Anda di halaman 1dari 16

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)

FTS - 412

Tugas Ke

:1

Nama

: SUHERMAN

Npm

: 113130030

Tingkat

: 4 (Semester 7)

Tanggal

: 8 Oktober 2016

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSIAS SWADAYA GUNUNG JATI
CIREBON
2016

SOAL
1. Coba anda sebutkan Definisi Sistem Informasi Geografi (SIG) dari beberapa
sumber dengan menyebutkan sumber/penulisnya. (minimal 5).
2. Coba anda jelaskan sejarah perkembangan SIG dari tahap awal digunakan
hingga perkembangan terakhir ini dengan menyebutkan sumber literaturnya.
(dari buku atau internet).
3. Coba anda sebutkan dan jelaskan beberapa contoh aplikasi penggunaan SIG
dengan menyebutkan pengguna/Institusinya. (minimal 5).
JAWABAN
1. Definisi Sistem Informasi Geografi (SIG) ?
- Menurut Demers (1997), SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk
mengumpulkan, memeriksa, mengintegrasikan, dan menganalisa informasi-

informasi yang berhubungan dengan permukaan bumi.


Menurut GUO (2002), SIG adalah teknologi informasi yang menganalisa,
menyimpan, dan menampilkan baik data pasial maupun non-spasial. SIG
mengkombinasikan kekuatan perangkat lunak basis data relasional dan paket

perangkat unak CAD.


Menurut (Barry W., 1995 dalam Wikantika et al, 2005). Geomatika yang
diperlukan oleh masyarakat pada umumnya adalah Geomatika untuk aplikasi,
sedangkan Geomatika untu penelitian dan pendidikan merupakan tugas bagi
lembaga-lembaga

pendidikan,

khususnya

perguruan

tinggi

dalam

mengembangkan pendidikan geomatika. Sedangkan bidang aplikasi praktis


merupakan bidang yang akan banyak digunakan dalam pemecahan masalah
(problem solving) oleh banyak pihak baik swasta maupun pemerintah.
Sistem informasi geografis (SIG) merupakan gabungan dari berbagai disiplin
ilmu sekaligus merupakan "interaktif-teknologi", karena data dari berbagai
macam sumber dikombinasikan, dimana data tersebut bereferensi ke
permukaan bumi.

Menurut Petrus Paryono


SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan,
manipulasi dan menganalisis informasi geografi. Dari definisi-definisi di atas

dapat disimpulkan bahwa SIG merupakan pengelolaan data geografis yang


didasarkan pada kerja komputer (mesin).
-

Menurut (Aronof, 1993).


Definisi SIG selalu bertembah, berkurang, dan bervariasi. Hal ini karena SIG
merupakan suatu bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif baru namun
terlepas dari bervariasinya definisi SIG secara umum yang paling perlu
diperhatikan adalah komponen-komponen yang disebutkan.
Komponen Utama Sistem Informasi Geografis (SIG).
Melihat SIG sebagai suatu sistem, maka SIG terdiri dari beberapa komponenkomponen penyusun. Komponen penyusun dalam SIG adalah: perangkat
keras (hardware), perangkat lunak (software), organisasi (manajemen) dan
pemakai (users).
Kombinasi dari komponen-komponen tersebutlah yang akan menentukan
kesuksesan pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG).

2. Sejarah perkembangan (SIG) ?


Peta-Peta Pertama

SIG telah berevolusi dari abad ke abad kelahiran hingga perkembangan


ilmu-ilmu Geodesi, Geografi, dan Kartografi.
-

Peta pertama ditemukan ketika dilakukan penggalian reruntuhan


kota Gasur di Babilonia. Peta ini dibuat tahun 2500 SM, berupa

lempeng kecil yang terbuat dari tanah liat.


Peta kedua ditemukan di Mesir, diperkirakan dijaman Rameses II
(1200 SM), digambar diatas lembaran kertas yang terbuat dari kulit

(parchment).
Peta dunia pertama dibuat oleh Claudius Ptolomaeus di Yunani.
Bangsa

Yunani

memperkenalkan

konsep-konsep

bumi

bulat,

dengan kutub-kutubnya, garis khatulistiwa dengan daerah-daerah


tropisnya, sistem koordinat geografi lintang dan bujur, sistem
-

proyeksi peta, dan hitungan dimensi-dimensi bumi.


Bangsa Romawi meneruskan pengembangan peta seperti bangsa
Yunani, namun lebih memperhatikan peta praktis untuk kebutuhan

administrasi dan militer.


Bangsa Arab maju dalam pembuatan peta abad VII.
Perjalanan Laut Marcopolo, Colombos, Vasco da Gama turut
menyumbangkan perkembangan peta-peta laut.

Mulai Abad ke XII, informasi geografi sebagian besar digunakan

untuk perdagangan dan expedisi dan operasi militer.


Pada Akhir abad IX, penggunaan peta untuk tujuan kepemilikan

persil-persil tanah penguasa.


Foto udara pertama kali dipergunakan sekitar tahun 1909.
Fotogrametri, teknik pengukuran dan pengamatan data geografi
dengan menggunakan foto udara, berkembang pesat sejak 1920an
hingga 1930an.

Proses Informasi Geografis Otomatis Pertama.


Walaupun Baise Pascal sangat dihormati karena penemuan mesin
hitung pertama pd 1642, data dengan jumlah besar baru pertama kali
diproses secara otomatis pada 1890, ketika pentabulasian Hollerith
digunakan untuk proses kompilasi data sensus di USA, menggunakan
punch card (kartu berlubang).
- Selama perang Dunia II. komputer yg terkenal adalah ENIAC
(Electronic Numerical Integrator and calculator) utamanya dipakai
-

untuk memenuhi kebutuhan militer.


IBM muncul pada tahun 1953 dengan komputer model 650.
ENIAC, whirlwind, dan IBM 650 di kenal sebagai komputer generasi

pertama.
Di awal 1960-an potensi komputer elektronik telah dikenal di
Kanada dan Amerika Serikat digunakan oleh para ahli meteorologi,

geologi dan geofisika.


Pada 1963, Sistem Informasi Geografis Kanada (CGIS: Canadian
Geographic Information System) mulai beroperasi pertama di
dunia, dua tahun berikutnya di USA (MIDAS).

Komputer dan Pengembangan SIG.


- Tahun 1960an-1970an telah dikembangkan IC (integrated circuit)
sehingga
-

kecepatan

proses

sangat

cepat

melebihi

generasi

sebelummya.
Tahun 1971-1972 ditemukan Microprocessor, yang kemudian pada
tahun 1974 digunakan untuk membangun komputer dekstop

generasi IV.
Pada
1970an

berbagai

sistem

telah

berevolusi

menggantikan komputasi Kartografi Manual menuju Digital

untuk

1980an, sistem basis data relasional, seperti : dbase dan Oracle,

muncul sehingga sangat berguna untuk proses data geografi.


Disiplin ilmu yang juga mempengaruhi perkembangan SIG adalah
Teori topologi, graph, dan hitungan geometri.

Pengembangan SIG di Lingkungan Akademik.


Universitas Harvard, USA.
Mendirikan Laboratorium komputer grafik dan analisis spasial
tahun 1960, untuk mengembangkan perangkat lunak pemetaan
multiguna. Antaranya : SYMAP (synagraphic mapping), CALFORM,
SYMVU, GRID yang terus dikembangkan hingga tahun 1970-an
diproduksi POLYVRT dan ODYSSEY dengan kelebihan kemampuan
konversi format peta digital, fleksibilitas, efisiensi, dan penghapusan
sliver.
ITC, Belanda.
Menghasilkan perangkat lunak ILWIS (Integrated Land and Water
Information

System),

menggabungkan

pengolahan

citra

satelit,

basisdata dan karakter konvensional untuk penentuan zona-zona


penggunaan tanah (landuse) dan manajamen pemanfaatan sumber
daya air.
Univeristy of Clark, USA.
Menghasilkan perangkat lunak SIG terbesar dan termurah yaitu:
IDRISI dengan proses citra digital, dan informasi geografis yang
berdasarkan grid (raster).

Pengembangan SIG di Lingkungan Perusahaan.


ESRI inc.(Environmental System research Institute)
- Perusahan yang menghasilkan produk perangkat SIG yang handal
dan
-

terkenal.

Didirikan

oleh

Jack

Dangermond

Dangermond tahun1969.
Awal 1981 me-release ARC/INFO.
Pada 1991, dikembangkan ArcView.
Pada 2007-an, ESRI mengenalkan ArcGIS.

dan

Laura

MapInfo Corp.
- Mengembangkan produk mulai 1986, yang dikenal dengan nama
-

MapInfo.
Modul tambahan

MapBasic

(bahasa

scrip),

MapX

(dapat

diintegrasikan dengan bahasa program lain untuk membangun


aplikasi SIG), MapXTream (interaksi SIG dengan jaringan internet),
dll.
Perkembangan Perangkat SIG saat ini.
- Beberapa produk SIG lain yang sering disebut dan digunakan,
yaitu :
-

ER Mapper, ERDAS, SpansGIS, MGE, dan

sebagainya.
Perangkat SIG terus dikembangkan sesuai kebutuhan yang
diimplementasikan dalam bentuk modul-modul atau komponen
perangkat lunak yang terpisah dari paket perangkat SIG standar.

(Sumber : Diktat Matakuliah Sistem Informasi Geografis oleh


Wachid Sugiman, Drs, MT)
3. Aplikasi Penggunaan SIG?

SIG bidang Pemantauan Produksi Dibidang Pertanian,


Modeling produksi tanaman merupakan salah satu contoh aplikasi SIG di
bidang pertanian. Permodelan dengan menggunakan SIG menawarkan
suatu mekanisme yang mengintegrasikan berbagai jenis data (biofisik)
yang

dikembangkan

atau

digunakan

dalam

penelitian

pertanian.

Monitoring kondisi tanaman pertanian sepanjang musim tanaman serta


prediksi potensi hasil panen berperan penting dalam menganalisis
produksi musiman. Informasi hasil panen yang akurat dan terkini sangat
dibutuhkan oleh departemen pertanian berbagai negara.

a) Penilaian Resiko Usaha Pertanian,


Dalam teknologi pangan, GIS dapat digunakan untuk memetakan
keberadaan tanaman pangan. Aplikasi GIS yang digunakan dalam
teknologi pangan diantaranya adalah foodtrace dan quality trace. Aplikasi
ini telah dikembangkan oleh THailand. Dengan aplikasi ini kita dapat
memperoleh informasi mengenai bahan baku suatu produk baik itu dari
segi mutu dan asal bahan baku. Di Thailand, salah satu perusahaan
pengalengan jagung menggunakan aplikasi ini untuk mencantumkan
informasi bahan baku dan ada kode-kode yang dapat dicek oleh
konsumen untuk mengetahui asal bahan baku. Selain itu, GIS juga dapat
dipergunakan untuk memetakan ketahanan pangan suatu wilayah
berdasarkan data-data yang dimasukkan dalam GIS.
b) Pengendalian Hama Dan Penyakit,
Contohnya adalah pemetaan penyebaran penyakit di beberapa wilayah
baik itu penyakit lama atau merupakan penyakit baru sehingga dengan
pemanfaatan GIS dapat dilakukan pencegahan. Dalam bidang Hama dan
Penyakit Tumbuhan, penerapan GIS dilakukan untuk melaksanakan
pengendalian

secara

dini

yang

bersifat

kewilayahan.

Dengan

pemenfaatan GIS serangan akan adanya penyakit dapat lebih diantisipasi.

d) Pemantuan Budidaya Pertanian,


Sebagai contoh dengan penggunaan aplikasi GIS kita dapat mengetahui
keadaan tanaman, parameter tanah, informasi mengenai lingkungan
tumbuh di lapang, mendeteksi pertumbuhan tanaman, kadar air tanah dan
tanaman, hama dan penyakit tanaman, pemetaan sumber daya, irigasi,
mengetahui kebutuhan pupuk, menentukan posisi lahan, monitoring
lingkungan, dan lain sebagainya. GIS juga dapat digunakan untuk
membuat peta persebaran tanaman pangan dalam suatu wilayah, peta
persebaran komoditi hortikultura, jenis tanah, dan lain sebagainya.

e) Presisi Pertanian,
Pertanian Presisi (precision farming/PF) merupakan informasi dan
teknologi pada sistem pengelolaan pertanian untuk mengidentifikasi,
menganalisa, dan mengelola informasi keragaman spasial dan temporal di
dalam lahan untuk mendapatkan keuntungan optimum, berkelanjutan, dan

menjaga lingkungan. Tujuan dari PF adalah mencocokkan aplikasi sumber


daya dan kegiatan budidaya pertanian dengan kondisi tanah dan
keperluan tanaman berdasarkan karakteristik spesifik lokasi di dalam
lahan. Pada saat ini banyak produsen tanaman menerapkan site-specific
crop management (SSCM).

Pemantauan hasil secara elektronis

(electronic yield monitoring) seringkali menjadi tahap pertama dalam


mengembangkan SSCM atau program PF.

Data hasil tanaman yang

presisi dapat digabungkan dengan data tanah dan lingkungan untuk


memulai pelaksanaan pengembangan sistem pengelolaan tanaman
secara presisi (precision crop management system). PF diprediksi pada
geo-referencing, yaitu penandaan koordinat geografi untuk titik-titik pada
permukaan bumi. Dengan global postioning system (GPS) dimungkinkan
menandai koordinat geografi untuk beberapa objek atau titik dalam 5 cm,
walaupun keakuratan dari aplikasi pertanian kisaran umumnya adalah 1
sampai 3 meter. GPS adalah sistem navigasi berdasarkan satelit yang
dibuat dan dioperasikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
GPS telah terbukti menjadi pilihan dalam postioning system untuk PF.
Metode untuk meningkatkan keakuratan pengukuran posisi disebut
koreksi diferensial atau DGPS (differential global postiong system).
Perangkat keras yang diperlukan adalah GPS receiver, differential
correction signal receiver, GPS antenna, differential correction antenna,
dan computer/monitor interface.
f) Pengelolaan Sumberdaya Air
Rice Irrigation Management System (RIMS) di Tanjung Karang, Malaysia
Sistem ini dikembangkan oleh Eltaeb Saeed, Rowshon, M.K., Amin,
M.S.M. Tujuan pembangunan RIMS yang didukung teknologi GIS
(Geographic Information System) adalah untuk melakukan efisiensi
penggunaan

air

dan

meningkatkan

produktifitas

lahan

pertanian.

Teknologi GIS berfungsi untuk menyimpan data ke dalam basis data


komputer sehingga memungkinkan untuk melakukan analisa wilayah
geografi dalam hal ini wilayah yang dilalui saluran irigasi. Kemampuan
sistem RIMS yang menggunakan teknologi GIS dapat mengembangkan

manajemen air dengan baik. Sistem RIMS diterapkan di wilayah irigasi


Tanjung Karang, Malaysia.
g) Kajian Biodiversitas Bentang Lahan Untuk Kegiatan Pertanian Berlanjut
Dalam aspek konservasi hutan dan keragaman hayati, menentukan area
prioritas dan hotspot dari keragaman hayati adalah hal paling mendasar.
Aplikasi SIG untuk ini, baik di negara maju maupun di negara
berkembang, sudah cukup banyak. Hutan tropis mempunyai peranan
yang signifikan dalam perubahan iklim global. SIG merupakan alat yang
sangat berguna dalam penelitian perubahan iklim, yaitu dalam hal
pengorganisasian data, dalam bentuk basisdata global, dan kemampuan
analisa spasial untuk pemodelan. Aplikasi SIG untuk penelitian perubahan
iklim berkembang pesat, tetapi untuk negara berkembang masih sangat
terbatas. Basisdata spasial akan semakin penting dalam hal mendukung
pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan hutan.
Beberapa basisdata global yang mencakup area hutan tropis sudah
tersedia, yaitu meliputi basisdata topografi, hutan tropis basah, iklim

global, perubahan iklim global, citra satelit, konservasi dan tanah.


Aplikasi yang digunakan adalah Web gis, Arcgis, Map info, Waze, Google
Earth, Google Maps, Global Maper

SIG di bidang Perikanan dan Kelautan

1. Site selection atau pilihan untuk budidaya laut.


Hal ini merupakan awal untuk menggunakan GIS dalam bidang
perikanan. Hal ini umumnya dilakukan di ruang skala kecil, namun
sebenarnya dapat digunakan dalam skala besar. Pemilihan lokasi ini
menjadi penting karena semakin banyaknya hambatan yang dihadapi
dalam budidaya laut dan payau, misalnya masalah penyakit ikan secara
massal di beberapa negara seperti Thailand,Sri Lanka, Indonesia dan
banyak penyakit wabah lainnya yang dapat menyebabkan masalah dalam
perikanan budidaya.
2. Aplikasi SIG untuk menganalisis lokasi yang cocok untuk distribusi
ikan berdasarkan parameter lingkungan. Berdasarkan parameter-

parameter lingkungan seperti suhu perairan,kesuburan perairan dan


fenomena/proses yang terjadi seperti upwelling,thermal fronts).
3. Modelling pergerakan dan aktivitas ikan.
Aplikasi numerik ke model SIG untuk mensimulasikan
memeramalkan berbagai proses.
4. Analisa dan usaha perikanan tangkap.
Manajer Perikanan akan tertarik

dimana

usaha

atau

perikanan

terkonsentrasi; dimana jumlah ikan yang tertangkap banyak; apa


hubungan antara menangkap dan usaha, dll, dan banyak hal menarik
yang berhubungan dengan usaha perikanan tangkap dapat dianalisis
dengan SIG. Statistik keluaran dapat diperoleh dari berbagai GIS
program. Jelas menangkap dapat dijelaskan dalam kaitannya dengan
berbagai lingkungan parameter, atau dalam hal siklus hidup ikan.
5. Membangun database perikanan Regional dan Nasional.
Walaupun tidak secara langsung dengan GIS aplikasi untuk
manajemen perikanan dalam dilakukan, jelas bahwa tanpa masukan
data besar maka aplikasi GIS untuk perikanan dan kelautan tidak
dapat berfungsi. Maka di beberapa daerah utama perikanan yang
besar upaya membangun data database, metadata set telah
dilakukan.

Aplikasi yang digunakan adalah Web gis, Arcgis, Map info, Waze, Google
Earth, Google Maps, Global Maper

SIG Bidang Statistik Perhubungan


Sektor Perhubungan adalah salah satu sektor yang penting dan
menentukan dalam menunjang suksesnya pelaksanaan pembangunan di
Indonesia. Untuk mengetahui kinerja Sektor Perhubungan dapat dilihat
melalui data-data yang terdokumentasikan. Halaman ini menampilkan
data-data statistik secara on-line terkait prasarana transportasi dan
beberapa data pendukung terkait. Data-data tersebut berbentuk data
tabular, grafik dan spasial.
Data-data statistik tersebut terdiri dari:

Perhubungan Darat

Statistik Perhubungan Laut

Statistik Perhubungan Udara

Statistik Perhubungan Perkeretaapian

Data Pendukung

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai data-data diatas dapat


menghubungi gis@dephub.go.id
Data Prasarana Perhubungan
Menampilkan Data Prasarana Perhubungan secara tabular. Anda
dapat mencari data prasarana berdasarkan kata kunci nama
prasarana, provinsi, nama kota, serta pengelola data yang
berwenang atas prasarana tersebut.
Data-data yang disajikan diantaranya adalah:

Prasarana Transportasi Darat


Terminal

Penyeberangan
UPPKB
Prasarana Transportasi Laut
Pelabuhan

Prasarana Transportasi Udara


Bandara

Prasarana Transportasi Keretaapi


Stasiun Kereta api

Aplikasi yang digunakan adalah Web gis, Arcgis, Map info, Waze, Google
Earth, Google Maps

SIG Bidang Sosial


Modal pembangunan tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam,
tetapi juga sumber daya manusia dan sumber daya sosial. SIG juga dapat
dimanfaatkan dalam bidang sosial. Khusus dalam bidang sosial, SIG
dapat dimanfaatkan pada hal-hal berikut:
Untuk pendataan dan kemungkinan pengembangan pusat-pusat

pertumbuhan ekonomi.
Mengetahui luas dan persebaran, serta kualitas lahan pertanian

dan kemungkinan pola drainasenya.


Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk,
kawasan industri, pendidikan, rumah sakit, perkantoran, sarana

hiburan dan rekreasi, serta pembuatan jalur hijau.


Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.

Untuk pendataan dan pengembangan jaringan sarana transportasi

dan komunikasi.
Aplikasi yang digunakan adalah Web gis, Arcgis, Map info, Waze, Google

Earth, Google Maps, Global Maper


SIG Bidang Sumber Daya Alam
Pembangunan di Indonesia harus terus ditingkatkan sesuai dengan
meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya budaya. Per
kembangan tersebut mendorong perlunya informasi yang rinci, cepat, dan
aktual tentang sumber daya yang dimiliki oleh setiap wilayah. Berbagai
data sumber daya hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan baku
untuk perencanaan pembangunan.
Manfaat SIG dalam inventarisasi sumber daya alam antara lain sebagai
berikut.
1) Untuk pengawasan daerah bencana alam, seperti:
a) Memantau luas wilayah bencana alam;
b) Memetakan wilayah rawan bencana;
c) Pencegahan terjadinya bencana alam di masa datang;
d) Menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana.

Aplikasi yang digunakan adalah Web gis, Arcgis, Map info, Waze, Google
Earth, Google Maps, Global Maper

PENYEDIA LAYANAN SOFWARE


http://www.bakosurtanal.go.id/ (untuk memperoleh data Peta

Geospasial) (BPN)

http://www.esri.com/ (untuk memeroleh data peta geologi)

( BIG)

http://www.remotesensing.gov.my (untuk memperoleh data


peta citra)

http://www.r

motesensin

.gov.my
(untuk

memperoleh data Digitasi) (PDAM)

http://www.erdas.com/Homepage.aspx (untuk memperoleh data


kontur)

http://www.erdas.com/Homepage.aspx (untuk memperoleh data peta


DEM)