Anda di halaman 1dari 5

Budidaya JAHE di

polybag
Diperbarui sekitar 7 bulan yang lalu Diambil di Cibadak - Sukabumi

Budidaya Jahe Polybag


Perencanaan:
1.Jadikan diri anda sebagai pribadi yang logis,realistis dan selalu melangkah dengan dasar kalkulasi
2.Kumpulkan informasi terpercaya, dengan memfilter informasi secara logis. Ingatlah beberapa
informasi yang disampaikan adalah sesuatu yang tersamarkan dan sarat kepentingan, contoh : info
budi daya jahe dengan bobot yang tidak realistis dengan menggunakan pupuk tertentu, info tersebut
dilansir oleh orang yang menjual pupuk dengan harapan pupuknya laku, jadi secara logis dapat
dikatakan bahwa info tersebut sarat kepentingan yang tidak berpihak dan memikirkan aktivitas budi
daya
3.Untuk pemula idealnya harus mempunyai direktori yang dijadikan sebagai pemandu proses learning
by doing dalam tahapan budi daya
Persiapan
1.Lakukan perhitungan analisa rencana anggaran biaya dan Economic analysis sebelum memulai
usaha budi daya dengan angka-angka yang minimal untuk mempresentasikan hasil dan angka-angka
yang maksimal untuk mempresentasikan biaya
2.Lakukan penetapan metode budi daya berdasarkan kalkulasi yang telah dilakukan dan pemilihan
metode harus disesuaikan kondisi dengan kondisi lahan utk efisiensi dan efektivitas budi daya
3.Lakukan kalkulasi resiko dengan cara diatas, serta cari alternatif langkah untuk buffer resiko,
misalnya dengan mencari asuransi usaha budi daya
Pelaksanaan
1.Pemesanan bibit dan utillitas pupuk agar pada waktu schedule tanam tepat waktu
Persiapan tenaga garap
2.Pengolahan lahan & persiapan media tanam
3.Pemberian pupuk dasar & penanaman
4.Pemeliharaan&pengawasan Perawatan dan pemberian pupuk tambahan
Pembersihan gulma
5.Schedule pengambilan sampling tanaman

Manajemen Panen
1.Direktori pasar dan informasi update harga serta kebutuhan kuantitas. Diversifikasi Market akan
memberikan experience value yang didapatkan melalui manajemen panen.
2.Panen hasil
3.Pembersihan dan packing hasil panen

Perencanaan Umum Teknis Budidaya Jahe Polybag


1.Menyiapkan media tanam
Media tanam yang dipakai adalah karung bekas atau polybag. Jika menggunakan karung, bisa
menggunakan karung bekas beras atau pakan ternak. Semakin besar ukuran karung, media pengisi
juga semakin banyak, namun produktivitas Jahe juga akan semakin tinggi. Jika menggunakan
polybag, gunakan polybag dengan ukuran minimal 40 x 50 cm.
Media pengisi karung atau polybag adalah tanah, pupuk organik, pasir dengan perbandingan 2:1:1
atau 3:2:1
Tanah
Tanah yang baik adalah tanah yang gembur dan subur. Gembur artinya remah dan komposisi liat,
pasir, dan debunya seimbang. Subur berarti banyak kandungan unsur haranya. Jika tanah yang
digunakan sudah subur dan gembur, sebenarnya tidak diperlukan penambahan bahan lain. Namun
karena jarang didapatkan tanah yang subur dan gembur, maka diperlukan penambahan bahan lain
seperti pasir dan pupuk.
Pasir
Pasir diperlukan jika tanah yang digunakan mengandung fraksi liat yang cukup tinggi. Pasir yang
digunakan adalah pasir ladu atau pasir yang bercampur dengan lumpur. Selain murah, pasir ini juga
masih mengandung bahan-bahan mineral endapan.
Pupuk Organik
Pupuk organik bisa menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos atau bokashi (hasil fermentasi
mikroorganisme). Meskipun menggunakan pupuk kandang, akan lebih bagus jika pupuk kandang
yang telah dihancurkan dan difermentasi sehingga lebih cepat diserap oleh akar tanaman.
Seluruh media tersebut dicampur merata sambil dibersihkan dari benda-benda yang mengganggu,
misalnya plastik, batu atau benda lainnya. Kemudian media pengisi dimasukkan ke dalam karung
atau polybag yang telah disiapkan. Pengisian karung atau polybag cukup (15 - 20cm) bagian saja,
karena selama pertumbuhan tanaman nanti, akan dilakukan penambahan pupuk organik.
2. Membibitkan Jahe
Persiapan bibitan Jahe
Syarat memilih bibit jahe yang baik untuk di tanam :

Berasal dari tanaman jahe yang sudah tua yang di tandai tajuk kering sekitar ber umur 9 sampai
dengan 10 bulan.
Rimpang Jahe sudah melewati masa dormansi (1 -1,5 bulan) masih segar, tidak ada tanda bibit
penyakit atau pembusukan.
Kulit rimpang tidak lecet atau memar akibat galian.
Pilih Rimpang yang besar dan subur.
Bibit berkualitas adalah bibit yang baik (tidak disimpan terlalu lama),
Memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), dan mutu fisik. Mutu fisik
adalah bibit bebas hama dan penyakit.
Rimpang untuk dijadikan benih, sebaiknya dipotong-potong dengan cuter steril atau di potes
langsung, dengan menyisakan 2 - 3 bakal mata tunas dengan bobot sekitar 25 - 60 g untuk jahe putih
besar, 20 - 40 g untuk jahe putih kecil dan jahe merah.
Kebutuhan benih per ha untuk jahe putih besar (panen tua) membutuhkan benih 2 - 3 ton/ha dan 5
ton/ha untuk jahe putih besar panen muda. Sedangkan jahe merah dan jahe emprit 1 1,5 ton.
Pengecambahan
Jika dikhawatirkan adanya serangan jamur, benih bisa direndam terlebih dahulu pada larutan
fungisida (misalnya Dithane M-45) selama 15 menit (untuk budidaya secara konvensional). Jika tidak,
benih cukup direndam atau dibasahi dengan air, kemudian diletakkan pada tampah atau nyiru, dan
ditempatkan pada tempat yang lembab agar berkecambah. Agar kelembaban terjaga, setiap hari
benih harus dikontrol dan dibasahi air jika terlalu kering. Benih akan mulai berkecambah setelah kirakira 2 minggu.
Penyemaian
Salah satu cara penyemaian adalah menggunakan peti kayu dengan urutan kerja sebagai berikut:
a. Pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis,
b. Beri abu gosok atau sekam padi, selanjutnya bakal bibit lagi beri abu gosok atau sekam padi lagi
seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi.
c. Benih tersebut akan mulai tumbuh menjadi tanaman muda dalam waktu sekitar 2-4 minggu.
Setelah tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm (tumbuh 3 5 daun), bibit dapat diambil/dipotong
dari rimpangnya dan ditanam pada media polybag yang telah disiapkan, Ukuran polybag untuk bibit
adalah diameter 7 10 cm .
d. Rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali pada pesemaian agar tumbuh bibit yang lain. Satu
buah rimpang bisa menumbuhkan sekitar 2-4 bibit.
e. Setelah ditanam, tanaman Jahe tersebut jangan langsung ditempatkan pada ruang yang terbuka
dengan sinar matahari langsung, melainkan harus diadaptasikan pada tempat yang memiliki naungan
terlebih dahulu hingga umur 1,5 - 2 bulan.
3. Menanam
Penanaman bibit Jahe pada karung atau polybag harus hati-hati. Buatlah lubang sebesar ukuran
polybag bibit, masukkan bibit Jahe bersama medianya ke dalam lubang tanam, kemudian tutup
dengan media disekitarnya dan padatkan sekedarnya saja. Setelah penanaman, media dan bibit
harus disiram dengan air bersih agar tanaman mendapatkan cukup air dan kontak dengan media.
4. Memelihara

Pemeliharaan tanaman Jahe dalam karung atau polybag cukup mudah. Pemeliharaan meliputi:
penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan
penyakit.
a. Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari, sebaiknya pada sore hari, terutama saat tidak ada hujan. Beberapa
petani menggabungkan budidaya Jahe Merah dengan budidaya ikan dalam kolam, untuk
memudahkan penyiraman dan mengantisipasi kebutuhan air saat musim kemarau. Selain itu, air
kolam diharapkan memberi unsur hara tambahan bagi tanaman. Penyiraman bisa dihentikan saat
tanaman Jahe mulai memasuki fase senecense (mengering) saat tua dan mendekati panen.b.
Pemangkasan
Perlakuan Pemotongan batang jahe ketika umur 2 bulan, dilakukan untuk memacu pertumbuhan
calon tunas baru serta memperbanyak jumlah batang yang tumbuh seragam dalam 1 pot/polybag.
c. Penyiangan dan penggemburan
Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu disiang agar tidak mengganggu pertumbuhan
tanaman, terutama pada sekitar 4 bulan pertama, di mana tanaman Jahe belum begitu rimbun.
Beberapa petani menambahkan mulsa jerami pada media tanam untuk menekan pertumbuhan
gulma. Selain penyiangan, media tanam juga perlu digemburkan dengan menggunakan cetok.
Penggemburan dimaksudkan untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman dan
memperbaiki sirkulasi udara dalam media.
d. Pemupukan dan Pembumbunan
Pemupukan dan pembumbunan dilakukan 2 bulan sekali seiring pertumbuhan tanaman, dengan
menambahkan pupuk organik pada media tanam. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung dari
besarnya media yang digunakan, kira-kira 1/5 ukuran karung atau polybag yang digunakan.
Pemupukan bisa diberikan 3 kali selama umur tanaman.
Pembumbunan lebih baik bila dilakukan secara berkala yaitu di saat ada pertumbuhan rimpang jahe
baru yang muncul di dekat permukaan tanah. Timbun rimpang yang muncul ke permukaan
menggunakan media yang telah disiapkan dengan ketebalan sekitar 5 cm.
e. Pengendalian Hama dan Penyakit
Sebenarnya kasus serangan hama dan penyakit yang serius pada tanaman Jahe jarang terdengar.
Namun akan lebih baik jika kita mengetahui dan mengantisipasi hal tersebut.
Hama yang sering menyerang tanaman Jahe adalah belalang dan ulat yang memakan daun terutama
daun muda. Untuk pengendaliannya, kita bisa menggunakan beberapa cara yaitu:
Cara mekanis, dengan memeriksa tanaman dan membunuh hama terutama ulat yang sering
memakan daun, atau dengan menggunakan perangkap serangga berupa plastik berwarna cerah
(kuning atau merah) yang dipasang dengan bambu dan diolesi lem.
Cara kimiawi, dengan menyemprotkan insektisida yang tepat untuk mengendalikan belalang dan ulat.
Insektisida yang dianjurkan adalah insektisida organik berbahan aktif tembakau atau yang lainnya.
Sedangkan penyakit yang mungkin bisa menyerang tanaman Jahe adalah penyakit Layu Bakteri dan
Busuk Rimpang yang disebabkan oleh jamur. Untuk mencegah penyakit tersebut, kesehatan benih
dan sanitasi lingkungan pertanamanperlu diperhatikan. Pastikan benih merupakan benih sehat dan
berasal dari induk yang sehat. Lingkungan pertanaman juga perlu dijaga agar bersih dan tidak terlalu
lembab atau tergenang air. Untuk tanaman yang telah terserang penyakit, bisa disemprot dengan
bakterisida atau fungisida, jika perlu dimusnahkan agar tidak menular ke tanaman yang lain.

5. Memanen
Tanaman Jahe bisa dipanen setelah kira-kira 10 bulan. Tanaman yang sudah cukup tua dan siap
panen akan melewati masa mengering, di mana daun dan batangnya berubah menjadi kuning dan
mengering. Pemanenan Jahe dari media karung dan polybag cukup mudah karena tidak perlu
menggali dengan susah payah. Kita cukup menggali dengan cetok dan membuka karung atau
polybag yang sudah mulai lapuk. Angkat rimpang Jahe dengan hati-hati agar tidak rusak, bersihkan
dari tanah dan kotoran yang menempel, dan jika perlu cuci dengan air bersih. Satu rumpun tanaman
Jahe dalam 1 media tanam karung ukuran 50 kg, bisa menghasilkan rimpang Jahe segar 2 hingga 5
kg.
Consulting & sharing :
Perkebunan JAHE
Contact person :
+6281367659175
~ Thank You ~