperkirakan sebagai berikut :


Tabel 8.1 Pembagian Penggunaan Areal Tanah
No

Penggunaan Areal Tanah

Luas (m2)

Pos keamanan

50

Areal bahan baku

600

Parkir *)

200

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Taman *)
Perumahan karyawan
Ruang kontrol
Areal proses
Areal produk
Perkantoran
Laboratorium
Poliklinik
Kantin
Tempat ibadah
Gudang peralatan
Bengkel
Unit pemadam kebakaran
Unit pengolahan air
Ruang boiler
Unit pembangkit listrik
Unit pengolahan limbah
Areal perluasan *)

3000
1000
200
6800
850
300
200
80
100
80
400
400
80
800
350
380
1000

21
22
23
24
25

Jalan

*)

Perpustakaan
Sarana olahraga
Areal antar bangunan *)
*)

1900
800
80
100
150

Total
20.000
merupakan prasarana pabrik

Maka total luas tanah yang dibutuhkan untuk membangun pabrik pembuatan Etilen
glikol adalah 20.000 m2.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

10

7
3
11
1
9

14

16

20

18

14

15

21
12
22

14

19

17

14
13

14

23

14

Gambar 8.1 Tata Letak Pabrik Etilen glikol

Keterangan Gambar 8.1


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Keterangan
Area Proses
Pos Keamanan
Areal Bahan Baku
Areal Produk
Gudang Peralatan
Parkir I
Ruang Boiler
Unit Pembangkit Listrik
Bengkel
Unit Pengolahan Air
Unit Pengolahan Limbah
Perkantoran
Perpustakaan

No
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

Keterangan
Taman I
Kantin
Laboratorium
Poliklinik
Areal Perluasan
Sarana Olahraga
Ruang Kontrol
Unit Pemadam Kebakaran
Tempat Ibadah
Perumahan Karyawan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

SUNGAI

BAB X
ANALISA EKONOMI
Untuk mengevaluasi kelayakan berdirinya suatu pabrik dan tingkat
pendapatannya, maka dilakukan analisa perhitungan secara teknik. Selanjutnya perlu
juga dilakukan analisa terhadap aspek ekonomi dan pembiayaannya. Dari hasil
analisa tersebut diharapkan berbagai kebijaksanaan dapat diambil untuk pengarahan
secara tepat. Suatu rancangan pabrik dianggap layak didirikan bila dapat beroperasi
dalam kondisi yang memberikan keuntungan.
Berbagai parameter ekonomi digunakan sebagai pedoman untuk menentukan
layak tidaknya suatu pabrik didirikan dan besarnya tingkat pendapatan yang dapat
diterima dari segi ekonomi. Parameter-parameter tersebut antara lain:
1. Modal investasi / Capital Investment (CI)
2. Biaya produksi total / Total Cost (TC)
3. Marjin keuntungan / Profit Margin (PM)
4. Titik impas / Break Even Point (BEP)
5. Laju pengembalian Modal / Return On Investment (ROI)
6. Waktu pengembalian Modal / Pay Out Time (POT)
7. Laju pengembalian internal / Internal Rate of Return (IRR)

10.1 Modal Investasi


Modal investasi adalah seluruh modal untuk mendirikan pabrik dan mulai
menjalankan usaha sampai mampu menarik hasil penjualan. Modal investasi terdiri
dari:
10.1.1 Modal Investasi Tetap / Fixed Capital Investment (FCI)
Modal investasi tetap adalah modal yang diperlukan untuk menyediakan
segala peralatan dan fasilitas manufaktur pabrik. Modal investasi tetap ini terdiri
dari:
1. Modal Investasi Tetap Langsung (MITL) / Direct Fixed Capital Investment
(DFCI), yaitu modal yang diperlukan untuk mendirikan bangunan pabrik,
membeli dan memasang mesin, peralatan proses, dan peralatan pendukung yang
diperlukan untuk operasi pabrik.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Modal investasi tetap langsung ini meliputi:


-

Modal untuk tanah

Modal untuk bangunan

Modal untuk peralatan proses

Modal untuk peralatan utilitas

Modal untuk instrumentasi dan alat kontrol

Modal untuk perpipaan

Modal untuk instalasi listrik

Modal untuk insulasi

Modal untuk investaris kantor

Modal untuk perlengkapan kebakaran dan keamanan

Modal untuk sarana transportasi

Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh modal investasi tetap


langsung, MITL sebesar = Rp 493.193.350.801,-

2. Modal Investasi Tetap Tak Langsung (MITTL) / Indirect Fixed Capital


Investment (IFCI), yaitu modal yang diperlukan pada saat pendirian pabrik
(construction overhead) dan semua komponen pabrik yang tidak berhubungan
secara langsung dengan operasi proses. Modal investasi tetap tak langsung ini
meliputi:
-

Modal untuk pra-investasi

Modal untuk engineering dan supervisi

Modal untuk biaya kontraktor (contractors fee)

Modal untuk biaya tak terduga (contigencies)

Dari perhitungan pada Lampiran E diperoleh modal investasi tetap tak langsung,
MITTL sebesar Rp 152.907.752.056,Maka total modal investasi tetap, MIT = MITL + MITTL
= Rp. 493.193.350.801,- + Rp. 152.907.752.056,= Rp. 646.101.102.857,-

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

10.1.2 Modal Kerja / Working Capital (WC)


Modal kerja adalah modal yang diperlukan untuk memulai usaha sampai
mampu menarik keuntungan dari hasil penjualan dan memutar keuangannya. Jangka
waktu pengadaan biasanya antara 3 4 bulan, tergantung pada cepat atau lambatnya
hasil produksi yang diterima. Dalam perancangan ini jangka waktu pengadaan modal
kerja diambil 3 bulan. Modal kerja ini meliputi:
-

Modal untuk biaya bahan baku proses dan utilitas

Modal untuk kas


Kas merupakan cadangan yang digunakan untuk kelancaran operasi dan
jumlahnya tergantung pada jenis usaha. Alokasi kas meliputi gaji pegawai, biaya
administrasi umum dan pemasaran, pajak, dan biaya lainnya.

Modal untuk mulai beroperasi (start-up)

Modal untuk piutang dagang


Piutang dagang adalah biaya yang harus dibayar sesuai dengan nilai penjualan
yang dikreditkan. Besarnya dihitung berdasarkan lamanya kredit dan nilai jual
tiap satuan produk.
Rumus yang digunakan:

PD

IP
HPT
12

Dengan: PD = piutang dagang


IP

= jangka waktu yang diberikan (3 bulan)

HPT = hasil penjualan tahunan


Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh modal kerja, MK sebesar
Rp . 355.131.865.698,Maka, total modal investasi = Modal Investasi Tetap + Modal Kerja
= Rp 646.101.102.857,- + Rp. 350.604.306.664
= Rp 996.705.409.521,Modal investasi berasal dari:
-

Modal sendiri/saham-saham sebanyak 60

dari modal investasi total

Dari Lampiran E diperoleh modal sendiri = Rp 598.023.245.713,-

Pinjaman dari bank sebanyak 40

dari modal investai total

Dari Lampiran E diperoleh pinjaman bank = Rp 398.682.163.808

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

10.2 Biaya Produksi Total (BPT) / Total Cost (TC)


Biaya produksi total merupakan semua biaya yang digunakan selama pabrik
beroperasi. Biaya produksi total meliputi:

10.2.1 Biaya Tetap (BT) / Fixed Cost (FC)


Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak tergantung pada jumlah
produksi, meliputi:
-

Gaji tetap karyawan

Depresiasi dan amortisasi

Pajak bumi dan bangunan

Bunga pinjaman bank

Biaya perawatan tetap

Biaya tambahan

Biaya administrasi umum

Biaya pemasaran dan distribusi

Biaya asuransi

Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh biaya tetap, BT sebesar


= Rp 366.441.772.453,-

10.2.2 Biaya Variabel (BV) / Variable Cost (VC)


Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya tergantung pada jumlah
produksi. Biaya variabel meliputi:
-

Biaya bahan baku proses dan utilitas

Biaya karyawan tidak tetap/tenaga kerja borongan

Biaya pemasaran

Biaya laboratorium serta penelitian dan pengembangan (litbang)

Biaya pemeliharaan

Biaya tambahan

Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh biaya variabel, BV sebesar


Rp 719.484.484.404,Maka, biaya produksi total

= Biaya Tetap + Biaya Variabel


= Rp 366.441.772.453,-+ Rp

719.484.484.404,-

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= Rp 1.085.926.256.857,-

10.3 Total Penjualan (Total Sales)


Penjualan diperoleh dari hasil penjualan produk etilen glikol, dietilen glikol
dan etilen karbonat yaitu sebesar Rp 1.437.714.356.325,-

10.4 Bonus Perusahaan


Sesuai fasilitas tenaga kerja dalam pabrik pembuatan etilen glikol, maka
perusahaan memberikan bonus 0,5% dari keuntungan perusahaan yaitu sebesar
Rp 1.758.940.497

10.5 Perkiraan Rugi/Laba Usaha


Dari hasil perhitungan pada Lampiran E diperoleh:
1. Laba sebelum pajak

= Rp 351.788.099.468

2. Pajak penghasilan

= Rp.104.991.247.691,-

3. Laba setelah pajak

= Rp 245.037.911.279,-

10.6 Analisa Aspek Ekonomi


10.6.1 Profit Margin (PM)
Profit Margin adalah persentase perbandingan antara keuntungan sebelum
pajak penghasilan PPh terhadap total penjualan.
PM =

PM =

Laba sebelum pajak


total penjualan

100

Rp 350.029.158.970 9,Rp 1.437.714.356.325,-

x 100%

= 24,35%
Dari hasil perhitungan diperoleh profit margin sebesar 24,35%maka pra
rancangan pabrik ini memberikan keuntungan.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

10.6.2 Break Even Point (BEP)


Break Even Point adalah keadaan kapasitas produksi pabrik pada saat hasil
penjualan hanya dapat menutupi biaya produksi. Dalam keadaan ini pabrik tidak
untung dan tidak rugi.
BEP =

Biaya Tetap
Total Penjualan Biaya Variabel

100

Rp 366.441.772.453,x 100%
Rp 1.437.714.356.325,- - Rp719.484.484.404,-

BEP =

= 51,02 %
Kapasitas produksi pada titik BEP

= 51,02 %

80.000 ton/tahun

= 40.816,0993 ton/tahun
Nilai penjualan pada titik BEP

= 51,02 % x Rp 1.437.714.356.325,= Rp. 733.523.649.753,-

Dari perhitungan diperoleh BEP = 51,02,18 , maka pra rancangan pabrik ini layak.

10.6.3 Return on Investment (ROI)


Return on Investment adalah besarnya persentase pengembalian modal tiap
tahun dari penghasilan bersih.
ROI

Laba setelah pajak


Total modal investasi

ROI

Rp 245.037.911.279,Rp 996.705.409.521,-

100

x 100%

= 24,58%
Analisa ini dilakukan untuk mengetahui laju pengembalian modal investasi
total dalam pendirian pabrik. Kategori resiko pengembalian modal tersebut adalah:
ROI
15
ROI

15
ROI
45

resiko pengembalian modal rendah


45

resiko pengembalian modal rata-rata

resiko pengembalian modal tinggi

Dari hasil perhitungan diperoleh ROI sebesar 21,2 %, sehingga pabrik yang akan
didirikan ini termasuk resiko laju pengembalian modal rata-rata.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

10.6.4 Pay Out Time (POT)


Pay Out Time adalah angka yang menunjukkan berapa lama waktu
pengembalian modal dengan membandingkan besar total modal investasi dengan
penghasilan bersih setiap tahun. Untuk itu, pabrik dianggap beroperasi pada
kapasitas penuh setiap tahun.

1
x 1 tahun
0,2458

POT

POT

= 4,07 tahun

Dari harga di atas dapat dilihat bahwa seluruh modal investasi akan kembali
setelah 4,72 tahun operasi.

10.6.5 Return on Network (RON)


Return on Network merupakan perbandingan laba setelah pajak dengan
modal sendiri.
RON =

Laba setelah pajak


Modal sendiri

RON =

Rp 224.234.470.270,Rp 508.023.245.713,-

100

x 100%

RON = 40,97%

10.6.6 Internal Rate of Return (IRR)


Internal Rate of Return merupakan persentase yang menggambarkan
keuntungan rata-rata bunga pertahunnya dari semua pengeluaran dan pemasukan
besarnya sama.
Dari perhitungan Lampiran E diperoleh IRR = 39,45% sehingga pabrik akan
menguntungkan karena apabila IRR ternyata lebih besar dari MARR ( Minimum
Acceptable Rate of Return) yang diperkirakan saat ini sebesar 18,36%. Perkiraan
MARR didasarkan pada inflasi Indonesia pada tahun 2008 sebesar 11,1(
topeng_digital.blogsome.com) dan suku bunga deposito sebesar 7,25% (suku bunga
deposito rupiah Bank Mandiri untuk jangka waktu 24 bulan dan 5 miliar rupiah.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

BAB XI
KESIMPULAN

Hasil analisa perhitungan pada Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Etilen


Glikol dari etilen oksida dengan proses Karbonasi dengan kapasitas 80.000 ton/tahun
diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu :
1.

Kapasitas rancangan pabrik etilen glikol direncanakan 80.000 ton/tahun.

2.

Bentuk hukum perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT).

3.

Bentuk organisasi yang direncanakan adalah organisasi sistem garis dan staf
dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 166 orang.

4.

Luas tanah yang dibutuhkan adalah 20.000 m2

5.

Analisa Ekonomi :
Modal Investasi

: Rp. 646.101.102.857,-

Biaya Produksi per tahun

: Rp 1.085.926.256.857,-

Hasil Jual Produk per tahun : Rp 1.437.714.356.325,Laba Bersih per tahun

: Rp 245.037.911.279,-

Profit Margin

: 24,35%

Break Event Point

: 51,02 %

Return of Investment

: 24,58%

Pay Out Time

: 4,07 tahun

Return on Network

: 40,97%

Internal Rate of Return

: 39,86%

Dari hasil analisa aspek ekonomi dapat disimpulkan bahwa pabrik pembuatan
etilen glikol ini layak untuk didirikan.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2006. Ethylene Oxide. http://www.Shell_Chemical_Limited.com. diakses 4
Juni 2009
Anonim. 2007. Carbondioxide.

http://www.wikipedia.org/wiki/ Carbondioxide.

diakses 4 Juni 2009


Anonima. 2009. Air. http://www.wikipedia.org/wiki/air . diakses 4 Juni 2009
Anonimb.2009.Ethylene Carbonate. http://www.wikipedia.org/wiki/EtilenCarbonate
diakses 4 Juni 2009
Anonimc. 2009. Ethylene Glycol. http://www.wikipedia.org/wiki/Ethylene_Oxide
diakses 4 Juni 2009
Anonimd.2009. Chemical Pricing. http//www.advance-scientific.net diakses 18
Agustus 2009
Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau. 2009. http//www.blh.riau.go.id diakses 19
19 Agustus 2009
Bank Indonesia. 2009. Kurs Transaksi Bank Indonesia. diakses 19 Agustus 2009
Bank Mandiri. 2009. Cicilan Ringan KPR dan Kredit Usaha. Jakarta
Becker, Mitchell dan Howard. M Sachs. 1985. Purification Of Ethylene Glycol
Derived From Ethylene Carbonate. USA: PatentStorm 4519875
Beckart

Enviromental,

Inc.

2006.

Bioprocesing

Using

Activated

Sludge.

http//beckart.com.html
Bhise, Vijay. 1983. Process For Preparing Ethylene Glycol. USA:PatentStorm
4400559
Bhise, Vijay dan Harold Gilman.1985. Preparing Ethylene Glycol From Ethylene
Oxide. USA: PatentStorm4508927
Badan Pusat Statistik.2008. Statistika Perdagangan Indonesia. Volume 1. Katalog
8202008. Jakarta
Brownell, L.E, Young E.H.1959. Process Equipment Design. Wiley Eastern Ltd.
New Delhi
Chuse, Robert Eber. 1954. Pressure Vessel. Section VIII. USA: America Society Of
Mechanical Engineers

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Crities, Ron dan George Tchobanoglous. 2004. Small and Decentralized


Wastemanagement System. Singapore: Mc.Graw-Hill, Inc
Considine, Douglas M. 1974. Instruments And Controls Handbook. 2nd Edition.
USA: Mc.Graw-Hill, Inc
Doherty, M.F. and Malone, M.F. 2001. Conceptual Design of Destillation System.
McGraw-Hill Companies, Inc. New York
Degremont. 1991. Water Treatment Handbook. 5th Edition. New York : John Wiley
& Sons.
Emulsifier.2007.Ethylene Oxide. http//www.emulsifier.in/about_ethylene_oxide.html
diakses 4 Juni 2009
EPA. 1986. Ethoxy. http//www.EPA.gov/ttn/chief/le/ethoxy.pdf. diakses 4 Juni 2009
Geankoplis, C.J. 1997. Transport Process and Unit Operation. 3rd edition. New
Delhi: Prentice-Hall of India
Huntsmana. 2006. Ethylene Glycol. USA : Huntsman Corporation
Huntsmanb. 2006. Diethylene Glycol. USA : Huntsman Corporation
Icis Pricing. 2009. Ethylene Glycol Prices. http//www.icispricing.com. diakses 19
Agustus 2009
Kawabe, Kazuki, Kazuhiko Murata dan Toshiyuki Furuya.1998. Ethylene Glycol
Process. USA: PatentStorm57636961
Kawamura. 1991. An Integrated Calculation of Wastewater Engineering. New York.
John Wiley and Sons Inc
Kern, D.Q. 1965. Process Heat Transfer. New York : McGraw-Hill Book Company
Kirk, R.E dan Othmer, D.F. 1990. Encyclopedia of Chemical Engineering
Technology. New York : John Wiley and Sons Inc
Laboratorium Analisa FMIPA.1999. USU Press. Medan
Lorch, Walter. 1981. Handbook of Water Purification. Britain : McGraw-Hill Book
Company, Inc
Madura, Jeff. 2000. Introduction to Business. 2nd Editon. USA: South-Western
College Publishing

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Manulang, M. 1982. Dasar-dasar Marketing Modern. Edisi 1. Yogyakarta : Penerbit


Liberty.
McKetta, JJ dan W. Cunningham. 1984. Encyclopedia of Chemical Processing and
Design. Volume 21. New York : Marcel Dekker Inc
Mc Cabe, W.L, Smith J.M. 1983. Operasi Teknik Kimia. Jilid 1, Edisi Keempat.
Jakarta : Erlangga.
Mc Cabe, W.L, Smith J.M. 1999. Operasi Teknik Kimia. Jilid 1, Edisi Keempat.
Jakarta : Erlangga.
MEG Global Group. 2008. Ethylene Glycol Product Guide. Kanada : MEG Global
Group Co
Metcalf dan Eddy. 1984. Wastewater Engineering Treatment, Disposal, Reuse. New
Delhi : McGraw Hill Company
Metcalf dan Eddy. 1991. Wastewater Engineering Treatment, Disposal, Reuse. New
Delhi : McGraw Hill Company
Montgomery, Douglas C. 1992. Reka Bentuk dan Analisis Uji Kaji (Terjemahan).
Kuala Lumpur : Universiti Sains Malaysia Pulau Penang.
Nalco. 1988. The Nalco Water Handbook. 2nd Edition. New York : McGraw-Hill
Book Company
Perry, John H (Ed). 1999. Perrys Chemical Engineers Handbook. Edisi Ketujuh.
New York : McGraw-Hill Book Company.
Peters, M.S; Klaus D. Timmerhaus dan Ronald E. West. 1991. Plant Design and
Economics for Chemical Engineer. 4th edition. International Edition.
Singapore : McGraw-Hill.
Peters, M.S; Klaus D. Timmerhaus dan Ronald E. West. 2004. Plant Design and
Economics for Chemical Engineer. 5th edition. International Edition.
Singapore : McGraw-Hill.
PT. Aneka Gas Indutri. 2009. Medan
PT. Halim Sejahtera Cipta Mandiri. 2009. Medan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

PT. Prudential Life Assurance.2009. Price Product List. Jakarta


PT. Bratachem Chemical. 2009. Price Product List. Jakarta
Reklaitis, G.V. 1983. Introduction to Material and Energy Balance. New York :
McGraw-Hill Book Company
Riaupos. 2009. Rusunawa Terganjal Masalah Lahan. http//riaupos.com. diakses 18
Agustus 2009
Rusjdi, Muhammad. 1999. PPh Pajak Penghasilan. Jakarta : PT. Indeks Gramedia.
Rusjdi, Muhammad. 2004. PPN dan PPnBM. Jakarta : PT. Indeks Gramedia.
Shakhashiri.2008. Chemical of The Week : Carbon Dioxide. http//scifun.com diakses
4 Juni 2009
Siagian, Sondang P. 1992. Fungsi-fungsi Manajerial. Jakarta : Offset Radar Jaya.
Smith, J.M, Van Ness, H.C. 2001. Chemical Engineering Thermodynamics. Edisi
keenam. New York : McGraw-Hill Book Company.
Treybal, R.E. 1984. Mass Transfer Operation. New York : McGraw-Hill Book
Company.
Turton, Richard, Richard C. Bailie , Wallace B. Whiting and Joseph A. Shaeiwitz.
2003. Analysis, Synthesis, and Design of Chemical Processes. 2nd edition.
Pearson Education Inc.
Ulrich, Gael D. 1984. A Guide To Chemical Process Design Economics. New York :
Jhon Wiley and Sons Inc.
Walas, Stanley M. 1988. Chemical Process Equipment. USA : Butterworth Publisher
Waluyo. 2000. Perubahan Perundang-undangan Perpajakan Era Reformasi. Jakarta
: Salemba Empat.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

LAMPIRAN A
PERHITUNGAN NERACA MASSA
Basis perhitungan

= 1 jam operasi

Satuan berat

= kilogram (kg)

Kapasitas produksi

= 80.000 ton/tahun
= 80.000.000 kg/tahun

Waktu operasi

= 330 hari/tahun

Berat molekul

Bahan baku

- C2H6O2

= 62,068 gr/mol

- (C2H6O2)2

= 106 gr/mol

- C3H4O3

= 88,06 gr/mol

- C2H4O

= 44,053 gr/mol

- CO2

= 44 gr/mol

- H2O

= 18 gr/mol

= - Etilen Oksida (C2H4O) 99%


- Karbon dioksida (CO2) 99,99% 100%

Produk akhir

= Etilen Glikol (C2H6O)

Produksi etilen glikol/jam =

80000000kg / tahun
330hari / tahun(24 jam / jam)

= 10101,0101 kg/jam
Kemurnian produk

99 %

= 0,99x10101,0101 = 10.000 kg/jam


= 161,1136 kmol/jam

Misal

- F =

laju alir massa, kg/jam

- W=

fraksi massa

- N=

laju alir mol, kmol/jam

- X=

fraksi mol

- C2H4O

= Etilen Oksida

- C3H4O3

= Etilen Karbonat

- C2H6O

= Etilen Glikol

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

- (C2H4O)2 = Dietilen Glikol


- CO2

= Karbon dioksida

- H2O

= Air

Perhitungan Alur Mundur


LA.1 Kolom Destilasi
22

Vd
25

Ld

26

27

21

EG
DEG
EC

EG
DEG

Vb
30

Lb
29

31
EG
DEG
EC

Data: (Becker,1985)
-

Asumsi Kemurnian Produk 99%

- Data: (Bhise, 1983),

Komposisi X31EG

= 0,2482

= 0,009

Komposisi X31DEG

= 0,6263

= 0,001

Komposisi X31EC

= 0.1255

Komposisi X21EG

= 0,99

Komposisi X21DEG
Komposisi X21EC

- Data: ( Kawabe, 1998)


Komposisi X27EG

= 0,99

Komposisi X27EG

= 0,01

Neraca masssa total


N21 = N31 + N27

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Neraca Massa Komponen:


Etilen Glikol (LK):
X21EG N21

= X31EG N31

+ X27EG N27

0,99 N15

= 0,2482 N24 + 0,99 (10101,0101 kg/jam)

0,99 N15

= 0,2482 N24 + 10.000 kg/jam ................................................... (1)

Dietilen Glikol:
0,009 N21

= 0,6263 N31 + 0,01 N27

0,009 N21

= 0,6263 N31 + 0,01 (10101,0101 kg/jam)

0,009 N21

= 0,6263 N31 + 101,0101 kg/jam ...................................................(2)

Eliminasi pers (1) dan pers (2)


0,9900 N21 =

0,2482

N31 +

DEG: 0,0090 N21 =

0,6263

N31 +

EG :

161,1136 N27
0,9529 N27 -

0,0089 N21 =

0,0022

N31 +

1,45 N27

0,0089 N21 =

0,6200

N31 +

0,9434 N27 -

0 N21 =

-0,6178

N31 +

0,4433 N27

N31 =
21

0,8201 kmol/jam

= 162,9467 kmol/jam

Alur 21 (Feed = F)
= N21

Total

= 162,9467 mol/jam

Etilen Glikol

: N21 x X21EG =142,5783 x 0,99

= 161,3172 kmol/jam

DEG

: N21 x X21DEG = 142,5783 x 0,009

= 1,4665 kmol/jam

Etilen karbonat

21

21

:N xX

EC

= 142,5783 x 0,001

= 0,1638 kmol/jam

Alur 31 (Bottom = B)
Total

= N31

= 0,8201 kmol/jam

Etilen Glikol

: N31 x X31EG = 0,7626 x 0,2482

= 0,2036 kmol/jam

DEG

: N31 x X31DEG = 0,7626 x 0,6263

= 0,5136 kmol/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

: N31 x X31EC = 0,7626 x 0,1255

Etilen karbonat

= 0,1029 kmol/jam

Alur 27 (Destilat = D)
Total

= N27

= 162,0665kmol/jam

Etilen Glikol

: N27 x X27EG = 141,8082 x 0,99

= 161,1136 kmol/jam

DEG

: N27 x X27DEG

= 0,9529 kmol/jam

=141,8082 x 0,01

Tabel LA.1 Neraca massa destilasi


Alur masuk
Komponen

BM

alur 21

(kg/kmol)

N (Kmol/jam)

F (Kg/jam)

C2H6O2

62,068

161,3172

10012,6361

C4H10O3

106

1,4665

155,4511

C3H4O3

18

0,1638

14,4212

162,94749

10182,50844

TOT

Alur
Komp

keluar

alur 29

alur 27

(Kmol/jam)

(Kg/jam)

(Kmol/jam)

(Kg/jam)

C2H6O2

0,2036

12,6361

161,1136

10000

C4H10O3

0,5586

59,2110

0,9529

101,0101

C3H4O3

0,1029

9,0636

TOT

0,8651

80,9107

162,0665

10101,0101

LA.2 Kondensor
22

Vd
25

Ld
EG
DEG

21

26

D
27

EG
DEG

Tabel LA.2 Konstanta persamaan tekanan uap antoine:

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

log P = A+ (B/T)+ClogT+DT+ET2) (P dalam kPa dan T dalam K)


Konstanta pers, Tek, Uap antoine (P dalam kPa dan T dalam K)
Komp

C2H6O2

16,1847

4493,79

-82,1026

C4H10O3

17,6738

6034,08

-53,2122

C3H4O3

13,1897

3985,44

-68,9974

Menentukan kondisi umpan


Umpan masuk pada kondisi uap jenuh
P

(Trial umpan sampai syarat yi/Ki = 1)

1 bar

TBP

100 kPa

197 C

470,15 K

Tabel LA.3 Titik didih umpan masuk destilasi


Yif

Pi

Ki

Xif = Yif/Ki

if = Ki/Khk

C2H6O2

0,9900

99,9012

0,9990

0,9910

4,0664

C4H10O3

0,0090

24,5675

0,2457

0,0366

1,

C3H4O3

0,0010

1469,2572

14,6926

0,0001

59,8049

Komponen

total

1,0276

Menentukan kondisi operasi atas (kondensor total)


Untuk mengetahui suhu pada destilat, maka perlu perhitungan trial dew point sampai
syarat yid/Ki = 1 terpenuhi
P

0,1 Mpa

TDP

195 C

100 kPa
468,15 K

Tabel LA.4 Dew point destilat


Yid

Pi

Ki

Yid/Ki

id

C2H6O2

0,9941

94,0839

0,9408

1,0566

4,1063

C4H10O3

0,0059

22,9122

0,2291

0,0257

C3H4O3

1407,3073

14,0731

61,4218

total

Komponen

1,0823

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Menentukan kondisi operasi bottom (reboiler)


Untuk mengetahui suhu pada Vb, maka perlu perhitungan trial bubble point sampai
syarat xi,Ki = 1 terpenuhi
P

0,141 Mpa

TBP

141 kPa

252 C

525,15

Tabel LA.5 Boiling point produk bawah


Xib

Pi

Ki

Xib,Ki

ib

C2H6O2

0,2482

401,7360

3,9776

0,7073

3,1968

C4H10O3

0,6263

125,6666

1,2442

0,5582

C3H4O3

0,1255

82,6114

0,8179

0,0735

0,6574

Komponen

total

1,3390

Tabel LA.6 Omega point destilasi


= 0,0001 dan = 1,1
Komponen

xi,f

alfa I

(alfa I*Xif)/(alfa I - teta)

C2H6O2

0,9910

4,0664

1,3585

C4H10O3

0,0366

1,0000

-0,3663

C3H4O3

0,0001

59,8049

0,0001

total

1,0276

6,1211

0,9921

xi,d

alfai

(alfa I*Xid)/(alfa I - teta)

C2H6O2

0,9941

4,1063

1,3579

C4H10O3

0,0059

1,0000

-0,0588

C3H4O3

Komponen

total

1,0000

1,2991

Mencari refluks minimum


Umpan dimasukkan pada dew point yaitu 468,15 K, sehingga q = 0
R Dm

1 q

i .x Di
i
i .x Fi
sehingga 1 q
i

i .x Fi
= 1
i

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Untuk mengetahui nilai Rm, maka perlu perhitungan trial omega sampai syarat
i .x Fi
= 1 terpenuhi
i

1 q

Rm + 1 =

1,2991

Rm

0,2991

Rd

1,5 Rm

Rd

0,4486

Rd

Ld/D

Ld

Rd x D

Ld

72,7041 kmol/jam

(Geankopplis)

Alur Ld (Alur 26)


Total : Ld

= 72,7041 kmol/jam

Etilen Glikol

: LdEG = X19EG x Ld = 0,99 x 72,7041 = 71,977 kmol/jam

Dietilen Glikol : LdDEG = X19DEGx Ld = 0,01 x 72,7041 = 0,727 kmol/jam


Alur 27
Total: F21 = F27 = 162,0665 kmol/jam
Etilen Glikol

= F21EG = F27EG = 161,1136 kmol/jam

Dietilen Glikol = F21DEG= F27DEG = 0,9529 kmol/jam

Alur Vd (Alur 25)


F25

= F26 + F27 = 234,7706 kmol/jam

Etilen Glikol

: F26EG + F27EG = 71,977 + 161,1136 = 233,0907 kmol/jam

Dietilen Glikol : F26DEG + F27DEG = 0,727 + 0,9529 = 1,68 kmol/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LA.7 Neraca massa kondensor


BM
Komp

Alur Masuk 25 (Vd)

(kg/kmol)

N (Kmol/jam)

C2H6O2

62,068

233,0907

14467,4706

C4H10O3

106

1,6800

178,0764

C3H4O3

18

234,7706

14645,5470

TOT

F (Kg/jam)

Alur keluar
Komp

alur 26
N (Kmol/jam)

alur 27

F (Kg/jam)

N(Kmol/jam)

F (Kg/jam)

C2H6O2

161,1136

10000

71,9770

4467,4706

C4H10O3

0,9529

101,0101

0,7270

77,0663

C3H4O3

162,0665

10101,0101

72,7041

4544,5369

TOT

LA.3 Reboiler
EG
DEG
EC

21

Vb
30

Lb
29

31

EG
DEG
EC

Lb

= Vb + B

atau Lb = Ld + (q x F)

dengan q = 0

Maka
Lb = Ld
Lb = 72,6882 kmol/jam
Vb = Lb - B = 71,8231 kmol/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Komposisi : X31 EG = XVbEG = XLdEG = 0,2482


Komposisi : X31DEG = XVbDEG = XLdDEG = 0,6263
Komposisi : X31EC = XVbEC = XLdEC = 0,1255
Alur Lb
Total : Lb

= B + Vb = 72,6882 kmol/jam

Etilen Glikol
Dietilen Glikol
Etilen Karbonat

: LbEG = 72,6882 x XLdEG


: LbDEG = 72,6882 x
: LbEC = 72,6882 x

XLdDEG

XLdEC

= 18.0443 kg/jam
= 45.5214 kg/jam
= 9.1225 kg/jam

Alur Vb
Total

: Vb

Etilen Glikol

=Lb B

= 71,8231 kmol/jam

: VbEG = 71,8231 x XVbEG

Dietilen Glikol : VbDEG = 71,8231 x

= 17,8296 kmol/jam

XVbDEG

Etilen Karbonat : VbEC = 71,8231 x XVbEC

= 44,9796 kmol/jam
= 9,0139 kmol/jam

Tabel LA.8 Neraca massa reboiler


BM
Komp

Alur Masuk (Lb)

(kg/kmol)

N (Kmol/jam)

C2H6O2

62,068

18,0443

1119,9763

C4H10O3

106

45,5214

4825,2654

C3H4O3

88

9,1225

803,3291

72,6882

6748,5708

TOT

F (Kg/jam)

Alur keluar
Komp

alur 31
N (Kmol/jam)

alur Vb

F (Kg/jam)

N(Kmol/jam)

F (Kg/jam)

C2H6O2

0,2036

12,6361

17,8296

1106,6468

C4H10O3

0,5586

59,2110

44,9796

4767,8372

C3H4O3

0,1029

9,0636

9,0139

793,7682

TOT

0,8651

80,9107

71,8231

6668,2522

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

LA.4

Flash Drum
32
EG
DEG

31

EG
DEG
EC

35
EC

dimana :
-

Dari perhitungan di Reboiler diperoleh data laju alur sebagai berikut:

Alur 31 (Bottom = B)
N31

= 0,8651 kmol/jam

N31EG

= 0,2036 kmol/jam

N31DEG = 0,5586 kmol/jam


N31EC

= 0,10291 kmol/jam

Menentukan Pi saturated
Tabel LA.9 Konstanta persamaan tekanan uap antoine ln P = A (B/(T+C))
(P dalam kPa dan T dalam K)
Komp

C2H6O2

16,1847

4493,79

-82,1026

C4H10O3

17,6738

6034,08

-53,2122

C3H4O3

13,1897

3985,44

-68,9974

(Sumber : Reklaitis, 1983)


Tabel LA.10 Tekanan uap jenuh komponen pada T = 250oC = 523,15 K
Komponen

Pvp

C2H6O2

401,735991

C4H10O3

125,6666344

C3H4O3

82,61138182

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Menentukan Pbuble dengan Zi=Xi


Pb = Xi,Pivp,(Smith, 2001)
Pb = 185,5116329 Kpa
Menentukan P dew dengan Zi = Yi
Pdew =

(Smith, 2001)

Yi/Pi sat
Pdew = 139,5846503 Kpa
P = 141 kPa

Pd < P < Pb

Karena P yang dihitung terletak antara Pbubl dan Pdew


Ki = Pisat/P
k1 =

2,849191425

k2 =

0,891252726

K3 =

0,585896325

Tabel LA.11 Data Trial Temperatur dan Komposisi Flash Drum II


Komponen

Pi

C2H6O2

0,2353

401,7360

8,1179

94,5406

0,6705

0,0006

C4H10O3

0,6457

125,6666

0,7943

81,1424

0,5755

0,0051

C3H4O3

0,1190

82,6114

16,7944

9,8286

0,0697

0,0014

Ki (Pi/P)

Xi Pi

1 / (Yi/Pi)

Xi

Ki Xi

185,512

139,5847

Penentuan komposisi umpan dan bottom Flash Drum I


N31 = 0,7626 kmol/jam

mol umpan total (alur 31)

Zi (Ki 1)
1 V(K i 1)

f Vj

Vj 1

Vj

f 1 Vj

Z i (K i 1)
1 V(K i 1)

f ( Vj )
f ' ( Vj )

j = 0,1,2,3, ,,,, dst dilakukan iterasi hingga nilai Vj+1 = Vj

(Smith, 2001)

Iterasi
Vo = 0,7240

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

f (Vo) = 0,0001
f (Vo) = -1,1265
V1

0,7240

V1

0,7241

Zi .F X i .L Yi .V

0,0001
1,1265

Yi

K i .X i

Zi .F X i .L K i .X i. .V
Zi .F X i (L K i .V )
Xi

Zi .F
L K i .V

basis F = 1 mol maka X i

Zi
L K i .V

maka V = 0,8
Tabel LA.12 Nilai V flash drum
Komp

Zi,Ki

Ki-1

sum (Zi,Ki/(1+V(Ki-1)))

EG

0,6705

1,8492

0,2704

DEG

0,5755

-0,1087

0,6303

EC

0,0697

-0,4141

0,1042
1,005

dimana L = 1 V = 0,2
Y1 = 0,27043 0
Y2 = 0,63031
Y4 = 0,10424 0
Yi = 1,00499

Dari hasil diatas diperoleh, pada produk atas terdapat semua Dietilen glikol dan
etilen glikol (temperatur Flash Drum (250oC (523,15 K)) jauh melebihi titik didih
senyawa tersebut pada 1,41 atm (141 kPa)), Sedangkan semua Etilen karbonat
terdapat pada bagian bottom karena tidak menguap ke bagian destilat,

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Neraca Massa Komponen :


: F31EG = F32EG + 0 x F35EG

Etilen Glikol

F31EG = F32EG = 0,2036 kmol/jam

Dietilen Glikol

: F31DEG = F32DEG + 0 x F35DEG


F31DEG = F32DEG = 0,5586 kmol/jam

Etilen Karbonat

: F31EC = 0 x F32EC + F35EC


F31EC

= F33EC = 0,1029 kmol/jam

Tabel LA.13 Neraca massa Flash Drum


BM
Komp

Alur Masuk

(kg/kmol)

N (Kmol/jam)

F (Kg/jam)

C2H6O2

62,068

0,2036

12,636

C4H10O3

106

0,5586

59,211

C3H4O3

88,06

0,1029

9,064

0,8651

80,9107

TOT

Alur keluar
Komp

alur atas
N (Kmol/jam)

alur bwh

F (Kg/jam)

N(Kmol/jam) F (Kg/jam)

C2H6O2

0,2036

12,6361

C4H10O3

0,5586

59,2110

C3H4O3

0,1029

9,0636

0,1029

9,0636

TOT

0,7622

71,8471

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

LA.5 EVAPORATOR
19

EG
DEG
EC
EO
H 2O
CO2

18

EO
H2O
CO2

20

EG
DEG
EC

FE-101

Asumsi : efisiensi penguapan air pada evaporator = 100 %


- Alur keluar F20 = 162,9474 kmol/jam = 10182,5084 kg/jam
- Data: (Bhise, 1983),
Komposisi X18EG

= 0,739

Komposisi X18H2O

= 0,243

Komposisi X19H2O

= 0, 9485

Komposisi X19CO2

= 0, 0484

Komposisi X19EO

= 0,0031

Neraca Massa Total:


F18 = F19 + F2
Neraca Massa Komponen:

Etilen Glikol

: N18 = 0 x N19 + N20


0,739 x N18 = N20 = 161,3172 kmol/jam.................................. (3)

: F18Air

Air

= F19Air + 0 x F20 Air

0,243 x F18 = 0, 9485 x F19....................................................... (4)

Eliminasi Persamaan (3) dan (4) sehingga:


EG :

0,739

N18 =

N19 +

DEG:

0,243

N18 =

0,9485

N19 +

161,3172 N20
0

N20 -

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

0,17969043

N18 =

N19 +

39,2195

0,17969043

N18 =

0,7010657

N19 +

N18 =

-0,701066

N19 +

39,2195

N19 =

55,92947

kmol/jam

18

218,8902

N20
N20 N20

kmol/jam

Alur 19
= N19

Total
Air

= 55,9427 kmol/jam

: N19 x X19EG = 55,9427 x 0,9485

Karbon Dioksida : N19 x X19DEG = 55,9427 x 0,0484


Etilen Oksida

19

19

:N xX

EC

= 55,9427 x 0,0031

= 53,0639 kmol/jam
= 2,705 kmol/jam
= 0,1738 kmol/jam

Alur 18
N18 = N19+ N20

Total =
Etilen Glikol

: N18EG = 0 + 141,1526
18

= 218,8902 kmol/jam
=161,3172 kmol/jam

DEG

:N

= 0 + 1,2832

= 1,4665 kmol/jam

Etilen karbonat

: N18EC = 0 + 0,1433

= 0,1638 kmol/jam

Air

: N18Air = 46,4309 + 0

= 53,0639 kmol/jam

DEG

Karbon Dioksida : N18CO2 = 2,3669 + 0

= 2,705 kmol/jam

: N18EO = 0,1521 + 0

= 0,1738 kmol/jam

Etilen Oksida

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LA.14 Neraca massa Evaporator


alur masuk
Komp

BM

alur 18

(kg/kmol)

N (Kmol/jam) F (Kg/jam)

C2H6O2

62,068

161,3172

10012,6361

C4H10O3

106

1,4665

155,4511

H2O

18

53,0639

955,1504

88,06

0,1638

14,4212

44

2,7050

119,0209

44,053

0,1738

7,6569

218,8902

11264,3365

C3H4O3
CO2
C2H4O
TOT

Alur keluar
Komp

alur 19
N (Kmol/jam)

alur 20

F (Kg/jam)

N (Kmol/jam)

F (Kg/jam)

C2H6O2

161,3172

10012,6361

C4H10O3

1,4665

155,4511

53,0639

955,1504

0,1638

14,4212

CO2

2,7050

119,0209

C2H4O

0,1738

7,6569

TOT

55,9427

1081,8281

162,9475

10182,5084

H2O
C3H4O3

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

LA.6 SEPARATOR II

16
EG
DEG
EC
EO
CO2
H2O

EO
CO2
H2O

15

17

EG
DEG
EC
EO
H2O
CO2

- Alur masuk F17 = 218,8902 kmol/jam = 11264,3365 kg/jam


- Asumsi: Separator dapat memisahkan CO2 sebanyak 90%
- Data: (Bhise, 1983),
Komposisi X15EO

= 0,0018

Komposisi X15CO2

= 0,3921

Menentukan Pi saturated
Tabel LA.15 Konstanta persamaan tekanan uap antoine ln P = A (B/(T+C))
(P dalam kPa dan T dalam K)
Komp

C2H6O2

16,1847

4493,79

-82,1026

C4H10O3

17,6738

6034,08

-53,2122

H2O

16,5362

3985,44

-38,9974

C3H4O3

13,1897

3985,44

-68,9974

CO2

15,3768

1956,25

-2,1117

C2H4O

14,5116

2478,12

-33,1582

(Sumber : Reklaitis, 1983)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LA.16 Tekanan uap jenuh komponen pada T = 148oC = 421,15 K


Komponen

Pvp

C2H6O2

2,105678324

C4H10O3

0,305328832

H2O

100,4032116

C3H4O3

1,090108871

CO2

24451,16737

C2H4O

1370,369892

Menentukan Pbuble dengan Zi=Xi


Pb = Xi,Pivp,(Smith, 2001)
Pb = 9598,110797 Kpa
Menentukan P dew dengan Zi = Yi
Pdew =

(Smith, 2001)

Yi/Pi sat
Pdew = 3,683940099 Kpa
P = 250 kPa

Pd < P < Pb

Karena P yang dihitung terletak antara Pbubl dan Pdew


Ki = Pisat/P
k1

0.008422713

k2

0.001221315

k3

0.401612846

k4

0.004360435

k5

97.80466948

k6

5.48147957

Substitusi nilai k ke pers, (10,16)


[(Zi,Ki)/(1+V(Ki-1))] = 1(Smith, 2001)
V = 0,39

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LA.17 Nilai V separator I


Komp

Zi,Ki

Ki-1

sum (Zi,Ki/(1+V(Ki-1)))

H2O

0,0257

-0,5984

0,0335

CO2

38,3524

96,8047

0,9896

C2H4O

0,0099

4,4815

0,0036
1,0267

dimana L = 1 V = 0,61
Dengan pers, (10,16),, (Smith, 2001)

Yi = ((Zi,Ki)/(1+V(Ki-1)))

Y3 = 0,0335
Y5 = 0,9896
Y6 = 0,0036
Yi = 1,0267

Dengan pers,(10,10),,,(Smith, 2001)


Xi = Yi/Ki
X3 = 0,0834
X5 = 0,0101
X6 = 0,0007
Xi = 0,0941

Neraca Massa Total:


N15 = N16 + N17

Neraca Komponen:
Karbon dioksida : F15CO2 = F16CO2 + F17CO2
0,3921 = 0,9896 x F16 + 2.7050................................................ (5)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

: F15EO = F16EO + F17EO

Etilen Oksida

0,0018 = 0,0036 x F16 + 0,1738................................................ (6)


Eliminasi persamaan (7) dan (8) sehingga :
CO2:

0,3921 N15=

0,9896

N16+ 2,705

EO:

0,0018 N15=

0,0036

N16+ 0,17138

0,00070569 N15=

0,0017810

N16+ 0,004868005

0,00070569 N15=

0,0014078

N16+ 0,068156765

0,0004

N16+ -0.06328876

N16=

174,1067

Kg/jam

N15=

392,9969

kg/jam

Alur 16
= N19

Total
Air

= 174,1067 kmol/jam

: N19 x Y19Air = 174,1067 x 0,0335

Karbon Dioksida : N19 x Y19CO2 = 174,1067 x 0,9896


Etilen Oksida

: N19 x Y19EO = 174,1067 x 0,0036

= 5,6768 kmol/jam
= 167,821 kmol/jam
= 0,6088 kmol/jam

Alur 15
N15 = N16 + N17

Total =

= 392,9969 kmol/jam

Etilen Glikol

: N15EG = 0 + 61,3172

= 161,3172 kmol/jam

DEG

: N15DEG = 0 + 1,4665

= 1,4665 kmol/jam

Etilen karbonat

: N15EC = 0 + 0,1638

= 0,1638 kmol/jam

Air

:N

15

Air

= 5,6768 + 53,0639

Karbon Dioksida : N15CO2 =167,821 + 2,705


Etilen Oksida

: N15EO = 0,608 + 0,1738

= 58,7407 kmol/jam
= 170,5261 kmol/jam
= 0,7826 kmol/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LA.18 Neraca massa separator II


Alur masuk
alur
Komp

15

BM

N (Kmol/jam)

F (Kg/jam)

C2H6O2

62,068

161,3172

10012,6361

C4H10O3

106

1,4665

155,4511

H2O

18

58,7407

1057,3335

88,06

0,1638

14,4212

44

170,5261

7503,1463

44,053

0,7826

34,4758

392,9969

18777,4640

C3H4O3
CO2
C2H4O
TOTAL

Alur keluar
Komp

alur

16

N(Kmol/jam) F(Kg/jam)

alur
N(Kmol/jam)

17
F (Kg/jam)

C2H6O2

161,3172

10012,6361

C4H10O3

1,4665

155,4511

5,6768

102,1831

53,0639

955,1504

0,1638

14,4212

167,8210

7384,1255

2,7050

119,0209

0,6088

26,8189

0,1738

7,6569

174,1067

7513,1275

218,8902

11264,3365

H2O
C3H4O3
CO2
C2H4O
Total

LA.7 HEATER

Air
EC
EO
CO2

14

15

Air
EC
EO
CO2

Neraca Massa Total:


N14 = N15

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Neraca Massa Komponen:

Alur 14
N14 = N15

= 392,9969 kmol/jam

Etilen Glikol

: N14EG = N15EG = 0 + 61,3172

= 161,3172 kmol/jam

DEG

: N14DEG = N15DEG = 0 + 1,4665

= 1,4665 kmol/jam

Etilen karbonat

: N14EC = N15EC = 0 + 0,1638

= 0,1638 kmol/jam

Total =

:N

14

Karbon Dioksida : N

14

Air

Air

15

=N

CO2=

Air

15

= 5,6768 + 53,0639

= 58,7407 kmol/jam

=167,821 + 2,705

= 170,5261 kmol/jam

CO2

Etilen Oksida : N14EO =N15EO = 0,608 + 0,1738

= 0,7826 kmol/jam

Tabel LA.19 Neraca Massa Heater


Alur masuk 14
Komp

BM

Alur keluar 15

kmol/jam

kg/jam

kmol/jam

kg/jam

C2H6O2

62,068

161,3172

10012,6361

161,3172

10012,6361

C4H10O3

106

1,4665

155,4511

1,4665

155,4511

H2O

18

58,7407

1057,3335

58,7407

1057,3335

C3H4O3

88,06

0,1638

14,4212

0,1638

14,4212

CO2

44

170,5261

7503,1463

170,5261

7503,1463

C2H4O

44,053

0,7826

34,4758

0,7826

34,4758

392,9969

18777,4640

392,9969

18777,4640

LA.9 REAKTOR HIDROLISIS


6

Air

12
EC
EO
CO2

13

Air
EC
EO
CO2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Data :
- Dari perhitungan di Ekspander diperoleh data laju alur sebagai berikut:
N13 = 392,997 kmol/jam
N13EG =161,317 kmol/jam
N13DEG = 1,4665 kmol/jam
N13EC

= 0,1637 kmol/jam

N13Air = 58,7407 kmol/jam


N13CO2 = 170,526 kmol/jam
N13EO = 0,7826 kmol/jam

Neraca Massa Total:


F13 = F6 + F12

Reaksi I:

C3H4O3 (l) + H2O (g)


M:

B :

0,95 X

S:

0,5 X

C2H6O2 (l) + CO2(g)

Neraca Komponen:
Etilen Glikol :

N13EG = N6EG + N12EG + r1

r1
Air

13
N EG

13
( N EG

13
N EG
) 161,3172 - 0 - 0 161,3172kmol / jam

: N13Air = N6Air - r1 r2
58,7407 = N6Air 161,3172 - r2 ................................................ (7)

Etilen Karbonat: N13EC = N12EC - r1- 2 r1


0,1638 = N12EC - 161,3172 - 2 r1............................................... (8)
Karbon Dioksida: N13CO2 = N12CO2 + r1 + 2 r2
170,5261 = N12CO2 + 161,3172 + 2r2.......................................... (9)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Reaksi II:

2C3H4O3(l) +

H2O(g)

(C4H10O3) (l) + 2CO2(g)

Neraca Komponen:
Dietilen Glikol : N13DEG = N6DEG + N12DEG + r1

r2
Etilen Oksida :

13
N DEG

13
( N DEG

13
N DEG
) 1,4665- 0 - 0 1,4665kmol / jam

N13EO = N12EO = 0,667942794 kmol/jam = 1,2832 kmol/jam

: 51,3982 = N6Air - 141,1526 - r2

Air

N6Air = 58,7407 + 161,3172 + 1,4665 = 221,5445 kmol/jam


Etilen Karbonat: 0,1638 = N12EC - 161,3172 - 2 r1
N12EC = 0,1638 + 161,3172 + 2 (1,4665) = 164,414 kmol/jam
Karbon Dioksida: 170,5261 = N12CO2 + 161,3172 + 2r2
N12CO2 = 170,5261 -161,3172 - 2 (1,4665) = 6,2758 kmol/jam
Tabel LA.21 Neraca Massa Reaktor Hidrolisis
Alur
Komp

BM

Keluar

alur 13
N(Kmol/jam)

F (Kg/jam)

C2H6O2

62,068

161,3172

10012,6361

C4H10O3

106

1,4665

155,4511

H2O

18

58,7407

1057,3335

88,06

0,1638

14,4212

44

170,5261

7503,1463

44,053

0,7826

34,4758

392,996887

18777,46402

C3H4O3
CO2
C2H4O
TOTAL

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Alur masuk 6
Komp

BM

Alur masuk 12

kmol/jam

kg/jam

kmol/jam

kg/jam

C2H6O2

62,068

C4H10O3

106

H2O

18

221,5445

3987,8005

88,06

164,4140

14478,2975

44

6,2758

276,1357

44,053

0,7826

34,4758

221,544471

3987,800474

171,472

14788,909

C3H4O3
CO2
C2H4O

LA.10 SEPARATOR I
9

CO2
EC
EO

8
EC
EO
CO2

10
EC
EO
CO2

- Dari perhitungan di Reaktor Hidrolisis diperoleh laju alir alur 10 yaitu 171,472
kmol/jam
- Data: (Bhise, 1983),
Komposisi X8CO2 = 0,004
Komposisi X8EO = 0,018

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Menentukan Pi saturated
Tabel LA.22 Konstanta persamaan tekanan uap antoine ln P = A (B/(T+C))
(P dalam kPa dan T dalam K)
Komp

CO2

15,3768

1956,25

-2,1117

C2H4O

14,5116

2478,12

-33,1582

C3H4O3

13,1897

3985,44

-68,9974

(Sumber : Reklaitis, 1983)


Tabel LA.23 Tekanan uap jenuh komponen pada T = 100oC = 373,15 K
Komponen

Pvp

CO2

24451,17

C2H4O

1370,37

C3H4O3

1,090109

Menentukan Pbuble dengan Zi=Xi


Pb = Xi,Pivp,(Smith, 2001)
Pb = 1116,851 Kpa
Menentukan P dew dengan Zi = Yi
Pdew =

(Smith, 2001)

Yi/Pi sat
Pdew = 1,337Kpa
P = 250 kPa

Pd < P < Pb

Karena P yang dihitung terletak antara Pbubl dan Pdew


Ki = Pisat/P
k1

97,80467

k2

5,48148

k3

0,00436

Substitusi nilai k ke pers, (10,16)


[(Zi,Ki)/(1+V(Ki-1))] = 1(Smith, 2001)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,18

Tabel LA.24 Nilai V separator I


Komp

Zi,Ki

CO2

Ki-1

sum (Zi,Ki/(1+V(Ki-1)))

17,6525

96,8047

0,9581

C2H4O

0,0226

4,4815

0,0125

C3H4O3

0,0036

-0,9956

0,0043
0,9749

dimana L = 1 - V
L = 0,82
Dengan pers, (10,16),, (Smith, 2001)

Yi = ((Zi,Ki)/(1+V(Ki-1)))

Y1 = 0,9581
Y2 = 0,0125
Y3 = 0,0043
Yi = 0,9749

Dengan pers,(10,10),,,(Smith, 2001)


Xi = Yi/Ki
X1 = 0,0098
X2 = 0,0023
X3 = 0,9934
Xi = 1,0055

Neraca Massa Total:


N8 = N9 + N10

Neraca Massa Komponen:


Etilen Karbonat

: = N9EC + N10EC................................................................... (10)

Karbon dioksida

: 0,18 = 0,9581 N9CO2 + 137,4755 N10CO2............................(11)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

: 0,004= 0,0125 N9EO + 127,7352 N10EO............................(12)

Etilen Oksida

Eliminasi persamaan (11) dan (12) sehingga :


0,004 N8=

0,0125

N9+

6,2758

N10

0,18 N8=

0,9581

N9+

0,7826

N10

0,00072 N8=

0,0001

N9+

0,0251

N10

0,00072 N8=

0,0038

N9+

0,0031

N10

-0,0038

N9+

-0,0390

N10

N9=

5,6636

Kmol/jam

N8=

177,136

Kmol/jam

C2H4O:
CO2:

Alur 9
Total
Etilen Karbonat

= N9

= 5,6636 kmol/jam

: N9 x Y9EC

Karbon Dioksida : N9 x Y9CO2


Etilen Oksida

: N9 x Y9EO

= 5,8094 x 0,0043

= 0,02516 kmol/jam

= 5,8094 x 0,9581

= 5,5658 kmol/jam

= 5,8094 x 0,0125

= 0,0726 kmol/jam

Alur 8
Total =
Etilen karbonat

N8 = N9+ N10
: N8EC = 0,02516 + 164,414

Karbon Dioksida : N8CO2 = 5,5658 +6,2758


Etilen Oksida

: N8EO = 0,07262 +0,78259

= 177,136 kmol/jam
= 164,4392 kmol/jam
= 11,8416 kmol/jam
= 0,855221 kmol/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LA.25 Neraca massa separator 1


Komp

BM

Alur

Masuk 8

N(Kmol/jam)

F (Kg/jam)

88,06

164,4392

14480,5136

CO2

44,0000

11,8796

522,70405

C2H4O

44,053

0,855221

37,6750596

177,174

15040,8927

C3H4O3

TOTAL

Alur
Komp

alur
N (Kmol/jam)

keluar

alur 10

F (Kg/jam)

N(Kmol/jam)

F (Kg/jam)

C3H4O3

0.0252

2.2160

164.4140

14478.2975

CO2

5.5658

244.8968

6.2758

276.1357

C2H4O

0.0726

3.1993

0.7826

34.4758

TOTAL

5.6636

250.3121

171.4724

14788.9090

LA.11 REAKTOR KARBONASI


2
CO2

EO

R-201

EO
EC
CO2

Data: ( Bhise, 1983)


- Konversi Reaksi = 99%
- Dari perhitungan di Ekspander I diperoleh data laju alir sebagai berikut:
N7 = 177,1360kmol/jam
N7EC = 164,4392 kmol/jam
N7CO2 = 11,8416 kmol/jam
N7EO = 0,8552 kmol/jam
Reaksi:

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

C2H4O(l) +
M:

B :

0,99 X

S:

0,1 X

CO2 (g)

C3H4O3(l)

Neraca Massa Total:


N7 = N2 + N4
Alur 7:
N7EC = N2EC + N4EC - r

Etilen Karbonat:

7
N EC

2
( N EC

4
N EC
) 164,4392 - 0 - 0 164,4392 kmol / jam

N7EO = N2EO + N4EO r

Etilen Oksida :

N2EO = 0 - 0,8552 + 164,4392 = 165,294 kmol/jam


Karbon Dioksida: N7CO2 = N2CO2 + N4CO2 r
N2CO2 = 11,8416 0 + 164,4392 = 154,2457 kmol/jam

Dari perhitungan diatas diperoleh laju Etilen Oksida yang diumpankan yaitu =
165,2944 kmol/jam
Tabel LA.26 Neraca Massa Reaktor Karbonasi
Alur
Komp

BM

Keluar

alur 7
N(Kmol/jam)

F (Kg/jam)

C3H4O3

88,06

164,4392

14480,5136

CO2

44

11,8796

522,70405

C2H4O

44,0530

0,855221

37,6750596

177,174

15040,8927

TOTAL

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Alur
Komp

alur
N (Kmol/jam)

C3H4O3

masuk

alur 4

F (Kg/jam)

N(Kmol/jam) F (Kg/jam)

1,6716

73,5526

176,2808

7756,3561

C2H4O

165,2944

7281,7140

TOTAL

166,96605

7355,2667

176,2808

7756,3561

CO2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA PANAS
Basis perhitungan

: 1 jam operasi

Satuan operasi

: kJ/jam

Temperatur basis

: 25oC

Tabel LB.1 Kapasitas Panas Gas, Cpg = a + bT + cT2 + dT3 + eT4 [J/mol K]
Komponen
a
b
c
d
e
C2H6O2
35,8417 1,08695E-02 2,90598E-04 -4,52216E-07 1,86584E-10
C4H10O3
44,6173 1,44518E-01 6,82006E-04 -9,75239E-07 3,91107E-10
C3H6O3
40,991
1,28E-02
4,88E-04
-6,59E-07
2,77E-10
C2H4O
17,9573 2,43445E-02 3,51051E-04 -4,78345E-07 1,90011E-10
CO2
19,0223 7,96291E-02 -7,37067E-05 3,74572E-08 -8,13304E-12
H2O
34,0471 -9,65064E-03 3,29983E-05 -2,04467E-08 4,30228E-12
Sumber: Reklaitis, 1983
Tabel LB.2 Kapasitas Panas Liquid, Cpl = a + bT + cT2 + dT3 [J/mol K]
Komponen
a
b
c
d
C2H6O2
31,0224
1,10034
-2,84571E-03
2,88921E-06
C4H10O3
26,5129
1,26205
-2,6983E-03
2,5629E-06
C3H6O3
28,52
1,1805
-2,75E-03
2,69E-06
C2H4O
7,41259
7,42687E-01
-2,71320E-03
3,90092E-06
CO2
11,0417
1,15955
-7,23130E-03
1,55019E-05
H2O
18,2964
4,72118E-01
-1,33878E-03
1,31424E-06
Sumber: Reklaitis, 1983
Tabel LB.3 Panas Laten [J/mol]
BM
Komponen
C2H6O2
62
C4H10O3
106
C3H6O3
88,05
C2H4O
44,053
CO2
44,01
H2O
18
Sumber: Reklaitis, 1983

BP (K)
470,6
518,8
487
283,661
194,681
373,161

Hvl (J/mol)
49629,6
52314,6
50200
25526,5
16560,9
40656,2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LB.4 Panas Reaksi Pembentukan [kkal/mol]


Komponen
Hf
C2H6O2
-93,05
C4H10O3
-136,5
C3H6O3
-102,5
C2H4O
-12,58
CO2
-94,05
H2O
-57,8
Sumber: Reklaitis, 1983
Tabel LB.5 Data Tekanan Uap Antoine: ln P (kPa) = A (B/(T+C))
Komponen
A
B
C
C2H6O2
16,1847
4493,79
-82,1026
C4H10O3
17,6738
6034,08
-53,2122
C3H6O3
13,1897
3985,44
-68,9974
C2H4O
14,5116
2478,12
-33,1582
CO2
15,3768
1956,25
-2,1117
H2O
16,5362
3985,44
-38,9974
Sumber: Reklaitis, 1983
Tabel LB.6 Data Air Pemanas dan Air Pendingin yang Digunakan
T (oC)
H (kJ/kg)
(kJ/kg)
Air
30
125,7
55
230,2
Saturated steam
260
1661,6538
Sumber: Reklaitis,1983

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

B.1

Heater 1 (E-101)
Saturated steam
260oC
C2H4O (g)

(3)

Heater I

(4)

14,5 bar, 31 C

(E-101)

C2H4 O(g)
14,5 bar, 100oC

Kondensat
260oC
304,15

Panas masuk Heater 1 =

1
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.7 Panas Masuk Heater 1 (E-101)


Komponen

N3senyawa

cpg dT

N3 cp dT

C2H4O

165,2944

641,4680

106031,0583

CO2

1,6716

223,6442

373,8436447

Total

106404,9019

423,15
4
N senyawa

Panas keluar Heater 2 =

c p dT
298,15

Tabel LB.8 Panas Keluar Heater 2 (E-102)


Komponen

N4senyawa

cpg dT

N4 cpg dT

C2H4O

165,2944

7432,8899

1228615,0387

CO2

1,6716

2905,4771

4856,79552

Total

1233471,834

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 1233471,834 106404,9019
= 1127066,932 kJ/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Steam yang diperlukan adalah:


dQ/dT
(260o C)
1127066,932 kJ/jam
1661,6538kJ/kg
678,280236 kg/jam

B.2

Heater 2 (E-102)
Saturated steam
260oC
CO2 (g)

(1)

Heater II

14,5 bar, 31 C

(E-102)

(2)

CO2(g)
14,5 bar, 100oC

Kondensat
260oC
304,15

Panas masuk Heater 1 =

1
N senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.9 Panas Masuk Heater 1 (E-101)


Komponen

N1senyawa

cpg dT

N1 cp dT

CO2

176,2808199

223,6442

39424,1883

Total

39424,1883

423,15

Panas keluar Heater 1 =

2
N senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.10 Panas Keluar Heater 1 (E-101)


Komponen

N2senyawa

cpg dT

N2 cpg dT

CO2

176,2808

2905,4771

512179,8825

Total

512179,8825

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 512179,8825- 39424,1883
= 472755,6942 kJ/jam
Steam yang diperlukan adalah:
m

B.3

dQ/dT
(260o C)
472755,6942 kJ/jam
1661,6538kJ/kg
284,5091kg/jam

Heater 3 (E-103)
Saturated steam
260oC
H2O (l)

(5)

Heater III

14,5 bar, 30 C

(E-103)

(6)

H2O (l)
14,5 bar, 150oC

Kondensat
305,15

Panas masuk Heater 3 =

N 3senyawa

260oC

c p dT
298,15

Tabel LB.11 Panas Masuk Heater 3 (E-103)


Komponen

N5senyawa

cpl dT

N3 cp dT

H2O

221,5445

374,7055

83013,9278

Total

83013,9278
423,15

Panas keluar Heater 3 =

4
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.12 Panas Keluar Heater 3 (E-103)


Komponen

N6senyawa

cpl dT

N4 cpg dT

H2O

221,5445

9523,8693

2109960,5745

Total

2109960,5745

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 2109960,5745 83013,9278
= 2026946,6466 kJ/jam

Steam yang diperlukan adalah:


dQ/dT
(260o C)
2026946,6466 kJ/jam
1661,6538kJ/kg
1219,8368kg/jam

B.4

Reaktor Karbonasi (R-101)


Air pendingin
30oC

CO2 (g)
14,5 bar, 100oC

Reaktor 1
(R-101)
C2H4O (l)
14,5 bar, 100oC

C3H4O3 (l)
C2H4O (l)
CO2 (g)
14,5 bar, 100oC

Air pendingin
55oC

Panas masuk Reaktor 1 = Panas keluar Heater 1 dan 2 = 1740794,9212 kJ/jam

Reaksi yang berlangsung dalam Reaktor 1 antara lain:


Reaksi I: C2H4O + CO2 C3H4O3
H1

= Hof (produk) Hof (reaktan)


= [-102,5 (12,58 94,5] kkal/mol 4,184 kJ/kkal 1000 mol/kmol

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= -17279.9200 kJ/kmol
H1 (260oC) = H1 (25oC) + s cp dT
= - 17279.9200 + 1 16208.63096 1 7432.88992- 12905.477083
= -11409,6561 kJ/kmol
Panas reaksi total: Hr = r1 H1
= (164,4392 -11409,6561)
= -1876194,408 kJ/jam

373,15

Panas keluar Reaktor 1 =

7
N senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.13 Panas Keluar Reaktor 1 (R-101)


Komponen
C3H4O3

N7senyawa

cpg dT

cpl dT

N5senyawa cpg dT

164,4392

16208,63096

2665333,8732

C2H4O

0,855221201

7432,889924

6356,7650

CO2

11,84164674 2905,477083

34405,6332

Total

2706096,2715

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = (Qout Qin) + Hr
= (2706096,2715-1740794,9212) + (-1876194,4)
= -910893,0573 kJ/jam

Air pendingin yang diperlukan adalah:


m H + dQ/dt = 0
m

dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
- (-910893,0573 ) kJ/jam
(230,2 - 125,7) kJ/kg
8716,67997 kg/jam
o

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

B.5

Heater 4 (E-104)

Saturated Steam
260oC
C3H4O3 (l)

C3H4O3 (l)

(11)

C2H4O (l)

Heater 4

CO2 (g)

(12)

C2H4O (l)
CO2 (g)

(E-104)
o

14,5 bar, 150oC

14,5 bar, 100 C


Kondensat
260oC

373,15

Panas masuk Heater 4 =

N11
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.14 Panas Masuk Heater 4 (E-104)


Komponen

N11senyawa

C3H4O3

164,414008

16208,6310

2664925,9803

C2H4O

0,782597747

5671,8679

4438,7911

CO2

6,275810517

2905,4771

18234,2236

cpl dT

cpg dT

Total

N12 cp dT

2687598,9950

423,15

Panas keluar Heater 4 =

12
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.15 Panas Keluar Heater 4 (E-104)


Komponen

N12senyawa

C3H4O3

cpl dT

cpg dT

N12 cp dT

164,4140

27795,5782

4569982,4134

C2H4O

0,7826

9523,8693

7453,3586

CO2

6,2758

4965,2027

31160,6715

Total

4608596,4435

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 4608596,4435- 2687598,9950
= 1920997,4485 kJ/jam
Steam yang diperlukan adalah:
dQ/dT
(260o C)
1920997,4485 kJ/jam
1661,6538kJ/kg
1156,0755 kg/jam

B.6

Reaktor Hidrolisis (R-102)


Air pendingin
30oC

H2O(l)
14,5 bar, 150oC

Reaktor 2
(R-102)
C2H6O2(l)
C4H10O3(l)
C3H4O3 (l)
C2H4O (l)
CO2 (g)
14,5 bar, 150oC

C2H6O2(l)
C4H10O3(l)
C3H4O3 (l)
C2H4O (l)
CO2 (g)
H2O(l)
14,5 bar, 150oC

Air pendingin
55oC

Panas masuk Reaktor 2 = Panas keluar Heater 3 + Panas keluar Heater 4


= 2109960,5745+ 4608596,4435
= 6718557,0179 kJ/jam
Reaksi yang berlangsung dalam Reaktor 2 antara lain:
Reaksi I: C3H4O3 + H2O C2H6O2 + CO2
H1

= Hof (produk) Hof (reaktan)


= (-93,05) + (-94,05) (-102,5) (-57,8 )
= -26,8 kkal/mol 4,184 kJ/kkal 1000 mol/kmol
= -112131,2 kJ/kmol

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

H1 (150oC) = H1 (25oC) + s cp dT
= -112131,2 + 1 24202,3010 + 1 4965,2027 1 27795,5782
1 4248,8534
= -120283,1437 kJ/kmol
Reaksi II: 2 C3H4O3 + 2 H2O C4H10O3 + 2CO2
= Hof (produk) Hof (reaktan)

H2

= (-93,05) + 2(-94,05) 2(-102,5) 2(-57,8 )


= -4 kkal/mol 4,184 kJ/kkal 1000 mol/kmol = -16736 kJ/kmol
H2 (150oC) = H2 (25oC) + s cp dT
= -16736 + + 1 24202,3010 + 2 4965,2027 2 27795,5782
2 4248,8534
= -50066,3998 kJ/kmol
Panas reaksi total: Hr = r1 H1 + r2 H2
= (161,3172-120283,1437)+( 1,4665-50066,3998)
= -19477163,62 kJ/jam

423,15

Panas keluar Reaktor 2 =

13
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.16 Panas Keluar Reaktor 2 (R-102)


Komponen

N13senyawa

cpl dT

cpg dT

N14 cp dT

C2H6O2

161,3172

24202,3010

3904247,4982

C4H10O3

1,4665

31378,0896

46016,5967

C3H6O3

0,1638

27795,5782

4551,9567

C2H4O

0,7826

13414,0898

10497,8365

CO2

170,5261

4965,2027

846696,4227

H2O

58,7407

9523,8693

559439,2066

392,9969

106313,9279

4965,2027

5371449,5173

Total

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = (Qout Qin) + Hr
= (5371449,5173-6718557,0179) + (-19477163,62)
= -20824271,1222 kJ/jam
Air pendingin yang diperlukan adalah:
m H + dQ/dt = 0
m

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
- (-20824271,1222 ) kJ/jam
(230,2 125,7) kJ/kg
199275,322kg/jam
o

B.7

Cooler 1 (E-105)
Air pendingin
1 bar, 30oC

C2H6O2(l)

C2H6O2(l)

C4H10O3 (l)

C4H10O3 (l)
C3H4O3 (l)

(14)

C3H4O3 (l)

(15)

Cooler I

C2H4O (g)

(E-105)

C2H4O (g)

CO2 (g)

CO2 (g)
H2O(g)

Air pendingin

2 bar, 150oC

1 bar, 55oC

H2O(g)
2 bar, 100oC

423,15

Panas masuk Cooler 1 =

N14
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.17 Panas Masuk Cooler 1 (E-105)


Komponen
C2H6O2

N14senyawa

cpl dT

cpg dT

N14 cp dT

161,3172

24202,3010

3904247,4982

C4H10O3

1,4665

31378,0896

46016,5967

C3H6O3

0,1638

27795,5782

4551,9567

C2H4O

0,7826

-2222,2793

-1739,1508

CO2

170,5261

6826,7272

1164134,8424

H2O

58,7407

3415,4537

200626,3046

Total

392,9969

5317838,0476

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

373,15

Panas keluar Cooler 1 =

N15
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.18 Panas Keluar Cooler 1 (E-105)


Komponen

N15senyawa

C2H6O2

cpl dT

cpg dT

N15 cp dT

161,3172

14177,6582

2287100,1562

C4H10O3

1,4665

18223,8004

26725,5681

C3H6O3

0,1638

16208,6310

2654,4145

C2H4O

0,7826

3750,0438

2934,7758

CO2

170,5261

2905,4771

495459,5392

H2O

58,7407

2536,0564

148969,8514

Total

392,9969

2963844,3052

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 2963844,3052- 5317838,0476
= -2353993,7424 kJ/jam

Air pendingin yang diperlukan adalah:


m H + dQ/dt = 0
m

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
- 2353993,7424 kJ/jam
(200,9 - 117,3) kJ/kg
22526,2559kg/jam
o

B.8 Evaporator ( FE-101 )

Saturated Steam
260oC

C2H6O2(l)

C2H6O2(l)

C4H10O3 (l)
C3H4O3 (g)
C2H4O (g)

C4H10O3 (l)

(18)

evaporator
(FE-101)

CO2 (g)

(20)

C3H4O3 (g)
C2H4O (g)
CO2 (g)

H2O(g)

Kondensat

H2O(g)

1 bar, 100oC

260oC

1 bar, 120oC

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

373,15

Panas masuk Evaporator =

18
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.19 Panas Masuk evaporator (FE-101)


Komponen

N18senyawa

C2H6O2

161,3172025

14177,6582

2287100,1562

C4H10O3

1,466520023

18223,8004

26725,5681

C3H6O3

0,163765497

16208,6310

2654,4145

cpl dT

cpg dT

N18 cp dT

C2H4O

0,1738

4870,2158

846,4950

CO2

2,7050

3718,3192

10058,1263

H2O

53,0639

7741,4743

410792,8844

Total

2738177,6445
383,15

Panas keluar Evaporator =

N19
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.20 Panas Keluar evaporator


Komponen

N19senyawa

cpl dT

cpg dT

N19 cp dT

C2H4O

0.1738

1708.2895

296.9188

CO2

2.7050

1814.6763

4908.7348

H2O

53.0639

3233.5608

171585.3763

Total

176791,0299

383,15

Panas keluar Evaporator =

20
N senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.21 Panas Keluar evaporator


N20senyawa

cpl dT

cpg dT

N20 cp dT

161.3172

18125.3419

2923929.4474

C4H10O3

1.4665

23385.9669

34295.9887

C3H6O3

0.1638

20763.7314

3400.3828

Komponen
C2H6O2

Total

296125,819

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= (176791,0299 + 296125,819) - 2738177,6445
= 400239,2044 kJ/jam

Steam yang diperlukan adalah:


m H + dQ/dt = 0
m

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
400239.2044 kJ/jam
(230,2 - 125,7) kJ/kg
240,8680kg/jam
o

B.9 Heater 5 (E-106)


Saturated Steam
260oC
C2H6O2(l)

(20)

Heater 6

C4H10O3 (l)

(21)

(E-106)

H2O(g)

C2H6O2(l)
C4H10O3 (l)
H2O(g)

1 bar, 196,5oC

1 bar, 120 C
Kondensat
383,15

Panas masuk Heater =

20
N senyawa

260oC

c p dT
298,15

Tabel LB.22 Panas Masuk Heater (E-106)


Komponen

N20senyawa

C2H6O2

161,3172025

18125,3419

2923929,4474

C4H10O3

1,466520023

23385,9669

34295,9887

C3H6O3

0,163765497

20763,7314

3400,3828

162,9475

62275,04019

2961625,8189

Total

cpL dT

N20 cp dT

468,15

Panas keluar Heater =

21
N senyawa

c p dT
298,15

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LB.23 Panas Keluar Heater5


Komponen

N21senyawa

C2H6O2

161,3172025

34185,6979

5514741,1520

C4H10O3

1,466520023

44557,0648

65343,8277

C3H6O3

0,163765497

39362,1822

6446,1673

162,9475

118104,9449

5586531,1470

Total

N21 cp dT

cpl dT

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 5586531.1470- 2961625.8189
=2624905.3281 kJ/jam
Steam yang diperlukan adalah:
m H + dQ/dt = 0
m

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
2624905,3281 kJ/jam
(230,2 - 125,7) kJ/kg
1579,6944kg/jam
o

B.10 Kondensor (E-107)


Air Pendingin 30oC

C2H6O2(l)
C4H10O3 (l)
H2O(g)
1 bar, 197oC

C2H6O2(l)
(22)

(23) C4H10O3 (l)

H2O(g)
1 bar, 195oC
Air Pendingin
55oC

Untuk mengetahui suhu pada destilat, diperlukan perhitungan suhu umpan masuk
hingga Kixi = 1 terpenuhi.
Trial titik didih umpan pada bagian atas kolom distilasi
T = 197oC = 470,15 K
P = 1 bar = 100 kPa

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tekanan Uap Antoine: ln P (kPa)

B
T (K ) C

Tabel LB.24 Titik Didih Umpan Pada Bagian Atas Kolom Distilasi
Yif

Pi

Ki

Xif = Yif/Ki

if = Ki/Khk

C2H6O2

0,9900

99,9012

0,9990

0,9910

4,0664

C4H10O3

0,0090

24,5675

0,2457

0,0366

1,

C3H4O3

0,0010

1469,2572

14,6926

0,0001

59,8049

Komponen

total

1,0276

Maka, suhu bagian atas kolom distilasi adalah 470,15 K.


Untuk mengetahui suhu pada destilat, maka perlu perhitungan trial dew point sampai
syarat yid/Ki = 1 terpenuhi.
Trial dew point destilat
T = 100oC = 373,15 K
P = 1 bar = 100 kPa

Tabel LB.25 Dew Point Kondensor


Yid

Pi

Ki

Yid/Ki

id

C2H6O2

0,9941

94,0839

0,9408

1,0566

4,1063

C4H10O3

0,0059

22,9122

0,2291

0,0257

C3H4O3

1407,3073

14,0731

61,4218

total

Komponen

1,0823

Maka, suhu destilat (D) adalah 468,15 K dan suhu Ld 468,15 K

468,15

Panas masuk Kondensor =

22
senyawa

c p dT
298,15

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LB.26 Panas Masuk Kondensor (E-107)


Komponen

N22senyawa

cpl dT

cpg dT

C2H6O2

161,1136

34185,6979

5507781,4509

C4H10O3

0,9529

44557,0648

42459,5624

C3H6O3

Total

162,0665

N22 cp dT

5550241,0133

453,15

Panas keluar Kondensor =

25
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.27 Panas Keluar Kondensor (E-107)


N23senyawa

cpl dT

cpg dT

C2H6O2

161,1136173

14177,65818

2284213,7953

C4H10O3

0,952925481

18223,80038

17365,9237

C3H6O3

Komponen

Total

N23 cp dT

0
2301579,7190

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 2301579.7190- 5550241.0133
= -3248661.2943 kJ/jam
Air pendingin yang diperlukan adalah:
m H + dQ/dt = 0
m

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
- (-3248661.2943 ) kJ/jam
(200,9 - 117,3) kJ/kg
31087,66789 kg/jam
o

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

B.11

Cooler 2 (E-108)
Air pendingin
1 bar, 30oC
C2H6O2(l)
C4H10O3 (l)
1 bar, 195oC

(27)

(28)

Cooler II
(E-108)

C2H6O2(l)
C4H10O3 (l)
1bar, 30oC

Air pendingin
1 bar, 55oC

453,15
27
N senyawa

Panas masuk Cooler 2 =

c p dT
298,15

Tabel LB.28 Panas Masuk Cooler 2 (E-108)


Komponen

N27senyawa

cpg dT

N27 cp dT

C2H6O2

161,1136173

14177,6582

2284213,7953

C4H10O3

0,952925481

18223,8004

17365,9237

Total

2301579,7190

303,15

Panas keluar Cooler 2 =

28
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.29 Panas Keluar Cooler 2 (E-108)


Komponen

N28senyawa

cpl dT

N28 cp dT

C2H6O2

161,1136173

915,65509

147524,5038

C4H10O3

0,952925481

1158,468313

1103,9340

Total

148628,4377

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 148628,4377- 2301579,7190
= -2152951,2813 kJ/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Air pendingin yang diperlukan adalah:


m H + dQ/dt = 0
m

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
- (-2152951,2813 ) kJ/jam
(200,9 - 117,3) kJ/kg
20602,4046 kg/jam

B.12

Reboiler (E-109)
C2H6O2(v)
C4H10O3 (v)
1,2 bar, 252oC
(30)
Kondensat
260oC

Steam
260oC

C2H6O2(l)
C4H10O3 (l)
1 bar, 197oC

(31)

(29)

C2H6O2(l)
C4H10O3 (l)
1 bar, 250oC

Untuk mengetahui suhu pada V b, maka perlu perhitungan trial bubble point sampai
syarat Kixi = 1 terpenuhi.
Trial bubble point bottom
T = 252oC = 522,15 K
P = 1,41 bar = 141 kPa

Tabel LB.30 Bubble Point Reboiler (E-109)


Xid

Pi

Ki

Yid/Ki

id

C2H6O2

0,2482

401,7360

3,9776

0,7073

3,1968

C4H10O3

0,6263

125,6666

1,2442

0,5582

C3H4O3

0,1255

82,6114

0,8179

0,0735

0,6574

Komponen

total

1,3390

Maka, suhu Vb adalah 521,15 K.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

468,15
29
N senyawa

Panas masuk Reboiler =

c p dT
298,15

Tabel LB.31 Panas Masuk Reboiler (E-109)


Komponen

N33senyawa

cpl dT

N33 cp dT

C2H6O2

18,04434352

34185,6979

616858,4764

C4H10O3

45,52137217

44557,0648

2028298,7292

C3H4O3

9,122519473

39362,1822

359082,2738

Total

3004239,4794

518,15

N 30
senyawa

Panas keluar Reboiler =

453,15

N 31
senyawa

c p dT
298,15

c p dT
298,15

Tabel LB.32 Panas Keluar Vb Reboiler (E-109)


Komponen

N30senyawa

cpg dT

N30senyawa cpg dT

C2H6O2

17,8296

14170,0860

252646,7876

C4H10O3

44,9796

36461,3820

1640018,2396

C3H4O3

9,0139

20373,2688

183643,5674

Total

2076308,5946

Tabel LB.33 Panas Keluar B Reboiler (E-303)


Komponen

N34senyawa

cpl dT

N34senyawa cpl dT

C2H6O2

0,2036

46368,3910

9439,9168

C4H10O3

0,5586

60561,2185

33829,1660

C3H4O3

0,1029

53416,7214

5497,9031

Total

48766,9860

Panas keluar Reboiler = 2076308,5946 + 48766,9860


= 2125075,5806 kJ/jam

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 2125075,5806 3004239,4794

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= -879163,8989 kJ/jam
Steam yang diperlukan adalah:
m

B.13

dQ/dT
(260o C)
- 879163,8989 kJ/jam
1661,6538kJ/kg
529,0897 kg/jam

Kondensor Subcooler (E-110)

Air pendingin
1 bar, 30oC
C2H6O2(l)
C4H10O3 (l)
1 bar, 250oC

(33)

(34)

Cooler III
(E-110)

C2H6O2(l)
C4H10O3 (l)
1 bar, 100oC

Air pendingin
1 bar, 55oC
518,15

N 32
senyawa

Panas masuk Kondensor Subcooler =

c p dT
298,15

Tabel LB.34 Panas Masuk kondensor subcooler


N32senyawa

cpl dT

C2H6O2

0,203585171

14170,0860

2884,8194

C4H10O3

0,558594541

36461,3820

20367,1290

Komponen

cpg dT

Total

N32 cp dT

23251,9484

303,15

Panas keluar kondensor subcooler =

33
senyawa

c p dT
298,15

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LB.35 Panas Keluar kondensor subcooler


N33senyawa

cpl dT

cpg dT

C2H6O2

0,203585171

915,65509

186,4138

C4H10O3

0,558594541

1158,468313

647,1141

Komponen

Total

N33 cp dT

833,5279

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 833,5279- 23251,9484
= -22418,4205 kJ/jam

Air pendingin yang diperlukan adalah:


m H + dQ/dt = 0
m

B.14

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
- (-22418,4205 ) kJ/jam
(200,9 - 117,3) kJ/kg
214,53034 kg/jam
o

Cooler 3 (E-111)

Air pendingin
1 bar, 30oC
C3H4O3 (l)
1 bar, 250oC

C3H4O3 (l)

(35)

Cooler III
(E-111)

(36)
1 bar, 100oC

Air pendingin
1 bar, 55oC

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

518,15

N 34
senyawa

Panas masuk Cooler 3 =

c p dT
298,15

Tabel LB.35 Panas Masuk Cooler 3


Komponen
C3H4O3

N34senyawa

cpl dT

cpg dT

0,102924758 53416,7214

N34 cp dT
5497,9031

Total

5497,9031

303,15

Panas keluar Cooler 3 =

35
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.36 Panas Keluar Cooler 3


Komponen
C3H4O3

N35senyawa

cpl dT

0,102924758

16208,63096

Total

cpg dT

N35 cp dT
1668,2694
1668,2694

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 1668,2694 5497,9031
= -3829,6337 kJ/jam

Air pendingin yang diperlukan adalah:


m H + dQ/dt = 0
m

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
- (-3829,6337 ) kJ/jam
(200,9 - 117,3) kJ/kg
36,6472124 kg/jam
o

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

B.15

Cooler 4 (E-112)

Air pendingin
1 bar, 30oC
C3H4O3 (l)
1,41 bar, 100oC

(35)

Cooler I

(36)

(E-102)

C3H4O3 (l)
1,41 bar, 35oC

Air pendingin
1 bar, 55oC

518,15

N 34
senyawa

Panas masuk Cooler 4 =

c p dT
298,15

Tabel LB.37 Panas Masuk Cooler 4


Komponen
C3H4O3

N35senyawa

cpl dT

0.102924758

16208,6310

cpg dT
-

Total

N35 cp dT
1668,2694
1668,2694

373,15

Panas keluar Cooler 4 =

N 35
senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.38 Panas Keluar Cooler 4


Komponen
C3H4O3

N36senyawa

cpl dT

cpg dT

N36 cp dT

0,102924758

2081,7765

214,2663

Total

214,2663

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 214,2663- 1668,2694
= -1454,0031 kJ/jam
Air pendingin yang diperlukan adalah:
m H + dQ/dt = 0

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
- (-1454,0031 ) kJ/jam
(200,9 - 117,3) kJ/kg
13,9139051kg/jam
o

B.16 Tangki Penampungan Sementara


Air pendingin
30oC

C2H4O (l)

Tangki penampungan
sementara

C2H4O (l)
CO2 (g)

CO2 (g)
H2O (g)

H2O (g)

Air pendingin
55oC
373,15

Panas masuk tangki penampung sementara =

N senyawa

c p dT
298,15

Tabel LB.39 Panas Masuk tangki penampung sementara


N14senyawa

cpl dT

cpg dT

N14 cp dT

0,8552

2234,5285

1911,0162

CO2

176,0919

3024,1508

532528,4195

H2O

58,7407

2471,2762

145164,6139

235,7130

3824,1916

7729,9555

679700,2861

Komponen
C2H4O

Total

303,15

Panas keluar tangki penampung sementara =

N senyawa

c p dT
298,15

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LB.39 Panas Keluar tangki penampung sementara


N36senyawa

cpl dT

cpg dT

N36 cp dT

0,8552

457,3338

391,1215

CO2

176,0919

178,6556

31459,8088

H2O

58,7407

374,7055

22010,4804

235,7130

1037,7379

1010,6949

53887,5257

Komponen
C2H4O

Total

Neraca energi total sistem:


dQ/dt = Qout - Qin
= 53887,5257 679700,2861
= -625812,7604 kJ/jam
Air pendingin yang diperlukan adalah:
m H + dQ/dt = 0
m

- dQ/dT
H(55 C) - H(30o C)
- (-625812,7604 ) kJ/jam
(200,9 - 117,3) kJ/kg
5988,6389kg/jam
o

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN
C.1

Tangki Penyimpanan Etilen Oksida


Fungsi : Untuk menyimpan larutan Etilen Oksida
Bentuk : Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon steel, SA 240 Grade A
Jumlah : 8 unit
Lama Penyimpanan : 7 hari
Kondisi Operasi

A.

Temperatur (T) = 30 0C

Tekanan ( P)

= 1,01 bar

Volume Tangki
Kebutuhan larutan Etilen Oksida per jam = 7281,714 kg/jam
Total massa bahan dalam tangki

= 7281,714 kg/jam24 jam/hari7 hari


= 1.223.327,9447 kg

Direncanakan 8 buah tangki, sehingga:

1.223.327,9447 kg
8

Total massa bahan dalam tangki

Densitas Bahan dalam tangki

= 0,8711 kg/liter

Total volume bahan dalam tangki

152.915,9931kg

152.915,9931kg
= 175543,5577 liter
0,8711 kg/liter
= 175,5436 m3

Faktor kelonggaran = 20 %

(Perry dan Green, 1999)

Volume tangki, VT = (1 + 0,2) x 175,5436 liter


= 1,2 x 175,5436
= 210652,2692 liter
= 210,6523 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : Dt) = 3 : 2
Volume silinder (Vs)

1
4

Dt2 Hs (Hs : Dt = 3 : 2) Vs =

3
8

Dt3

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 :
1, sehingga :
Tinggi head (Hh) = 1/6 D

(Brownell dan Young, 1959)

Volume tutup (Vh) ellipsoidal = /4

D2Hh

= /4

D2(1/6

= /24

D3

D)

Vt = Vs + Vh
Vt = (3 /8

(Brownell dan Young, 1959)


D3) + ( /24

Vt = 10 /24

D3)

D3

Diameter tangki (D)

24 Vt
10

24 210.652,2692
10

53,5155dm

= 5,3515 m = 210,6523 in
D

= 3 /2

5,3515 m = 8,0273 m

Tinggi tutup ellipsoidal (Hh)

= 1 /6

D = 1 /6

Tinggi silinder (Hs) = 3/2

5,3515 m = 1,3379 m

Tinggi Tangki (HT) = Hs + Hh = 9,3652 m


B.

Tekanan Desain
Tinggi bahan dalam tangki
Volume tangki = 10 /24
= 10 /24

D3
(5,3515 m) 3

= 200,6212 m3
Tinggi tangki

= 9,3652 m

Tinggi bahan dalam tangki

volume bahan dalam tangki tinggi tangki


volume tangki

175,5436 9,3652
200,6212

= 8,1946 m
Tekanan hidrostatis

= Densitas bahan
= 871,1

9,8

tinggi cairan dalam tangki

8,1946

= 70.001,8901 Pa
= 0,6909 atm
Tekanan operasi

= 68 bar = 6800 kpa

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

P total

= 6800 + 70,00189 = 6870,00189 Kpa

Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %


P desain
C.

= 1,2 x 6870,00189 Kpa = 8244,002268 kpa

Tebal dinding tangki (bagian silinder)


- Faktor korosi (C)

: 0,125 in/tahun

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

(Timmerhaus dkk, 2004)


(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (d)


dimana : d

P R
SE 0,6P

(C A )

(Timmerhaus dkk, 2004)

= tebal dinding tangki bagian silinder (in)

P = tekanan desain (psi)


R = jari-jari dalam tangki (in) = D/2
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan
d

29,7622 105,3452
16250 0,80 0,6 29,7622
1,4915 in

0,125 10

Dipilih tebal silinder standar = 1,5 in

D.

Tebal dinding head (tutup tangki)


-Faktor korosi (C)

: 0,125 in/tahun

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

(Timmerhaus dkk, 2004)


(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun


- Tebal head (dh)
dimana : dh
P
Di
S
E

=
=
=
=
=

P Di
2SE 0,2P

(C A)

(Timmerhaus dkk, 2004)

tebal dinding head (tutup tangki) (in)


tekanan desain (psi)
diameter tangki (in)
stress yang diizinkan
efisiensi pengelasan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

29,7622 210,6904
2 16250 0,8 0,2 29,7622
1,4912 in

dh

0,125 10

Dipilih tebal head standar = 1,5 in

C.2

Heater 1 (E-101)
Fungsi : : Menaikkan temperatur etilen oksida sebelum menuju R-101
Jenis

: : 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai : : 1 in OD Tube 18 BWG, panjang = 12 ft, 2 pass


Jumlah : : 1 unit

Fluida panas
Laju alir steam masuk = 675,5822695 kg/jam = 1489,4117 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 260 C = 500F
Temperatur akhir (T2) = 260 C = 500F

Fluida dingin
Laju alir cairan masuk = 7281,71 kg/jam = 16053,5152 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 32C = 86.6F

Temperatur akhir (t 2)

= 100C = 212F

Panas yang diserap (Q) = 1122583,98 kJ/jam = 1064000,1331 btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

Fluida dingin

Selisih

T1 = 500 F

Temperatur yang lebih tinggi

t2 = 212 F

t1 = 288 F

T2 = 500 F

Temperatur yang lebih rendah

t1 = 89,6 F

t2 = 410,4 F

T1 T2 = 0 F

Selisih

t2 t1 = 122,4 F

LMTD

t 2

t 1

t 2
ln
t 1

112,4
410,4
ln
288

t 2 t1 =
122,4 F

345,595 F

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

t1
t1

0
261

122,4
500 212

0,298

Jika, R = 0 maka t = LMTD = 345,595 F

(2)

Tc dan tc

Tc

T1 T2
2
t1

tc

t2
2

500 500
2
212 86,6
2

500 F
150,8 F

Dalam perancangan ini digunakan heater dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Jenis tube = 18 BWG

Pitch (PT) = 1 in triangular pitch

Panjang tube (L) = 12 ft

a. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, heater untuk fluida panas steam dan
fluida dingin medium organics, diperoleh UD = 50-100, dan faktor pengotor
(Rd) = 0,003
Diambil UD = 55 Btu/jam ft2 F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,
Q

U D t

1064000,1331 Btu/jam
Btu
55
345,595o F
2 o
jam ft F

55,9773ft 2

Luas permukaan luar (a ) = 0,2618 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

55,9773ft 2
12 ft 0,2618ft 2 /ft

(Tabel 10, Kern)

17,8181buah

b. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 16 tube dengan
ID shell 8 in.

L Nt

a"

12 ft 16 0,2618ft 2 /ft
50,2656 ft 2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

c. Koreksi UD

UD

Q
A t

1064000,1331 Btu/jam
50,2656 ft 2 x 345,595 F

61,2496

Btu
jam ft 2

Fluida panas : steam, tube


(3)

(4)

(5)

Flow area tube, at = 0,639 in2

at

N t a 't
144 n

at

16 0,639
144 2

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

0,0355ft 2

Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

lb m
1489,4117
41955,2602
0,0355
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 500 F
= 0,0185 cP = 0,0448 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh


ID = 0,902 in = 0,0752 ft

Re t

ID G t

Re t

0,0752 41955,2602
0,0448

(Pers. (7.3), Kern)

70467,0613

(6)

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 180

(9)

Kondensasi steam
hio = 354 btu/hr. ft2.oF

Fluida dingin : shell, bahan


(3 ) Flow area shell
as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

Ds

= Diameter dalam shell = 8 in

= Baffle spacing = 5 in

(Pers. (7.1), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

PT

= Tube pitch = 1,25 in

= Clearance = PT OD
= 1,25 1 = 0,25 in

as

8 0,25 5
144 1,25

0,0556ft 2

(4 ) Kecepatan massa

Gs

w
as

Gs

lbm
16053,5152
288963,2735
0,0556
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

(5 ) Bilangan Reynold
Pada tc = 150,8 F
= 0,715 cP = 1,729 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 1/4 tri. pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =0,72/12 = 0,06 ft

Res

De G s

Re s

0,06 288963,2735
10023,8379
0,0266

(Pers. (7.3), Kern)

(6 ) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 400


(9 ) Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

ho
s

=1

ho = 333,0371 1 = 333,0371

(10) Clean Overall coefficient, UC

h
Uc

io

ho

io

ho

354 333,0371
171,6981Btu/jam ft 2
354 333,0371

F
(Pers. (6.38), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(11) Faktor pengotor, Rd


R

UC

UD

UD

171,6981 61,2496
171,6981 61,2496

0,0105

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi heater dapat diterima.

Pressure drop
Fluida panas : Steam, tube
(1)

Untuk Ret = 70467,0613


f = 0,00088 ft2/in2

(Gbr. 26, Kern)

s = 0,76
t

(2)

(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

(Pers. (7.53), Kern)

2
0,00088 41955,2602 (12) 2
5,22 1010 0,0752 0,76 1
0,00125 psi

(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

Pr

PT

2g'

= 0,0005

4n V 2
.
s 2g'
(4).(2)
.0,0005
0,76
0,00526 psi
=

Pt +

Pr

= 0.00526 psi + 0,00125 psi


= 0.00651 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi

Fluida panas : bahan, shell


(1 )

Untuk Res = 10023,8379

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

f = 0,0015 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,96
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

12
5

(Pers. (7.43), Kern)

28,8

Ds = 12/12 = 1 ft
(3 )

Ps

2
f G s Ds N 1
5,22 1010 D e s s

Ps

2
0,0015 288963,2735 1 28,8
5,22 1010 0,06 0,96 1

(Pers. (7.44), Kern)

0,7998 psi
Ps yang diperbolehkan = 2 psi

C.3

Tangki Penyimpanan Karbon Dioksida


Fungsi : Untuk menyimpan gas Karbon Dioksida
Bentuk : Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon steel, SA 240 Grade A
Jumlah : 5 unit
Lama Penyimpanan : 7 hari
Kondisi Operasi

A.

Temperatur (T) = 30 0C

Tekanan ( P)

= 1,1 bar

Volume Tangki
Kebutuhan larutan Karbon Dioksida per jam = 7756,3561 kg/jam
Total massa bahan dalam tangki

= 7756,3561 kg/jam24 jam/hari7 hari


= 1.303.067,821 kg

Direncanakan 5 buah tangki, sehingga:


Total massa bahan dalam tangki

1.303.067,821 kg
5

260613,5642kg

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Densitas Bahan dalam tangki

= 1,6 kg/liter

Total volume bahan dalam tangki

260613,5642 kg
= 162883,4776 liter
1,6 kg/liter

= 162,8835 m3
Faktor kelonggaran = 20 %

(Perry dan Green, 1999)

Volume tangki, VT = (1 + 0,2) x 162883,4776 liter


= 1,2 x 162883,4776
= 195460,1732liter
= 195,4602 m3

Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : Dt) = 3 : 2


Volume silinder (Vs)

1
4

Dt2 Hs (Hs : Dt = 3 : 2)
Vs

3
8

Dt3

Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 :
1, sehingga :
Tinggi head (Hh) = 1/6 D

(Brownell dan Young, 1959)

Volume tutup (Vh) ellipsoidal = /4

D2Hh

= /4

D2(1/6

= /24

D3

Vt = Vs + Vh
Vt = (3 /8
Vt = 10 /24

D)

(Brownell dan Young, 1959)


D3) + ( /24

D3)

D3

Diameter tangki (D)

24 Vt
10

24 195460,1732
10

52,1967 dm

= 5,2197 m = 205,4986 in
Tinggi silinder (Hs) = 3/2

= 3 /2

5,2197 m = 7,8295 m

Tinggi tutup ellipsoidal (Hh)

= 1 /6

D = 1 /6

5,2197 m = 1,3049 m

Tinggi Tangki (HT) = Hs + Hh = 9,1344 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

B.

Tekanan Desain
Tinggi bahan dalam tangki
Volume tangki = 10 /24
= 10 /24

D3
(5,2197 m) 3

= 186,1525 m3
Tinggi tangki

= 9,1344 m

Tinggi bahan dalam tangki

volume bahan dalam tangki tinggi tangki


volume tangki

162,8835 9,1344
195,4602

= 7,9926 m
Tekanan hidrostatis

= Densitas bahan
= 1600

9,8

tinggi cairan dalam tangki

7,9926

= 125408,1557 Pa = 1,2377 atm

Tekanan operasi

= 68 bar = 6800 atm

Tekanan Total

= 6925,408156 Kpa

Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %


P desain

C.

= 1,2 x 6925,408156 Kpa = 8310,4897 Kpa

Tebal dinding tangki (bagian silinder)


- Faktor korosi (C)

: 0,125 in/tahun

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

( Timmerhaus dkk,2004)
(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (d)


dimana : d

P R
SE 0,6P

(C A )

(Timmerhaus dkk,2004)

= tebal dinding tangki bagian silinder (in)

P = tekanan desain (psi)


R = jari-jari dalam tangki (in) = D/2
S = stress yang diizinkan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

E = efisiensi pengelasan
d

40,9718
16250 0,80
1,5744in

102,7493
0,6 40,9718

0,125 10

Dipilih tebal silinder standar = 1,5 in


D.

Tebal dinding head (tutup tangki)


-Faktor korosi (C)

: 0,125 in/tahun

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

(Timmerhaus dkk,2004)
(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun


- Tebal head (dh)
dimana : dh
P
Di
S
E

dh

=
=
=
=
=

P Di
2SE 0,2P

(C A)

(Timmerhaus dkk,2004)

tebal dinding head (tutup tangki) (in)


tekanan desain (psi)
diameter tangki (in)
stress yang diizinkan
efisiensi pengelasan
40,9718 205,4986
2 16250 0,8 0,2 40,9718
1,5739 in

0,125 10

Dipilih tebal head standar = 1,5 in

C.4 Ekspander 1 (JE-101)


Fungsi

: Menurunkan tekanan gas karbon dioksida sebelum diumpankan ke


reaktor karbonasi (R-101).

Jumlah

: 1 unit

Data:
Laju alir massa
campuran

= 7756,3561 kg/jam = 2,154543 kg/s


= 1600 kg/m3 = 99,8853 lbm/ft3
= 0,012

Laju alir volumetrik (mv) =

(Perry dan Green, 1999)

7756,3561 kg / jam
1600 kg / m 3

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 4,8477 m3/jam = 0,00134658 m3/detik

Tekanan masuk (P1) = 68 bar

= 6890,1 kPa

Tekanan keluar (P2) = 14,5 bar

= 1469,21 kPa

Temperatur masuk

= 100 C = 373,15 K

Rasio spesifik (k)

= 1,3
k 1

Daya (P)

= m.Z .R.T1

k
k 1

P2
P1

(Timmerhaus dkk, 2004)

1,3
1469,21
= 1,885 0,012 8,314 304,15
1,3 1 6890,1

1, 3 1
1, 3

= 55,0959 kW 1,341 hp/kW


= 73,88 hp

Jika efisiensi motor adalah 85 %, maka :


P=

73,88
0,85

86,9176 hp

Maka dipilih ekspander dengan daya 90 hp.

C.5 Heater 2 (E-102)


Fungsi : Menaikkan temperatur karbon dioksida sebelum menuju R-101
Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai : 1 in OD Tube 18 BWG, panjang = 12 ft, 2 pass


Jumlah : 1 unit

Fluida panas
Laju alir steam masuk = 327,99 kg/jam = 723,1084 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 260 C = 500F
Temperatur akhir (T2) = 260 C = 500F

Fluida dingin
Laju alir cairan masuk = 7756,356 kg/jam = 17099,9274 lbm/jam

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Temperatur awal (t 1)

= 20C = 68F

Temperatur akhir (t 2)

= 100C = 212F

Panas yang diserap (Q) = 545013,7707 kJ/jam = 516571,352 Btu/jam

(1)

t = beda suhu sebenarnya

Fluida Panas

Fluida dingin

Selisih

T1 = 500 F

Temperatur yang lebih tinggi

t2 = 212 F

t1 = 288 F

T2 = 500 F

Temperatur yang lebih rendah

t1 = 86,6 F

t2 = 432 F

T1 T2 = 0 F

Selisih

t2 t1 = 144 F

t 2

LMTD

t 1

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

t1
t1

0
261

144
432
ln
288

t 2 t1 =
144 F

355,148 F

144
500 (86,6)

0,3333

Jika, R = 0 maka t = LMTD = 355,148 F

(2)

Tc dan tc

Tc
tc

T1 T2
2
t1

t2
2

500 500
2

500 F

212 68
140 F
2

Dalam perancangan ini digunakan heater dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Jenis tube = 18 BWG

Pitch (PT) = 1 in triangular pitch

Panjang tube (L) = 12 ft

d. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, heater untuk fluida panas steam dan
fluida dingin gas , diperoleh UD =5-50, dan faktor pengotor (Rd) = 0,003

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Diambil UD = 10 Btu/jam ft2 F


Luas permukaan untuk perpindahan panas,
A

516571,352Btu/jam
Btu
10
355,148o F
jam ft 2 o F

U D t

145,4525 ft 2

Luas permukaan luar (a ) = 0,2618 ft2/ft

A
L a"

Jumlah tube, N t

145,4525 ft 2
12 ft 0,2618ft 2 /ft

(Tabel 10, Kern)

46,2989 buah

e. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 52 tube dengan
ID shell 12 in.

L Nt

"

12 ft 52 0,2618ft 2 /ft
163,3632 ft 2
f. Koreksi UD

UD

Q
A t

516571,352Btu/jam
163,3632ft 2 x 355,148 F

8,9036

Btu
jam ft 2

Fluida panas : steam, tube


(3)

(4)

(5)

Flow area tube, at = 0,639 in2

at

N t a 't
144 n

at

52 0,639
144 2

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

0,1154 ft 2

Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

lbm
723,1084
6267,4618
0,1154
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 482 F
= 0,0185 cP = 0,0448 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

ID = 0,902 in = 0,0752 ft

Re t

ID G t

Re t

0,902 6267,4618
10526,6803
0,0431

(Pers. (7.3), Kern)

(6)

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 30

(9)

Kondensasi steam
hio = 56 btu/hr. ft2.oF

Fluida dingin : shell, bahan


(3 ) Flow area shell
as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 12 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1,25 in

= Clearance = PT OD
= 1,25 1 = 0,25 in

as

12 0,25 5
144 1,25

0,0833ft 2

(4 ) Kecepatan massa

Gs

w
as

Gs

lb m
17099,9274
205199,129
0,0833
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

(5 ) Bilangan Reynold
Pada tc = 140 F
= 0,245 cP = 0.5927 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 1/4 tri. pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =0,72/12 = 0,06 ft

Res

De G s

(Pers. (7.3), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

0,06 205199,129
20773,3653
0,245

Re s

(6 ) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 85


(9 ) Karena viskositas rendah, maka diambil

=1

ho
s
s

ho

ho = 36,5999

1 = 36,5999

(10) Clean Overall coefficient, UC

h
Uc

io

ho

io

ho

67 36,5999
67 36,5999

22,0829Btu/jam ft 2

F
(Pers. (6.38), Kern)

(6) Faktor pengotor, Rd


R

UC

UD

UD

22,0829 8,9036
22,0829 8,9036

0,067

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi heater dapat diterima.

Pressure drop
Fluida panas : Steam, tube
(1)

Untuk Ret = 10526.6803


f = 0,000088 ft2/in2
s = 0,76
t

(2)

(Gbr. 26, Kern)


(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

(Pers. (7.53), Kern)

2
0,000088 6267,4618 (12) 2
5,22 1010 0,0752 0,76 1
0,00003psi

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(3) Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

= 0,0005

2g'

Pr

PT

4n V 2
.
s 2g'
(4).(2)
.0,0005
0,79
0,00526 psi
=

Pt +

Pr

= 0.00003 psi + 0,00526 psi


= 0.00529 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi

Fluida panas : bahan, shell


(1 )

Untuk Res = 20773,3653


f = 0,001 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,95
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

12
5

(Pers. (7.43), Kern)

28,8

Ds = 12/12 = 1 ft
(3 )

Ps

2
f G s Ds N 1
5,22 1010 D e s s

Ps

2
0,001 205199,129 1 28,8
5,22 1010 0,06 0,95 1

(Pers. (7.44), Kern)

0,4076psi
Ps yang diperbolehkan = 2 psi

C.6 Tangki Penyimpanan Air Proses


Fungsi : Untuk menyimpan air
Bentuk : Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Bahan : Carbon steel, SA 240 Grade A


Jumlah : 7 unit
Lama Penyimpanan : 7 hari
Kondisi Operasi

A.

Temperatur (T) = 30 0C

Tekanan ( P)

= 1,1 bar

Volume Tangki
Kebutuhan air per jam = 3987,8005 kg/jam
Total massa bahan dalam tangki

= 3987,8005 kg/jam24 jam/hari7 hari


= 667750,484 kg

Direncanakan 7 buah tangki, sehingga:


Total massa bahan dalam tangki

= 95707,212 kg

Densitas Bahan dalam tangki

= 1 kg/liter

Total volume bahan dalam tangki

95707,212 kg
= 95707,212 liter
1 kg/liter
= 95,707212 m3

Faktor kelonggaran = 20 %

(Perry dan Green, 1999)

Volume tangki, VT = (1 + 0,2) x 95707,212 liter


= 1,2 x 95707,212
= 114848,6544 liter
= 114,849 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (H s : Dt) = 3 : 2
Volume silinder (Vs)

1
4

Dt2 Hs (Hs : Dt = 3 : 2)
Vs

3
8

Dt3

Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 :
1, sehingga :
Tinggi head (Hh) = 1/6 D

Volume tutup (Vh) ellipsoidal

(Brownell dan Young, 1959)

= /4

D2Hh

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= /4

D2(1/6

= /24

D3

D)

Vt = Vs + Vh
Vt = (3 /8

(Brownell dan Young, 1959)


D3) + ( /24

Vt = 10 /24

D3)

D3

Diameter tangki (D)

24 Vt
10

24 114848,6544
10

44,435 dm

= 4,4435 m = 174,94094 in
D

= 3 /2

4,4435 m = 6,6653 m

Tinggi tutup ellipsoidal (Hh)

= 1 /6

D = 1 /6

Tinggi silinder (Hs) = 3/2

4,4435 m = 0,7405 m

Tinggi Tangki (HT) = Hs + Hh = 7,4058 m


B.

Tekanan Desain
Tinggi bahan dalam tangki
Volume tangki = 10 /24
= 10 /24
Tinggi tangki

D3
(4,4435 m) 3 = 114,8455 m3

= 7,4058 m

Tinggi bahan dalam tangki

Tekanan hidrostatis

volume bahan dalam tangki tinggi tangki


volume tangki
114,849 7,4085
=
114,8455
= 7,4087 m
=

= Densitas bahan
= 1000

9,8

tinggi cairan dalam tangki

7,4087

= 72605,26 Pa = 0,71655 atm


Tekanan operasi

= 1,01 bar = 1 atm

Tekanan total

Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %


P desain

= 1,2 x 1,71655
= 2,05986 atm
= 29,2143 psia

C.

Tebal dinding tangki (bagian silinder)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

- Faktor korosi (C)

: 0,125 in/tahun

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

(Timmerhaus dkk,2004)
(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (d)


dimana : d

P R
SE 0,6P

(C A )

(Timmerhausdkk, 2004)

= tebal dinding tangki bagian silinder (in)

P = tekanan desain (psi)


R = jari-jari dalam tangki (in) = D/2
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan
d

29,2143
16250 0,80
1,64 in

174,94094
0,6 29,2143

0,125 10

Dipilih tebal silinder standar = 2 in

D.

Tebal dinding head (tutup tangki)


-Faktor korosi (C)

: 0,125 in/tahun (Peters dan Timmerhaus,2004)

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun


- Tebal head (dh)
dimana : dh
P
Di
S
E

P Di
2SE 0,2P

(C A)

(Peters dan Timmerhaus, 2004)

=
=
=
=
=

tebal dinding head (tutup tangki) (in)


tekanan desain (psi)
diameter tangki (in)
stress yang diizinkan
efisiensi pengelasan
29,2143 174,94094
d
0,125 10
16250 0,80
0,6 29,2143
1,64 in

Dipilih tebal silinder standar = 2 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

C.7

Pompa Air (P-101)


Fungsi

: Memompa Air dari Heater 3 (E-103) menuju Reaktor Hidrolisis


(R-102)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
P = 14,5 bar
T = 150 0C
Laju alir massa (F)

= 3987,8005 kg/jam = 2,4421 lbm/s

Densitas ( )

= 677,5390 kg/m3

= 42,2973 lbm/ft3

Viskositas ( )

= 0,1300 cP

= 8,7360.10-4 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik (Q) =

2,4421 lbm/s
42,2973lbm/ft 3

= 0,0577 ft3/s
= 25,9141 gal/mnt

Perencanaan Diameter Pipa pompa :


Untuk aliran turbulen (Nre >2100),
De = 3,9

Q0,45

0,13

(Walas, 1988)

Untuk aliran laminar ,


De = 3,0

Q0,36

0,18

dengan : D = diameter optimum (in)


Q = laju volumetrik (ft 3/s)

(Walas, 1988)
= densitas (lbm/ft 3)
= viskositas (cP)

Asumsi aliran turbulen, maka diameter pipa pompa :


Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)0,45 ( )0,13
= 3,9 (0,0577 ft3/s )0,45 (42,2973 lbm/ft3)0,13
= 1,7585 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :


Ukuran nominal

: 3 in

Schedule number

: 40

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Diameter Dalam (ID)

: 3,06 in = 0,2550 ft = 0,0777 m

Diameter Luar (OD)

: 3,5 in = 0,2917 ft

Inside sectional area

: 0,0513 ft2

0,0577 ft 3 /s
Kecepatan linear, v = Q/A =
= 1,1255 ft/s
0,0513 ft 2

Bilangan Reynold : NRe

v D

(42,2973 lbm/ft 3 )(1,1255 ft/s)(0,2550 ft)


8,736.10-5 lbm/ft.s

=1,3896.105 (Turbulen)
Untuk pipa commercial steel diperoleh harga = 4,6.10-5
Pada NRe = 1,3896.105 dan /D =

(Geankoplis,1997)

4,6.10 5 m
= 0,0006
0,0777 m

maka harga f = 0,008

(Geankoplis,1997)

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= hc = 0,5 1

= 0,5 1 0

Pipa lurus 25 ft = Ff = 4f

1,1255 2
2 1 32,174

= 0,0098 ft.lbf/lbm

1,1255 2
= 2(0,75)
2(32,174)

= 0,0295 ft.lbf/lbm

1,1255 2
v2
= 1(2,0)
2(32,174)
2.g c

= 0,0394 ft.lbf/lbm

v2
2 elbow 90 = hf = n.Kf.
2.g c
1 check valve = hf = n.Kf.

A2
v2
A1 2 .g c

L.v 2
D.2.g c
2

70 . 1,1255
= 4(0,008)
0,255 .2. 32,174

= 0,1729 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1 Sharp edge exit = hex

Total friction loss :

= 1

A1
A2

v2
2. .g c

1,1255 2
= 1 0
2 1 32,174

= 0,0197 ft.lbf/lbm

= 0,2713 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


2
1
v2
2

v1

g z2

P2

z1

P1

F Ws

dimana :

(Geankoplis,1997)

v1 = v2

P1 = 101,32 kpa = 2116,1236 lbf/ft

P2 = 1450 kPa = 30.284,0434 lbf/ft

= 28167,9198 ft.lbf/lbm

Z = 25 ft
Maka :

28167,9198

32,174 ft/s 2
25 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 0,2713 ft.lbf/lbm Ws 0

Ws = -691,2224 ft.lbf/lbm

Effisiensi pompa , = 75 %
Ws

=-

-691,2224

= -0,75 x Wp

Wp

= 921,6299 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P

= m x Wp
=

1 hp
3987,8005
lbm/s 921,6299 ft.lbf/lbm x
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 4,092 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 4,1 hp

C.8 Heater 3 (E-103)


Fungsi : Menaikkan temperatur air sebelum menuju R-102

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

x Wp

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Dipakai : 1 1/4 in OD Tube 8 BWG, panjang = 8 ft, 4 pass


Jumlah : 1 unit

Fluida panas
Laju alir steam masuk =

1219,836769 kg/jam = 2689,2938 lbm/jam

Temperatur awal (T1) = 260 C = 500F


Temperatur akhir (T2) = 260 C = 500F

Fluida dingin
Laju alir cairan masuk = 3987,80 kg/jam = 8791,6411 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 30C = 86 F

Temperatur akhir (t 2)

= 150C = 302F

Panas yang diserap (Q) = 2026946,647 kJ/jam = 1921167,1816 Btu/jam

(4) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

Fluida dingin

Selisih

T1 = 500 F

Temperatur yang lebih tinggi

t2 = 302 F

t1 = 198 F

T2 = 500 F

Temperatur yang lebih rendah

t1 = 86 F

t2 = 414 F

T1 T2 = 0 F

Selisih

t2 t1 = 216 F

LMTD

t 2

t 1

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

t1
t1

0
216

216
414
ln
198

t 2 t1 =
216 F

292,842 F

216
500 212

0,522

Jika, R = 0 maka t = LMTD = 292,842 F

(5)

Tc dan tc

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tc
tc

T1 T2
2
t1

t2

500 500
2
212 86,6
2

500 F
194 F

Dalam perancangan ini digunakan heater dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 11/4 in

Jenis tube = 8 BWG

Pitch (PT) = 1 9/16 in Square pitch

Panjang tube (L) = 8 ft

g. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, heater untuk fluida panas steam dan
fluida dingin heavy organics, diperoleh UD =200-700, dan faktor pengotor
(Rd) = 0,003
Diambil UD = 220 Btu/jam ft2 F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,
A

1921167,1816 Btu/jam
Btu
220
292,842o F
jam ft 2 o F

U D t

29,8201 ft 2

Luas permukaan luar (a ) = 0,3271 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

29,8201ft 2
8 ft 0,3271ft 2 /ft

(Tabel 10, Kern)

11,3956 buah

h. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 10 tube dengan
ID shell 10 in.

L Nt

a"

8 ft 10 0,3271ft 2 /ft

i.

Koreksi UD

26,1680 ft 2

UD

Q
A t

1921167,1816 Btu/jam
29,8201ft 2 x 292,842 F

250,7039

Btu
jam ft 2

Fluida panas : steam, tube

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(6)

(7)

(8)

Flow area tube, at = 0,665 in2

at

N t a 't
144 n

at

10 0,665
144 2

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

0,0115ft 2

Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

lb m
2689,2938
232937,3266
0,0115
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 500 F
= 0,019 cP = 0,0460 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 1/4 in OD, 8 BWG, diperoleh


ID = 0,92 in = 0,0767 ft

(9)

Re t

ID G t

Re t

0,0767 232937,3266
388542,2454
0,0460

(Pers. (7.3), Kern)

Kondensasi steam
hio = 944 btu/hr. ft2.oF

Fluida dingin : shell, bahan


(3 ) Flow area shell
as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

Ds

= Diameter dalam shell = 10 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1,31 in

= Clearance = PT OD

(Pers. (7.1), Kern)

= 1,31 1 = 0,31 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

as

8 0,31 5
144 1,31

0,0694 ft 2

(4 ) Kecepatan massa

Gs

w
as

Gs

lb m
3987,8
126599,6314
0,0694
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

(5 ) Bilangan Reynold
Pada tc = 194 F
= 0,3 cP = 0,7257 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 1/4 tri. pitch, diperoleh de = 1,23 in.
De =1,23/12 = 0,1025 ft

Res

De G s

Re s

0,1025 126599,6314
0,7257

(Pers. (7.3), Kern)

17880,5647

(6 ) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 80


(9 ) Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

=1

ho
s
s

ho = 21,9202 1 = 21,9202

(10) Clean Overall coefficient, UC

h
Uc

io

ho

io

ho

944 21,9202
21,4228Btu/jam ft 2
944 21,9202

F
(Pers. (6.38), Kern)

(12) Faktor pengotor, Rd


R

UC

UD

UD

21,4228 250,7039
0,0427
21,4228 250,7039

(Pers. (6.13), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi heater dapat diterima.

Pressure drop
Fluida panas : Steam, tube
(1)

Untuk Ret = 388542.2454


f = 0,000088 ft2/in2

(Gbr. 26, Kern)

s = 0,76
t

(2)

(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

(Pers. (7.53), Kern)

2
0,000088 232937,3266 (8) 2
5,22 1010 0,0767 0,76 1
0,05024 psi

(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

2g'

= 0,0005

PT

= Pt + Pr
= 0,05024 psi + 0,01053psi
= 0,06076 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi

Fluida panas : bahan, shell


(1 )

Untuk Res = 17880,5647


f = 0,0015 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,96
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

8
5

(Pers. (7.43), Kern)

19,2

Ds = 10/12 = 0,8333 ft

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

2
f G s Ds N 1
5,22 1010 D e s s

Ps

(3 )

(Pers. (7.44), Kern)

2
0,0015 126599,6314 0,8333 19,2
5,22 1010 0,1025 0,96 1
0,0749psi

Ps

Ps yang diperbolehkan = 2 psi

C.9

Reaktor Karbonasi (R-101)


Fungsi

: Tempat berlangsungnya reaksi Etilen Karbonat

Type reaktor

: Fixed Bed Reactor

Bentuk

: silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : carbon steel SA-240 Grade C


Jumlah

: 1 unit

Reaksi yang terjadi:


Reaksi I: C2H4O + CO2 C3H4O3
Temperatur masuk

= 100 oC = 373,15 K

Temperatur keluar

= 100 oC = 373,15 K

Tekanan operasi

= 1450 kPa

Laju alir massa

= 15039,2211 kg/jam

Laju alir molar

= 177,174 kmol/jam

Waktu tinggal reaktor

= 400 detik = 0,111 jam

(Kawabe dkk,1998)

Perhitungan
Desain Tangki
CAO =

P
RT

1450kPa
= 467,385 M
(8,314Pa. m 3 / molK )(373,15 K )

a. Volume reaktor
V=

FAO
C AO

0,111 jam 1 .(177,174 kmol / jam)


467,385mol / m 3

42,0773 m 3

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Dari data Kawabe,dkk (1998) katalis yang digunakan adalah molybdenum


dengan spesifikasi:
Bentuk

: spherical

Diameter : 0,0075 m

Vr

: 0,4

42,0773
= 105,193 m3
0,4

b. Jumlah tube
Direncanakan:
Diameter tube (OD)

= 15 cm

Panjang tube

= 12 m

Pitch (PT)

= 15 square pitch

Jumlah tube

105,193
= 19,92 = 20
2
1
.(0,15)
.15
4

c. Tebal tube
Tekanan operasi

= 1450 kPa

Faktor kelonggaran

=5%

Maka, Pdesain

= (1,05) (1450kPa) = 1523 kPa

Joint efficiency

= 0,8

Allowable stress

= 18.750 psia =129.276,75kPa

(Brownell dan Young,1959)

PD
2SE 1,2P
(1450 kPa) (0,15m)
2(129.276,75 kPa)(0,8) 1,2(1450kPa)
0,0011m 0,0439 in

Faktor korosi

= 0,125 in

Maka tebal tube yang dibutuhkan

= 0,0439 in + 0,125 in = 0,1689 in

Tebal tube standar yang digunakan

= in

(Brownell dan Young,1959)

d. Diameter dan tinggi shell

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

20 tube

19

20 tube

PT + OD

Diameter shell (D) =

(19x15)

(19x15) / 100 + 2(15 15)/100

= 4,03 m
Tinggi shell (H) = panjang tube = 12 m

e. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 4,03 m
Rasio axis = 2 : 1
Tinggi tutup

f.

(Brownell dan Young,1959)


=

1 4,03
2 2

1,0075 m

Tebal shell dan tebal tutup

Tekanan operasi

= 1450 kPa

Faktor kelonggaran

=5%

Maka, Pdesain

= (1,05) (1450kPa) = 1523 kPa

Joint efficiency

= 0,8

Allowable stress

= 18.750 psia =129.276,75kPa

(Brownell dan Young,1959)

PD
2SE 1,2P
(1450 kPa) (4,03 m)
2(129.276,75 kPa)(0,8) 1,2(1450kPa)
0,02849 m 1,12 in

Faktor korosi

= 0,125 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 1,12 in + 0,125 in = 1,245 in

Tebal shell standar yang digunakan

= 2 in

(Brownell dan Young,1959)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tutup shell dan tutup tangki

= 2 in

Perancangan pipa pendingin


Fluida panas

= Umpan masuk

Laju alir massa

= 15039,22111 kg/jam = 33155,9803 lbm/jam

Temperatur masuk

= 100 oC = 212F

Temperatur keluar

= 105 oC = 221F

Fluida dingin

= Air pendingin

Laju air

= 8716,679974 kg/jam = 19217,0903 lbm/jam

Temperatur awal

= 30 C = 86 F

Temperatur akhir

= 55 C = 131 F

Panas yang diserap (Q) = 910893,057 kJ/jam = 863356,6407 Btu/jam

Fluida Panas

Fluida dingin

Selisih

T1 = 212 F

Temperatur yang lebih tinggi

t2 = 131 F

t1 = 81 F

T2 = 221 F

Temperatur yang lebih rendah

t1 = 86 F

t2 = 135 F

Selisih

t2 t1 = 45 F

t2 t1 = 54 F

T2 T1= 9 F

t 2

LMTD

T2
t2

t2
T1

FT = 0,

t 1

54
126
ln
81

t 2
ln
t 1
T1
t1
t1
t1

9
45

105,7 F

0,2

45
212 86

0,357

Maka t = 0,98 x 105,7 = 105,7 F

Pipa yang dipilih


Ukuran nominal

= 24 in

(Brownell dan Young, 1959)

Schedule

= 20

ID

= 23,25 in = 1,9375ft

OD

= 24 in = 2 ft

Surface perlin ft

= 6,283 ft2/ft

Flow area per pipe

= 425 in2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Panjang

= 10 m = 32,8084 ft

Fluida panas: sisi pipe, umpan


(1) at = 425 in2

Gt

W
at

Gt

15039,22111
11234,0263 lbm/jam.ft 2
425

(2) Pada Tc = 216,5 F


= 1,00425 cP = 2,42 lbm/ft2 jam

D Gt

Re t

1,9375 11234,0263
8959,4105
2,4294

Re t

Dari Gbr. 24, Kern, diperoleh jH = 35


c = 0,2675 Btu/lbm. F
k = 0,09 Btu/jam lbm ft. F
k
D

c.
k

hi

jH

hi

0,09
35
1,9375

0,2675 2,4294
0,09

1/ 3

3,1805

ID
OD

hio

hi

hio

3,1805

23,25
24

2,9848

Fluida dingin: sisi shell, air pendingin


(1) G =

w
2L

19217,0903
2 32,8084

= 292,8685 lbm/jam.ft
(2) Pada tc = 108,5 F
= 0,7 cp = 1,6934 lbm/jam.ft
Re = 4G/

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 4 x 292,8685 /0,7
= 691,8003
Dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 13
1/ 3

G'

(3) ho = jH

OD

292,8685
= 13
2

=68,5211 U C
Rd = 0,003, hd =
Uc
Uc

UD =
A=

hd
hd

1/ 3

h io h o
h io h o

68,5211 2,9848
68,5211 2,9848

2,8602Btu/jam ft 2

1
= 333,3333
0,003
2,8602 333,3333
= 2,8359
2,8602 333,3333

863356,6407
= 2879,9313 ft2
2,8359 105,711

U D t

C.10 Separator Tekanan Rendah I (FG-101)


Fungsi

: Memisahkan uap dan cairan dari reaktor I (R-101)

Bentuk

: Silinder vertikal denganalas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-240 grade A


Jenis sambungan : Double welded butt joints
Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
Temperatur

= 100C

Tekanan

= 2,5 bar

Tabel LC.6 Komposisi Umpan Masuk pada Separator Tekanan Rendah (V-103)
Komponen

Laju alir
(kg/jam)

% mol

% berat

Densitas
3

(kg/m )

Densitas
cairan
(kg/m3)

EC

164.4392 0,9283

0,9628

139,2000 129,2223

CO2

11.8416 0,0669

0,0346

49,2830

BM
average

81,7480
2,9414

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

0.8552 0,0048

EO

0,0025

118,2600

0,5710

0,2127
84,9021

Total

Laju alir udara, Fgas

= 521,0325 kg/jam

= 1148,6859 lbm/jam

Laju alir cairan, Fcairan = 14518,1887 kg/jam = 32007,2944 lbm/jam


Laju alir udara, Ngas

= 11,8416 kmol/jam

Laju alir cairan, Ncairan = 165,2944 kmol/jam


gas =

P BM av
RT

cairan

(2,4673atm) (84,9021kg/kmol)
(0,082 m 3 atm/kmol K)(373,15K)

= 6,8464 kg/m3

= 0,4273 lbm/m3

= 129,7933 kg /m3

= 8,1028 lbm/ft3

Volume udara, Vgas

BM av N

(84,9021kg/kmol)(11,8416 kmol/jam)
6,8464 kg/m 3

= 146,8541 m3/jam = 1,4406 ft3/detik


Volume cairan, Vcairan =

14518,1887 kg/jam
129,7933kg/m 3

= 111,8562 m3/jam = 1,0973 ft3/detik

Kecepatan linear yang diinjinkan :

0,14

= 0,14

udara
129,7933
6,8461

(Walas,1988)

0,5934 ft/detik

Diameter tangki :
D=

V gas
( / 4)u

1,4406
( / 4)(0,5934)

1,7586 ft = 0,536 m

Tinggi kolom uap minimum = 5 ft


Waktu tinggal = 10 menit

(Walas,1988)
(Walas,1988)

= 600 s

V
Tinggi cairan, Lcairan =
( / 4) D 2

1,0973 ft 3 / s 600 s
= 271,1727 ft
( / 4)(1,7586 ft ) 2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Panjang kolom ; L = Lcairan

+ Luap

= 271,1727 + 5
= 276,1727 ft

L
D

271.1727
1,7586

154,1955

Karena L/D >3 maka spesifikasi tangki horizontal tidak dapat diterima
sehingga dilakukan trial terhadap diameter

(Walas, 1988)

Trial D = 9 ft = 2,7432 m
Tinggi cairan, Lcairan =

V
( / 4) D 2

1,0973 ft 3 / s 600 s
= 10,354 ft = 3,1559 m
( / 4)(9 ft ) 2

Panjang kolom ; L = Lcairan + Luap


= 10,354 + 5 = 15,354 ft = 4,6799 m

L
D

15,354
9

1,706

Karena L/D <3 maka tangki horizontal dengan L = 15,354 ft dan D = 9 ft dapat
diterima (Walas, 1988).
Perhitungan tebal shell tangki :
PHidrostatik =

xgxl

= 129,7933 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 3,1559 m = 4,0142 kPa


P0

= Tekanan operasi

= 250 kPa

= 250 kPa + 4,0142 kPa

= 254,0142 kPa

Faktor kelonggaran

= 20%

Pdesign = (1,2) (254,0142) = 304,8171 kPa


Joint efficiency (E)

= 0,8

(Brownell dan Young,1959)

Allowable stress (S)

= 107546.4 KPa

(Brownell dan Young,1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(304,8171kPa) (2,7432 m)
2(107546,4kPa)(0,8) 1,2(304,8171 kPa)
0,1917 in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,1917 in + 1/8 in =0,3167 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tebal shell standar yang digunakan

= 1,25 in

(Brownell dan Young,1959)

Tutup tangki
Diameter tutup

= diameter tangki

= 0,536 m

Ratio axis

= Lh : D

= 1: 4

Lh

L (panjang tangki)

= Ls + Lh

Ls (panjang shell)

= 15,354 m 2(0,6858 m) = 13,9824 m

Lh
D

1
4

2,7432 = 0,6858 m

Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell sehingga tebal
tutup 1,25 in.

C.11 Blower 1 (JB-101)


Fungsi

: memompa

campuran dari

Separator I (FG-101) menuju

alur gas buang


Jenis

: blower sentrifugal

Bahan konstruksi : carbon steel


Kondisi operasi

: 100 C dan 250 kPa

Laju alir (N3)

= 5,66362 kmol/jam

Laju alir volum gas Q =

5,66362 kmol/jam x 8,314 m 3 Pa/mol.K x 373,15 K


253,3125kPa

= 69,3636 m3 /jam

Daya blower dapat dihitung dengan persamaan,

144 efisiensi Q
33000

Efisiensi blower,

(Perry dan Green, 1997)

= 80

Sehingga,

144 0,8 69,3636


= 0,2421 hp
33000

Maka dipilih blower dengan tenaga 1 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

C.12 Pompa 2 (P-102)


Fungsi

: Memompa

campuran dari Separator I (R-101) menuju Reaktor

Hidrolisis (R-102).
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
P = 2,5 bar
T = 100 0C
Laju alir massa (F)

= 14788,909 kg/jam = 9,0567 lbm/s

Densitas ( )

= 444,2153 kg/m3

= 27,7314 lbm/ft3

Viskositas ( )

= 2,2349 cP

= 0,0015 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik (Q) =

9,0567 lbm/s
27,7314 lbm/ft 3

= 0,3266 ft3/s
= 146,5817 gal/mnt

Perencanaan Diameter Pipa pompa :


Untuk aliran turbulen (Nre >2100),
De = 3,9

Q0,45

0,13

(Walas, 1988)

Untuk aliran laminar ,


De = 3,0

Q0,36

0,18

dengan : D = diameter optimum (in)


Q = laju volumetrik (ft 3/s)

(Walas, 1988)
= densitas (lbm/ft 3)
= viskositas (cP)

Asumsi aliran turbulen, maka diameter pipa pompa :


Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)0,45 ( )0,13
= 3,9 (0,3266 ft3/s )0,45 (27,7314 lbm/ft3)0,13
= 3,6304 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal

: 3,5 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 3,5480 in = 0,2957 ft = 0,0901 m

Diameter Luar (OD)

: 4 in = 0,3333 ft

Inside sectional area

: 0,0687 ft2

Kecepatan linear, v = Q/A =


Bilangan Reynold : NRe

0,3266 ft 3 /s
= 4,7538 ft/s
0,0687 ft 2

v D

(27,7314 lbm/ft 3 )(4,7538 ft/s)(0,2957 ft)


0,0015 lbm/ft.s

= 2,5953.104 (Turbulen)
Untuk pipa commercial steel diperoleh harga = 4,6.10-5

(Geankoplis,1997)

4,6.10 5 m
= 0,0005
Pada NRe = 2,5953.10 dan /D =
0,0901m
4

maka harga f = 0,004

(Geankoplis,1997)

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= hc = 0,5 1

A2
v2
A1 2 .g c
4,75382
2 1 32,174

= 0,1756 ft.lbf/lbm

4,75382
v2
2 elbow 90 = hf = n.Kf.
= 2(0,75)
2(32,174)
2.g c

= 0,5268 ft.lbf/lbm

= 0,5 1 0

1 check valve = hf = n.Kf.

Pipa lurus 25 ft = Ff = 4f

4,75382
v2
= 1(2,0)
2(32,174)
2.g c

= 0,7024 ft.lbf/lbm

L.v 2
D.2.g c
2

= 4(0,004)

40 . 4,7538
0,2957 .2. 32,174

= 0,7602 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1 Sharp edge exit = hex

= 1

A1
A2

v2
2. .g c

4,75382
= 1 0
2 1 32,174

Total friction loss :

= 0,3512 ft.lbf/lbm

= 2,8674 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


2
1
v2
2

v1

g z2

P2

z1

P1

F Ws

dimana :

(Geankoplis,1997)

v1 = v2

P1 = 250 Kpa = 5221,3868 lbf/ft


P2 = 1450 kPa = 30.284,0434 lbf/ft

= 903,7649 ft.lbf/lbm

Z = 25 ft
Maka :

32,174 ft/s 2
903,7649
25 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 2,8674 ft.lbf/lbm Ws 0

Ws = -931,6323 ft.lbf/lbm

Effisiensi pompa , = 75 %
Ws

=-

-931,6323

= -0,75 x Wp

Wp

= 1242,1763 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P

= m x Wp
=

1 hp
14788,909
lbm/s 1242,1763 ft.lbf/lbm x
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 20,4546 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

x Wp

Maka dipilih pompa dengan daya motor = 21 hp

C.13 Heater 4 (E-104)


Fungsi : Menaikkan temperatur campuran dari separator I (FG-101)
sebelum menuju R-102
Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai : 1 in OD Tube 18 BWG, panjang = 12 ft, 2 pass


Jumlah : 1 unit

Fluida panas
Laju alir steam masuk = 1156,075482 kg/jam = 2548,7235 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 260 C = 500F
Temperatur akhir (T2) = 260 C = 500F

Fluida dingin
Laju alir cairan masuk = 14788,909 kg/jam = 32604,1337 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 100C = 212F

Temperatur akhir (t 2)

= 150C = 302F

Panas yang diserap (Q) = 1920997,448 kJ/jam = 1820747,1125 Btu/jam

(1)

t = beda suhu sebenarnya

Fluida Panas

Fluida dingin

Selisih

T1 = 500 F

Temperatur yang lebih tinggi

t2 = 302 F

t1 = 198 F

T2 = 500 F

Temperatur yang lebih rendah

t1 = 212 F

t2 = 288 F

T1 T2 = 0 F

Selisih

t2 t1 = 90 F

LMTD

t 2

t 1

90
198
ln
288

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

0
90

t 2 t1 =
90 F

240,196 F

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

t2
T1

t1
t1

90
500 302

0,313

Jika, R = 0 maka t = LMTD = 240,196 F


(2)

Tc dan tc

T1 T2
2

Tc
tc

t1

t2

500 500
2
212 302
2

500 F
257 F

Dalam perancangan ini digunakan heater dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Jenis tube = 18 BWG

Pitch (PT) = 1 1/4 in triangular pitch

Panjang tube (L) = 12 ft

j.

Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, heater untuk fluida panas steam dan
fluida dingin heavy organics, diperoleh UD = 6-60, dan faktor pengotor (Rd) =
0,003
Diambil UD = 50 Btu/jam ft2 F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,
A

Q
U D t

1820747,1125 Btu/jam
Btu
50
240.196o F
2 o
jam ft F

151,6049 ft 2

Luas permukaan luar (a ) = 0,2618 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

151,6049 ft 2
12 ft 0,2618ft 2 /ft

(Tabel 10, Kern)

48,2572 buah

k. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 52 tube dengan
ID shell 12 in.

L Nt

a"

12 ft 41,8309 0,2618ft 2 /ft


163,3632 ft 2
l.

Koreksi UD

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

UD

Q
A t

1820747,1125 Btu/jam
163,3632ft 2 x 240,196 F

46,4012

Btu
jam ft 2

Fluida panas : steam, tube


(3)

(4)

(5)

Flow area tube, at = 0,639 in2

at

N t a 't
144 n

at

52 0,639
144 2

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

0,1154 ft 2

Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

lb m
2548,7235
22090,7777
0,1154
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 500 F
= 1,043 cP = 2,5232 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh


ID = 0,902 in = 0,0752 ft

Re t

ID G t

Re t

0,0752 22090,7777
658,0875
1,043034887

(6)

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 8

(9)

Kondensasi steam

(Pers. (7.3), Kern)

hio = 60 btu/hr. ft2.oF

Fluida dingin : shell, (bahan berupa Etilen karbonat,etilen oksida dan CO2)
(3 ) Flow area shell
as

Ds

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

= Diameter dalam shell = 12 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1,25 in

= Clearance = PT OD
= 1,25 1 = 0,25 in

as

12 0,25 5
144 1,25

0,0833ft 2

(4 ) Kecepatan massa

Gs

w
as

Gs

lb m
32604,1337
391249,604
0,0833
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

(5 ) Bilangan Reynold
Pada tc = 257 F
=1,043 cP = 2,5232 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 tri. pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =0,72/12 = 0,06 ft

Res

De G s

Re s

0,06 391249,604
9303,6316
1,043

(Pers. (7.3), Kern)

(6 ) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 17


(9 ) Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

=1

ho
s
s

ho = 50,5198

1 = 50,5198

(10) Clean Overall coefficient, UC

h
Uc

io

ho

io

ho

60 50,5198
27,5102Btu/jam ft 2
60 50,5198

F
(Pers. (6.38), Kern)

(13) Faktor pengotor, Rd

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

UC

UD

UD

27,5102 46,4012
0,1852
27,5102 46,4012

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi heater dapat diterima.

Pressure drop
Fluida panas : Steam, tube
(1)

Untuk Ret = 658,0875


f = 0,000088 ft2/in2

(Gbr. 26, Kern)

s = 0,76
t

(2)

(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,000088 22090,7777 (12) 2
5,22 1010 0,0752 0,76 1

(Pers. (7.53), Kern)

0,00035 psi
(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

Pr

PT

2g'

= 0,0005

4n V 2
.
s 2g'
(4).(2)
.0,0005
0,76
0,00526 psi

Pt +

Pr

= 0,00526 psi + 0,00035psi


= 0,00561 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi
Fluida panas : bahan, shell
(1 )

Untuk Res = 9303,6316


f = 0,002 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

s = 0,8
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

12
5

(Pers. (7.43), Kern)

28,8

Ds = 12/12 = 1 ft

Ps

(3 )

Ps

2
f G s Ds N 1
5,22 1010 D e s s

(Pers. (7.44), Kern)

2
0,002 391249,604 1 28,8
5,22 1010 0,06 0,8 1
3,519 psi

Ps yang diperbolehkan = 10 psi

C.14

Reaktor Hidrolisis (R-102)

Fungsi

: Tempat berlangsungnya reaksi Etilen Glikol

Type reaktor

: Fixed Bed Reactor

Bentuk

: silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : carbon steel SA-240 Grade C


Jumlah

: 1 unit

Reaksi yang terjadi:


Reaksi I: C3H4O3 + H2O C2H6O2 + CO2
Reaksi II: 2 C3H4O3 + 2 H2O C4H10O3 + 2CO2
Temperatur masuk

= 150 oC = 423,15 K

Temperatur keluar

= 150 oC = 423,15 K

Tekanan operasi

= 1450 kPa

Laju alir massa

= 18777,464 kg/jam

Laju alir molar

= 392,996887 kmol/jam

Waktu tinggal reaktor

= 600 detik = 0,1667 jam

(Kawabe,1998)

Perhitungan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Desain Tangki
CAO =

1450 kPa
= 412,158 M
(8,314Pa. m 3 / molK )(423,15 K )

P
RT

a. Volume reaktor

V=

0,1667 jam 1 .(392,996887 kmol / jam)


158,95 m 3
3
412,158mol / m

FAO
C AO

Dari data Kawabe,dkk (1998) katalis yang digunakan adalah molybdenum


dengan spesifikasi:
Bentuk

: spherical

Diameter : 0,005 m

Vr

: 0,5

158,95
= 317,9 m3
0,5

b. Jumlah tube
Direncanakan:
Diameter tube (OD)

= 17,5 cm

Panjang tube

= 20 m

Pitch (PT)

= 20 square pitch

Jumlah tube

1
4

317,9
= 25,7 = 26
.(0,175)2 .20

c. Tebal tube
Tekanan operasi

= 1450 kPa

Faktor kelonggaran

=5%

Maka, Pdesain

= (1,05) (1450kPa) = 1523 kPa

Joint efficiency

= 0,8

Allowable stress

= 18.750 psia =129.276,75kPa

(Brownell dan Young,1959)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

PD
2SE 1,2P
(1450 kPa) (0,175m)
2(129.276,75 kPa)(0,8) 1,2(1450kPa)
0,0013 m 0,0512 in

Faktor korosi

= 0,125 in

Maka tebal tube yang dibutuhkan

= 0,0512 in + 0,125 in = 0,1762 in

Tebal tube standar yang digunakan

= in

(Brownell dan Young,1959)

e. Diameter dan tinggi shell


26 tube

25

26 tube

PT + OD

Diameter shell (D) =

(25x 20)

(25x 20) / 100 + 2(20 17,5)/100

= 7,096 m
Tinggi shell (H) = panjang tube = 20 m

e. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 7,096 m
Rasio axis = 2 : 1
Tinggi tutup

(Brownell dan Young,1959)


=

1 7,096
2
2

1,774 m

f. Tebal shell dan tebal tutup


Tekanan operasi

= 1450 kPa

Faktor kelonggaran

=5%

Maka, Pdesain

= (1,05) (1450kPa) = 1523 kPa

Joint efficiency

= 0,8

Allowable stress

= 18.750 psia =129.276,75kPa

(Brownell dan Young,1959)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

PD
2SE 1,2P
(1450 kPa) (7,096 m)
2(129.276,75 kPa)(0,8) 1,2(1450kPa)
0,05 m 1,967 in

Faktor korosi

= 0,125 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 1,967 in + 0,125 in = 2,092 in

Tebal shell standar yang digunakan

= 2 in (Brownell dan Young,1959)

Tutup shell dan tutup tangki

= 2 in

Perancangan pipa pendingin


Fluida panas

= Umpan masuk

Laju alir massa

= 18777,464 kg/jam = 41397,4383 lbm/jam

Temperatur masuk

= 150 oC = 302F

Temperatur keluar

= 155 oC = 311F

Fluida dingin

= Air pendingin

Laju air

= 199275,322 kg/jam = 439329,1778 lbm/jam

Temperatur awal

= 30 C = 86 F

Temperatur akhir

= 55 C = 131 F

Panas yang diserap (Q) = -20824271 kJ/jam = 19737523,1003 Btu/jam

Fluida Panas

Fluida dingin

Selisih

T1 = 302 F

Temperatur yang lebih tinggi

t2 = 131 F

t1 = 171 F

T2 = 311 F

Temperatur yang lebih rendah

t1 = 86 F

t2 = 225 F

Selisih

t2 t1 = 45 F

t2 t1 = 54 F

T2 T1= 9 F

LMTD

T2
t2

t2
T1

FT = 0,

t 2

t 1

54
225
ln
171

t 2
ln
t 1
T1
t1
t1
t1

9
45

196,77 F

0,2

45
302 86

0,208

Maka t = 0,98 x 196,77 = 196,77 F

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Pipa yang dipilih

Ukuran nominal

= 24 in

(Brownell dan Young, 1959)

Schedule

= 20

ID

= 23,25 in = 1,9375 ft

OD

= 24 in = 2 ft

Surface perlin ft

= 6,283 ft2/ft

Flow area per pipe

= 425 in2

Panjang

= 12 m = 39,3701 ft

Fluida panas: sisi pipe, umpan


(1) at = 425 in2

Gt

W
at

Gt

41397,4383
14026,4261lbm/jam.ft 2
2,95138

(2) Pada Tc = 306,5 F


= 0,138 cP = 0,3 lbm/ft2 jam

Re t

Re t

D Gt

1,9375 14026,4261
81018,8178
0,3

Dari Gbr. 24, Kern, diperoleh jH = 200


c = 0,54 Btu/lbm. F
k = 0,398 Btu/jam lbm ft. F
k
D

c.
k

hi

jH

hi

0,398
3,5 0,3
200
0,54
1,9375
0,398

1/ 3

31,6407

ID
OD

hio

hi

hio

31,6407

1,9375
29,694
2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Fluida dingin: sisi shell, air pendingin


(1) G =

w
2L

439329,1778
2 39,3701

= 5579,4806 lbm/jam.ft
(2) Pada tc = 108,5 F
= 0,7 cp = 1,6934 lbm/jam.ft
Re = 4G/
= 4 x 5579,4806 /0,7
= 13179,5899
Dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 60

(3) ho = jH

G'

1/ 3

OD

= 60

5579,4806
2

1/ 3

=844,6417
UC

h io
h io

ho
ho

844,6417 29,694
844,6417 29,694

Rd = 0,003, hd =
UD =
A=

Uc
Uc

hd
hd

Q
UD

28,6856 Btu/jam ft 2

1
= 333,3333
0,003
28,6856 333,3333
= 26,4126
28,6856 333,3333

19737523,1003
= 3797,7835 f t2
26,4126 196,767

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

C.15

Cooler 1 (E-106)
Fungsi

: Mendinginkan campuran dari Reaktor Hidrolisis (R-102)


menuju Separator II (FG-102).

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai

: 1 in OD Tube 10 BWG, panjang = 8 ft, 2 pass

Jumlah

: 1 unit

Fluida panas
Laju alir umpan masuk = 18777,46402 kg/jam = 41397,438 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 150oC = 302F
Temperatur akhir (T2) = 100C = 212F
Fluida dingin
Laju alir air pendingin = 22526,2559 kg/jam = 49662,1528 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 30 C = 86 F

Temperatur akhir (t 2)

= 55 C = 131 F

Panas yang diserap (Q) = -2353993,742 kJ/jam = 2231146,79961 Btu/jam


(1)

t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

Fluida dingin
Temperatur yang

T1 = 302 F

lebih tinggi
Temperatur yang

T2 = 212 F

lebih rendah

T1 T2 = 90 F
LMTD

t 2

Selisih
t 1

- 45
126
ln
171

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

t1
t1

90
45

Selisih

t2 = 131 F

t1 = 171 F

t1 = 86 F

t2 = 126 F

t2 t1 = 45 F

t2 t1 =-45 F

147,35659 F

45
302 86

0.208

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Dari Fig 19, Kern, 1965 diperoleh FT = 0,925


Maka t = FT

(2)

LMTD = 0,925

147,35659= 136,30485 F

Tc dan tc
Tc
tc

T1

T2
2

t1

t2
2

302 212
2

257 F

86 140
108,5 F
2

Dalam perancangan ini digunakan kondensor dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 11/4 in

Jenis tube = 10 BWG

Pitch (PT) = 1 9/16 in Square pitch

Panjang tube (L) = 8 ft

a. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, kondensor untuk fluida panas heavy
organic dan fluida dingin air, diperoleh UD = 5-75, faktor pengotor (Rd) =
0,003.
Diambil UD = 65 Btu/jam ft2 F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,

2231146,79961 Btu/jam
Btu
65
147,35659o F
2 o
jam ft F

Q
UD

Luas permukaan luar (a ) = 0,3271 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

251,82769ft 2
8 ft 0,3271 ft 2 /ft

251,82769ft 2

(Tabel 10, Kern)

96,23498buah

b. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 112 tube dengan
ID shell 21 in.
c. Koreksi UD

L Nt

a"

8 ft 112 0,3271ft 2 /ft


293,0816 ft 2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

UD

Q
A t

2231146,79961 Btu/jam
293,0816ft 2 136,304 F

55,85

Btu
jam ft 2

Fluida dingin : air, tube


(3)

Flow area tube, at = 0,639 in2


N t a 't
at
144 n

at
(4)

(5)

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

112 0,639
0,2485 ft 2
144 2

Kecepatan massa

Gt

w
at

Gt

lb m
49662,15284
199847,69756
0,2485
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada tc = 108,5 F
= 0,9 cP = 2,17719 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 18 BWG, diperoleh


ID = 0,652 in = 0,05433 ft

(6)

Re t

ID G t

Re t

0,05433 199847,697566
= 4987,3422
0,9

(Pers. (7.3), Kern)

Taksir jH dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH = 18

io
t

i x ID
t OD
218,16459x

0,652
1

= 113,79465
(9)

Karena viskositas rendah, maka diambil

hio

=1

hio
t
t

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

hio = 113,79465

1 = 113,79465

Fluida panas : shell, bahan


(3 )

Flow area shell


as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 23,25 in

= Baffle spacing = 10 in

PT

= Tube pitch = 1,5625 in

= Clearance = PT OD
= 1 19/16 1 = 0,3125 in

as
(4 )

(5 )

23,25 0,3125 10
144 1 ,5625

0,32292ft 2

Kecepatan massa

Gs

W
as

Gs

lb m
41397,438
128198,51847
0,32292
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 257 F
= 0,151 cP = 0,36554 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 1/4 tri pitch, diperoleh de = 0,73 in.
De =0,73/12 = 0,06083 ft

Res

De G s

Re s

0,06083 128198,51847
0,36554

(Pers. (7.3), Kern)

21334,917

(6 )

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 80

(9 )

Karena viskositas rendah, maka diambil

=1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

ho

ho
s
s

ho = 410,4358 1 = 410,4358
(10)

Clean Overall coefficient, UC


UC

h io
h io

ho
ho

113,79465 410,4358
89,09326 Btu/jam ft 2
113,79465 410,4358

(Pers. (6.38), Kern)

(11)

Faktor pengotor, Rd
Rd

UC
UC

UD
UD

89,09326 55,85066
0,00668
89,09326 55,85066

(Pers. (6.13), Kern)


Pressure drop
Fluida dingin : air, tube
(1)

Untuk Ret = 4987,3422


f = 0,0001 ft2/in2

(Gbr. 26, Kern)

s = 0,99
t

(2)

(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,0001 199847,69756 (8) 2
5,22 1010 0,05433 0,99 1

(Pers. (7.53), Kern)

0,02276psi
(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

Pr

PT

2g'

= 0,001

4n V 2
.
s 2g'
(8).(4)
.0,1
0,99
0,80808psi

Pt +

Pr

= 0,80808 psi + 0,02276 psi

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,83084 psi
Pt yang diperbolehkan = 10 psi

Fluida panas : bahan, shell


(1 )

Untuk Res = 21334,91734


f = 0,0007 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 2,6
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

8
10

(Pers. (7.43), Kern)

9,6

Ds = 23,25 in = 1,937 ft
(3 )

2
1 f G s Ds N 1
2 5,22 1010 D s
e
s

Ps

Ps

(Pers. (7.44), Kern)

2
0,0007 128198,51847 1,9375 2
5,22 1010 0,06083 0,98 1
0,0258 psi
1
2

Ps yang diperbolehkan = 10 psi

C.16 Separator Tekanan Rendah II (FG-102)


Fungsi

: Memisahkan uap dan cairan dari reaktor II (R-102)

Bentuk

: Silinder vertical dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-240 grade A


Jenis sambungan : Double welded butt joints
Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
Temperatur

= 100C

Tekanan

= 2,5 bar

Tabel LC.6 Komposisi Umpan Masuk pada Separator Tekanan Rendah (V-103)
Komponen

Laju alir
(kg/jam)

% mol

% berat

Densitas
3

(kg/m )

Densitas

BM

cairan

average

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(kg/m3)

EG

10012,63612 0,4105

0,5332

247,7861

101,7111

25,4744

DEG

155,4511224 0,0037

0,0083

301,2468

1,1241

0,3956

H2O

1057,333469 0,1495

0,0563

854,2316

2,6904

EC

14,42118964 0,0004

0,0008

708,9906

0,2954

0,0367

CO2

7503,146334 0,4339

0,3996

575,7819

19,0921

EO

34,47577855 0,0020

0,0018

625,6153

0,0877

18777,4640

Total

Laju alir udara, Fgas

47,7769

= 8609,3768 kg/jam = 18980,5260 lbm/jam

Laju alir cairan, Fcairan = 10168,0872 kg/jam = 22416,9123 lbm/jam


Laju alir udara, Ngas

= 230,2132 kmol/jam

Laju alir cairan, Ncairan = 162,7837 kmol/jam


gas =

P BM av
RT

cairan

(2,4673atm) (47,7769kg/kmol)
(0,082 m 3 atm/kmol K)(373,15K)

= 3,8525 kg/m3

= 0,2404 lbm/m3

= 103,1307 kg /m3

= 6,4383 lbm/ft3

Volume udara, Vgas

BM av N

(47,7769 kg/kmol)(230,2132 kmol/jam)


3,8525kg/m3

= 2854,9865 m3/jam = 28,0064 ft3/detik


Volume cairan, Vcairan =

10168,0872kg/jam
103,1307 kg/m 3

= 98,5942 m3/jam =0,9672 ft3/detik


Kecepatan linear yang diinjinkan :

0,14

= 0,14

udara
6,4383
0,2404

(Walas,1988)

0,7108 ft/detik

Diameter tangki :

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

D=

V gas

28,0064
( / 4)(0,7108)

( / 4)u

7,0848 ft = 2,1594 m

Tinggi kolom uap minimum = 5,5 ft


Waktu tinggal = 10 menit

(Walas,1988)

= 600 s

0,9672 ft 3 / s 600 s
= 14,7277 ft
( / 4)(7,0848 ft ) 2

V
( / 4) D 2

Tinggi cairan, Lcairan =

(Walas,1988)

Panjang kolom ; L = Lcairan

+ Luap

= 14,7277 + 5,5
= 20,2277 ft

L
D

20,2277
7,0848

2,8551

Karena L/D >3 maka spesifikasi tangki horizontal tidak dapat diterima
sehingga dilakukan trial terhadap diameter

(Walas, 1988)

Trial D = 8 ft = 2,4384 m
Tinggi cairan, Lcairan =

V
( / 4) D 2

0,9672 ft 3 / s 600 s
= 11,5505 ft = 3,52 m
( / 4)(8 ft ) 2

Panjang kolom ; L = Lcairan + Luap


= 11,5505 + 5,5
= 17,05 ft = 5,197 m

L
D

17,05
8

2,1313

Karena L/D <3 maka tangki horizontal dengan L = 17,05 ft dan D = 8 ft dapat
diterima (Walas, 1988).

Perhitungan tebal shell tangki :


PHidrostatik =

xgxl

= 103,1307 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 3,52m

= 3,5582 kPa

P0

= Tekanan operasi

= 250 kPa

= 250 kPa + 14.0598 kPa

= 253,5582 kPa

Faktor kelonggaran

= 20%

Pdesign = (1,2) (253,5582) = 304,2699 kPa

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Joint efficiency (E)

= 0,8

(Brownell dan Young,1959)

Allowable stress (S)

= 107546,4 Kpa

(Brownell dan Young,1959)

Tebal shell tangki:


t

PD
2SE 1,2P
(304,2699kPa) (2,4384 m)
2(107546,4kPa)(0,8) 1,2(304,2699 kPa)
0,1701in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,1701 in + 1/8 in = 0,2951 in

Tebal shell standar yang digunakan

= 1,5 in

(Brownell dan Young,1959)

Tutup tangki
Diameter tutup

= diameter tangki

= 2,16 m

Ratio axis

= Lh : D

= 1: 4

Lh

L (panjang tangki)

= Ls + Lh

Ls (panjang shell)

= 14,7277 m 2(0,6096 m) = 15,8314 m

Lh
D

1
4

2,16

= 0,54 m

Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell sehingga tebal
tutup 1,5 in.

C.17 Blower 2 (JB-102)


Fungsi

: memompa

campuran dari

Separator II (FG-102) menuju

alur gas buang


Jenis

: blower sentrifugal

Bahan konstruksi : carbon steel


Kondisi operasi
Laju alir (N3)

: 100 C dan 250 kPa

= 174,1067 kmol/jam

174,1067 kmol/jam x 8,314 m 3 Pa/mol.K x 373,15 K


Laju alir volum gas Q =
101kPa

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 2132,3193 m3 /jam

Daya blower dapat dihitung dengan persamaan,

144 efisiensi Q
33000

Efisiensi blower,

(Perry dan Green, 1997)

= 80

Sehingga,

144 0,8 2132,3193


= 7,4437 hp
33000

Maka dipilih blower dengan tenaga 8 hp.

C.18 Evaporator (FE-101)


Fungsi

: Menghilangkan air dari campuran bottom Separator II (FG-102)


sebelum dimasukkan ke kolom destilasi T-101

Jenis

: Long tube vertical evaporator

Fluida panas
Laju alir steam masuk = 240,8679 kg/jam = 6531,0258 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 260 C = 500F
Temperatur akhir (T2) = 260 C = 500F
Fluida dingin
Laju alir cairan masuk = 11264,3365 kg/jam = 24833,7409 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 100C = 212F

Temperatur akhir (t 2)

= 120C = 248F

Panas yang diserap (Q) = 400239,2044 kJ/jam = 379352,0789 Btu/jam

(1)

t = beda suhu sebenarnya

Fluida Panas
T1 = 500 F

Fluida dingin
Temperatur yang lebih

t2 =248 F

Selisih
t1 = 252 F

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

tinggi
Temperatur yang lebih

T2 = 500 F

t1 =212 F

t2 = 288 F

t2 t1 = 36 F

t2 t1 = 36 F

rendah

T1 T2 = 0 F

Selisih
t 2

LMTD

t 1

36
288
ln
252

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

t1
t1

0
36

269,6 F

36
500 212

0,125

Jika, R = 0 maka t = LMTD = 269,6 F


(2)

Tc dan tc

T1 T2
2

Tc
tc

t1

t2
2

500 500
2
212 248
2

500 F
230 F

Dalam perancangan ini digunakan reboiler dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Jenis tube = 12 BWG

Pitch (PT) = 1 9/16 in triangular pitch

Panjang tube (L) = 12 ft

Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, evaporator untuk fluida panas steam dan
fluida dingin heavy organics, diperoleh UD =6-60, dan faktor pengotor (Rd) =
0,003
Diambil UD = 25 Btu/jam ft2 F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,

Q
UD

400239,2044 Btu/jam
Btu
25
269,6o F
2 o
jam ft F

Luas permukaan luar (a ) = 0,3271 ft2/ft

56,2838 ft 2

(Tabel 10, Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jumlah tube, N t

A
L a"

56,2838 ft 2
14,3391buah
12 ft 0,3271ft 2 /ft

Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 18 tube dengan
ID shell 10 in.

Koreksi UD

L Nt a"

12 ft 18 0,3271ft 2 /ft
70,65 ft 2
UD

Q
A t

400239,2044 Btu/jam
70,65 ft 2 x 269,6 F

19,915

Btu
jam ft 2

Fluida panas : steam, tube


(3)

(4)

(5)

Flow area tube, at = 0,836 in2


at

N t a 't
144 n

at

24 0,836
0,0523ft 2
144 2

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

lb m
240,8679
10163,1726
0,0523
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 500 F
= 0,018 cP = 0,0435 lbm/ft2 jam

(Gbr. 14, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 12 BWG, diperoleh


ID = 0,902 in = 0,0752 ft

Re t

ID G t

(Pers. (7.3), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Re t

0,0752 10163,1726
17543,9858
0,0435

(6)

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 50

(9)

Kondensasi steam
hio = 78 btu/hr. ft2.oF

Fluida dingin : shell, bahan


(3 )

Flow area shell


as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 10 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1 9/16 in

= Clearance = PT OD
=1 9/16 1 = 0,31 in

as

(4 )

(5 )

12 0,31 5
0,0694 ft 2
144 1.5625

Kecepatan massa

Gs

w
as

Gs

lb m
24833,7409
357605,8688
0,0694
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada tc = 230 F
= 1,172 cP = 2.8340 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern,untuk 1 in dan 1 9/16 tri. pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =0,72/12 = 0,06 ft

Res

De G s

Re s

0,06 x 357605,8688
2,834

(Pers. (7.3), Kern)

7571,024

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(6 )

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 38

(9 )

Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

ho
s

=1

ho = 395,3874 1 = 395,3874

(10)

Clean Overall coefficient, UC

h
UC

io

ho

io

ho

78 395,3874
78 395,3874

65,1787 Btu/jam ft 2

(Pers. (6.38), Kern)

(11)

Faktor pengotor, Rd
Rd

UC
UC

UD
UD

54,1785 19,915
0,0349
54,1785 19,915

(Pers. (6.13),

Kern)
Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi Evaporator dapat diterima.

Pressure drop
Fluida panas : Steam, tube
(1) Untuk Ret = 17543,9858
f = 0,0002 ft2/in2
s = 0,76
t

(2)

(Gbr. 26, Kern)


(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,0002 17543,9858 (12) 2
5,22 1010 0,0752 0,76 1

(Pers. (7.53), Kern)

0,00002 psi

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

= 0,0005

2g'

Pr

PT

4n V 2
.
s 2g'
(4).(2)
.0,0005
0,76
0,00526 psi
=

Pt +

Pr

= 0,00002 psi + 0,00526psi


= 0,00528psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi
Fluida panas : bahan, shell
(1 )

Untuk Res = 7571,024


f = 0,0015 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,96
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

12
5

(Pers. (7.43), Kern)

28,8

Ds = 10/12 = 0,838 ft
(3 )

Ps

2
f G s Ds N 1
5,22 1010 D e s s

Ps

2
0,0015 357605,8688 0,8333 28,8
5,22 1010 0,06 0,96 1

(Pers. (7.44), Kern)

1,5312 psi
Ps yang diperbolehkan = 10 psi

C.19 Blower 3 (JB-103)


Fungsi

: Memompa

campuran dari

Evaporator (FE-101) menuju

alur gas buang


Jenis

: blower sentrifugal

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Bahan konstruksi : carbon steel


Kondisi operasi

: 120C dan 101 kPa

Laju alir (N3)

= 55,9427 kmol/jam

55,9427 kmol/jam x 8,314 m 3 Pa/mol.K x 393,15 K


Laju alir volum gas Q =
101kPa
= 1804,6601 m3 /jam

Daya blower dapat dihitung dengan persamaan,

144 efisiensi Q
33000

Efisiensi blower,

(Perry dan Green, 1997)

= 80

Sehingga,

144 0,8 1804,6601


33000

= 6,2999 hp

Maka dipilih blower dengan tenaga 7 hp


C.20 Pompa 3 (P-103)
Fungsi

: Memompa

campuran dari Evaporator (FE-101) menuju kolom

destilasi (T-101).
Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1,01 bar
T = 120 0C
Laju alir massa (F)

= 10182,5084 kg/jam = 6,2358 lbm/s

Densitas ( )

= 26,7834 kg/m3

= 1,6720 lbm/ft3

Viskositas ( )

= 2,1024 cP

= 1,4128.10-4 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik (Q) =

6,2358 lbm/s
1,6720 lbm/ft 3

= 3,7294 ft3/s
= 1673,8839 gal/mnt

Perencanaan Diameter Pipa pompa :


Untuk aliran turbulen (Nre >2100),

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

De = 3,9

Q0,45

0,13

(Walas, 1988)

Untuk aliran laminar ,


De = 3,0

Q0,36

0,18

dengan : D = diameter optimum (in)


Q = laju volumetrik (ft 3/s)

(Walas, 1988)
= densitas (lbm/ft 3)
= viskositas (cP)

Asumsi aliran turbulen, maka diameter pipa pompa :


Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)0,45 ( )0,13
= 3,9 (3,7294 ft3/s )0,45 (1,6720 lbm/ft3)0,13
= 7,5392 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal

: 8 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 7,981 in = 0,6651 ft = 0,2027 m

Diameter Luar (OD)

: 8,625 in

Inside sectional area

: 0,3474 ft2

Kecepatan linear, v = Q/A =

Bilangan Reynold : NRe

= 0,7188 ft

3,7294 ft 3 /s
= 10,7353 ft/s
0,3474 ft 2

v D

(1,6720 lbm/ft 3 )(10,7353 ft/s)(0,6651ft)


=
1,4128.10- 4 lbm/ft.s

=8,4499.104 (Turbulen)
Untuk pipa commercial steel diperoleh harga = 4,6.10-5
Pada NRe = 8,4499.104 dan /D =
maka harga f = 0,005

(Geankoplis,1997)

4,6.10 5 m
= 0,0002
0,0901m
(Geankoplis,1997)

Friction loss :

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1 Sharp edge entrance= hc = 0,5 1

A2
v2
A1 2 .g c

= 0,5 1 0

Pipa lurus 40 ft = Ff = 4f

= 0,8955 ft.lbf/lbm

10,73532
= 2(0,75)
2(32,174)

v2
2 elbow 90 = hf = n.Kf.
2.g c
1 check valve = hf = n.Kf.

10,73532
2 1 32,174

10,73532
v2
= 1(2,0)
2.g c
2(32,174)

= 2,6865 ft.lbf/lbm

= 3,582 ft.lbf/lbm

L.v 2
D.2.g c
2

= 4(0,005)

= 1

1 Sharp edge exit = hex

= 1 0
Total friction loss :

40 . 10,7353
0,6651 .2. 32,174
A1
A2

= 2,1543 ft.lbf/lbm

v2
2. .g c

10,73532
2 1 32,174

= 1,791 ft.lbf/lbm

= 11,1093 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

dimana :

F Ws

(Geankoplis,1997)

v1 = v2

P1 P2 = 100 kPa = 2088,5547 lbf/ft

= 0 ft.lbf/lbm

Z = 25 ft
Maka :

32,174 ft/s 2
25 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 11,1093 ft.lbf/lbm Ws 0

Ws = -36,1093 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Effisiensi pompa , = 75 %
Ws

=-

-36,1093

= -0,75 x Wp

Wp

= 48,1457 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P

= m x Wp
=

1 hp
10182,5084
lbm/s 48,1457 ft.lbf/lbm x
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 0,5459 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1 hp

C.21 Heater 5 (E-106)


Fungsi : Menaikkan temperatur campuran sebelum menuju kolom destilasi
(T-101)
Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai : 1 in OD Tube 18 BWG, panjang = 12 ft, 2 pass


Jumlah : 1 unit

Fluida panas
Laju alir steam masuk = 1579,694432 kg/jam = 3282,6483 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 260 C = 500F
Temperatur akhir (T2) = 260 C = 500F
Fluida dingin
Laju alir cairan masuk = 10182,5084 kg/jam = 22448,7057 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 100C = 212F

Temperatur akhir (t 2)

= 197C = 368,5F

Panas yang diserap (Q) = 2624905,328 kJ/jam = 2487920,4292 Btu/jam


(6)

t = beda suhu sebenarnya

Fluida Panas
T1 = 500 F

Fluida dingin
Temperatur yang lebih tinggi

t2 = 368,5 F

Selisih
t1 = 113.4 F

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

x Wp

T2 = 500 F

Temperatur yang lebih rendah

t1 = 212 F

T1 T2 = 0 F

Selisih

t2 t1 = 174.6 F

t 2

LMTD

t 1

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

t1
t1

174,6
288
ln
113,4

0
174,6

t2 = 288 F
t 2 t1 =
174.6 F

187,331 F

174,6
500 174,6

0,606

Jika, R = 0 maka t = LMTD = 187,331 F


(7)

Tc dan tc

T1 T2
2

Tc

tc

t1 t 2
2

500 500
2

212 368,8
2

500 F

299,3 F

Dalam perancangan ini digunakan heater dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Jenis tube = 18 BWG

Pitch (PT) = 1 1/4 in triangular pitch

Panjang tube (L) = 12 ft

m. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, heater untuk fluida panas steam dan
fluida dingin heavy organics, diperoleh UD =6-60, dan faktor pengotor (Rd) =
0,003
Diambil UD = 50 Btu/jam ft2 F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,

Q
UD

2487920,4292 Btu/jam
Btu
50
187,331o F
2 o
jam ft F

Luas permukaan luar (a ) = 0,2618 ft2/ft

265,6173ft 2

(Tabel 10, Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jumlah tube, N t

A
L a"

265,6173 ft 2
12 ft 0,2618ft 2 /ft

84,5484buah

n. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 86 tube dengan
ID shell 13,25 in.

L Nt

a"

12 ft 86 0,2618ft 2 /ft
270,1776 ft 2
o. Koreksi UD

UD

Q
A t

2487920,4292 Btu/jam
270,1776 ft 2 x 187,331 F

49,1561

Btu
jam ft 2

Fluida panas : steam, tube


(9)

Flow area tube, at = 0,639 in2

at

N t a 't
144 n

at

86 0,639
0,1908 ft 2
144 2

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

(10) Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

lb m
3482,6483
18251,6778
0,1908
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

(11) Bilangan Reynold


Pada Tc = 500 F
= 0,018 cP = 0,0435 lbm/ft2 jam

(Gbr. 14, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 12 BWG, diperoleh


ID = 0,902 in = 0,0752 ft

Re t

ID G t

(Pers. (7.3), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Re t
(12)

0,0752 18251,6778
31506,616
0,0435

Kondensasi steam
hio =156 btu/hr. ft2.oF

Fluida dingin : shell, bahan


(3 ) Flow area shell
as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 15,25 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1,25 in

= Clearance = PT OD
= 1,25 1 = 0,25 in

as

15,25 0,25 5
144 1,25

0,1059ft 2

(4 ) Kecepatan massa

Gs

w
as

Gs

lb m
22448,7057
211974,664
0,1059
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

(5 ) Bilangan Reynold
Pada tc = 299,3 F
= 1,244 cP = 3,01 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 1/4 tri. pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =0,72/12 = 0,06 ft

Res

De G s

Re s

0,06 211974,664
4223,7988
3,01

(Pers. (7.3), Kern)

(6 ) Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 30

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(9 ) Karena viskositas rendah, maka diambil

=1

ho
s
s

ho

ho = 117.8927

1 = 117,8927

(10) Clean Overall coefficient, UC

h
Uc

io

ho

io

ho

156 117,8927
67,164 Btu/jam ft 2
156 117,8927

F
(Pers. (6.38), Kern)

(14) Faktor pengotor, Rd


R

UC

UD

UD

67,164 49,1561
0,0055
67,164 49,1561

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi heater dapat diterima.

Pressure drop
Fluida panas : Steam, tube
(1)

Untuk Ret = 31506,616


f = 0,00025 ft2/in2

(Gbr. 26, Kern)

s = 0,76
t

(2)

(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,00025 3106,616 (12) 2
5,22 1010 0,0752 0,76 1

(Pers. (7.53), Kern)

0.00007psi
(3)

dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

2g'

= 0,0005

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Pr

PT

4n V 2
.
s 2g'
(4).(2)
.0,0005
0,79
0,00526 psi
=

Pt +

Pr

= 0,00526 psi + 0,00007 psi


= 0,00533 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi
Fluida panas : bahan, shell
(1 )

Untuk Res = 4223,7988


f = 0,002 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,8
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

12
5

(Pers. (7.43), Kern)

28,8

Ds = 12/12 = 1 ft
(3 )

Ps

Ps

2
f G s Ds N 1
5,22 1010 D e s s

(Pers. (7.44), Kern)

2
0,002 4223,7988 1 28,8
5,22 1010 0,06 0,8 1
1,3127 psi

Ps yang diperbolehkan = 2 psi

C.22 Kolom Distilasi 1 (T-101)


Fungsi

: memisahkan campuran etilen glikol dan dietilen glikol

Jenis

: sieve tray

Bentuk

: silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi: carbon steel SA-240 grade A


Jumlah

: 1 unit

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Data:
Dari perhitungan neraca massa dan neraca panas diperoleh:
XLW = 0,2482

XLF = 0,991

XHW = 0,6263

= 161,2982 kmol/jam

XHD = 0,0072

= 1,30211 kmol/jam

XLD = 0,9928

LD

= 6,5029

XHF = 0,009

LW

= 3,1968

L , av

LD

LW

6,5029 3,1968

4,5595

(Geankoplis,1997)

log[( X LD D / X HD D)( X HW W / X LW W )]
log( L,av )

Nm

(Geankoplis,1997)

log[0,9941/ 0,0059)(0,2482 / 0,6263)]


log(4,5595)
= 3,9913
Dari Fig 11.7-3, Geankoplis, hal:688 diperoleh
N=

Nm
0,55

Nm
= 0,55 maka:
N

3,9913
= 7,257
0,65

Efisiensi kolom destilasi dapat dinyatakan dengan persamaan

Eo a
1 a

EXP

EXP

Eo

( Doherty dan Malone, 2001)


o

5,0664

1,24
1,2500

0,1058
0,3562

a = 0,28
0 = 1,25 cP

Keterangan:
E0 = efisiensi kolom destilasi

= viskositas campuran liquid


pada umpan (cP)

= volatilitas key komponen umpan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Maka jumlah piring yang sebenarnya = 7,257/0,3562 = 20,3743 piring


21 piring
Penentuan lokasi umpan masuk
0,206 log

N
log e
Ns

0,009 1,30211 0,2482


0,206 log
0,99 161,2982 0,0059

Ne
Ns

X HF
X LF

W
D

X LW
X HD

N
log e
Ns

(Geankoplis,1997)
2

0,6577

Ne = 0,6577 Ns
N = Ne + Ns
21 = 0,6577 Ns + Ns
Ns = 12,6681

13

Ne = 21 13 = 8
Jadi, umpan masuk pada piring ke 8 dari atas.
Rancangan kolom
Direncanakan :
Tray spacing (t)

= 0,5 m

Hole diameter (do)

= 4,5 mm

(Treybal, 1984)

Space between hole center (p) = 12 mm


Weir height (hw)

= 5 cm

Pitch

= triangular in

(Treybal, 1984)

Data :
Suhu dan tekanan pada kolom distilasi T-101 adalah 468,15 K dan 1,09 atm
Tabel LC.7 Komposisi bahan pada alur Vd destilasi 1 (T-101)
Komponen

Alur
Vd(kmol/jam)

%mol

Mr

%mol x Mr

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

C2H6O2

233,0907

0,9928

62,06

61,5563

C4H10O3

1,68

0,0072

106

0,7585

234,7706

BMavg

62,3149

Total

Laju alir massa gas (G`) = 0,0652 kmol/s


v=

P BM av
RT

(1,09 atm) (62,3149kg/kmol)


= 1,7623 kg/m3
(0,082 m 3 atm/kmol K)(468,15K)

Laju alir volumetrik gas (Q) = 0,0652x22,4 x

468,15
= 2,5061 m3/s
273,15

Tabel LC.8 Komposisi bahan pada alur Lb destilasi 1 (T-101)


Komponen

L (kg/m3)

%massa x

Alur Lb(kg/jam)

%massa

C2H6O2

1119,9763

1,3942

20,9740

29,2413

C4H10O3

4825,2654

6,0066

28,5200

171,3078

C3H4O3

803,3291

1,0000

28,6600

28,6600

200,5491

Total

Laju alir massa cairan (L`) = 11,0487 kg/s


Laju alir volumetrik cairan (q) =

0,0899
= 0.0004 m3/s
200,5491

Surface tension ( ) = 0,04 N/m


2

Ao
Aa

d
0,907 o
p'

Ao
Aa

0,0045
= 0,1275
0,907
0,0120

q L
Q' V

(Lyman, 1982)

1/ 2

0,0086 435,1819
2,6299 5,8873

1/ 2

= 0,0047

= 0,0744t + 0,01173 = 0,0744(0,4) + 0,01173 = 0,0489


= 0,0304t + 0,015 = 0,0304(0,40) + 0,015 = 0,0302
CF = log

1
(q/Q)( L / V ) 0,5

0,02

0, 2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,0489 log

1
0,04
0,0302
0,0019
0,02

0, 2

= 0,1875
VF = C F

0,5

V
0,5

200,5491 1,7623
= 0,1875
1,7623
= 1,9918 m/s
Asumsi 80 % kecepatan flooding
An =

(Treybal, 1984)

2,5061
= 1,5727 m2
0,8 1,9918

Untuk W = 0,7 T dari tabel 6.1 Treybal, diketahui bahwa luas downspout
sebesar 8,8%.
At =

1,5727
1,7245m2
1 0,088

Column Diameter (T) = [4(1,7245)/]0,5 = 1,4822 m


Weir length (W)

= 0,7(1,4822) = 1,0375 m

Downsput area (Ad)

= 0,088(1,7245) = 0,1518 m2

Active area (Aa)

= At 2Ad =1,7245 2(0,1518) = 1,421 m2

Weir crest (h1)


Misalkan h1 = 0,035 m
h1/T = 0,035/1,4822 = 0,0236

Weff
W
Weff
W

Weff
W

T
W

T
W

0,5

h1
T

T
W

1,4286

1,4286

0, 5

2 0,0111 1,4286

0,9262

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

2/3

h1

q
0,666
W

h1

0,0004
0,666
1,0375

h1

0,0033 m

Weff
W

2/3

2/3

0,9262

2/3

perhitungan diulangi dengan memakai nilai h1 = 0,0033 m hingga nilai h1


konstan pada nilai 0,0035 m

Perhitungan Pressure Drop


Dry pressure drop
Ao = 0,1275 x 1,421 = 0,1812 m2
uo =

Q
Ao

2,5061
13,8275
0,1812

hd

51,0

hd

51

hd

196,7066mm 0,1967 m

uo

Co

v
L

13,82752
0,662

1,7623
435,1819

Hydraulic head

Va

Q
Aa

T W
2

2,5061
= 1,7637 m/s
1,421

1,4822 1,0375
= 1,2598 m
2
0,238 h w Va V

0,5

1,225

q
z

hL

0,0061 0,725 h w

hL

0,0061 0,725 (0,013) 0,238 (0,013)(1,7637)(1,7623)0,5

hL

0,0087 m

1,225

0,0004
1,2598

Residual pressure drop

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

hR

6 gc
Ldog

hR

6 (0,04) (1)
= 0,0271 m
200,5491(0,0045)(9,8)

Total gas pressure drop


hG = hd + hL + hR
hG = 0,1967+ 0,0087 + 0,0271
hG = 0,2326 m

Pressure loss at liquid entrance


Ada = 0,025 W = 0,025(1,0375)
= 0,0259 m2
2

h2

3
q
2g A da

h2

3 0,0004
2g 0,0259

= 3,64011E-05 m

Backup in downspout
h3 = hG + h2
h3 = 0,2326 + 3,64011E-05
h3 = 0,2326 m

Karena nilai hw + h1 + h3 lebih kecil dari t/2, maka spesifikasi ini dapat
diterima, artinya dengan rancangan plate seperti ini diharapkan tidak terjadi
flooding.
Check on flooding
hw + h1 + h3 = 0,013 +0,0035+0,2326
hw + h1 + h3 = 0,2491 m
t/2 = 0,5/2 = 0,25 m
Spesifikasi kolom destilasi
Tinggi kolom

= 21 x 0,5 m = 10,5 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1
1,4822 = 0,3705 m
4

Tinggi tutup

Tinggi total

= 10,5 + 2(0,3705) = 11,2411 m

Tekanan operasi = 1,09 atm = 101 kPa

Faktor kelonggaran = 5 %
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 14.600 psia = 100662,6200 kPa

(Brownell,1959)

Tekanan uap pada bagian dalam kolom destilasi:


Basis perhitungan = 1 jam operasi
Laju volumetrik gas = 2,5061 m3/s
Densitas gas (v) = 1,7623 kg/m3
Massa gas pada kolom destilasi = 2,5061 m 3 /s 1,7623kg / m 3 3600 s
= 15899,2544 kg

F
A

m g
A
15899,2544kg 9,8 m/s 2
1,421m 2
109650,7179 N/m 2

109,6507 kPa

Maka Pdesign = (1 + 0,05) x (101 kPa + 109,6507 kPa) = 221,1833 kPa


Tebal shell tangki:

PD
2SE - 1,2P

(221,1833)(1,4822)
= 0,002 m = 0,0803 in
2(100662.6200)(0,8)- 1,2(221,1833)

Faktor korosi = 0,125 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,0803 in +0,125 in = 0,2053in

Tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in

(Brownell,1959)

C.23 Kondensor (E-107)


Fungsi

: Mengubah fasa uap campuran etilen glikol menjadi fasa cair

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai

: 1 in OD Tube 10 BWG, panjang = 8 ft, 2 pass

Jumlah

: 1 unit

Fluida panas
Laju alir umpan masuk = 10101,0101 kg/jam = 22269,0317 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 197oC = 386,6F
Temperatur akhir (T2) = 100C = 212F

Fluida dingin
Laju alir air pendingin = 31087,66789 kg/jam = 68536,934 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 30 C = 86 F

Temperatur akhir (t 2)

= 55 C = 131 F

Panas yang diserap (Q) = -2842578,632 kJ/jam = 2694234,1028 Btu/jam

(3)

t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

Fluida dingin
Temperatur yang

T1 = 386,6 F

lebih tinggi
Temperatur yang

T2 = 212 F

lebih rendah

T1 T2 =174,6 F

LMTD

t 2

t 1

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

t1
t1

174,6
45

129,6
126
ln
255,6

t2 = 131 F

t1 = 255,6 F

t1 = 86 F

t2 = 126 F

t 2 t1 =

Selisih

Selisih

45 F

t2 t1 =
129,6 F

183,22 F

3,9

45
386,6 86

0,1497

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Dari Fig 19, Kern, 1965 diperoleh FT = 0,95


Maka t = FT

(4)

LMTD = 0,98

183,22 = 179,559 F

Tc dan tc
Tc
tc

T1

T2

386,6 212
2

2
t1

t2

299,3 F

86 131
108,5 F
2

Dalam perancangan ini digunakan kondensor dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Jenis tube = 10 BWG

Pitch (PT) = 1 1/4 in triangular pitch

Panjang tube (L) = 8 ft

d. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, kondensor untuk fluida panas heavy
organic dan fluida dingin air, diperoleh UD = 5-75, faktor pengotor (Rd) =
0,003.
Diambil UD = 27 Btu/jam ft2 F

Luas permukaan untuk perpindahan panas,

2694234,1028 Btu/jam
Btu
27
179,559o F
2 o
jam ft F

Q
UD

555,7298ft 2

Luas permukaan luar (a ) = 0,2618 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

555,7298ft 2
8 ft 0,2618 ft 2 /ft

(Tabel 10, Kern)

265,3408buah

e. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 282 tube dengan
ID shell 25 in.
f. Koreksi UD

L Nt

a"

8 ft 282 0,2618ft 2 /ft


590,6208 ft 2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

UD

Q
A t

2694234,1028 Btu/jam
590,6208ft 2 179,559 F

25,405

Btu
jam ft 2

Fluida dingin : air, tube


(4)

Flow area tube, at = 0,639 in2


(Tabel 10, Kern)

(5)

(6)

at

N t a 't
144 n

at

282 0,639
0,6257 ft 2
144 2

(Pers. (7.48), Kern)

Kecepatan massa

Gt

w
at

Gt

lb m
2694234,1028
109538,6019
0,6257
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada tc = 108,5 F
= 0,65 cP = 1,5724 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 10 BWG, diperoleh


ID = 0,757 in = 0,0631 ft

Re t

ID G t

Re t

0,0631 109538,6019
= 4394,5524
1,5724

L
D

(Pers. (7.3), Kern)

8
126,8164
0,0631

(Taksir jH dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH = 7


(9) Karena viskositas rendah, maka diambil

hio

=1

hio
t
t

hio = 49,8120

1 = 49,8120

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Fluida panas : shell, (bahan yaitu Etilen glikol)


(3 )

Flow area shell


as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 25 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1 1/4 in

= Clearance = PT OD
= 1 1 = in

as
(4 )

(5 )

25 0,25 5
144 1 ,25

0,174 ft 2

Kecepatan massa

Gs

W
as

Gs

lb m
22269,0317
128269,6227
0,174
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 299,3 F
= 1,1 cP =2,661 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 1/4 tri pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =0,72/12 = 0,06 ft

Res

De G s

Re s

0,06 128269,6227
2892,2016
0,174

(Pers. (7.3), Kern)

(6 )

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH =25

(9 )

Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

=1

ho
s
s

ho = 69,948

1 = 69,948

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(10)

Clean Overall coefficient, UC


UC

h io
h io

ho
ho

49,8120 69,948
49,8120 69,948

29,094 Btu/jam ft 2

(Pers. (6.38), Kern)


(12)

Faktor pengotor, Rd
Rd

UC UD
UC UD

29,094 25,405
29,094 25,405

0,00499

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi condensor dapat diterima.

Pressure drop
Fluida dingin : air, tube
(1)

Untuk Ret = 4394,5524


f = 0,00042 ft 2/in2

(Gbr. 26, Kern)

s = 0,98
t

(3)

(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,00042 109538,6019 (8) 2
5,22 1010 0,0631 0,98 1

(Pers. (7.53), Kern)

0,02499 psi

(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

Pr

PT

2g'

= 0,001

4n V 2
.
s 2g'
(4).(2)
.0,001
0,98
0,0082 psi
=

Pt +

Pr

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,0082 psi + 0,02499 psi


= 0,03315 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi

Fluida panas : shell (bahan yaitu Etilen glikol)


(1 )

Untuk Res = 2892,2016


f = 0,0012 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,58
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

8
19,2
5

(Pers. (7.43), Kern)

Ds = 25 in = 2,0833 ft
(3 )

Ps

2
1 f G s Ds N 1
2 5,22 1010 D s
e
s

Ps

1
2

(Pers. (7.44), Kern)

2
0,0012 128269,6227 2,0833 19,2
5,22 1010 0,06 0,58 1

0,2174psi
Ps yang diperbolehkan = 2 psi

C.24 Drum Penampung (D-101)


Fungsi

: Menampung distilat dari kolom destilasi (T-101)

Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup ellipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-240 grade A

Jenis sambungan

: Double welded butt joints

Jumlah

: 1 unit

Tabel LC.4 Komposisi bahan pada akumulator (V-102)


Laju massa
(kg/jam)

% berat

densitas
(kg/m^3)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

C2H6O2

10000

0,99

247,7861

C4H10O3

101

0,01

301,2468

10101,0101

248,3207

Kondisi operasi :
Temperatur

= 100C

Tekanan

= 1,01 bar

Laju alir massa

= 10101,0101kg/jam

Kebutuhan perancangan = 1 jam


Faktor kelonggaran

= 20 %

Densitas campuran

= 248,3207 kg/m3

Perhitungan:
a. Volume tangki
10101,0101 kg/jam x 0,5 jam
= 20,3386 m3
3
248,3207kg/m

Volume larutan, Vl

Volume tangki, Vt

= (1 + 0,2) x 20,3386 m3

Fraksi volum

Vl
Vt

20,3386
24,4064

= 24,4064 m3
= 0,8333

Dari tabel 10.64 pada buku Perry, Chemical Engineering Handbook


diperoleh
Untuk fraksi volum 0,8333 maka H/D = 0,6667
Volume tangki, Vt

= LR 2

57,30

sin cos

Dimana cos = 1-2H/D


cos = 1-2(0,6667)
cos = -0,3333
= 1,9106 derajat
Asumsi panjang tangki (Lt) = 10 m
Maka, volume tangki, Vt

= LR 2

57,30

sin cos

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

24,4064 m3

= 10R 2

1,9106
sin 1,9106cos1,9106
57,30

R (radius) = 2,4189 m
D (diameter) = 4,8377 m
H (tinggi cairan) = 3,2252 m

b. Tebal shell tangki


PHidrostatik

xgxl

= 248,3207 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 3,2252 m = 7849 Pa


= 7,849 kPa
P0

= Tekanan operasi

= 1,01 bar

= 7,849 kPa + 101 kPa

= 101 kPa
= 108,849 kPa

Faktor kelonggaran

= 20%

Pdesign = (1,2) (108,849)

= 130,618 kPa

Joint efficiency (E)

= 0,8

Allowable stress (S)

= 14.600 psia = 12650 kPa

(Brownell dan Young,1959)

(Brownell dan Young,1959)


Tebal shell tangki:
t

PD
2SE 1,2P
(130,618)(4,8377 m)
2(14600kPa)(0,8) 1,2(130,618 kPa)
0,027 m 1,072 in

Faktor korosi = 1/8 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 1,072 in + 1/8 in = 1,197 in

Tebal shell standar yang digunakan = 1 3/8 in (Brownell dan Young,1959)


c. Tutup tangki
Diameter tutup

= diameter tangki

= 4,8377 m

Ratio axis

= L:D

= 1: 4

Lh

Hh
D

1
4

4,8377 = 1,2094 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Lt (panjang tangki)

= Ls + Lh

Ls (panjang shell)

= 12 m 2(1,2904 m) = 9,5811 m

Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell sehingga tebal
tutup 1 3/8 in.

C.25 Pompa Refluk Destilat (P-104)


Fungsi

: Memompa campuran refluk destilat dari drum penampung (D-101)


ke Destilasi (T-101).

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1,01 bar
T = 100 0C

Laju alir massa (F)

= 72,7041 kg/jam

= 0,0445 lbm/s

Densitas ( )

= 15,0338 kg/m3

= 0,9385 lbm/ft3

Viskositas ( )

= 0,2689 cP

= 1,8070.10-4 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik (Q) =

0,0445 lbm/s
0,9385 lbm/ft 3

= 0,0474 ft3/s
= 21,293 gal/mnt

Perencanaan Diameter Pipa pompa :


Untuk aliran turbulen (Nre >2100),
De = 3,9

Q0,45

0,13

(Walas, 1988)

Untuk aliran laminar ,


De = 3,0

Q0,36

dengan : D = diameter optimum (in)


Q = laju volumetrik (ft3/s)

0,18

(Walas, 1988)
= densitas (lbm/ft 3)
= viskositas (cP)

Asumsi aliran turbulen, maka diameter pipa pompa :


Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)0,45 ( )0,13

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 3,9 (0,0474 ft3/s )0,45 (0,9385 lbm/ft3)0,13


= 0,9812 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :


Ukuran nominal

: 1 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,049 in = 0,0874 ft = 00266 m

Diameter Luar (OD)

: 1,315 in = 0,1096 ft

Inside sectional area

: 0,006 ft2

0,0474 ft 3 /s
Kecepatan linear, v = Q/A =
= 7,9066 ft/s
0,006 ft 2

Bilangan Reynold : NRe

v D
(0,9385 lbm/ft 3 )(7,9066 ft/s)(0,0874 ft)
1,8070.10-4 lbm/ft.s

= 3,589.103 (Laminar)
Untuk pipa commercial steel diperoleh harga = 4,6.10-5

(Geankoplis,1997)

4,6.10 5 m
= 0,0017
Pada NRe = 2,8533.10 dan /D =
0,0266 m
4

maka harga f = 0,005

(Geankoplis,1997)

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= hc = 0,5 1

A2
v2
A1 2 .g c

= 0,5 1 0

7,90662
2 1 32,174

= 0,9715 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

2 elbow 90 = hf = n.Kf.

v2
2.g c

= 2(0,75)

7,90662
2(32,174)

7,90662
v2
1 check valve = hf = n.Kf.
= 1(2,0)
2.g c
2(32,174)

= 1,4572 ft.lbf/lbm

= 1,943 ft.lbf/lbm

L.v 2
Pipa lurus 80 ft = Ff = 4f
D.2.g c
2

80 . 7,9066
= 4(0,005)
0,0874 .2. 32,174
1 Sharp edge exit = hex

= 1

= 1 0
Total friction loss :

A1
A2

v2
2. .g c

7,90662
2 1 32,174

= 1,943 ft.lbf/lbm
= 24,0963 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


P2 P1
2
1
2
v 2 v1
g z 2 z1
F Ws 0
2
dimana :
v1 = v2
P1 P2 = 110 kPa = 2297,4102 lbf/ft

= 17,7816 ft.lbf/lbm

(Geankoplis,1997)

= 0 ft.lbf/lbm

Z = 50 ft
Maka :

32,174 ft/s 2
80 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2
Ws = -64,0963 ft.lbf/lbm
0

0 24,0963 ft.lbf/lbm Ws 0

Effisiensi pompa , = 75 %
Ws
-64,0963
Wp

== -0,75 x Wp
= 85,4618 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

x Wp

Daya pompa : P

= m x Wp

1 hp
72,7041
lbm/s 85,4618 ft.lbf/lbm x
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 0,0069
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1/20 hp

C.26 Pompa Destilat (P-104)


Fungsi

: Memompa destilat dari Drum penampung (D-101) ke Cooler 2


(E-107)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1,01 bar
T = 100 0C

Laju alir massa (F)

= 10101,0101 kg/jam = 6,1858 lbm/s

Densitas ( )

= 15,0338 kg/m3

= 0,9385 lbm/ft3

Viskositas ( )

= 0,2689 cP

= 1,8070.10-4 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik (Q) =

6,1858 lbm/s
0,9385 lbm/ft 3

= 6,591 ft3/s
= 2958,237 gal/mnt

Perencanaan Diameter Pipa pompa :


Untuk aliran turbulen (Nre >2100),
De = 3,9

Q0,45

0,13

(Walas, 1988)

Untuk aliran laminar ,


De = 3,0

Q0,36

dengan : D = diameter optimum (in)


Q = laju volumetrik (ft 3/s)

0,18

(Walas, 1988)
= densitas (lbm/ft 3)
= viskositas (cP)

Asumsi aliran turbulen, maka diameter pipa pompa :

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)0,45 ( )0,13
= 3,9 (6,591 ft3/s )0,45 (0,9385 lbm/ft3)0,13
= 9,0367 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :


Ukuran nominal

: 10 in

Schedule number

: 80

Diameter Dalam (ID)

: 9,564 in = 0,797 ft = 0,2429 m

Diameter Luar (OD)

: 10,75 in

Inside sectional area

: 0,4986 ft2

Kecepatan linear, v = Q/A =


Bilangan Reynold : NRe

= 0,8958 ft

6,591 ft 3 /s
= 13,2183 ft/s
0,4986 ft 2

v D
(0,9385 lbm/ft 3 )(13,2183 ft/s)(0,797 ft)
1,8070.10-4 lbm/ft.s

= 5,4717.104 (Turbulen)
Untuk pipa commercial steel diperoleh harga = 4,6.10-5
Pada NRe = 5,4717.104 dan /D =

(Geankoplis,1997)

4,6.10 5 m
= 0,0002
0,2429 m

maka harga f = 0,005

(Geankoplis,1997)

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= hc = 0,5 1

A2
v2
A1 2 .g c

= 0,5 1 0

2 elbow 90 = hf = n.Kf.

v2
2.g c

13,21832
2 1 32,174

= 2(0,75)

13,21832
2(32,174)

= 1,3576 ft.lbf/lbm

= 4,0729 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1 check valve = hf = n.Kf.

Pipa lurus 80 ft = Ff = 4f

13,21832
v2
= 1(2,0)
2.g c
2(32,174)

= 5,4305 ft.lbf/lbm

L.v 2
D.2.g c
2

80 . 13,2183
= 4(0,005)
0,797 .2. 32,174
= 1

1 Sharp edge exit = hex

= 1 0
Total friction loss :

A1
A2

= 5,451 ft.lbf/lbm

v2
2. .g c

13,21832
2 1 32,174

= 5,4305 ft.lbf/lbm

= 21,7427 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


2
1
v2
2

v1

g z2

P2

z1

P1

F Ws

dimana :

(Geankoplis,1997)

v1 = v2

P1 P2 = 100 kPa = 2088,5547 lbf/ft

= 0 ft.lbf/lbm

Z = 40 ft
Maka :

32,174 ft/s 2
80 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 21,7427 ft.lbf/lbm Ws 0

Ws = -61,7427 ft.lbf/lbm

Effisiensi pompa , = 75 %
Ws
-61,7427
Wp

== -0,75 x Wp
= 82,3236 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

x Wp

Daya pompa : P

= m x Wp
=

1 hp
10101,0101
lbm/s 82,3236 ft.lbf/lbm x
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 0,9259
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1 hp

C.27 Cooler 2 (E-108)


Fungsi

: Mendinginkan campuran etilen glikol menjadi fasa cair

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Dipakai

: in OD Tube 10 BWG, panjang = 12 ft, 2 pass

Jumlah

: 1 unit

Fluida panas
Laju alir umpan masuk = 10101,0101 kg/jam = 22269,03173 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 100oC = 212F
Temperatur akhir (T2) = 31C = 87,8F
Fluida dingin
Laju alir air pendingin = 20602,4046 kg/jam = 45420,76458 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 30 C = 86 F

Temperatur akhir (t 2)

= 55 C = 131 F

Panas yang diserap (Q)

= -2152951,281 kJ/jam = 2040596,06208 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas
T1 = 212 F

T2 = 86,18 F
T1 T2 = 124,2 F

Fluida dingin
Temperatur yang
lebih tinggi
Temperatur yang
lebih rendah
Selisih

Selisih

t2 = 131 F

t1 = 81 F

t1 = 86 F

t2 = 1,8 F

t 2 t1 =

t2 t1 =

45 F

79,2 F

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

t 2

LMTD

t 1

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

79,2
1,8
ln
81

124,2
45

t1
t1

45
212 86

20,8 F

2,76

0,357

Dari Fig 19, Kern, 1965 diperoleh FT = 0,95


Maka t = FT

LMTD = 0,98

20,8= 19,77 F

(2) Tc dan tc
Tc

tc

T1

T2
2

t1

t2
2

212 86,18
149,9 F
2

86 131
108,5 F
2

Dalam perancangan ini digunakan kondensor dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = in

Jenis tube = 10 BWG

Pitch (PT) = 15/16 in triangular pitch

Panjang tube (L) = 12 ft

g. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, kondensor untuk fluida panas heavy
organic dan fluida dingin air, diperoleh UD = 5-75, faktor pengotor (Rd) =
0,003.
Diambil UD = 70 Btu/jam ft2 F

Luas permukaan untuk perpindahan panas,

Q
UD

2040596,06208 Btu/jam
1474,87288 ft 2
Btu
70
19,77 o F
2 o
jam ft F

Luas permukaan luar (a ) = 0,1963 ft2/ft

(Tabel 10, Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jumlah tube, N t

A
L a"

1474,8788ft 2
12 ft 0,1963 ft 2 /ft

626,11347buah

h. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 640 tube dengan
ID shell 29 in.
i.

Koreksi UD

L Nt

a"

12 ft 640 0,1963ft 2 /ft


1507,584 ft 2
UD

Q
A t

2040596,06208 Btu/jam
1507,584ft 2 19,77 F

68,48116

Btu
jam ft 2

Fluida dingin : air, tube


(3) Flow area tube, at = 0,182 in2
at

N t a 't
144 n

at

640 0,182
0,20222ft 2
144 4

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

(4) Kecepatan massa

Gt

w
at

Gt

45420,76548
0,20222

(Pers. (7.2), Kern)

224608,17649

lb m
jam ft 2

(5) Bilangan Reynold


Pada tc = 108,5 F
= 0,75 cP = 1,814 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk in OD, 10 BWG, diperoleh


ID = 0,482 in = 0,04 ft

Re t

ID G t

Re t

0,04 224608,17649
= 4972,51692
1,814

(Pers. (7.3), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

L
D

12
298,75
0,04

(6) Taksir jH dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH = 8


Karena viskositas rendah, maka diambil

hio

=1

hio
t
t

hio = 79,322

1 = 79,322

Fluida panas : shell, bahan


(3 )

Flow area shell


as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 29 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 15/16 in =0,9375 in

= Clearance = PT OD
= 1 15/16 = 0,1875 in

as

(4 )

(5 )

29 0,1875 5
144 0,9375

0,20139ft 2

Kecepatan massa

Gs

W
as

Gs

lb m
22269,03173
110577,26099
0,20139
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 149,9 F
= 1,12 cP 2,70939 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk in dan 15/16 triangular pitch, diperoleh de =
0,55 in.
De =0,55/12 = 0,046 ft

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Res

De G s

Re s

0,046 110577,26099
1870,5763
2,70939

(Pers. (7.3), Kern)

(6 )

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 70

(9 )

Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

=1

ho
s
s

ho = 296,15736 1 = 296,15736

(10)

Clean Overall coefficient, UC


UC

h io
h io

ho
ho

79,32212 296,15736
87,56488Btu/jam ft 2
79,32212 296,15736

(Pers. (6.38), Kern)


(13)

Faktor pengotor, Rd
Rd

UC
UC

UD
UD

87,56488 68,48116
0,00318
87,56488 68,48116

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi cooler dapat diterima.
Pressure drop
Fluida dingin : air, tube
(1)

Untuk Ret = 4972,51692


f = 0,00036 ft2/in2
s = 0,99
t

(4)

(Gbr. 26, Kern)


(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,00036 5224608,17649 (12) 4
5,22 1010 0,046 017 0,99 1

(Pers. (7.53), Kern)

0,41997 psi

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

= 0,001

2g'

Pr

PT

4n V 2
.
s 2g'
(4).(4)
.0,001
0,99
0,01616 psi

Pt +

Pr

= 0,41997 psi + 0,01616 psi


= 0,43614 psi
Pt yang diperbolehkan = 10 psi

Fluida panas : bahan, shell


(1 )

Untuk Res = 1870,5763


f = 0,0015 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,66
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

8
4

(Pers. (7.43), Kern)

28,8

Ds = 29 in = 2,41667 ft
(3 )

Ps

2
1 f G s Ds N 1
2 5,22 1010 D s
e
s

Ps

1
2

(Pers. (7.44), Kern)

2
0,0015 110577,26099 2,41667 28,8
5,22 1010 0,06 0,66 1

0,80842 psi
Ps yang diperbolehkan = 2 psi

C.28 Tangki Penyimpanan Etilen Glikol (TT-104)


Fungsi : Untuk menyimpan larutan Etilen Glikol
Bentuk : Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Bahan : Carbon steel, SA 240 Grade A


Jumlah : 10 unit
Lama Penyimpanan : 7 hari
Kondisi Operasi

A.

Temperatur (T) = 30 0C

Tekanan ( P)

= 1,1 bar

Volume Tangki
Kebutuhan larutan Etilen Glikol per jam = 10101,0101 kg/jam
Total massa bahan dalam tangki

= 10101,0101 kg/jam24 jam/hari7 hari


= 1.696.969,6970 kg

Direncanakan 10 buah tangki, sehingga:


1.696.969,6970 kg
10

Total massa bahan dalam tangki

Densitas Bahan dalam tangki

= 1,1151 kg/liter

Total volume bahan dalam tangki

169.969,9697 kg

169.969,9697 kg
=152185,3104 liter
1,1151 kg/liter
= 152,1853 m3

Faktor kelonggaran = 20 %
Volume tangki, VT

(Perry dan Green, 1999)

= (1 + 0,2) x 152185,3104 liter

= 1,2 x 152185,3104
= 182622,3725 liter
= 182,6224 m3

Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : Dt) = 3 : 2


Volume silinder (Vs)
Vs

1
4

3
8

Dt2 Hs (Hs : Dt = 3 : 2)
Dt3

Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 :
1, sehingga :
Tinggi head (Hh) = 1/6 D

(Brownell dan Young, 1959)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Volume tutup (Vh) ellipsoidal = /4

D2Hh

= /4

D2(1/6

= /24

D3

Vt = Vs + Vh
Vt = (3 /8

D)

(Brownell dan Young, 1959)


D3) + ( /24

Vt = 10 /24

D3)

D3

Diameter tangki (D)

24 Vt
10

24 182622,3725
10

51,028 dm

= 5,1028 m = 200,8973 in
D

= 3 /2

5,1028 m = 7,6542 m

Tinggi tutup ellipsoidal (Hh)

= 1 /4

D = 1 /4

Tinggi silinder (Hs) = 3/2

5,1028 m = 1,2757 m

Tinggi Tangki (HT) = Hs + Hh = 8,9299 m


B.

Tekanan Desain
Tinggi bahan dalam tangki
Volume tangki = 10 /24
= 10 /24

D3
(5,1028 m) 3

= 173,9261 m3
Tinggi tangki

= 8,9299 m

Tinggi bahan dalam tangki

volume bahan dalam tangki tinggi tangki


volume tangki

152,1853 8,9299
173,9261

= 7,81375 m
Tekanan hidrostatis

= Densitas bahan

= 1115,068

7,8137

9,8

tinggi cairan dalam tangki

= 85442,1926 Pa = 0,8432 atm

Tekanan operasi

= 1,01 bar = 0,9968 atm

Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %


P desain

= (1 + 0,2)

(0,8432 + 0,9968)

= 2,208 atm
= 32,4495 psia

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

C.

Tebal dinding tangki (bagian silinder)


- Faktor korosi (C)

: 0,125 in/tahun (Timmerhaus dkk,2004)

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (d)


dimana : d

P R
SE 0,6P

(C A )

(Timmerhaus dkk, 2004)

= tebal dinding tangki bagian silinder (in)

P = tekanan desain (psi)


R = jari-jari dalam tangki (in) = D/2
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan
d

32,4495 100,4486
16250 0,80
0,6 32,4495
1,5011 in

0,125 10

Dipilih tebal silinder standar = 1,5 in

D.

Tebal dinding head (tutup tangki)


-Faktor korosi (C)

: 0,125 in/tahun (Timmerhaus dkk,2004)

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun


- Tebal head (dh)

P Di
2SE 0,2P

(C A)

(Timmerhaus dkk, 2004)

dimana : dh = tebal dinding head (tutup tangki) (in)


P = tekanan desain (psi)
Di = diameter tangki (in)
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan
dh

32,4495 200,8973
2 16250 0,8
0,2 32,4495
1,5008in

0,125 10

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Dipilih tebal head standar = 1,5 in

C.29 Pompa Reboiler (P-106)


Fungsi

: Memompa campuran bottom destilasi ke reboiler

Jenis

: Pompa sentrifugal

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1,41 bar
T = 1970C

Laju alir massa (F)

= 6748,5708 kg/jam = 4,1328 lbm/s

Densitas ( )

= 18,4425 kg/m3

= 1,1513 lbm/ft3

Viskositas ( )

= 0,2246 cP

= 1,5096.10-4 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik (Q) =

4,1328 lbm/s
1,1513 lbm/ft 3

= 3,5896 ft3/s
= 1611,1663 gal/mnt

Perencanaan Diameter Pipa pompa :


Untuk aliran turbulen (Nre >2100),
De = 3,9

Q0,45

0,13

(Walas, 1988)

Untuk aliran laminar ,


De = 3,0

Q0,36

0,18

dengan : D = diameter optimum (in)


Q = laju volumetrik (ft 3/s)

(Walas, 1988)
= densitas (lbm/ft 3)
= viskositas (cP)

Asumsi aliran turbulen, maka diameter pipa pompa :


Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)0,45 ( )0,13
= 3,9 (3,5896 ft3/s )0,45 (1,1513 lbm/ft3)0,13
= 7,0597 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :


Ukuran nominal

: 8 in

Schedule number

: 80

Diameter Dalam (ID)

: 7,625 in = 0,6354 ft = 0,1937m

Diameter Luar (OD)

: 8,625in

Inside sectional area

: 0,3171 ft2

Kecepatan linear, v = Q/A =

Bilangan Reynold : NRe

= 0,7187 ft

3,5896 ft 3 /s
= 11,3199 ft/s
0,3171ft 2

v D

(1,1513 lbm/ft 3 )(11,3199 ft/s)(0,6354 ft)


=
1,4128.10- 4 lbm/ft.s

=5,4859.104 (Turbulen)
Untuk pipa commercial steel diperoleh harga = 4,6.10-5
Pada NRe = 5,4859.104 dan /D =

(Geankoplis,1997)

4,6.10 5 m
= 0,0002
0,1937m

maka harga f = 0,005

(Geankoplis,1997)

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= hc = 0,5 1

A2
v2
A1 2 .g c

= 0,5 1 0

Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f

= 0,9957 ft.lbf/lbm

11,31992
= 2(0,75)
2(32,174)

= 2,9871 ft.lbf/lbm

11,31992
v2
= 1(2,0)
2.g c
2(32,174)

= 3,9827 ft.lbf/lbm

v2
2 elbow 90 = hf = n.Kf.
2.g c
1 check valve = hf = n.Kf.

11,31992
2 1 32,174

L.v 2
D.2.g c

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 4(0,005)

1 Sharp edge exit = hex

Total friction loss :

A1
A2

= 1

= 1 0

30 . 11,3199
0,6354 .2. 32,174
2

= 1,8804 ft.lbf/lbm

v2
2. .g c

11,31992
2 1 32,174

= 1,9914 ft.lbf/lbm

= 11,8373 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


2
1
v2
2

v1

g z2

P2

z1

P1

F Ws

dimana :

(Geankoplis,1997)

v1 = v2

P1 P2 = 100 kPa = 2088,5547 lbf/ft

= 0 ft.lbf/lbm

Z = 30 ft
Maka :

32,174 ft/s 2
30 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 11,8373 ft.lbf/lbm Ws 0

Ws = -41,8373 ft.lbf/lbm

Effisiensi pompa , = 75 %
Ws

=-

-41,8373
Wp

= -0,75 x Wp
= 55,783 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P

= m x Wp
=

1 hp
6748,5708
lbm/s 55,783 ft.lbf/lbm x
0,45359 3600
550 ft.lbf / s
= 0,4192 hp

Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

x Wp

C.30 Reboiler (E-109)


Fungsi

: Menaikkan temperatur campuran bottom sebelum dimasukkan ke


kolom destilasi T-101

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai

: 1 in OD Tube 18 BWG, panjang = 12 ft, 2 pass

Fluida panas
Laju alir steam masuk = 529,08968 kg/jam = 1166,44917 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 260 C = 500F
Temperatur akhir (T2) = 260 C = 500F

Fluida dingin
Laju alir cairan masuk = 6748,5708 kg/jam = 14878,12965lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 197C = 386,6F

Temperatur akhir (t 2)

= 252C = 485,6F

Panas yang diserap (Q) = 879163,8989 kJ/jam = 833283,31932 Btu/jam

(7)

t = beda suhu sebenarnya

Fluida Panas
T1 = 500 F

T2 = 500 F

Fluida dingin
Temperatur yang lebih
tinggi
Temperatur yang lebih
rendah

T1 T2 = 0 F
LMTD

Selisih
t 2

t 1

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

99
113,4
ln
14,4

0
40,104

Selisih

t2 =386,6 F

t1 = 14,4 F

t1 = 485,6 F

t2 = 113,4 F

t2 t1 = 99 F

t2 t1 = 99 F

47,97225 F

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

t2
T1

t1
t1

99
500 485,5

0,87302

Jika, R = 0 maka t = LMTD = 47,97225 F


(8)

Tc dan tc

T1 T2
2

Tc

t1

tc

t2
2

500 500
2

500 F

386,6 485,6
2

436,1 F

Dalam perancangan ini digunakan reboiler dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Jenis tube = 18 BWG

Pitch (PT) = 1 9/16 in Triangular pitch

Panjang tube (L) = 12 ft

Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, reboiler untuk fluida panas steam dan
fluida dingin heavy organics, diperoleh UD =6-60, dan faktor pengotor (Rd) =
0,001
Diambil UD = 59 Btu/jam ft2 F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,

Q
UD

833283,31932 Btu/jam
Btu
59
47,97225o F
2 o
jam ft F

Luas permukaan luar (a ) = 0,3271 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

294,40868 ft 2
12 ft 0,3271ft 2 /ft

294,40868ft 2

(Tabel 10, Kern)

75,00476 buah

Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 95 tube dengan
ID shell 19 in.

Koreksi UD

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

L Nt

a"

12 ft 95 0,3271ft 2 /ft
372,894 ft 2
UD

Q
A t

833283,31932 Btu/jam
372,894 ft 2 x 47,97225 F

46,5819

Btu
jam ft 2

Fluida panas : steam, tube


(6)

(7)

(8)

Flow area tube, at = 1,04in2


at

N t a 't
144 n

at

95 1,04
144 2

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

0,34306ft 2

Kecepatan massa

Gt

W
at

Gt

lb m
1166,44917
3400,17571
0,34306
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 500 F
= 0,0178 cP = 0,0435 lbm/ft2 jam

(Gbr. 14, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 1/4 in OD, 18 BWG, diperoleh


ID = 1,15 in = 0,09583 ft

(9)

Re t

ID G t

Re t

0,09583 3400,17571
7483,27368
0,0435

(Pers. (7.3), Kern)

Kondensasi steam
hio = 92 btu/hr. ft2.oF

Fluida dingin : shell, bahan


(3 )

Flow area shell

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 19,25 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1,56 in

= Clearance = PT OD
= 1,25 1 = 0,25 in

as
(4 )

(5 )

19,25 0,25 5
144 1,56

0,13368ft 2

Kecepatan massa

Gs

w
as

Gs

lb m
14878,12965
111296,13868
0,13368
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada tc = 436,1 F
= 1,265 cP = 3,06228 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 1/4 tri. pitch, diperoleh de = 1,48 in.
De =1,48/12 = 0,123 ft

Res

De G s

Re s

0,123 x 111296,13868
3,06228

(Pers. (7.3), Kern)

4482,45363

(6 )

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 38

(9 )

Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

ho
s

=1

ho = 132,11737
(10)

1 = 132,11737

Clean Overall coefficient, UC

h
UC

io

ho

io

ho

92 132,11737
92 132,117377

54,26602 Btu/jam ft 2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(Pers. (6.38), Kern)


(12)

Faktor pengotor, Rd
Rd

UC
UC

UD
UD

54,266028 46,5819
0,00304
54,26602 46,5819

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi reboiler dapat diterima.

Pressure drop
Fluida panas : Steam, tube
(1)

Untuk Ret = 7483,27368


f = 0,00025 ft2/in2

(Gbr. 26, Kern)

s = 0,0244
t

(2)

(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,00018 3400,17571 (12) 2
5,22 1010 0,09583 0,024 1

(Pers. (7.53), Kern)

0,00057psi
(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

Pr

PT

2g'

= 0,0005

4n V 2
.
s 2g'
(4).(2)
.0,0005
0,024
0,16363psi

Pt +

Pr

= 0,00057 psi + 0,16363 psi


= 0,16419 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi

Fluida panas : bahan, shell

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(1 )

Untuk Res = 4482,45363


f = 0,0012 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,946
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

12
5

(Pers. (7.43), Kern)

28,8

Ds = 19,25/12 = 1,60417 ft
(3 )

f Gs

Ps

Ds N 1
10
5,22 10
De s s

Ps

2
0,0012 111296,13868 1,60417 28,8
5,22 1010 0,123 0,95 1

(Pers. (7.44), Kern)

0,11267 psi
Ps yang diperbolehkan = 10 psi

C.31 Flash Drum (V-101)


Fungsi

: Memisahkan fasa cair Etilen karbonat dan dietilen


glikol dari campuran fasa gas

Bentuk

: Silinder vertikal dengan alas dan tutup elipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-240, Grade A

Jenis sambungan

: Double welded butt joints

Jumlah

: 1 unit

Tabel LC.6 Komposisi bahan masuk ke Flash Drum


Komponen

F (kg/jam)

N (kmol)

Xi

Mr

Mravg

C2H6O2

12,6361 0,2179

0,1423

62,06

8,83

C4H10O3

59,2110 0,8001

0,5287

106

56,05

C3H4O3

9,0636 0,5035

0,3289

88

28,95

Total

80,911

93,83

Data perhitungan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Temperatur

T = 250 C (523,15 K)

Tekanan operasi

P = 1,41 atm (141,325 kPa)

Kebutuhan perancangan t = 0,75 jam

Perhitungan ukuran flash drum :


1. mcampuran

= F t = 60,683 kg
=

campuran

P Mr avg

(Perry, 1997)

RT
1,41 (atm) 93,75
0,082057(atm m 3 /kmol K) 523,15 (K)

= 3,079 kg/m3

Vcampuran

= mcampuran /

campuran

= 60,683 / 3,079
= 19,7066 m3
Faktor kelonggaran : 20 %

Volume tangki flash drum :

V = 1,2 Vcampuran
V = 1,2 19,7066 = 23,648 m

2. Direncanakan
Tinggi shell tangki : diameter tangki

; Hs : D = 3 : 2

Tinggi tutup tangki : diameter tangki

; Hh : D = 1 : 4

Volume shell tangki (Vs)


Vs = D2 Hs
Vs =

3
D3
8

Volume tutup tangki (Vh) elipsoidal


Vh =

24

D3

(Brownell,1959)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Volume tangki (V)


V = Vs + 2 Vh
23,648 =

11
D3
24

Maka, diameter tangki

D = 2,316 m

tinggi shell tangki

Hs =

Hs
D

D = 3,474 m

tinggi tutup tangki

Hh =

Hh
D

D = 0,579 m

tinggi tangki

Ht = Hs + 2 Hh = 6,632 m

3. Tebal shell tangki dan tutup tangki


Tekanan operasi :
Poperasi = 141,325 kPa
Faktor keamanan : 20 %
Pdesign = (1,2) (141,325 kPa)
= 169,590 kPa = 24,597 psia

Joint efficiency : E = 0,8

(Brownell, 1959)

Allowable stress : S = 14150 psia

(Brownell, 1959)

Faktor korosi : C

= 1/10 in

(Timmerhause,2004)

Umur alat : n = 10 tahun

Tebal shell tangki :


t

PD
nC
2 S E 1,2 P
(24,597 psia) (2,316 m) (39,37 in/m)
2(14150psia)(0,8) 1,2(24,579psia)
1,0992 in

Tebal shell standar yang digunakan = 1 1/8 in

10 ( 110 in)

(Brownell, 1959)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tebal tutup tangki :


t

PD
nC
2 S E 1,2 P
(24,597 psia) (2,316 m) (39,37 in/m)
2(14150psia)(0,8) 1,2(24,579psia)
1,0992 in

10 ( 110 in)

Tebal tutup standar yang digunakan = 1 1/8 in

(Brownell,1959)

C.32 Blower 4 (JB-104)


Fungsi

: mengalirkan cairan dietilen glikol dari flash drum (V-101)


menuju kondensor (E-110)

Jenis

: blower sentrifugal

Bahan konstruksi : carbon steel


Kondisi operasi

: 250 C dan 140 kPa

Laju alir (N32)

= 71,8471 kmol/jam

Laju alir volum gas Q =

71,8471kmol/jam x 8,314 m 3 Pa/mol.K x 523,15 K


140 kPa

= 23,6791 m3 /jam
Daya blower dapat dihitung dengan persamaan,

144 efisiensi Q
33000

Efisiensi blower,

(Perry, 1997)

= 80

Sehingga,

144 0,8 23,6791


33000

= 0,0827 hp

Maka dipilih blower dengan tenaga 1/10 hp

C.33 Kondensor Subcooler (E-110)


Fungsi

: Mendinginkan uap campuran dietilen glikol

Jenis

: 1-2 shell and tube exchanger

Dipakai

: 1 in OD Tube 10 BWG, panjang = 12 ft, 2 pass

Jumlah

: 1 unit

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Fluida panas
Laju alir umpan masuk = 71,84714578 kg/jam = 158,39667 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 250oC = 482F
Temperatur akhir (T2) = 30C = 86,18F

Fluida dingin
Laju alir air pendingin = 214,5303 kg/jam = 472,96091 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 30 C = 86 F

Temperatur akhir (t 2)

= 55 C = 131 F

Panas yang diserap (Q)

= -22418,4205 kJ/jam = 21248,47923 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

Fluida dingin
Temperatur yang

T1 = 482 F

lebih tinggi
Temperatur yang

T2 = 86,18 F

lebih rendah

T1 T2 = 395,82 F

LMTD

t 2

t 1

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

t1
t1

350,82
0,18
ln
351

t2 = 131 F

t1 = 351 F

t1 = 86 F

t2 = 0.18 F

t 2 t1 =

Selisih

Selisih

45 F

t2 t1 =
350,82 F

46,309 F

395,82
8,796
45
45
482 86

0,11364

Dari Fig 19, Kern, 1965 diperoleh FT = 0,95


Maka t = FT

LMTD = 0,98

46,309= 43,99383 F

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(2) Tc dan tc
Tc

tc

T1 T2
2

t1

t2
2

257,144 205,142
2

284,09 F

86 140
108,5 F
2

Dalam perancangan ini digunakan kondensor dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Jenis tube = 10 BWG

Pitch (PT) = 1 9/16 in triangular pitch

Panjang tube (L) = 12 ft

j.

Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, kondensor untuk fluida panas heavy
organic dan fluida dingin air, diperoleh UD = 5-75, faktor pengotor (Rd) =
0,003.
Diambil UD = 12 Btu/jam ft2 F

Luas permukaan untuk perpindahan panas,

21248,47923 Btu/jam
Btu
12
43,99383o F
2 o
jam ft F

Q
UD

40,24897 ft 2

Luas permukaan luar (a ) = 0,3271 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

(Tabel 10, Kern)

40,24897 ft 2
10,25399 buah
12 ft 0,3271 ft 2 /ft

k. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 18 tube dengan
ID shell 10 in.
l.

Koreksi UD

L Nt a"
12 ft 18 0,3271ft 2 /ft
70,653 ft 2

UD

Q
A t

21248,47923 Btu/jam
70,653ft 2 43,99383 F

6,836

Btu
jam ft 2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Fluida dingin : air, tube


(3) Flow area tube, at = 0,757 in2
at

N t a 't
144 n

at

18 0,757
144 2

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

0,04731ft 2

(4) Kecepatan massa

Gt

w
at

Gt

lb m
472,96091
9996,53181
0,04731
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

(5) Bilangan Reynold


Pada tc = 108,5 F
= 0,75 cP = 1,81 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 1/4 in OD, 10 BWG, diperoleh


ID = 0,982 in = 0,082 ft

Re t

ID G t

Re t

0,082 9996,53181
= 450,88367
1,81

L
D

(Pers. (7.3), Kern)

12
146,63951
0,082

(6) Taksir jH dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH = 10


(7) Pada tc = 108,5 F
c = 0,99 Btu/lbmF

(Gbr 3, Kern)

k = 0,364 Btu/jam.ftF

1
3

0,99 1,81
0,364

k
(8)

hi
s

jH

(Tabel 5, Kern)

k
D

1
3

1
3

c
k

1,70248

(Pers. (6.15), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

i
s
h

io
t

10

0,364
1,70248 75,72759
0,082

i x ID
t OD
75,72759x

0,982
1

= 59,49159

(12) Karena viskositas rendah, maka diambil

hio

=1

hio
t
t

hio = 59,49159 1 = 59,49159


Fluida panas : shell, bahan
(3 )

Flow area shell


as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 10 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1 9/16 in

= Clearance = PT OD
= 1 1/4 1 = 5/16 in

as

(4 )

(5 )

10 1,5625 5
144 0,3125

0,06944ft 2

Kecepatan massa

Gs

W
as

Gs

lb m
58,39667
2280,91206
0,06944
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Pada Tc = 284,09 F
= 0,507 cP = 1,226 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 9/16 tri pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =1,23/12 = 0,1 ft

Res

De G s

Re s

0,1 2280,91206
190,60224
1,226

(Pers. (7.3), Kern)

(6 )

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 10

(7 )

Pada Tc = 284,09 F
c = 0,8 Btu/lbm F

(Gbr 3, Kern)

k = 0,0582 Btu/jam.ft.oF

1
3

0,8 1,226
0,058

k
(8 )

(9 )

(Tabel 5, Kern)

1
3

2,56285

1
3

ho
s

jH

k
De

ho
s

10

0,058
2,56285 14,57552
0,1

Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

(Pers. (6.15), Kern)

=1

ho
s
s

ho = 14,57552 1 = 14,57552

(13)

Clean Overall coefficient, UC


UC

h io
h io

ho
ho

59,49159 14,57552
11,70723 Btu/jam ft 2
59,49159 14,57552

(Pers. (6.38), Kern)


(14) Faktor pengotor, Rd

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Rd

UC
UC

UD
UD

11,70723 6,836
0,06087
11,2435 6,836

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi condensor dapat diterima.

Pressure drop
Fluida dingin : air, tube
(1)

Untuk Ret = 190,60224


f = 0,00036 ft2/in2

(Gbr. 26, Kern)

s = 0,99
t

(5)

(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,00036 9996,53181 (12) 2
5,22 1010 0,082 0,99 1

(Pers. (7.53), Kern)

0,0002psi
(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

Pr

PT

2g'

= 0,001

4n V 2
.
s 2g'
(4).(2)
.0,001
0,99
0,00808 psi
=

Pt +

Pr

= 0,00808psi + 0,0002 psi


= 0,00828 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi

Fluida panas : bahan, shell


(1 )

Untuk Res = 190,60224

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

f = 0,0015 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,66
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

12
5

(Pers. (7.43), Kern)

28,8

Ds = 10 in = 0,8333 ft
(3 )

Ps

Ps

2
1 f G s Ds N 1
2 5,22 1010 D s
e
s

(Pers. (7.44), Kern)

2
0,0015 190,60224 0,83 28,8
5,22 1010 0,1 0,99 1
0.00005 psi
1
2

Ps yang diperbolehkan = 2 psi

C.34 Pompa Destilat DEG (P-107)


Fungsi

: : Memompa campuran atas dari Kondensor subcooler ke tangki


penyimpan Dietilen Glikol.

Jenis

: : Pompa sentrifugal

Jumlah

: : 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1,41 bar
T = 300C

Laju alir massa (F)

= 71,8471 kg/jam

= 0,044 lbm/s

Densitas ( )

= 0,0272 kg/m3

= 1,6976 lbm/ft3

Viskositas ( )

= 2,444 cP

= 1,642.10-3 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik (Q) =

0,044 lbm/s
1,6976 lbm/ft 3

= 0,0259 ft3/s
= 11,633 gal/mnt

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Perencanaan Diameter Pipa pompa :


Untuk aliran turbulen (Nre >2100),
De = 3,9

Q0,45

0,13

(Walas, 1988)

Untuk aliran laminar ,


De = 3,0

Q0,36

0,18

dengan : D = diameter optimum (in)


Q = laju volumetrik (ft 3/s)

(Walas, 1988)
= densitas (lbm/ft 3)
= viskositas (cP)

Asumsi aliran turbulen, maka diameter pipa pompa :

Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)0,45 ( )0,13
= 3,9 (0,0259 ft3/s )0,45 (1,6976lbm/ft3)0,13
= 0,8074 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :


Ukuran nominal

: 3/4 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,824 in = 0,0687 ft = 0,0209 m

Diameter Luar (OD)

: 1,05 in = 0,0875ft

Inside sectional area

: 0,0037 ft2

0,0259 ft 3 /s
Kecepatan linear, v = Q/A =
= 6,9861 ft/s
0,0037 ft 2

Bilangan Reynold : NRe

v D
(1,6976 lbm/ft 3 )(6,9861ft/s)(0,0687 ft)
1,642.10-3 lbm/ft.s

= 4,957.102 (Turbulen)
Untuk pipa commercial steel diperoleh harga = 4,6.10-5

(Geankoplis,1997)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Pada NRe = 4,957.102 dan /D =

4,6.10 5 m
= 0,0022
0,0209 m
(Geankoplis,1997)

maka harga f = 0,03

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= hc = 0,5 1

A2
v2
A1 2 .g c

6,98612
= 0,5 1 0
2 1 32,174
2 elbow 90 = hf = n.Kf.

6,98612
2(32,174)

= 1,1377 ft.lbf/lbm

6,98612
v2
= 1(2,0)
2.g c
2(32,174)

= 1,5169 ft.lbf/lbm

v2
2.g c

1 check valve = hf = n.Kf.

Pipa lurus 25 ft = Ff = 4f

= 0,3792 ft.lbf/lbm

= 2(0,75)

L.v 2
D.2.g c
2

= 4(0,03)

= 1

1 Sharp edge exit = hex

= 1 0
Total friction loss :

25 . 6,9861
0,797 .2. 32,174
A1
A2

= 3,3137 ft.lbf/lbm

v2
2. .g c

6,98612
2 1 32,174

= 0,7585 ft.lbf/lbm

= 7,1061 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

dimana :

F Ws

(Geankoplis,1997)

v1 = v2

P1 P2 = 141 kPa = 2944,8622 lbf/ft

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0 ft.lbf/lbm

Z = 50 ft
Maka :

32,174 ft/s 2
50 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 7,1061ft.lbf/lbm Ws 0

Ws = -57,1061 ft.lbf/lbm

Effisiensi pompa , = 75 %
Ws

=-

-57,1061

= -0,75 x Wp

Wp

= 76,1414 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P

= m x Wp

1 hp
0,0259
lbm/s 76,1414 ft.lbf/lbm x
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 0,0061
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1/10 hp

C.35 Tangki Penyimpanan Dietilen Glikol (TT-105)


Fungsi : Untuk menyimpan larutan Dietilen Glikol
Bentuk : Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon steel, SA 240 Grade A
Jumlah : 1 unit
Lama Penyimpanan : 10 hari
Kondisi Operasi

A.

Temperatur (T) = 30 0C

Tekanan ( P)

= 1,41 bar

Volume Tangki

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

x Wp

Kebutuhan larutan Dietilen Glikol per jam = 71,8471 kg/jam


Total massa bahan dalam tangki

= 71,8471 kg/jam24 jam/hari10 hari


= 17243,315 kg

Direncanakan 1 buah tangki, sehingga:


17243,315 kg
1

Total massa bahan dalam tangki

Densitas Bahan dalam tangki

= 1,2671 kg/liter

Total volume bahan dalam tangki

17243,315 kg

17243,315 kg
=12.016,9933 liter
1,2671 kg/liter
= 13607,9882 m3

Faktor kelonggaran = 20 %
Volume tangki, VT

(Perry dan Green, 1999)

= (1 + 0,2) x 13607,9882 liter

= 1,2 x 13607,9882
= 16329,5858 liter
= 16,3296 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : Dt) = 3 : 2
Volume silinder (Vs)
Vs

1
4

3
8

Dt2 Hs (Hs : Dt = 3 : 2)
Dt3

Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 :
1, sehingga :
Tinggi head (Hh) = 1/6 D

(Brownell dan Young, 1959)

Volume tutup (Vh) ellipsoidal = /4

D2Hh

= /4

D2(1/6

= /24

D3

Vt = Vs + Vh
Vt = (3 /8
Vt = 10 /24

D)

(Brownell dan Young, 1959)


D3) + ( /24

D3)

D3

Diameter tangki (D)

24 Vt
10

24 16,3296
10

22,8183dm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 2,2818 m =89,8355 in
Tinggi silinder (Hs) = 3/2

= 3 /2

2,2818 m = 3,4227 m

Tinggi tutup ellipsoidal (Hh)

= 1 /6

D = 1 /6

2,2818 m = 0,5705 m

Tinggi Tangki (HT) = Hs + Hh = 3,9932 m

B.

Tekanan Desain
Tinggi bahan dalam tangki
Volume tangki = 10 /24
= 10 /24

D3
(2,2818 m) 3

= 15,552 m3
Tinggi tangki

= 3,9932 m

Tinggi bahan dalam tangki

volume bahan dalam tangki tinggi tangki


volume tangki

13,608 3,9932
15,552

= 3,494 m

Tekanan hidrostatis

= Densitas bahan
= 1267,1465

9,8

tinggi cairan dalam tangki


3,494

= 43418,1786 Pa = 0,4285 atm


Tekanan operasi

= 1,41 bar = 1,3916 atm

Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %


P desain

= (1 + 0,2)

(0,4285 + 1,3916)

= 2,1841 atm
= 32,0972 psia

C.

Tebal dinding tangki (bagian silinder)


- Faktor korosi (C)

: 0,1 in/tahun

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

(Timmerhaus dkk,2004)
(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tebal silinder (d)


dimana : d

P R
SE 0,6P

(Timmerhaus dkk, 2004)

(C A )

= tebal dinding tangki bagian silinder (in)

P = tekanan desain (psi)


R = jari-jari dalam tangki (in) = D/2
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan
d

32,0972 44,9177
16250 0,80
0,6 32,0972
1,1427 in

0,1 10

Dipilih tebal silinder standar = 1 1/4 in

D.

Tebal dinding head (tutup tangki)


-Faktor korosi (C)

: 0,1 in/tahun

- Allowable working stress (S) : 16.250 lb/in


- Efisiensi sambungan (E)

(Timmerhaus dkk,2004)
(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun


- Tebal head (dh)

P Di
2SE 0,2P

(C A)

(Timmerhaus dkk, 2004)

dimana : dh = tebal dinding head (tutup tangki) (in)


P = tekanan desain (psi)
Di = diameter tangki (in)
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan
dh

32,0972 89,8355
2 16250 0,8
0,2 32,0972
1,1425 in

0,1 10

Dipilih tebal head standar = 1 1/4 in

C.36 Pompa Bottom EC


Fungsi

: Memompa campuran bawah dari Cooler 4 ke tangki penyimpan


Etilen Karbonat.

Jenis

: Pompa sentrifugal

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1,41 bar
T = 2500C

Laju alir massa (F)

= 80,9107 kg/jam

= 0,0495 lbm/s

Densitas ( )

= 27,3572 kg/m3

= 1,7079 lbm/ft3

Viskositas ( )

= 0,1796 cP

= 1,2068.10-4 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik (Q) =

0,0495 lbm/s
1,7069 lbm/ft 3

= 0,029 ft3/s
= 13,0222 gal/mnt

Perencanaan Diameter Pipa pompa :


Untuk aliran turbulen (Nre >2100),
De = 3,9

Q0,45

0,13

(Walas, 1988)

Untuk aliran laminar ,


De = 3,0

Q0,36

0,18

dengan : D = diameter optimum (in)


Q = laju volumetrik (ft 3/s)

(Walas, 1988)
= densitas (lbm/ft 3)
= viskositas (cP)

Asumsi aliran turbulen, maka diameter pipa pompa :


Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)0,45 ( )0,13
= 3,9 (0,029 ft3/s )0,45 (1,7079 lbm/ft3)0,13
= 0,8501 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :


Ukuran nominal

: 1 in

Schedule number

: 80

Diameter Dalam (ID)

: 0,957 in = 0,0797 ft = 0,0282 m

Diameter Luar (OD)

: 1,315 in = 0,1096 ft

Inside sectional area

: 0,00499 ft2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Kecepatan linear, v = Q/A =


Bilangan Reynold : NRe

0,029 ft 3 /s
= 5,8141 ft/s
0,00499ft 2

v D

(1,7079lbm/ft 3 )(5,8141 ft/s)(0,0797 ft)


=
1,206.10-4 lbm/ft.s

=6,5619.103 (Turbulen)
Untuk pipa commercial steel diperoleh harga = 4,6.10-5
Pada NRe = 6,5619.103 dan /D =

(Geankoplis,1997)

4,6.10 5 m
= 0,0016
0,0797 m

maka harga f = 0,005

(Geankoplis,1997)

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= hc = 0,5 1

A2
v2
A1 2 .g c

= 0,5 1 0

2 elbow 90 = hf = n.Kf.

v2
2.g c

1 check valve = hf = n.Kf.

Pipa lurus 30 ft = Ff = 4f

5,81412
2 1 32,174

= 2(0,75)

5,81412
2(32,174)

5,81412
v2
= 1(2,0)
2.g c
2(32,174)

= 0,2627 ft.lbf/lbm

= 0,788 ft.lbf/lbm

= 1,0507 ft.lbf/lbm

L.v 2
D.2.g c
2

30 . 5,8141
= 4(0,005)
0,797 .2. 32,174

= 3,9524ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1 Sharp edge exit = hex

Total friction loss :

= 1

A1
A2

v2
2. .g c

5,81412
= 1 0
2 1 32,174

= 0,5253 ft.lbf/lbm

= 6,579 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :


2
1
v2
2

v1

g z2

P2

z1

P1

F Ws

dimana :

(Geankoplis,1997)

v1 = v2

P1 P2 = 140 kPa = 2923,9766 lbf/ft

= 0 ft.lbf/lbm

Z = 40 ft

Maka :

32,174 ft/s 2
40 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 6,579 ft.lbf/lbm Ws 0

Ws = -46,579 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , = 75 %
Ws

=-

-46,579

= -0,75 x Wp

Wp

= 62,1053 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P

= m x Wp
= 1,7079 lbm/ft 3 x0,029 ft 3 / s 73,9649 ft.lbf/lbm x

1 hp
550 ft.lbf / s

= 0,0056
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1/10 hp

C.37 Cooler 3 (E-111)


Fungsi

: Mendinginkan uap campuran Etilen karbonat

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

x Wp

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Dipakai

: 1 in OD Tube 10 BWG, panjang = 8 ft, 4 pass

Jumlah

: 1 unit

Fluida panas
Laju alir umpan masuk = 9,06355 kg/jam = 19,98182 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 250oC = 482F
Temperatur akhir (T2) = 100C = 212F

Fluida dingin
Laju alir air pendingin = 36,6472 kg/jam = 80,7937 lbm/jam
Temperatur awal (t 1)

= 30 C = 86 F

Temperatur akhir (t 2)

= 55 C = 131 F

Panas yang diserap (Q) = -3829,6337 kJ/jam = 3629,77812 Btu/jam

(1) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

Fluida dingin
Temperatur yang

T1 = 482 F

lebih tinggi
Temperatur yang

T2 = 212 F

lebih rendah

T1 T2 = 270 F

LMTD

t 2

t 1

t 2
ln
t 1

225
126
ln
351

t2 = 131 F

t1 = 351 F

t1 = 86 F

t2 = 126 F

t 2 t1 =

Selisih

Selisih

45 F

t2 t1 =
225 F

219,6 F

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

270
45

t1
t1

45
482 86

0,11

Dari Fig 19, Kern, 1965 diperoleh FT = 0,925


Maka t = FT

LMTD = 0,925

219,6 = 203,14 F

(2) Tc dan tc
Tc
tc

T1

T2
2

t1

t2
2

482 212
2

347 F

86 131
108,5 F
2

Dalam perancangan ini digunakan kondensor dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Jenis tube = 10 BWG

Pitch (PT) = 1 in square pitch

Panjang tube (L) = 8 ft

a. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, kondensor untuk fluida panas heavy
organic dan fluida dingin air, diperoleh UD = 5-75, faktor pengotor (Rd) =
0,003.
Diambil UD = 5 Btu/jam ft2 F

Luas permukaan untuk perpindahan panas,

Q
UD

3829,6337Btu/jam
Btu
5
203,147o F
2 o
jam ft F

Luas permukaan luar (a ) = 0,3271 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

3,57355 ft 2

(Tabel 10, Kern)

3,57355 ft 2
1,36562buah
8 ft 0,3271 ft 2 /ft

b. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 10 tube dengan
ID shell 10 in.
c. Koreksi UD

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

a"

L Nt

8 ft 10 0,3271ft 2 /ft
26,16 ft 2

UD

Q
A t

3829,6337Btu/jam
26,16 ft 2 203,147 F

5,68281

Btu
jam ft 2

Fluida dingin : air, tube


(3) Flow area tube, at = 0,182 in2
at

N t a 't
144 n

at

10 0,182
144 4

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

0,00316ft 2

(4) Kecepatan massa

Gt

w
at

Gt

lb m
80,7937
25569,87293
0,00316
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

(5) Bilangan Reynold


Pada tc = 108,5 F
= 0,9 cP = 2,17719 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 10 BWG, diperoleh


ID = 1,23 in = 0,1 ft

Re t

ID G t

Re t

0,1 25569,87293
= 1203,80489
2,17719

L
D

8
0,1

(Pers. (7.3), Kern)

80

(6) Taksir jH dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH = 8


(12)

Karena viskositas rendah, maka diambil

hio

=1

hio
t
t

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

hio = 50,575 1 = 50,575

Fluida panas : shell (bahan berupa etilen karbonat)


(3 )

Flow area shell


as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 10 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1 in

= Clearance = PT OD
= 1 1/4 1 = 0,25 in

as
(4 )

(5 )

10 0,25 5
144 1

0,08681ft 2

Kecepatan massa

Gs

W
as

Gs

lb m
19,98182
230,19058
0,0868
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 347 F
= 1,11 cP = 2,685 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 square pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =0,73/12 = 0,06083 ft

Res

De G s

Re s

0,06083 230,19058
5,21498
2,685

(Pers. (7.3), Kern)

(6 )

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 0,8

(9 )

Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

=1

ho
s
s

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

ho = 8,06363 1 = 8,06363
(10)

Clean Overall coefficient, UC


UC

h io h o
h io h o

50,575 8,06363
6,95478 Btu/jam ft 2
50,575 8,06363

(Pers. (6.38), Kern)


(11)

Faktor pengotor, Rd
Rd

UC
UC

UD
UD

6,95478 5,68281
0,03218
6,95478 5,68281

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi cooler dapat diterima.
Pressure drop
Fluida dingin : air, tube
(1)

Untuk Ret = 1203,80489


f = 0,0001 ft2/in2

(Gbr. 26, Kern)

s = 0,99
t

(6)

(Gbr. 6, Kern)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,0001 25569,87293 (8) 4
5,22 1010 0,0752 0,99 1

(Pers. (7.53), Kern)

1,61656psi
(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

Pr

PT

2g'

= 0,001

4n V 2
.
s 2g'
(4).(4)
.0,001
0,99
1,61616 psi
=

Pt +

Pr

= 1,61616 psi + 0,00039 psi

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 1,61656 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi
Fluida panas : shell (bahan berupa etilen karbonat)
(1 )

Untuk Res = 5,21498


f = 0,0007 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,714
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

12
19,2
4

(Pers. (7.43), Kern)

Ds = 10 in = 0,8333 ft
(3 )

Ps

2
1 f G s Ds N 1
2 5,22 1010 D s
e
s

Ps

1
2

(Pers. (7.44), Kern)

2
0,0007 230,19058 0,833 19,2
5,22 1010 0,06 0,98 1

0,0000003 psi
Ps yang diperbolehkan = 2 psi

C.38 Cooler 4 (E-112)


Fungsi

: Mendinginkan uap campuran Etilen karbonat

Jenis

: 2-4 shell and tube exchanger

Dipakai

: 1 in OD Tube 10 BWG, panjang = 8 ft, 4 pass

Jumlah

: 1 unit

Fluida panas
Laju alir umpan masuk = 9,06355 kg/jam = 19,98182 lbm/jam
Temperatur awal (T1) = 100C = 212F
Temperatur akhir (T2) = 35C = 95F
Fluida dingin

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Laju alir air pendingin = 13,9139 kg/jam = 30,67507 lbm/jam


Temperatur awal (t 1)

= 30 C = 86 F

Temperatur akhir (t 2)

= 55 C = 131 F

Panas yang diserap (Q) = -1454,00308 kJ/jam = 1378,12359 Btu/jam

(3) t = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas

Fluida dingin
Temperatur yang

T1 = 212 F

lebih tinggi

t1 = 81 F

t1 = 86 F

t2 = 9 F

lebih rendah

T1 T2 = 117 F

t 1

72
9
ln
81

t 2
ln
t 1

T1 T2
t 2 t1

t2
T1

117
45

t1
t1

t 2 t1 =

Selisih

t 2

LMTD

t2 = 131 F

Temperatur yang

T2 = 95 F

Selisih

45 F

t2 t1 =
72 F

32,7 F

2,6

45
212 86

0,357

Dari Fig 19, Kern, 1965 diperoleh FT = 0,925


Maka t = FT

LMTD = 0,925

32,77 = 30,31 F

(4) Tc dan tc
Tc

tc

T1

T2
2

t1

t2
2

212 95
153,5 F
2

86 131
108,5 F
2

Dalam perancangan ini digunakan kondensor dengan spesifikasi:


-

Diameter luar tube (OD) = 1 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jenis tube = 10 BWG

Pitch (PT) = 1 in square pitch

Panjang tube (L) = 8 ft

a. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, kondensor untuk fluida panas heavy
organic dan fluida dingin air, diperoleh UD = 5-75, faktor pengotor (Rd) =
0,003.
Diambil UD = 6 Btu/jam ft2 F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,

1378,12359Btu/jam
Btu
6
30,31097o F
2 o
jam ft F

Q
UD

7,5777 ft 2

Luas permukaan luar (a ) = 0,3271 ft2/ft


Jumlah tube, N t

A
L a"

(Tabel 10, Kern)

7,5777 ft 2
8 ft 0,3271 ft 2 /ft

2,89579 buah

b. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 10 tube dengan
ID shell 10 in.
c. Koreksi UD

L Nt

a"

8 ft 10 0,3271ft 2 /ft
26,16 ft 2
UD

Q
A t

1378,12359Btu/jam
26,16 ft 2 30,3 F

5,73747

Btu
jam ft 2

Fluida dingin : air, tube


(7) Flow area tube, at = 0,182 in2
at

N t a 't
144 n

at

10 0,182
144 4

(Tabel 10, Kern)


(Pers. (7.48), Kern)

0,00316ft 2

(8) Kecepatan massa

Gt

w
at

(Pers. (7.2), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Gt

lb m
30,67507
9708,15406
0,00316
jam ft 2

(9) Bilangan Reynold


Pada tc = 108,5 F
= 0,9 cP = 2,17719 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Tabel 10, Kern, untuk 1 in OD, 10 BWG, diperoleh


ID = 1,23 in = 0,1 ft

Re t

ID G t

Re t

0,1 9708,15406
= 457,05051
2,17719

L
D

8
0,1

(Pers. (7.3), Kern)

80

Taksir jH dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH = 4

(10)

Pada tc = 108,5 F
c = 0,99 Btu/lbmF

(Gbr 3, Kern)

k = 0,364 Btu/jam.ftF

1
3

0,99 1,5724
0,364

(8)

hi
s

jH

i
s

io
t

(Tabel 5, Kern)

k
D

1
3

1,809

1
3

(Pers. (6.15), Kern)

0,364
1,809 25,699
0,1

i x ID
t OD
25,699 x

1,23
1

= 25,288
(13)

Karena viskositas rendah, maka diambil

=1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

hio

hio
t
t

hio = 25,288

1 = 25,288

Fluida panas : shell, (bahan yaitu etilen karbonat)


(3 )

Flow area shell


as

Ds C ' B 2
ft
144 PT

(Pers. (7.1), Kern)

Ds

= Diameter dalam shell = 10 in

= Baffle spacing = 5 in

PT

= Tube pitch = 1 in

= Clearance = PT OD
= 1 1/4 1 = 0,25 in

as
(4 )

(5 )

10 0,25 5
144 1

0,08681ft 2

Kecepatan massa

Gs

W
as

Gs

lb m
19,98182
230,19058
0,0868
jam ft 2

(Pers. (7.2), Kern)

Bilangan Reynold
Pada Tc = 153,5 F
= 1,11 cP = 2,685 lbm/ft2 jam

(Gbr. 15, Kern)

Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1 in dan 1 square pitch, diperoleh de = 0,72 in.
De =0,73/12 = 0,06083 ft

(6 )

Res

De G s

Re s

0,06083 230,19058
5,21498
2,685

(Pers. (7.3), Kern)

Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh jH = 0,8

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(7 )

Pada Tc = 153,5 F
c = 0,5 Btu/lbm F

(Gbr 3, Kern)

k = 0,0398 Btu/jam.ft.oF

1
3

0,5 2,685
0,0398

k
(8 )

(9 )

(Tabel 5, Kern)

1
3

1,54

1
3

ho
s

jH

k
De

ho
s

0,8

0,0398
1,54 8,06363
0,06083

Karena viskositas rendah, maka diambil

ho

(Pers. (6.15), Kern)

=1

ho
s
s

ho = 8,06363 1 = 8,06363

(10)

Clean Overall coefficient, UC


UC

h io h o
h io h o

25,288 8,06363
6,114Btu/jam ft 2
25,288 8,06363

(Pers. (6.38), Kern)


(12)

Faktor pengotor, Rd
Rd

UC
UC

UD
UD

6,114 5,73747
0,01073
6,114 5,73747

(Pers. (6.13), Kern)


Rd hitung Rd batas, maka spesifikasi cooler dapat diterima.

Pressure drop
Fluida dingin : air, tube
(1)

Untuk Ret = 457,05051


f = 0,0001 ft2/in2
s = 0,99

(Gbr. 26, Kern)


(Gbr. 6, Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(7)

=1

Pt

2
f Gt L n
5,22 1010 ID s t

Pt

2
0,0001 9708,15406 (8) 4
5,22 1010 0,0752 0,99 1

(Pers. (7.53), Kern)

0,00006psi
(3)

Dari grafik 27, hal:837, Kern, pada diperoleh

Pr

PT

2g'

= 0,001

4n V 2
.
s 2g'
(4).(4)
.0,001
0,99
1,61616 psi

Pt +

Pr

= 1,61616 psi + 0,00006 psi


= 1,61622 psi
Pt yang diperbolehkan = 2 psi

Fluida panas : shell (bahan yaitu etilen karbonat)


(1 )

Untuk Res = 5.21498


f = 0,0012 ft2/in2
s

(Gbr. 29, Kern)

=1

s = 0,98
(2 )

N 1 12

L
B

N 1 12

12
19,2
4

(Pers. (7.43), Kern)

Ds = 10 in = 0,8333 ft
(3 )

Ps

2
1 f G s Ds N 1
2 5,22 1010 D s
e
s

(Pers. (7.44), Kern)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Ps

1
2

2
0,0007 230,19058 0,833 19,2
5,22 1010 0,06 0,98 1

0,0000003 psi
Ps yang diperbolehkan = 2 psi

C.39 Tangki Penyimpanan Etilen Karbonat


Fungsi : Untuk menyimpan larutan Etilen Karbonat
Bentuk : Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon steel, SA 240 Grade A
Jumlah : 1 unit
Lama Penyimpanan : 10 hari
Kondisi Operasi

A.

Temperatur (T) = 30 0C

Tekanan ( P)

= 1,41 bar

Volume Tangki
Kebutuhan larutan Etilen Karbonat per jam = 9,0636 kg/jam
Total massa bahan dalam tangki

= 9,0636 kg/jam24 jam/hari10 hari


= 2175,253 kg

Direncanakan 1 buah tangki, sehingga:

2175,253kg
1

Total massa bahan dalam tangki

Densitas Bahan dalam tangki

= 1,32 kg/liter

Total volume bahan dalam tangki

2175,253 kg

2175,253kg
=1647,9189 liter
1,32 kg/liter
= 1,6479 m3

Faktor kelonggaran = 20 %
Volume tangki, VT

(Perry dan Green, 1999)

= (1 + 0,2) x 1647,9189 liter

= 1,2 x 1647,9189
= 1977,5027 liter
= 1,9775 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : Dt) = 3 : 2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Volume silinder (Vs)


Vs

1
4

3
8

Dt2 Hs (Hs : Dt = 3 : 2)
Dt3

Tutup tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap minor 2 :
1, sehingga :
Tinggi head (Hh) = 1/6 D

(Brownell dan Young, 1959)

Volume tutup (Vh) ellipsoidal = /4

D2Hh

= /4

D2(1/6

= /24

D3

D)

Vt = Vs + Vh
Vt = (3 /8

(Brownell dan Young, 1959)


D3) + ( /24

Vt = 10 /24

D3)

D3

Diameter tangki (D)

24 Vt
10

24 1977,5027
10

11,2892dm

= 1,1289 m =44,4456 in
Tinggi silinder (Hs) = 3/2

= 3 /2

1,1289 m = 1,6934 m

Tinggi tutup ellipsoidal (Hh)

= 1 /6

D = 1/6 1,1289 m = 0,2822 m

Tinggi Tangki (HT) = Hs + Hh = 1,9756 m


B.

Tekanan Desain
Tinggi bahan dalam tangki
Volume tangki = 10 /24
= 10 /24

D3
(1,1289 m) 3

= 1,8833 m3
Tinggi tangki

= 1,9756 m

Tinggi bahan dalam tangki

volume bahan dalam tangki tinggi tangki


volume tangki

1,6479 1,9756
1,8833

= 1,7287 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tekanan hidrostatis

= Densitas bahan
= 1320

9,8

tinggi cairan dalam tangki

1,7287

= 22376,8697 Pa = 0,2208 atm


Tekanan operasi

= 1,41 bar = 1,3916 atm

Faktor keamanan untuk tekanan = 20 %


P desain

= (1 + 0,2)

(0,2208 + 1,3916)

= 1,9349 atm
= 28,4351 psia

C.

Tebal dinding tangki (bagian silinder)


- Faktor korosi (C)

: 0,1 in/tahun

- Allowable working stress (S) : 12650 lb/in2


- Efisiensi sambungan (E)

(Timmerhaus dkk,2004)
(Brownell dan Young, 1959)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun

Tebal silinder (d)


dimana : d

P R
SE 0,6P

(C A )

(Timmerhaus dkk, 2004)

= tebal dinding tangki bagian silinder (in)

P = tekanan desain (psi)


R = jari-jari dalam tangki (in) = D/2
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan
d

28,4351 22,2228
12650 0,80
0,6 28,4351
1,0625 in

0,1 10

Dipilih tebal silinder standar = 1 1/8 in

D.

Tebal dinding head (tutup tangki)


-Faktor korosi (C)

: 0,1 in/tahun

(Timmerhaus dkk,2004)

- Allowable working stress (S) : 12650 lb/in2

(Brownell dan Young, 1959)

- Efisiensi sambungan (E)

: 0,8

- Umur alat (A) direncanakan : 10 tahun

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

- Tebal head (dh)

P Di
2SE 0,2P

(C A)

(Timmerhaus dkk, 2004)

dimana : dh = tebal dinding head (tutup tangki) (in)


P = tekanan desain (psi)
Di = diameter tangki (in)
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan
dh

28,4351
2 12650 0,8
1,0625 in

44,44567
0,2 28,4351

0,1 10

Dipilih tebal head standar = 1 1/8 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

LAMPIRAN D
PERHITUNGAN SPESIFIKASI ALAT UTILITAS

D.1 Screening (SC)


Fungsi

: menyaring partikel-partikel padat yang besar

Jenis

: bar screen

Jumlah

: 1

Bahan konstruksi : stainless steel


Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3

Laju alir massa (F)

Laju alir volume (Q)

(Geankoplis, 1997)

20810,3936 kg/jam

20810,3936 kg / jam 1 jam / 3600s


995,904 kg / m 3

= 0,0058 m3/s
Dari tabel 5.1 Physical Chemical Treatment of Water and Wastewater
Ukuran bar:
Lebar bar = 5 mm; Tebal bar = 20 mm;
Bar clear spacing = 20 mm; Slope = 30

Direncanakan ukuran screening:


Panjang screen

= 2m

Lebar screen

= 2m

Misalkan, jumlah bar = x


Maka,

20x + 20 (x + 1) = 2000
40x = 1980
x = 49,5

50 buah

Luas bukaan (A2) = 20(50 + 1) (2000) = 2.040.000 mm2 = 2,04 m2


Untuk pemurnian air sungai menggunakan bar screen, diperkirakan Cd = 0,6
dan 30% screen tersumbat.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Head loss ( h) =

Q2
2

2 g Cd A 2

(0,0058)2
2 (9,8) (0,6)2 (2,04)2

= 2 10-6 m dari air


= 0,002 mm dari air

2000

2000

20

Gambar LD-1: Sketsa sebagian bar screen , satuan mm (dilihat dari atas)

D.2 Pompa Screening (PU-01)


Fungsi

: Memompa air dari sungai ke bak pengendapan (BS)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
- Temperatur

= 300C

- Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

- Viskositas air ( )

= 0,8148 cP = 1,9712 lbm/ft jam

Laju alir massa (F)

= 20810,3936 kg/jam = 12,7443 lbm/detik

Debit air/laju alir volumetrik, Q

(Geankoplis, 1997)
(Geankoplis, 1997)

20810,3936 lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

= 0,205 ft3/s = 0,0058 m3/s

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt

(Timmerhaus,

2004)
= 0,363 (0,0058 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13
= 0,0878 m = 3,4557 in
Dari Appendiks A.5 (Geankoplis, 1997), dipilih pipa commercial steel :
-

Ukuran nominal

: 3 1/2 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 3,548 in = 0,2957 ft

Diameter Luar (OD)

: 4 in

Luas penampang dalam (At)

: 0,0687 ft2

Kecepatan linier: v =

Q
0,205 ft 3 / s
=
= 2,9837 ft/s
A 0,0687 ft 2

Bilangan Reynold : NRe

= 0,333 ft

v D

(62,1726 lbm / ft 3 )(2,9837 ft / s)(0,2957 ft)


0,0005 lbm/ft.s

= 100167,9987

Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.


Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 100167,9987dan

= 0,0005, diperoleh f = 0,005

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc = 0,5 1

2,5882 2
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0692 ft.lbf/lbm
2 elbow 90:

hf

2,5882 2
v2
= n.Kf.
= 2(0,75)
= 0,2075 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf

= n.Kf.

2,5882 2
v2
= 1(2)
= 0,2767 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Pipa lurus 70 ft:

Ff

= 4f

70 . 2,5882
L.v 2
= 4(0,005)
0,2957 .2. 32,174
D.2.g c

= 0,6551 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

A1
A2

=n 1

v2
=11 0
2. .g c

2,5882 2
2 1 32,174

= 0,1384ft.lbf/lbm
F

Total friction loss:

= 1,3469 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

P2

z1

P1

dimana :

F Ws

(Geankoplis,1997)

v1 = v2

P1 = P2
Z = 50 ft

maka : 0

32,174 ft / s 2
50 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 1,3469 Ws

Ws = 51,3469 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80


Ws = -

, maka:

Wp

51,3469 = 0,8 Wp
Wp = 64,1836 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P

= m Wp
=

1 hp
20810,3936
lbm / s 64,1836 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 1,4872 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1 1/2 hp.

D.3 Bak Sedimentasi (BS)


Fungsi

: untuk mengendapkan lumpur yang terikut dengan air.

Jumlah

:1

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jenis

: beton kedap air

Data

Kondisi penyimpanan

: temperatur = 30 oC
tekanan

= 1 atm

Laju massa air

: F = 20810,3936

Densitas air

: 995,904 kg/m3

Laju air volumetrik, Q

kg/jam

12,7443

lbm/detik

62,1725 lbm/ft3

20810,3936kg/jam
995,904 lbm/ft 3 x60men / jam

0,0058m 3 /s

= 12,2988 ft3/menit

Desain Perancangan :
Bak dibuat dua persegi panjang untuk desain efektif (Kawamura, 1991).
Perhitungan ukuran tiap bak :
Kecepatan pengendapan 0,1 mm pasir adalah (Kawamura, 1991) :
0

= 1,57 ft/min atau 8 mm/s

Desain diperkirakan menggunakan spesifikasi :


Kedalaman tangki 10 ft
Lebar tangki 2 ft

Q
At

Kecepatan aliran v

Desain panjang ideal bak :

12,2988ft 3 /min
10 ft x 2 ft
L=K

0,6149 ft/min

(Kawamura, 1991)

dengan : K = faktor keamanan = 1,5


h = kedalaman air efektif ( 10 16 ft); diambil 10 ft.

Maka :

= 1,5 (10/1,57) . 0,6149


= 5,8752 ft

Diambil panjang bak = 5,9 ft = 1,7983 m


Uji desain :
Waktu retensi (t) : t

Va
Q

= panjang x lebar x tinggi


laju alir volumetrik

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

(10 x 2 x 5,9) ft 3
= 9,5944 menit
12,2988ft 3 / min

Desain diterima ,dimana t diizinkan 6 15 menit (Kawamura, 1991).

Q
A

Surface loading :

laju alir volumetrik


luas permukaan masukan air
12,2988 ft3/min (7,481 gal/ft3)
2 ft x 5,9 ft

= 7,7973 gpm/ft2
Desain diterima, dimana surface loading diizinkan diantara 4 10 gpm/ft2
(Kawamura, 1991).
Headloss ( h); bak menggunakan gate valve, full open (16 in) :
h = K v2
2g
= 0,12 [0,6149 ft/min. (1min/60s) . (1m/3,2808ft) ]2
2 (9,8 m/s2)
= 0,000006 m dari air.

D.4. Pompa Sedimentasi (PU-02)


Fungsi

: Memompa air dari sungai ke bak pengendapan (BS)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 300C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

Viskositas air ( )

= 0,8148 cP = 1,9712 lbm/ft jam

Laju alir massa (F)

(Geankoplis, 1997)
(Geankoplis, 1997)

= 20810,3936 kg/jam = 12,7443 lbm/detik

Debit air/laju alir volumetrik, Q

12,7443 lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,205 ft3/s = 0,0058 m3/s


Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,0058 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,0878 m = 3,4557 in
Dari Appendiks A.5 (Geankoplis, 1997), dipilih pipa commercial steel :
-

Ukuran nominal

: 3 1/2 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 3,548 in = 0,2957 ft

Diameter Luar (OD)

: 4 in

Luas penampang dalam (At)

: 0,0687 ft2

Kecepatan linier: v =

= 0,3333 ft

Q
0,205 ft 3 / s
=
= 2,9837 ft/s
A
0,0687 ft 2

Bilangan Reynold : NRe

v D

(62,1726 lbm / ft 3 )(2,9837 ft / s)(0,3333 ft)


0,0005 lbm/ft.s

= 100167,9987

Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.


Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015


Untuk NRe = 100167,9987dan

= 0,0005, diperoleh f = 0,005

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

2,9837 2
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0692 ft.lbf/lbm
3 elbow 90:

hf

2,9837 2
v2
= n.Kf.
= 3(0,75)
= 0,3113 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1 check valve:

2,9837 2
v2
= 1(2)
= 0,2767 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

hf

= n.Kf.

Ff

30 . 2,9837
L.v 2
= 4f
= 4(0,005)
0,3333 .2. 32,174
D.2.g c

Pipa lurus 30 ft:

= 0,2808 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

=n 1

hex

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

2,98372
2 1 32,174

= 0,1384 ft.lbf/lbm
F

Total friction loss:

= 1,0763 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = P2
Z = 30 ft

maka : 0

32,174 ft / s 2
30 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 1,0763 ft.lbf / lbm Ws

Ws = 31,0763 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80

, maka:

Ws

=-

31,0763

Wp

= 0,8 Wp

Wp

= 38,8453 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P = m Wp
=

1 hp
20810,3936
lbm / s 38,8453 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 0,9001 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1 hp.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

D.5

Tangki Pelarutan Alum [Al2(SO4)3] (TP-01)

Fungsi

: Membuat larutan alum [Al2(SO4)3]

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283, Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Al2(SO4)3 yang digunakan

= 50 ppm

Al2(SO4)3 yang digunakan berupa larutan 30

berat)

Laju massa Al2(SO4)3

= 1,0405 kg/jam

Densitas Al2(SO4)3 30

= 1363 kg/m3 = 85,0898 lbm/ft3

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20

(Perry, 1997)

Desain Tangki
a. Ukuran Tangki
Volume larutan, Vl

1,0405 kg/jam 24 jam/hari 30 hari


= 1,8322 m3
3
0,3 1363kg/m

Volume tangki, Vt = 1,2

1,8322 m3 = 2,1986 m3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3

V
2,1986m3
2,1986 m 3

1
D 2 H
4
1
3
D 2 D
4
2
3 3
D
8

Maka: D = 1,2314 m; H = 1,8471 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tinggi cairan dalam tangki

1,8322
1,8471 = 1,5392 m
2,1986

b. Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik: P =

gh

= 1363 kg/m3 9,8 m/det2 1,5392 m


= 20,5602 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
PT = 20,5602 kPa + 101,325 kPa = 121,8852 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (121,8852kPa ) = 127,9795 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(12 ,9795kPa) (1,2314 m)
2 (87218,714kPa) (0,8) 1,2 (127,9795kPa)
0,0011m 0,0445 in

Faktor korosi = 1/8 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0445 in + 1/8 in = 0,1695 in
Tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell,1959)

c. Daya pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3

; Da

= 1/3 1,2314 m = 0,4105 m = 1,3466 ft

E/Da = 1

; E

= 0,4105 m

L/Da = 1/4

; L

= 1/4 0,4105 m

= 0,1026 m

W/Da = 1/5

;W

= 1/5 0,4105 m

= 0,0821 m

; J

= 1/12 1,2314 m

= 1026 m

J/Dt

= 1/12

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

dengan:
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J

= lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det


Viskositas Al2(SO4)3 30

= 6,72 10-4 lbm/ft detik

(Othmer, 1968)

Bilangan Reynold,
2

N Re

N Da

N Re

85,0898 1 4105
6,72 10 4

(Geankoplis, 1997)
2

229623,1823

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


5

K T .n 3 .D a
gc

(McCabe,1999)

KT = 6,3
P

(McCabe,1999)

6,3 (1 put/det) 3 (1,3466 ft)5 (85,0898lbm/ft 3 )


1 hp
2
550 ft lbf/det
32,174 lbm.ft/lbf.det
0,1342hp

Efisiensi motor penggerak = 80


Daya motor penggerak =

D.6
Fungsi

0,1342
= 0,1677 hp
0,8

Pompa Alum (PU-03)


: Memompa air dari Tangki Pelarutan Alum (TP-01) ke
Clarifier (CL)

Jenis

: Pompa injeksi

Bahan konstruksi : Commercial steel


Jumlah

: 1 unit

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30C

Densitas alum ( )

= 1363 kg/m3 = 85,0889 lbm/ft3

Viskositas alum ( )

= 4,5158.10-7 lbm/ft detik = 6,72 10-7 Pa.s

Laju alir massa (F)

(Geankoplis, 1997)
(Othmer, 1967)

= 1,0405 kg/jam = 0,0006 lbm/detik

Debit air/laju alir volumetrik, Q

0,0006 lb m /detik
85,0889 lb m /ft 3

= 7,488.10-6 ft3/s = 2,12.10-7 m3/s

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (2,12.10-7 m3/s)0,45 (1363 kg/m3)0,13


= 0,0009 m = 0,0363 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel:


-

Ukuran nominal

: 1/8 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,269 in = 0,0224 ft

Diameter Luar (OD)

: 0,405 in = 0,0338 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,0004 ft2

Kecepatan linier: v =

Q 7,488.10-6 ft 3 / s
=
= 0,0187 ft/s
A
0,0004 ft 2

Bilangan Reynold : NRe

v D

(85,0889 lbm / ft 3 )(0,0187 ft / s)(0,0224 ft)


=
6,72 10-4 lbm/ft.s

= 79078,2088
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Untuk NRe = 79078,2088 dan

= 0,0067, diperoleh f = 0,005

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

0,01872
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,000003 ft.lbf/lbm
2 elbow 90:

hf

= n.Kf.

0,01872
v2
= 2(0,75)
= 0,000008 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf

= n.Kf.

0,01872
v2
= 1(2)
= 0,000011 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Pipa lurus 30 ft:

Ff

= 4f

30 . 0,0187
L.v 2
= 4(0,005)
0,0224 .2. 32,174
D.2.g c

= 0,000146 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

0,01872
2 1 32,174

= 0,000005 ft.lbf/lbm
Total friction loss:

F = 0,000173 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = 2545,6390 lbf/ft
P2 = 2727,7774 lbf/ft

= 2,1405 ft.lbf/lbm

Z = 20 ft
maka:

32,174 ft / s 2
20 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

2,1405 ft.lbf / lbm 0,000173ft.lbf / lbm Ws

Ws = 22,1407 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Untuk efisiensi pompa 80

, maka:

Ws

=-

22,1407

= 0,8 Wp

Wp
Daya pompa: P

Wp

= 27,676 ft.lbf/lbm
= m Wp
=

1 hp
0,0006
lbm / s 27,676 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 3,2 10-5 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/20 hp.

D.7

Tangki Pelarutan Soda Abu (Na2CO3) (TP-02)

Fungsi

: Membuat larutan soda abu (Na2CO3)

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Jumlah

: 1 unit

Data:
Temperatur

= 30C

Tekanan

= 1 atm

Na2CO3 yang digunakan

= 27 ppm

Na2CO3 yang digunakan berupa larutan 30

berat)

Laju massa Na2CO3

= 0,5619 kg/jam

Densitas Na2CO3 30

= 1327 kg/m3 = 82,8423 lbm/ft3

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20

(Perry, 1999)

Desain Tangki
a. Ukuran tangki

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

0,5619kg/jam 24 jam/hari 30 hari


0,3 1327 kg/m 3

Volume larutan, Vl

= 1,0162 m3
1,0162 m3

Volume tangki, Vt = 1,2

= 1,2195 m3
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 3

V
1,2195m 3
1,2195 m 3
Maka:

1
D 2 H
4
1
3
D 2 D
4
2
3 3
D
8
D = 1,0117 m
H = 1,5176 m

b. Tebal dinding tangki


Tinggi cairan dalam tangki =

=
Tekanan hidrostatik, Phid =

volume cairan tinggi silinder


volume silinder

1,0162
1,5176 = 1,2647 m
1,2195
gh

= 1327 kg/m3 9,8 m/det2 1,2647 m


= 16,4466 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 16,4466 kPa + 101,325 kPa = 117,7716 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesain = (1,05) (117,7716 kPa) = 123,6601 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(123,6601 kPa) (1,0117 m)
2(87218,714 kPa)(0,8) 1,2(123,6601 kPa)
0,0009 m 0,0353in

Faktor korosi = 1/8 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,0353 in + 1/8 in = 0,1603 in

Tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell,1959)

c. Daya pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3

; Da = 1/3 1,0117 m = 0,3372 m

E/Da = 1

; E = 0,3372 m

L/Da =

; L = 0,3372 m = 0,0843 m

W/Da = 1/5

; W = 1/5 0,3372 m = 0,0674 m

J/Dt

= 1/12

; J = 1/12 1,0117 m= 0,0843m

dengan:
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J

= lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det


Viskositas Na2CO3 30

= 3,69 10-4 lbm/ft detik

(Othmer, 1967)

Bilangan Reynold,
N Re

N Da

(Geankoplis, 1997)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

N Re

82,8423 1 0,3372 3,2808


3,69 10 4

249982,221

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


5

K T .n 3 .D a
gc

(McCabe,1999)

KT= 6,3
P

(McCabe,1999)

6,3.(1 put/det) 3 .(0,3216 3,2808 ft)5 (82,8423lbm/ft 3 )


1hp
2
550 ft.lbf/det
32,174 lbm.ft/lbf.det
0,0489hp

Efisiensi motor penggerak = 80


Daya motor penggerak =

0,0489
= 0,0611 hp
0,8

Maka daya motor yang dipilih 1/4 hp.

D.8

Pompa Soda Abu (PU-04)

Fungsi

: Memompa larutan soda abu dari tangki pelarutan soda abu


(TP-02) ke Clarifier (CL)

Jenis

: Pompa injeksi

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30C

Densitas soda abu ( )

= 1327 kg/m3 = 82,8423 lbm/ft3

Viskositas soda abu ( )

= 2,4797.10-7 lbm/ft detik = 3,69 10-7 Pa.s (Othmer, 1967)


= 0,5618 kg/jam = 3,441.10-4 lbm/detik

Laju alir massa (F)


Laju alir volume, Q

(Othmer, 1967)

3,441.10 4 lb m /detik
= 1,176.10-7 m3/s
3
82,8423 lb m /ft

Desain pompa
Di,opt = 0,133

Q0,4

0,13

(Peters et.al., 2004)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,133

(1,176.10-7)0,4 (3,69.10-7)0,2

= 0,00003 m = 0,0013 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel :


-

Ukuran pipa nominal

= 1/8 in

Schedule number

= 40

Diameter dalam (ID)

= 0,269 in = 0,0224 ft

Diameter luar (OD)

= 0,405 in = 0,0338 ft

Luas penampang dalam (At)

= 0,0004 ft2

Kecepatan linier: v

4,154.10 6 ft 3 /s
0,0004ft 2

Q
At

vD

Bilangan Reynold: N Re

0,0104 ft/s

82,8423 0,0104 0,0224


= 77766,6677
2,4797.10- 7

Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):


-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 77766,6677dan

Friction loss:

1 Sharp edge entrance: hc

= 0,0067, diperoleh f = 0,005

= 0,5 1

0,01042
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0000008 ft.lbf/lbm
2 elbow 90:

1 check valve:

hf = n.Kf.

0,01042
v2
= 2(0,75)
= 0,0000025ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

hf

0,01042
v2
= n.Kf.
= 1(2)
= 0,0000034 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Ff

30 . 0,0104
L.v 2
= 4f
= 4(0,005)
0,0224 .2. 32,174
D.2.g c

Pipa lurus 30 ft:

= 0,0000449 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

0,01042
2 1 32,174

= 0,0000017 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Total friction loss:

F = 0,0000801 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

P2

z1

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana: v1 = v2
P1 = 2582,7098 lbf/ft2
P2 = 2727,7774 lbf/ft2

= 1,953 ft.lbf/lbm

Z = 20 ft
maka:

32,174 ft / s 2
20 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

1,7511ft.lbf / lbm 0,0000532ft.lbf / lbm Ws

Ws = 21,7512 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80

, maka:

Ws

=-

= 0,8 Wp

21,7511
Wp

Daya pompa: P

Wp

= 27,189 ft.lbf/lbm

= m Wp
=

1 hp
0,5618
lbm / s 27,189 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 1,701 10-5 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/20 hp.
D.9
Fungsi

Clarifier (CL)
: Memisahkan endapan (flok-flok) yang terbentuk karena
penambahan alum dan soda abu

Tipe

: External Solid Recirculation Clarifier

Bentuk

: Circular desain

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283, Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air (F1)

= 20810,3936 kg/jam

Laju massa Al2(SO4)3 (F2)

= 1,0405 kg/jam

Laju massa Na2CO3 (F3)

= 0,5619 kg/jam

Laju massa total, m

= 20811,996 kg/jam = 5,7811 kg/s

Densitas Al2(SO4)3

= 2,71 gr/ml

(Perry, 1997)

Densitas Na2CO3

= 2,533 gr/ml

(Perry, 1997)

Densitas air

= 0,995904 gr/ml

(Perry, 1997)

Reaksi koagulasi:
Al2(SO4)3 + 3 Na2CO3 + 3 H2O

2 Al(OH)3 + 3 Na2SO4 + 3CO2

Dari Metcalf & Eddy (1984) diperoleh bahwa untuk clarifier tipe upflow (radial):
-

Kedalaman air = 3-5 m

Settling time = 1-3 jam

Dipilih : Kedalaman air (H) = 3 m


Settling time = 1 jam
Diameter dan Tinggi Clarifier
Densitas larutan,
20811,996
= 995,9518 kg/m3
20810,3936 1,0405 0,5619
995,904
2710
2533

Volume cairan, V =

20811,996kg / jam 1 jam


995,9518

20,8966 m 3

V = D2H

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

D= (

4V 1 / 2
)
H

4 20,8966
3,14 3

1/ 2

2,9788 m

Maka, diameter clarifier = 2,9788 m


Tinggi clarifier = 1,5 D = 4,4682 m

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik:
Phid

gh

= 995,9518 kg/m3 9,8 m/det2 3 m


= 29,281 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 29,281 kPa + 101,325 kPa = 130,6060 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign = (1,05) (130,6060) kPa = 137,1363 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(137,1363kPa) (2,9788 m)
2 (87218,7140 kPa) (0,8) 1,2 (137,1363kPa)
0,0029 m 0,1154 in

Faktor korosi = 1/8 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,1154 in + 1/8 in = 0,2404 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

(Brownell,1959)

Daya Clarifier
P = 0,006 D2
dimana:

(Ulrich, 1984)

P = daya yang dibutuhkan, kW

Sehingga, P = 0,006

(2,9788)2 = 0,0532 kW = 0,0714 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

D.10

Pompa Clarifier (PU-05)

Fungsi

: Memompa air dari Clarifier (CL) ke Sand Filter (SF)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

(Geankoplis, 1997)

Viskositas air ( )

= 0,8148 cP = 0,0005 lbm/ft s

(Geankoplis, 1997)

Laju alir massa (F)

= 20810,3936 kg/jam = 12,7443 lbm/detik

Debit air/laju alir volumetrik, Q

12,7443lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

= 0,205 ft3/s = 0,0058 m3/s


Desain pompa:
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,0058 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,0878 m = 3,4557 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel :


-

Ukuran nominal

: 3 1/2 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 3,548 in = 0,2957 ft

Diameter Luar (OD)

: 4 in = 0,3333 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,0687 ft2

Kecepatan linier: v =

Q 0,205 ft 3 / s
=
= 2,9837 ft/s
A 0,0687 ft 2

Bilangan Reynold : NRe

v D
(62,1726 lbm / ft 3 )(2,9837 ft / s)(0,3333 ft)
0,0005 lbm/ft.s

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 100167,9987
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 100167,9987 dan

= 0,0005, diperoleh f = 0,005

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

2,98372
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0692 ft.lbf/lbm
2 elbow 90:

1 check valve:

2,98372
v2
= 2(0,75)
= 0,2075 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

hf

= n.Kf.

hf

2,98372
v2
= n.Kf.
= 1(2)
= 0,2767 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Ff

50 . 2,9837
L.v 2
= 4f
= 4(0,005)
0,3333 .2. 32,174
D.2.g c

Pipa lurus 50 ft:

= 0,4679 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

2,98372
2 1 32,174

= 0,1384 ft.lbf/lbm
Total friction loss:

F = 1,1597 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = 2727,7774 lbf/ft2
P2 = 3521,3046 lbf/ft2

= 12,7633 ft.lbf/lbm

Z = 50 ft

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

maka:

32,174 ft / s 2
50 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

12,7633ft.lbf / lbm 1,1597 ft.lbf / lbm Ws

Ws = 63,923 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80

, maka:

Ws

=-

64,185

= 0,8 Wp

Wp

Daya pompa: P

Wp

= 79,9037 ft.lbf/lbm

= m Wp
=

1 hp
12,7443
lbm / s 79,9037 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 1,8515 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 2 hp.

D.11

Sand Filter (SF)

Fungsi

: Menyaring partikel-partikel yang masih terbawa dalam air


yang keluar dari Clarifier (CL)

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283, Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 20810,3936 kg/jam

Densitas air

= 995,904 kg/m3 = 62,1725 lbm/ft3

Faktor keamanan

= 20

(Geankoplis, 1997)

Sand filter dirancang untuk penampungan 1/4 jam operasi.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Sand filter dirancang untuk volume bahan penyaring 1/3 volume tangki.
Desain Sand Filter
a. Volume tangki

20810,3936 kg/jam 0,25 jam


= 5,224 m3
3
995,904 kg/m

Volume air: Va

Volume air dan bahan penyaring: Vt = (1 + 1/3) 5,224 = 6,9653 m3


Volume tangki = 1,2

6,9653 m3 = 8,3584 m3

b. Diameter tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi, D : H = 3 : 4

1
D 2 H
4
1
4
D 2 D
4
3
1 3
D
3

V
8,3584 m 3
8,3584 m 3
Maka:

D = 1,9988 m
H = 5,9964 m

c. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 1,9988 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup D : H = 4 : 1
Tinggi tutup

1
4

1,9988 = 0,4997 m

Tinggi tangki total = 5,9964+ 2(0,4997) = 6,9958m


d. Tebal shell dan tutup tangki
Tinggi penyaring

Tinggi cairan dalam tangki =


Phidro

1
4

5,9964 = 1,4991 m

5,224m3
8,3584 m 3

5,9964 m = 3,7478 m

gh

= 995,904 kg/m3 9,8 m/det2 3,7478 m


= 36,57777 kPa

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Ppenyaring

gl

= 2089,5 kg/m3 9,8 m/det2 1,4991 m


= 30,6974 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
PT = 36,5777 kPa + 30,6974 kPa + 101,325 kPa = 168,6001 kPa
Faktor kelonggaran

= 5%

Maka, Pdesign

= (1,05) (168,6001 kPa) = 177,0301 kPa

Joint efficiency

= 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress

= 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(177,0301kPa) (1,9988 m)
2 (87218,714kPa) (0,8) 1,2 (177,0301kPa)
0,0025 m 0,1 in

Faktor korosi = 1/8 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,1 in + 1/8 in = 0,225 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan tebal
tutup in.

D.12

Pompa Filtrasi (PU-06)

Fungsi

: Memompa air dari Sand Filter (SF) ke Tangki Utilitas 1 (TU-01)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi: Commercial steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

(Geankoplis, 1997)

Viskositas air ( )

= 0,8148 cP = 0,0005 lbm/ft s

(Geankoplis, 1997)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Laju alir massa (F)

= 20810,3936 kg/jam = 12,7443 lbm/detik


12,7443lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

Debit air/laju alir volumetrik, Q

= 0,205 ft3/s = 0,0058 m3/s

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,0058 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,0878 m = 3,4557 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel :


-

Ukuran nominal

: 3 1/2 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 3,548 in = 0,2957 ft

Diameter Luar (OD)

: 4 in = 0,3333 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,0687 ft2

Kecepatan linier: v =

Q 0,205 ft 3 / s
=
= 2,9837 ft/s
A 0,0687 ft 2

Bilangan Reynold: NRe

v D

(62,1726 lbm / ft 3 )(2,9837 ft / s)(0,3333ft)


0,0005 lbm/ft.s

= 100167,9987
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 100167,9987 dan

= 0,0005, diperoleh f = 0,005

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

2,98372
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0692 ft.lbf/lbm
3 elbow 90:

hf

2,98372
v2
= n.Kf.
= 3(0,75)
= 0,3113 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf

= n.Kf.

Pipa lurus 30 ft:

Ff

= 4f

2,98372
v2
= 1(2)
= 0,2767 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c
2

30 . 2,9837
L.v 2
= 4(0,005)
0,3333 .2. 32,174
D.2.g c

= 0,2808 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

2,98372
2 1 32,174

= 0,1384 ft.lbf/lbm
Total friction loss:

F = 1,0763 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = 3521,3046 lbf/ft2
P2 = 3134,8215 lbf/ft2

= -6,2163 ft.lbf/lbm

Z = 30 ft
maka:

32,174 ft / s 2
30 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

6,2163 ft.lbf / lbm 1,0763 ft.lbf / lbm Ws

Ws = 24,86 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80

, maka:

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Ws

=-

24,86

= 0,8 Wp

Wp
Daya pompa: P

Wp

= 31,075 ft.lbf/lbm
= m Wp
= 12,7443lbm / s 31,075 ft.lbf / lbm

1 hp
550 ft.lbf / s

= 0,72 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1 hp.

D.13

Tangki Utilitas 1 (TU-01)

Fungsi

: Menampung air sementara dari Sand Filter (SF)

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283, Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 20810,3936 kg/jam

Densitas air

= 995,904 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 3 jam

Faktor keamanan

= 20

(Geankoplis, 1997)

Desain Tangki
a. Volume tangki
Volume air, Va

20810,3936kg/jam 3 jam
= 62,688 m3
3
995,904kg/m

Volume tangki, Vt = 1,2

62,688 m3 = 75,2255 m3

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

b. Diameter tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 2 : 3

V
75,2255m 3
75,2255 m 3

1
D2H
4
1
3
D2 D
4
2
3 3
D
8

Maka, D = 3,9976 m
H = 5,9964 m

c. Tebal tangki
Tinggi air dalam tangki =

62,688 m 3
75,2255m3

Tekanan hidrostatik: P

5,9964 m = 4,997 m

gh

= 995,904 kg/m3 9,8 m/det2 4,997m


= 48,7703 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 48,7703 kPa + 101,325 kPa = 150,0953 kPa
Faktor kelonggaran

= 5%

Maka, Pdesign

= (1,05) (150,0953 kPa) = 157,6 kPa

Joint efficiency

= 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress

= 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(157,6 kPa) (3,9976 m)
2 (87.218,714 kPa) (0,8) 1,2 (157,6 kPa)
0,0045 m 0,178 in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,178 in + 1/8 in = 0,303 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 1/2 in

Tebal shell standar yang digunakan

D.14

(Brownell,1959)

Pompa ke Cation Exchanger (PU-07)

Fungsi

: Memompa air dari Tangki Utilitas 1 (TU-01) ke Cation


Exchanger (CE)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi: Commercial steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

(Geankoplis, 1997)

Viskositas air ( )

= 0,8148 cP = 0,0005 lbm/ft s

(Geankoplis, 1997)

Laju alir massa (F)

= 1489,5768 kg/jam = 0,9122 lbm/detik

Debit air/laju alir volumetrik, Q

0,9122 lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

= 0,0147 ft3/s = 0,0004 m3/s

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,0004 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,0268 m = 1,0548 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel:


-

Ukuran nominal

: 1 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,38 in = 0,1150 ft

Diameter Luar (OD)

: 1,66 in = 0,1383 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,0104 ft2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Kecepatan linier: v =

Q 0,0147 ft 3 / s
=
= 1,4108 ft/s
A
0,0104 ft 2

Bilangan Reynold: NRe

v D

(62,1726 lbm / ft 3 )(1,4108 ft / s)(0,1150 ft)


=
0,0005 lbm/ft.s

= 18421,732
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 18421,732 dan

= 0,0013, diperoleh f = 0,007

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

1,41082
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0155 ft.lbf/lbm
3 elbow 90:

hf

= n.Kf.

1,41082
v2
= 3(0,75)
= 0,0696 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf

= n.Kf.

1,41082
v2
= 1(2)
= 0,0619 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Pipa lurus 20 ft:

Ff

= 4f

20 . 1,4108
L.v 2
= 4(0,007)
0,115 .2. 32,174
D.2.g c

= 0,1506 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

1,41082
2 1 32,174

= 0,0309 ft.lbf/lbm
Total friction loss :

F = 0,3285 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

dimana : v1 = v2
P1 = 3134,8215 lbf/ft2
P2 = 2271,5560 lbf/ft2

= -13,885 ft.lbf/lbm

Z = 20 ft
maka:

32,174 ft / s 2
20 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

13,885 ft.lbf / lbm 0,3285 ft.lbf / lbm Ws

Ws = 6,4435 ft.lbf/lbm
Untuk efisiensi pompa 80 , maka:
Ws

6,4435

= 0,8 Wp

Wp
Daya pompa: P

Wp

= 8,0544 ft.lbf/lbm
= m Wp
=

1 hp
1489,5768
lbm / s 8,0544 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 0,0134 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/20 hp.
D.15

Pompa ke Menara Pendingin Air (PU-08)

Fungsi

: Memompa air dari Tangki Utilitas 1 (TU-01) ke Menara


Pendingin (CT)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi: Commercial steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

(Geankoplis, 1997)

Viskositas air ( )

= 0,8148 cP = 0,0005 lbm/ft s

(Geankoplis, 1997)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Laju alir massa (F)

= 14369,0164 kg/jam = 8,7996 lbm/detik


8,7996 lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

Debit air/laju alir volumetrik, Q

= 0,1415 ft3/s = 0,004 m3/s

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,004 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,0743 m = 2,9252 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel:


-

Ukuran nominal

: 3 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 3,068 in = 0,2557 ft

Diameter Luar (OD)

: 3,5 in = 0,2917 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,0513 ft2

Kecepatan linier: v =

Q 0,1415 ft 3 / s
=
= 2,759 ft/s
A
0,0513 ft 2

Bilangan Reynold: NRe

v D

(62,1726 lbm / ft 3 )(2,759 ft / s)(0,2557 ft)


0,0005 lbm/ft.s

= 80091,5795
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 80091,5795 dan

= 0,0006, diperoleh f = 0,0053

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

2,7592
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0591 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

2 elbow 90:

1 check valve:

2,7592
v2
= 2(0,75)
= 0,1774 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

hf

= n.Kf.

hf

2,7592
v2
= n.Kf.
= 1(2)
= 0,2366 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Ff

50 . 2,759
L.v 2
= 4f
= 4(0,0053)
0,2557 .2. 32,174
D.2.g c

Pipa lurus 50 ft:

= 0,4904ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

2,7592
2 1 32,174

= 0,1183 ft.lbf/lbm
F = 1,0819 ft.lbf/lbm

Total friction loss:

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = 3134,8215 lbf/ft2
P2 = 2116,2281 lbf/ft2

= -16,3833 ft.lbf/lbm

Z = 40 ft
maka:

32,174 ft / s 2
40 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

16,3833 ft.lbf / lbm 1,0819 ft.lbf / lbm Ws

Ws = 24,6986 ft.lbf/lbm
Untuk efisiensi pompa 80 , maka:
Ws
24,6986
Wp

Wp

= 0,8 Wp
= 30,8732 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Daya pompa: P

= m Wp
= 14369,0164lbm / s 30,8732 ft.lbf / lbm

1 hp
550 ft.lbf / s

= 0,4939 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor hp.

D.16

Pompa ke Tangki Utilitas 2 (PU-09)

Fungsi

: Memompa air dari Tangki Utilitas 1 (TU-01) ke Tangki


Utilitas 2 (PU-09)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi: Commercial steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

(Geankoplis, 1997)

Viskositas air ( )

= 0,8148 cP = 0,0005 lbm/ft s

(Geankoplis, 1997)

Laju alir massa (F)

= 964 kg/jam = 0,5904 lbm/detik

Debit air/laju alir volumetrik, Q

0,5904 lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

= 0,0095 ft3/s = 0,0003 m3/s


Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,0003 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,022 m = 0,8672 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel :


-

Ukuran nominal

: 1 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,049 in = 0,0874 ft

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Diameter Luar (OD)

: 1,315 in = 0,1096 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,006 ft2

Kecepatan linier: v =

Q 0,0095 ft 3 / s
=
= 1,5826 ft/s
A
0,006 ft 2

Bilangan Reynold : NRe

v D

(62,1726 lbm / ft 3 )(1,5826 ft / s)(0,006 ft)


0,0005 lbm/ft.s

= 15708,0798
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 15708,0798 dan

= 0,0017, diperoleh f = 0,007

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

1,58262
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0195 ft.lbf/lbm
1 elbow 90:

hf

= n.Kf.

1,58262
v2
= 3(0,75)
= 0,0292 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf

= n.Kf.

1,58262
v2
= 1(2)
= 0,0778 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Ff

30 . 1,5826
L.v 2
= 4f
= 4(0,007)
0,0874 .2. 32,174
D.2.g c

Pipa lurus 30 ft:

= 0,374 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

1,58262
2 1 32,174

= 0,0389 ft.lbf/lbm
Total friction loss:

F = 0,5394 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = 3134,8215 lbf/ft2
P2 = 2847,8664 lbf/ft2

= -4,6155 ft.lbf/lbm

Z = 20 ft
maka:

32,174 ft / s 2
0
20 ft - 4,6155 ft.lbf / lbm 0,5394 ft.lbf / lbm Ws
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

Ws = 15,924 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80 , maka:


Ws

=-

15,924

= 0,8 Wp

Wp

Daya pompa: P

Wp

= 19,9049 ft.lbf/lbm

= m Wp
=

1 hp
964
lbm / s 19,9049 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 0,0214 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/20 hp.

D.17

Tangki Pelarutan Asam Sulfat (H2SO4) (TP-03)

Fungsi

: Membuat larutan asam sulfat

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kondisi pelarutan:

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Temperatur

= 30C

Tekanan

= 1 atm

H2SO4 yang digunakan mempunyai konsentrasi 5

berat)

Laju massa H2SO4

= 0,737 kg/hari

Densitas H2SO4

= 1061,7 kg/m3 = 66,2801 lbm/ft3

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20

(Perry, 1999)

Desain Tangki
a. Diameter tangki
Volume larutan, Vl

0,737 kg/hari 30 hari


= 9,9964 m3
3
0,05 1061,7kg/m

Volume tangki, Vt = 1,2

9,9964 m3 = 11,9956 m3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D : H = 2 : 3.

V
11,9956m 3
11,9956m 3
Maka:

1
D 2 H
4
1
3
D 2 D
4
2
3 3
D
8

D = 2,1678 m
H = 3,2517 m

b. Tebal Dinding Tangki


Tinggi larutan H2SO4 dalam tangki =
Tekanan hidrostatik: Phid =

9,9964 m 3
11,9956 m 3

3,2517 m = 2,7098 m

gh

= 27,927 kg/m3 9,8 m/det2 2,7098 m


= 28,1941 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 28,1941 kPa + 101,325 kPa = 129,5191 kPa

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05) (129,5191 kPa) = 135,9951 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell, 1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,7140 kPa

(Brownell, 1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(135,9951kPa) (2,1678 m)
2(87218,714 kPa)(0,8) 1,2(135,9951 kPa)
0,0021m 0,0833 in
= 1/8 in

Faktor korosi

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,0833 in + 1/8 in = 0,2083 in

Tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell, 1959)

c. Daya Pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3

; Da = 1/3 2,1678 m = 0,7226 m

E/Da = 1

; E = 0,7226 m

L/Da =

; L = 0,7226 m = 0,1807 m

W/Da = /5

; W = 1/5 0,7226 m = 0,1445 m

= 1/12

; J = 1/12 2,1678 m = 0,1807 m

J/Dt

Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det


Viskositas H2SO4 5

= 0,012 lbm/ft detik

(Othmer, 1967)

Bilangan Reynold:
2

N Re

N Da

N Re

66,2801 1 (0,7226 3,2808) 2


= 31042,7636
0,012

(Geankoplis, 1997)

Untuk NRe > 10000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
5

K T .n 3 .D a
gc

(McCabe,1999)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

KT = 6,3
P

(McCabe,1999)

6,3.(1 put/det) 3 .(0,7226 3,2808 ft)5 (66,2801lbm/ft 3 )


1hp
2
550 ft.lbf/det
32,174 lbm.ft/lbf.det
1,7671hp

Efisiensi motor penggerak = 80


Daya motor penggerak =

1,76711
= 2,2088 hp
0,8

Maka daya motor yang dipilih 2 hp.

D.18

Pompa H2SO4 (PU-10)

Fungsi

: Memompa larutan asam sulfat dari Tangki Pelarutan Asam


Sulfat (TP-03) ke Cation Exchanger (CE)

Jenis

: Pompa injeksi

Bahan konstruksi: Commercial steel


Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30C

Densitas H2SO4 ( )

= 1061,7 kg/m3 = 66,2801 lbm/ft3

Viskositas H2SO4 ( ) = 0,012 lbm/ft detik = 1,786.10-2 Pa.s

Laju alir massa (F)

(Geankoplis, 1997)
(Othmer, 1967)

= 0,737 kg/jam = 0,0005 lbm/detik

Debit air/laju alir volumetrik, Q

0,0005lb m /detik
66,2801 lb m /ft 3

= 6,8097 10-6 ft3/s = 1,928 10-7 m3/s

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (1,928 10-7 m3/s)0,45 (1061,7 kg/m3)0,13


= 0,0009 m = 0,0336 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel :


-

Ukuran nominal

: 1/8 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,269 in = 0,0224 ft

Diameter Luar (OD)

: 0,405 in = 0,0338 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,0004 ft2

Kecepatan linier: v =

Q 6,8097 10-6 ft 3 / s
=
= 0,017 ft/s
A
0,0004 ft 2

Bilangan Reynold : NRe

v D

(66,2801 lbm / ft 3 )(0,017 ft / s)(0,0224 ft)


0,012 lbm/ft.s

= 2,1075
Aliran adalah laminar, maka:
f = 16/NRe = 16/2,1075 = 7,5918

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

0,0172
A2 v 2
0
,
5
(
1
0
)
=
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,000002 ft.lbf/lbm
3 elbow 90:

hf

0,0172
v2
= n.Kf.
= 3(0,75)
= 0,000010 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf

= n.Kf.

Ff

30 . 0,017
L.v 2
= 4f
= 4(7,5918)
0,0224 .2. 32,174
D.2.g c

0,0172
v2
= 1(2)
= 0,000009 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Pipa lurus 30 ft:

= 0,183047 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

0,0172
2 1 32,174

= 0,000005 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Total friction loss:

F = 0,183073 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana: v1 = v2
P1 = 2705,0777 lbf/ft2
P2 = 2271,556 lbf/ft2

= 6,5408 ft.lbf/lbm

Z = 20 ft
maka:

32,174 ft / s 2
20 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

6,5408 ft.lbf / lbm 0,183073ft.lbf / lbm Ws

Ws = 26,7238 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80 , maka:


Ws

=-

26,7238

= 0,8 Wp

Wp

Daya pompa: P

Wp

= 33,4048 ft.lbf/lbm

= m Wp
=

1 hp
0,737
lbm / s 33,4048 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 2,7413 10-5 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/20 hp.

D.19

Penukar Kation/Cation Exchanger (CE)

Fungsi

: Mengikat kation yang terdapat dalam air umpan ketel

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
Temperatur

= 30oC

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 1489,5768 kg/jam

Densitas air

= 995,904 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 1 jam

Faktor keamanan

= 20%

(Geankoplis, 1997)

Ukuran Cation Exchanger


Dari Tabel 12.4, The Nalco Water Handbook, diperoleh:
-

Diameter penukar kation

Luas penampang penukar kation = 3,14 ft2

Tinggi resin dalam cation exchanger


Tinggi silinder = (1 + 0,2)

= 2 ft = 0,6096 m

= 2,5 ft

2,5 ft = 3 ft = 0,9144 m

Diameter tutup = diameter tangki = 0,6096 m


Rasio axis

= 2:1

Tinggi tutup =

1 0,6096
2
2

0,1524 m

(Brownell,1959)

Sehingga, tinggi cation exchanger = 2 0,9144 m + 0,1524 m = 1,9812 m

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik: Phid =

gh

= 995,904 kg/m3 9,8 m/det2 0,7620 m


= 7,4371 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
PT = 7,4371 kPa + 101,325 kPa = 108,7621 kPa
Faktor kelonggaran

= 5%

Maka, Pdesain

= (1,05) (108,7621 kPa) = 114,2002 kPa

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Joint efficiency

= 0,8

(Brownell, 1959)

Allowable stress

= 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell, 1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(114,2002 kPa) (0,6069 m)
2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(114,2002 kPa)
0,0005 m 0,0197 in

Faktor korosi = 1/8 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0197 in + 1/8 in = 0,1447 in
Tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell, 1959)

Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan tebal tutup
in.

D.20

Pompa Cation Exchanger (PU-11)

Fungsi

: memompa air dari Cation Exchanger (CE) ke Anion


Exchanger (AE)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial Steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30C

Densitas air ( )

= 995,24 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

Viskositas air ( )

= 0,8148 cP = 0,0005 lbm/ft s

Laju alir massa (F)


Laju alir volume, Q

(Geankoplis, 1997)
(Geankoplis, 1997)

= 1489,5768 kg/jam = 0,9122 lbm/detik


F

0,9122 lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

0,0147 ft 3 /s = 0,0004 m3/s

Desain pompa
Di,opt

= 0,363 (Q)0,45( )0,13

(Timmerhaus, 2004)
= 0,363 (0,0004 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,0268 m = 1,0548 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel :
-

Ukuran nominal

: 1 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,38 in = 0,1150 ft

Diameter Luar (OD)

: 1,66 in = 0,1383 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,0104 ft2

Kecepatan linier: v =

Q 0,0147 ft 3 / s
=
= 1,4108 ft/s
A
0,0104 ft 2

Bilangan Reynold: NRe

v D

(66,1726 lbm / ft 3 )(1,4108 ft / s)(0,1150 ft)


0,0005 lbm/ft.s

= 18421,732
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 18421,732 dan

= 0,0013, diperoleh f = 0,007

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

1,41082
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0155 ft.lbf/lbm
3 elbow 90:

hf

1,41082
v2
= n.Kf.
= 3(0,75)
= 0,0696 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf

= n.Kf.

Pipa lurus 20 ft:

Ff

= 4f

1,41082
v2
= 1(2)
= 0,0619ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c
2

20 . 1,4108
L.v 2
= 4(0,007)
0,115 .2. 32,174
D.2.g c

= 0,1506 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

1,41082
2 1 32,174

= 0,0309 ft.lbf/lbm
Total friction loss:

F = 0,3285 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = P2
Z = 20 ft
maka:

32,174 ft / s 2
20 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 0,3285 ft.lbf / lbm Ws

Ws = 20,3285 ft.lbf/lbm
Untuk efisiensi pompa 80 , maka:
Ws

20,3285

Wp

= 0,8 Wp

Wp

= 25,4106 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P = m Wp
=

1 hp
1489,5768
lbm / s 25,4106 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 0,0421 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/20 hp.

D.21

Tangki Pelarutan NaOH (TP-04)

Fungsi

: Membuat larutan natrium hidroksida (NaOH)

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Jumlah

: 1 unit

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Data:
Laju alir massa NaOH

= 0,7063 kg/jam

Waktu regenerasi

= 24 jam

NaOH yang dipakai berupa larutan 4% (% berat)


Densitas larutan NaOH 4%

= 1518 kg/m3 = 94,7662 lbm/ft 3

Kebutuhan perancangan

= 30 hari

Faktor keamanan

= 20%

(Perry, 1999)

Desain Tangki
a. Diameter tangki
Volume larutan, V1 =
Volume tangki

(0,7063kg / jam)(24 jam / hari)(30 hari)


= 8,3748 m3
3
(0,04)(1518kg / m )

= 1,2 8,3748 m3 = 10,0497 m3

Ditetapkan perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki D : H = 2 : 3

V
10,0497 m 3
10,0497 m 3
Maka:

1
D 2 H
4
1
3
D 2 D
4
2
3 3
D
8

D = 2,0436 m
H = 3,0654 m

b. Tebal dinding tangki


Tinggi larutan NaOH dalam tangki =
Tekanan hidrostatik: Phid =

8,3748m 3
10,0497 m 3

3,0654 m = 2,5545 m

gh

= 1518 kg/m3 9,8 m/det2 2,545 m


= 38,0019 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Poperasi = 38,0019 kPa + 101,325 kPa = 139,3269 kPa


Faktor kelonggaran = 5 %. Maka,
Pdesign = (1,05) (139,3269) = 146,2933kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell, 1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,7140 kPa

(Brownell, 1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(146,2933kPa) (2,0436 m)
2(87218,714 kPa)(0,8) 1,2(146,2933 kPa)
0,0021m 0,0845 in
= 1/8 in

Faktor korosi

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,0845 in + 1/8 in = 0,2095 in

Tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell, 1959)

c. Daya pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3

; Da = 1/3 2,0436 m = 0,6812 m

E/Da = 1

; E = 0,6812 m

L/Da =

; L = 0,6812 m = 0,1703 m

W/Da = 1/5

; W = 1/5 0,6812 m = 0,1362 m

= 1/12

; J = 1/12 2,0436 m = 0,1703 m

J/Dt

Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det


Viskositas NaOH 4% = 4,302.10-4 lbm/ft.det

(Othmer, 1967)

Bilangan Reynold:
2

N Re

N Da

N Re

94,7662 1 (0,6812 3,2808) 2


= 1100259,3104
0,0004

(Geankoplis, 1997)

Untuk NRe > 10000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

K T .n 3 .D a
gc

(McCabe,1999)

KT = 6,3
P

(McCabe,1999)

6,3.(1 put/det) 3 .(0,6812 3,2808 ft)5 (94,7662lbm/ft 3 )


1hp
2
550 ft.lbf/det
32,174 lbm.ft/lbf.det
1,8811hp

Efisiensi motor penggerak = 80


Daya motor penggerak =

1,8811
= 2,3513 hp
0,8

Maka daya motor yang dipilih 2 1/2 hp.

D.22

Pompa NaOH (PU-12)

Fungsi

: Memompa larutan natrium hidroksida dari tangki pelarutan


NaOH (TP-04) ke Anion Exchanger (AE)

Jenis

: Pompa injeksi

Bahan konstruksi

: Commercial Steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30C

Densitas NaOH ( )

= 1518 kg/m3 = 94,7662 lbm/ft3

Viskositas NaOH( )

= 4,3020 10-4 lbm/ft detik = 6,4.10-4 Pa.s (Othmer, 1967)

Laju alir massa (F)


Laju alir volume, Q

(Perry, 1999)

= 0,7063 kg/jam = 0,0004 lbm/detik


F

0,0004 lb m /detik
94,7662 lb m /ft 3

4,564.10 6 ft 3 /s = 1,292.10-7 m3/s

Desain pompa
Di,opt

= 0,363 (Q)0,45( )0,13

(Timmerhaus, 2004)
= 0,363 (1,292.10-7 m3/s)0,45 (1518 kg/m3)0,13

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,0007 m = 0,0291 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel :


-

Ukuran nominal

: 1/8 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,269 in = 0,0224 ft

Diameter Luar (OD)

: 0,405 in = 0,0338 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,0004 ft2

Q 4,564.10 6 ft 3 / s
Kecepatan linier: v = =
= 0,0114 ft/s
A
0,0004 ft 2
Bilangan Reynold : NRe

v D

(94,7662 lbm / ft 3 )(0,0114 ft / s)(0,0224 ft)


0,0004 lbm/ft.s

= 56,3596
Aliran adalah laminar, maka dari Pers.2.10-7, Geankoplis, 1997, diperoleh
f = 16/NRe = 16/56,3596 = 0,2839
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

0,01142
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,000001 ft.lbf/lbm
3 elbow 90:

1 check valve:

0,01142
v2
= 3(0,75)
= 0,000005 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

hf

= n.Kf.

hf

0,01142
v2
= n.Kf.
= 1(2)
= 0,000004 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Ff

30 . 0,0114
L.v 2
= 4f
= 4(0,2839)
0,0224 .2. 32,174
D.2.g c

Pipa lurus 30 ft:

= 0,003075 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

0,01142
2 1 32,174

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,000002 ft.lbf/lbm
Total friction loss :

F = 0,003086 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = 2902,9188 lbf/ft2
P2 = 2271,5560 lbf/ft2

= -6,7362 ft.lbf/lbm

Z = 20 ft
maka:

32,174 ft / s 2
20 ft - 6,7362 ft.lbf / lbm 0,003086ft.lbf / lbm Ws
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

Ws = 13,2669 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80 , maka:


Ws

13,2669

= 0,8 Wp

Wp

Daya pompa: P

Wp

= 16,5836 ft.lbf/lbm

= m Wp
=

1 hp
0,7083
lbm / s 16,5836 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 1,304.10-5 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/20 hp.

D.23

Penukar Anion/Anion Exchanger (AE)

Fungsi

: Mengikat anion yang terdapat dalam air umpan ketel

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Bahan konstruksi

: Carbon steel SA-283, Grade C

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 1489,5768 kg/jam

Densitas air

= 995,904 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 1 jam

Faktor keamanan

= 20

(Geankoplis, 1997)

Desain Anion Exchanger


Dari Tabel 12.4, The Nalco Water Handbook, diperoleh:
-

Diameter penukar anion

= 2 ft = 0,6096 m

Luas penampang penukar anion

= 3,14 ft2

Tinggi resin dalam anion exchanger

= 2,5 ft

2,5 ft = 3 ft = 0,9144 m

Tinggi silinder = (1 + 0,2)

Diameter tutup = diameter tangki = 2 ft = 0,6096 m


Rasio axis

= 2:1

Tinggi tutup =

1 0,6096
2
2

0,1524 m

(Brownell,1959)

Sehingga, tinggi anion exchanger = 0,1524 + 1,8288 = 1,9812 m

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik: Phid =

gh

= 995,904 kg/m3 9,8 m/det2 0,7620 m


= 7,4371 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
PT = 7,4371 kPa + 101,325 kPa = 108,7621 kPa
Faktor kelonggaran

= 5%

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Maka, Pdesain

= (1,05) (108,7621kPa) = 114,2002 kPa

Joint efficiency

= 0,8

(Brownell, 1959)

Allowable stress

= 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell, 1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(114,2002 kPa) (0,6096 m)
2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(114,2002 kPa)
0,0005 m 0,0197 in

Faktor korosi = 1/8 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0197 in + 1/8 in = 0,1447 in
Tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell, 1959)

Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan tebal tutup
in.

D.24

Pompa Anion Exchanger (PU-13)

Fungsi

: Memompa air dari Anion Exchanger (AE) ke


Deaerator (DE)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

Viskositas air ( )

= 0,8148 cP = 0,0005 lbm/ft s

Laju alir massa (F)


Laju alir volume, Q

(Geankoplis, 1997)
(Geankoplis, 1997)

= 1489,5768 kg/jam = 0,9122 lbm/detik


F

0,9122 lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

0,0147 ft 3 /s = 0,0004 m3/s

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,0004 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,0268 m = 1,0548 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis (1997), dipilih pipa commercial steel :
-

Ukuran nominal

: 1 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,38 in = 0,1150 ft

Diameter Luar (OD)

: 1,66 in = 0,1383 ft

Luas penampang dalam (At)

: 0,0104 ft2

Kecepatan linier: v =

Q 0,0147 ft 3 / s
=
= 1,4108 ft/s
A
0,0104 ft 2

Bilangan Reynold: NRe

v D

(66,1726 lbm / ft 3 )(1,41081ft / s)(0,1150 ft)


0,0005 lbm/ft.s

= 18421,732
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 18421,732dan

= 0,0013, diperoleh f = 0,007

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

1,41082
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0155 ft.lbf/lbm
3 elbow 90:

hf

= n.Kf.

1,41082
v2
= 3(0,75)
= 0,0696 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1 check valve:

1,41082
v2
= 1(2)
= 0,0619 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

hf

= n.Kf.

Ff

20 . 1,4108
L.v 2
= 4f
= 4(0,007)
0,115 .2. 32,174
D.2.g c

Pipa lurus 20 ft:

= 0,1506 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

=n 1

hex

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

1,41082
2 1 32,174

= 0,0309 ft.lbf/lbm
F = 0,3285 ft.lbf/lbm

Total friction loss :

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = 2271,556 lbf/ft2
P2 = 3562,6059 lbf/ft2

= 20,7656 ft.lbf/lbm

Z = 20 ft
maka:

32,174 ft / s 2
20 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

20,7656 ft.lbf / lbm 0,3285 ft.lbf / lbm Ws

Ws = 1311,3783 ft.lbf/lbm
Untuk efisiensi pompa 80 , maka:
Ws

1311,3783

= 0,8 Wp

Wp

Daya pompa: P

Wp

= 1639,2229 ft.lbf/lbm

= m Wp
=

1 hp
1489,5768
lbm / s 1639,2229 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 2,7188 hp

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Maka dipilih pompa dengan daya motor 3 hp.

D.25

Tangki Pelarutan Kaporit [Ca(ClO)2] (TP-05)

Fungsi

: Membuat larutan kaporit untuk klorinasi air domestik

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283 Grade C

Jumlah

: 1 unit

Data:
Kaporit yang digunakan

= 2 ppm

Kaporit yang digunakan berupa larutan 70% (% berat)


Laju massa kaporit

= 0,0028 kg/jam

Densitas larutan kaporit 70% = 1272 kg/m3 = 79,4088 lbm/ft3


Kebutuhan perancangan

= 90 hari

Faktor keamanan

= 20%

(Perry, 1997)

Desain Tangki
a. Diameter tangki
Volume larutan, V1 =
Volume tangki

(0,0028kg / jam)(24 jam / hari)(90 hari)


= 0,0067 m3
3
(0,7)(1272kg / m )

= 1,2 0,0067 m3 = 0,0080 m3

Ditetapkan perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki D : H = 2 : 3

V
0,008 m 3
0,008 m 3

1
D 2 H
4
1
3
D 2 D
4
2
3 3
D
8

Maka: D = 0,1895 m
H = 0,2843 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

b. Tebal dinding tangki


0,0067 m 3
0,008 m 3

Tinggi larutan NaOH dalam tangki =

Tekanan hidrostatik: Phid =

0,2843 m = 0,2369 m

gh

= 1272 kg/m3 9,8 m/det2 0,2369 m


= 2,9534 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 2,9534 kPa + 101,325 kPa = 104,2784 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05) (104,2784 kPa) = 109,4923 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell, 1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,7140 kPa

(Brownell, 1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(109,4923kPa) (0,1895 m)
2(87218,714 kPa)(0,8) 1,2(109,4923 kPa)
0,0001m 0,0059 in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,0059 in + 1/8 in = 0,1309 in

Tebal shell standar yang digunakan = in

(Brownell, 1959)

c. Daya Pengaduk
Jenis pengaduk

: flat 6 blade turbin impeller

Jumlah baffle

: 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3

; Da = 1/3 0,1895 m = 0,0632 m

E/Da = 1

; E = 0,0632 m

L/Da =

; L = 0,0632 m = 0,0158 m

W/Da = 1/5

; W = 1/5 0,0632 m = 0,0126 m

= 1/12

; J = 1/12 0,1895 m = 0,0158 m

J/Dt

Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Viskositas kaporit = 0,0007 lbm/ft.det

(Othmer, 1967)

Bilangan Reynold:
2

N Re

N Da

N Re

79,4088 1 (0,0632 3,2808) 2


= 5077,3174
0,0007

(Geankoplis, 1997)

Untuk NRe < 10000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
P

K L .n 2 .D a
gc

(McCabe,1999)

KL = 71
P

(McCabe,1999)

71.(1 put/det) 3 .(0,0632 3,2808 ft)5 (0,0007 lbm/ft.s)


1hp
2
550 ft.lbf/det
32,174 lbm.ft/lbf.det
1,032 10-9 hp

Efisiensi motor penggerak = 80


Daya motor penggerak =

1,032 10-9
= 1,289 10-9 hp
0,8

Maka daya motor yang dipilih 1/20 hp.

D.26

Pompa Kaporit (PU-14)

Fungsi

: memompa larutan kaporit dari Tangki Pelarutan Kaporit


(TP-05) ke Tangki Utilitas 2 (TU-02)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial Steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas kaporit ( )

= 1272 kg/m3 = 79,4088 lbm/ft3

Viskositas kaporit ( ) = 4,5156 10-7 lbm/ft detik

Laju alir massa (F)

(Perry, 1997)
(Perry, 1997)

= 0,002754 kg/jam = 1,6867.10-6 lbm/detik

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Laju alir volume, Q

1,6867.10-6 lb m /detik
79,4088 lb m /ft 3

2,124.10 8 ft 3 /s

= 6,0147.10-10 m3/s

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (6,0147.10-10 m3/s)0,45 (1272 kg/m3)0,13


= 0,0001 m = 0,0026 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel:
Ukuran nominal

: 1/8 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 0,269 in = 0,0224 ft

Diameter Luar (OD)

: 0,405 in = 0,0337 ft

Inside sectional area

: 0,0004 ft2

Kecepatan linier, v = Q/A =

Bilangan Reynold : NRe

2,124.10-8 ft 3 / s
= 5,31.10-5 ft/s
2
0,0004 ft
=

v D
(79,4088 lbm / ft 3 ) (5,31.10 -5 ft / s ) (0,0224 ft )
4,5156.10-7 lbm/ft.s

= 209,3317
Aliran adalah laminar, maka f = 16/NRe = 16/209,3317 = 0,0764
Friction loss:
2

1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

5,31.10-5
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 4,38.10-11 ft.lbf/lbm
2

5,31.10-5
v2
= 1(0,75)
= 3,286.10-11 ft.lbf/lbm
1 elbow 90: hf = n.Kf.
2(32,174)
2.g c
2

1 check valve:

5,31.10-5
v2
hf = n.Kf.
= 1(2)
= 8,764.10-11 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Pipa lurus 30 ft:

Ff

= 4f

30 . 5,31.10-5
L.v 2
= 4(0,0764)
0,0224 .2. 32,174
D.2.g c

= 1,79.10-8 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

5,31.10-5
2 1 32,174

= 8,764.10-11 ft.lbf/lbm
F = 1,818.10-8 ft.lbf/lbm

Total friction loss:


Dari persamaan Bernoulli:
2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = 2177,9115 lbf/ft2
P2 = 2808,4816 lbf/ft2

= 7,9408 ft.lbf/lbm

Z = 20 ft
maka:

32,174 ft / s 2
20 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

7,9408 ft.lbf / lbm 1,818.10-8 ft.lbf / lbm Ws

Ws = -27,9408 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80 , maka:


Ws

=-

27,9408

= 0,8 Wp

Wp

Daya pompa: P

Wp

= 34,926 ft.lbf/lbm

= m Wp
=

1 hp
0,002754
lbm / s 34,926 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 1,0711.10-7 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/20 hp.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

D.27

Tangki Utilitas 2 (TU-02)

Fungsi

: Menampung air untuk didistribusikan ke domestik

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA-283, Grade C

Kondisi operasi:
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 964 kg/jam

Densitas air

= 995,904 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 24 jam

Faktor keamanan

= 20

(Geankoplis, 1997)

Desain tangki
a. Volume tangki

964 kg/jam 24 jam


= 23,2312 m3
3
995,904 kg/m

Volume air, Va

Volume tangki, Vt = 1,2

23,2312 m3 = 27,8774 m3

b. Diameter tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 2 : 3

V
27,8774 m 3
27,8774m 3

1
D 2 H
4
1
3
D 2 D
4
2
3 3
D
8

Maka, D = 2,8714 m
H = 4,3071 m
23,2312 m 3
Tinggi air dalam tangki =
27,8774 m 3

4,3071m = 3,5893 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

c. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik: Ph

gh

= 995,904 kg/m3 9,8 m/det2 3,5893 m


= 35,0308 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 35,03082 kPa + 101,325 kPa = 136,3558kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (136,3558 kPa) = 143,1736 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kP

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


t

PD
2SE 1,2P
(143,1736kPa) (2,8714 m)
2 (87218,714kPa) (0,8) 1,2 (143,1736kPa)
0,0029 m 0,1161 in

Faktor korosi

= 1/8 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,1161 in + 1/8 in = 0,2411 in


Tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in

D.28

(Brownell,1959)

Pompa Domestik (PU-15)

Fungsi

: memompa air dari Tangki Utilitas 2 (TU-02) ke kebutuhan


domestik

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial Steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

(Perry, 1997)

Viskositas air ( )

= 0,0005 lbm/ft detik

(Perry, 1997)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Laju alir massa (F)


Laju alir volume, Q

= 964 kg/jam = 0,5904 lbm/detik


F

0,5904 lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

0,0095ft 3 /s = 0,0003 m3/s

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,0003 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,022 m = 0,8672 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel:


Ukuran nominal

: 1 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 1,049 in = 0,0874 ft

Diameter Luar (OD)

: 1,315 in = 0,1096 ft

Inside sectional area

: 0,006 ft2

Kecepatan linier, v = Q/A =

Bilangan Reynold : NRe

0,0095 ft 3 / s
= 1,5826 ft/s
0,006 ft 2

v D

(62,1726 lbm / ft 3 ) (1,5826 ft / s ) (0,0874 ft )


0,0005 lbm/ft.s

= 15708,0798
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 15708,0798 dan

= 0,0017, diperoleh f = 0,0072

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

1,58262
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0195 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1 check valve:

hf = n.Kf.

1,58262
v2
= 1(2)
= 0,0778 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c
2

Pipa lurus 40 ft:

40 . 1,5826
L.v 2
= 4f
= 4(0,0072)
0,0874 .2. 32,174
D.2.g c

Ff

= 0,5129 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

=n 1

hex

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

1,58262
2 1 32,174

= 0,0389ft.lbf/lbm
F = 0,6491 ft.lbf/lbm

Total friction loss :

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = P2
Z = 30 ft

32,174 ft / s 2
maka: 0
30 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0,6491ft.lbf / lbm Ws

Ws = -30,6491 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80 , maka:


Ws

=-

30,6491

Wp

= 0,8 Wp

Wp

= 38,3114 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P = m Wp
=

1 hp
0,5904
lbm / s 38,3114 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 0,0411 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1/20 hp.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

D.29

Menara Pendingin Air /Water Cooling Tower (CT)

Fungsi

: Mendinginkan air pendingin bekas dari temperatur 55oC


menjadi 30oC

Jenis

: Mechanical Draft Cooling Tower

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA53 Grade B

Kondisi operasi:
Suhu air masuk menara (TL2) = 550C = 1310F
Suhu air keluar menara (TL1) = 300C = 860F
= 280C = 820F

Suhu udara (TG1)

Dari Gambar 12-14, Perry (1999) diperoleh suhu bola basah, Tw = 750F.
Dari kurva kelembaban, diperoleh H = 0,02 kg uap air/kg udara kering.
Dari Gambar 12-14, Perry (1999) diperoleh konsentrasi air = 2,3 gal/ft 2 menit
Densitas air (550C)

= 985,696 kg/m3

Laju massa air pendingin

= 288462,0604 kg/jam

Laju volumetrik air pendingin

= 288462,0604 / 985,696 = 292,6481 m3/jam

Kapasitas air, Q

= 292,6481 m3/jam

(Geankoplis, 1997)

264,17 gal/m3 / 60 menit/jam

= 1288,4808 gal/menit
Faktor keamanan

= 20%

Luas menara, A

= 1,2 (kapasitas air/konsentrasi air)


= 1,2 (1288,4808 gal/menit/(2,3 gal/ft2.menit)
= 672,2509 ft2

Laju alir air tiap satuan luas (L) =

288462,0604 kg/jam 1 jam (3,2808 ft) 2


672,2509ft 2 3600 s 1 m 2

= 1,283 kg/s.m2
Perbandingan L : G direncanakan = 5 : 6
Sehingga laju alir gas tiap satuan luas (G) = 1,0691 kg/s.m2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Perhitungan Tinggi Menara


Dari Pers. 9.3-8, Geankoplis (1997):
Hy1 = (1,005 + 1,88 0,02).103 (28 0) + 2,501.106 (0,02)
= 79212,8 J/kg
Dari Pers. 10.5-2, Geankoplis (1997) diperoleh:
1,0691 (Hy2 79212,8) = 1,283 (4,187.103).(55-30)
Hy2 = 204822,8 J/kg

Gambar D.2 Grafik Entalpi dan Temperatur Cairan pada Cooling Tower (CT)

Ketinggian menara, z =

Hy 2

M.kG.a.P Hy1

dHy
Hy * Hy

(Geankoplis, 1997)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel D.1 Perhitungan Entalpi dalam Penentuan Tinggi Menara Pendingin


Hy

hy*

1/(hy*-hy)

79212.8

90000

9.270E-05

100000

116000

6.250E-05

120000

140000

5.000E-05

140000

172000

3.125E-05

160000

204000

2.273E-05

180000

236000

1.786E-05

200000

268000

1.471E-05

204822.8

275716.5

1.411E-05

Gambar D.3 Kurva Hy terhadap 1/(Hy*Hy)


Luasan daerah di bawah kurva dari Hy = 79,2128 sampai 204822,8 pada Gambar
D.3 adalah

Hy 2

Hy1

dHy
= 4,8913
Hy * Hy

Estimasi kG.a = 1,207.10-7 kg.mol /s.m3 (Geankoplis, 1997).


Maka ketinggian menara , z =

1,0691 4,8913
29 1,207 10 7 1,013 10

= 14,7484 m

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Diambil performance menara 90%, maka dari Gambar 12-15, Perry (1999) diperoleh
tenaga kipas 0,03 Hp/ft 2.
Daya yang diperlukan = 0,03 Hp/ft 2

672,2509 ft2 = 20,1675 hp

Digunakan daya standar 20 hp.


D.30

Pompa Menara Pendingin Air (PU-16)

Fungsi

: memompa air pendingin dari Menara Pendingin Air (CT) ke


unit proses

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial Steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

(Perry, 1997)

Viskositas air ( )

= 0,0005 lbm/ft detik

(Perry, 1997)

Laju alir massa (F)


Laju alir volume, Q

= 288462,0604 kg/jam = 176,6537 lbm/detik


F

176,6537 lb m /detik
62,1726lb m /ft 3

2,8413ft 3 /s = 0,0805 m3/s

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,0805 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,2865 m = 11,281 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel:


Ukuran nominal

: 12 in

Schedule number

: 30

Diameter Dalam (ID)

: 12,09 in = 1,0075 ft

Diameter Luar (OD)

: 12,75 in = 1,0625 ft

Inside sectional area

: 0,7986 ft2

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Kecepatan linier, v = Q/A =

Bilangan Reynold: NRe

2,8413 ft 3 / s
= 3,5579 ft/s
0,7986 ft 2

v D

(62,1726 lbm / ft 3 ) (3,5579 ft / s ) (1,0075 ft )


=
0,0005 lbm/ft.s

= 407006,6286
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 407006,6286 dan

= 0,0001, diperoleh f = 0,005

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

3,55792
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0984 ft.lbf/lbm
1 elbow 90: hf = n.Kf.

3,55792
v2
= 1(0,75)
= 0,2951 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf = n.Kf.

Pipa lurus 30 ft:

Ff

3,55792
v2
= 1(2)
= 0,3934 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c
2

= 4f

30 . 3,5579
L.v 2
= 4(0,005)
1,0075 .2. 32,174
D.2.g c

= 0,1172 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

3,55792
2 1 32,174

= 0,1967 ft.lbf/lbm
Total friction loss :

F = 1,1007 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

dimana : v1 = v2
P1 = P2
Z = 30 ft
maka:

32,174 ft / s 2
30 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

1,1007 ft.lbf / lbm Ws

Ws = -31,1007 ft.lbf/lbm
Untuk efisiensi pompa 80 , maka:
Ws

=-

Wp

= 0,8 Wp

31,1007
Wp

= 38,8759 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P = m Wp
=

1 hp
288462,0604
lbm / s 38,8759 ft.lbf / lbm
0,45359 3600
550 ft.lbf / s

= 12,4865 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 15 hp.

D.31

Deaerator (DE)

Fungsi

: Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air umpan ketel

Bentuk

: Silinder horizontal dengan tutup elipsoidal

Bahan konstruksi

: Carbon Steel SA283 Grade C

Kondisi operasi:
Temperatur

= 300C

Tekanan

= 1 atm

Laju massa air

= 7447,8838 kg/jam

Densitas air

= 995,904 kg/m3

Kebutuhan perancangan

= 1 hari

Faktor keamanan

= 20

(Geankoplis, 1997)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Perhitungan:
a. Ukuran tangki

7447,8838 kg/jam 24 jam


= 179,4844 m3
3
995,904 kg/m

Volume air, Va

Volume tangki, Vt = 1,2

179,4844 m3 = 215,3813 m3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3

V
215,3813 m 3
215,3813 m 3

1
D 2 H
4
1
3
D 2 D
4
2
3 3
D
8

Maka: D = 5,6765 m
H = 8,5148 m
Tinggi cairan dalam tangki

179,4844
8,5148 = 7,0957m
215,3813

b. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 5,6765 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup, D : H = 4 : 1
Tinggi tutup =

1
5,6765 m 1,4191m
4

(Brownell,1959)

Tinggi tangki total = 7,0957+ 2(1,4057) = 11,353 m


c. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P =

gh

= 995,904 kg/m3 9,8 m/det2 7,0957 m


= 69,2526 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 69,2526 kPa + 101,325 kPa = 170,5776 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, Pdesign

= (1,05) (170,5776 kPa) = 179,1064 kPa

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:

PD
2SE 1,2P
(179,1064kPa) (5,6765 m)
2(87218,714 kPa)(0,8) 1,2(179,1064 kPa)
0,0073m 0,2873in

Faktor korosi = 1/8 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan

= 0,2873 in + 1/8 in = 0,4123 in

Tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in

(Brownell,1959)

Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan ditetapkan tebal
tutup 1/2 in.

D.32

Pompa Deaerator (PU-17)

Fungsi

: Memompa air dari Tangki Deaerator (DE) ke Ketel Uap


(KU)

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial Steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

(Perry, 1997)

Viskositas air ( )

= 0,0005 lbm/ft detik

(Perry, 1997)

Laju alir massa (F)


Laju alir volume, Q

= 7447,8838 kg/jam = 4,5611 lbm/detik


F

4,5611 lb m /detik
62,1726 lb m /ft 3

0,0734ft 3 /s = 0,0021 m3/s

Desain pompa
Di,opt

= 0,363 (Q)0,45( )0,13

(Timmerhaus, 2004)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,363 (0,0021 m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,0553 m = 2,1763 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel:


-

Ukuran nominal

: 2,5 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 2,469 in = 0,2058 ft

Diameter Luar (OD)

: 2,875 in = 0,2396 ft

Inside sectional area

: 0,0332 ft2

0,0021 ft 3 / s
Kecepatan linier, v = Q/A =
= 2,2084 ft/s
0,0332 ft 2
Bilangan Reynold : NRe

v D

(62,1726 lbm / ft 3 ) (2,2084 ft / s) (0,2058 ft )


0,0005 lbm/ft.s

= 51591,2654
Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.
Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 51591,2654dan

= 0,0007, diperoleh f = 0,0055

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

2,20842
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0379 ft.lbf/lbm
3 elbow 90:

hf = n.Kf.

2,20842
v2
= 3(0,75)
= 0,1705 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf = n.Kf.

2,20842
v2
= 1(2)
= 0,1516 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c
2

Pipa lurus 30 ft:

Ff

30 . 2,2084
L.v 2
= 4f
= 4(0,0055)
0,2058 .2. 32,174
D.2.g c

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,2431 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

2,20842
2 1 32,174

= 0,0758 ft.lbf/lbm
Total friction loss :

F = 0,6789 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:


2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = 3562,6059 lbf/ft2
P2 = 2116,2281 lbf/ft2

= -23,2639 ft.lbf/lbm

Z = 30 ft
maka:

32,174 ft / s 2
30 ft - 23,2639 ft.lbf / lbm 0,6789 ft.lbf / lbm Ws
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

Ws = -17,415 ft.lbf/lbm

Untuk efisiensi pompa 80 , maka:


Ws

=-

17,415

Wp

= 0,8 Wp

Wp

= 21,7687 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P = m Wp
=

1 hp
4,5611
lbm / s 21,7687 ft.lbf / lbm
550 ft.lbf / s
0,45359 3600

= 0,1805 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor hp.

D.33
Fungsi

Ketel Uap (KU)


: Menyediakan uap untuk keperluan proses

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Jenis

: Water tube boiler

Bahan konstruksi

: Carbon steel

Kondisi operasi :
Uap jenuh yang digunakan bersuhu 2600C dan tekanan 46,9231 bar.
Dari steam table, Reklaitis (1983) diperoleh panas laten steam 1661,6538 kJ/kg =
3472,1564 Btu/lbm.
Kebutuhan uap = 5729,0872 kg/jam = 12630,6606 lbm/jam
Menghitung Daya Ketel Uap
W

34,5 P 970,3
H

dimana:

= Daya boiler, hp

= Kebutuhan uap, lbm/jam

= Panas laten steam, Btu/lbm

Maka,

5729,1413 3472,1564
= 1310,0872 hp
34,5 970,3

Menghitung Jumlah Tube


Luas permukaan perpindahan panas, A = P

10 ft2/hp

= 1310,0872 hp

10 ft2/hp

= 13100,872 ft2
Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi:
-

Panjang tube

= 30 ft

Diameter tube

= 3 in

Luas permukaan pipa, a = 0,9170 ft2 / ft

(Kern, 1965)

Sehingga jumlah tube:


A

Nt

Nt

= 475,2222

Nt

= 475 buah

a'

(13100,872 ft 2 )
30 ft 0,9170 ft 2 / ft

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

D.34 Pompa Air Proses (PU-18)


Fungsi

: Memompa air dari Tangki Utilitas 1 (TU-01) ke unit proses

Jenis

: Pompa sentrifugal

Bahan konstruksi

: Commercial Steel

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi:
-

Temperatur

= 30 C

Densitas air ( )

= 995,904 kg/m3 = 62,1726 lbm/ft3

(Perry, 1997)

Viskositas air ( )

= 0,0005 lbm/ft detik

(Perry, 1997)

Laju alir massa (F)


Laju alir volume, Q

= 3987,8005 kg/jam = 2,4421 lbm/detik

2,4421lb m /detik
62,1726lb m /ft 3

0,0393ft 3 /s = 0,0011 m3/s

Desain pompa
= 0,363 (Q)0,45( )0,13

Di,opt
(Timmerhaus, 2004)

= 0,363 (0,0011m3/s)0,45 (995,904 kg/m3)0,13


= 0,0417 m = 1,6430 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel:
Ukuran nominal

: 2 in

Schedule number

: 40

Diameter Dalam (ID)

: 2,067 in = 0,1723 ft

Diameter Luar (OD)

: 2,375 in = 0,1979 ft

Inside sectional area

: 0,0233 ft2

Kecepatan linier, v = Q/A =

Bilangan Reynold : NRe

0,0393 ft 3 / s
= 1,6858 ft/s
0,0233 ft 2
=

v D
(62,1726 lbm / ft 3 ) (1,6858 ft / s ) (0,1723 ft )
0,0005 lbm/ft.s

= 32971,5835

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Karena NRe > 4000, maka aliran turbulen.


Dari Gbr. 12.1, Timmerhaus (2004):
-

Untuk pipa commercial steel, diperoleh: = 0,00015

Untuk NRe = 32971,5835 dan

= 0,0009, diperoleh f = 0,006

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: hc

= 0,5 1

1,68582
A2 v 2
= 0,5 (1 0)
2(1)(32,174)
A1 2

= 0,0221 ft.lbf/lbm
1 elbow 90:

hf = n.Kf.

1,68582
v2
= 3(0,75)
= 0,0331 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c

1 check valve:

hf = n.Kf.

1,68582
v2
= 1(2)
= 0,0883 ft.lbf/lbm
2(32,174)
2.g c
2

Pipa lurus 70 ft:

70 . 1,6858
L.v 2
= 4f
= 4(0,006)
0,1723 .2. 32,174
D.2.g c

Ff

= 0,4308 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit:

hex

=n 1

A1
A2

v2
=11 0
2. .g c

1,68582
2 1 32,174

= 0,0442 ft.lbf/lbm
F = 0,6185 ft.lbf/lbm

Total friction loss :


Dari persamaan Bernoulli:
2
1
v2
2

v1

g z2

z1

P2

P1

F Ws

(Geankoplis,1997)

dimana : v1 = v2
P1 = P2 = 3134,8215 lbf/ft2

=0

Z = 20 ft
maka: 0

32,174 ft / s 2
20 ft
32,174 ft.lbm / lbf .s 2

0 0,6185 ft.lbf / lbm Ws

Ws = 20,6185 ft.lbf/lbm

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Untuk efisiensi pompa 80 , maka:


Ws

20,6185

= 0,8 Wp

Wp

Daya pompa: P

Wp

= 25,7731 ft.lbf/lbm

= m Wp

1 hp
3987,8005
lbm / s 25,7731 ft.lbf / lbm
550 ft.lbf / s
0,45359 3600

= 0,1144 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 0,5 hp.

35. Tangki Bahan Bakar (TB-01)


Fungsi

: Menyimpan bahan bakar Solar

Bentuk

: Silinder tegak dengan alas dan tutup datar

Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, grade B


Jumlah

:1

Kondisi operasi

: Temperatur 30C dan tekanan 1 atm

Laju volume solar

= 468 L/jam

Densitas solar

= 0,89 kg/l = 55,56 lbm/ft 3

(Bab VII)
(Perry, 1997)

Kebutuhan perancangan = 7 hari


Perhitungan Ukuran Tangki :
Volume solar (Va) = 468 L/jam x 7 hari x 24 jam/hari
= 78624 L = 78,624 m3
Volume tangki, Vt = 1,2

78,624 m3 = 94,3488 m3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 1 : 2

V
94,3488 m 3
94,3488 m 3

1
D 2 H
4
1
D 2 2D
4
1,5708D 3

D = 3,916 m ;

H = 7,832 m = 25,949 ft

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tinggi cairan dalam tangki

volume cairan x tinggi silinder


volume silinder

(78,624)(7,832)
= 6,52677 m
(94,3488)

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
Phid =

x g x l = 890,0712 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 6,52677 m = 56,843 kPa

Tekanan operasi, Po = 1 atm = 101,325 kPa


Poperasi = 56,834+ 101,325 kPa = 158,1688 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05)( 158,1688 kPa) = 166,077 kPa
Joint efficiency = 0,8

(Brownell,1959)

Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kPa

(Brownell,1959)

Tebal shell tangki:

t
t

PD
2SE 1,2P
(166,077 kPa) (3,916 m)
2(87.218,714 kPa)(0,8) 1,2(166,077 kPa)
0,00467 m 0,18244in

Faktor korosi = 1/8 in.


Tebal shell yang dibutuhkan = 0,1844 + 1/8 in = 0,3094 in

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI
Dalam rencana pra rancangan pabrik Etilen glikol digunakan asumsi sebagai
berikut:
Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun.
Kapasitas maksimum adalah 80.000 ton/tahun.
Perhitungan didasarkan pada harga peralatan tiba di pabrik atau purchasedequipment delivered (Timmerhaus et al, 2004).
Harga alat disesuaikan dengan nilai tukar dollar terhadap rupiah adalah :
US$ 1 = Rp 9.930,- (Bank Indonesia, 18 Agustus 2009).

1.

Modal Investasi Tetap (Fixed Capital Investment)

1.1

Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)

1.1.1 Modal untuk Pembelian Tanah Lokasi Pabrik


Luas tanah seluruhnya = 20.000 m2
Menurut koran di daerah Riau (koran khusus untuk Riau, biaya tanah pada
lokasi pabrik berkisar Rp 230.900,-/m2 (Riaupost.com, 2009)
Harga tanah seluruhnya =20.000 m2

Rp 230.900/m2 = Rp 4.618.000.000 ,-

Biaya perataan tanah diperkirakan 5%


Biaya perataan tanah = 0,05 x Rp 4.618.000.000 = Rp 230.900.000,Maka modal untuk pembelian tanah (A) adalah Rp 4.848.900.000,Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya
No

Nama Bangunan

Luas (m2)

Harga

Jumlah (Rp)

(Rp/m2)
1

Pos keamanan

50

250.000

12.500.000

Areal bahan baku

650

400.000

260.000.000

Parkir *)

200

250.000

50.000.000

Taman *)

3000

250.000

750.000.000

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya .................


(lanjutan)
No

Nama Bangunan

Luas (m2)

Harga

Jumlah (Rp)

(Rp/m2)
5

Perumahan karyawan

1000

500.000

500.000.000

Ruang kontrol

200

500.000

100.000.000

Areal proses

6800

2.000.000

13.600.000.000

Areal produk

850

1.500.000

1.275.000.000

Perkantoran

300

1.500.000

450.000.000

10

Laboratorium

200

600.000

120.000.000

11

Poliklinik

80

300.000

24.000.000

12

Kantin

100

200.000

20.000.000

13

Tempat ibadah

80

300.000

24.000.000

14

Gudang peralatan

400

250.000

100.000.000

15

Bengkel

450

250.000

112.500.000

16

Unit pemadam kebakaran

80

250.000

20.000.000

17

Unit pengolahan air

800

1.000.000

800.000.000

18

Ruang boiler

350

1.200.000

420.000.000

19

Unit pembangkit listrik

380

1.200.000

456.000.000

20

Unit pengolahan limbah

1000

1.500.000

1.500.000.000

21

Areal perluasan *)

1900

250.000

475.000.000

22

Jalan *)

800

500.000

400.000.000

23

Perpustakaan

80

600.000

48.000.000

24

Sarana olahraga

100

300.000

30.000.000

25

Areal antar bangunan *)

150

250.000

37.500.000

TOTAL

20.000

16.100.000

Harga bangunan saja

= Rp19.872.000.000,-

Harga sarana

= Rp1.712.500.000,-

21.584.500.000

Total biaya bangunan dan sarana (B) = Rp. 21.584.500.000,-

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1.1.2 Perincian Harga Peralatan


Harga peralatan yang di impor dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan berikut (Timmerhaus et al, 2004) :

Cx

Cy

X2
X1

Ix
Iy

dimana: Cx = harga alat pada tahun 2009


Cy = harga alat pada tahun dan kapasitas yang tersedia
X1 = kapasitas alat yang tersedia
X2 = kapasitas alat yang diinginkan
Ix = indeks harga pada tahun 2009
Iy = indeks harga pada tahun yang tersedia
m = faktor eksponensial untuk kapasitas (tergantung jenis alat)
Untuk menentukan indeks harga pada tahun 2009 digunakan metode regresi
koefisien korelasi:
r

n X i Yi
n X i

X i

X i Yi
n Yi

Yi

(Montgomery, 1992)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift


Xi.Yi

Xi

Yi

No.

Tahun (Xi)

Indeks (Yi)

1989

895

1780155

3956121

801025

1990

915

1820850

3960100

837225

1991

931

1853621

3964081

866761

1992

943

1878456

3968064

889249

1993

967

1927231

3972049

935089

1994

993

1980042

3976036

986049

1995

1028

2050860

3980025

1056784

1996

1039

2073844

3984016

1079521

1997

1057

2110829

3988009

1117249

10

1998

1062

2121876

3992004

1127844

11

1999

1068

2134932

3996001

1140624

12

2000

1089

2178000

4000000

1185921

13

2001

1094

2189094

4004001

1196836

14

2002

1103

2208206

4008004

1216609

Total

27937

14184

28307996

55748511

14436786

Sumber: Tabel 6-2, Timmerhaus et al, 2004

Data :

n = 14

Xi = 27937

Yi = 14184

XiYi = 28307996

Xi = 55748511

Yi = 14436786

Dengan memasukkan harga-harga pada Tabel LE 2, maka diperoleh harga


koefisien korelasi:
r =

(14) . (28307996) (27937)(14184)


[(14). (55748511) (27937)] x [(14)(14436786) (14184) ]

0,98 = 1
Harga koefisien yang mendekati +1 menyatakan bahwa terdapat hubungan
linier antar variabel X dan Y, sehingga persamaan regresi yang mendekati adalah
persamaan regresi linier.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Persamaan umum regresi linier, Y = a + b X


dengan:

= indeks harga pada tahun yang dicari (2007)

= variabel tahun ke n 1

a, b = tetapan persamaan regresi


Tetapan regresi ditentukan oleh :

n X i Yi
n X i

(Montgomery, 1992)

X i Yi
2

Yi. Xi 2
n. Xi 2

X i

Xi. Xi.Yi
( Xi) 2

Maka :
b = 14 .( 28307996) (27937)(14184)
14. (55748511) (27937)

= 53536
3185

= 16,8088
a = (14184)( 55748511) (27937)(28307996) = - 103604228
14. (55748511) (27937)

3185

= -32528,8

Sehingga persamaan regresi liniernya adalah:


Y=a+b X
Y = 16,809X 32528,8

Dengan demikian, harga indeks pada tahun 2009 adalah:


Y = 16,809(2007) 32528,8
Y = 1206,4439
Perhitungan harga peralatan menggunakan adalah harga faktor eksponsial (m)
Marshall & Swift. Harga faktor eksponen ini beracuan pada Tabel 6-4, Timmerhaus
et al, 2004. Untuk alat yang tidak tersedia, faktor eksponensialnya dianggap 0,6
(Timmerhaus et al, 2004)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Contoh perhitungan harga peralatan:


a. Tangki Penyimpanan Etilen Oksida (TT-101)
Kapasitas tangki , X2 = 210,6523 m3. Dari Gambar LE.1 berikut, diperoleh
untuk harga kapasitas tangki (X1) 1 m adalah (Cy) US$ 6700. Dari tabel 6-4,
Timmerhaus, 2004, faktor eksponen untuk tangki adalah (m) 0,49. Indeks harga pada
tahun 2002 (Iy) 1103.

Purchased cost, dollar

10

102

103

Capacity, gal
104

105

105

Mixing tank with agitator


304 Stainless stell

104

Carbon steel
310 kPa (30 psig) Carbon-steel tank (spherical)

103
10-1

P-82
Jan,2002

10

10

103

Capacity, m3

Gambar LE.1 Harga Peralatan untuk Tangki Penyimpanan (Storage) dan Tangki
Pelarutan.(Peters et.al., 2004)

Indeks harga tahun 2007 (Ix) adalah 1206,4439. Maka estimasi harga tangki untuk
(X2) 210,6523 m3 adalah :
Cx = US$ 6700

210,6523
1

0 , 49

1206,4439
1103

Cx = US$ 100.822.Cx = Rp 1.001.159.174,-/unit

b. Kolom Distilasi (T-101)


Pada proses, kolom distilasi yang dipergunakan berukuran diameter 1,4822
m, dengan tinggi kolom 9 m dengan banyaknya tray dalam kolom sebanyak 21 buah.
Dari Gambar LE.2, didapat bahwa untuk spesifikasi tersebut didapat harga peralatan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

pada tahun 2002 (Iy= 1103) adalah US$ 22.000,-.Maka harga sekarang (2007) adalah
:
Cx,kolom = US$ 22.000 x

1206,4439
x (Rp 9.930)/(US$ 1)
1103

Cx,kolom = Rp 238.948.093/ unit

Gambar LE.2 Harga Peralatan untuk Kolom Distilasi. Harga Tidak Termasuk Trays,
Packing, atau Sambungan. (Peters et.al., 2004)

Harga tiap sieve tray adalah US$ 2.000,- untuk kolom berdiameter 1,4822 m. Maka
untuk tray sebanyak 21 piring diperoleh:

1,4822
Cx,tray = 21 x US$ 2.000

0 ,86

1206,4439
x (Rp 9.930)/(US$ 1)
1103

Cx,tray = Rp 456.173.632,Jadi total harga keseluruhan unit distilasi (T-101) adalah


= Rp 238.948.093,- + Rp 456.173.632,= Rp 695.121.725 ,-

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Gambar LE.3 Harga Tiap Tray dalam Kolom Distilasi. Harga Termasuk Tanggul,
Permukaan Saluran Limpah, Saluran Uap dan Bagian Struktur Lainnya
(Peters et.al., 2004)
Dengan cara yang sama diperoleh perkiraan harga alat lainnya yang dapat
dilihat pada Tabel LE.3 untuk perkiraan peralatan proses dan Tabel LE.4 untuk
perkiraan peralatan utilitas.
Untuk harga alat impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai berikut:
- Biaya transportasi
= 5
- Biaya asuransi
= 1
- Bea masuk
= 15
(Rusjdi, 2004)
- PPn
= 10
(Rusjdi, 2004)
- PPh
= 10
(Rusjdi, 2004)
- Biaya gudang di pelabuhan
= 0,5
- Biaya administrasi pelabuhan = 0,5
- Transportasi lokal
= 0,5
- Biaya tak terduga
= 0,5
Total
= 43
Untuk harga alat non impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai
berikut:
- PPn
= 10
(Rusjdi, 2004)
- PPh
= 10
(Rusjdi, 2004)
- Transportasi lokal
= 0,5
- Biaya tak terduga
= 0,5
Total
= 21

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses


Unit

Ket*)

Harga / Unit (Rp)

Harga Total (Rp)

1 TT-101

1.001.159.174

8.009.273.394

2 TT-102

882.490.690

4.412.453.448

3 TT-103

12

2.831.808.915

33.981.706.977

4 TT-104

10

853.725.623

8,537,256,230

5 TT-105

261.526.016

261.526.016

6 TT-106

92.950.517

92.950.517

7 T-101

238.948.093

238.948.093

21

21.722.554

456.173.632

8 D-101

318.443.954

318.443.954

9 V-101

1.403.983.088

1.403.983.088

10 FG-101

1.404.683.679

1.404.683.679

11 FG-102

4.632.023.339

4.632.023.339

12 FE-101

736.703.555

736.703.555

13 R-101

8.806.008.007

8.806.008.007

14 R-102

9.724.876.358

9.724.876.358

15 E-101

268.905.895

268.905.895

16 E-102

451.678.067

451.678.067

17 E-103

201.771.663

201.771.663

18 E-104

451.678.067

451.678.067

19 E-105

584.138.866

584.138.866

20 E-106

563.594.634

563.594.634

21 E-107

767.402.764

767.402.764

22 E-108

472.810.595

472.810.595

23 E-109

545.003.556

545.003.556

24 E-110

204.245.825

204.245.825

25 E-111

113.670.708

113.670.708

26 E-112

166.643.983

166.643.983

No.

Kode

Tray

27

JE-101

1.444.328

1.444.328

28

JB-101

141.617.113

141.617.113

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses................. (lanjutan)


No. Kode

Unit

Ket*) Harga / Unit (Rp)

Harga Total (Rp)

29

JB-102

438.594.861

438.594.861

30

JB-103

415.100.052

415.100.052

31

JB-104

99.330.544

99.330.544

32

P-101

NI

15.860.636

15.860.636

33

P-102

NI

28.249.515

28.249.515

34

P-103

NI

63.207.717

63.207.717

35

P-104

NI

16.686.369

16.686.369

36

P-105

NI

14.810.247

14.810.247

37

P-106

NI

62.407.377

62.407.377

38

P-107

NI

12.073.783

12.073.783

39

P-108

NI

12.617.715

12.617.715

Harga Total

88.129.395.992

Import

87.903.482.633

Non import

225.913.359

Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan Limbah


Kode
No.

Alat

Unit

Ket

Harga / Unit

Harga Total

SC

150.575.486

150.575.486

PU-01

NI

19.414.060

19.414.060

BS

NI

6.500.000

6.500.000

PU-02

NI

19.414.060

19.414.060

TP-01

232.775.165

232.775.165

PU-03

NI

189.661

1.600.000

TP-02

173.973.402

173.973.402

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan Limbah.......(lanjutan)


No.
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

Kode
Alat
PU-04
TP-06
PU-19
CL
PU-05
TF
PU-06
CT
PU-16
TU-01
PU-07
TP-03
PU-10
CE
PU-11
TP-04
PU-12
AE
PU-13
DE+KU
PU-13
PU-08
PU-09
TP-05
PU-14
TU-02
PU-15
PU-18

Unit
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Ket
NI
I
NI
I
NI
I
NI
I
NI
I
NI
I
NI
I
NI
I
NI
I
NI
I
NI
NI
NI
I
NI
I
NI
NI

Harga / Unit
182.750
5.035.817
5.179.232
1.152.032.933
5.179.232
346.138.102
5.179.232
383.152.962
6.171.988
4.242.935.828
2.954.058
163.196.005
76.411
119.629.410
2.954.058
192.392.048
85.141
154.627.912
2.954.058
613.332.454
1.395.747
932.377
12.732
5.026.517
41.280
221.952.147
932.377
4.911.841
Harga total
Import
Non import

Harga Total
1.600.000
5.035.817
5,179,232
1.152.032,933
5.179.232
346.138.102
5.179.232
383.152.962
6.171.988
4.242.935.828
2.954.058
163.196.005
1.600.000
119.629.410
2.954.058
192.392.048
1.600.000
154.627.912
2.954.058
613.332.454
1.600.000
1.600.000
1.600.000
5.026.517
1.600.000
221.952.147
1.600.000
4.911.841
Rp. 8.251.988.009
Rp 8.156.776.189
Rp
95.211.820

Keterangan*) : I untuk peralatan impor, sedangkan N.I. untuk peralatan non impor.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Total harga peralatan tiba di lokasi pabrik (purchased-equipment delivered) adalah:


= 1,43 x ( Rp 87.903.482.633 ,- + Rp 8.156.776.189 ,- )
+ 1,21 x ( Rp. 225.913.359- + Rp. 95.211.820 ,- )
=

Rp. 137.754.731.582 ,-

Biaya pemasangan diperkirakan 50


Biaya pemasangan = 0,50

dari total harga peralatan (Timmerhaus 2004).


Rp 137.754.731.582,-

= Rp. 68.877.365.791,-

Harga peralatan + biaya pemasangan (C) :


= Rp 137.754.731.582,- + Rp 68.877.365.791,= Rp

206.632.097.373,-

1.1.4 Instrumentasi dan Alat Kontrol


Diperkirakan biaya instrumentasi dan alat kontrol 40

dari total harga

peralatan (Timmerhaus et al, 2004).


Rp. 137.754.731.582,-

Biaya instrumentasi dan alat kontrol (D) = 0,4

= Rp. 55.101.892.633,1.1.5 Biaya Perpipaan


Diperkirakan

biaya

perpipaan

60

dari

total

harga

peralatan

(Timmerhaus et al, 2004).


Biaya perpipaan (E) = 0,6 137.754.731.582,= Rp. 82.652.838.949 ,-

1.1.6 Biaya Instalasi Listrik


Diperkirakan biaya instalasi listrik 20

dari total harga peralatan

(Timmerhaus et al, 2004).


Biaya instalasi listrik (F) = 0,2

137.754.731.582,-

= Rp. 27.550.946.316,-

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

1.1.7 Biaya Insulasi


Diperkirakan

biaya

insulasi

55

dari

total

harga

peralatan

(Timmerhaus et al, 2004).


Biaya insulasi (G)

= 0,55

137.754.731.582,-

= Rp. 75.765.102.370,1.1.8 Biaya Inventaris Kantor


Diperkirakan biaya inventaris kantor 5

dari total harga peralatan

(Timmerhaus et al, 2004).


= 0,05 137.754.731.582,-

Biaya inventaris kantor (H)

= Rp. 6.887.736.579,1.1.9 Biaya Perlengkapan Kebakaran dan Keamanan


Diperkirakan biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan 5

dari total

harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).


Biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan ( I )
137.754.731.582,-

= 0,05

= Rp. 6.887.736.579,1.1.10 Sarana Transportasi


Untuk mempermudah pekerjaan, perusahaan memberi fasilitas sarana
transportasi ( J ) seperti pada tabel berikut .
Tabel LE.5 Biaya Sarana Transportasi
No.
1
2
3
4
5
6
7

Jenis
Kendaraan
Mobil direktur
Mobil manajer
Bus karyawan
Mobil karyawan
Truk
Mobil pemasaran
Mobil pemadam
kebakaran

Unit

Tipe

Harga/ Unit
(Rp)

Harga Total
(Rp)

1
5
5
4
6
5

sedan
kijang inova
bus
L-300
truk
minibus L-300

375.000.000
210.000.000
350.000.000
150.000.000
300.000.000
120.000.000

375.000.000
1.050.000.000
1.750.000.000
600.000.000
1.800.000.000
600.000.000

truk tangki

350.000.000

1.050.000.000

Total

7.225.000.000

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Total MITL = A + B + C + D + E + F + G + H + I + J
= Rp 493.193.350.801,-

1.2

Modal Investasi Tetap Tak Langsung (MITTL)

1.2.1 Pra Investasi


Diperkirakan 7

dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).

Pra Investasi (K)

= 0,07 x Rp 137.754.731.582,= Rp. 9.642.831.211,-

1.2.2 Biaya Engineering dan Supervisi


Diperkirakan 30

dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).

Biaya Engineering dan Supervisi (L) = 0,30

Rp 137.754.731.582,-

= Rp. 41.326.419.475,1.2.3 Biaya Legalitas


Diperkirakan 4

dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).

Biaya Legalitas (M)

= 0,04
=

Rp 137.754.731.582,-

Rp. 5.510.189.263,-

1.2.4 Biaya Kontraktor


Diperkirakan 30

dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).

Biaya Kontraktor (N)

= 0,30
=

Rp 137.754.731.582,-

Rp. 41.326.419.475,-

1.2.5 Biaya Tak Terduga


Diperkirakan 40

dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004) .

Biaya Tak Terduga (O)

= 0,40
=

Rp 137.754.731.582,-

Rp. 55.101.892.633,-

Total MITTL = K + L + M + N + O
= Rp. 152.907.752.056,Total MIT

= MITL + MITTL
=

Rp. 493.193.350.801,- + Rp. 152.907.752.056,-

Rp. 646.101.102.857,-

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Modal Kerja
Modal kerja dihitung untuk pengoperasian pabrik selama 3 bulan (= 90 hari).

2.1

Persediaan Bahan Baku

2.1.1 Bahan baku proses


1.

Etilen Oksida
Kebutuhan

= 7.281,71 kg/jam

Harga etilen oksida = US$ 0,49/lb = US$ 1,1025/kg


= Rp10.948,- /kg (ICIS Pricing, 2009)
Harga total

= 90 hari

24 jam/hari 7.281,71kg/jam

Rp10.948,- /kg

= Rp. 172.192.889.012,Karbon dioksida


Kebutuhan

= 7.756,36 kg/jam = 4,8477 m3/jam

Harga

= Rp.7000,-/m3

Harga total

= 90 hari

24 jam/hari

(PT. Aneka Gas Industri, 2009)


4,8477 m3/jam x Rp. 7000,-/m3

= Rp. 73,297,565,3. Katalis


Kebutuhan

= 400 kg/jam

Harga

= Rp. 2.600,-/kg

(www.advance-scientific.net, 2009)

Harga total

= 90 hari

400 kg/jam x Rp 2.600,-/kg

24 jam/hari

= Rp. 2.246.400.000

2.1.2 Persediaan bahan baku utilitas


1. Alum, Al2(SO4)3
Kebutuhan

= 1,0405 kg/jam

Harga

= Rp 1.100 ,-/kg

Harga total

= 90 hari

24 jam/hari

(PT. Bratachem 2009)


1,0405 kg/jam

Rp 1.100,- /kg

= Rp. 2.472.275,2. Soda abu, Na2CO3


Kebutuhan = 0,5619 kg/jam
Harga

= Rp 2.500,-/kg

Harga total = 90 hari

24 jam/hari

(PT. Bratachem 2009)


0,5619 kg/jam

Rp 2.500,-/kg

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= Rp 3.034.155,3. Kaporit
Kebutuhan = 0,0028 kg/jam
Harga

= Rp 9.500,-/kg

Harga total = 90 hari

24 jam/hari

(PT. Bratachem 2009)


0,0028 kg/jam

Rp 9.500,-/kg

= Rp 56.518,4. H2SO4
Kebutuhan

= 0,737 kg/jam = 0,4006 L/jam

Harga

= Rp 35.500-/L

Harga total

= 90 hari

(PT. Bratachem 2009)

24 jam x 0,737 L/jam

Rp 35.500-/L

= Rp 30.714.629,5. NaOH
Kebutuhan

= 0,7063 kg/jam

Harga

= Rp 3250,-/kg

Harga total

= 90 hari

24 jam

(PT. Bratachem 2009)


0,7063 kg/jam

Rp 3250,-/kg

= Rp 4..958.027,6. Solar
Kebutuhan = 113,812 ltr/jam
Harga solar untuk industri = Rp.5500,-/liter

(PT.Pertamina, 2009)

Harga total = 90 hari

Rp. 4500,-/liter

24 jam/hari

113,812 ltr/jam

= Rp 1.352.086.560,Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 3 bulan
(90 hari) adalah =

Rp 175.905.908.741,-

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

2.2

Kas

2.2.1 Gaji Pegawai


Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai
Jabatan
Jumlah
Dewan Komisaris
3
Direktur
1
Staf Ahli
2
Sekretaris
2
Manajer Teknik dan Produksi
1
Manajer R&D
1
Manajer Umum dan Keuangan
1
Kepala Bagian Keuangan dan
Adm
1
Kepala Bagian Umum dan
Personalia
1
Kepala Bagian Teknik
1
Kepala Bagian Produksi
1
Kepala Bagian R&D
1
Kepala Bagian QC/QA
1
Kepala Seksi Proses
1
Kepala Seksi Utilitas
1
Kepala Seksi Mesin/Instrumentasi
1
Kepala Seksi Listrik
1
Kepala Seksi Pemeliharaan Pabrik
1
Kepala Seksi Keuangan
1
Kepala Seksi Pemasaran
1
Kepala Seksi Administrasi
1
Kepala Seksi Humas
1
Kepala Seksi Personalia
1
Kepala Seksi Keamanan
1
Karyawan Proses
36
Karyawan Laboratorium QC/QA
dan R&D
10
Karyawan Utilitas
10
Karyawan Unit Pembangkit Listrik
7
Karyawan Instrumentasi Pabrik
7
Karyawan Pemeliharaan Pabrik
10
Karyawan Bag. Keuangan
3
Karyawan Bag. Administrasi
3

Gaji/bulan
(Rp)
20.000.000
10.000.000
7.000.000
2.000.000
9.000.000
9.000.000
9.000.000
5.000.000

Jumlah
gaji/bulan (Rp)
20.000.000
30.000.000
14.000.000
4.000.000
9.000.000
9.000.000
9.000.000
5.000.000

5.000.000

5.000.000

5.000.000
5.000.000
5.000.000
5.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
3.000.000
2.500.000
2.000.000

5.000.000
5.000.000
5.000.000
5.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
4.000.000
3.000.000
90.000.000
20.000.000

2.500.000
2.300.000
2.300.000
2.300.000
2.000.000
2.000.000

25.000.000
16.100.000
16.100.000
23.000.000
6.000.000
6.000.000

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai...........................(lanjutan)


Jabatan
Karyawan Bag. Personalia
Karyawan Bag. Humas
Karyawan Penjualan/ Pemasaran
Petugas Keamanan
Karyawan Gudang / Logistik
Dokter
Perawat
Petugas Kebersihan
Supir
Total

Jumlah
4
4
5
10
10
1
2
10
6
166

Gaji/bulan
(Rp)
2.000.000
2.000.000
2.000.000
1.200.000
1.200.000
3.500.000
2.000.000
1.000.000
1.200.000

Jumlah
gaji/bulan (Rp)
8.000.000
8.000.000
10.000.000
12.000.000
12.000.000
3.500.000
4.000.000
10.000.000
7.200.000
464.900.000

Total gaji pegawai selama 1 bulan beserta lembur = Rp 470.900.000,Total gaji pegawai selama 3 bulan = Rp1.412.700.000,-

2.2.2 Biaya Administrasi Umum


Diperkirakan 20

dari gaji pegawai = 0,2

Rp1.412.700.000,-,-

= Rp 282.540.000,2.2.3. Biaya Pemasaran


Diperkirakan 20

dari gaji pegawai = 0,2

Rp1.412.700.000,-

= Rp 282.540.000,2.2.4 Pajak Bumi dan Bangunan


Dasar perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mengacu kepada
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2000 Jo UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea
Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai berikut:

Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atas bangunan
(Pasal 2 ayat 1 UU No.20/00).

Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (Pasal 6 ayat 1 UU
No.20/00).

Tarif pajak ditetapkan sebesar 5% (Pasal 5 UU No.21/97).

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp.
30.000.000,- (Pasal 7 ayat 1 UU No.21/97).

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikkan tarif pajak
dengan Nilai Perolehan Objek Kena Pajak (Pasal 8 ayat 2 UU No.21/97).

Maka berdasarkan penjelasan di atas, perhitungan PBB ditetapkan sebagai berikut :

Wajib Pajak Pabrik Pembuatan Etilen Glikol

Nilai Perolehan Objek Pajak


Tanah

Rp 4.618.000.000,-

Bangunan

Rp 19.872.000.000,-

Total NJOP

Rp 24.490.000.000,-

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak

(Rp.

Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak

Rp 24.460.000.000,-

Pajak yang Terutang (5% x NPOPKP)

Rp 1.223.000.000,-

30.000.000,- )

Tabel LE.7 Perincian Biaya Kas


No.
1.
2.
3.
4.

Jenis Biaya
Gaji Pegawai
Administrasi Umum
Pemasaran
Pajak Bumi dan Bangunan
Total

Jumlah (Rp)
Rp 1.412.700.000,Rp 282.540.000,Rp 282.540.000,Rp 1.223.000.000,Rp 3,200,780,000

2.3 Biaya Start Up


dari Modal Investasi Tetap (Timmerhaus et al, 2004).

Diperkirakan 8
= 0,8

Rp 646.101.102.857,-

= Rp 51.688.088.229,-

2.4 Piutang Dagang

PD

IP
HPT
12

dimana:

PD

= piutang dagang

IP

= jangka waktu kredit yang diberikan (1 bulan)

HPT

= hasil penjualan tahunan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Penjualan :
1. Harga jual Etilen glikol = US$ 0,8/lb = US$ 1,8/kg
= Rp17.874,- /kg (ICIS Pricing, 2009)
Produksi etilen glikol = 10101,0101 kg/jam
Hasil penjualan etilen glikol tahunan
= 10101,0101 kg/jam

24 jam/hari

330 hari/tahun

Rp17.874,- /kg

= Rp 1.429.920.000.000,2. Harga jual Dietilen glikol = US$ 0,55/lb = US$ 1,238/kg


= Rp12.228,- /kg (ICIS Pricing, 2009)
Produksi dietilen glikol = 71,8471 kg/jam
Hasil penjualan etilen glikol tahunan
= 71,8471 kg/jam

24jam/hari

330hari/tahun

Rp12.228,- /kg

= Rp 6.992.446.587,3. Harga jual Etilen karbonat = US$ 0,5/lb = US$ 1,125/kg


= Rp11.171,- /kg (ICIS Pricing, 2009)
Produksi etilen glikol = 9,0636 kg/jam
Hasil penjualan etilen glikol tahunan
= 9,0636 kg/jam

24 jam/hari

330 hari/tahun

Rp11.171,- /kg

= Rp 801.909.738,-

Hasil penjualan total tahunan = Rp 1.437.714.356.325,-

Piutang Dagang =

1
Rp 1.437.714.356.325,12

= Rp 119.809.529.694,Perincian modal kerja dapat dilihat pada tabel di bawah ini.


Tabel LE.8 Perincian Modal Kerja
No.
Jumlah (Rp)
1.
Bahan baku proses dan utilitas
Rp
175.905.908.741
2.
Kas
Rp
3.200.780.000
3.
Start up
Rp
51.688.088.229
4.
Piutang Dagang
Rp
119.809.529.694
Total

Rp.

350.604.306.664

Rp

350.604.306.664

Rp

350.604.306.664

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Total Modal Investasi = Modal Investasi Tetap + Modal Kerja


= Rp 646.101.102.857,- + Rp. 350.604.306.664
= Rp 996.705.409.521,-

Modal ini berasal dari:


- Modal sendiri

= 60

dari total modal investasi

= 0,6

Rp 996.705.409.521,-

= Rp. 598.023.245.713,-

- Pinjaman dari Bank

= 40

dari total modal investasi

= 0,4

Rp 996.705.409.521,-

= Rp 398.682.163.808

3.

Biaya Produksi Total

3.1

Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)

3.1.1 Gaji Tetap Karyawan


Gaji tetap karyawan terdiri dari gaji tetap tiap bulan ditambah 2 bulan gaji
yang diberikan sebagai tunjangan, sehingga (P)
Gaji total = (12 + 2)

Rp 470.900.000 ,-

= Rp 6.592.600.000 ,-

3.1.2 Bunga Pinjaman Bank


Bunga pinjaman bank adalah 15 % dari total pinjaman (Bank Mandiri, 2007).
Bunga bank (Q)

= 0,15

Rp 398.682.163.808,-

= Rp 59.802.324.571,-

3.1.3 Depresiasi dan Amortisasi


Pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud yang mempunyai masa
manfaat lebih dari 1 (satu) tahun harus dibebankan sebagai biaya untuk
mendapatkan,

menagih,

dan

memelihara

penghasilan

melalui

penyusutan

(Rusdji,2004). Pada perancangan pabrik ini, dipakai metode garis lurus atau straight
line method. Dasar penyusutan menggunakan masa manfaat dan tarif penyusutan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia

No. 17 Tahun 2000 Pasal 11

ayat 6 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel LE.9 Aturan depresiasi sesuai UU Republik Indonesia No. 17 Tahun 2000
Kelompok Harta

Masa

Tarif

Berwujud

(tahun)

(%)

Beberapa Jenis Harta

1.Kelompok 1

25

Mesin kantor, perlengkapan, alat perangkat/


tools industri.

2. Kelompok 2

12,5

Mobil, truk kerja

3. Kelompok 3

16

6,25

Mesin industri kimia, mesin industri mesin

20

I. Bukan Bangunan

II. Bangunan
Permanen

Bangunan sarana dan penunjang

Sumber : Waluyo, 2000 dan Rusdji,2004


Depresiasi dihitung dengan metode garis lurus dengan harga akhir nol.

P L
n
dimana: D
= depresiasi per tahun
P
= harga awal peralatan
L
= harga akhir peralatan
n
= umur peralatan (tahun)
Tabel LE.10 Perhitungan Biaya Depresiasi sesuai UURI No. 17 Tahun 2000
D

Komponen
Bangunan
Peralatan proses dan utilitas
Instrumentrasi dan pengendalian proses
Perpipaan
Instalasi listrik
Insulasi
Inventaris kantor
Perlengkapan keamanan dan kebakaran
Sarana transportasi
TOTAL

Biaya (Rp)
19.872.000.000
206.632.097.373
55.101.892.633
82.652.838.949
27.550.946.316
75.765.102.370
6.887.736.579
6.887.736.579
7.225.000.000

Umur
(tahun)
20
17
5
5
5
5
4
5
10

Depresiasi (Rp)
993.600.000
12.154.829.257
11.020.378.527
16.530.567.790
5.510.189.263
15.153.020.474
1.721.934.145
1.377.547.316
722.500.000
65.184.566.772

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami


penyusutan yang disebut depresiasi, sedangkan modal investasi tetap tidak langsung
(MITTL) juga mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.
Pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya
yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun untuk mendapatkan,
menagih, dan memelihara penghasilan dapat dihitung dengan amortisasi dengan
menerapkan taat azas (UURI Pasal 11 ayat 1 No. Tahun 2000). Para Wajib Pajak
menggunakan tarif amortisasi untuk harta tidak berwujud dengan menggunakan masa
manfaat kelompok masa 4 (empat) tahun sesuai pendekatan prakiraan harta tak
berwujud yang dimaksud (Rusdji, 2004).
Untuk masa 4 tahun, maka biaya amortisasi adalah 25
Biaya amortisasi

= 0,25

dari MITTL. sehingga :

Rp 152.907.752.056,-

= Rp 38.226.938.014

Total biaya depresiasi dan amortisasi (R)


= Rp 65.184.566.772 + Rp 38.226.938.014
= Rp 103.411.504.786,-

3.1.4 Biaya Tetap Perawatan


1. Perawatan mesin dan alat-alat proses
Perawatan mesin dan peralatan dalam industri proses berkisar 2 sampai 20%,
diambil 10% dari harga peralatan terpasang di pabrik (Timmerhaus et al,
2004).
Biaya perawatan mesin

= 0,1

Rp 206.632.097.373,-

= Rp 20.663.209.737,2.

Perawatan bangunan
Diperkirakan 10

dari harga bangunan (Timmerhaus et al, 2004).

Perawatan bangunan

= 0,1

Rp 19.872.000.000 ,-

= Rp 1.987.200.000,3. Perawatan kendaraan


Diperkirakan 10

dari harga kendaraan (Timmerhaus et al, 2004).

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Perawatan kenderaan

= 0,1

Rp 7.225.000.000,-

= Rp 722.500.000,4. Perawatan instrumentasi dan alat kontrol


Diperkirakan 10

dari harga instrumentasi dan alat kontrol (Timmerhaus et

al, 2004).
Perawatan instrumen

= 0,1

Rp 55.101.892.630,-

= Rp 5.510.189.263,5. Perawatan perpipaan


Diperkirakan 10

dari harga perpipaan (Timmerhaus et al, 2004).

Perawatan perpipaan

= 0,1

Rp 82.652.838.950,-

= Rp 8.265.283.895,6. Perawatan instalasi listrik


Diperkirakan 10
Perawatan listrik

dari harga instalasi listrik (Timmerhaus et al, 2004).


Rp 27.550.946.320,-

= 0.1
=

Rp 2.755.094.632

7. Perawatan insulasi
Diperkirakan 10
Perawatan insulasi

dari harga insulasi (Timmerhaus et al, 2004).


= 0,1
=

Rp 7.576.510.237

Rp 75.765.102.370

8. Perawatan inventaris kantor


Diperkirakan 10

dari harga inventaris kantor (Timmerhaus et al, 2004).

Perawatan inventaris kantor = 0,1


=

Rp 6.887.736.580,-

Rp. 688.773.658,-

9. Perawatan perlengkapan kebakaran


Diperkirakan 10

dari harga perlengkapan kebakaran (Timmerhaus et al,

2004).
Perawatan perlengkapan kebakaran = 0,1
=
Total biaya perawatan (S)

Rp 6.887.736.580,-

Rp. 688.773.658 ,-

= Rp 48.857.535.080

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

3.1.5 Biaya Tambahan Industri (Plant Overhead Cost)


Biaya tambahan industri ini diperkirakan 20

dari modal investasi tetap

(Timmerhaus et al, 2004).


Plant Overhead Cost (T)

= 0,2 x Rp 646.101.102.857,= Rp 129.220.220.571,-

3.1.6 Biaya Administrasi Umum


Biaya administrasi umum selama 3 bulan adalah Rp 282.540.000,Biaya administrasi umum selama 1 tahun (U) = 4

Rp 282.540.000,-

= Rp 1.130.160.000,3.1.7 Biaya Pemasaran dan Distribusi


Biaya pemasaran selama 3 bulan adalah Rp 278.940.000,Biaya pemasaran selama 1 tahun

= 4

Rp 282.540.000,-

= Rp 1.130.160.000,Biaya distribusi diperkirakan 50 % dari biaya pemasaran, sehingga :


Biaya distribusi = 0,5 x Rp 1.130.160.000,- = Rp 565.080.000 ,Biaya pemasaran dan distribusi (V) = Rp 1.695.240.000 ,3.1.8 Biaya Laboratorium, Penelitan dan Pengembangan
Diperkirakan 5

dari biaya tambahan industri (Timmerhaus et al, 2004).

Biaya laboratorium (W)

= 0,05 x Rp 129.220.220.571,= Rp 6.461.011.029 ,-

3.1.9 Hak Paten dan Royalti


Diperkirakan 1% dari modal investasi tetap (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya hak paten dan royalti (X) = 0,01 x Rp 646.101.102.857,= Rp 6.461.011.029,3.1.10 Biaya Asuransi
1. Biaya asuransi pabrik. adalah 3,1 permil dari modal investasi tetap
langsung (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia-AAJI, 2009).
= 0,0031

Rp. 493.193.350.801

= Rp. 1.528.899.387
2. Biaya asuransi karyawan.
Premi asuransi = Rp 351.000,-/tenaga kerja (PT. Prudential Life
Assurance, 2009)

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Maka biaya asuransi karyawan = 166 orang x Rp 351.000,-/orang


= Rp 58.266.000,Total biaya asuransi (Y)

= Rp. 1.587.165.387

3.1.11 Pajak Bumi dan Bangunan


Pajak Bumi dan Bangunan (Z) adalah Rp 1.223.000.000,-

Total Biaya Tetap = P + Q + R + S + T + U +V + W + X + Y + Z


= Rp 366.441.772.453,-

3.2

Biaya Variabel

3.2.1 Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per tahun
Biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 90 hari adalah
Rp 175.905.908.741,Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 1 tahun
= Rp 175.905.908.741,-,- x 330

90

= Rp 644.988.332.052,-

Biaya Variabel Tambahan


1. Perawatan dan Penanganan Lingkungan
Diperkirakan 1

dari biaya variabel bahan baku

Biaya variabel pemasaran

= 0,01

Rp 644.988.332.052,-

= Rp 6.449.883.321 ,2. Biaya Variabel Pemasaran dan Distribusi


Diperkirakan 10

dari biaya variabel bahan baku

Biaya perawatan lingkungan

= 0,1

Rp 644.988.332.052,-

= Rp 64.498.833.205,Total biaya variabel tambahan

= Rp 70.948.716.526,-

3.2.2 Biaya Variabel Lainnya


Diperkirakan 5

dari biaya variabel tambahan

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

= 0,05

Rp 70.948.716.526,-

= Rp 3.547.435.826,-

Total biaya variabel = Rp 719.484.484.404,-

Total biaya produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel


= Rp 366.441.772.453,-+ Rp 719.484.484.404,= Rp 1.085.926.256.857,-

Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan

4.1

Laba Sebelum Pajak (Bruto)


= total penjualan total biaya produksi

Laba atas penjualan

= Rp 1.437.714.356.325,- Rp 1.085.926.256.857,= Rp 351.788.099.468


Bonus perusahaan untuk karyawan 0,5 % dari keuntungan perusahaan
= 0,005 x Rp 351.788.099.468
= Rp 1.758.940.497

Pengurangan bonus atas penghasilan bruto sesuai dengan UURI No. 17/00
Pasal 6 ayat 1 sehingga :
Laba sebelum pajak (bruto) = Rp 351.788.099.468 Rp 1.758.940.497
= Rp 350.029.158.970

4.2

Pajak Penghasilan
Berdasarkan UURI Nomor 17 ayat 1 Tahun 2000, Tentang Perubahan
Ketiga atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan
adalah (Rusjdi, 2004):
Penghasilan sampai dengan Rp 50.000.000,- dikenakan pajak sebesar 10 .
Penghasilan Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 100.000.000,- dikenakan
pajak sebesar 15

Penghasilan di atas Rp 100.000.000,- dikenakan pajak sebesar 30

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah:


- 10

Rp 50.000.000

= Rp

5.000.000,-

- 15

(Rp 100.000.000- Rp 50.000.000)

= Rp

7.500.000,-

= Rp

104.978.747.691

(Rp 320.309.957.529,- Rp 100.000.000)

- 30

Total PPh

= Rp 104.991.247.691,-

Laba setelah pajak


Laba setelah pajak

= laba sebelum pajak PPh


= Rp 350.029.158.970 Rp 104.991.247.691,= Rp 245.037.911.279,-

Analisa Aspek Ekonomi

5.1

Profit Margin (PM)


PM =

PM =

Laba sebelum pajak


total penjualan

100

Rp 350.029.158.970,Rp 1.437.714.356.325,-

x 100%

= 24,35%

5.2

Break Even Point (BEP)


BEP =

BEP =

Biaya Tetap
Total Penjualan Biaya Variabel

100

Rp 366.441.772.453,x 100%
Rp 1.437.714.356.325,- - Rp719.484.484.404,-

= 51,02 %
Kapasitas produksi pada titik BEP

= 55,18 %

80.000 ton/tahun

= 40.816,0993 ton/tahun
Nilai penjualan pada titik BEP

= 51,02 % x Rp 1.437.714.356.325,= Rp. 733.523.649.753,-

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

5.3

Return on Investment (ROI)


ROI

Laba setelah pajak


Total modal investasi

ROI

Rp 245.037.911.279,Rp 996.705.409.521,-

100

x 100%

= 24,58%

5.4

5.5

Pay Out Time (POT)

1
x 1 tahun
0,2458

POT

POT

= 4,07 tahun

Return on Network (RON)


RON =

Laba setelah pajak


Modal sendiri

RON =

Rp 224.234.470.270,Rp 508.023.245.713,-

100

x 100%

RON = 40,97%

5.6

Internal Rate of Return (IRR)


Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut Cash Flow. Untuk
memperoleh cash flow diambil ketentuan sebagai berikut:
- Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10

tiap tahun

- Masa pembangunan disebut tahun ke nol


- Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun
- Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke 10
- Cash flow adalah laba sesudah pajak ditambah penyusutan.
Dari Tabel LE.12, diperoleh nilai IRR = 39,45

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Gambar LE.1 Kurva Break Even Point Pabrik Etilen Glikol

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Steam

TT-101

Air Pendingin Masuk

PI

PI

F-101

TT-103

TT-102

LI

V-101

TC

PC

E-101

PC

FC

JE-101

FC

P-101

TC

PC

E-102

E-103

TC

PC

PC

R-101
7

TI
FC

JB-101

LC

10

FC

FG-101

PC

TI

FC

P-102

PICA

11

FC

PC

E-104

12

PC

13

TI

R-102

FC

15

JB-102

PC

TC

LC

E-105

FC

16

FG-102

17

14

PC

TI

PICA

TC

19

FC

18

FC

P-103

PC

JB-103

FE-101

20

TC

PC

E-106

21

PC

29

22

T-101

FC

P-106

26

FC

E-107

TI

30

FC

23

P-105

PC

25

TC

D-101

E-109

31

FC

P-104

FC

27

PC

V-101

E-108

32

JB-104

FC

P-108

TC

PC

E-110

34

TC

28

E-111

FC

P-107

TC

PC

35

TC

PC

E-112

33

F-101

TT-104

36

LI

F-101

LI

LI

Gas Buang

TT-105

F-101

TT-106

Air Pendingin Keluar

Kondensat

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.

Wulan Pratiwi : Pembuatan Etilen Glikol Dari Etilen Oksida Dengan Proses Karbonasi Dengan Kapasitas 80.000 Ton/Tahun, 2010.