Anda di halaman 1dari 14

BAB II

TINJAUAN UMUM
Nama Proyek

: Rusun Sewa Mahasiswa ITERA Lampung

Alamat

: Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Kec. Jatiagung,


Lampung Selatan

Pemilik

: Kampus ITERA

Konsultan MK

: PT. Deta Decon

Konsultan Perencana

: PT. Adhikara Mitracipta

Kontaktor

: PT. Brantas Abipraya

Nilai Kontrak

: Rp. 104.000.000.000,-

Uang Muka

: 0%

Sifat Kontrak

: Lumpsum Fixed Price

Metode Pembayaran

: Progress Payment / 7 (tujuh) termin

Waktu Pelaksanaan

: 10 Bulan kalender

Waktu Pemeliharaan

: 6 Bulan Kalender

Data teknis proyek


Pekerjaan Pondasi
Jenis Pondasi

: Bored pile

Adukan

Kedalaman Pengeboran

:5m

Diameter Pengeboran

: 100 cm

Diameter Tulangan

Selimut Pondasi

2.1

Sejarah Perusahaan
PT Brantas Abipraya (Persero) (ABIPRAYA atau Perseroan) berdiri

sejak Tahun 1980 sebagai hasil pemekaran dari Proyek Induk Pengembangan
Wilayah Sungai Kali Brantas.
Perusahaan bergerak pada industri yang sangat kompetitif yaitu Jasa
Pelaksana Konstruksi, atau yang lazim disebut Kontraktor. Sesuai dengan sumber
daya, pengalaman dan keahlian (yang dimiliki), maka Perusahaan mengambil
segmen pasar utama yaitu bidang Bangunan Air. Dalam bidang ini Perusahaan
telah sangat berpengalaman terutama dalam membangun Bendungan Besar.
Dalam perkembangan selanjutnya, Perusahaan telah memasuki bidang
pekerjaan lain, seperti Jalan dan Jembatan, Prasarana Perhubungan (laut dan
udara) seperti pelabuhan laut dan bandar udara, Kelistrikan, Bangunan Gedung,
dan lain sebagainya, sehingga PT Brantas Abipraya telah berkembang menjadi
General Contractor.
Kegiatan usaha Perusahaan dilakukan melalui persaingan bebas yang
sehat, dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan etika
bisnis yang lazim berlaku. Pada saat ini Perseroan mempunyai kantor divisi di
Medan, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Samarinda serta kantor cabang di
Padang, Pekanbaru dan Banjarmasin.
Perseroan sampai saat ini berhasil mencatat sejumlah prestasi yaitu:
Sebagai Wajib Pajak (WP) Patuh untuk tiga kali periode berturut-turut sejak
Tahun 2009- 2010, Tahun 2010-2011, Tahun 2011-2012 dan Tahun 2013-2014.
Perseroan juga mendapat predikat kinerja keuangan Sangat Bagus dari Majalah
Infobank untuk perusahaan BUMN kategori Non Keuangan untuk Tahun 20112013.
Dengan Visi ingin menjadi Perusahaan Terpercaya dalam industri
konstruksi. Sedangkan misi Perseroan menyediakan produk konstruksi bermutu
tinggi serta professional dan berkelanjutan.

2.2

Struktur Organisasi dan Uraian Tugas

2.2.1 Umum

Struktur organisasi merupakan suatu hubungan kerja yang menggambarkan


satu kesatuan kerja secara keseluruhan dalam suatu proyek. Dalam pembagian
pekerjaan haruslah tepat dalam mencari kriteria untuk posisi yang akan ditempati.
Adapun tujuan dari organisasi adalah menciptakan serangkaian hubungan
dalam sebuah sistem kerjasama antar kelompok atau masing-masing orang di
dalam organisasi tersebut maupun dari pihak luar. Hal ini akan tercipta apabila
para pihak yang terlibat dalam organisasi mengetahui tugas, wewenang dan
tanggung jawabnya masing-masing.
Untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan berkualitas sesuai dengan
spesifikasi yang telah ditentukan, maka sistem organisasi harus baik dan terlihat
dengan jelas tugas dan wewenang serta tanggung jawab dari semua personil yang
terlibat, dan yang tak kalah pentingnya yaitu adanya komunikasi yang baik dan
lancar dari semua pihak yang ada dalam organisasi tersebut.

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Proyek


2.2.2 Tugas dan Tanggung Jawab Pihak Yang Terlibat Secara Umum

Untuk mengetahui hubungan kerja, tugas tanggung jawab, kewajiban dari


masing-masing posisi pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Proyek Rusun Sewa
Mahasiswa ITERA Lampung seperti pada Gambar 2.2, dapat dilihat pada
penjelasan berikut ini:
1. Pemberi Tugas (Pemilik/Owner)
Pemilik adalah pemerintah, badan hukum, atau perorangan yang
mempunyai dana untuk membuat suatu proyek konstruksi. Tugas dan tanggung
jawab pemilik adalah sebagai berikut:
a. Memilih atau menunjuk konsultan koordinator dan kontraktor.
b. Mengesahkan dokumen kontrak pembangunan proyek.
c. Menyediakan biaya yang diperlukan untuk pembangunan proyek tersebut
dan biaya-biaya perubahan bila ada.
d. Menandatangi surat perintah dan surat perjanjian kerja dengan
kontraktor.
e. Menghentikan atau mencabut pekerjaan bila terjadi penyimpangan dari
spesifikasi kerja.
f. Menyiapkan kelengkapan mengenai surat-surat tanah, imbalan dan lainlain.
g. Menerima berita acara penyerahan proyek oleh kontraktor.
h. Mengevaluasi hasil pekerjaan apakah sudah sesuai dengan perjanjian.
i. Mengesahkan dokumen pembayaran dengan kontraktor.
2. Pimpinan Proyek (Pimpro)
Pimpinan Proyek adalah kuasa ahli yang bertanggung jawab atas
pelaksanaan pekerjaan proyek di lapangan dari pemilik. Tugas dan tanggung
jawab pimpinan proyek:
a. Melaksanakan kegiatan proyek dalam mencapai sasaran yang telah
direncanakan dalam perjanjian yang telah kita setujui bersama.
b. Mengendalikan proyek secara langsung dengan dibantu oleh staf-staf
yang telah ditunjuk.
c. Membina dan membimbing dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga
berjalan lancar dan mencapai hasil yang telah direncanakan.
d. Memberi petunjuk dan pengarahan yang dianggap perlu dalam
pelaksanaan.

e. Mengajukan revisi pekerjaan bila diperlukan.


f.

Pimpinan proyek bertanggung jawab atas penyelesaian proyek tepat


pada waktunya sesuai dengan rencana dan mutu yang telah ditetapkan.

3. Konsultan Perencana
Konsultan perencana adalah badan hukum atau perorangan yang
mempunyai keahlian dalam merancang suatu konstruksi. Tugas dan tanggung
jawab konsultan perencana adalah :
a. Bertanggung jawab atas kerugian dari pemberi tugas akibat dari
kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh perencana maupun orang yang
bekerja kepadanya apabila semua rencana tersebut telah dilaksanakan di
lapangan.
b. Tanpa

persetujuan

pemberi

tugas,

konsultan

perencana

dapat

memerintahkan kepada kontraktor untuk mengadakan perubahanperubahan dalam peraturan yang telah dibuat sebelumnya.
c. Menampung semua informasi dari pemilik.
d. Membuat gambar kerja, menghitung RAB, dan menghitung RKS.
e. Mengadakan pelelangan.
f.

Menentukan pemenang (dalam panitia tender).

g. Menerbitkan SPK (Surat Perintah Kerja).


4. Konsultan Pengawas (Manajemen Konstruksi)
Konsultan Pengawas adalah badan hukum atau perorangan yang memiliki
keahlian dan menjual jasa dalam bidang pengawasan kegiatan konstruksi di
lapangan. Tugas dan tanggung jawab konsultan pengawas adalah :
a. Mengikuti rapat penjelasan pekerjaan karena dengan mengikuti rapat
tersebut maka dapat mengetahui semua dasar perubahan yang terjadi.
b. Mempelajari dokumen kontrak, termasuk spesifikasi dan gambar kerja.
c. Memberi persetujuan atas semua program rencana pelaksanaan proyek
yang diajukan oleh konsultan, melakukan pengawasan atau pengendalian

proyek sesuai yang tercantum dalam kontrak, misalnya laporan harian,


mingguan, serta kejadian dilapangan.
d. Membuat berita acara untuk pemilik dan kontraktor bahwa pekerja telah
dilaksanakan sesuai dengan kontrak dan siap dibayar.
5. Kontraktor
Kontraktor adalah badan hukum atau perorangan yang memiliki dana dan
keahlian yang menjual jasa untuk membuat (mendirikan) proyek konstruksi.
Kontraktor mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Bertanggung jawab atas penempatan bahan baku dan material yang
dipakai dalam pelaksanaan sesuai spesifikasi.
b. Bertanggung jawab atas penempatan personil di proyek dengan keahlian
yang sesuai dengan jabatan pada struktur organisasi dari kontraktor.
c. Bertanggung jawab atas kebenaran hasil pelaksanaan sesuai dengan
spesifikasi.
d. Menyusun strategi untuk mempercepat suatu pekerjaan agar tepat waktu
sesuai dengan dengan kontrak.
e. Bersama-sama dengan direksi membuat laporan mingguan atas kemajuan
dan ketertiban umum di lingkungan tempat pekerjaan.
f. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan waktu yang diberikan dan serta
dilaksanakan sesuai dengan spesefikasi (RKS), sesuai dengan perjanjian.
g. Menyelesaikan semua pekerja yang dianggap kurang, serta perbaikanperbaikan apabila diperlukan.
h. Mengevaluasi semua pekerja sebelum diserah-terimakan kepada pemilik.
i.

Menyerahkan pekerjaan apabila telah selesai seratus persen.

2.2.3 Tugas dan Tanggung Jawab Pihak Yang Terlibat Bagian Kontraktor

Untuk mengetahui hubungan kerja, tugas tanggung jawab, kewajiban dari


masing-masing posisi pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Proyek Rusun Sewa
Mahasiswa ITERA Lampung, dapat dilihat pada penjelasan berikut ini:
1. Project Manager (Kepala Proyek)
Keberhasilan dalam kualitas, maupun konstribusi margin pada perusahaan
tergantung pada seorang Project Manager. Kepala proyek tidak hanya dituntut
menguasai teknik pelaksanaan saja, tetapi juga non teknis yang ada hubungannya
dengan proyek. Tugas dan tanggung jawab Project Manager adalah:
a. Membina hubungan industrial.
b. Bertanggung jawab terhadap penyelesaian proyek secara keseluruhan
baik dari segi biaya, mutu dan waktu, khususnya terhadap paket-paket
pekerjaan yang disubkontrakkan biaya overhead.
c. Melakukan pengujian produk yang dipasok oleh pelanggan pada
penerimaan hingga lengkap dan pengembalian kepada pelanggan yang
dapat dipakai ataupun yang rusak atau tidak dipakai.
d. Memeriksa dan mengevaluasi sub-kontraktor/mandor.
e. Melakukan pemeriksaan persiapan untuk kelancaran pengecoran dan
menyelidiki penyebab terjadinya kesalahan.
2. Safety and House Keeping Officer (K3)
Safety and House Keeping Officer merupakan bagian yang bertanggung
jawab atas kesehatan dan keselamatan para tenaga kerja di perusahaan. Safety and
House Keeping Officer harus mengawasi dan memastikan tenaga kerja bekerja
sesuai dengan standar operasional pekerjaan agar kesehatan dan keselamatan
tenaga kerja dapat terjamin. Berikut deskripsi pekerjaan Safety and House
Keeping Officer secara lebih lengkap :
a. Melakukan peninjauan resiko kerja.
b. Membuat program kerja K3 dan perencanaan penerapannya.
c. Memastikan tenaga kerja telah bekerja sesuai dengan standar program
K3.

d. Melakukan pemeriksaan pada peralatan kerja, tenaga kerja, kesehatan


tenaga kerja serta lingkungan kerja.
e. Meninjau keselamatan kerja dan melakukan pelatihan keselamatan.
f.

Melakukan penanggulangan kecelakaan kerja dan melakukan


penyelidikan penyebabnya.

3. Quality Control/QC (Kontrol Kualitas)


Tugas dari Quality Control yaitu :
a. Memeriksa kualitas hasil pekerjaan yang telah selesai.
b. Memberikan saran kepada pelaksana agar hasil pekerjaan tersebut sesuai
dengan dokumen.
c. Memeriksa kualitas material yang akan digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan.
4. Site Engineering Manager/SEM (Kepala Bagian Teknik)
Tugas dari Site Engineering Manager yaitu :
a. Bertanggung jawab atas urusan teknis yang ada di lapangan.
b. Memberikan cara-cara penyelesaian atas usul-usul perubahan desain dari
lapangan berdasarkan persetujuan pihak pemberi perintah kerja sehingga
tidak menghambat kemajuan palaksanaan di lapangan.
c. Melakukan pengawasan terhadap hasil kerja apakah sesuai dengan
dokumen kontrak.
d. Memeriksa laporan biaya proyek.
5. Site Operational Manager Structure and Architecture (Kepala Bagian
Pelaksanaan Struktur dan Arsitektur)
Tugas Kepala Bagian Pelaksanaan Struktur dan Arsitektur yaitu :
a. Mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
b. Mengajukan usul-usul perubahan pada gambar kerja.
c. Melaksanakan kegiatan sesuai dokumen kontrak.

d. Memotivasi pelaksana agar mampu bekerja dengan tingkat efisiensi dan


efektifitas yang tinggi.
e. Menetapkan rencana dan petunjuk pelaksanaan untuk keperluan
pengendalian dari pelaksanaan pekerjaan.
f.

Bertanggung jawab atas kemajuan pembangunan fisik di lapangan.

g. Mengadakan koordinasi dengan pengawas proyek.


6. Site Operational Manager Mechanical and Electrical (Kepala Bagian
Pelaksanaan Mekanikal dan Elektrikal)
Tugas dari Site Operational Manager Mechanical and Electrical
a. Bertanggung jawab atas urusan Mekanikal dan Elektrikal.
b. Melakukan pengawasan terhadap hasil kerja apakah sesuai dengan
dokumen kontrak.
c. Menetapkan rencana dan petunjuk pelaksanaan untuk keperluan
pengendalian dari pelaksanaan pekerjaan
7. Site Administration Manager (Kepala Bagian Administrasi)
Tugas dari Site Administration Manager yaitu :
a. Bertanggung jawab atas penyelenggaraan administrasi di lapangan.
b. Membuat laporan keuangan mengenai seluruh pengeluaran proyek.
c. Membuat secara rinci pembukuan keuangan proyek.
d. Memeriksa pembukuan arsip-arsip selama pelaksanaan proyek.
e. Menyelenggarakan pengendalian dana seesuai dengan program yang ada.
f.

Mengawasi sistem keluar dan masuk barang dalam proyek.

8. Quantity Surveyor/QS (Estimator)


Tugas dari QS adalah :
a. Melakukan review RAB dari gambar kontrak untuk back up progres 0%
(awal proyek).
b. Melakukan seleksi, komparasi mandor dan sub kontraktor.

c. Melakukan pengawasan progres pekerjaan dan tagihan mandor dan sub


kontraktor.
d. Melakukan verifikasi tagihan mandor/sub kontraktor.
e.

Melakukan pengawasan progres pekerjaan dan penagihan prestasi ke


owner.

f. Membuat tagihan ke owner berdasarkan progres pekerjaan


g. Mengelola dan menyusun proposal klaim (kepada pihak ke-3 dan pemilik
proyek)
9. Metode Pelaksanaan
Tugas bagian Metode Pelaksanaan sebagai berikut :
a. Merencanakan metode pelaksanaan yang efektif dan efisien untuk semua
pekerjaan.
b. Bertanggung

jawab

atas

kelancaran

pekerjaan

yang

menjadi

kewajibannya.
10. Juru Gambar (Drafter)
Peranan tugas juru gambar atau drafter sangat penting bagi insinyur proyek
karena apabila ada kesalahan gambar dengan pelaksanaan, maka juru gambar ini
ikut bertanggung jawab dalam perubahan gambar tersebut. Tugas dan tanggung
jawab juru gambar atau drafter adalah:
a. Memberikan saran maupun masukan pada insinyur proyek mengenai
gambar yang ada
b. Mengubah gambar yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dengan
persetujuan insinyur proyek.
c. Memberi laporan atas gambar yang telah mengalami perubahan.
11. Logistik dan Peralatan
Tugas dan tanggung jawab logistik adalah sebagai berikut :
a. Bertanggung jawab atas kebutuhan bahan, peralatan proyek tepat pada
waktunya.

b. Bertanggung jawab atas pengadaan bahan dan peralatan untuk


mempercepat pelaksanaan sesuai dengan anggaran.
c. Mengontrol perincian bahan dan peralatan sesuai dengan yang
direncanakan baik terhadap jumlahnya dan mutu bahan tersebut.
d. Membuat laporan keuangan mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan atas
pembelian barang, bahan dan penyewaan peralatan.
12. Pelaksana Sruktur
Tugas dari Pelaksana Struktur yaitu :
a. Megkoordinir pekerja agar bekerja efektif dan efisien untuk pekerjaan
struktur.
b. Melaksanakan pekerjaan struktur harian lapangan.
c. Memberikan perintah kepada pembantu pelaksana / mandor bagian
struktur.
d. Mempelajari gambar struktur dan spesifikasi proyek.
e. Membuat rekapitulasi kebutuhan material struktur di proyek.
13. Pelaksana Finishing
Tugas dari Pelaksana Finishing yaitu :
a. Megkoordinir pekerja agar bekerja efektif dan efisien untuk pekerjaan
finishing.
b. Melaksanakan pekerjaan finishing harian lapangan.
c. Memberikan perintah kepada pembantu pelaksana / mandor bagian
finishiing.
d. Mempelajari gambar finishing/arsitektur dan spesifikasi proyek.
e. Membuat rekapitulasi kebutuhan material finishing di proyek.
14. Kepala Pengawas Lapangan (General Supervisor/GSP)
Tugas dan tanggung jawab pengawas lapangan adalah sebagai berikut:
a. Bertanggung jawab atas terselenggaranya pelaksanaan di lapangan sesuai
dengan gambar kerja kualitas yang telah ditetapkan.

b. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan baik sturktur atau


finishing
c. Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode pelaksanaan
konstruksi
d. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas dan
kuantitas
e. Memberikan jalan keluar terhadap permasalahan yang timbul di lapangan
f. Membuat laporan kemajuan fisik setiap minggu dan bulanan
15. Pengawas Mekanikal Elektrikal (SP ME)
Tugas Pengawas Mekanikal Elektrikal adalah sebagai berikut :
a. Mengawasi laju pelaksanaan pekerjaan mekanikal elektrikal dari segi
kualitas bahan serta pelaksanaaannya.
b. Mengawasi ketepatan waktu dan biaya pelaksanaan pekerjaan mekanikal
elektrikal.
c. Bertanggung jawab atas hasil pekerjaan kepada GSP ME.
16. Juru Ukur (Surveyor)
Tugas dan tanggung jawab juru ukur adalah sebagai berikut:
a. Bertanggung jawab penuh terhadap seluruh pengukuran
b. Mempelajari gambar kerja yang telah disetujui oleh insinyur proyek
untuk menerapkan ke lapangan
c. Menentukan as atau tanda pada bangunan sesuai dengan gambar rencana
d. Menentukan elevasi suatu bangunan sesuai gambar rencana
e. Membuat batas- batas pengecoran untuk semua pekerjaan struktur.
17. Akuntansi
Tugas bagian akuntansi adalah :
a. Bertanggung jawab atas penerimaan dan pembayaran yang terjadi.
b. Melakukan dan membuat laporan perhitungan pajak.
18. Umum
Tugas bagian Umum adalah :

a. Menjaga dan mengupdate informasi administasi mulai dari office supply,


stationaries.
b. Mempersiapkan arrangement meeting detail, absensi staff, serta
melakukan hal-hal seperti surat menyurat dengan staf lainya.
19. Office Boy
Tugas dari Office Boy adalah :
a. Menyiapkan keperluan konsumsi staf-staf proyek.
b. Menjaga kebersihan dan kerapihan direksi kit.
20. Security
Tugas dari Security adalah menjaga keamanan lokasi proyek.

15