Anda di halaman 1dari 19

Muhammad Ihsan

BAB I : ASSESSMENT
1.1 Pengenalan Anggota Keluarga Secara Umum
Nama
Usia
Jenis
Status
Kelamin
Keluarga

Pekerjaan

Taufik
Hidayat`

38

Laki-laki

Ayah (Kepala
Keluarga)

Polisi

Indahwati

37

Perempuan

Ibu

Ibu Rumah Tangga

Razanah
Meutia
Hafzah

Perempuan

Anak Kandung

Naya
3
Perempuan
Anak Kandung
Hanifah Nur
Afrah
1.2 Assessment Pribadi (Fisik dan Mental)
A. Taufik Hidayat (38 tahun)
Assessment pribadi
Memiliki riwayat penyakit dalam keluarga
Ayah : Hipertensi, DM tipe 2 dan TBC
Ibu : Asam urat tinggi

Siswa SD

Pekerjaan Sebagai seorang polisi yang sering dinas di luar kota dan jauh dari rumah
membuat pak Taufik Hidayat tidak terlalu memikirkan kesehatannya dan selama bekerja
pak Taufik cenderung lebih sering merokok saat berkumpul dengan temantemannya.Gaya Hidup Pak Taufik Hidayat merupakan seorang perokok berat yang
setiap harinya dapat menghabiskan empat bungkus rokok dan pak Taufik Hidayat juga
jarang berolahraga, beliau selalu tidur setiap pulang ke rumah tanpa melakukan
aktivitas lagi.Penyakit yang sedang dan pernah diderita Pak Taufik Hidayat seharihari menderita penyakit Hipotensi dan kadar asam urat yang tinggi. Pak Taufik Hidayat
juga pernah mengidap tinggi kadar kolesterol.

B. Indah Wati (37 tahun)


Assessment Pribadi
Pekerjaan Sebagi seorang ibu rumah tangga ibu Indah Wati kerap melakukan aktivitas
pekerjaan rumah tangga yang cukup berat, pekerjaan buk Indah Wati berisiko terkena
nyeri punggung bawah. Gaya Hidup Ibu Indah Wati walaupun sering melakukan
aktivitas pekerjaan rumah tangga tapi jarang berolahraga dan karena ibuk Indah Wati
selalu di rumah, dia sangat sering terpapar asap rokok dari suaminya yang dapat
menjadi factor risiko timbulnya penyakit pernapasan.Penyakit yang sedang dan
pernah diderita Ibuk Indah Wati pernah menderita Hepatitis tipe A dan hipotensi

C. Razanah Meutiah Hafzah (Zaza) (7 tahun)


Assessment Pribadi
Pekerjaan Sebagai siswa SD dek Zaza sering mengkonsumsi jajanan SD yang
kebanyakan tidak higienis, ini berisiko menimbulkan penyakit seperti demam, infeksi
dan radang amandel.Gaya Hidup Sebagai seorang anak berusia 7 tahun dek Zaza
memiliki postur tubuh diatas anak normal, hal ini diakibatkan dek Zaza pernah
menderita Obese saat usia 5 tahun. Selain itu dek Zaza juga malas berolahraga sehingga
sangat rentan kembali menjadi Obese. Dek Zaza juga rentan terkena penyakit saluran
pernapasan akibat terpapar asap rokok dari ayahnya. Penyakit yang sedang dan
pernah diderita Pada usia 5 tahun dek Zaza pernah menderita Obesitas sehingga
sangat rentan kembali menjadi obese. Dek Zaza juga menderita Hipotensi.
D. Naya Hanifah Afra
Pekerjaan belum sekolah. Gaya Hidup Dek Naya masih dibawah usia 5 tahun,
sehingga sangat berisiko mengalami kelainan paru akibat dari asap rokok ayahnya
Penyakit yang sedang dan pernah diderita Pernah obesitas pada usia 2 tahun.
1.3 Assessment Lingkungan
Kondisi Lingkungan
Keluarga pak Taufik Hidayat bertempat tinggal di jalan Talang Ratu no 6 KM 5
Palembang. Tipe rumah pak Taufik Hidayat adalah Rumah semi permanen yang sebagian dari
dindingnya terbuat dari triplek dan sebagian lagi terbuat dari batu bata. Pak Taufik Hidayat
memiliki sebuah sumur yang dipakai hanya jika air PAM mati. Jarak dari sumur ke septic
tank lebih dari 10 meter sehingga air dari sumur tidak tercemar kotoran di septic tank.
Perkarangan rumah pak Taufik Hidayat terdapat banyak pepohonan yaitu pohon kates,
pohon pisang dan pohon kelapa. Rumah pak Taufik Hidayat hanya dibatasi oleh satu tembok
bersama dengan rumah tetangga (berdempetan) sehingga sering kali limbah dari tetangga
masuk ke perkarangan rumah pak Taufik Hidayat. Saluran air limbah (got) sering tersumbat
akibat dari sampah yang bertumpuk karena jarang dibersihkan. Kotak sampah rutin
dibersihkan setiap hari.

Rumah pak Taufik Hidayat terdiri dari 5 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur dan
terdiri dari 2 tingkat. Ventilasi hanya terdapat di 1 kamar tidur sedangkan kamar tidur yang
lain tidak berventilasi. Kondisi dapur cukup bersih, tapi karena ventilasi yang terdapat di
dapur langsung ke ruang gudang, sehingga seringkali debu dari gudang masuk ke dapur.
Kondisi rumah yang berisiko menimbulkan penyakit
1. Ventilasi yang sangat minim menyebabkan buruknya sanitasi udara di dalam rumah
dan memperparah dampak yang diakibatkan oleh asap rokok pak Taufik Hidayat.
2. Saluran air limbah (got) yang jarang dibersihkan sehingga dapat menjadi sarang
penyakit.
3. Sumur yang jarang dipakai sehingga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
1.4 Assessment Prilaku
1. Taufik Hidayat
Perilaku yang berpotensi menyebabkan penyakit
a Kebiasaan merokok 4 bungkus sehari.
b Jarang berolahraga
c Suka marah-marah.
d Kurang minum air putih
Masalah kesehatan yang menurut pak Taufik Hidayat penting
Kebiasaan merokok 4 bungkus sehari
2. Indah Wati
Perilaku kesehatan yang berpotensi menyebabkan penyakit
a Aktivitas monoton ibu rumah tangga
b Jarang berolahraga
c Kurang minu air putih
Masalah kesehatan yang menurut ibuk Indah Wati penting
Aktivitas monoton di rumah
3. Zaza
Perilaku yang berpotensi menyebabkan penyakit
a Suka mengkonsumsi jajanan
b Jarang berolahraga
c Banyak makan
Masalah yang menurut Zaza penting
Banyak makan
4. Naya
Perilaku yang berpotensi menyebabkan penyakit
a Selalu di rumah (terpapar asap rokok)
b Jarang berolahraga
Masalah yang penting
Selalu berada di rumah (terpapar asap rokok)

1.5 Rangkuman Hasil Assessment


Keluarga pak Taufik Hidayat yang terdiri dari pak Taufik Hidayat, Ibuk Indah
Wati, Ibuk Nurlaila, Zaza, Naya dan Arsila yang bertempat tinggal di jalan Talang Ratu
Lorong Lada no 6 KM 5 Palembang dengan kondisi rumah berukuran cukup besar,
perkarangan ditumbuhi banyak pohon dan mempunyai sebuah sumur. Ventilasi di dalam
rumah sangat minim sehingga sanitasi udara di dalam rumah buruk dan diperparah
dengan kebiasaan merokok dari sang ayah 4 bungkus sehari yang berakibat fatal apabila
terpapar dengan manula dan balita. Selain merokok kurangnya aktivitas dan jarang
berolahraga menjadi masalah keluarga ini.
BAB II
Pemeilihan Prioritas dan Alternatif Masalah
A. Identifikasi Masalah
Tabel 1. Identifikasi Masalah
No Program

Target

Pencapaian
Jarang
berolahraga
4 bungkus
sehari

Olahraga

Teratur (>2x
seseminggu)

Kebiasaan Merokok

Bebas rokok

Minum air putih

4
5

Cek tensi berkala


Membersihkan got

Pembuatan ventilasi

2 4 liter
sehari
1x seminggu
1x sebulan
Setiap ruangan
ada ventilasi

Masala
h

< 2 liter sehari

Tidak pernah
Tidak pernah
Kurang dari 3
ruangan
berventilasi

B. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah


Tabel2. Prioritas Masalah
Masalah
Kriteria
Tingkat Urgensi (U)
Tingkat Keseriusan (S)
Tingkat Perkembangan (G)
UxSxG
1.
2.
3.
4.

3
3
3
27

5
5
5
125

4
3
3
36

3
3
3
27

2
1
1
2

4
4
3
48

Masalah 1 (Kebiasaan Merokok)


Masalah 2 (Pembuatan Ventilasi)
Masalah 3 (Kebiasaan Minum Air Putih)
Masalah 4,5 dan 6

Masalah Prioritas

C. Mencari Akar Penyebab Masalah Prioritas

genetik

lingkungan
Keluarga kurang usaha
untuk membujuk
Rekan kerja banyak
yang merokok

Kurangnya sosialisasi
tentang dampak
merokok

Tidak peduli dengan


kesehatan anggota
keluarga yang lain
Keras kepala (tidak
mau mendengar
nasihat keluarga)

Kebiasaan merokok
berat

Pelayanan kesehatan

perilaku

D. Alternatif Pemecahan Masalah Prioritas


1. Alternative pemecahan masalah
N
o
1

2
3

Rencana Kegiatan

Media

Hasil yang ingin dicapai

Memberi masukkan
kepada sang ayah
untuk berangsurangsur menghentikan
rokok.
Menjaga agar tidak
kembali obesitas
Pembuatan ventilasi

Konsultasi
dengan sang
ayah tentang
tentang bahaya
merokok.
Menu
pengingat
Memberi
masukkan
dengan sang
ayah tentang
pentingnya
ventilasi

Setiap minggu
mengurangi rokok secara
bertahap dan dapat
berhenti total
Anak mendapatkan gizi
yang seimbang
Setiap ruangan terdapat
ventilasi yang memadai

Cek tensi berkala

Memberi
daftar jadwal
oengukuran
tensi

Hipotensi terkontrol

Nurul Lintang Amelia


Assesment Pribadi
1. Kepala Keluarga atau Ayah
Yusuf Perdana, 41 tahun
TB: 172cm
BB: 70kg
Anak pertama dari 4 bersaudara
- Resiko Penyakit dalam Keluarga
Genetik, Ayah
: Hipertensi (meninggal) Ibu : - Pekerjaan Pegawai swasta di
PT. Mitra Tani OKI, bekerja di perkebunan sawit (2 minggu di perkebunan sawit 3 hari
di rumah) Waktu Kerja : 07.00 18.00 (jika buah lagi banyak maka lembur sampai
larut sekali dan tidak menentu waktunya. Gaya Hidup Perokok aktif (1 bungkus 1 hari)
Makan 2x sehari, jika lagi di kebun beli makanan, jika dirumah makan masakan rumah.
Penyakit yang sedang diderita Sedang merasa kelelahan, badan ngilu-ngilu. Penyakit
yang pernah diderita Typhus, demam, batuk, pilek.
2. Ibu
Kurniasih, 37 tahun
TB: 152cm
BB: 50kg
Anak pertama dari 3 bersaudara
- Resiko Penyakit dalam Keluarga
Genetik, Ayah
: Hipertensi (meninggal) Ibu : -. Pekerjaan Ibu rumah tangga dan
punya usaha online (berjualan jika menjelang hari-hari besar seperti lebaran) Gaya Hidup
Makan 3x sehari. Memberikan ASI eksklusif kepada anak keempat. Aktivitas seperti ibu
rumah tangga pada umumnya. Memasak nasi dan lauk (ikan/ayam) untuk anak-anak.
Kadang memasak sayur tetapi jarang karena anak tidak suka makan sayur. Penyakit
yang sedang diderita Tidak ada. Penyakit yang pernah diderita Typhus, demam,
batuk, pilek.
3. Anak Pertama
Humam Sulaiman, 10 tahun
TB: 145cm
BB: 30kg
Anak pertama dari 4 bersaudara
- Resiko Penyakit dalam Keluarga
Genetik tidak ada. Pekerjaan Pelajar Sekolah Dasar Kelas 6 Jam sekolah 06.30
13.00 dan dilanjutkan les sampai jam 14.00 Gaya Hidup Makan 3x sehari, dan jajan
tekwan atau nasi ayam di sekolah dan tidak suka makan sayur.Penyakit yang sedang
diderita Batuk pilek.Penyakit yang pernah diderita Demam, batuk, pilek. Pernah di
operasi karena patah kaki.
4. Anak Kedua

Canty Siti Halizah, 8 tahun


TB: 115cm
BB: 20kg
Anak kedua dari 4 bersaudara
- Resiko Penyakit dalam Keluarga Genetik Ayah : - Ibu : - Pekerjaan Pelajar
Sekolah Dasar Kelas 3 Jam sekolah 06.30 13.00 dan dilanjutkan les sampai jam
14.00 Gaya Hidup Makan 3x sehari, dan jajan tekwan atau nasi ayam di sekolah dan
tidak suka makan sayur. Penyakit yang sedang diderita Batuk pilek. Penyakit yang
pernah diderita Demam, batuk, pilek.
5. Anak Ketiga
Danty Attira, 4 tahun
TB: 95cm
BB: 12kg
Anak ketiga dari 4 bersaudara
Resiko Penyakit dalam Keluarga Genetik Ayah
: - Ibu : -. Pekerjaan Belum
sekolah. Gaya Hidup Makan 3x sehari, suka nyemil dan tidak suka makan sayur.
Penyakit yang sedang diderita Tidak ada. Penyakit yang pernah diderita Demam,
batuk, pilek.

Assesment Lingkungan
- Kondisi Lingkungan
Rumah bersih dan memiliki ventilasi yang banyak. Sinar matahari masuk kedalam rumah
dengan baik. Rumah didepan kambang iwak kecil. Samping samping rumah ada
tetangga. Tidak kena banjir. Air bersih dan lancer. Halaman rumah bersih.
Kamar tidur memiliki AC.
Rumah disapu dan dipel setiap hari.
Kamar mandi bersih dan sering dibersihkan.
Dapur sering dibersihkan.
-

Kondisi rumah yang berpotensi menimbulkan penyakit


Rumah dekat jalan raya (banyak polusi).

Assesment Perilaku
- Perilaku anggota keluarga yang berpotensi menyebabkan penyakit
Ibu merasa anak-anaknya sering terkena batuk pilek karena tidak suka makan sayur.
Bapak perokok aktif.

- Gaya Hidup Sehari-hari


Air minum
Makanan
Menu sarapan
Menu makan siang
Menu makan malam
Mandi
Olahraga

: Air galon
: Masak sendiri di rumah, 3x sehari.
: Nasi goring, nasi + lauk, roti, cereal.
: Nasi, lauk, sayur (kadang)
: Nasi, lauk, sayur (kadang)
: 2 kali sehari
: Jalan kaki ke sekolah dianggap sebagai olahraga dan
membersikan rumah juga demikian.
Pakaian
: Cuci sendiri di mesin cuci.
Air dari PDAM di tampung di bak-bak penampung air
-

Masalah yang ingin di perbaiki

Menginginkan anak-anak untuk suka makan sayur.


Mengurangi konsumsi rokok bapak.

BAB II
PEMILIHAN PRIORITAS DAN ALTERNATIF INTERVENSI
1. Identifikasi Masalah Kesehatan
Dari berbagai permasalahan, ditemukan kemungkinan-kemungkinan yang menjadi
penyebab masalah pada keluarga Bapak Yusuf Perdana ada beberapa hal, yaitu:
- Perilaku anak-anak yang tidak suka makan sayur.
- Perilaku bapak yang merokok.
- Lingkungan rumah yang dekat dengan jalan dan dilewati banyak kendaraan.
- Lingkungan rumah yang dekat dengan kambang.
Dari beberapa penyebab diatas terdapat masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh
keluarga Bapak Yusuf, diantaranya:
- Batuk pilek yang mudah timbul.
- Terdapat tempat tumbuh vektor demam berdarah.
2. Penentuan Prioritas Masalah
Dari keempat masalah kesehatan yang ada, akan ditentukan prioritas masalah. Berikut
adalah tabel prioritas masalah berdasarkan rumus U (Urgency), S (Seriousness), G
(Growth) :
Masalah
U
S
G
Total
Batuk-Pilek
4
3
2
24
Tempat tumbuh vektor DBD
3
2
2
12
Dari hasil penentuan prioritas masalah, didapatkan prioritas masalah kesehatan adalah
mudah batuk pilek.
3. Penerapan Health Belief Model
Masalah kesehatan sangat berkaitan dengan banyak faktor perilaku seseorang yang dapat
menentukan akar penyebab masalah kesehatan. Distudi ini, dilakukan penentuan akar
penyebab tiga masalah kesehatan diatas berdasarkan teori health belief model, yaitu
sebagai berikut :

Alternatif Pemecahan Masalah


Berdasarkan assessmen yang dilakukan pada keluarga Bapak Yusuf terkait masalah
kesehatan yang ditemukan, maka akan dilakukan alternatif pemecahan masalah untuk
mengintervensi masalah kesehatan yang terjadi pada keluarga Bapak Yusuf, intervensi
yang diusulkan berlandaskan teori perilaku.
- Alternatif Pemecahan Masalah Batuk Pilek yang Sering Timbul
a. Ibu memvariasikan masakan sayur agar anak suka makan sayur.
b. Bapak mengurangi kebiasaan merokok.
c. Memakai masker saat berkendara.
d. Mencuci tangan, setiap hendak melakukan dan sesudah melakukan aktivitas.
- Alternatif Pemecahan Masalah Tempat Tumbuh Vektor DBD
a. Menutup bak-bak penampungan air yang berada di luar rumah.
b. Membersihkan selokan-selokan disekiling rumah.
c. Menimbun kaleng-kaleng bekas diluar rumah.

M. Rizki Alkautsar
BAB I
ASSESSMENT
Pengenalan anggota keluarga secara umum
Pada tugas keluarga binaan, keluarga yang akan dibina merupakan keluarga bapak
Jakparudin yang bertempat tinggal di Jl. Sukatani 1 Perumnas, Palembang. Keluarga
bapak Jakparudin terdiri dari 2 orang, yaitu
Jakparudin (73 tahun) sebagai Kepala Keluarga atau suami
bekerja sebagai pensiunan PT. Inti Roof
Hj. Hasanah (67 tahun) sebagai Istri
bekerja sebagai pensiunan bidan di Angkatan Laut
.Bapak Jakparudin menderita penyakit Hipertensi , Hernia Nukleus Pulposus (HNP)
dan Stroke sedangkan istrinya menderita penyakit Atrial Septal Defek (ASD)

dan

Hemifacialis Spasme. Bapak jakparudin dan istrinya jarang melakukan olahraga dan
bahkan tidak sama sekali karena faktor umur dan faktor kesehatan yang tidak
memungkinkan. Lingkungan rumah sekitar bapak Jakparudin terlihat bersih dan rapi
meskipun mereka hanya hidup berdua karena anak-anak mereka sudah berkeluarga.
Adanya petugas sampah keliling juga menjadi faktor yang membuat lingkungan rumah
menjadi bersih. Kerukunan warga di perumahan tersebut baik. Di bagian samping rumah,
terdapat rumah yang tidak dihuni.

Sejak Bapak Jakparudin terkena penyakit stroke. Tugas ibu Hasanah menjadi lebih
banyak. Ibu Hasanah tidak dapat bekerja terlalu lama sehingga membuatnya tidak
sanggup dalam menyelesaikan pekerjaan rumah yang lebih berat karena memiliki
masalah pada organ jantungnya. Hal inilah yang membuat beliau mudah lelah jika bekerja
terlalu lama seperti menguras bak mandi, berbelanja ke pasart, memasak, dan lain-lain.
Maka dari itu perlunya melakukan intervensi pada keluarga tersebut agar dapat
meminimalisir progesivitas penyakit dan mencegah penyakit lainnya untuk timbul.

BAB II
PEMILIHAN PRIORITAS DAN ALTERNATIF MASALAH
D. Identifikasi Masalah
Tabel 1. Identifikasi Masalah
No Program
Pola Makan tidak
1 teratur menyebabkan
terjadinya maag.
Makan makanan yang
banyak mengandung
kolestrol seperti nasi
2
padang menyebabkan
tekanan darah
meningkat
Mudah lelah karena
3
penyakit ASD

Target

Pencapaian

Masalah

3x/ hari

2x/hari (tidak
makan siang)

Mengurangi
makanan yang
banyak
mengandung
kolestrol

2 x/ minggu

Mengurangi tingkat
kelelahan

Ringan

E. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah


Tabel2. Prioritas Masalah
Masalah
Kriteria
Tingkat Urgensi (U)
Tingkat Keseriusan (S)
Tingkat Perkembangan (G)
UxSxG

4
3
2
24

4
4
3
48

5
4
4
80

Keterangan:
- Masing-masing kriteria
ditetapkan dengan nilai
-

1-5
Nilai 1 untuk tingkat

urgensi/keseriusan/perkembangan yang minimal dan nilai 5 untuk tingkat


-

urgensi/keseriusan/perkembangan yang maksimal


Prioritas masalah diurutkan berdasarkan hasil perkalian yang paling besar dari ketiga
hal tersebut.

Urutan Prioritas Masalah


5. Masalah 2 (makanan yang banyak mengandung kolestrol)
6. Masalah 3 (mudah lelah)
7. Masalah 2 (pola makan)

Masalah Prioritas

F. Mencari Akar Penyebab Masalah Prioritas


Masalah 1 (makanan yang mengandung kolestrol menyebabkan hipertensi)
Asessment berdasarkan teori Lawrence Green
Masalah 2 (mudah lelah karena penyakit ASD)
Genetik (+)

Perilaku

Sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak

Sering marah karena aktivitasnya tidak bisa mandiri


Hipertensi

Lingkungan (-)

Asessment berdasarkan teori Lawrence Green


Genetik (+)

Perilaku

Mengerjakan semua pekerjaan rumah secara mandiri

Mudah lelah karena ASD

Memiliki suami yang stroke sehingga harus membantu semua kegiatannya

Lingkungan (-)

Masalah 3 (Pola makan tidak teratur menyebabkan penyakit maag)


Asessment berdasarkan teori Lawrence Green

Perilaku
Hobi membuat camilan
Terbiasa sarapan sehingga malas makan siang

Pola makan tidak teratur

Lingkungan

No
.
1.

2.

Masalah
Makanan
yang banyak
mengandung
kolestrol

Jenis
Intervensi
Edukasi

Mudah lelah Edukasi


karena
penyakit ASD
yang diderita

Outline kegiatan intervensi

Media

-Menjelaskan kepada bapak


Jakparudin
untuk
mengurangi
konsumsi
makanan yang banyak
mengandung kolestrol
-Menyuruh ibu Hasanah
untuk
mengontol
suaminya
agar
tidak
memakan masakan padang
terlalu sering

Melalui lisan

-Menjelaskan kepada ibu


hasanah
mengenai
penyakit ASD
-Menyarankan kepada ibu
hasanah
untuk
tidak
bekerja
terlalu
berat
karena
bisa
membahayakan
jantungnya
-Memberikan saran untuk
menggunakan
jasa
pembantu rumah tangga

Melalui
lisan

Outcome
-

Meng
konsumsi
makanan
yang
sehat
-Tidak
membeli/
konsumsi
makanan
tidak sehat
dari luar
rumah
-ibu
hasanah
tidak
mudah
kelelahan
-ibu
hasanah
beraktivita
s ringan
dan tidak
memporsir
kegiatann
ya

3.

Pola
Makan Edukasi
tidak
teratur
menyebabkan
terjadinya
maag

-Menjelaskan
kepada
keluarga
mengenai
pentingnya makan siang
dan dampak penyakit
maag
terhadap
kesehatannya
-Saling mengingatkan dan
memastikan para anggota
keluarga untuk makan
siang

Melalui
Lisan

-Pola
makan
yang
teratur
dengan
rajin
makan
siang
sehingga
keluarga
bapak
Jakparudi
n
tidak
terkena
maag

G. Rencana Jangka Panjang Mandiri:


1.
2.
3.
4.

Mengkonsumi makanan yang sehat


Istri memasak makanan yang sedikit mengandung kolestrol
Mengatur pola makan yang teratur dan saling mengingatkan
Menjaga fisik ibu hasanah agar tidak mudah kelelahan dengan mengurangi beban kerjanya seperti
menyewa pembantu rumah tangga

BAB III
Implementasi Intervensi

1.1 Monitoring harian (hasil observasi)


Secara umum, telah dilakukan intervensi kepada keluarga bapak Jakparudin. Prioritas
lebih ditujukan pada Pola makan

keluarga. Telah dilakukan edukasi tentang pola

makan yang teratur, menu yang sehat (mengurangi makanan berkolestrol tinggi).
1.1.1 Mengedukasi kepada keluarga bapak Jakparudin agar makan dengan
teratur dan sebisa mungkin memakan makanan yang dimasak sendiri
agar terjamin higienis dan sehat. Dan juga mengedukasi ke pada ibu
Hasanah agar tidak menggunakan penyedap rasa/ MSG dan mengurangi
makanan yang mengandung kolestrol pada saat memasak.
Pada hari 1 : Meminta kesediaan waktunya untuk menjelaskan
pentingnya pola makan yang teratur dan makanan yang sehat.

Pada hari 2
yang

: Mulai menerapkan makanan yang sehat seperti gizi

seimbang,

menghentikan

kebiasaan

memakan

makanan

berkolestrol tinggi.
Pada hari 3
: Mengurangi mengkonsumsi kopi di setiap sarapan dan
mengganti dengan susu low fat dan rendah gula, dan juga membatasi

konsumsi garam.
Pada hari 4
: Mengurangi membeli makanan diluar yang kurang
sehat dan memberitahu ibu Hasanah untuk memasak sendiri makanan

untuk keluarga.
Pada hari 5
: Makan tepat waktu
Pada hari 6
: Menghindari makan makanan yang mengandung

kolesterol tinggi, dan secara keseluruhan sudah diterapkan


Pada hari 7
: Pola makan sudah teratur, tidak menggunakan
penyedap rasa, membatasi konsumsi garam, menghindari makanan
yang mengandung kolesterol tinggi
Memberi edukasi kepada Ibu Hasanah

1.1.2

agar istirahat yang cukup

,mengurangi beban pekerjaannya dan menawarkan untuk menggunakan


jasa pembantu rumah tangga yang berhubungan dengan penyakit ASD
yang diderita.
Pada hari 1

: Menjelaskan kepada Ibu hasanah tentang penyakit

ASD
Pada hari 2

agar ibu Hasanah tidak mudah kelelahan.


Pada hari 3
: Memberi tahu ibu Hasanah agar sering beristirahat dan

tidak memporsir pekerjan rumah.


Pada hari 4
: Ibu Hasanah mulai mengurangi pekerjaan berat dan

: Memberi edukasi agar mengurangi aktivitas yang berat

sering beristirahat saat mulai terasa lelah


1.1.3

Memberikan edukasi kepada ibu Hasanah agar menjaga pola makan


yang teratur agar tidak terkena penyakit maag.
Pada hari 1
: Menjelaskan kepada ibu Hasanah tentang penyakit

maag
Pada hari 2

melakukan pola makan yang teratur dan sehat


Pada hari 3
: Ibu hasanah mulai menerapkan pola makan yang

: Memberikan edukasi kepada ibu Hasanah agar

teratur dan sehat


1.2 Masalah Selama Implementasi

Dalam hal melakukan intervensi pada keluarga bapak Jakparudin, pasti tentunya
terdapat masalah dalam mengimplementasi. Masalah yang dihadapi selama
implementasi antara lain:
Terkadang masih mengkonsumsi makanan berkolestrol jika keluarga istrinya

sedang tidak di rumah


Karena kondisi suaminya yang tidak memungkinkan ibu Hasanah terpaksa

untuk memporsir fisiknya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah.


Terkadang masih belum bisa menerapkan pola makan yang teratur karena
keluarga kurang mengingatkan

1.3 Dokumentasi
Menerapkan konsumsi makanan yang sehat

Memberikan edukasi dan mengontrol tekanan darah bapak Jakparudin

Memperhatikan kesehatan ibu Hasanah dengan cara menyuruhnya istirahat jika


kelelahan

1.4 Catatan Tambahan


Intervensi sulit dilakukan ketika tidak ada saling mengingatkan di antara
keluarga
1.5 Rangkuman Hasil Intervensi
Intervensi sebagian besar telah dilakukan dalam mengatasi masalah menu makanan yang
sehat, pola makan, mengurangi aktivitas yang berat. Diawali dengan edukasi terlebih
dulu tentang kesehatan terutama menu dan pola makan yang baik, makanan yang sehat
dan dampak dari kelelahan bagi ibu Hasanah. Selanjutnya inform consent, lalu
melakukan tindakan. Keluarganya cukup baik dalam kerjasama untuk membantu tugas
ini.

Bianca Theodeanna
Secara keseluruhan, intervensi yang diberikan kepada keluarga Pak Mansyur
sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Hanya pada beberapa hari pertama keluarga

Pak Mansyur masih lalai mengikuti saran intervensi. Pak Mansyur sudah rutin
beorlahraga ringan pagi di depan rumah sebelum berjualan. Pak Mansyur sudah
membiasakan berjalan kaki dari rumahnya menuju ke tempat berjualan, walaupun
sesekali masih diantar menggunakan motor saar Pak Mansyur merasa kurang sehat
atau terasa kaku.

Keluarga ini juga sudah membatasi konsumsi makanan

berkolesterol tinggi seperti daging gulai dan kambing, yang diganti dengan ayam
rebus dan ikan yang tidak digoreng. Bu Justina juga sudah membatasi memasak
goreng-gorengan yang diganti menjadi rebus atau tumis. Walaupun Pak Mansyur
tidak terlalu suka dengan lauk yang sekarang selalu diperhatikan oleh Bu Justina,
mereka sudah terus mengontrol lauk mereka sehari-hari. Pak Mansyur sudah tidak
minum kopi sejak hari ketiga intervensi, yang diganti dengan teh manis atau susu.
Pada beberapa hari akhir intervensi, Pak Mansyur sudah merasa jauh lebih enak dan
tubuh tidak kaku. Beliau juga sudah terbiasa untuk jalan atau berlari kecil beberapa
putaran di taman kota di dekat rumahnya. Pada hari terakhir intervensi Pak Mansyur
sudah bisa pergi cukup jauh tanpa bantuan orang lain.
Kendala yang dihadapi yaitu keluarga Pak Mansyur masih lalai menerapkan
anjuran intervensi pada beberapa hari pertama. Keluarga ini masih mengkonsumsi
makanan dengan kolesterol tinggi pada beberapa hari pertama. Pak Mansyur masih
mengkonsumsi kopi dalam 2 hari pertama intervensi. Namun karena terus didorong
dan dipantau oleh peneliti, Pak Mansyur mulai melakukan anjuran-anjuran yang
diberikan oleh peneliti. Setelah beberapa hari Pak Mansyur pribadi merasakan
perubahan dari kekakuannya terutama pada kaki kanan yang baru saja terkena stroke
ringan. Sejak beliau merasakan manfaatnya, kegiatan-kegiatan aktivitas fisik tersebut
terus dilakukannya setiap hari dan mulai menjadi kebiasaan beliau.