Anda di halaman 1dari 12

Perhitungan Pembebanan

A. Data Teknis
Berikut data teknis yang diketahui :
1. Bentang Jembatan

= 24

2. Jumlah Stringer

=7

buah

3. Spasi Antar Stringer = 1,16667

4. Spasi Cross Girder

=3

Gambar 1 Batang Melintang Bawah Jembatan

Gambar 2 Batang Samping Jembatan

Gambar 3 Batang Melintang Atas dan Ikatan Angin Jembatan

Dimensi batang :

Batang melintang atas

= WF250x125x9

Ikatan Angin

= 2L 100x100x10

Batang melintang bawah

= WF900x300x16

Batang Diagonal Samping

= WF400x400x13

Batang Tegak Samping

= WF700x300x13

B. Perhitungan Beban

Gambar 4 Potongan Melintang Jembatan

Data Perencanaan :
Lebar Plat

=7

Spasi Tambahan

= 0,3

Lebar Trotoar

=1

Lebar Total Jembatan

= 9,6

BJ Aspal

= 2200

kg/m3

BJ Beton

= 2400

kg/m3

BJ Besi

= 7850

kg/m3

Tebal Aspal Overlay

= 0,04

Tebal Aspal

= 0,05

Tebal Beton

= 0,5

End

= 0,25

Middle

= 0,311

Tebal Lajur Pejalan Kaki Dalam = 0,5 m


Tebal Lajur Pejalan Kaki Luar
Tebal Steel Deck

= 0,5 m

= 0,015

1. Beban Plat Beton


Lajur jalan (qll-end) = t x spasi cross girder x BJ Beton
= 0,25 x 3 x 2400

= 1800 kg/m

Lajur jalan (qll-mid) = t x spasi cross girder x BJ Beton


= 0,311 x 3 x 2400
Lajur pejalan kaki

= t x spasi cross girder x BJ Beton


= 0,5 x 3 x 2400

2. Steel Deck

= 2239,2 kg/m

= 3600 kg/m

Sheet

= t x spasi cross girder x BJ Besi


= 0,015 x3 x 7850

= 353,25 kg/m

3. Beban Aspal
Aspal

= t x spasi cross girder x BJ Aspal


= 0,05 x 3 x 2200

Aspal Overlay

= 330 kg/m

= t x spasi cross girder x BJ Aspal


= 0,04 x 3 x 2200

Total

= 264 kg/m

= Aspal + Aspal Overlay


= 330 + 264

= 594 kg/m

4. Beban Lalu Lintas


Beban Terbagi Rata (BTR)
Syarat :

Untuk L < 30 q = 9 Kpa


Untuk L > 30 q = 9 (0,5+15/L) Kpa

Dimana,

q adalah intensitas beban terbagi rata (BTR) arah memanjang jembatan


L adalah panjang total jembatan yang dibebani (m)

1 Kpa

= 101,971

BTR q

= 9 Kpa

kg/m2
= 917,74 kg/m2

= 9 x 101,971
BTR

= BTR q x spasi cross girder


= 917,74 x 3

BTR 100%

= 2753,217

BTR 50%

= 50% x BTR

= 2753,217 kg/m
kg/m

= 50% x 2753,217

= 1376,6085 kg/m

Beban Garis Terpusat (BGT)


Beban garis dengan intensitas p kN/m harus ditempatkan tegak lurus terhadap arah
lalu lintas pada jembatan. Besarnya intensitas p adalah = 49 kN/m.
Faktor beban dinamis (Dinamic Load Allowance) untuk KEL diambil sebagai berikut :
DLA = 0,40

untuk L 50 m

DLA = 0,4 0,0025 x (L-50)

untuk 50 < L < 90 m

DLA = 0,30

untuk L 90 m

Maka, digunakan DLA = 0,40 karena bentang jembatan hanya 24 m


BGT

= (1+ DLA) x P

BGT

= (1 + 0,4) x 49 kN/m

= 68,6 kN/m
= 6860 kg/m
BGT 100%

= 6860 kg/m

BGT 50%

= 50% x BGT
= 3430 kg/m

5. Gaya Rem

Diambil, P

= 6360 kg

Jumlah Joint = 12
P per joint

= 6360 / 12
= 530 kg

6. Beban Pejalan Kaki (PL)


Luas Trotoar = Lebar trotoar x spasi cross girder
= 3 m2

Diambil nilai intensitas beton


=5

Kpa

(1 kpa = 101,97 kg/m2)

= 509,85 kg/m2
PL

= nilai intensitas beton x spasi antar cross girder

= 509,85 x 3

= 1529,55 kg/m

7. Beban Angin
Gaya nominal ultimit dan daya layan jembatan akibat angina tergantung kecepatan
angina rencana, seperti berikut :
Tew

= 0,0006 Cw (Vw)2 Ab

Keterangan : Vw adalah kecepatan angina rencana (m/s)


Cw adalah koefisien seret
Ab adalah luas koefisien bagian samping jembatan (hxL) (m2)
Vw

= 30

b/d

= 6,4

Cw

= 1,25

Ab

= 112,5 m2

m/s

(Tabel 27 SNI T-02-2005)

Karena jembatan merupakan bentuk rangka maka nilai Ab diambil 30%


30% Ab

= 33,75 m2

Tew

= 0,0006 x 1,25 x 302 x Ab


= 22,7813 kN
= 2278,13 kg

Tew

(Pada Struktur)

= 0,0012 x 1,25 x 302


= 45,563 kN/m2

H kendaraan = 2

X kendaraan = 1,75

Pew

(Pada Kendaraan)

= ( x h /x) x Tew
= 26,0357 kN/m

8. Beban Gempa
Beban Mati (BJ x t x lebar melintang jembatan)
Steel Deck

= 7850 x 0,015 x 7
= 824,25

kg

Concrete Deck = 2400 x 0,311 x 7


= 5224,8
Trotoar

Self Weight

kg

= 2400 x 0,5 x 2
= 2400

kg

= 69408,03

kg (Didapat dari program SAP2000)

Total Weight = 317572,11 kg


= 317,57211 kN

Teq

= kh x I x WT

Kh

=Cxs

Tabel 32 Faktor Kepentingan (RSNI T-02-2005 hal 39)


Jembatan memuat lebih dari 2000 kendaraan/hari,
jembatan pada jalan raya utama atau arteri dan jembatan
dimana tidak ada rute alternatif.
Seluruh jembatan permanen lainnya dimana rute
alternative tersedia, tidak termasuk jembatan yang
direncanakan untuk pembebanan lalu lintas yang
dikurangi.
Jembatan sementara (misal: Bailey) dan jembatan yang
direncanakan untuk pembebanan lalu lintas yang dikurangi
sesuai dengan pasal 6.5.
Kondisi tanah dasar termasuk sedang (medium
Lokasi wilayah gempa

=3

Koefisien geser dasar

= 0,18

1.2

0.8

Untuk struktur jembatan dengan daerah sendi plastis beton bertulang, maka factor tipe
struktur dihitung dengan rumus,
S

= 1,0 x F

Dengan nilai
F

= 1,25 0,025 x n

( F harus diambil 1)

Untuk nilai n = 1 maka :


n

=1

= 1,25 0,025 x n
= 1,225

Faktor tipe struktur,


S

= 1,0 x F
= 1,225

Koefisien beban gempa horizontal


Kh

=CxS
= 0,221

Koefisien beban gempa vertical


Kv

= 50% x Kh
= 0,110 > 0,1

Gaya gempa vertical,


Teq

= Kv x Wt

diambil Kv

= 0,110

= 35,012 kN
Gempa All Joint
Teq joint

= Teq / Jumlah Joint


= 2,1883 kN

9. Beban Truk (T)


Faktor beban ultimit KTT

= 2,0

Beban hidup pada lantai jembatan berupa beban roda ganda oleh truk (beban T) yang
besarnya,
T

= 100 kN

Faktor beban dinamis untuk pembebanan truk diambil


DLA = 0,4
Beban Truk

= (1+DLA) x T
= 140 kN

Pemodelan Struktur
Beban Aspal

Plat Beton

Trotoar

Stringer

Steel Deck

UDL

KEL

Pejalan Kaki

Gaya Rem

Gaya Angin

Gempa X

Gempa Y

Gempa Z

Cek Keamanan