Anda di halaman 1dari 7

II.

CARA KERJA
1. Uji tanin
Ekstrak dilarutkan dalam 15 mL air panas, didihkan selama 15 menit, filtrat
disaring kemudian masing masing 1 mL filtrat dikerjakan sebagai berikut :
a. Ditambah FeCl3 1% beberapa tetes,amati pembentukan warna biru hitam
atau hitam kehijauan.
b. Ditambah gelatin 10% beberapa tetes dan diperhatikan adanya endapan.
c. Ditambah larutan gelatin 1% yang mengandung 10% NaCl menimbulkan
endapan.
Simplisia ditimbang sebanyak 1g, disari dengan 10 mL air suling lalu disaring.
Filtrat diencerkan sampai tidak berwarna.Larutan diambil sebanyak 2 mL dan
ditambahkan dengan 1-2 tetes pereaksi besi (III) klorida 1%, Jika terjadi warna
biru kehitaman atau hijau kehitaman menunjukkan adanya tanin.
2. Uji saponin
Disiapkan 2 mL sampel ekstrak kental dalam tabung reaksi, ditambahkan
aquades dan dikocok-kocok selama 10 detik. Uji positif apabila terbentuk busa
selama 5 menit setinggi kurang lebih 1 sampai 10 cm dan saat ditambahkan 1
tetes HCl 2N,buih tidak hilang.
3. Uji alkaloid
Ekstrak dilarutkan dengan 10 ml campuran air suling dan HCL 2N (9:1)
kemudian dipanaskan selama 2 menit, lalu disaring, dan 1 ml filtrat digunakan
sebagai bahan percobaan yang selanjutnya diakukan sebagai berikut :
a. Tambahkan 2 tetes Bouchardat, hasil positip bila terbebtuk endapan coklat
sampai hitam.
b. Ditambahkan 2 tetes Meyer, hasil positip dengan terbentuk warna
endapanputih atau kuning yang larut dalam etanol.
c. Ditambahkan 2 tetes Dragendorf, hasil positip terbentuk endapan
berwarna jingga coklat.
Disiapkan sampel pekat dalam suatu tabung reaksi kemudian ditambahkan
1mL HCL, setelah itu diteteskan sebanyak 3 tetes reagen Mayer. Diamati
perubahan yang terjadi, hasil positif apabila terbentuk endapan kekuningan.
4. Uji flavonoid
Uji kandungan flavonoid dilakukan dengan menambahkan Mg 0,2 g dan 3
tetes HCL pekat pada ekstrak. Hasil positif akan memberikan perubahan warna
menjadi merah atau jingga. Uji kandungan tanin dilakukan dengan menambahkan

3 tetes FeCl3 1%. Hasil positif akan memberikan perubahan warna menjadi biru
kehitaman atau coklat kehijauan (Harborne, 1987).
5. Uji antrakuinon
Ekstrak kental dilarutkan dengan 5 mL asam sulfat 2N, panaskan sebentar
lalu dinginkan. Tambahkan 10 mL wash benzene P, dikocok, diamkan. Lapisan
benzene dipisahkan dan disaring. Filtrat berwarna kuning menunjukan adanya
antrakuinon.
6. Uji steroid
a. Ekstrak kental dilarutkan dalam 5 mL eter, lalu diuapkan dalam cawan
penguap, kedalam resedu ditambahkan asam asetat anhidrat. Kemudian 1
tetes asam sulfat pekat akan terbentuk warna merah hijau atau violet biru.
b. 4 mg ekstrak ditambah 0,5 mL asetat anhidrat dan 0,5 mL Klorofom
kemudian ditambahkan asam sulfat pekat perlahan, warna merah ungu
menunjukan adanya steroid.
c. 10 mL ekstrak diuapkan, residu dilarutkan dalam 0,5 mL asetat anhidrat
panas kemudian filtrat ditambah 0,5 mL klorofom, ditambah reagent
Lieberman Burchardt, terbentuk cincin biru hijau.
d. Sebanyak 3 tetes sampel diteteskan pada pelat tetes kemudian
ditambahkan 2 tetes asam asetat anhidrat, setelah itu ditambahkan 1 tetes
H2SO4 pekat. Diamati perubahan yang terjadi. Hasil positif apabila
terbentuk warna hijau-biru.
III. HASIL
No
1.

Senyawa
Tanin

2.
3.

Saponin
Alkaloid

4.
5.
6.

Flavonoid
Antrakuinon
Steroid

Pereaksi
FeCl3 1%
Gelatin 10%
Gelatin 1% + NaCl 10%
HCl 1N
Meyer
Dragendorrf
Buchardat
Mg, HCl Pekat
Asam Sulfat 2N
Eter, Asam Asetat

Hasil (+/-)
+
+
+
+
-

Anhidrat, Asam Sulfat


Pekat
Asam Asetat Anhidrat,
Asam Sulfat Pekat,

Kloroform
Asam Asetat Anhidrat,

Kloroform, Liebermann
Buchardat
Asam Asetat Anhidrat,
Asam Sulfat Pekat
1. Uji tanin

2. Uji saponin

3. Uji alkaloid

4. Uji flavonoid

5. Uji antrakuinon

6. Uji steroid

IV. PEMBAHASAN
Pemeriksaan uji tanin yang dilakukan dengan menggunakan pereaksi FeCl3 1%,
gelatin 10% dan gelatin 1% + NaCl 10% memberikan hasil warna kuning dan bening
tanpa endapan sehingga ketiga hasil tersebut menandakan negatif. Tanin merupakan
senyawa polifenol yang berarti termasuk dalam senyawa fenolik. Tanin dapat bereaksi
dengan protein membentuk kopolimer mantap yang tak larut dalam air. Terdapat 2 jenis
utama tanin yaitu tanin terkondensasi, tersebar pada paku-pakuan, angiospermae dan
gymnospermae; dan tanin terhidrolisis, terdapat pada tumbuhan berkeping dua.

Pemeriksaan uji saponin yang dilakukan dengan cara mengocok ekstrak yang
ditambah aquadest dan diberi pereaksi HCl 2N menghasilkan busa yang tidak hilang
selama 5 menit dengan tinggi 1 cm dimana hal tersebut menandakan positif terdapat
saponin. Saponin merupakan jenis glikosida. Glikosida adalah senyawa yang terdiri daro
glikon (Glukosa, fruktosa,dll) dan aglikon (senyawa bahan aalam lainya). Saponin
umumnya berasa pahit dan dapat membentuk buih saat dikocok dengan air. Selain itu
juga bersifat beracun untuk beberapa hewan berdarah dingin. Saponin merupakan
glikosida yang memiliki aglikon berupa steroid dan triterpen. Saponin steroid tersusun
atas inti steroid (C 27) dengan molekul karbohidrat. Steroid saponin dihidrolisis
menghasilkan suatu aglikon yang dikenal sebagai saraponin. Saponin triterpenoid
tersusun atas inti triterpenoid dengan molekul karbohidrat. Dihidrolisis menghasilkan
suatu aglikon yang disebut sapogenin.
Pemeriksaan uji alkaloid dengan menggunakan pereaksi meyer, dragendorrf dan
buchardat menghasilkan warna putih dan coklat yang menandakan bahwa positif
terkandung alkaloid. Alkaloid adalah senyawa nitrogen yang biasanya terdapat dalam
tumbuh-tumbuhan. Alkaloid merupakan metabolit sekunder yang banyak terdapat dalam
tanaman angiospermae. Pada umumnya alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang
mengandung satu atau lebih atom nitrogen. Atom nitrogen dalam alkaloid terdapat
sebagai amina primer, amina sekunder, amina tersier, dan amina kuarterner. Pada
umumnya alkaloid terdapat dalam gabungan sebagai bagian dari sistem siklik dan bersifat
fisiologis aktif pada manusia dan hewan.
Pemeriksaan uji flavoniod dengan menggunakan pereaksi magnesium 0,2 gram
dan HCl pekat memberikan warna abu-abu dimana hal tersebut menandakan negatif.
Pemeriksaan uji antrakuinon dengan menggunakan pereaksi asam sulfat 2N
menghasilkan warna bening dimana hal tersebut menandakan negatif. Pemeriksaan uji
steroid dengan menggunakan pereaksi eter, asam sulfat anhidrat, asam sulfat pekat,
kloroform dan liebermann buchardat semuanya menghasilkan negatif. Pada ketiga uji
tersebut seharusnya ekstrak kencur menghasilkan hasil yang positif, namun kemungkinan
ada kesalahan prosedur yang praktikan lakukan sehingga hasil pada ketiga uji tersebut
menjadi negatif.

IV. KESIMPULAN
1. Pemeriksaan uji tanin menghasilkan hasil yang negatif karena pada umunya tanin
hanya terkandung pada daun-daunan
2. Pemeriksaan uji saponin dan uji alkaloid menghasilkan hasil yang positif.
3. Pemeriksaan uji flavonoid, uji antrakuinon dan uji steroid menghasilkan hasil
yang negatif. Dimana seharusnya pada ketiga uji tersebut pada ekstrak kencur
menghasilkan hasil yang positif.