Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Kiranya tak ada yang patut penulis nyatakan di sini selain, segala puji dan syukur
yang mendalam kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya jualah saya
dapat menyelesaikan makalah dengan bentuk dan isi yang sangat sederhana.
Makalah tentang Pemilihan Kepala Desa menurut UU No 6 Tahun 2014, dalam
rangka memenuhi sebagian tugas Sistem Pemerintahan Desa .
Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan
ataupun materi. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa saya terima
dengan tangan terbuka. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi kepada saudarasaudara, bermanfaat untuk pembacanya dan dapat memberikan semangat untuk sesuatu ke
arah yang positif.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

Banjarmasin, 10 Maret 2016

Putri Ayu Wardana


1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI 2

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
3
B. Rumusan Masalah 4
C. Tujuan
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pemilihan Kepala Desa Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan............. 5
B. Fungsi Dan Peran Kepala Desa................................................................................. 9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan 10
B. Daftar Pustaka
11
LAMPIRAN.......................................................................................................................... 12

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal usul desa dan
kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Pembentukan desa harus memenuhi persyaratan
diantaranya jumlah penduduk, luas wilayah, bagian wilayah kerja, perangkat, dan sarana dan
prasarana pemerintahan. Pembentukan desa dapat berupa penggabungan beberapa desa, atau
bagian desa yang bersandingan, atau pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih,
atau pembentukan desa di luar desa yang telah ada. Pemekaran dari satu desa menjadi dua
desa atau lebih ini dapat dilakukan setelah mencapai paling sedikit 5 (lima) tahun
penyelenggaraan pemerintah desa. Desa yang kondisi masyarakat dan wilayahnya tidak lagi
memenuhi persyaratan dapat dihapus atau digabung. Salah satu persyaratan pembentukan
desa yaitu adanya pemerintah desa, pemerintah desa terdiri dari kepala desa dan perangkat
desa.
Sehingga banyak diantara kita yang tidak mengetahui tentang proses persiapan dan
pelaksanaan serta pencalonan kepala desa, hal ini membuat kita bertanya-tanya mengenai
bagaimana asal mula pemilihan kepala desa, mulai dari tidak mengetahui mengenai selukbeluk pemilihan kepala desa yang tak hanya satu kali kita ikuti, padahal didalam pemilihan
tersebut tersembunyi peraturan-peraturan yang mengikat bagi calon kepala desa yang ikut
mencalonkan diri dalam pilkades.
Sebenarnya kita juga punya andil besar didalam penentu untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan kebijakan dari pemerintah, namun
sayangnya sebagian besar dari kita tidak mengetahui tentang bagaimana urutan proses
pemilihan kepala desa dan undang-undang yang mengaturnya.

Lantas bagaimana dengan pengaturan dan tata cara agar seseorang dapat menjadi
kepala desa. Hal ini di atur dalam Undang-Undang No 6 Tentang Desa. Jauh sebelum itu pun
kepala desa menjadi ciri di dalam masyarakat desa di indonesia. Sehingga telah melekat
sebelum pasca kemerdekaan indonesia. Dan mempunyai peran penting dalam hal
menanamkan moral-moral di masyarakat.

B.

Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka Penulis berusaha menghimpun beberapa masalah

yang akan digunakan untuk menganalisis tentang Pemilihan Kepala Desa berdasarkan
Peraturan Perundang-undangan. Permasalahan tersebut dapat diidentifikasi dalam beberapa
pertanyaan sebagai berikut :
a. Bagaimana Pemilihan Kepala Desa berdasarkan Peraturan Perundang-undangan ?
b. Bagaimana fungsi dan peran dari Kepala Desa ?

C.

Tujuan

a. Memberikan pemahaman kepada seluruh kalangan akademis agar dapat memahami


pemilihan Kepala Daerah ?
b. Menambah bahan referensi untuk kajian terhadap seluruh kalangan

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pemilihan Kepala Desa berdasarkan Peraturan Perundang-undangan


Kepala desa mempunyai tugas penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan,
dan kemasyarakatan dan dipilih langsung oleh dan dari penduduk desa Warga Negara
Republik Indonesia yang memenuhi persyaratan.
Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat.
Pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilihan
Kepala Desa dilaksanakan melalui tahap pencalonan dan tahap pemilihan.

Pengaturan Pemilihan Kepala Desa Menurut Undang-Undang No 6 Tahun 2014


Pemilihan Kepala Desa
Pasal 31
(1) Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten/Kota.
(2) Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota menetapkan kebijakan pelaksanaan pemilihan
Kepala Desa secara serentak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan Peraturan Daerah
Kabupaten/Kota.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemilihan Kepala Desa serentak sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.
Pasal 32
(1) Badan Permusyawaratan Desa memberitahukan kepada Kepala Desa mengenai akan
berakhirnya masa jabatan Kepala Desa secara tertulis 6 (enam) bulan sebelum masa
jabatannya berakhir.
(2) Badan Permusyawaratan Desa membentuk panitia pemilihan Kepala Desa.

(3) Panitia pemilihan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat mandiri dan
tidak memihak.
(4) Panitia pemilihan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas unsur
perangkat Desa, lembaga kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat Desa.
Pasal 33
Calon Kepala Desa wajib memenuhi persyaratan:
a. warga negara Republik Indonesia;
b. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika;
d. berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah pertama atau sederajat;
e. berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun pada saat mendaftar;
f. bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa;
g. terdaftar sebagai penduduk dan bertempat tinggal di Desa setempat paling kurang 1 (satu)
tahun sebelum pendaftaran;
h. tidak sedang menjalani hukuman pidana penjara;
i. tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara
paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali 5 (lima) tahun setelah selesai menjalani
pidana penjara dan mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada publik bahwa yang
bersangkutan pernah dipidana serta bukan sebagai pelaku kejahatan berulang-ulang;
j. tidak sedang dicabut hak pilihnya sesuai dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum tetap; k. berbadan sehat; l. tidak pernah sebagai Kepala Desa selama 3 (tiga)
kali masa jabatan; dan m. syarat lain yang diatur dalam Peraturan Daerah.
Pasal 34

(1) Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk Desa.


(2) Pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
(3) Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan melalui tahap pencalonan, pemungutan suara, dan
penetapan.
(4) Dalam melaksanakan pemilihan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
dibentuk panitia pemilihan Kepala Desa.
(5) Panitia pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bertugas mengadakan penjaringan
dan penyaringan bakal calon berdasarkan persyaratan yang ditentukan, melaksanakan
pemungutan suara, menetapkan calon Kepala Desa terpilih, dan melaporkan pelaksanaan
pemilihan Kepala Desa.
(6) Biaya pemilihan Kepala Desa dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kabupaten/Kota.
Pasal 35
Penduduk Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) yang pada hari pemungutan
suara pemilihan Kepala Desa sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau sudah/pernah
menikah ditetapkan sebagai pemilih.
Pasal 36
(1) Bakal calon Kepala Desa yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 33 ditetapkan sebagai calon Kepala Desa oleh panitia pemilihan Kepala Desa.
(2) Calon Kepala Desa yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diumumkan kepada masyarakat Desa di tempat umum sesuai dengan kondisi sosial budaya
masyarakat Desa.
(3) Calon Kepala Desa dapat melakukan kampanye sesuai dengan kondisi sosial budaya
masyarakat Desa dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 37

(1) Calon Kepala Desa yang dinyatakan terpilih adalah calon yang memperoleh suara
terbanyak.
(2) Panitia pemilihan Kepala Desa menetapkan calon Kepala Desa terpilih.
(3) Panitia pemilihan Kepala Desa menyampaikan nama calon Kepala Desa terpilih kepada
Badan Permusyawaratan Desa paling lama 7 (tujuh) hari setelah penetapan calon Kepala
Desa terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
(4) Badan Permusyawaratan Desa paling lama 7 (tujuh) hari setelah menerima laporan panitia
pemilihan menyampaikan nama calon Kepala Desa terpilih kepada Bupati/Walikota.
(5) Bupati/Walikota mengesahkan calon Kepala Desa terpilih sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) menjadi Kepala Desa paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal diterimanya
penyampaian hasil pemilihan dari panitia pemilihan Kepala Desa dalam bentuk keputusan
Bupati/Walikota.
(6) Dalam hal terjadi perselisihan hasil pemilihan Kepala Desa, Bupati/Walikota wajib
menyelesaikan perselisihan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (5).
Pasal 38
(1) Calon Kepala Desa terpilih dilantik oleh Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk
paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah penerbitan keputusan Bupati/Walikota.
(2) Sebelum memangku jabatannya, Kepala Desa terpilih bersumpah/berjanji.
(3) Sumpah/janji sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagai berikut: Demi Allah/Tuhan,
saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya selaku Kepala Desa
dengan sebaik-baiknya, sejujur jujurnya, dan seadil-adilnya; bahwa saya akan selalu taat
dalam mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara; dan bahwa saya
akan menegakkan kehidupan demokrasi dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 serta melaksanakan segala peraturan perundang-undangan dengan
selurus-lurusnya yang berlaku bagi Desa, daerah, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 39
(1) Kepala Desa memegang jabatan selama 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal
pelantikan.
8

(2) Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjabat paling banyak 3 (tiga)
kali masa jabatan secara berturut-turut atau tidak secara berturut-turut.

B. Fungsi dan Peran Kepala Desa


Kepala Desa mempunya tugas, kewajiban, wewenang, dan berhak atas gaji dan
tunjangan, jaminan kesehatan, bantuan hukum, cuti dan mendapat penghargaan atas prestasi
kerjanya, selanjutnya dalam rangka penguatan Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten, dan
Pemerintah Kecamatan wajib melaksanakan pembinaan kepada Kepala Desa dan
penyelenggara pemerintah desa lainnya.
Pemilihan Kepala Desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak
tradisionalnya sepanjang masih hidup dan diakui keberadaannya berlaku ketentuan hukum
adat setempat. kegiatan Calon Kepala Desa dalam rangka meyakinkan para pemilih dengan
menawarkan visi, misi, dan program, selanjutnya dalam pemilihan Kepala Desa ini ditunjang
dengan adanya Tim Pelaksana Kampanye yang bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis
penyelenggaraan kampanye, kemudian ada pengawas pemilihan Kepala Desa, penjaringan
yang kegiatannya dilakukan oleh panitia pemilihan untuk menjaring bakal calon dari warga
masyarakat desa setempat, setelah adanya penjaringan, selanjutnya adanya penyaringan,
dimana penyaringan ini adalah proses seleksi terhadap Bakal Calon yang dilakukan oleh
panitia pemilihan.

BAB III
PENUTUP
A.

KESIMPULAN
Pemilihan kepala desa, atau seringkali disingkat Pilkades, adalah suatu pemilihan

Kepala desa secara langsung oleh warga desa setempat. Berbeda dengan Lurah yang
merupakan Pegawai Negeri Sipil, Kepala Desa merupakan jabatan yang dapat diduduki oleh
warga biasa. Kepala Desa dilantik oleh Bupati / Walikota.Sebuah desa akan menjadi lebih
baik dan tertata jika memiliki seorang kepala desa. Kepala Desa berperan penting dalam laju
pertumbuhan desa yang dia pimpin. Maka dari itu hendaknya masyarakat desa dapat memilih
kepala desa yang dapat memajukan desanya menjadi lebih baik.
Desa merupakan satu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat
yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri, dimana desa ini memiliki unsur-unsur desa
diantaranya daerah, penduduk, tata kehidupan. Dari ketiga unsur ini tidak lepas satu sama
lain, artinya tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan.
Selain itu, desa juga dapat memberikan pemahaman tentang moral-moral yang ada di
masyarakat. Di mana menjunjung tinggi rasa kekeluargaan, bukan hanya di dasarkan
kepentingan materiil semata. Agar nantinya dari pelayanan pemerintahan desa menyebabkan
kenyamanan dalam beragam bentuk fasilitas yang ada dari desa maupun dari negara.

10

B.

DAFTAR ISI

UUD 1945
Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa
Ridwan HR, 2007. Hukum Adminstrasi Negara. Jakara : PT RajaGrafindo
Di akses pada tanggal 10 Maret 2016 dari
https://metro.tempo.co/read/news/2015/06/14/083674937/akhirnya-pemilihan-kepala-desacijeruk-batal
Di akses pada tanggal 10 Maret 2016 dari http://ciburial.desa.id/pemilihan-kepala-desadilaksanakan-secara-serentak
Di akses pada tanggal 10 Maret 2016 dari http://www.hukumonline.com/klinik
/detail/lt5468920407955/penyelesaian-sengketa-hasil-pemilihan-kepala-desaDi akses pada tanggal 10 Maret 2016 dari http://regional.kompasiana.com/2013/06/26/
pemilihan-kepala-desa-dulu-dan-sekarang-568716.html

11

LAMPIRAN
CONTOH KASUS

12

13

14