Anda di halaman 1dari 2

1. If you dare to teach, you must dare to learn. Harry K.

Wong
Ungkapan If you dare to teach, you must dare to learn benar-benar
mengingatkan kita semua guru bahwa apabila kita mengajar, kita harus belajar.
Lebih luas lagi ungkapan ini memberi isyarat pada kita bahwa guru haruslah
selalu meningkatkan mengembangkan kompetensinya agar dapat menjadi
seorang guru yang efektif. Istilah guru efektif merupakan hal yang familiar
dikalangan guru, namun yang ditemui di lapangan ternyata banyak guru yang
tidak paham tentang bagaimana menjadi seorang guru yang efektif. Oleh karena
itu marilah kita selalu belajar dan belajar karena apabila kita berani mengajar,
kita harus berani belajar - If you dare to teach, you must dare to learn.
2. menurut Ditjen Dikti dalam Subyantoro (2009:89) peran Riset / penelitian pendidikan
sebagai berikut:
1) Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan
pembelajaran di sekolah;
2) Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah
pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas;
3) Meningkatkan sikap professional pendidik dan tenaga kependidikan;
4) Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah dan LPTK,
sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu
pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable);
5) Meningkatkan keterampilan pendidik dan tenaga kependidikan khususnya di
sekolah dalam melakukan PBT;
6) Meningkatkan kerjasama professional di antara pendidik dan tenaga
kependidikan di sekolah dan LPTK.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka peran dari penelitian pendidikan
adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktik pembelajaran di
sekolah.

3. Teori perkembangan kognitif dan teori perkembangan Piaget mempunyai


sejumlah sumbangan besar dalam bidang psikologi pendidikan antara lain :
a.Pemikiran anak didik berkembang secara perlahan dengan tahapantahapannya, mulai dari yang konkret ke yang abstrak. Maka dalam
penyajian bahan kepada anak didik perlu diperhatikan tingkat
pemikirannya, dimulai dari yang konkret ke yang abstrak , dari bahan
yang mudah ke yang sulit, dari bahan yang dekat dengannya sampai ke
yang jauh.
b.Pendidikan perlu mengamati tahap perkembangan anak didik sehingga
dapat membantu anak didik secara lebih tepat.
c.Karena pengetahuan adalah konstruksi anak didik sendiri, anak didik
harus dibantu aktif dalam mengolah, mengalami dan membangun

pengetahuannya. Seluruh metode pendidikan perlu menekankan pada


keaktifan anak.
d.Pendidik perlu menciptakan suasana yang menantang anak didik untuk
berfikir, merumuskan pikirannya serta mengekspresikan apa yang anak
didik ketahui.