Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN KEGIATAN

UJIAN PRAKTIK KEWIRAUSAHAAN


USAHA PEMBERSIH SERBAGUNA DAN SABUN CUCI PIRING

Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Roy Bavie
Grecia Viloria Marshaulita
Alif Rahmat Febrianto
Esty Ridha Wardhani
Muhammad Agyar
Mochammad Arief Rajib
Nadia Shobah
Nurfikri Melinda
Nurul Rahmadian

(091010094)
(091010045)
(091010006)
(091010038)
(091010056)
(091010063)
(091010065)
(091010076)
(091010078)

Kelas :
XII - A

YAYASAN KARYA PEMBANGUNAN INDONESIA


SMK ANALIS KIMIA YKPI BOGOR
Jl. H. ACHMAD SOBANA, S.H. (Jl. BANGBARUNG RAYA) PERUMNAS
BANTARJATI BOGOR 16152

2012
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat
rahmat dan hidayah-Nya kami dapat meyelesaikan proposal usaha ini. Proposal ini

disusun sebagai salah satu syarat kelulusan dalam praktik ujian sekolah mata
pelajaran kewirausahaan tahun ajaran 2011/2012.
Dengan adanya proposal ini kami berharap dapat memberikan bekal dan
pengalaman

dalam menjalankan suatu usaha. Kami menyadari dalam penulisan

proposal usaha ini banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran
yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan selanjutnya.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing mata
pelajaran kewirausahaan serta rekan-rekan lainnya yang telah berpartisipasi dan
mendukung

kami dalam pembuatan proposal usaha ini. Kami berharap semoga

proposal usaha ini dapat berguna. dan bermanfaat.

Bogor, Mei 2012


Tim Penyusun

LEMBAR PENGESAHAN

Mengetahui,

Kepala SMK Analis Kimia YKPI Bogor

H. Endang Soeprijatna, M.Sc.

Guru Pembimbing

Donna Rhamdan, S.E.

Ketua Kelompok

Wakil Ketua

Roy Bavie

Grecia Viloria

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Nama dan Alamat Perusahaan


SMK Analis Kimia YKPI Bogor/ Kelompok 2/ Kelas XII A/ Tahun
Ajaran 2011-2012.
Alamat perusahaan berada di Jalan H. Achmad Sobana, SH.
(Bangbarung Raya) Perumnas Bantarjati Bogor 16152.

1.2

Nama dan Alamat Pengelola Perusahaan


Adapun nama-nama pengelola dan alamat perusahaan diantaranya
sebagai berikut :
1.

2.

3.

4.

Nama

Roy Bavie

Alamat

Perumahan Cikeas Permai, Kabupaten Bogor

Jabatan

Ketua Kelompok

Investasi

Rp. 0

Nama

Grecia Viloria Marshaulita

Alamat

Jl. Wibawa Mukti, Jati Asih, Jakarta Timur

Jabatan

Wakil Ketua Kelompok

Investasi

Rp. 0

Nama

Alif Rahmat Febrianto

Alamat

Bojong Gede, Kabupaten Bogor

Jabatan

Anggota Kelompok

Investasi

Rp. 0

Esty Ridha Wardhani


Nama

Perum. Indogreen, Citeureup, Kab. Bogor

Alamat

Anggota Kelompok

5.

6.

7.

8.

9.

Jabatan

Investasi

Rp. 0

Nama

Muhammad Agyar

Alamat

Kp. Cibogel, Ciapus, Kabupaten Bogor

Jabatan

Anggota Kelompok

Investasi

Rp. 0

Nama

Mochammad Arief Rajib

Alamat

Kp. Pabuaran, Cibinong, Kabupaten Bogor

Jabatan

Anggota Kelompok

Investasi

Rp. 0

Nama

Nadia Shobah

Alamat

Kp. Astapati, Jasinga, Kabupaten Bogor

Jabatan

Anggota Kelompok

Investasi

Rp. 0

Nama

Nurfikri Melinda

Alamat

Balaraja, Tangerang, Banten

Jabatan

Anggota Kelompok

Investasi

Rp. 0

Nama

Nurul Rahmadian

Alamat

Jl. Tentara Pelajar, Cimanggu, Bogor

Jabatan

Anggota Kelompok

Investasi

Rp. 0

1.3

Informasi Tentang Bisnis yang Dilaksanakan


Informasi yang akan kami sampaikan diantaranya tentang bahan baku
produk dan fungsi setiap bahan baku yang digunakan,. Bahan baku yang kami
butuhkan untuk membuat produk sabun cuci tangan ialah Neopelek, Texapon,
Sodium sulfat, Camperlain, Asam sitrid, EDTA, Pewarna, Parfum, Propilin
glikol, Garam dan Air. Sedangkan bahan baku yang dibutuhkan untuk
membuat produk pembersih serbaguna hampir sama dengan bahan baku sabun
cuci hanya tidak menggunakan Neopelek tapi menggunakan gliserin. Semua
bahan baku tersebut kami dapatkan di toko kimia.
Adapun fungsi dari setiap bahan baku produk sabun cuci dan pembersih
serbaguna, diantaranya :
1. Neopelek berfungsi sebagai pengatur pH larutan sabun dan penambah
daya deterjensi.
2. Texapon berfungsi sebagai pengangkat kotoran
3. Sodium sulfat berfungsi sebagai mempercepat pengangkatan kotoran dan
juga sebagai pengental.
4. Asam sitrid berfungsi sebagai penghilang lemak.
5. Garam dan Gliserin berfungsi sebagai pengental. Semakin banyak jumlah
yang digunakan maka sabun yang dihasilkan akan semakin kental.
6. Camperlain sebagai zat pemberi busa berfungsi untuk meningkatkan
pencucian yang bersih, sebab tanpa busa kemungkinan besar sabun telah
mengendap sebagai sabun kalsium atau sabun tidak larut lainnya.
7. EDTA berfungsi sebagai pengikat logam sadah dan pengawet.
8. Pewangi digunakan untuk memberikan aroma tertentu sesuai selera dan
meningkatkan daya tarik serta daya jual sabun.
9. Zat warna berfungsi sebagai pemberi warna pada sabun agar mempunyai
penampilan menarik.

10. Propilin glikol berfungsi sebagai pengikat parfum.

BAB II
URAIAN TENTANG ASPEK USAHA
2.1

Uraian Umum Usaha


Kami siswa/i SMK Analis Kimia YKPI Bogor yang sedang
melaksanakan tugas praktik ujian sekolah mata pelajaran kewirausahaan.
Kami berasal dari kelompok 2 yang mendapatkan tugas atau materi yang
bertemakan sabun cuci yang akan dijadikan produk praktik ujian sekolah
mata pelajaran kewirausahaan. Dari tema yang kami dapatkan, kami akan

mengembangkan menjadi beberapa produk, diantaranya sabun cuci piring dan


tangan serta pembersih serbaguna.
Khusus untuk tahun ajaran 2011-2012, tema kelompok yang bertemakan
makanan dihilangkan dikarenakan mayoritas anak kelas XII tidak setuju.
Penyebabnya adalah kelompok yang mendapatkan tema makanan akan lebih
mudah dalam proses pembuatan dan penjualan produk.
Pangsa pasar penjualan produk pada praktik ujian sekolah mata
pelajaran kewirausahaan kali ini meliputi kelas X, XI, dan sesama kelas XII
serta guru dan staf tata usaha. Modal yang ditetapkan untuk setiap
kelompoknya tidak lebih dari Rp. 90.000,- (Setiap kelompok memiliki
Sembilan anggota yang setiap anggotanya dalam pemberian modal tidak lebih
dari Rp. 10.000,-).
Kelompok kami akan membuat 2 produk yang membutuhkan cukup
banyak modal dalam proses pembelian bahan baku. Sangat tidak mungkin jika
kelompok kami hanya mengandalkan modal Rp. 90.000,-. Untuk itu
kelompok kami melakukan sistem perputaran modal guna memperoleh modal
yang cukup banyak. Maksud sistem perputaran modal ialah seluruh modal
yang terkumpul tidak langsung dibelikan bahan baku, namun kami belikan
2.2

makanan kiloan yang makanan tersebut akan kami jual kembali.


Latar Belakang Usaha
Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keberagaman dan
dengan keberagaman tersebut di padu juga dengan keberagaman selera,
masyarakat indonesia juga merupakan masyarakat konsumtif paling tinggi.
Dengan gaya konsumtif yang tinggi maka kondisi sekarang ini banyak timbul
usaha-usaha yang bergerak di bidang mikro terutama usaha kecil dan
menengah (UMKM).
Usaha tersebut tersebar di mana dengan produk yang sama dan pangsa
pasar yang sama, namun dari kesamaan pangsa pasar dan produk yang di jual
tersebut tidak mengalami masalah dalam pemasarannya karena, usaha kecil

dan menengah (UMKM) merupakan usaha kecil yang dapat memenuhi segala
kebutuhan masyarakat baik yang mendasar maupun pokok.
Didirikannya usaha kecil dan menengah juga bukan hanya untuk
mencari keuntungan (profit) saja, melainkan untuk mempersiapkan lapangan
kerja dan bagi kami sendiri berguna untuk mengaplikasikan segala teori yang
telah di dapat dalam bangku sekolah serta belajar dalam melakukan dan
mengelola suatu usaha. Dan yang terpenting didirikannya kelompok usaha ini
untuk memenuhi standar kompetensi siswa dalam praktik ujian sekolah mata
pelajaran kewirausahaan.
Untuk itu dibuatlah kelompok praktik ujian sekolah mata pelajaran
kewirausahaan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman serta motivasi
dalam menjalankan usaha.

2.3

Sejarah dan Latar Belakang Kelompok Ujian Sekolah Praktik


Dibuatnya kelompok ujian sekolah mata pelajaran kewirausahaan
dikarenakan merupakan bagian dari standar kompetensi siswa yang harus
tercapai. Proses pembentukan kelompok dilakukan berdasarkan kemauan
siswa/i sendiri (bebas), hal ini bertujuan agar setiap anggota kelompok yang
dipilih dan dibentuk berdasarkan kemauan mereka sendiri, tidak ada paksaan
dari berbagai pihak seperti yang terjadi pada beberapa tahun yang lalu.
Kelompok kami beranggotakan 9 orang yang terdiri dari 5 orang
perempuan dan 4 orang laki-laki. Setiap orang memiliki tugas dan tanggung
jawab yang berbeda. Berikut ini kami sajikan struktur organisasi, susunan
setiap bagian kerja, dan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) (terdapat di lampiran 1).

2.4

Tujuan atau Potensi dan Pembagian Waktu


Adapun tujuan umum dari pembentukan kelompok ujian sekolah mata
pelajaran kewirausahaan, yaitu untuk mengaktualisasikan/ mempraktekan
semua materi yang telah diterima dan dipelajari pada saat kelas 10 sampai
kelas 12, untuk meningkatkan kemampuan merencanakan, memproduksi dan
memasarkan suatu produk dan dijadikan sebagai sarana penambah penghasilan (uang jajan). Adapun tujuan khususnya adalah untuk memenuhi
tercapainya standar kompetensi siswa dalam praktik ujian sekolah mata
pelajaran kewirausahaan.
Pelaksanaan praktik Ujian Sekolah mata pelajaran kewirausahaan
dilakukan selama 3 hari pada waktu yang berbeda untuk setiap kelasnya yang
terdiri dari 4 kelompok untuk setiap kelas. Waktu pelaksanaannya ujian
praktik dimulai dari jam 08.00 - 10.00, sedangkan waktu pelaksanaan proses
penjualan dilaksanakan pada pukul 09.40-10.00.

2.5

Keunikan Produk dan Pelayanan


Produk yang kita jual memiliki nama Easy Clean dan Express
Wash. Produk Easy Clean merupakan sabun cuci yang multifungsi, selain
digunakan untuk cuci tangan juga dapat digunakan untuk mencuci piring.
Keunikan produk ini memiliki cairan yang kental, busa yang banyak sehingga
kotoran yang menempel akan cepat hilang, tidak menimbulkan iritasi pada
tangan, mempunyai beberapa varian warna, dikemas pada kemasan yang
menarik, harganya sangat terjangkau, memiliki antiseptik untuk membunuh
kuman dengan cepat serta ramah lingkungan.
Untuk produk Express Wash merupakan sabun cuci yang digunakan
untuk membersihkan semua benda-benda yang kotor. Khususnya untuk
pencuciam motor dan mobil. Keunikan produk ini memiliki isi yang cukup
banyak sehingga pemakaiannya dapat digunakan cukup lama, mudah

digunakan, harganya cukup terjangkau, memiliki varian aroma serta


penggunaan nya sangat praktis.
Penjualan dilakukan hanya 3 hari untuk 3 kelas atau bisa dikatakan
setiap kelasnya mempunyai waktu 1 hari untuk memasarkan produknya.
Proses penjualan dilaksanakan di dalam kelas dengan membuka stand untuk
setiap kelompoknya. Cara penjualan kelompok kami terhadap pembeli/
konsumen dengan cara jemput bola, yaitu cara penjualan yang langsung
menawarkan produk yang kami jual kepada konsumen.
2.6

Penelitian dan Analisis


Metode penelitian yang kelompok kami gunakan adalah metode
penelitian kasus dan lapangan, yaitu suatu metode yang dilakukan secara
intensif tentang latar belakang keadaan disekitar kita. Yang melatarbelakangi
dalam hal ini adalah pengguna sepeda motor di lingkungan sekolah.
Kasus yang sering dihadapi bagi pengguna sepeda motor di sekolah
adalah pada setiap hari pertama sekolah (hari senin), mereka sering
mengeluhkan tentang sepeda motornya yang kotor, sedangkan untuk mencuci
sendiri mereka beranggapan tidak ada waktu dan malas. Apalagi untuk cuci
steam motor, harga nya cukup mahal diatas kisaran Rp. 5.000,00. Untuk itu
kami selaku kelompok yang mendapatkan tema produk sabun cuci akan
membuat produk yang berguna sebagai pembersih khususnya motor dan harga
dari produk yang kami jual cukup murah.
Pada saat ini kebanyakan orang malas untuk membersihkan sesuatu,
khusunya sepeda motor. Untuk itu produk yang kami jual mengikuti tren yang
pada saat ini banyak dicari dan dibutuhkan yaitu pembersih serbaguna. Harga
yang kami tetapkan cukup murah sesuai dengan kondisi keuangan anak
sekolah.
Situasi persaingan yang terjadi pada saat hari dilangsungkannya proses
penjualan akan terjadi sangat ketat. Pesaing pada proses penjualan cukup

banyak dikarenakan dalam satu hari ada empat kelompok yang berjualan
secara bersamaan. Pada praktik mata pelajaran kewirausahaan kali ini, setiap
kelas terdapat empat kelompok. Jika dikalikan dengan tiga kelas berarti ada 12
kelompok yang akan bersaing merebut konsumen. Dari hal tersebut
menunjukan begitu ketatnya persaingan yang akan terjadi nanti.
Untuk itu kami akan mengkalkulasikan atau memperkirakan bagian
pasar atau konsumen. Kalkulasi perhitungan terdapat dibawah ini :
Budget = 1 orang @ 30.000

= Rp. 10.000

3 (hari)
Kelas 10 = 45 (siswa) x Rp. 10.000 x 2 (kelas)

= Rp.

900.000

Kelas 11 = 36 (siswa) x Rp. 10.000 x 3 (kelas)

= Rp. 1.080.000

Rp. 1.980.000
Rp. 1.980.000

= Rp. 495.000

4 (kelompok kelas)
Kesimpulan dari hasil kalkulasi di atas yaitu setiap anak dari kelas X
dan XI mempunyai uang untuk pembelian produk sebesar Rp. 30.000
(estimasi), pengeluaran untuk satu hari pembelian sebesar Rp. 10.000. Uang
yang akan terkumpul dari kelas X dan XI selama satu hari berjumlah Rp.
1.980.000. Jumlah keseluruhan kelompok di setiap kelas yang akan mengikuti
ujian praktik mata pelajaran kewirausahaan sebanyak 4 kelompok yang setiap
kelompoknya akan menerima uang dari kelas X dan XI sebesar Rp. 495.000.

2.7

Rencana Permodalan dan Pemasaran


Sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh guru pembimbing,
setiap kelompok hanya boleh memiliki modal tidak lebih dari Rp. 90.000
(setiap kelompok terdiri dari 9 orang, setiap orangnya memberikan modal
tidak lebih dari Rp.10.000). Kami menyadari hal tersebut sangat tidak

mungkin apabila kelompok kami hanya mengandalkan modal sebesar itu,


dikarenakan kami akan membuat dua produk yang membutuhkan modal
cukup banyak. Ditambah lagi harga bahan-bahan kimia sebagai bahan baku
pembuatan produk cukup mahal.
Untuk itu kelompok kami mempunyai beberapa sumber dana yang
digunakan untuk biaya produksi pembuatan produk, diantaranya kami
melakukan penjualan makanan kiloan yang menggunakan sistem perputaran
modal. Maksud dari hal itu adalah modal awal berasal dari hasil patungan
semua anggota kelompok, setelah barang dagangan terjual habis, modal awal
untuk berjualan tersebut dikembalikan lagi, keuntungan dari penjualan
makanan kiloan dijadikan modal untuk kelompok kami. (Perhitungan Modal
Awal terdapat di lampiran 4). Sumber modal selain dari hasil berjualan
makanan kiloan, kelompok kami juga mengajukan surat permohonan donator
kepada masing-masing orang tua anggota kelompok disertai dengan estimasi
anggaran dana. (terdapat di lampiran 6).
Dari usaha yang kita jalani (berjualan makanan kiloan) untuk
mendapatkan modal, kami merencanakan mendapat anggaran dana dari hasil
tersebut sebesar Rp. 300.000. Anggaran dana tersebut besar dikarenakan
pembelian bahan baku cukup mahal, ditambah pembelian kemasan yang
cukup banyak.
Untuk pembelian bahan baku, kelompok kami merencanakan anggaran
sekitar Rp. 200.000. Angaran tersebut sudah termasuk pembelian kemasan.
Sisanya digunakan untuk dibelikan perlengkapan dekorasi dan pengeluaran
tak terduga.
Strategi pemasaran yang akan kami lakukan adalah dengan cara
menempelkan brosur, melakukan interaksi langsung dengan calon konsumen
yang berupa rayuan, dan menyebarkan infomasi penjualan dan produk melalui
media internet/ sosial media (facebook, twitter).
Berikut ini kalkulasi harga penjualan produk yang akan kami jual.

Penjualan untuk semua produk (per unit)


= biaya produksi + biaya transport + biaya lain-lain + laba yang diinginkan
= Rp. 4000

+ Rp. 500

+ Rp. 500

+ Rp. 5.000

= Rp. 10.000
Dari hasil kalkulasi harga penjualan produk diatas, terdapat beban usaha
seperti biaya produksi, biaya transport, dan biaya lain-lain. Biaya produksi
terdiri dari biaya pembelian bahan baku dan kemasan. Biaya transport terdiri
dari biaya ongkos perjalanan dalam pembelian bahan baku dan pencarian
lokasi. Biaya lain-lain terdiri dari biaya pembuatan proposal, pembuatan
poster dan brosur serta pembeliaan perlengkapan untuk stand.

2.7.1

Struktur Biaya
Adapun struktur biaya dari kelompok kami, sebagai berikut :
Estimasi Anggaran Dana
PEMASUKAN
Penjualan makanan kiloan

Rp. 300.000,00

Donatur

Rp. 250.000,00
Total Pemasukan

Rp. 550.000,00

PENGELUARAN
Pembelian bahan baku

Rp. 230.000,00

Kemasan

Rp. 235.000,00

Administrasi

Rp. 25.000,00

Pembuatan stand

Rp. 40.000,00

Biaya tak terduga

Rp. 20.000,00

Total Pengeluaran

2.8

Rp. 550.000,00

Periklanan dan Promosi


Dalam proses promosi dan periklanan untuk produk yang akan kami
jual, kami melakukan cara seperti membuat brosur yang akan ditempel
dimading, melakukan interaksi secara langsung dengan calon konsumen.
Interaksi langsung yang kami lakukan yaitu dengan cara merayu agar
para pembeli tertarik dengan produk yang kami jual. Strategi promosi yang
sangat efektif yang akan kami lakukan ialah dengan cara membua infomasi
penjualan dan produk melalui media internet/ sosial media (facebook, twitter).

2.9

Pengembangan dan Rencana Desain


Produk yang kami ciptakan bernama Express Wash (pembersih
serbaguna) dan Easy Clean (sabun cuci piring dan tangan). Dalam proses
pembuatan produk tersebut, kami melakukannya di laboratorium sekolah pada
waktu yang sebelumnya telah ditentukan oleh pihak laboratorium.
Pada dasarnya bahan-bahan yang digunakan didominasi sebagai bahan
kimia pembersih. Namun disamping sebagai pembersih, setiap bahannya
mempunyai perbedaan dan karakteristik tersendiri. Maka dari itu kami akan
membuat suatu pengembangan atau penelitian yang dari hasil tersebut
menghasilkan produk yang bisa dipasarkan.
Kami berencana membuat pembersih serbaguna yang bisa dipakai untuk
membersihkan semua permukaan yang kasar dan kami juga akan membuat
produk lain yaitu pembersih yang bisa digunakan untuk mencuci perabotan
rumah tangga dan tangan. Semua produk yang akan kita buat bertemakan
pembersih.

Rencana yang akan kita buat adalah dengan mencampurkan bahanbahan kimia pembersih tersebut menjadi larutan homogen. Setelah itu
ditambah beberapa campuran penghilang kotoran dan lemak, tak luput juga
pewangi yang harum. Produk yang dihasilkan akan dikemas dalam kemasan
botol yang menarik dan berlabel. Sebelum proses penjualan, kami juga akan
memberikan brosur kepada calon-calon konsumen untuk mengetahui lebih
jauh produk yang kami ciptakan.

BAB III
ANALISIS PERUSAHAAN
3.1

Masalah-Masalah yang Potensial


Pada pelaksanaan praktik ujian sekolah mata pelajaran kewirausahaan
terdapat masalah-masalah yang potensial akan terjadi dalam pelaksanaannya.
Diantaranya dalam proses pencarian bahan baku produk yang cukup sulit,
masalah itu dikarenakan, sedikitnya toko kimia yang terdapat di daerah Kota
Bogor dan terbatasnya bahan-bahan kimia yang terdapat di toko tersebut.
Pada proses produksi (pembuatan produk), terjadi beberapa kendala
diantaranya, kurang pahamnya siswa/i untuk membuat produk yang hasilnya
sempurna dan sesuai dengan yang diharapkan. Penyebab hal tersebut
dikarenakan siswa/i belum pernah melakukan praktik/ uji coba pembuatan
produk dari campuran bahan-bahan kimia. Terakhir, masalah yang potensial
akan terjadi adalah masalah perizinan penggunaan laboratorium. Pihak

laboratorium pasti akan membatasi penggunaan laboratorium dikarenakan


padatnya jadwal penggunaan laboratorium.
3.2 Risiko dan Hambatan
Risiko dan hambatan yang akan kami hadapi pada pelaksanaan praktik
ujian sekolah mata pelajaran kewirausahaan diantaranya, persaingan dengan
kelompok lain. Hal itu tidak dapat dipungkiri lagi karena disitulah maksud
atau tujuan pelaksanaan praktik tersebut. Dari situ kita bisa meraskan suasana
persaingan yang sesungguhnya.
Risiko berikutnya adalah kerugian (produk tidak laku). Hal inilah yang
sangat ditakuti dan dihindari oleh setiap kelompok, namun hal tersebut sudah
pasti terjadi dan dialami oleh satu atau lebih kelompok. Oleh karena itu, setiap
kelompok harus memiliki strategi-strategi yang ampuh untuk menghindari
risiko dan hambatan tersebut.
3.3 Tindakan Alternatif
Untuk menghindari terjadi hambatan-hambatan seperti yang dicantumkan
di sub bab sebelumnya, tindakan alternatif yang akan kelompok kami lakukan
adalah dengan menyusun strategi-strategi yang efektif dan tepat sasaran.
Maksud strategi tersebut adalah untuk mengurangi pesaing, strateginya adalah
dengan melakukan promosi dari jauh-jauh hari. Hal ter-sebut berguna untuk
mengurangi pesaing yang kalah start untuk melakukan promosi.
Untuk menghindari kerugian, strateginya adalah bahan baku untuk
membuat produk dihabiskan semua sampai tidak ada sisa bahan baku lagi.
Apabila pada saat penjualan produk tidak laku semua, kelompok kami akan
melakukan pemasaran secara door to door, yaitu cara pemasaran yang
dilakukan dari rumah ke rumah disekitar lingkungan sekolah.
3.4 Perkiraan Finansial
Perkiraan finansial (estimasi keuangan) yang kelompok kami cantumkan
dibawah ini berdasarkan perbandingan hasil praktik ujian sekolah mata
pelajaran kewirausahaan tahun lalu.

3.4.1

Keuntungan dan Kerugian


Express Wash (Pembersih serbaguna)
Modal/unit = Total biaya bahan baku = Rp. 300.000 = Rp. 6.000
Jumlah produk
50
Penjualan/unit = Modal/unit + Laba yang diinginkan
Rp. 10.000 = Rp. 6.000 + Laba
Laba
= Rp. 10.000 - Rp. 6.000 = Rp. 4.000
Keuntungan = Total penjualan - Total biaya produksi
= Rp. 500.000
- Rp. 300.000 = Rp. 200.000
% Keuntungan = Penjualan x 100 % = Rp. 500.000 x 100%
Modal
Rp. 300.000
= 166.67 %
(Sabun cuci piring dan tangan)
Modal/unit = Total biaya bahan baku = Rp. 155.000 = Rp. 7.750
Jumlah produk
20
Penjualan/unit = Modal/unit + Laba yang diinginkan
Laba
= Rp. 10.000 - Rp. 7.750 = Rp.2.250
Keuntungan = Total penjualan - Total biaya produksi
= Rp.200.000 - Rp. 155.000 = Rp. 45.000
% Keuntungan = Rp. 200.000 x 100%
= 129.03 %
Rp. 155.000

3.4.2 Arus Kas (Cash Flow)


Laporan arus kas (cash flow) memaparkan biaya pemasukan dan
pengeluaran dari sebelum hari pelaksanaan praktik kewirausahaan dan
sesudah. Laporan tersebut disajikan pada lampiran 8.

3.5 Penentuan Waktu dan Tujuan Usaha


Waktu pelaksanaan praktik ujian sekolah mata pelajaran kewirausahaan
tahun ajaran 2011/2012 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Maret 2012.
Dilakukan selama 3 hari pada waktu yang berbeda untuk setiap kelasnya
yang terdiri dari 4 kelompok untuk setiap kelas.
3.6 Batas Waktu

Waktu praktik ujian sekolah mata pelajaran kewirausahaan tahun ajaran


2011/2012 dilaksanakan dari jam 08.00-10.00 WIB, sedangkan waktu
pelaksanaan proses penjualan dilaksanakan pada pukul 09.40-10.00 WIB.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Praktik mata pelajaran kewirausahaan sangat bermanfaat bagi siswa/i
khususnya dalam hal perencanaan dan pelaksanaan dalam membuat suatu
usaha yang akan dilakukan.
Hal tersebut merangsang siswa/i untuk berpikir kreatif dan inovatif
untuk menemukan ide-ide baru. Dengan demikian siswa/i mempunyai
pengalaman yang cukup untuk menjadi seorang wirausaha yang bergerak
dalam industri kimia.
4.2 Saran
Adapun saran dari hasil praktik ujian sekolah mata pelajaran kewirausahaan sebagai berikut:
1. Untuk pelaksanaan praktik kewirausahaan seharusnya sudah dipersiapkan
dari jauh-jauh hari untuk menghindari terjadinya penumpukan tugas,
karena dalam hal ini penyusun sangat sulit dalam mengatur waktu.
2. Dari tahun ke tahun harus selalu ada pembaharuan dari segi produk dan
cara pelaksanaan ujian praktik.
3. Pihak guru dapat memberikan kontribusi baik materi, lisan ataupun
tulisan secara lebih intensif lagi kepada siswa/i yang akan melaksanakan
ujian praktik.
4. Diadakannya semacam pertemuan antara kelas X, XI dengan kelas XII
yang telah melaksanakan ujian praktikum. Hal itu berguna bagi kelas X

dan XI untuk mendapatkan beberapa pengalaman dari kelas XII yang


telah melaksanakan ujian praktik mata pelajaran kewirausahaan.
5. Agar pelaksanaan tahun berikutnya lebih tertib dan lebih baik lagi dari
tahun sebelumnya.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Struktur Organisasi Kelompok

KETUA
Roy Bavie

WAKIL KETUA
Grecia Viloria

Gambar 1. Struktur Organisasi Kelompok


ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
Alif Rahmat F Nadia Shobah Esty Ridha W Nurfikri M

ANGGOTA
Nurul R

ANGGOTA
M. Agyar

ANGGOTA
M. Arif Rajib

Lampiran 2.

Susunan Manajemen

Susunan Manajemen :
Manajemen Perencanan

Manajemen Produksi

Manajemen Promosi

Manajemen Pemasaran

Lampiran 3.

1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.

Alif Rahmat Febrianto


Grecia Viloria
Nadia Shobah
Nurfikri Melinda
Roy Bavie
Grecia Viloria
Alif Rahmat Febrianto
Nadia Shobah
Nurfikri Melinda
Nurul Rahmadian
Esty Ridha Wardhani
Muhammad Agyar
Mochammad Arif Rajib
Grecia Viloria
Nurfikri Melinda
Muhammad Agyar
Nurul Rahmadian
Esty Ridha Wardhani
Nurfikri Melinda
Nurul Rahmadian
Muhammad Agyar
Mochammad Arif Rajib

Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas :
Ketua

Mengatur dan menentukan semua kegiatan kelompok


serta mengawasi setiap anggota dalam menjalankan

Wakil Ketua
Manajemen Perencanan

tugasnya.
Mewakili ketua apabila berhalangan hadir dalam

kegiatan kelompok.
Merencanakan starategi kelompok dan merealisasikan
strategi tersebut serta membuat proposal usaha.

Manajemen Produksi

Mencari bahan baku serta membuat produk sampai

Manajemen Promosi

siap dipasarkan.
Mempromosikan produk yang akan dijual melalui

berbagai media dan cara.


Memasarkan produk kepada konsumen.

Penanggung

2. Wakil Ketua
3. Manajemen Perencanan

:
:

kelompok.
Penanggung jawab kedua setelah ketua kelompok.
Merencanakan aspek-aspek yang berkaitan dengan

4. Manajemen Produksi
5. Manajemen Promosi

:
:

kelompok secara keseluruhan.


Menghasilkan produk yang akan dihasilkan.
Memperkenalkan produk yang akan dijual kepada

Manajemen Pemasaran

Fungsi :
1. Ketua

jawab

jalannya

semua

konsumen.
6. Manajemen Pemasaran
: Menjual produk kepada konsumen.
Lampiran 4. Perhitungan Modal Awal

Pembelian

Penjualan

Keuntungan

Senin, 16 Januari 2012


Rabu, 18 januari 2012

(Rupiah)
53.000
57.000

(Rupiah)
89.000
97.000

(Rupiah)
35.500
40.000

Senin, 23 Januari 2012

Sisa : 32.000
87.000

102.000

15.000

Kamis, 26 Januari 2012

Sisa : 10.000
44.000

No.
1
2

Hari/ tanggal

Sisa : 58.000
Total Keuntungan
Kesimpulan

190.500

: Keuntungan yang diperoleh dari hasil penjulan makanan kiloan


sebesar Rp. 190.500. Keuntungan tersebut kami jadikan sebagai
modal awal untuk praktik kewirausahaan ditambah modal dari
donatur.

kegiatan

Lampiran 5. Daftar Donatur

Gambar 2. Daftar Donatur

Lampiran 6. Surat Donatur dan Estimasi Angaran Modal untuk Praktik


Kewirausahaan

Gambar 3. Surat Donatur

Lampiran 6 (lanjutan). Surat Donatur dan Estimasi Angaran Modal untuk


Praktik Kewirausahaan

Gambar 4. Estimasi Angaran Dana


Lampiran 7. Bagan Kerja Pembuatan Produk
BAGAN KERJA PRODUK EXPRESS WASH
+ Camperlain 1 pipet,
Aduk rata
+ Sedikit air

Timbang
+ Texapon 10 g
+ Natrium Sulfat 1 g

+ Sedikit air,
Aduk rata sampai memutih

+ Natrium Sulfat 1 gram,


masukan sedikit demi
sedikit sambil diaduk
+ Gliserin 1 pipet
+ EDTA (dilarutkan
sebanyak 100 ml)
+
Diamkan selama 1Sedikit
malamair Express Wash
siap dikemas

+ Pewarna hijau,
aduk rata

Alat-alat yang digunakan :


1. Kaca Arloji
2. Beaker Glass 600 ml
3. Batang Pengaduk
4. Botol Semprot
5. Pipet Tetes

+ Parfum 2 pipet
+ Propilin Glikol 1 pipet

Ket :
Bagan diatas menjelaskan pembuatan
produk sebanyak 100 mL

Kita menggunakan peralatan milik laboratorium sekolah untuk membuat


produk Express Wash dan Easy Clean. Proses produksi (pembuatan produk) kami
lakukan di laboratorium namun pada saat proses pengemasan kami lakukan diluar
laboratorium. Untuk itu kami meminjam peralatan yang dibutuhkan selama 5 hari.

Lampiran 7 (lanjutan).

Bagan Kerja Pembuatan Produk

BAGAN KERJA PRODUK EASY CLEAN

+ Camperlain 1 pipet,
Aduk rata
+ Sedikit air

Timbang
+ Texapon 6 g
+ Natrium Sulfat 1 g

+ Sedikit air,
Aduk rata sampai memutih
+ Natrium Sulfat 1 gram,
masukan sedikit demi
sedikit sambil diaduk
+ Asam Sitrid 1 gram
+ EDTA (dilarutkan
sebanyak 100 ml)
+ Sedikit air

+ Pewarna oranye,
aduk rata

+ Parfum 2 pipet
+ Propilin Glikol 1 pipet

Easy Clean ,
siap dikemas
Diamkan selama 1 malam

Alat-alat yang digunakan :


1. Kaca Arloji
2. Beaker Glass 600 ml
3. Batang Pengaduk
4. Botol Semprot
5. Pipet Tetes

Ket :
Bagan diatas menjelaskan pembuatan
produk sebanyak 100 mL

Kita menggunakan peralatan laboratorium sekolah untuk membuat produk


Express Wash dan Easy Clean. Proses produksi (pembuatan produk) kami
lakukan di laboratorium namun pada saat proses pengemasan kami lakukan
diluar laboratorium. Untuk itu kami meminjam peralatan yang dibutuhkan
selama 5 hari.
Lampiran 8. Arus Kas (Cash Flow)
PEMASUKAN

Penjualan makanan kiloan


Donatur
Penjualan produk
Kelas X-A
Kelas X-B
Kelas XI-A
Kelas XI-B
Kelas XI-C
Pembayaran tunai

Rp.
Rp.

Total Pemasukan

PENGELUARAN (Biaya-Biaya)
Pembelian bahan baku:
Soda kaustik kg
Texapon 800 gram
Neopelex FS 1 liter
EDTA kg
Pewangi lemon 30 mL
Natrium sulfat 1 kg
Camperlan kg
Pewarna 2 bungkus @Rp. 4.000
Propylen Glycol 1 liter
Texapon C70 2 kg

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.
90.000,00
Rp.
130.000,00
Rp.
110.000,00
Rp.
140.000,00
Rp.
220.000,00
Rp.
115.000,00
Rp. 1.175.500,00

Rp.
32.000,00
32.000,00
50.000,00
18.000,00
6.000,00
30.000,00
8.000,00
45.000,00
34.000,00

Pembelian kemasan
Botol ukuran 60 mL 63 buah @Rp. 1.200 Rp.
Botol ukuran 100 mL 22 buah @Rp. 1.700 Rp.
Segel plastik
Rp.
Stiker kemasan
60.000,00
Pembuatan stand
Administrasi
Total Pengeluaran
Saldo akhir

190.500,00
180.000,00

Rp.
Rp.
Rp.

= Total Pemasukan - Total Pengeluaran


= Rp. 1.175.500,00 - Rp. 488.800,00
= Rp. 686.700,00

6.000,00

75.600,00
37.400,00
11.000,00
Rp.
38.800,00
5.000,00
488.800,00

Lampiran 9. Modal/Unit, dan Penjualan/Unit


Express Wash
Modal/unit = Total biaya bahan baku = Rp. 304.510 = Rp. 4.835
Jumlah produk
63
Penjualan/unit = Modal/unit + Laba yang diinginkan
Rp. 10.000 = Rp. 4.835 + Laba
Laba
= Rp. 10.000 - Rp. 4.835 = Rp. 5.165
Keuntungan = Total penjualan - Total biaya produksi
= Rp. 630.000
- Rp. 304.510 = Rp. 325.490
% Keuntungan = Penjualan x 100 % = Rp. 630.000 x 100%
Modal
Rp. 304.510
= 206.89 %

Easy Clean
Modal/unit

= Total biaya bahan baku = Rp. 140.440 = Rp. 6.385


Jumlah produk
22
Penjualan/unit = Modal/unit + Laba yang diinginkan
Rp. 10.000 = Rp. 6.385 + Laba
Laba
= Rp. 10.000 - Rp. 6.385 = Rp. 3.615
Keuntungan = Total penjualan - Total biaya produksi
= Rp. 220.000
- Rp. 140.440 = Rp. 79.560
% Keuntungan = Penjualan x 100 % = Rp. 220.000 x 100%
Modal
Rp. 140.440
= 156.65 %

Total persentase keuntungan keseluruhan :


= Rp. 325.490 + Rp. 79.560 = Rp. 405.050
% Keuntungan = Penjualan x 100 % = Rp. 805.000 x 100%
Modal
Rp. 488.800
= 164.69 %

Lampiran 10.

Gambar 5.

Bukti/ Nota Pembayaran

Bukti/ Nota Pembayaran Pembelian Bahan Baku Produk

Lampiran 10 (lanjutan).

Gambar 5 (lanjutan).

Bukti/ Nota Pembayaran

Bukti/ Nota Pembayaran Pembelian Bahan Baku Produk

Lampiran 10 (lanjutan).

Gambar 6.

Bukti/ Nota Pembayaran

Bukti/ Nota Pembayaran Pembelian Peralatan untuk Stand

Lampiran 10 (lanjutan).

Gambar 7.

Bukti/ Nota Pembayaran

Bukti/ Nota Pembayaran Pembelian Kemasan Produk

Lampiran 10 (lanjutan).

Bukti/ Nota Pembayaran

Gambar 7 (lanjutan). Bukti/ Nota Pembayaran Pembelian Kemasan Produk


Lampiran 10 (lanjutan).
Bukti/ Nota Pembayaran

Gambar 8.

Bukti/ Nota Pembayaran Pembelian Kemasan Produk dan Biaya Administrasi

Lampiran 11.

Data Absensi

Gambar 9. Data Absensi Penjualan


Lampiran 11 (lanjutan).
Data Absensi

Gambar 9 (lanjutan).

Data Absensi Penjualan

Lampiran 11 (lanjutan).

Gambar 9 (lanjutan).

Data Absensi

Data Absensi Penjualan

Lampiran 12.

Gambar 10.

Media Promosi

Poster Sebagai Media Promosi

Lampiran 13.

Kesan dan Pesan

Roy Bavie
Kesan

: Menambah sedikit wawasan akan dunia wirausaha dan memberikan

Pesan

banyak pengalaman.
: Untuk pembagian hasil kerja harus lebih jelas dan pembuatan proposal
harusnya ditargetkan yang jelas.

Grecia Viloria Marshaulita


Kesan
Pesan

: Keren bisa tau ilmu baru.


: Praktek tahun depan harus lebih terkordinir dan produk lebih bermutu.

Alif Rahmat Febrianto


Kesan

: Sangat mengasyikan. Banyak pelajaran yang bisa diambil khususnya

Pesan

dalam bekerjasama antar individu.


: Ujian praktik kewirausahaan dari tahun ke tahun harus selalu ada
pembaharuan dari segi produk yang dihasilkan dan cara pelaksanaan
ujian praktik.

Esty Ridha Wardhani


Kesan
Pesan

: Cukup menguras tenaga, pikiran dan waktu tapi itu semua terbayar
dengan hasil yang cukup memuaskan juga
: Praktek tahun depan harus lebih terkordinir dan produk lebih bermutu.

Muhammad Agyar
Kesan

: Menambah banyak pengalaman dalam berwirausaha dan saling bekerja


sama dengan anggota kelompok.
Pesan
: Untuk angkatan selanjutnya semoga lebih bagus dan

sekreatif mugkin.
Lampiran 13 (lanjutan).

Kesan dan Pesan

Mochammad Arief Rajib


Kesan
Pesan

: Seru, asik, lucu, dan cape pada saat promosi dan penjualan.
: Semoga ditahun berikutnya semakin banyak produk yang

bisa dibuat.

Nadia Shobah
Kesan
Pesan

: Seru, cape, pegel ngadukin larutan garam melulu tapi seneng pas
ngeliat hasil produk kita.
: Semoga tahun depan adik-adik ujian praktek kewirausahaannya bisa
lebih baik dari angkatan kita.

Nurfikri Melinda
Kesan

: Seru, benar-benar praktik yang menantang. Menantang pola pikir,


tenaga bahkan financial. Selain itu juga dapat memunculkan tanggung
jawab dari masing-masing individu, yaa walaupun masih ada yang
cuek.

Pesan

: Semoga praktik kewirausahaan ditahun depan dapat terorganisir


dengan baik sehingga berjalan lancar dan sukses. Jangan pernah
merasa pesimis, selalu yakin dan optimis bahwa kita bisa untuk
menjadi yang terbaik dari semua yang baik.

Nurul Rahmadian
Kesan

: Seneng, kesel, cape, semuanya ada tapi sumpah seru banget banyak

Pesan

lucunya dalam semua proses dari awal sampai akhir.


: Semoga karena adanya praktik kewirausahaan, bisa menjadikan siswa
lebih kreatif serta inovatif.