Anda di halaman 1dari 7

Perancangan Perpustakaan Umum Provinsi di Makassar dengan Pendekatan

Arsitektur Bioklimatik
Nadia Arista - 052.12.074

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan

global

di

Indonesia

tidak

dapat

dilepaskan

dari

perkembangan pendidikan, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi semakin


berkembang. Untuk dapat menghadapi persaingan global maka kebijakan
pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan, baik akademik
maupun non akademik dan memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih
produktif dan efisien serta memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat
untuk mendapatkan pendidikan.
Makassar sebagai ibukota Propinsi Sulawesi Selatan juga mengalami
perkembangan pembangunan yang cukup pesat namun mutu pendidikannya
berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih tergolong rendah.
Sementara itu, fenomena kenakalan remaja seperti tawuran kerap kali menjadi
masalah serius yang merusak citra kota Makassar. Adanya problematika ini
menunjukkan kualitas pendidikan di Makassar masih sangat kurang. Hal ini
disebabkan tidak adanya fasilitas yang dapat mewadahi minat dan bakat remaja
agar remaja dapat mengekspresikan diri dan menggali potensi diri secara positif.
Dari berbagai permasalahan diatas maka pemerintah dalam RKPD tahun
2015 mencanangkan program-program untuk meningkatkan mutu pendidikan
salah satunya adalah meningkatkan minat baca. Maka dengan membangun
fasilitas berupa perpustakaan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan
minat baca masyarakat. Berdasarkan laporan lembaga survei Tri Tunggal Sejaya
tahun 2015 budaya baca masyarakat di Kota Makassar berada di nilai 28,34 %.
Namun kondisi perpustakaan pun ternyata sebanding lurus dengan kondisi
minat bacanya. Masyarakat mungkin masih enggan berkunjung ke perpustakaan
karena fasilitasnya kurang memadahi atau sarana perpustakaannya belum
tersedia serta bangunan yang terkesan kaku.

Perancangan Perpustakaan Umum Provinsi di Makassar dengan Pendekatan


Arsitektur Bioklimatik
Nadia Arista - 052.12.074

Oleh sebab itu di kota Makassar dibutuhkan suatu perpustakaan modern


yang memiliki konsep baru, yang tidak hanya menjadikan perpustakaan hanya
sebagai tempat membaca dan mencari buku, namun sebagai tujuan rekreatif
dengan fasilitas-fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Selain
itu dengan membudayakan membaca sejak dini, anak-anak diajarkan untuk
membiasakan diri kedalam kegiatan-kegiatan yang positif.
Sementara itu Kota Makassar yang sedang berkembang mengakibatkan
lingkungan semakin hari mengalami penurunan kualitas seperti kondisi udara
semakin memburuk dan suhu bumi semakin panas. Padahal dengan iklim kota
Makassar yaitu tropis seharusnya dapat menerapkan bangunan dengan metoda
hemat energi yang memperhatikan iklim setempat dan memecahkan masalah
iklim dengan menerapkannya pada elemen bangunan.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang terdapat pada Perpustakaan Umum Povinsi antara lain :
1. Perpustakaaan umum yang ada kurang mengikuti perkembangan globalisasi
dan teknologi yang ada baik dari segi pelayanan maupun koleksi.
2. Kurangnya

fasilitas-fasilitas penunjang

yang dapat meningkatkan

minat

masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan.


3. Bentuk bangunan perpustakaan umum yang masih terasa kaku.
4. Lokasi perpustakaan umum yang tidak tepat membuat masyarakat tidak
mengetahui atau tidak berminat untuk berkunjung ke perpustakaan
1.3 Tujuan dan Sasaran
1.3.1 Tujuan
Tujuan dari perancangan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
Kota Makassar dan menumbuhkan minat baca serta menciptakan perpustakaan
yang dapat dimanfaatkan bukan hanya sebagai tempat untuk mencari informasi
namun sebagai sarana rekreasi edukasi dan budaya.
1.3.2 Sasaran
2

Perancangan Perpustakaan Umum Provinsi di Makassar dengan Pendekatan


Arsitektur Bioklimatik
Nadia Arista - 052.12.074

Sasaran dari perancangan ini untuk berbagai macam kalangan dari anak-anak
hingga dewasa sehingga masyarakat dapat membiasakan diri untuk membaca
dan mencari informasi secara mandiri di perpustakaan serta membiasakn diri
dalam kegiatan-kegiatan yang lebih positif
1.4 Metode Studi
1.4.1. Pengumpulan Data

Studi literatur
Mempelajari tentang dasar-dasar teori dan mengumpulkan data dan informasi
melalui referensi buku-buku dan pencarian melalui internet mengenai data
data yang berkaitan dengan topik tema maupun dengan kasus yang diangkat.

Studi lapangan
Pencarian data melalui survey langsung ke lokasi berupa pengambilan gambar,
merasakan ruang di dalam tapak maupun di sekitar tapak, dan hal hal lainnya
yang dapat membantu pada proses analisis dan perancangan.

Wawancara
Komunikasi

dengan

pihak

terkait

dan

ahli

dalam

bidangnya

untuk

mengumpulkan data dan informasi


1.4.2. Proses Analisis Dan Sintesis
Untuk memudahkan pembahasan, keseluruhan proses analisa perencanaan
dan

perancangan

didasari

pada

pengumpulan

dan

pengolahan

data

menggunakan metode analisis HECTTEAS oleh Robert G. Hershberger, yang


mencakup hal-hal yang berkaitan dengan:
1. Human Issues, mencakup informasi yang berhubungan dengan :
a. Functional : kegiatan yang akan diwadahi.
b. Social : hubungan sosial yang mencakup kegiatan.
c. Physical : karakter fisik dan kebutuhan pengguna.
d. Physiological : Kenyamanan panca indera dari pengguna.
e. Psychological : karakter psikologi pengguna.
2. Environmental Issues, mencakup informasi yang berhubungan dengan :

Perancangan Perpustakaan Umum Provinsi di Makassar dengan Pendekatan


Arsitektur Bioklimatik
Nadia Arista - 052.12.074

a. Site : potensi dan masalah pada tapak.


b. Climate : pengaruh iklim yang dimanfaatkan dan dihindari oleh bangunan.
c. Context : pengaruh bangunan dan lingkungan di sekitar tapak terhadap
bangunan.
d. Resources : pemanfaatan sumber daya di dalam tapak
e. Waste : pembuangan limbah.
3. Cultural Issues, mencakup informasi yang berhubungan dengan :
a. History : sejarah mengenai aspek-aspek yang berhubungan dengan
perencanaan bangunan.
b. Institutional : alasan perancangan bangunan.
c. Political : hubungan politik dengan perancangan bangunan.
d. Legal : mengenai peraturan-peraturan bangunan yang telah ditetapkan
oleh pemerintah.
4. Technological Issues,mencakup informasi berhubungan dengan :
a. Material : penggunaan material pada bangunan.
b. Sistem : penggunaan sistem struktur dan mekanikal-elektrikal yang akan
digunakan pada bangunan.
c. Process : proses pengerjaan bangunan.
5. Temporal Issues, mencakup informasi yang berhubungan dengan :
a. Growth : pertambahan dan kepadatan penduduk
b. Change : perkiraan perubahan fungsi ruang.
c. Permanent : ketetapan fungsi bangunan terhadap waktu dan pengaruh
lingkungan.
6. Economic Issues, mencakup informasi yang berhubungan dengan :
a. Financial : perhitungan keseimbangan antara pendapatan dengan
pengeluaran biaya bangunan.
b. Construction : perhitungan biaya konstruksi bangunan.
c. Operasional : perhitungan biaya operasional bangunan.
d. Maintenance : perhitungan biaya maintenance bangunan.
e. Energy : perhitungan biaya pemakaian energi pada bangunan.
7. Aesthetic Issues, mencakup informasi yang berhubungan dengan :
4

Perancangan Perpustakaan Umum Provinsi di Makassar dengan Pendekatan


Arsitektur Bioklimatik
Nadia Arista - 052.12.074

a. Form : penentuan bentuk bangunan dan lansekap.


b. Space : penentuan bentuk, kebutuhan, dan dimensi ruang.
c. Meaning : image yang ingin disampaikan oleh bangunan.
8. Safety Issues, mencakup informasi yang berhubungan dengan :
a. Structural : kekuatan struktur bangunan.
b. Fire : pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
c. Chemical : permasalah polusi.
d. Personal : keamanan dan keselamatan personal.
e. Criminal : pencegahan masalah kriminal.
1.5 Kerangka Pikir
Latar Belakang
Untuk

menghadapi

pendidikan

persaingan

perlu

ditingkatkan,

global

maka

maka

mutu

diperlukan

perpustakaan modern yang mengikuti perkembangan ilmu


dan teknologi serta tidak hanya menjadikan perpustakaan
hanya sebagai tempat membaca dan mencari ilmu, namun
sebagai tujuan rekreatif dengan fasilitas-fasilitas yang
disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di era ini.

Tujuan dan Sasaran


Meningkatkan

kualitas

Permasalahan

pendidikan

di

Perpustakaaan umum yang ada kurang

Makassar dengan meningkatkan minat

mengikuti

membaca

dan teknologi yang ada baik dari segi

membiasakan

masyarakat,
masyarakat

serta
dalam

perkembangan

pelayanan

maupun

globalisasi

koleksi

serta

kegiatan-kegiatan yang positif mulai dari

fasilitas-fasilitas penunjang yang dapat

anak-anak hingga dewasa.

meningkatkan minat masyarakat untuk


berkunjung ke perpustakaan.

Studi Literatur

Tinjauan Pendekatan : Bioklimatik

Studi Banding

Tinjauan Tipologi : Perpustakaan


Umum

Wawancara

Analisa Hersberger
Analisa Kathrina

Perancangan Perpustakaan Umum Provinsi di Makassar dengan Pendekatan


Arsitektur Bioklimatik
Nadia Arista - 052.12.074

Konsep Programatik
Konsep Desain

1.6 Sistematika Penulisan

Skematik Desain

Bab I Pendahuluan
Bab ini merupakan dasar permasalahan dan alas an penentukan judul beserta
pendekatan yang di angkat. Penjabaran dilakukan melalui pembahasan latar
belakang, rumusan masalah, tujuan dan sasaran, metode studi, kerangka
pemikiran dan sistematika penulisan
Bab II Data dan Kriteria Perancangan
Bab ini berisi tentang pemodelan perancangan yang ditinjau dari tipologi
bangunan, pendekatan perancangan dan pemilihan lokasi. Hal ini dijelaskan
menggunakan aspek dari Hersberger untuk mendapatkan kriteria dalam
penyusunan programming perancangan.
Bab III Analisa dan Perumusan Konsep Programatik
Bab ini membahas mengenai programming perancangan bangunan yang
menggunakan aspek Hersberger sebagai landasan. Hasil programming akan
menimbulkan kesimpulan yang dapat menjadi pertimbangan serta persyaratan
untuk merancang.
Bab IV Transformasi Konsep Programatik ke Konsep Perancangan
Bab ini berisi mengenai hasil programming yang diwujudkan dalam bentuk
gambaran-gambaran perancangan. Hal ini menimbulkan berbagai macam
alternative desain yang dapat digunakan dalam tahap selanjutnya.
Bab V Kesimpulan

Perancangan Perpustakaan Umum Provinsi di Makassar dengan Pendekatan


Arsitektur Bioklimatik
Nadia Arista - 052.12.074

Bab ini berisi tentang peninjauan ulang dari bab awal hingga bab akhir yang
membahas beberapa hal yang harus diperhatikan pada tahap perancangan. Bab
ini akan menyimpulkan tentang keseluruhan dari perancangan perpustakaan
umum.