Anda di halaman 1dari 34

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

Dalam rangka meningkatkan produksi benih ikan baik kualitas


maupun kuantitas, maka

para pembenih

perlu dibekali dengan

pengetahuan dan keterampilan mengenai manajemen induk dan teknik

I.

pembenihan ikan yang baik dan benar. Berkenaan dengan iru disusulah
buku Petunjuk Teknis Pembenihan ikan,

dengan tujuan dapat dijadikan

sebagai materi penyuluhan perikanan dan pedoman kegiatan pembenihan

II.

ikan.
Kami sadari sepenuhnya bahwa buku ini masih belum sempurna dan
masih terdapat kekurangan lhususnya dalam memberikan informasi tentang

III.

pemijahan ikan. . Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak sangat
diharapkan guna perbaikan dan penyempurnaan penulisan buku sejenis di
masa mendatang.

IV..

Ucapan terima kasih dan pengjargaan yang setingi-tingginya, kami


sampaikan kepada bapak, ibu dan saudara(i) atas segala dukungan dan
partisipasinya dalam penyusunan buku ini.
Demikian adanya semoga buku ini

dapat bermanfaat bagi kita

V.

semua khususnya dalam rangka pengembangan pembenihan ikan di


Kalimantan Selatan.
Vi

Banjarbaru, Oktober 2015


Kepala Dinas perikanan dan Kelautan
Provinsi Kalimantan Selatan,

vii

Dr. Ir. H. ISRA


Pembina Utama Madya
NIP. 19590707 198503 1 031

VIII
i

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI ..

i
ii

PEMBENIHAN IKAN PATIN ... ............


A. Pendahuluan
B. Klasifikasi dan Morfologi...
C. Pengelolaan Dan Seleksi Induk ,,,,,,,,,,,,,,,,..
D. Pemijahan .
PEMBENIHAN IKAN MAS ..
A. Pendahuluan .
B. Klasifikasi dan Morfologi...
C Pengelolaan Induk Ikan Mas ..
D. Pemijahan
PEMBENIHAN IKAN NILA .....................................
A. Pendahuluan ...............................................................................
B. Klasifikasi dan Morfologi.
C. Pemijahan .
D. Pendederan benih
PEMBENIHAN IKAN GURAME
A. Pendahuluan ...
B.
Klasifikasi dan Morfologi ....
C. Persiapan Kolam Pemijahan ............
D. Seleksi Induk..
E. Pemijahan .
PEMBENIHAN IKAN LELE ..
A. Pendahuluan ...
B. Klasifikasi dan Morfologi ..
C. Pengelolaan Induk
D. Pemijahan .
PEMBENIHAN IKAN PAPUYU ..
A. Pendahuluan ...
B. Klasifikasi dan Morfologi ..
C. Pemijahan .
PEMBENIHAN IKAN GABUS .
A. Pendahuluan ...
B. Klasifikasi dan Morfologi ..
C. Pemijahan .
PENUTUP ...................
DAFTAR PUSTAKA ..

1
1
2
3
4
8
8
9
10
11
17
17
18
19
22
23
23
24
25
27
28
33
33
34
35
35
43
43
46
47
54
54
55
56
69
61

I.

I. PEMBENIHAN IKAN PATIN SIAM

B. Klasifikasi dan Morfologi

A. Pendahuluan
Ikan patin siam (Pangasius hypopyhalmus ) adalah salah satu
komoditi ikan air tawar yang dagingnya berwarna putih, rasanya khas, enak,
lezat dan gurih serta memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup
tinggi sehingga sangar digemari oleh masyarakat.

Ikan ini berasal dari

Thailand dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1972 oleh

Secara taksonomi, ikan patin siam diklasifikasikan ke dalam :


Filum

: Chordata

Sub Filum

: Vertebrata

Super klas

: Pisces

Kelas

: Osteichtyes

Sub Kelas

: Actinoppterygii

Balai Penelitian Perikanan Darat Bogor. Patin siam juga dikenal dengan

Ordo

: Ostariophysi,

nama Lele Bangkok yang di negara asalnya disebut Pla Sawai. Ikan patin

Sub Ordo

: Siluroidei, .

siam pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan kerabat ikan patin

Famili

Pangasidae

yang lainnya

Genus

Pangasius

Spesies

Pangasius hypopyhalmus

dan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap

kondisi perairan ekstrim seperti kandungan oksigen terlarut dan pH air yang
rendah.

Selain itu ikan patin ukuran per individunya besar dan di alam

panjangnya bisa mencapai 120 cm.

Hal ini menyebabkan kegiatan

budidaya ikan patin siam banyak dilakukan masyaraka.


Ikan patin siam

bersifat omnivora (pemakan segalanya), namun

pada saat larva bersifat carnivore,

dengan makanan kesukaannya berupa

Brachionus sp. Crustacea, Cladocera. Di alam bebas makanan utama ikan

Ikan patin siam hidup di perairan tropis Indo Pasific, di sungai yang

patin siam dewasa adalah udang renik (crustacea), insekta dan moluska dan

dalam dengan kondisi perairan agak keruh, dan dasar berlumpur. Kualitan

makanan pelengkapnya berupa rotifera, ikan kecil dan daun-daunan yang

air yang ideal untuk lehidupan ikan patin siam adalah O2) 2-5 ppm, CO2

ada di perairan. Namun demikian dilingkungan budidaya ikan ini sangat

tidak lebih 12 ppm. pH 7,2-7,5, suhu 25 - 29 C, H2S dan NH3 maksimal 1

respon terhadap pakan buatan (pellet).

Ikan patin siam merupakan ikan

ppm. Patin siam bentuk tubuh agak memanjang dan pipih. badan licin tidak

sungai yang banyak ditemukan di Asia Tenggara seperti Thailan, Kamboja,

bersisik, pada bagian punggung keabu-abuan atau kebiri- biruan dan bagian

Laos, Burma, dan Vietnam.

perut putih keperakperakan. Kepala patin relatif kecil dan berbentuk

Di Indonesia khususnya Kalimantan Selatan Ikan patin siam telah

simetris dengan batok kepala yang keras. Mata dan hidung ikan ini kecil

dibudidaya di berbagai daerah melalui sentuhan teknologi yang disesuaikan

serta mulut lebar yang terletak di ujung agak ke bawah. Pada sudut

dengan kondisi kingkungan yang ada seperti budidaya patin di kolam rawa
dan rawa pasang surut.

mulutmya terdapat dua pasang sungut (kumis) pendek yang berfungsi

bentuknya bulat dan besarnya seragam.

Pengelolaan induk memegang peranan yang sangat penting dalam


akan menghasilkan

produksi benih yang berkuatas. Induk patin siam yang hendak di pijahkan
sebaiknya di pelihara dahulu di kolam atau karamba secara khusus dan
diberi pakan yang mengandung protein tinggi (35%), sebanyak 3 5% dari
bobot biomasnya, dengan frekuensi pemberian 2 - 3 kali/hari. Agar kualitas
nutrisi pakan lebih baik dapat ditambahkan atau dicampurkan dengan
vitamin, mineral dan hormon perangsang perkembangan gonad. Padat tebar
2

Lubang kelamin (urogenital) membengkak dan berwarna merah tua.


Apabila di sekitar kloaka ditekan akan keluar beberapa butir telur yang

sebagai alat peraba dan merupakan ciri golongan ikan catfish


C. Pengelolaan Dan Seleksi Induk

kegiatan pembenihan ikan. dimana induk yang baik

3
2. Induk jantan
Umur 2 tahun
Ukuran 1.5 - 2 kg
Kulit perut lembek dan tipis
Lubang kelamin (urogenital) membengkak dan berwarna merah tua.dan
jika di urut akan keluar cairan sperma berwarna putih
D. Pemijahan

1. Penyuntikan
Pemijahan ikan patin siam dilakukan secara buatan dengan

induk patin di kolam sebanyak 1 2 ekor/m dan karamba 5 7 ekor/m .

penyuntikan hormon perangsang yang berasal dari kelenjar hypofisa ikan

Selain proses pemeliharaan calon induk, hendaknya pakan yang diberikan

mas , atau HCG atau hormon sintetis dengan merek dagang ovaprim

tidak kurang dan tidak lebih, hal ini agar antara pertumbuhan dan umur calon

dengan dosis 0,5 cc/kg induk.. Induk betina disuntik dua kali dengan

induk ikan patin dapat berkembang secara normal.

selang/deda waktu 6 jam.

Kualitas air yang ideal

Penyuntikan pertama

sebanyak 1/3 dosis

untuk induk ikan adalah suhu antara 25 30C, pH 6,0 8,5 dan kandungan

total, sedangkan penyuntikan II sebanyak 2/3 nya. Induk jantan disuntik

oksigen terlarut minimal 4 mg/L

sekali sebanyaj 1/3 dosis dan dilakukan bersamaan dengan penyumtikan

Ciri-ciri induk ikan patin siam matang gonad dan siap untuk di pijahkan.
adakah sebagai berikut:
1. Induk Betina
Umur 3 tahun
Berat 1,5 - 3 kg/ekor
Perut membesar kearah anus
Perut terasa lembek dan halus jika di raba
Kulit pada bagian perut lembek dan tipis

ke dua pada induk betina. Penyuntikan dilakukan secara intraperittonial di


bagian bawah sirip dada.

inkubasi/penetasan dengan kepadatan 500750 cc/corong. Pada suhu


2829.C, telur akan menetas setelah 28 36 jam.

2. Striping dan Pembuahan


4
Setelah 612 jam penyuntikan ke dua, induk berina diperiksan

4. Pemeliharaan Larva

dan biasanya telah terjadi ovulasi, Apabila terjadi ovulasi maka dilakukan

Pemeliharaan larva masih dilakukan di akuarium penetasan telur,

striping yaitu melakukan pengurutan bagian perut induk betina dari bagian

namun sebelumnya bagian air yang kotor dan sisa telur yang tidak

depan

menetas dibuang dan digamti dengan air yang bersih agar kualitas air

kearah lubang kelamin

dan telurnya ditampung dalan wadah

(baskom plastic kecil). Pada saat bersamaan induk jantan juga distrping

media pemeliharaan larva tetap baik.

dan spermanya dicampurkan dengan tekur.

bagian dilakukan setiap hari hingga larva siap ditebar ke kolam

Kemudian ditambahkan

larutan fisiologis (NaCl 0,9%) dengan perbandingan 4 cc NaCl dan 1 cc


sperma dan diaduk secara perlahan-lahan dengan menggunakan bulu

Penggantian air sebanyak

pendederan.
Larva yang baru menetas mempunyai panjang 0,4 cm dan berat
rata-rata 2,3 mg, berwarna hitam dan bergerak sangat aktif yaitu

ayam selama 1 2 menit.

berenang mendekati aerasi dan ke permukaan air. Larva dipelihara di


akuarium/fiber glass dengan kepadatan 50-75 ekor/liter. Larva setelah
berumur 2 hari diberikan pakan berupa naupli Artemia dengan frekuensi
pemberian 5 kali/hari pada pukul 07.00, 11.00, 15.00, 19.00 dan 23.00.
hingga berumur 6 hari.

Setelah 6 hari kepadatan diturunkan menjadi 5

ekor/liter dan pakan yang diberikan berupa cacing tubifex hidup hingga
berumur 14 hari..
Setelah berumur 14-18 hari larva telah berukuran 1 inchi dan dapat
dipanen dengan menyerok larva menggunakan skopnet halus.

3. Penetasan Telur
Sebelum dilakukan penetasan, telur- telur ikan terlebih dahulu dicuci
dengan menggunakan larutan tanah merah guna menghilangkan daya

Larva

selanjutnya dapat dipelihara di kolam pendederan.


5. Pendederan

rekat telur. Larutan tanah merah dicampurkan ke dalam telur yang telah

Sebelum dilakukan pendederan benih, terlebih dahulu kolam

dibuahi, diaduk perlahan-lahan hingga daya rekat hilang. Terakhir telur

disiapkan. Persiapan kolam meliputi pengeringan, perbaikan pematang,

dicuci dengan air bersih, kemudian dimasukkan kedalam corong

pengisian air kolam dan inokulasi Moina sp.pengolahan tanah dasar,


pembuatan caren, pengapuran, pemupukan,

Pupuk yang digunakan

adalah pupuk kandang berupa kotoran ayam dengan dosis 5001000

menggunakan piring aluminium/plastik.

gr/m2, sedangkan kapur yang digunakan CaO dengan dosis 25 100

berumur 4-5 minggu dengan ukuran benih 23 inchi.

gr/m2. Selanjutnya kolam diisi air secara bertahap hingga ketinggian 90

Panen dilakukan pada saat

II. PEMBENIHAN IKAN MAS

cm (lebih kurang 3 hari). Inokulasi Moina sp dengan kepadatan 5 ekor/cc


sebanyak 10 liter dilakukan sehari setelah pengisian air. Setelah inokulasi
kolam didiamkan selama 3 4 hari dengan maksud memberi waktu pada

A. Pendahuluan.
Menurut sejarahnya, ikan mas (Cyprinus carpio) berasal dari

ekosistem kolam untuk mencapai keseimbangan dan Moina sp untuk

daratan Rusia, Cina, Taiwan dan Jepang

berkembang biak. Pemantauan kualitas air yang meliputi oksigen terlarut,

dibudidayakan sejak tahun 1920. Pada saat ini ikan mas telah menyebar

pH dan suhu air dilakukan sebagai persiapan akhir.

dan dikenal luas di berbagai wilayah Indonesia baik di kalangan

Larva ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 20 ekor/m2. Pakan


yang diberikan berupa pellet yang dihancurkan dengan kandungan
protein 28% sebanyak 20 5% dari berat biomassa. Pakan diberikan
dengan frekuensi 3 kali/hari, yaitu pada pagi, siang dan sore hari.
Pemeliharaan larva ini berlangsung selama 4 5 minggu. Kolam
mulai dialiri air baru pada minggu kedua, karena benih patin jambal sudah
membutuhkan air mengalir.

Di Indonesia paling tidak telah

terdapat 10 jenis ikan mas yang telah di kembangkan. Selain itu ikan mas
punten" dan mas majalaya" merupakan hasil seleksi di Indonesia.
Pembudidaya ikan mas di Indonesia banyak dilakukan di kolam,
jaring apung dan keramba. Jaring apung dan karamba di letakan di sungai,
danau atau waduk besar. Ikan mas dapat dikatagorikan sebagai ikan yang
sangat rakus, karena memakan segala pakan yang terdapat di dasar,,
pertengahan, dan permukaan perairan. Pakan alaminya meliputi tumbuhan

6. Panen
Sebelum

pembudifaya ikan maupun masyarakat.,

yang di iIndonesia mulai

air, lumut, cacing, keong, udang, kerang, larva serangga dan organisma
melakukan

pemanenan,

ikan

tidak

diberi

pakan

(dipuasakan) selama satu hari. Pemanenan dilakukan dengan cara


menjaring sebagian, sedangkan sisanya ditangkap dengan menggunakan
skopnet setelah kolam dikeringkan.

Benih yang ditangkap ditampung

lainnya yang ada di perairan. Ikan mas akan membuka mulutnya lebar-lebar
dan kemudian menyedot makanannya seperti alat penghisap.
Ikan mas di perairan tropis dapat matang gonad pada umur 1-2
tahun dengan kisaran berat 1,5 - 2 kg/ekor untuk betina. Sedangkan jantan
dapat matang gonad pada umur 8 bulan dengan kisaran berat 0,5 - 0,7

dalam wadah yang airnya bersih dan apabila memungkinkan mengalir..


Ikan patin ini mudah sekali mengalami stres ditandai dengan
keluarnya lendir yang berlebihan dani dapat mengakibatkan pada
kematian. Setelah ikan segar kembali, selanjutnya dilakukan seleksi

kg/ekor. Perkembangan telur dan sperma induk ikan mas di perairan tropis
lebih cepat dibandingkan dengan perairan subtropis.

Ikan mas memijah tidak tergantung pada musim dan secara alami,

pemijahannya terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Biasanya ikan
mas akan mencari tempat memijah yang sesuai, seperti mencari tempat
yang rimbun dengan tanaman air atau rumput-rumput yang menutupi
8
permukaan air. Substrat-substrat tersebut selain dapat merangsang
pemijahan, juga dapat digunakan untuk sarang tempat merekatkan telur

beberapa strain yang hanya mempunya sisik yang sedikit.

ukuran dewasa
B.

Kingdom
Filum
Kelas
Ordo
Sub Ordo
Famili
Genus
Spesies

:
:
:
:
:
:
:
:

Animalia
Chordata
Actinopterygii
Cyprinifomes
Cyprinidea
Cyprinidae
Cpyrinus
Cyprinus carpio

Di Indonesia terdapat beberapa jenis ikan mas, masing-masing


mempunyai sifat dan karakter yang agak berbeda. Macam ikan mas
tersebut adalah majalaya, punten, sinyonya, mas merah, karper kanca,
kanca domas, kumpay, kaca
Ciri-ciri morfologi ikan mas adalah :

Umumnya, bentuk tubuh ikan mas agak memanjang dan sedikit


memipih ke samping (compressed).

di

ujung

tengah

atau terminal

dan

dapat
9

Di bibirnya yang lunak ada dua pasang sungut (berbel) yang tidak

Di bagian dalam mulut ada gigi kerongkongan (pharynreal teeth)


sebanyak 3 baris geraham.

Sirip

punggung

ikan

mas

memanjang

yang

mana

bagian

permukaannya letaknya berseberangan dengan permukaan sirip


perut atau ventral.

Klasifikasi dan Morfologi


Ikan mass dapat di klasifikasi kedalam :

ada

bergerigi.

dihasilkan testis. Telur yang telah dibuahi kemudian akan menetas dan
menghasilkan larva. Larva akan berubah menjadi benih, dan benih menjadi

Moncongnya

disembulkan (protaktil).

yang dikeluarkan oleh ovarium. Telur ikan mas berdiameter 1,5-1,8 mm


dengan bobot berkisar 0,17-0,20 mg tersebut dibuahi oleh sperma yang

Sebagian besar dari tubuh ikan mas tertutup oleh sisik kecuali

Sirip punggung ikan mas (dorsal) berjari-jari keras dan bergerigi di


bagian akhirnya.

Pada bagian belakan sirip dubur (anal) ikan mas ini juga berjari-jari
keras dan pada ujungnya bergerigi.

Sirip ekor ikan mas seperti cagak memanjang simetris sampai ke


belakang tutup insang.

Sisik ikan mas relatif besar dengan tipe sisik lingkaran (cycloid) yang
terletak beraturan.

Garis rusuk atau gurat sisi (linea lateralis) ikan mas yang lengkap
terletak di bagian tengah tubuh yang posisinya melintang dari tutup
insang hingga ke ujung belakang pangkal ekornya.

C. Pengelolaan Induk Ikan Mas

Pemeliharaan indukan jantan dan betina harus terpisah, masingmasing indukan menempati kolam/karamba/jaring apung atau wadah
pemeliharaan lainnya yang berbeda dengan ke dalaman air berkisar antara
60-80 cm. Pemeliharaan dilakukan hingga indukan memasuki masa matang
gonad. Indukan matang gonad adalah indukan ikan yang telah masuk masa
subur dan siap untuk melakukan pembuahan.
Sumber pengairan untuk

kedua kolam indukan harus system

pararel dan apabila system seri sebaiknya kolam indukan jantan diletakkan
setelah kolam indukan betina. Apabila indukan dipelihara di karamba atau
jaring apung agar, memperhatikan arus air sehingga wadah pemeliharaan
10
indukan betina diletakan diatas wadah pemeliharaan indukan jantan. Hal ini
dilakukan agar tidak terjadi perkawinan tak disengaja. Karena bila indukan
jantan melepaskan sperma dan terbawa masuk ke kolam betina, bukan tidak
mungkin akan terjadi pemijahan tak disengaja.
Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet

Ciri induk jantan dan induk betina unggul siap di pijah adalah :
No.

Ciriri Fisik

8 bulan

2 kg

0,5 kg

2.

Bobot/ekor

3.

Perut

Besar, buncit dan


lembek, urogenital
kemerahan dan agak
membengkak.

Langsing, ramping

4.

Gerakannya

Lamban dan jinak dan


pada malam hari
meloncat-loncat

Lincah dan gesit

5.

Jika perut distriping

mengeluarkan cairan
berwarna kuning

mengeluarkan cairan
sperma berwarna putih

6.

Betuk tubuh (mulut,


ekor, dan sirip)

Mulus, sehat, tidak


cacat

Mulus, sehat, tidak


cacat

7.

Mata

Lensa mata tampak


jernih.

Lensa mata tampak


jernih.

8.

Sisik

Tersusun rapih, cerah

Tersusun rapih, cerah

suhu 25 20 C, pH 6,5 8,5 oksigen 5 mg/liter, ammonia < 0,02 mg/liter

D. Pemijahan
1. Seleksi Induk Ikan Mas

1,5 2 tahun

Umur

4% dari jumlah berat induk ikan.

dan kecarahan air > 30 cm/

Janta

1.

diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-

Persyaratan kualitan air untuk pemeliharaan induk ikan mas adalah

Betina

11

9.

Tutup insan

10.

11.

Pangkal ekor

Panjang kepala

tidak kusam.

tidak kusam.

dan bagian bawah diberi pemberat agar tidak terapung/mengambang. Ukuran

Normal tidak tebal dan


bila dibuka tidak
terdapat bercak

Normal tidak tebal dan


bila dibuka tidak
terdapat bercak

mata jaring hapa disesuaikan dengan keperluan.

Kuat dan normal


dengan panjang
pangkal ekor harus
lebih panjang
dibandingkan
lebar/tebal ekor.

Kuat dan normal


dengan panjang
pangkal ekor harus
lebih panjang
dibandingkan
lebar/tebal ekor.

Minimal 1/3 dari


panjang badan

Minimal 1/3 dari


panjang badan

2, Pemberokan indukan ikan

Hapa halus (warna hijau)

dimaksudkan untuk mempermudah panen larva, sedangkan hapa yang mata


jaringnya agak besar (warna hitam) dimaksudkan agar larva dapat langsung
keluar dan menyebar di kolam pemijahan yang merangkap sebagai kolam
pendederan.

Secara umum terdapat dua cara pemijahan ikan mas, yakni dengan
proses

alami

dan

proses

buatan.

Proses

pemijahan

alami

yaitu

mengawinkan indukan dengan meletakkan ikan jantan dan betina dalam


13
satu kolam, sehingga mereka melakukan perkawinan sendiri. Sedangkan
12

proses buatan yaitu indukan betina dibuahi dengan bantuan manusia

Sebelum dipijahkan lakukan pemberokan pada indukan jantan dan

dengan cara penyuntikan kelenjar hipofisa atau dengan hormon ovaprim.

betina. Pemberokan yang dimaksud adalah pemeliharaan indukan jantan

Namun pada kesempatan kali ini hanya dibahas pemijahan ikan mas

dan betina dalam kolam atau hapa terpisah, tanpa diberi makan selama 1-2

secara alami.

hari. Tujuan pemberokan untuk menghilangkan lemak disekitar kantong telur.


Lemak yang menyelubungi kantong telur akan menghambat pelepasan sel
telur ketika memijah. Selain itu pemberokan juga bertujuan untuk menahan

Langkah kerja kegiatan pemijahan ikan mas adalah sebagai berikut :


Cuci dan keringkan wadah yang akan digunakan (kolam tanah. hapa atau
kolam semen/bak)

sementara keinginan memijah indukan. Dengan begitu saat waktunya

Wadah pemeliharaan (kolam) diisi air dengan kedalamam 75 100 cm

dipijahkan kedua indukan saling tertarik dan melakukan pembuahan.

Pasang hapa ukuran 4 x 3 x 1 m di dalam kolam/bak.

3. Pemijahan

Pasang kakaban di dalam hapa, kakaban terbuat dari ijuk yang dijepit bilah

Dalam kegiatan pemijahan, ikan dirangsang dengan cara menciptakan


kondisi lingkungan perairan menyerupai aslinya di alam. Pemijahan ikan mas

bambu/hayu dengan ukuran 1,5 x 0,4 m.


Masukan induk ikan mas betina dan jantan

dengan perbandingan:

dapat dilakukan di kolam tanah, atau kolam semen/bak. Untuk mempermudah

berdasarkan berat adalah 1:1 dan berdasarkan jumlah disarankan 1:2.

panen larva dan menangkap induk yang telah memijah, maka pemijahan ikan

Artinya apabila induk betina 2 ekor maka induk jantan 4 ekor yang

dilakukan dalam hapa yang dipasang di dalam kolam/bak pemijahan.

beratnya 2 ekor induk betina sama dengan berat 4 ekor induk jantan.

Hapa

dipasang dengan bantuan kayu dan tali agar permukaannya dapat terbuka lebar

Perbandingan ini berhubungan dengan jumlah sperma yang diharapkan


akan membuahi sel telur. Apabila jumlah sel sperma kurang dikhawatirkan

pemeliharaan larva 5 hari dan selajutnya dapat dipelihara di kolam


pendederan I.

5. Pendederan .

akan mengakibatkan banyak telur yang tidak terbuahi sehingga telur akan
mati (infertil). Tetapi sebaliknya fertilitasnya tinggi apabila jumlah sel

Kolam pendederan harus dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu

sperma yang membuahi sel telur banyak dan terjadi pembuahan.

lakukan pengeringan, pengapuran, pemupukan dan penggenangan air.

Ikan mas akan memijah menjelang fajar hingga muncul matahari dan

Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang sebanyak 500 1.000

beberapa saat kemudian induk ikan dapat diangkat dan dipindahkan ke

gram/m, dan kapur (CaO) sebanyak 25 100 gram/m.

kolam induk.

Pendederan benih ikan mas terdiri dari 4 tahap dan dapat

Pada suhu 28 30 C telur akan menetas dalam waktu 6 12 jam.

4. Perawatan Larva

14

Larva ikan setelah menetas dari telurnya masih dibekali cadangan

disesuaikan dengan wadah pembesaran ikan selanjutnya atau


permintaan pasar akan ukuran benih yang diperlukan.
a.

Pendederan I

15

makanan yang berupa kantong kuning telur atau egg yolk. Cadangan

Umur benih yang disebar sekitar 5-7 hari

makanan ini cukup hingga 3 4 hari. Fase larva adalah fase kritis dalam

Ukuran 0,6 1 cm

siklus hidup ikan, sehingga pemeliharaan larva merupakan fase yang paling

Jumlah benih yang disebar=100-200 ekor/meter persegi

Lama pemeliharaan 1 bulan

Ukuran benih menjadi 2-3 cm.

Pakan yang dibutuhkan untuk pendederan I adalah biota air yang

sulit. Beberapa faktor yang menyebabkan pemeliharaan larva memiliki


tingkat kesulitan tinggi yaitu:
Tubuh larva kecil dan belum sempurna sehingga bukaan mulut juga kecil,
sehingga pemilihan pakan juga harus hati-hati.

ditumbuhkan dalam kolam. Pakan tersebut cukup untuk benih ikan

Larva membutuhkan pakan alami, sehingga menuntut penyediaan pakan


alami.
Kakaban diangkat 3 hari setelah telur menetas atau larva tidak lagi

yang masih kecil.


b.

menempel pada kakaban. Setelah cadangan makanan habis maka benih


ikan mas perlu diberi makanan tambahan berupa emulsi kuning telur dengan
frekuensi pemberian 5 kali/hari (1 butitr untuk 1.000 larva).

Lama
c.

Pendederan II

jumlah benih yang disebar 50-75 ekor/meter persegi

Lama pemeliharaan 1 bulan

Ukuran benih menjadi 3-5 cm.

Pendederan III

jumlah benih yang disebar 25-50 ekor/meter persegi

Sangat tahan terhadap perubahan lingkungan

Lama pemeliharaan 1 bulan

Tahan terhadap penyakit

Ukuran benih menjadi 5-8 cm

Pemakan segalanya

Diperlukan penambahan makanan berupa dedak halus atau pakan


ikan yang dihaluskan sebanyak 3-5% dari bobot biomasnya.

d.

. Ikan nila ini banyak ditemukan di perairan tenang seperti danau,


rawa-rawa dan waduk. Toleran terhadap perbedaan lingkungan sangat

Pendederan IV

tinggi, dan dapat dibudidayakan pada salinitas 0 - 29; suhu 14 - 38 C; dan

jumlah benih yang disebar 3-5 ekor/meter persegi

pH 5-11.

Lama pemeliharaan 1 bulan

Ukuran benih menjadi 8-12 cm

Perlu dilakukan penambahan makanan berupa dedak halus atau

bulan. Seekor induk betina dengan berat 200 - 400 gram dapat

pakan ikan yang dihaluskan sebanyak 3-5% dari bobot biomasnya.


16
.III. PEMBENIHAN IKAN NILA

menghasilkan larva 500 1.000 ekor.

A. Pendahuluan

Ikan nila merupakan ikan omnivore dan sangat menyenangi pakan


alami berupa Rotifera, Daphina sp. Benthos, perifiton dan fitoplankton.. Ikan
ini dapat memijah sepanjang tahun dan mulai memijah pada umur 6 - 8

17
Ikan nila bersifat mengerami telurnya di dalam mulut sampai
menetas kurang lebih 4 hari dan mengasuh larvanya 14 hari sampai larva

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas

dapat berenang bebas diperairan, mengerami telur dan mengasuh larva

perikanan air tawar yang sangat popular di masyarakat Indonesia. Hal ini

dilakukan oleh induk betina. Secara alami ikan nila memijah pada sarang

dikarenakan harganya murah, rasanya enak dan kandungan proteinnya

yang dibuat oleh ikan jantan di dasar kolam, sehingga diperlukan dasar

cukup tinggi sehingga sangat membantu dalam program UPGK (Usaha

kolam yang berlumpur untuk pemijahannya.

Ikan nila berasal dari benua Afrika dan

Pertumbuhan ikan nila jantan dan betina dalam satu populasi akan

pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1969. Ikan ini begitu

selalu jauh berbeda, nila jantan 40% lebih cepat dari pada nila

mudah diterima masyarakat, dan dalam waktu yang singkat sudah kenyebar

betina. Disamping itu, yang betina apabila sudah mencapai ukuran 200 g

ke barbagai pelosok wilayah Indonesia.

pertumbuhannya semakin lambat, sedangkan yang jantan tetap tumbuh

Peningkatan Gizi

Ikan nila

Keluarga).

memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jenis ikan air

tawar lainnya antara lain :


Mudah dan cepat berkembang biak

dengan pesat.
C. Klasifikasi dan Morfologi
Menurut Kordi (2010), ikan nila diklasifikasikan ke dalam :
Filum

: Chordata

Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

Warna sirip memerah terutama pada saat matang kelamin.

: Pisces
: Perciformes
: Cichlidae
: Oreochromis
: Oreochromis nilotica

Betina :
Warna tubuh agak pucat dan memiliki 3 (tiga) buah lubang yaitu :

Ikan nila secara morfologi memiliki bentuk tubuh pipih, sisik besar

berfungsi sebagai tempat keluarnya telur.

dan kasar, kepala relatif kecil, mata tampak menonjol dan besar, tepi mata

memiliki lima buah sirip yakni sirip punggung (dorsal fin), sirip dada (pectoral
Warna sisik abu-abu kecoklatan (nila hitam) dan putih atau merah (nila

Lubang ke dua berada dibelakangnya, bentuknya bulat yang


berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni.

berwarna putih dan garis linea lateralis terputus dan terbagi dua. Ikan nila
fin), sirip perut (venteral fin), sirip anus (anal fin), dan sirip ekor (caudal fin).

Lubang pertama. berada dekat anus, bentuknya seperti bulan sabit

Lubang ke tiga adalah anus, merupakan alat untuk memgeluarkan


sekresi (kotoran).
Di sekitar perut sampai kepala bagian bawah berwarna merah.

merah). Posisi mulut terletak di ujung mulut dan terminal. Pada sirip
punggung terdapat jari-jari sirip punggung yang keras dan garis-garis vertical
yang bulat dan berwarna kemerahan. `Ikan nila memiliki ciri khas sendiri,
18
berupa garis vertikal di bagian ekor sebanyak enam hingga delapan buah.
Garis-gari vertikal ini juga terdapat di sirip dubur dan sirip punggung, dan
garis inilah yang membedakan antara ikan nila (Oreochromis niloticus)
dengan ikan mujahir (Oreochromis mossambicus).
B. Pemijahan
1.

Seleksi Induk
Untuk membedakan induk jantan dan betina dapat dilihat dari

bentuk tubuh, warna dan alat kelamin.


Jantan :
Warna tubuh cerah dan memiliki dua buah lubang, satu lubang adalah
lubang kelamin, yang bentuknya memanjang dan berfungsi sebagai
tempat keluarnya sperma dan air seni, lubang lainnya adalah anus,
merupakan alat untuk memgeluarkan sekresi (kotoran).

19
Untuk menghasilkan benih yang baik dipilih induk yang benar19
benar matang gonad. Matang gonad pada ikan Nila Betina adalah
kondisi ikan yang sudah siap untuk dikawinkan (dipijahkan) yang
ditandai oleh diameter telur yang sudah mencapai ukuran 2,5 mm 3,1
mm. pada ikan jantan, ditandai oleh sperma yang berwarna putih dan
kental.

Cara menentukan kematangan gonad ikan jantan dilakukan

dengan mengurut perut ikan ke arah anus. Ikan jantan yang telah
matang kelamin akan mengeluarkan cairan kental berwarna bening dan
di sekitar perut sampai kepala bagian bawah berwarna merah.
Cara menentukan kematangan gonad ikan betina dilakukan
dengan meraba bagian perut dan pengamatan bagian anus. Ikan betina
yang telah matang gonad ditunjukkan dengan telur berwarna kuning

kehijauan, bagian perut melebar, lunak kalau diraba, bagian anus


menonjol dan kemerahan.

bobot biomas ikan/hari.

2.

Periapan kolam dan


Kegiatan pemijahan ikan nila meliputi tahapan sebagai berikut :

Persiapan kolam meliputi pengeringan kolam, pengolahan tanah


(dasar kolam diratakan), pemupukan dengan pupuk kandang
sebantak 250 500 gram/m. Dasar kolam dibuat miring 2 5% dan
dilengkapi dengan kubangan berukuran 100 x 200 x 59 cm. Luasnya
kolam disesuaikan dengan jumlah induk yang akan dipijahkan dan
dinding kolam diupayakan kokoh dan tidak ada yang bocor.

di dasar kolam yang telah disiapkan sebelumnya oleh pnduk jantan.


Waktu yang diperlukan untuk pemijahan tidak lebih dari 10 - 15 menit..
Pada

saat

proses

pemijahan

berlangsung,

induk

betina

akan

mengeluarkan telur yang kemudian akan dibuahi oleh induk jantan.


Setelah proses pemijahan, induk betina akan menghabiskan waktunya
dengan mengerami telur telur tersebut. Pada saat mengerami, induk
25%. Pengeraman terjadi selama 2 - 3 hari, dan setelah menetas larva

Pada pagi hari induk nila jantan dan betina dimasukan ke kolam
dengan

pemijahan yang berupa lubang lubang bulat dengan diameter 30 50 cm

betina tidak makan, sehingga pemberian pakan dapat dikurangi hingga

Kolam diisi air setinggi 40 60 cm

bersamaan

Pemijahan biasanya terjadi sekitar seminggu

setelah penebaran induk ikan nila. Proses ini terjadi di dalam sarang

Pemijahan

pemijahan

lama pemijahan induk diberi pakan berupa pellet dengan dosis 3% dari

kepadatan

ekor/m

dengan

perbandingan 1 jantan dan 3 betina (1 :3).

B. Lebar Kolam

baru menetas antara 0,9 - 10 mm. Burayak yang masih ada dalam mulut
induknya mengisap kuning telur yang ada pada tubuhnya selama 4 - 5

20
Keterangan :
Panjang kolam

masih dijaga oleh induknya selama 6 - 7 hari. Ukuran burayak/larva yang

hari.
21
Panen dapat dilakukan 1 2 hari setelah induk nila melepaskan
benih dari mulutnya. Pemanenan dilakukan setiap 15 hari dengan
cara menangkap benih nila di kobakan menggunakan jaring/serok.
Benih-benih nila yang tertangkap ditampung dalam hapa halus (hapa

Dasar kolam

hijau) selama 30 menit untuk pemulihan benih dan kemudian ditebar

Kamalir

ke kolam pendederan. pertama yang telah dipersiapkan 4 hari


sebelumnya..

Kobakan

D. Pendederan benih
Outlet kolam
Outlet kobakan
5nlet kolam

Pendederan benih ikan dapat dilakukan di kolam ukuran 500 1.000


m,dan periapan kolam harus dilakukan 7 hari sebelum penebaran
benih.

sebagai daerah penyebaran ikan gurami antara lain Thailand, Sri Langka,
Malaysia, Australia, Cina, India, dan Indonesia.
Di habitat aslinya ikan gurame hidup di perairan tawar yang tergenang

Persiapan kolam meliputi pengeringan kolam, perbaikan pematang,.

seperti rawa, danau, dan waduk serta genangan air lainnya. Pada dasarnya

pembuatan kamalir dan kobakan, pengapuran, pemupukan dan


penggenangan air. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang
sebanyak 500 1.000 gram/m, dan kapur (CaO) sebanyak 100
200 gram/m.

ikan gurame lebih menyukai perairan jernih dan tenang, namun ikan ini

Apabila kolam sudah siap, benih nila ukuran 2 3 cm dapat ditebar


pada pagi hari dengan kepadatan 100 200 ekor/m.
Setiap hari benih ikan diberi pakan tambahan berupa pellet halus
atau dedak dengan kandungan protein 20-30%. sebanyak 750
gram/10.000 ekor benih dengan pemberian 3 kali/hari.
Pemeliharaan di kolam pendedran berlangsung sekitar 4 - 7 minggu.
atau sampai benih mencapai ukuran 10 - 12 cm
Namun tidak menutup kemungkinan ukuran benih yang dikehendaki
pasar lebih besar dari itu. Apabila demikian, lakukan tahap
pendederan tahap ke II hingga ukuran benih sesuai dengan
permintaan pasar.
22
IV. PEMBENIHAN IKAN GURAME

gurame sering mengambil oksigen langsung dari udara bebas dengan


labirinnya. Alat ini tidak berguna jika ikan gurame tidak dapat menyembul ke
permukaan air. Kolam yang ditutupi tanaman air yang mengapung seperti
enceng gondok dan lainya ikan
horisontal.

gurame akan lebih sering bergerak

Di alam bebas, ikan gurame mempunyai kebiasaan makan

makanan yang spesifik pada setiap stadium pertumbuhannya. Gurame


stadium larva dan benih umumnya memakan jasad renik seperti fitoplankton,
zooplankton, chlorella, kutu air, larva serangga, dan serangga air.
Sementara itu, ikan gurame dewasa cenderung lebih menyukai tumbuhan.
Ikan gurame dewasa biasanya memakan tumbuhan air yang lunak seperti
azolla, hydrilla, kangkung air, genjer, dan apu-apu. Di kolam budidaya, ikan
gurame dewasa menyukai daun singkong, daun pepaya, dan daun talas
23
yang diberikan. Namun dalam budidaya secara intensif, pemberian pakan
alami belum cukup, sehingga perlu diberikan pakan buatan (pelet) agar

A. Pendahuluan
Ikan gurame (Osphronemus goramy) merupakan salah satu jenis
ikan air tawar yang sangat populer sebagai ikan konsumsi, bahkan
dipandang sebagai salah satu ikan bergengsi yang biasanya disajikan pada
acara-acara penting. Ikan ini banyak digemari masyarakat di Asia Tenggara
dan Asia Selatan sehingga mempunyai nilai ekonomis tinggi dan prospek
yang cukup baik untuk dikembangkan.

dapat bertelur dan berkembang biak di air yang keruh sekali pun. Ikan

Beberapa negara yang dikenal

pertumbuhan ikan lebih optimal.


Ikan gurame pertumbuhannya agak lambat, namun mempunyai
keungulan antara lain mudah dipelihara, dapat berkembang biak secara
alami, dapat hidup di air tenang, hemat pakan dan harga jual relatif mahal
serta banyak digemari konsumen. Kegiatan usaha pembenihan ikan gurami

imemegang peranan penting dalam penyediaan benih yang akan dibesarkan


sampai ukuran konsumsi.
B. Klasifikasi dan Morfologi
Secara taksonomi klasifikasi ikan gurame sebagai berikut :

Kelas

: Pisces

Sub Kelas

: Teleostei

Ordo

: Labyrinthici

Sub Ordo

: Anabantoidae

Famili

: Anabantidae

Genus

: Osphronemus

Species

: Osphronemus goramy, Lac.

tersebut akan berubah menjelang dewasa, yakni pada bagian punggung


berwarna kecoklatan dan pada bagian perut berwana keperakan atau
kekuningan.
Jenis ikan gurame yang telah lama dikenal ada dua jenis, yaitu
Gurame angsa (soang) dengan ciri-ciri badan relatif panjang, sisik relatif
lebar dan beratnya dapat mencapat 8 kg dengan panjang 65 cm. Gurame
jepun ukuran badan relatif pendek, sisik lebih kecil dan berat yang dicapai
4,5 kg dengan panjang 45 cm. Namun saat ini terdapat beberapa strain
gurame baru, yang diduga merupakan keturunan atau perkawinan silang dari
gurame soang dan gurame jepun yang mengalami penyesuaian pada
masing-masing daerah. Ada beberapa jenis gurame lain yang banyak
dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor antara lain gurame blausafir,
paris, bastar dan porselen.

C. Persiapan Kolam Pemijahan


1. Pengeringan kolam
Sebelum dilakukan pemijahan kolam perlu dikeringkan terlebih
dahulu selama 2 3 hari. Adapun maksud dan tujuan dari pada
pengeringan kolam ini adalah :
Secara morfologis ikan gurame memiliki garis lateral tunggal, lengkap
dan tidak terputus, bersisik stenoid serta memiliki gigi pada rahang bawah.
24
Ikan gurame (Osphronemus goramy, Lac.)
Sirip ekor ikan ini membulat dan jari-jari lemah pertama sirip perut,
merupakan benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Bentuk
badannya agak panjang pipih dan tertutup sisik yang berukuran besar serta
terlihat kasar dan kuat. Punggungnya tinggi dan mulutnya kecil dengan bibir
bawah menonjol sedikit dibandingkan bibir atas. Pada ikan gurami jantan
bibir bawah relatif tebal dan setelah usia tua terdapat tonjolan seperti cula
pada bagian punggungnya. Badan ikan gurame muda umumnya berwarna
biru ke hitaman dan bagian perut berwarna putih atau kekuningan. Warna

Membunuh hama dan sumber penyakit yang terdapat pada kolam.


25
Menghilangkan nitrit yang ada di dasar kolam,
Memberikan suasana baru bagi induk ikan gurami yang akan
dipijahkan, karena tanah yang kering akan memiliki bau yang khas
saat terendam air yang akan merangsang induk ikan untuk memijah,
dan

menumbuhkan kelekap (plankton) di pinggir-pinggir kolam

sebagai persediaan pakan bagi induk gurami.


2. Perbaikan dan Pembersihan Pematang

Sebelum pemijahan dilakukan kolam perlu dilakukan perbaikan


pematang, pintu dan saluran air

Bahan sarang ditempatkan diatas para-para tepat pada posisi

yang rusak agar tidak bocor.

dipermukaan air sehingga induk ikan gurame dapat dengan mudah

Pembersihan tanaman atau rumput-rumput liar yang ada di pematang

mengambil sabut kelapa/ijuk/rumput kering untuk membuat sarang.

dan sekitar kolam agar tidak dijadikan tempat penempelan sarang telur

Untuk memudahkan pengontrolan telur, sosok dipasang dipinggir-pinggir

oleh induk gurami atau tempat persembunyian hama pengganggu dan

pematang dengan dengan jarak 2 4 m.

juga supaya bersih dari gangguan hama penyakit.

menghadap bahan sarang dengan jarak 1 - 2 m. Sosok ditancapkan

3. Pengapuran dan pengisian air kolam


Setelah pengeringan kolam dilakukan pengapuran sebanyak 100
gram/m, guna memperbaiki pH tanah sekaligus membasmi hama dan
penyakit ikan yang ada di dasar kolam.

Sosok ditempatkan

pada dasar kolam pada posisi 15 30 cm dibawah permukaan air.


Pembuatan sarang berlangsung selama 1 sampai 2 minggu tergantung
pada kondisi dan lingkungan.
D. Seleksi Induk

Pengisian air kolam dilakukan dengan ketinggian 70 100 cm,

Ikan gurami yang akan dijadikan induk berumur kurang lebih 4

karena ikan gurami memerlukan perairan yang airnya relatif dalam untuk

tahun dengan berat 2 3 kg untuk jantan,, dan 3 tahun dengan berat 2

pergerakannya .

2,5 kg untuk betina. Organ tubuh lengkap, tubuh tidak cacat dan

Setelah 3 4 hari berikutnya induk ikan dapat

ditebar,

tidak ada kelainan bentuk, alat kelamin tidak cacat (rusak), tubuh

4. Memasang kerangka sarang dan bahan pembentuk sarang,

bebas

Agar pemijahan ikan gurame dapat berlangsung lebih

dari

jasad

tubuh berlendir

26
(sosok) dan bahan-bahan lain yang diperlukan seperti ijuk, sabut

1. Induk gurami jantan :

induk ikan gurame.

Sosok terbuat dari anyaman bilah bambu

atau rotan atau ranting-ranting kayu yang berbentuk kerucut


dengan diameter lingkaran mulut 25 30 cm dan bagian dalam 30
-60 cm/.

Keranjang rotan yang banyak di jual dipasaran di

Kalimantan Selatan juga dapat digunakan sebagai sosok.

insang

bersih,

tubuh

tidak

bengkak/memar dan tidak berlumut, tutup insang normal dan

cepat, pembudidaya ikan perlu menyiapkan kerangka sarang


kelapa dan lainnya yang dapat digunakan untuk membuat sarang

patogen,

Umur 2 tahun

Dahi menonjol (nonong),

Dagu tebal (lebih menonjol),

Perut meruncing,

Susunan sisik normal (rebah)

27

Gerakan lincah.

bahan sarang ( ijuk/sabut kelapa dan lainnya ) yang dibuat oleh induk jantan,

Adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada

Sarng akan dijaga oleh induk gurame jantan.


Induk betina dapat menghasilkan telur 1.500 - 2.500 butir/kg induk.

2. Induk gurami betina

E.

Kualitas air media pemijahan yang ideal adalah suhu 25-30 C, pH 6,5 - 8,0,

Umur 2,5 tahun

Dahi lebih rata (tidak ada tonjolan),

Dagu tidak menebal,

Perut membundar,

Susunan sisik agak terbuka,

Gerakan agak lamban.

Tidak ada bintik hitam pada kelopak sirip dada

tingkat perputaran air 10-15%/hari dan ketinggian air kolam 40-60 cm.
1 . Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva

Apabila sudah dipastikan bahwa sarang sudah berisi telur,


maka sarang dapat dipanen untuk dipindahkan ke tempat
penetasan telur. Panen dilakukan dengan mengangkat sarang
secara hati-hati ke dalam ember atau baskom yang berisi air kolam.
Penggunaan air kolam dimaksudkan agar kondisi air tidak berubah

Pemijahan

(sama) untuk mengurangi kematian telur.

Induk-induk ikan gurame yang terpilih untuk dipijahkan dimasukan


dalam

kolam

pemijahan

dengan

kepadatan

ekor/5

m2

Untuk membedakan telur yang hidup dan mati dapat dilihat dari

dengan

warnanya. Telur yang hidup berwarna kuning cerah bening atau

perbandingan jantan dan betina adalah 1:3 atau 1:4. Penebaran induk di

transparan, telur yag mati/rusak berwarna kusam, kuning muda agak

kolam pemijahan dapat dilakukan secara berpasangan (sesuai rasio) pada

keputih-putihan.

kolam yang disekat (terisolas) atau secara komunal (satu kolam diisi

beberapa pasangan induk).

Induk jantan akan mencari tempat yang

Telur mengalami kematian karena tidak dibuahi. Telur tersebut


dengan cepat

diserang

cendawan

berwarna

putih

yang

disebut

aman dan tenang untuk membuat sarang sebagai tempat menyimpan telur,

Saprolegnia. Setelah terserang, telur mati akan membusuk dan akan

dengan memungut bahan sarang (ijuk, sabut kelapa dan lainnya) yang telah
28
dipersiapkan di atas permukaan air kolam.

mengganggu perkembangan telur yang hidup.

Sarang yang telah berisi telur ditandai dengan permukaan air di atas
sarang terdapat lapisan minyak. Lapisan minyak tersebut berasal dari telurtelur yang pecah. Selain itu sarang yang telah berisi telur biasanya tertutup

29
Wadah penetasan yang digunakan bisa berupa bak-bak atau ember
plastik, paso, atau akuarium. Kepadatan telur 150-175 butir per liter.
Wadah penetasan ini telah dipersiapkan 1-2 hari sebelumnya dengan diisi
air kolam dan air bersih. Ketinggian air disarankan sekitar 20 cm,
kemudian diberi larutan methylene blue sebanyak 1 cc/ liter untuk

mensuci hamakan air di wadah penetasan. Sehari sebelum telur

Setelah telur menetas, larva dapat terus dipelihara di corong

dimasukkan, air dalam bak penetasan diberi aerasi terlebih dahulu agar

penetasan/waskom sampai umur 6 hari kemudian dipindahkan ke

cukup mengandung oksigen. Telur akan menetas dalam waktu 30 36

akuarium. Bila penetasan dilakukan di akuarium, pemindahan larva tidak

jam.

perlu dilakukan. Selama pemeliharaan larva, penggantian air hanya perlu


Setelah telur menetas, terbentuk larva yang masih mempunyai

kantong kuning telur. Kuning telur akan habis 10 - 12 hari kemudian dan
pada saat itulah larva mulai membutuhkan pakan yang disesuaikan

dilakukan untuk membuang minyakm apabila minyak

yang dihasilkan

ketika penetasan cukup banyak. Sedangkan bila larva sudah diberi


makan, penggantian air dapat disesuaikan dengan kondisi air yaitu bila
sudah banyak kotoran dari sisa pakan.

dengan bukaan mulut laeva..


Fitoplankton dan zooplankton merupakan pakan alami yang dapat
diperoleh dengan cara memupuk kolam dengan pupuk kandang, misalnya
kotoran ayam pedaging. Pakan selanjutnya yang diberikan pada larva
adalah cacing sutera, dapat pula diberikan pelet yang dihaluskan, agar
ukurannya sesuai dengan bukaan mulut ikan

Pemeliharaan larva di akuarium dilakukan dengan padat tebar 15 20 ekor/liter. Pakan mulai diberikan pada saat larva berumur 5 sampai
dengan 6 hari berupa cacing Tubifex, Artemia, Moina atau Daphnia yang
disesuaikan

dengan

bukaan

mulut

ikan.

Kualitas

air

sebaiknya

dipertahankan pada tingkat suhu 29 - 30 o C, nilai pH 6,5 - 8,0 dan


ketinggian air 15 - 20 cm.

Padat tebar telur 4 sampai dengan 5 butir/cm dengan ketinggian air


15 - 20 cm. Kepadatan dihitung per satuan luas permukaan wadah sesuai
dengan

sifat

telur

yang

mengambang.

Untuk

F. Pendederan
Pemeliharaan benih pada pendederan I, II, III, IV, dan V dapat

mempertahankan

kandungan oksigen terlarut, di dalam media penetasan perlu ditambahkan


aerasi kecil tetapi harus dijaga agar telur tidak teraduk.

dilakukan di akuarium atau kolam. Di akuarium dilakukan sama seperti


halnya pemelihaaran larva tetapi perlu dilakukan penjarangan. Sedangkan
di kolam perlu dilakukan kegiatan persiapan kolam yang meliputi

Kualitas air media penetasan yang baik adalah suhu 29 - 30 oC,


nilai pH 6,7 - 8,6 dan bersumber dari air tanah. Bila air sumber
30
mengandung karbondioksida tinggi, nilai pH rendah atau mengandung
bahan logam (misalnya besi), sebaiknya air diendapkan dulu selama 24

pengeringan kolam, perbaikan pematang pengolahan tanah dasar kolam,


pengapuran,, pemupukan, pengisian dan pengelolaan air kolam.

Padat

31
penebaran dan lama pemeliharaan pendederan benih ikan gurame
sebagaimana tertera pada table di bawah ini.

jam. Telur akan menetas setelah 36 - 48 jam.


Standar pendederan benih ikan gurami adalah sebagai berikut :

2. Pemeliharaan Larva
No.

Standar

Satuan

P1

P2

P3

P4

P5

mulanya dari Benua Afrika dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada
tahun 1984. Jenis ikan lele ini termasuk hibrida dan pertumbuhan badannya
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Padat tebar
Ukuran benih
Prosentase pakan
Frekuensi pakan
Lama pemeliharaan
Sintasan

ekor/m
cm
% BB
Kali/hari
hari
%

100
1
20
2
20
60

80
2
20
2
30
70

60
4
10
3
40
70

45
6
5
3
40
80

30
8
4
3
40
80

cukup spektakuler baik panjang tubuh maupun beratnya. Dibanding kerabat


dekatnya

ikan

lele

lokal

(Clarias

batrachus)

pertumbuhan empat kali lebih cepat.

lele

dumbo

memiliki

Selain itu lele dumbo memiliki

kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tinggi, rasanya enak dan


kandungan gizinya cukup tinggi serta lebih tahan terhadap berbagai penyakit
Oleh sebab itu, ikan jenis ini dengan mudah menjadi populer di

Bobot dan ukuran benih ikan gurami menurut umur adalah


sebagai berikut :

masyarakat dan menyebar luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia.


Namun demikian keunggulan lele dumbo semakin hari semakin menurun,

No.

Umur

Bobot

Ukuran

0,5 gram

akibat adanya kesalahan dalam pembenihannya. Banyak ikan lele dumbo


yang

dikawinkan

dengan

kerabatnya

sendiri

(inbreeding),

memicu

1.

1 12 hari (larva)

2.

12 30 hari

0,5 1 cm

3.

1 2 bulan

0,5 2,5 gram

1 2,5 cm

Seiring perkembangan dunia perikanan BBPBAT Sukabumi telah

4.

3 bulan

2,5 5 gram

2,5 4 cm

berhasil melakukan upaya perbaikan genetik melalui cara perkawinan silang

5.

4 bulan

5 10 gram

4 6 cm

balik atau backcross breeding antara induk lele dumbo betina generasi

6.

5 bulan

50 gram

12 15 cm

7.

6 bulan

150 200 gram

8.

9 bulan

500 gram

9.

12 bulan

1.000 gram

V. PEMBENIHAN IKAN LELE SANGKURIANG

penurunan kualitas indukan. .

kedua (F2) dengan induk lele dumbo jantan generasi keenam (F6).
Hasil perkawinan silang (Clarias gariepinus) tersebur menghasilkan
varetas baru yang diberi nama lele sangkuriang. dan sudah dilepas sebagai
varietas unggul dengan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
32

B. Klasifikasi Dan Morfologi

A. Pendahuluan
Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan sakah satu
komoditas air tawar yang cukup popoler di masyarakat. Ikan

26/MEN/2004 tanggal 21 Juli 2004.

ini asal

Menurut Kordi, (2010) klasifikasi ikan lele sangkuriang adalah :


Phylum

: Chordata

33

Kelas

: Pisces

singkat dan dengan jaminan kualitas yang baik, maka pembenihan ikan ini

Subkelas

: Teleostei

dilakukan secara buatan.

Ordo

: Ostariophysi

Subordo

: Siluroidae

Famili

: Claridae

Genus

: Clarias

Spesies

: Clarias gariepinus

Pada sistem pemijahan buatan diperlukan banyak jantan sedangkan


pada pemijahan alami dan semi alami jumlah jantan dan betina dapat
berimbang. Induk lele sangkuriang sebaiknya dipelihara secara terpisah
dalam kolam tanah atau kolam tembok dengan padat tebar
ekor/m.

Pakan yang diberikan berupa pakan komersial (pelet) dengan

kandungan protein di atas 25%. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 2 -

Secara umum morfologi ikan lele sangkuriang tidak memiliki


banyak perbedaan dengan lele dumbo, .Hal ini dikarenakan lele sangkuriang
sendiri merupakan hasil silang dari induk lele dumbo. Ikan lele sangkuriang
mempunyai bentuk tumbuh memanjang,berkulit licin ,berlendir,dan tidak

3% dari bobot biomassa dengan frekuensi pemberian 3 kali/hari.


D. Pemijahan
1.

Seleksi Induk
Induk lele sangkuriang dapat

dipijahkan setelah berumur 2

bersisik. Bentuk kepala gepeng (depress),dengan mulut yang relative lebar

tahun dan dapat memijah sepanjang tahun. . Ciri-ciri induk betina dan

dan mempunyai empat pasang sungut.

jantan adalah sebagai berikut :

Lele sangkuriang memiliki tiga sirip tunggal,yakni sirip punggung,

a. Induk Betina

sirip ekor, dan sirip dubur, serta memilii dua sirip berpasangan yakni sirip

Tubuh lebih pendek

dada dan sirip perut. Pada sirip dada terdapati sepasang patil atau duri

Ukuran kepala lebih besar

keras yang dapat digunakan untuk merayap dipermukaan tanah atau

Warna badannya kuning keputihan atau lebih cerah dari biasanya

pematang. Pada bagian atas ruang rongga insang terdapat alat pernapasan
tambahan (organ arborescent),yang bentuknya seperti batang pohon yang
penuh dengan kapiler-kapiler darah.

Laju pertumbuhan lele sangkuriang

lebih tinggi dari lele dumbo dan konversi pakan lele Sangkuriang sebesar
0.8 sedangkan >1. .
C.

Pengelolaan Induk

34

Pada dasarnya ikan lele sangkuriang dapat dipijahkan secara


alami, namun untuk meproduksi benih secara masal dalam waktu yang lebih

Pada sirip punggungnya tidak dijumpai titik berwarna hitam.


Alat kelaminnya berbentuk bulat telur, terletak di dekat lubang dubur
b. Induk jantan

Tubuh lebih panjang


Warna badannya lebih gelap
Alat kelamin berbentuk meruncing, terletak di dekat lubang dubur

35

Pada sirip punggung terdapat bintik-bintik berwarna hitam.

2.

Pemberokan
Pemberokan dilakukan di kolam/bak

Ciri - ciri induk lele sangkuriang yang unggul :adalah

ukuran 4 x 6 x 1 meter

selama 1 2 hari, dengan tujuan untul membuang kotoran dan

Umur sudah mencapai 1 sampai 2 tahun

mengurangi lemak dalam gonad.

Bobot hampir mencapai 1kg atau bahkan lebih.

3.

Lincah dan tidak banyak diam.

Penyuntikan
Pemijahan ikan lele sangkuriang dapat dilakukan secara alami

Badannya merah mengkilap dan gemuk .

maupun buatan.

Tidak ada cacat pada mata, sirip dan kulitnya.

hormon perangsang yang berasal dari kelenjar hypofisa ikan mas/lele,

Pertumbuhan tidak terlambat dari saudara - saudaranya.

atau HCG atau hormon sintetis dengan merek dagang ovaprim

Ciri-ciri induk lele sangkuriang yang sudah siap dipijahkan (matang

Pemijahan buatan dilakukan dengan penyuntikan

Penyuntikkan adalah memasukkan hormon perangsang ke tubuh

kelamin/ /gonad) adalah :

induk betina dengan larutan kelenfar hypofisa sebanyak 2 dosis (1 kg

a. Induk betina

induk membutuhkan 2 kg ijan mas) dan jantan dosis atau ovaprim 0,2

Perutnya buncit,

ml/kg induk.

Lubang kelaminnya akan memerah dan membesar

a. Pemijahan Alami

Apabila perutnya diurut kearah lubang kelaminnya akan keluar telur

Siapkan kolam/bak pemijahan berukuran 2 x 1 x 1 m,


Keringkan selama 2-4 hari

yang berwarna kuning tua.

Isi air setinggi 30 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan

b. Unduk jantan
Aalat kelamin membesar/bengkak dan berwarna kemerahan ada
bintik berwarna putih.

Pasang hapa halus sesusai ukuran bak


Masukkan ijuk/kakaban secukupnya
Masukkan 1 ekor induk betina dan jantan yang sudah matang
gonad pada siang atau sore hari
Esok harinya tangkap kedua induk dan biarkan telur hingga
menetas.
b. Pemijahan Buatan

36

Induk betina yang telah disuntik dimasukan ke dalam

Penetasan telu dapat dilakukan dalam kolam/bak


cara :

kolam/bak pemijahan dan dibiarkan selama 12 jam.

37
Setengah jam sebelum pengeluaran telur (striping); sperma harus

Siapkan sebuah kolam/bak beton ukuran 2 x 1 x 0,4 m dan keringkan


selama 2 - 4 hari

38
kolam/bak diisi air setinggi 30 cm dan biarkan air mengalir selama

disiapkan terlebih dahulu, dengan cara :


Tangkap induk jantan yang sudah matang kelamin
Potong secara vertikal tepat di belakang tutup insang dan

penetasan
Pasang hapa halus yang ukurannya sama dengan bak

keluarkan darahnya
Gunting kantong sperma dan keluarkan cairan sperma

Beri pemberat agar hapa tenggelam

Cairan sperma ditampung dalam gelas yang telah diisi larutan

Tebarkan telur dengan cara telur ikan diambil dengan bulu ayam

NaCl sebanyak bagian.( gelas).


Aduk

perlahan-lahan

ditambahlan NaCl

hingga

rata,

kemudian disebar keseluruh permukaan hapa hingga merata.


apabila

terlalu

pekat

sampai larutan berwarna putih dan agak

encer.
Ambil inbuk betina yang akan dikeluarkan telurnya dan urut
bagian perutnya kearah lubang kelamin sampai keluar telurnya
Telur ditampung dalam mangkuk plastik yang bersih dan kering,
Masukan larutan sperma kedalam mangkuk sedikit demi sedikit
dan aduk hingga merata.
Tambahkan larutan NaCl agar sperma lebih merata.
Agar terjadi pembuahan, tambahkan air bersih aduk hingga
merata. Sehingga pembuahan berlangsung dengan baik.
Untuk mencuci telur dari darah dan kotoran lainnya tambahkan
lagi air bersih kemudiam buang airnya.
Lakukan 2 3 kali sampai telur ikan bersih.
4.

beton dengan

Penetasan

Pada suhu 22 - 25 0C telur akan menetas dalam waktu 30 - 36 jam


atau 2 3 hari dan larvanya dibiarkan tanpa diberi makan selama 4 5 hari atau sampai berwarna hitam.

Larva lele yang baru menetas memiliki cadangan makanan berupa


kantung telur (yolk sack) yang akan diserap sebagai sumber makanan
bagi larva sehingga tidak perlu diberi pakan.
Setelah persediaan makanannya habis, larva harus segera diberi
pakan. Pakan bisa berupa kuning telur yang telah direbus. Ambil
bagian kuningnya, lumat hingga halus dan campurkan dengan 1 liter
air bersih. Larutan tersebut cukup untuk 100.000 ekor larva.
Pakan dapat mulai diberikan setelah larva berumur 4 - 5 hari atau
ketika larva sudah dapat berenang dan berwarna hitam.
Setelah larva berumur satu minggu, berikan pakan berpa cacing sutera
(Tubifex sp.). Cacing ini bernilai gizi tinggi dan disukai benih ikan yang

baru tumbuh. Pakan berupa cacing ini meringankan perawatan, karena

Larva diberi pakan berupa cacing sutera hingga berumur 3 minggu


atau berukuran 1-2 cm dan selajutnya dipindahkan ke kolam

Pendederan I.

39

Pendederan sistem bak


Benih ikan lele ditebar ke dalam bak dengan ketinggian air 20
40 cm dan padat tebar 20 30 ekor/kiter.

Pakan yang diberikan berupa cacing Tubifex pada minggu

Pemupukan kolam dengan pupuk kandang sebanyak 500 - 1.000


permukaan tanah dasar kolam. Selanjutnya kolam diisi air setinggi
40 cm dan dibiarkan selama 4 7 hari hingga tumbuh makanan
alami.

40

Benih lele ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 100 200
ekor/m
Pemeliharaan dilakukan selama 3 minggu (21 hari).

Pakan

pertama, kombinasi cacing Tubifex dengan pakan buatan yang

tambahan yang diberikan berupa pelet sebanyak 0,75 gram/1000

dihancurkan atau pelet tepung pada minggu kedua. Pakan alami

ekor benih.

(cacing Tubifex) diberikan secara -ad libitum. Pakan ikan (pelet)


diberikan dengan dosis 10 15% bobot biomas pada minggu ke
tiga dengan frekuensi pemberian 4 kali/hari.

disebarkan keseluruh permukaan pematang dan dasar kolam.

gram/m yang dilakukan dengan menebarkannya ke seluruh

pendederan.
5. Pendederan

dilakukan

dengan cara melarutkan kapur tohor dalam tong kemudian

bisa hidup dalam air dan tidak mengotori air kolam.

a.

Pengapuran kolam sebanyak 250 500 gram/m.,

Lama pemeliharaan selama 14 21 hari.

b. Pendederan II
Kolam yang telah disiapkan dan telah dilakukan pemupukan dengan
pupuk organik dosis 500 gram/m2, dan pengapuran dengan dosis
50 gram/m2. kedalaman air 30-50 cm dan plankton telah tumbuh,
Benih hasil seleksi dari pendederan I ditebar dengan kepadatan

Pendederan di kolam tanah


Persiapan

kolam pendederan dilakukan seminggu sebelim larva

dideder, yang meliputi pengeringan kolam, perbaikan pematang,


pengolahan tanah dasar kolam dan pembuatan kamalir.

100150 ekor/m2.
Pemelihara benih pada kolam pendederanII selama 21 28 hari.
Pemberian pakan sebanyak 10% 15% bobot biomass/hari
(minggu pertama dan minggu kedua) dan 5% bobot biomass/hari
(minggu ketiga) dengan frekuensi pemberian tiga kali/hari. Pakan
berupa pelet tepung pada minggu pertama dan pelet butiran
diameter satu mm pada pemeliharaan selanjutnya.

Benih ukuran panen 5-6 cm

perlahann-lahan hinga ikan berkumpul pada titik yang dalam atau


saluran kamalir.

c. Pendederan III

Kemudian ambil ikan dengan jaring yang halus. Lakukan pengambilan

Kolam pendederan III disiapkan seperti pada pendederan II.


Benih hasil seleksi dari pendederan II ditebar dengan kepadatan

mengalami luka pada permukaan tubuhnya. Tampung benih ikan

75100 ekor/m2.
Lama pemeliharaan benih di kolam pendederan selama 1421 hari,
Pemberian pakan sebanyak 5% 10% bobot biomass/hari dengan
frekuensi pemberian 3 kali/hari berupa pelet berdiameter 1 mm.
Benih ukuran panen 7-8 cm dan siap untuk dipelihara di kolam
41
pembesaran
Proses Produksi Benih Lele Sangkuriang pada Bak Plastik/Tembok adalah
sebagai berikut :
Kriteria

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Umur
Panjang Standar
Bobot
Sintasan
Padat Tebar
Pakan

Larva

Pendederan 1

Pendederan 2

5 hari
0,7-1,0 cm
0,002 geam
90-95 %

26 hari
3-5 cm
0,62 geam
> 80 %
100 ekor/m

40 hari
5-8 cm
3,89 geam
>80 %
50 ekor/m

20 % bobot
10% bobot
3 Kali/hari
3 Kali/hari
500 gram/m2 200 gram/m2
50 gram/m2
50 gram/m2

Pupuk Organik
Kapur Tohor

Ukuran benih lele siap panen berkisar 5-7 cm.dari hasil pendederan 2
pemanenan

ikan tidak mengalami stress.


Benih ikan lele sangkuriang siap di pasarkan atau dipelihara kembali di
kolam pembesaran.
VI. PENDAHULUAN IKAN PAPUYU

42

A, Pendahuluan
Ikan papuyu atau betok (Anabas testudineus Bloch) merupakan
ikan asli perairan tawar Indonesia yang hidup liar di rawa-rawa, sungai,
danau dan genangan air lainnya seperti handil, sawah dan saluran air. Ikan
papuyu dagingnya putih dan tebal, serta memiliki cita rasa yang terbilang
enak dan gurih sehingga sangat digemari masyarakat terutama di
Kalimantan Selatan dan mempunyai harga jual yang tinggi.

dilakukan

segalanya), berupa tumbuh-tumbuhan air, ikan-ikan kecil, udang-udang


renik, hewan-hewan kecil lainnya dan serangga. Oleh karena itu ikan ini
mudah diberikan makanan tambahan atau pakan buatan (pelet),

Menurut

Mudjiman (1985), jumlah makanan yang dikonsumsi oleh ikan secara umum

6. Panen benih ikan lele


Cara

dalam wadah yang telah diisi dengan air dari kolam yang sama agar

Ikan Papuyu termasuk dalam golongan ikan omnivore (pemakan

Tingkat Pemberian
Frekuensi Pemberian
7.
8.

ikan dengan hati-hati, karena benih tersebut masih rentan dam

dengan

mengeringkan

air

kolam

berkisar antara 3 6 % dari total berat ikan. Namun jumlah makanan itu
dapat berubah-ubah tergantung pada suhu lingkungannya. Ikan ini
memangsa aneka serangga dan hewan-hewan air yang berukuran kecil.

Jenis makanan yang dimakan ikan biasanya tergantung pada kesukaan

ikan papuyu masih merupakan hasil tangkapan dari alam yang saat ini telah

terhadap jenis makanan tertentu, ukuran dan umur ikan, musim serta habitat

mulai berkurang dan

hidupnya. Pertumbuhan ikan papuyu di alam dapat mencapai ukuran >200

penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti penyentruman,

gram/ekor dalam 1 tahun, sedangkan dalam lingkungan budidaya mencapai

penggunaan potasium dan lainnya. Selain itu patut diduga karena terganggu

kisaran berat 70 - 100 gram/ekor selama 1 tahun.

ekosistem tersebut akibat adanya ikan-ikan lain seperti nila, bawal dan lele

Ikan papuyu merupakan jenis ikan agresif dan dapat dijumpai di

menunjukan kelangkaan sebagai akibat

aktivitas

dumbo yang telah berkembang biak di perairan umum.

Di Kalimantan Selatan ikan ini

Ikan papuyu dapat hidup baik pada kualiras air , suhu 27-30C, pH

banyak dijumpai di rawa-rawa dalam 3 (tiga) ekosisten yaitu rawa tadah

4-8, kecerahan 25-30 cm, warna air coklat gelap, bau air bangai/lumpur, DO

hujan, rawa pasang surut dan rawa monoton.

> 4, CO2 < 8, NH3 < 0,4 ppm dan Fe <2/

berbagai perairan tawar hingga payau.

43
Perbedaan sifat biologi ikan papuyu dari tiga ekosistem rawa

44
Dalam keadaan normal ikan papuyu bernapas dengan insang,
namun ikan ini mempunyai keistimewaan tahan hidup dalam kondisi perairan

adalah :

rawa dengan kandungan oksigen terlarut dan pH yang rendah, tahan


Ekosistem Rawa
No,

Tadah Hujan
1.

terhadap penyakit dan dapat hidup di air tergenang (stagnan). Ikan papuyu

Kreteria
Pasang Surut

Monoton

termasuk unik karena karakteristiknya yang berbeda dibandingkan dengan


ikan air tawar lainnya yaitu memiliki kemampuan untuk mengambil oksigen

Ukuran
- Maksimum

150 gram

300 gram

270 gram

langsung di udara dengan bantuan organ labirin (labyrinth organ) yang

- Rata-rata

60 90 gram

100 200 gram

100 170 gram

terdapat di bagian kepalanya.

Pertumbuhan

Lambat

Cepat

Cepat

3.

Mortalitas

Rendah

Tinggi

Sedang

air selama 1 - 2 bulan bahkan dapat bertahan hidup di daratan tanpa air

4.

Fekunditas

Tinggi

Tinggi

Tinggi

lebih dari 12 jam.

5.

Survival rate

Tinggi

Agak rendah

Tinggu

bertahan di daratan dan harus segera mendapatkan air dalam beberapa jam

6,

Rasa daging

Agak bau lumpur

Agak hambar

gurih

7.

Warna

Agak kekuningan

Hijau kebiruan

Hijau kebiruan
agak tua

Usaha budidaya ikan papuyu masih belum banyak dilakukan secara


masal dan luas, karena terbatasnya benih yang didapat dari alam. Produksi

Ikan papuyu tahan hidup dan tinggal dalam lumpur dengan sedikit
Walaupun demikian ikan papuyu tidak dapat terlalu lama

kemudian atau ikan akan mati jika tidak mendapatkan air.

Ikan papuyu (Banjar) umumnya hidup liar di perairan tawar


terutama rawa-rawa dengan nama lain ikan betok dan nama ilmiah
Anabas testudineus Bloch.

Di beberapa daerah ikan ini disebut dengan

nama lain yaitu ikan puyu (Melaya), ikan betik atau bethok (Jawa), getehgeteh (Manado). puyu-puyu (Padang), puyo-puyo (Bintan), kusang (Danau
Matanua), sedangkan dalam bahasa Inggris ikan ini mempunyai nama
Climbing Gouramy atau climbing perch.
Ikan papuyu menyebar luas, mulai dari India, Cina, Srilangka,
Fhilifina, hingga Asia Tenggara lainnya dan Kepulauan Nusantara serta di
sebelah barat Garis Wallace dan menyebar di kepulauan Indo-Australia
Daerah penyebaran ikan Papuyu di Indonesia meliputi Sumatera, Nias,
Bintan,

Sulawesi,

Bangka,

Sumbawa,

Pati,

Ambon,

Jawa,

Bacau,

Halmahera, Kalimantan, dan Madura.


45

B.. Klasifikasi Dan Morfologi

Secara morfologi ikan papuyu memiliki bentuk lonjong lebih ke


belakang pipih dengan ukuran tubuh kecil, panjang hingga sekitar 25 cm,
namun kebanyakan lebih kecil.

Ikan ini kepalanya besar dan bersisik

keras/kaku. Bagian sisi atas tubuh (dorsal) berwarna gelap kehitaman agak
kecoklatan atau kehijauan. Sisi samping (lateral) berwarna kekuningan,
terutama di sebelah bawah, dengan garis-garis gelap melintang yang samar
46
dan tidak beraturan. Sebuah bintik hitam (terkadang tak jelas kelihatan)

Menurut Jhingran, (1975) ikan papuyu klasifikasi ikan dalam :

terdapat di ujung belakang tutup insang. Sisi belakang kedua tutup

Kingdom

Animalia

insangnya bergerigi tajam seperti duri yang dapat dimegarkan untuk

Filum

Chordata

merayap naik dan berjalan di daratan terutama pada saat hari hujan.

Sub filum

Vertebrata

Kelas

Pisces

Sub kelas

Actinopterygii

Infra kelas

Teleostei

Super ordo

::

Acanthopterygii

Ordo

::

Perciformes

Family

Anabantidae

Genus

Anabas

Spesies

Anabas testudineus

C. Pemijahan
Pembenihan ikan bertujuan untuk menghasilkan benih ikan
berkualitas dalam jumlah besar, sehingga kegiatan usaha pembesaran ikan
tidak tergantung pada ketersediaan benih di alam. Disanping itu untuk
meningkatkan

pendapatan

pembudidaya

ikan

sekaligus

menunjang

peningkatan produksi perikanan budidaya, mendukung upaya pelestarian


plasma nuftah dan ketahanan pangan.
Ikan

Papuyu

berkembangbiak

dengan

cara

induk

betina

mengeluarkan telur dan dibuahi induk jantan dengan mengeluarkan sperma.


Pembuahan terjadi diluar, dengan cara tubuh induk papuyu jantan menjepit
tubuh induk papuyu betina sambil mengeluarkan telur dan sperma.

Telur ikan Papuyu berbentuk bulat berwarna bening kekuningan


dengan sifat mengapung di air,

Seekor induk papuyu dapat memproduksi

telur sebanyak 13.000 15.000 butir tergantung berat dari ikan.

(Oktober-April), induk ikan papuyu betina mencapai kematangan gonad


atau dapat dipijahkan kembali 2 bulan setelah induk tersebut dipijahkan.

Ikan

Papuyu memijah sepanjang musim penghujan dan pada saat musimnya


mampu memijah 2 3 kali dengan jumlah telur (fekunditas) 5.000 15.000
butir/nduk

Ciri-ciri induk papuyu betina dan janran serta persyaratan induk


adalah sebahai berikut :
a. Papiyu Betina
Tubuh gemuk dan lebar kesamping,

Pembenihan ikan papuyu diawali dari seleksi induk-induk ikan yang

Warna badan agak gelap,

diperoleh dari hasil tangkapan di alam dan dipelihara di kolam agar terbiasa

Sirip punggung lebih pendek,

hidup dalam lingkungan terbatas dan terbiasa makan pakan tambahan yang

Bagian bawah perut agak melengkung,

berupa pelet. Induk-induk papuyu dipelihara secara intensif dan terpisah

antara jantan dan betina agar dapat matang gonad secara alami dan
47

Alat kelamin berwarna kemerah-merahan.

selanjutnya dapat dilakukan pemijahan.


Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam kegiatan

Jika matang gonad, apabila bagian perut diurut akan keluar telur,

B, Jantan :
Tubuh ramping dan panjang,

pemijahan papuyu yaitu seleksi induk siap pijah, penyuntikan induk, ovulasi,

Warna badan agak cerah,

hingga penetasan telur.

Sirip punggung lebih panjang,

1. Seleksi Induk.

Bagian bawah perut rata,

Induk ikan papuyu sebaiknya berasal dari hasil domestikasi yang


dipelihara terpisah antara jantan dan betina dalam kolam permanen 1 x
1,5 x1 m dengan ketinggian air 0,5 m dan kepadatan ikan 100 - 150
ekor/bak.
Setiap hari induk diberi pakan pelet 3 - 5% dari berat total
populasi ikan dengan frekuensi pemberian 1 kali pada pagi hari. Setiap
bulan sekali dilakukan pergantian air sebanyak 100 % dan pengamatan
kematangan induk yang siap dipijahkan. Selama musim penghujan

48

Jika perut diurut akan keluar cairan sperma berwarna putih susu.

Beberapa persyaratan induk


Ukuran induk betina yang ideal diatas 90 gram dan jantan diatas

30 gram
Badan terlihat segar (tidak cacat) dan gerakannva lincah
Mampu menghasilkan telur dalam jumlah cukup banyak,
Umur induk lebih dari 10 bulan,
Pertumbuhannya cepat.

Induk-induk ikan papuyu yang telah memijah dipindahkan ke


kolam induk untuk pematangan gonad berikutnya. Setelah penyuntikan
maka ovulasi akan terjadi 5 jam berikutnya. Telur akan menetas dalam
waktu 20 24 jam pada suhu 260C atau akan menetas dalam waktu 12

2. Penyuntikan
Pemijahan ikan papuyu dilakukan secara semi buatan, induced
spawning. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 50
cm dan tinggi 45 cm; keringkan selama 3 hari; isi air setinggi 30 cm;
hidupkan dua titik aerasi.

49
Penyuntikan terhadap induk betina dan jantan dilakukan secara

bersamaan. Suntik secara intramuscular pada otot punggung 2 ekor induk


betina dan 8 ekor induk jantan pada sore hari dengan hormon ovaprim
sebanyak 0,4 - 0,5 ml/kg dan masukan ke dalam satu akuarium.
Perbandingan antara induk betina dan betina 1 : 3 atau 1 : 4. ( 1 induk
betina, 3 atau 4 induk jantan). Pemijahan akan terjadi pada tengah malam
hingga pagi hari dan telur-telur akan menempel pada dinding akuarium

jam pada suhu 300C.

Prosentase dari telur yang dibuahi sekitar 95%

dengan daya tetas 95%.


Larva ikan Papuyu berukuran panjang < 1 mm berwarna bening
dengan bintik mata hitam.

Pada umur 1 hari larva akan diam

mengapung di permukaan air atau menempel pada substrat, setelah


umur 1 hari larva mulai berenang aktif. Larva yang baru menetas tidak
50
perlu diberi makanan tambahan, sebab masih mempunyal cadangan
makanan dari kantong kuning telur (yolk egg).

Setelah larva berumur 3

hari dapat diberi pakan tambahan berupa naupli artemia secukupnya


atau secara adlibitum. hingga kuat untuk berenang. Larva berumur 4
hari dapat diberi makanan tambahan berupa suspense kuning telur.
Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari (pagi, siang dan sore) selama 8
10 hari. Setelah itu bisa diberikan makanan pelet yang dihaluskan. Masa
kritis larva terjadi pada saat hari ke-7 sampai hari ke-14.. Setiap ekor
induk betina bisa menghasilkan larva sebanyak 13.500 ekor.

3. Penetasan Telur Dan Pemeliharaan Larva

b. Pendederan II
Pendederan II dilakukan di kolam berukuran 200 m2, keringkan
selama 4 6 hari; isi air setinggi 40 60 cm; tebarkan 4 karung kotoran
ayam atau puyuh dan biarkan selama 4 5 hari. Tebar benih yang
berasal dari pendederan I (lepas hapa) dengan kepadatan 200 300
ekor/m2; beri pakan tambahan berupa pelet halus sebanyak 500
gram/hari diawal pemeliharaan, 750 gram pada minggu kedua, 1.000

4. Pendederan`

51

a. Pendederan I
Pendederan I dilakukan dalam hapa yang dipasang di kolam.

gram pada minggu ketiga atau sesuai dengan kebutuhan. Pendederan


52
berlangsung selama 30 hari dan benih papuyu mencapai ukuran 13
cm.

Siapkan sebuah kolam berukuran 200 m2, keringkan selama 46 hari; isi
air setinggi 4060 cm; tebarkan 4 karung kotoran ayam atau puyuh dan
biarkan selama 4 5 hari; pasang 4 10 buah hapa ukuran panjang 2
m, lebar 1 m dan tinggi 80 cm dengan tiang-tiang bambu.
Tebar/masukan 2.000 ekor larva umur 10 - 14 hari dan berikan pakan
tambahan berupa pelet halus. Pemeliharaan ini dilakukan selama
seminggu. Pada saat itu, larva sudah berukuran 0,5 cm.

c. Pendederan III
Pendederan III dilakukan di kolam lain dengan perlakuan sama
dengan pendederan II. Pendederan ini dilakukan selama sebulan dan
benih sudah mencapai ukuran 3 5 cm. Benih hasil pendederan III

selajutnya dipelihara di kolam atau wadah budidaya ikan lainnya untuk

berbagai jenis penyakit misalnya hepatitis, infeksi paru, dan stroke. Selain

pembesarannya.

itu dapat memperbaiki gizi buruk pada bayi, anak-anak dan ibu-ibu yang
sedang hamil serta mempercepat penyembuhan luka. Oleh karena
kandungan dan kelebihannya itu sejumlah ahli gizi menganjurkan kepada
masyarakat untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan gabus.
Pemijahan ikan gabus cukup mudah, tidak perlu dengan pemijahan
buatan, cukup dengan pemijahan alami, karena karakteristik biologinya
sebagai ikan local yang sudah akrab dengan kondisi perairan umum. Ikan
Gabus di alam memijah pada musim penghujan yaitu dari Bulan Oktober
hingga Desember.
Ikan gabus dikenal dengan banyak nama yaitu sebagai haruan
53

VII. PEMBENIHAN IKAN GABUS

5. PENDAHULUAN
Ikan gabus

(Melayu dan Banjar), kocolan (Betawi); bayong, bogo, licingan, kutuk (Jawa).
54
Ikan ini mempunyai nama ilmiah Channa striata (Bloch, 1793) dan ada yang
menyebutnya dengan nama Ophiocephalus striatus.

(Ophiocephalus striatus) merupakan salah satu jenis

ikan air tawar yang banyak dijumpai di perairan umum seperti danau, rawarawa, sungai, waduk dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah

6. Klasifikasi Dan Morfologi


Secara sistematik ikan gabus termasuk kedalam :

sebagai ikan liar. Ikan gabus hidup di dasar perairan yang dangkal, bersifat

Filum

: Chordata

carnivor atau pemakan daging, terutama ikan-ikan kecil yang mendekatinya.

Sub Filum

: Vertebrata

Klass

: Pisces

Ordo

: Labyrinthicea

Sub Ordo

: Ophiochepaloidea

Famili

: Ophiochepalidae

Genus

: Ophiocephalus

Spesies

: Ophiocephalus striatus

Ikan gabus merupakan ikan asli Indonesia yang saat ini harganya
cenderung makin tinggi karena selain dimanfaatkan dalam bentuk segar,
ikan gabus juga diolah menjadi ikan asin, ikan asap, abon/rabuk ikan,
kerupuk ikan dan lainnya bahkan dipercaya sebagai bahan obat.
Berdasarkan hasil penelitian Ikan gabus mengandung albumin (bagian
protein yang sangat penting bagi tubuh manusia)

yang sangat tinggi.

Sehingga ekstrak ikan gabus ini sangat ampuh untuk penyembuhan

b. Betina
Bentuk Kepala membulat,,
Warna badan lebih cerah,
Perut membesar dan lembek
Lubang kelamin (urogenital) memerah, jika diurut keluar telur.
Berat 1 kg/ekor, walaupun pada umur

7 - 8 bulan ikan gabus

sudah bertelur akan tetapi daya tetasnya rendah dan daya hidup
anakannya kurang baik..
.Ikan gabus mempunyai kelebihan dalam proses pemijahannya,
Ikan gabus (Channa striata) sinonim dengan Ophiochephalus
striatus memiliki nama lain, yaitu haruan yang merupakan sebutan umum di
daerah Kalimantan. Sedangkan dalam Bahasa Inggris disebut Snake Head
Fish.

55

7. Pemijahan

yaitu dapat dilakukan pemijahan secara alami walapun secara teknis


dapat dilakukan pemijahan buatan. Induk ikan gabus yang berasal dari
hasil tangkapan di alam dan dipelihara secara alami, dapat memijah
sendiri.
Pada musim hujan umumnya ikan gabus memijah, dimana ikan
jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di antara tumbuhan
56
di tepi perairan. Ikan gabus saat memijah memiliki sifat melindungi

1. Seleksi Induk.
Ciri-ciri induk ikan gabus

jantan dan betina yang siap untuk

anak- anaknya dengan menyimpannya di dalam mulut dalam jumlah

dipijahkan adalah sebahai berikut :

anakan yang sangat banyak.

1.

merah bergaris hitam, berenang dalam kelompok yang bergerak

Jantan

Anak-anak ikan gabus berwarna jingga

Bentuk Kepala lonjong,

bersama-sama kian kemari untuk mencari makanan dan terus dijaga

Warna badan lebih gelap,

oleh induknya.

Lubang kelamin (urogenital) memerah,


Jika matang gonad, apabila bagian perut diurut (distriping) akan
keluar cairan putih bening (sperma)
Berat 1 kg/ekor

Benih/anakan ikan gabus pada umur kurang lebih 1 bulan akan


mandiri mencari makan..

Oleh karena sifat ikan gabus yang kanibal,

jika di biarkan berkelompok akan terjadi persaingan makanan, dan


apabila kekurangan makanan dapat saling memakan, satu sama lainnya

Pemijahan ikan gabus dapat dilakukan dalam bak beton atau


fibreglass. berukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m. Keringkan
wadah pemijahan selama 3 4 hari, kemudian masukan air setinggi 50
cm dan masukan tanaman eceng gondok sebagai perangsang
pemijahan hingga menutupi sebagian permukaan bak.
Masukan 30 ekor induk betina dan 30 ekor induk jantan; biarkan

3.

Pemeliharaan Larva
Pemeliharaan larva dilakukan 2 hari setelah telur menetas hingga

berumur 15 hari, larva dipelihara dalam akuarium yang sama dengan

Untuk mengetahui terjadinya pemijahan dilakukan

kepadatan 5 ekor/liter dan kelebihannya larva dapat dipelihara dalam

pengontrolan setiap hari, Telur bersifat mengapung di permukaan air

akuarium lain. Pada umur 2 hari larva dapat diberi pakan berupa naupli

sehingga mudah terlihat apabila ikan gabus telah memijah. Ambil telur

artemia dengan frekwensi 3 kali sehari.

dengan sekopnet untuk ditetaskan dalam akuarium atau tempat

pakan tambahan secukupnya berupa daphnia 3 kali sehari. Untuk

penetasan telur lainnya. Satu ekor induk betina dapat menghasilkan

menjaga kualitas air, dilakukan penyiponan untuk membuang kotoran dan

telur sebanyak 10.000 11.000 butir.

sisa pakan, serta mengganti air akuarium dengan air baru sebanyak 50%.

hingga memijah.

Dari umur 5 hari larva diberi

Penyiponan dilakukan 3 hari sekali, tergantung kualitas air.


2. Penetasan Telur
Penetasan telur dilakukan dalam akuarium ukuran panjang 60 cm,
lebar 40 cm dan tinggi 40 cm.

Bersihkan dan keringkan akuarium


57
selama 2 hari, kemudian isi air bersih setinggi 40 cm, dan pasang/
hidupkan dua buah titik aerasi selama penetasan. Pasang pula
hitter/pemanas air pada suhu 28C, kemudian masukan telur ikan gabus
dengan kepadatan 4 - 6 butir/cm dan biarkan hingga menetas. Telur
ikan gabus akan menetas dalam waktu 24 jam. Laeva hingga umur dua
hari tidak perlu diberi pakan, karena masih menyimpan makanan
cadangan yang berupa sisa kuning telur (yolk egg)

Setelah masa pemeliharaan 15 hari benih ikan gabus telah


mencapai ukuran 1 - 15 cm

dan dapat dipindahkan ke kolam

pendederan. Pemberian pakan berupa cacing sutera pertumbuhan


58
benih ikan gabus lebih cepat hingga mencapai panjang 3 - 4 cm hanya
dalam 2 minggu.
4. Pendederan
Pendederan ikan gabus dilakukan di kolam tanah atau kolam
terpal. Kolam tanah berukuran 200 m2 dikeringkan selama 4 5 hari
dan lakukan perbaikan seluruh bagian kolam seperti pintu air, pematang
dan ratakan tanah dasar kolam. Tebarkan pupuk kandang sebanyak 5
- 7 karung dan kolam diisi air setinggi 40 cm kemuan rendam selama 5
hari (air tidak dialirkan). Pda pagi hari tebarkan 4.000 ekor larva ikan

gabus dan setelah 2 hari baru diberi pakan berupa tepung pelet atau

pelet yang telah direndam air sebanyak 1 2 kg setiap hari.

Balai Benih Ikan (BBI) adalah sarana pemerintah untuk menghasilkan


calon induk dan benih ikan yang bermutu, juga mempunyai fungsi
sebagai sarana untuk mendapatkan informasi teknologi perbenihan

Usaha pembenihan ikan pada dasarnya dapat dilakukan dengan


berbagai

cara

yaitu

tradisional,

semiintensif dan intensif. Semakin

berkembangmya teknologi budidaya ikan, khusus pembenihan ikan


maka telah dilaksanakan penggunaan induk-induk berkualitas baik.

Keberhasilan usaha pembenihan ikan tidak lagi banyak bergantung


pada kondisi alam namun manusia telah banyak menemukan kemajuan

Setelah itu, benih gabus diberi pakan pelet apung khusus untuk

diantaranya

pemijahan

dengan

hipofisisasi,

peningkatan

derajat

Benih ikan gabus

pembuahan telur dengan teknik pembunuhan buatan. Penetasan telur

sebanyak 20 30% yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati.

secara terkontrol, pengendalian kuantitas dan kualitas air, teknik kultur

Pada umur sebulan, benih telah berukuran 5 - 7 cm, dan siap

makanan alami dan pemurnian kualitas induk ikan.

benih secara bertahap hingga umur 1 bulan.

dipindahkan ke kolam pembesaran atau dijual ke pembudidaya ikan.


Benih ikan gabus berukuran 8 12 cm mempunyai bobot 10 12
gram/ekor.

59
VII. PENUTUP

Pengertian dari benih ikan adalah sebutan dari ikan yang baru menetas
sampai mencapai ukuran panjang tubuh 5 - 6 cm

Benih ikan merupakan salah satu faktor penentu dalam usaha


peningkatan produksi budidaya perikanan. Tersedianya benih ikan yang
terjamin pengadaannya baik jenis, tempat, jumlah, mutu, ukuran, waktu
dan harga yang tepat akan sangat mempengaruhi suksesnya usaha
budidaya ikan (pembesaran).

60

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Teknik Pembenihan Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus).
http://kreasi hermanoceaniz.blogspot.co.id/2011/04/teknikpembenihan-ikan-patin-siam.html, Diakses, Selasa, 3 Nopember
2015.

Anonim. 2013. Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Sp.) Di Unit 61


Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB)
Cilebar Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
http://imamsetyawan48.blogspot.co.id/2013/06/pembenihan-ikanlele-sangkuriang.html. Diakses, Selasa 10 Nopember 2015

Anonim. 2011. Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)


http://eliciamustika.blogspot.co.id/2011/06/klasifikasi-dan-morfologiikan-nila.html. Diakses, Kamis , 5 Nopember 2015.

Anonim. 2014. Buku Saku Teknik Budidata Ikan Air Tawar. Balai Bsar
{rikanan Budidaya Dirktorat Jnderal Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan dan Perikanan. 86 halaman.

Anonim. 2011. Petunjuk Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang


(Clarias Sp). Kementerian Kelautan Dan Perikanan Direktorat
Jenderal Perikanan Budidaya Balai Besar Pengembangan
Budidaya
AirTawARhttp://www.djpb.kkp.go.id/benih/download/SANGKURIAN
G2011.pdf. Diakses, Selasa 10 Nopember 2015.

Anonim. 2015. Seribu Cara Lengkap Pembenihan Ikan Gurame


http://www.seputarikan.com/2015/03/seribu-cara-lengkappembenihan-ikan.html. Diakses, Senin , 9 Nopember 2015.

Anonim. 2011. Manajemen Pembenihan Ikan Papuyu.


http://rakhmathadisaputra.blogspot.com/2011/12/manajemenpembenihan-ikan papuyu.html. Diakses Jum'at, 23 Oktober 2015

Anonim. 2011.Persiapaan Pemijahan ikan gurame


http://budidayanews.blogspot.co.id/2011/03/persiapan-pemijahanikan-gurame.html. Diakses Senin 9 Nopember 2015
Anonim. 2012. Teknik Pembenihan Ikan Nila. 2012
http://budidaya-ikan.com/teknik-pembenihan-ikan-nila/. Diakses,
Kamis , 5 Nopember 2015.
Anonim. 2012. Cara Budidaya Ikan Papuyu.
http://arisandifarm.blogspot.com/2012/09/cara-budidaya-ikan-pepuyu.html.
Diakses Rabu 11 Nopember 2015

Anonim. 2012. Budidaya Ikan Gabus (Channa


striata).http://aoelicious.blogspot.com/2012/02/budidaya-ikangabus-channa-striata.html. Diakses, 27 Mei 2015
Anonim. 2013. Pembenihan ikan mas
http://edukasiperikanan.blogspot.co.id/2013/01/pembenihan-ikanmas.html. Diakses, Rabu, 4 Nopember 2015.

Rukmana. 2014. Cara Budidaya Ikan Gabus. http://hewan.co/cara-budidayaikan-gabus.html. Diakses, 27 Mei 2015.