Anda di halaman 1dari 19

Update: March 6, 2007

As of: January 2017

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REGULATION OF THE SUPREME COURT OF


REPUBLIK INDONESIA THE REPUBLIC OF INDONESIA
NOMOR 13 TAHUN 2016 NUMBER 13 OF 2016
TENTANG CONCERNING
TATA CARA PENANGANAN PERKARA CORPORATE CRIME CASE MANAGEMENT
TINDAK PIDANA OLEH KORPORASI PROCEDURES

Daftar Isi / Arrangement of Articles

Pasal / Article
BAB I: KETENTUAN UMUM 1 CHAP. I: GENERAL PROVISIONS
BAB II: MAKSUD DAN TUJUAN 2 CHAP. II: OBJECTIVES AND PURPOSES
BAB III: TATA CARA PENANGANAN PERKARA 3 22 CHAP. III: CASE MANAGEMENT PROCEDURES
-Bagian Kesatu: Pertanggungjawaban Pidana -Part One: Criminal Liability of Corporations
35
Korporasi dan Pengurus and the Management
-Bagian Kedua: Pertanggungjawaban Grup -Part Two: Liability of Groups of
6
Korporasi Corporations
-Bagian Ketiga: Pertanggungjawaban -Part Three: Liability of Corporations for
Korporasi dalam Penggabungan, Peleburan, 78 Mergers, Consolidations, Demergers and
Pemisahan dan Pembubaran Korporasi Dissolution
-Bagian Keempat: Pemeriksaan Korporasi 9 17 -Part Four: Examination on Corporations
-Bagian Kelima: Pemeriksaan Pengurus 18 -Part Five: Examination on the Management
-Bagian Keenam: Pemeriksaan Korporasi dan -Part Six: Examination on Corporations and
19
Pengurus the Management
-Bagian Ketujuh: Gugatan Ganti Rugi dan -Part Seven: Claim for Damages and
20
Restitusi Restitution
-Bagian Kedelapan: Penanganan Harta -Part Eight: Handling of Assets of
21
Kekayaan Korporasi Corporations
-Bagian Kesembilan: Hapusnya Kewenangan -Part Nine: Lapse of Right to Prosecute and
22
Menuntut Pidana dan Menjalankan Pidana Enforce Sentence
BAB III IV: PUTUSAN DAN PELAKSANAAN CHAP. III IV: JUDGMENT AND ENFORCEMENT
23 33
PUTUSAN PENGADILAN OF COURT JUDGMENT
-Bagian Kesatu: Penjatuhan Pidana 23 -Part One: Conviction
-Bagian Kedua: Putusan 24 26 -Part Two: Judgment
-Bagian Ketiga: Pelaksanaan Putusan 27 29 -Part Three: Enforcement of Judgment
-Bagian Keempat: Pelaksanaan Pidana
-Part Four: Additional Sentence or the Code
Tambahan atau Tata Tertib Terhadap 30 33
of Conduct Towards Corporations
Korporasi
BAB IV V: KETENTUAN LAIN-LAIN 34 CHAP. IV V: MISCELLANEOUS PROVISIONS
BAB V VI: KETENTUAN PERALIHAN 35 CHAP. V VI: TRANSITIONAL PROVISIONS
BAB VI VII: KETENTUAN PENUTUP 36 37 CHAP. VI VII: CONCLUDING PROVISIONS

Translated by: Wishnu Basuki


wbasuki@gmail.com
PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REGULATION OF THE SUPREME COURT OF
REPUBLIK INDONESIA THE REPUBLIC OF INDONESIA
NOMOR 13 TAHUN 2016 NUMBER 13 OF 2016
TENTANG CONCERNING
TATA CARA PENANGANAN PERKARA CORPORATE CRIME CASE MANAGEMENT
TINDAK PIDANA OLEH KORPORASI PROCEDURES

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY
ESA

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK THE CHIEF JUSTICE OF THE SUPREME


INDONESIA, COURT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,

Menimbang: Considering:

a. bahwa korporasi sebagai suatu entitas atau a. that the existence of corporations as entities or
subjek hukum yang keberadaannya subjects of law has given substantial
memberikan kontribusi yang besar dalam contribution to the increase in the economic
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan growth and the national development when
pembangunan nasional, namun dalam corporations in fact also commit various
kenyataannya korporasi ada kalanya juga criminal offenses (corporate crime) that pose
melakukan pelbagai tindak pidana (corporate adverse impacts on the state and the people;
crime) yang membawa dampak kerugian
terhadap negara dan masyarakat;

b. bahwa dalam kenyataannya korporasi dapat b. Furthermore, corporations may become home
menjadi tempat untuk menyembunyikan harta to hideout of assets that are proceeds of crime
kekayaan hasil tindak pidana yang tidak with impunity from the criminal liability;
tersentuh proses hukum dalam
pertanggungjawaban pidana (criminal
liability);

c. bahwa banyak undang-undang di Indonesia c. that many laws in Indonesia have placed
menempatkan korporasi sebagai subjek tindak corporations as subjects of crime that are held
pidana yang dapat dimintai liable; however, criminal cases with a
pertanggungjawaban, namun perkara dengan prosecution against corporations as the
subjek hukum korporasi yang diajukan dalam subjects of law are very limited. Any of the
proses pidana masih sangat terbatas, salah factors is the murky procedures and
satu penyebabnya adalah prosedur dan tata mechanism for examination of corporations as
cara pemeriksaan korporasi sebagai pelaku perpetrators, and therefore, it is deemed
tindak pidana masih belum jelas, oleh karena necessary to make available guidelines for
itu dipandang perlu adanya pedoman bagi law enforcement apparatuses to manage
aparat penegak hukum dalam penanganan Corporate crime.
perkara pidana yang dilakukan oleh korporasi;

1
d. bahwa berdasarkan pertimbangan d. that in consideration of point (a) to point (c),
sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai it is necessary to issue Regulation of the
dengan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Supreme Court concerning Corporate Crime
Mahkamah Agung tentang Tata Cara Case Management Procedures;
Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh
Korporasi;

Mengingat: Bearing in Mind:

1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 1. Law Number 3 of 2009 concerning


tentang Perubahan Kedua atas Undang- Amendment of Law Number 14 of 1985
Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang concerning The Supreme Court (State Gazette
Mahkamah Agung (Lembaran Negara of the Republic of Indonesia Number 3 of
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 3, 2009, Supplement to the State Gazette of the
Tambahan Lembaran Negara Republik Republic of Indonesia Number 4958);
Indonesia Nomor 4958);

2. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 2. Law Number 48 of 2009 concerning The


tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Judicial Power (State Gazette of the Republic
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 of Indonesia Number 157 of 2009,
Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Supplement to the State Gazette of the
Republik Indonesia Nomor 5076); Republic of Indonesia Number 5076);

3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 3. Law Number 8 of 1981 concerning Law of


tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Criminal Procedure (State Gazette of the
Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Republic of Indonesia Number 76 of 1981,
Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Supplement to the State Gazette of the
Republik Indonesia Nomor 3209); Republic of Indonesia Number 3209);

MEMUTUSKAN: HAS DECIDED:

Menetapkan: PERATURAN MAHKAMAH To Issue: REGULATION OF THE SUPREME


AGUNG TENTANG TATA CARA COURT CONCERNING
PENANGANAN PERKARA CORPORATE CRIME CASE
TINDAK PIDANA OLEH MANAGEMENT PROCEDURES.
KORPORASI.

BAB I CHAPTER I

KETENTUAN UMUM GENERAL PROVISIONS

Pasal 1 Article 1

Dalam Peraturan Mahkamah Agung ini yang In this Regulation of the Supreme Court:
dimaksud dengan:

1. Korporasi adalah kumpulan orang dan/atau 1. Corporation means a group of persons and/or
kekayaan yang terorganisir, baik merupakan assets that are organized into a legal entity or
badan hukum maupun bukan badan hukum. non-legal entity.

2. Korporasi Induk (parent company) adalah 2. Parent Corporation (parent company) means
perusahaan berbadan hukum yang memiliki an incorporated entity (legal entity) that has
dua atau lebih anak perusahaan yang disebut two or more subsidiaries that are called
perusahaan subsidairi yang juga memiliki subsidiary companies that also have the
status badan hukum tersendiri. individual status of a legal entity.

2
3. Perusahaan Subsidairi (subsidiary company) 3. Subsidiary Company or affiliated
atau perusahaan-perusahaan berbadan hukum incorporated entities (legal entities) (sister
yang mempunyai hubungan (sister company) companies) means a company/companies that
adalah perusahaan yang dikontrol atau are controlled or owned by one parent
dimiliki oleh satu perusahaan induk. corporation/company.

4. Penggabungan adalah perbuatan hukum yang 4. Merger means a legal act that is committed by
dilakukan oleh satu perseroan atau lebih untuk one or more limited liability companies to
menggabungkan diri dengan perseroan lain combine with an(other) existing limited
yang telah ada yang mengakibatkan aktiva liability company(ies) resulting in the assets
dan pasiva dari perseroan yang and liabilities of the merged limited liability
menggabungkan diri beralih karena hukum company passing to the surviving limited
kepada perseroan yang menerima liability company by operation of law, and
penggabungan dan selanjutnya status badan further terminating the legal entity status of
hukum perseroan yang menggabungkan diri the merged limited liability company(ies) by
berakhir karena hukum. operation of law.

5. Peleburan adalah perbuatan hukum yang 5. Consolidation means a legal act that is
dilakukan oleh dua perseroan atau lebih untuk committed by two or more limited liability
meleburkan diri dengan cara mendirikan satu companies to consolidate by forming a new
perseroan baru yang karena hukum limited liability company and acquiring by
memperoleh aktiva dan pasiva dari perseroan operation of law assets and liabilities from the
yang meleburkan diri dan status badan hukum consolidated limited liability companies, and
perseroan yang meleburkan diri berakhir terminating the legal entity status of the
karena hukum. consolidated limited liability company(ies) by
operation of law.

6. Pemisahan adalah perbuatan hukum yang 6. Demerger means a legal act that is committed
dilakukan oleh perseroan untuk memisahkan by a limited liability company to split
usaha yang mengakibatkan seluruh aktiva dan business, resulting in all assets and liabilities
pasiva perseroan beralih karena hukum of the limited liability company passing by
kepada dua perseroan atau lebih atau sebagian operation of law two or more limited liability
aktiva dan pasiva perseroan beralih karena companies, or part of the assets and liabilities
hukum kepada satu perseroan atau lebih. of the limited liability company passing by
operation of law to one or more limited
liability companies.

7. Pembubaran adalah bubarnya perusahaan 7. Dissolution means dissolution of a company


karena keputusan RUPS/RUPS LB, atau by virtue of a resolution of the General
jangka waktu berdirinya yang ditetapkan Meeting of Shareholders/Extraordinary
anggaran dasar telah berakhir, atau General Meeting of Shareholders, or
berdasarkan putusan Pengadilan, atau karena expiration of the duration as provided for in
dicabut izin usaha perseroan sehingga the articles of association, or a Court decision,
mewajibkan perseroan melakukan likuidasi or revocation of the business license of the
sesuai dengan ketentuan perundang- limited liability company, that obligates that
undangan. limited liability company to liquidate under
the laws and regulations.

8. Tindak Pidana oleh Korporasi adalah tindak 8. Corporate Crime means a criminal offense for
pidana yang dapat dimintakan which a corporation may be held criminally
pertanggungjawaban pidana kepada korporasi liable under the law that governs corporations.
sesuai dengan undang-undang yang mengatur
tentang korporasi.

3
9. Harta Kekayaan adalah semua benda bergerak 9. Asset means all movable or immovable
atau benda tidak bergerak, baik yang property, either tangible or intangible, that is
berwujud maupun yang tidak berwujud, yang directly or indirectly acquired from the
diperoleh, baik secara langsung maupun tidak proceeds of crime.
langsung dari hasil tindak pidana.

10. Pengurus adalah organ korporasi yang 10. Management means the organ of the
menjalankan pengurusan korporasi sesuai corporation that performs the management of
anggaran dasar atau undang-undang yang the corporation under the articles of
berwenang mewakili korporasi, termasuk association or the law, that is authorized to act
mereka yang tidak memiliki kewenangan on behalf of the corporation, including those
untuk mengambil keputusan, namun dalam without authority to make a decision when
kenyataannya dapat mengendalikan atau turut they in actual fact may control or contribute to
mempengaruhi kebijakan korporasi atau turut influencing the policy of the corporation or
memutuskan kebijakan dalam korporasi yang making the policy of the corporation that may
dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana. qualify as crime.

11. Hubungan Kerja adalah hubungan antara 11. Occupational Relationship means the
korporasi dengan pekerja/pegawainya relationship between a corporation and its
berdasarkan perjanjian yang mempunyai workers/employees under an agreement with
unsur pekerjaan, upah, dan/atau perintah. the elements of work, wages, and/or
instruction.

12. Hubungan Lain adalah hubungan antara 12. Other/Vicarious Relationship means
pengurus dan/atau korporasi dengan orang relationship between the management and/or
dan/atau korporasi lain sehingga menjadikan corporation and another person and/or other
pihak lain tersebut bertindak untuk corporation to cause that other party to act for
kepentingan pihak pertama berdasarkan the interest of the former by written or
perikatan, baik tertulis maupun tidak tertulis. unwritten engagement/arrangement.

13. Lingkungan Korporasi adalah lingkup 13. Corporation's Scope of Business Activities
korporasi atau lingkup usaha korporasi atau means the corporate environment or the scope
lingkup kerja yang termasuk dan/atau of the corporation's business activities
mendukung kegiatan usaha korporasi baik including and/or supporting the business
langsung maupun tidak langsung. activities of the corporation either directly or
indirectly.

14. Keterangan Korporasi adalah keterangan 14. Corporate Testimony means the testimony of
pengurus yang mewakili korporasi. the management that acts on behalf of the
corporation.

15. Restitusi adalah pemberian ganti kerugian 15. Restitution means the Corporations
oleh korporasi kepada korban atau compensation for damages to the victims or
keluarganya sebagaimana dimaksud dalam their family as referred to in Article 1 point 5
ketentuan Pasal 1 angka 5 Peraturan of Regulation of the Government Number 44
Pemerintah Nomor 44 Tahun 2008. of 2008.

16. Satu hari adalah dua puluh empat jam. 16. One day means twenty-four hours.

17. Satu bulan adalah tiga puluh hari. 17. One month means thirty days.

4
BAB II CHAPTER II

MAKSUD DAN TUJUAN OBJECTIVES AND PURPOSES

Pasal 2 Article 2

Maksud dan tujuan pembentukan tata cara The objectives and purposes for which Corporate
penanganan perkara tindak pidana oleh Korporasi crime case management procedures are established
adalah untuk: shall be:

a. menjadi pedoman bagi penegak hukum dalam a. to be the guidance for law enforcement
penanganan perkara pidana dengan pelaku officers in the management of criminal cases
Korporasi dan/atau Pengurus; that are committed by a Corporation and/or
the Management;

b. mengisi kekosongan hukum khususnya b. to fill the legal vacuum in particularly the law
hukum acara pidana dalam penanganan of criminal procedure for criminal cases that
perkara pidana dengan pelaku Korporasi are committed by a Corporation and/or the
dan/atau Pengurus; dan Management; and

c. mendorong efektivitas dan optimalisasi c. to encourage effective and optimum


penanganan perkara pidana dengan pelaku management of criminal cases that are
Korporasi dan/atau Pengurus. committed by a Corporation and/or the
Management.

BAB III CHAPTER III

TATA CARA PENANGANAN PERKARA CASE MANAGEMENT PROCEDURES

Bagian Kesatu Part One

Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dan Criminal Liability of Corporations and the


Pengurus Management

Pasal 3 Article 3

Tindak pidana oleh Korporasi merupakan tindak A Corporate Crime shall be a criminal offense that
pidana yang dilakukan oleh orang berdasarkan is committed by a person with occupational
hubungan kerja, atau berdasarkan hubungan lain, relationship, or with other/vicarious relationship,
baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama yang either individually or collectively, acting for and
bertindak untuk dan atas nama Korporasi di dalam on behalf of a Corporation within or outside the
maupun di luar Lingkungan Korporasi. Corporation's Scope of Business Activities'.

Pasal 4 Article 4

(1) Korporasi dapat dimintakan (1) A Corporation may be held criminally liable
pertanggungjawaban pidana sesuai dengan according to the provisions for Corporate
ketentuan pidana Korporasi dalam undang- crime in the law that governs corporations.
undang yang mengatur tentang Korporasi.

(2) Dalam menjatuhkan pidana terhadap (2) A Judge may, to convict a Corporation,
Korporasi, Hakim dapat menilai kesalahan consider whether or not a Corporation as
Korporasi sebagaimana ayat (1) antara lain: referred to in section (1) is guilty of the
following, inter alia:

5
a. Korporasi dapat memperoleh keuntungan a. a Corporation has gained profits or
atau manfaat dari tindak pidana tersebut benefits from the crime or the crime has
atau tindak pidana tersebut dilakukan been committed for the benefit of a
untuk kepentingan Korporasi; Corporation;

b. Korporasi membiarkan terjadinya tindak b. a Corporation has condoned the


pidana; atau occurrence of crime; or

c. Korporasi tidak melakukan langkah- c. a Corporation did not take necessary


langkah yang diperlukan untuk measures to prevent, avoid more effects
melakukan pencegahan, mencegah and ensure the compliance with the
dampak yang lebih besar dan memastikan prevailing laws to prevent crime from
kepatuhan terhadap ketentuan hukum occurring.
yang berlaku guna menghindari
terjadinya tindak pidana.

Pasal 5 Article 5

Dalam hal seorang atau lebih Pengurus Korporasi If one or more members of the Management have
berhenti, atau meninggal dunia tidak quit or died, such shall not waive the liability of a
mengakibatkan hilangnya pertanggungjawaban Corporation.
Korporasi.

Bagian Kedua Part Two

Pertanggungjawaban Grup Korporasi Liability of Groups of Corporations

Pasal 6 Article 6

Dalam hal tindak pidana dilakukan oleh Korporasi A Corporation that commits crime by involving a
dengan melibatkan induk Korporasi dan/atau parent company/Corporation and/or subsidiary
Korporasi subsidiari dan/atau Korporasi yang company/Corporation and/or affiliated
mempunyai hubungan dapat Corporations may be held criminally liable for
dipertanggungjawabkan secara pidana sesuai their respective roles in crime.
dengan peran masing-masing.

Bagian Ketiga Part Three

Pertanggungjawaban Korporasi dalam Liability of Corporations for Mergers,


Penggabungan, Peleburan, Pemisahan dan Consolidations, Demergers and Dissolution
Pembubaran Korporasi

Pasal 7 Article 7

(1) Dalam hal terjadi penggabungan atau (1) In case of a Corporate merger or
peleburan Korporasi maka consolidation, the criminal liability shall be
pertanggungjawaban pidana dikenakan limited to the asset values or assets that are
sebatas nilai harta kekayaan atau aset yang transferred to the surviving Corporation or the
ditempatkan terhadap Korporasi yang consolidated Corporation.
menerima penggabungan atau Korporasi hasil
peleburan.

(2) Dalam hal terjadi pemisahan Korporasi, maka (2) In case of a Corporate demerger, the criminal
pertanggungjawaban pidana dikenakan liability shall be assumed by the transferee
terhadap Korporasi yang dipisahkan dan/atau Corporation and/or transferor Corporation

6
Korporasi yang melakukan pemisahan and/or both for their respective roles in crime.
dan/atau kedua-duanya sesuai dengan peran
yang dilakukan.

(3) Dalam hal Korporasi sedang dalam proses (3) In case of a Corporate dissolution, the
pembubaran, maka pertanggungjawaban criminal liability shall be assumed by a
pidana tetap dikenakan terhadap Korporasi Corporation to dissolve.
yang akan dibubarkan.

Pasal 8 Article 8

(1) Korporasi yang telah bubar setelah terjadinya (1) A Corporation that is dissolved after the
tindak pidana tidak dapat dipidana, akan occurrence of crime shall not be convicted,
tetapi terhadap aset milik Korporasi yang except for the assets of the Corporation that
diduga digunakan untuk melakukan kejahatan are suspected of having been used to commit
dan/atau merupakan hasil kejahatan, maka crime and/or being the proceeds of crime, in
penegakkan hukumnya dilaksanakan sesuai which case the law enforcement shall be
dengan mekanisme sebagaimana diatur dalam subject to the mechanism that is governed by
peraturan perundang-undangan. the laws and regulations.

(2) Gugatan terhadap aset yang dimaksud ayat (1) (2) Legal proceedings for the assets as referred to
dapat diajukan terhadap mantan pengurus, in section (1) may be instituted against former
ahli waris atau pihak ketiga yang menguasai management, heirs or third parties that
aset milik Korporasi yang telah bubar possess the assets of the dissolved
tersebut. Corporation.

Bagian Keempat Part Four

Pemeriksaan Korporasi Examination on Corporations

Pasal 9 Article 9

(1) Pemanggilan terhadap Korporasi ditujukan (1) A summons for a Corporation shall be
dan disampaikan kepada Korporasi ke alamat directed and delivered to the Corporation at
tempat kedudukan Korporasi atau alamat the address where the Corporation is
tempat Korporasi tersebut beroperasi. domiciled or the address where the
Corporation operates its business.

(2) Dalam hal alamat sebagaimana dimaksud (2) If the address as referred to in section (1) is
pada ayat (1) tidak diketahui, pemanggilan unknown, a summons shall be directed to the
ditujukan kepada Korporasi dan disampaikan Corporation and delivered to the address
melalui alamat tempat tinggal salah satu where any of the members of the Management
Pengurus. resides.

(3) Dalam hal tempat tinggal maupun tempat (3) If the place of residence or domicile of the
kediaman Pengurus tidak diketahui, surat Management is unknown, a summons shall be
panggilan disampaikan melalui salah satu announced in any of the print or electronic
media massa cetak atau elektronik dan media, and posted on the notice board on the
ditempelkan pada tempat pengumuman di premises of the court of competent
gedung pengadilan yang berwenang jurisdiction.
mengadili perkara tersebut.

Pasal 10 Article 10

Isi surat panggilan terhadap Korporasi setidaknya A summons for a Corporation shall contain at

7
memuat: least:

a. nama Korporasi; a. the name of the Corporation;

b. tempat kedudukan; b. the domicile;

c. kebangsaan Korporasi; c. the nationality of the Corporation;

d. status Korporasi dalam perkara pidana (saksi/ d. the status of the Corporation in the criminal
tersangka/terdakwa); case (witness, suspect, or accused/defendant);

e. waktu dan tempat dilakukannya pemeriksaan; e. the time and place of examination; and
dan

f. ringkasan dugaan peristiwa pidana terkait f. a summary of a suspected criminal event in


pemanggilan tersebut. connection with the summoning.

Pasal 11 Article 11

(1) Pemeriksaan terhadap Korporasi sebagai (1) A Corporation that is examined as a suspect at
tersangka pada tingkat penyidikan diwakili the investigation level shall be represented by
oleh seorang Pengurus. a member of the Management who acts on its
behalf.

(2) Penyidik yang melakukan pemeriksaan (2) An investigator by whom a Corporation is


terhadap Korporasi memanggil Korporasi examined shall summon by a valid summons
yang diwakili Pengurus sebagaimana the Corporation on whose behalf the
dimaksud pada ayat (1) dengan surat Management as referred to in section (1) acts.
panggilan yang sah.

(3) Pengurus yang mewakili Korporasi dalam (3) The Management that acts on behalf of a
pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada Corporation in the examination as referred to
ayat (1) dan ayat (2) wajib hadir dalam in section (1) and section (2) must appear in
pemeriksaan Korporasi. the examination on the Corporation.

(4) Dalam hal Korporasi telah dipanggil secara (4) If a Corporation is summoned but fails to
patut tidak hadir, menolak hadir atau tidak appear without good cause, refuses to appear
menunjuk Pengurus untuk mewakili or fails to appoint the Management to act on
Korporasi dalam pemeriksaan maka penyidik its behalf in the examination, the investigator
menentukan salah seorang Pengurus untuk shall determine any of the member of the
mewakili Korporasi dan memanggil sekali Management to act on the Corporations
lagi dengan perintah kepada petugas untuk behalf, and summon the Corporation for the
membawa Pengurus tersebut secara paksa. last time by ordering the officer to pick up the
Management forcibly.

Pasal 12 Article 12

(1) Surat dakwaan terhadap Korporasi dibuat (1) An indictment against a Corporation shall be
sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum made according to the Code of Criminal
Acara Pidana (KUHAP). Procedure (KUHAP).

(2) Bentuk surat dakwaan sebagaimana dimaksud (2) The format of an indictment as referred to in
pada ayat (1) merujuk pada ketentuan Pasal section (1) shall refer to Article 143 section
143 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum (2) of the Code of Criminal Procedure
Acara Pidana (KUHAP) dengan penyesuaian (KUHAP) with the modified contents of the
isi surat dakwaan sebagai berikut: indictment, as follows
8
a. nama Korporasi, tempat, tanggal a. the name of the Corporation, the place
pendirian dan/atau nomor anggaran and date of formation and/or number of
dasar/akta pendirian/peraturan/ the articles of association/deed of
dokumen/perjanjian serta perubahan establishment/regulations/documents/
terakhir, tempat kedudukan, kebangsaan agreement and the most recent
Korporasi, jenis Korporasi, bentuk amendment thereof, domicile, nationality
kegiatan/usaha dan identitas pengurus of the Corporation, type of the
yang mewakili; dan Corporation, business line and identity of
the management that acts on its behalf;
and

b. uraian secara cermat, jelas dan lengkap b. a meticulous, clear and complete
mengenai tindak pidana yang didakwakan description of the crime against which the
dengan menyebutkan waktu dan tempat Corporation is charged, by assigning time
tindak pidana itu dilakukan. and scene at which the crime is
committed.

Pasal 13 Article 13

(1) Pengurus yang mewakili Korporasi pada (1) The Management that acts on behalf of a
tingkat penyidikan wajib pula hadir pada Corporation at the investigation level must
pemeriksaan Korporasi dalam sidang also appear before the court during the
Pengadilan. examination on the Corporation.

(2) Jika Pengurus sebagaimana dimaksud pada (2) If the Management as referred to in section
ayat (1) tidak hadir karena berhalangan (1) is unable to appear for temporary or
sementara atau tetap, hakim/ketua sidang permanent unavailability, the judge/presiding
memerintahkan penuntut umum agar judge shall order the public prosecutor to
menentukan dan menghadirkan Pengurus determine and cause the other members of the
lainnya untuk mewakili Korporasi sebagai Management to appear before the court to act
terdakwa dalam pemeriksaan di sidang on behalf of the Corporation as the
Pengadilan. accused/defendant for examination.

(3) Dalam hal Pengurus yang mewakili Korporasi (3) If the Management that acts on behalf of the
sebagai terdakwa telah dipanggil secara patut Corporation as the accused/defendant fails to
tidak hadir dalam pemeriksaan tanpa alasan appear for examination without good cause,
yang sah, hakim/ketua sidang menunda the judge/presiding judge shall postpone the
persidangan dan memerintahkan kepada trial and order the public prosecutor to cause
penuntut umum agar memanggil kembali the Management that acts on behalf of the
Pengurus yang mewakili Korporasi tersebut Corporation to appear at the next trial.
untuk hadir pada hari sidang berikutnya.

(4) Dalam hal Pengurus tidak hadir pada (4) If the Management fails to appear before the
persidangan dimaksud pada ayat (3), court as referred to in section (3), the
hakim/ketua sidang memerintahkan penuntut judge/presiding judge shall order the public
umum supaya Pengurus tersebut dihadirkan prosecutor to cause the Management to appear
secara paksa pada persidangan berikutnya. before the court forcibly.

Pasal 14 Article 14

(1) Keterangan Korporasi merupakan alat bukti (1) Corporate Testimony shall be lawful means of
yang sah. proof/evidence.

(2) Sistem pembuktian dalam penanganan tindak (2) Burden of proof in the corporate crime case
pidana yang dilakukan oleh Korporasi procedures shall refer to the Code of Criminal
9
mengikuti Kitab Undang-Undang Hukum Procedure (KUHAP) and the law of criminal
Acara Pidana (KUHAP) dan ketentuan hukum procedure that is specifically governed by
acara yang diatur khusus dalam undang- other laws.
undang lainnya.

Pasal 15 Article 15

(1) Dalam hal Korporasi diajukan sebagai (1) If a Corporation is presented as a suspect or
tersangka atau terdakwa dalam perkara yang accused/defendant for the same case as the
sama dengan Pengurus, maka Pengurus yang Managements, the Management that acts on
mewakili Korporasi adalah Pengurus yang behalf of the Corporation shall be the
menjadi tersangka atau terdakwa. Management that is a suspect or
accused/defendant.

(2) Pengurus lainnya yang tidak menjadi (2) Other members of the Management who are
tersangka atau terdakwa dapat mewakili not suspects or accused/defendants may act on
Korporasi dalam perkara sebagaimana behalf of the Corporation in the case as
dimaksud pada ayat (1). referred to in section (1).

Pasal 16 Article 16

(1) Dalam hal ada kekhawatiran Korporasi (1) If there is concern that a Corporation may
membubarkan diri dengan tujuan untuk voluntarily be dissolved with the aim of
menghindari pertanggungjawaban pidana, avoiding criminal liability, whether after or
baik yang dilakukan sesudah maupun sebelum before investigation, the Chief Judge of the
penyidikan, Ketua Pengadilan Negeri atas District Court may, at the request of the
permintaan penyidik atau penuntut umum investigator or public prosecutor, by issuing
melalui suatu penetapan dapat menunda an injunction, restrain the prosecuted
segala upaya atau proses untuk membubarkan Corporation from any effort or process to
Korporasi yang sedang dalam proses hukum dissolve until after a final and binding court
sampai adanya putusan berkekuatan hukum decision has been made.
tetap.

(2) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud (2) A court injunction as referred to in section (1)
pada ayat (1) hanya dapat diberikan sebelum may be issued only prior to the registration of
permohonan penundaan kewajiban the petition for the Suspension of Payment of
pembayaran utang atau permohonan pailit Indebtedness (PKPU) or bankruptcy.
didaftarkan.

(3) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud (3) No court injunction as referred to in section
pada ayat (1) tidak dapat diajukan terhadap (1) may be sought against a Corporation that
Korporasi yang bubar karena berakhirnya is dissolved upon the expiration of duration of
jangka waktu sebagaimana ditentukan dalam the Corporation as provided for in the
dokumen pendirian. constitutional documents.

Pasal 17 Article 17

(1) Dalam hal terjadi penggabungan atau (1) In case of a Corporate merger or consolidation
peleburan Korporasi sebagaimana dimaksud as referred to in Article 7 section (1), the party
pada Pasal 7 ayat (1), maka pihak yang to act on behalf of the Corporation in and
mewakili Korporasi dalam pemeriksaan during the case examination shall be the
perkara adalah Pengurus saat dilakukan Management.
pemeriksaan perkara.

(2) Dalam hal terjadi pemisahan Korporasi, maka (2) In case of a Corporate demerger, the party to

10
pihak yang mewakili Korporasi dalam act on behalf of the Corporation in the case
pemeriksaan perkara sebagaimana dimaksud examination as referred to in Article 7 section
pada Pasal 7 ayat (2) adalah Pengurus dari (2) shall be the Management of the transferee
Korporasi yang menerima peralihan setelah Corporation and/or transferor Corporation.
pemisahan dan/atau yang melakukan
pemisahan.

(3) Dalam hal Korporasi dalam proses (3) In case of a Corporate dissolution, the party to
pembubaran maka pihak yang mewakili act on behalf of the Corporation in the case
Korporasi dalam pemeriksaan perkara examination as referred to in Article 7 section
sebagaimana dimaksud pada Pasal 7 ayat (3) (3) shall be the liquidator.
adalah likuidator.

(4) Tata cara pemanggilan dan pemeriksaan (4) Procedures for summoning and examination
terhadap Korporasi yang diwakili oleh on Corporations on whose behalf the
Pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat Management acts as referred to in section (1)
(1) sampai dengan ayat (3) mengikuti tata to section (3) shall refer to the procedures for
cara pemeriksaan sebagaimana dimaksud examination as referred to in Article 9 to
dalam Pasal 9 sampai dengan Pasal 16. Article 16.

Bagian Kelima Part Five

Pemeriksaan Pengurus Examination on the Management

Pasal 18 Article 18

Pemanggilan dan pemeriksaan Pengurus yang Procedures for summoning and examination on
diajukan sebagai saksi, tersangka dan/atau the Management that is presented as a witness,
terdakwa dilaksanakan sesuai dengan Kitab suspect and/or accused/defendant shall be applied
Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) according to the Code of Criminal Procedure
dan peraturan perundang-undangan lain yang (KUHAP) and other prevailing laws and
berlaku. regulation.

Bagian Keenam Part Six

Pemeriksaan Korporasi dan Pengurus Examination on Corporations and the


Management

Pasal 19 Article 19

(1) Pemeriksaan pada tahap penyidikan dan (1) Examination at the investigation and
penuntutan terhadap Korporasi dan/atau prosecution level on Corporations and/or the
Pengurus dapat dilakukan secara sendiri- Management may be made individually or
sendiri atau bersama-sama. simultaneously.

(2) Dalam hal pemeriksaan pada tahap (2) If the examination at the investigation and
penyidikan dan penuntutan terhadap prosecution level on Corporations and the
Korporasi dan Pengurus dilakukan bersama- Management is made simultaneously, the
sama, maka tata cara pemanggilan dan procedures for summoning and examination
pemeriksaan mengikuti ketentuan yang diatur shall refer to Article 9 to Article 18.
dalam Pasal 9 sampai dengan Pasal 18.

11
Bagian Ketujuh Part Seven

Gugatan Ganti Rugi dan Restitusi Claim for Damages and Restitution

Pasal 20 Article 20

Kerugian yang dialami oleh korban akibat tindak Loss/injury that is suffered by a victim for crime
pidana yang dilakukan oleh Korporasi dapat committed by a Corporation shall be made liable
dimintakan ganti rugi melalui mekanisme restitusi for claim for damages through the mechanism for
menurut ketentuan perundang-undangan yang restitution according to the prevailing laws and
berlaku atau melalui gugatan perdata. regulations or through civil proceedings.

Bagian Kedelapan Part Eight

Penanganan Harta Kekayaan Korporasi Handling of Assets of Corporations

Pasal 21 Article 21

(1) Harta kekayaan Korporasi yang dapat (1) Assets of a Corporation that are subject to
dikenakan penyitaan adalah benda sequestration shall be those as referred to in
sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang- the Code of Criminal Procedure (KUHAP).
Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

(2) Dalam hal benda sitaan terdiri atas benda (2) If the sequestered goods include non-durable
yang dapat lekas rusak atau yang goods or hazardous goods that are impossible
membahayakan, sehingga tidak mungkin to store until after the court decision on that
untuk disimpan sampai putusan pengadilan case has become final and binding, or if the
terhadap perkara yang bersangkutan goods cost too high to store or depreciate in
memperoleh kekuatan hukum tetap atau jika economic value, upon a consent of the suspect
biaya penyimpanan benda tersebut akan or its representative well in advance, such
menjadi terlalu tinggi atau dapat mengalami goods may be held in a safe place or
penurunan nilai ekonomis, sejauh mungkin auctioned off under the laws and regulations.
dengan persetujuan tersangka atau kuasanya
benda tersebut dapat diamankan atau dilelang
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

(3) Harta kekayaan yang dilelang, sebagaimana (3) No auctioned-off assets as referred to in
dimaksud ayat (2), tidak dapat dibeli oleh section (2) shall be purchased by the suspect
tersangka atau terdakwa dan/atau pihak yang or the accused/defendant and/or parties who
mempunyai hubungan keluarga sedarah are related by blood of the second degree,
sampai derajat kedua, hubungan semenda, related by affinity, financial relations,
hubungan keuangan, hubungan occupational/management relations, property
kerja/manajemen, hubungan kepemilikan relations and/or other relations to the suspect
dan/atau hubungan lain dengan tersangka atau or the accused/defendant.
terdakwa tersebut.

(4) Dalam hal benda sitaan, sebagaimana (4) If the sequestered goods as referred to in
dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3), telah section (2) and section (3) have been
dilelang dan penetapan tersangka terhadap auctioned off and a pretrial decision then
Korporasi dinyatakan tidak sah oleh putusan nullifies the Corporation status as a suspect,
praperadilan atau penyidikan maupun or the investigation or prosecution against the
penuntutan terhadap Korporasi dihentikan Corporation ceases by virtue of an
berdasarkan surat penetapan penghentian investigation or prosecution cessation order,
penyidikan atau penuntutan, maka uang hasil the proceeds of the auction of the sequestered
12
penjualan lelang barang sitaan harus goods must be returned to those entitled
dikembalikan kepada yang berhak paling within 30 (thirty) days of the pretrial decision
lambat 30 (tiga puluh) hari sejak putusan becoming final and binding or of the
praperadilan berkekuatan hukum tetap atau investigation or prosecution cessation order
sejak surat penetapan penghentian penyidikan becoming effective.
atau penuntutan berlaku.

(5) Dalam hal benda sitaan sebagaimana (5) If the sequestered goods as referred to in
dimaksud pada ayat (2) dan pada ayat (3) section (2) and section (3) have been
telah dilelang, namun berdasarkan putusan auctioned off but upon a final and binding
berkekuatan hukum tetap dinyatakan benda court decision those sequestered goods are
sitaan tersebut tidak dirampas untuk negara, adjudicated released from sequestration by the
maka uang hasil penjualan lelang barang state, the proceeds of the auction of the
sitaan harus dikembalikan kepada yang sequestered goods must be returned to those
berhak paling lambat 30 (tiga puluh) hari entitled within 30 (thirty) days of the decision
sejak putusan berkekuatan hukum tetap. becoming final and binding.

(6) Dalam hal dari penyimpanan uang hasil lelang (6) If the deposit of the proceeds of the auction of
benda sitaan sebagaimana dimaksud pada ayat the sequestered goods as referred to in section
(2) dan/atau ayat (3) terdapat bunga (2) and/or section (3) accrue profit interest,
keuntungan maka perampasan atau the sequestered goods or the proceeds of the
pengembalian uang hasil lelang benda sitaan auction of the sequestered goods shall be
juga disertai dengan bunga keuntungan yang returned/refunded including the profit interest
diperoleh dari penyimpanan uang hasil lelang earned from the deposit of the proceeds of the
benda sitaan tersebut. auction of the sequestered goods.

Bagian Kesembilan Part Nine

Hapusnya Kewenangan Menuntut Pidana dan Lapse of Right to Prosecute and Enforce Sentence
Menjalankan Pidana

Pasal 22 Article 22

Kewenangan menuntut pidana dan menjalankan The right to prosecute and enforce sentence
pidana terhadap Korporasi hapus karena daluwarsa against a Corporation shall lapse due to the period
sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Kitab of prescription (statute of limitations) as referred
Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). to in the Criminal Code (KUHP).

BAB III IV CHAPTER III IV

PUTUSAN DAN PELAKSANAAN PUTUSAN JUDGMENT AND ENFORCEMENT OF


PENGADILAN COURT JUDGMENT

Bagian Kesatu Part One

Penjatuhan Pidana Conviction

Pasal 23 Article 23

(1) Hakim dapat menjatuhkan pidana terhadap (1) A Judge may, on conviction, pass sentence on
Korporasi atau Pengurus, atau Korporasi dan a Corporation or its Management, or a
Pengurus. Corporation and its Management.

(2) Hakim menjatuhan pidana sebagaimana (2) A Judge may, on conviction, pass sentence as
dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada referred to in section (1) with reference to the
masing-masing undang-undang yang individual laws that govern penalties on a
13
mengatur ancaman pidana terhadap Korporasi Corporation and/or its Management.
dan/atau Pengurus.

(3) Penjatuhan pidana terhadap Korporasi (3) Conviction against a Corporation and/or its
dan/atau Pengurus sebagaimana dimaksud Management as referred to in section (1) does
ayat (1) tidak menutup kemungkinan not preclude from conviction against other
penjatuhan pidana terhadap pelaku lain yang perpetrators who by law are proved to be
berdasarkan ketentuan undang-undang complicit in the crime.
terbukti terlibat dalam tindak pidana tersebut.

Bagian Kedua Part Two

Putusan Judgment

Pasal 24 Article 24

(1) Putusan pemidanaan dan putusan bukan (1) Judgment on conviction and judgment on
pemidanaan terhadap Korporasi dibuat sesuai non-conviction on a Corporation shall be
dengan Kitab UndangUndang Hukum Acara made under the Code of Criminal Procedure
Pidana (KUHAP). (KUHAP).

(2) Putusan pemidanaan dan bukan pemidanaan (2) Judgment on conviction and judgment on
terhadap Korporasi sebagaimana dimaksud non-conviction on a Corporation as referred to
pada ayat (1) mencantumkan identitas sebagai in section (1) shall contain the following
berikut: identity:

a. nama Korporasi; a. the name of the Corporation;

b. tempat, tanggal pendirian dan/atau nomor b. the place and date of formation and/or
anggaran dasar/akta number of the articles of association/deed
pendirian/peraturan/dokumen/perjanjian of establishment/regulations/documents/
serta perubahan terakhir; agreement and the most recent
amendment thereof;

c. tempat kedudukan; c. the domicile;

d. kebangsaan Korporasi; d. the nationality of the Corporation;

e. jenis Korporasi; e. the type of the Corporation

f. bentuk kegiatan/usaha; dan f. the business line; and

g. identitas Pengurus yang mewakili. g. the identity of the Management that acts
on behalf of the Corporation.

Pasal 25 Article 25

(1) Hakim menjatuhkan pidana terhadap (1) A Judge shall, on conviction, pass a basic
Korporasi berupa pidana pokok dan/atau sentence and/or additional sentence on a
pidana tambahan. Corporation.

(2) Pidana pokok yang dapat dijatuhkan terhadap (2) A basic sentence that may be passed on a
Korporasi sebagaimana ayat (1) adalah pidana Corporation as referred to in section (1) shall
denda. be sentence to a fine.

(3) Pidana tambahan dijatuhkan terhadap (3) An additional sentence that is passed on a
Korporasi sesuai dengan ketentuan peraturan Corporation shall refer to the laws and
14
perundang-undangan. regulations.

Pasal 26 Article 26

Dalam hal Korporasi dan Pengurus diajukan If a Corporation and its Management are charged
bersama-sama sebagai terdakwa, putusan as the accused/defendants simultaneously,
pemidanaan dan bukan pemidanaan mengikuti judgment on conviction and judgment on non-
ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 24 conviction shall refer to Article 24 and Article 25.
dan Pasal 25.

Bagian Ketiga Part Three

Pelaksanaan Putusan Enforcement of Judgment

Pasal 27 Article 27

(1) Pelaksanaan putusan dilakukan berdasarkan (1) Judgment shall be enforced on the Court
putusan Pengadilan yang memperoleh decision that has become final and binding.
kekuatan hukum tetap.

(2) Petikan putusan dapat digunakan sebagai (2) An excerpt of judgment may be used as basis
dasar dalam pelaksanaan putusan on which the judgment is enforced as referred
sebagaimana dimaksud pada ayat (1). to in section (1).

Pasal 28 Article 28

(1) Dalam hal pidana denda yang dijatuhkan (1) If a fine is passed on a Corporation, the
kepada Korporasi, Korporasi diberikan jangka Corporation shall have a period of 1 (one)
waktu 1 (satu) bulan sejak putusan month of the final and binding decision to pay
berkekuatan hukum tetap untuk membayar the fine.
denda tersebut.

(2) Dalam hal terdapat alasan kuat, jangka waktu (2) The period as referred to in section (1) may,
sebagaimana tersebut pada ayat (1) dapat for a strong reason, be extended to not
diperpanjang paling lama 1 (satu) bulan. exceeding 1 (one) month.

(3) Jika terpidana Korporasi tidak membayar (3) If the convicted Corporation fails to pay a fine
denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) as referred to in section (1) and section (2),
dan ayat (2) maka harta benda Korporasi the assets of the Corporation may be seized by
dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk a public attorney and auctioned off for
membayar denda. proceeds to pay the fine.

Pasal 29 Article 29

(1) Dalam hal pidana denda dijatuhkan kepada (1) If a fine is passed on the Management, the
Pengurus, Pengurus diberikan jangka waktu 1 Management shall have a period of 1 (one)
(satu) bulan sejak putusan berkekuatan hukum month of the final and binding decision to pay
tetap untuk membayar denda tersebut. the fine.

(2) Dalam hal terdapat alasan kuat, jangka waktu (2) The period as referred to in section (1) may,
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat for a strong reason, be extended to not
diperpanjang paling lama 1 (satu) bulan. exceeding 1 (one) month.

(3) Jika denda tidak dibayar sebagian atau (3) If the convicted Management fails to pay the
seluruhnya, Pengurus dijatuhkan pidana whole or any part of the fine, the Management
kurungan pengganti denda yang dihitung shall be sentenced to imprisonment in place of

15
secara proposional. a fine, as calculated proportionally.

(4) Pidana kurungan pengganti denda (4) Sentence to imprisonment in place of a fine as
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) referred to in section (3) shall begin upon the
dilaksanakan setelah berakhirnya hukuman expiration of the basic sentence.
pidana pokok.

Bagian Keempat Part Four

Pelaksanaan Pidana Tambahan atau Tata Tertib Additional Sentence or the Code of Conduct
Terhadap Korporasi Towards Corporations

Pasal 30 Article 30

Pidana tambahan atau tindakan tata tertib atau Additional sentence or the code of conduct or
tindakan lain terhadap Korporasi dilaksanakan other measures towards Corporations shall be
berdasarkan putusan Pengadilan. implemented under a Court decision.

Pasal 31 Article 31

(1) Dalam hal Korporasi dijatuhkan pidana (1) If a Corporation receives additional sentence
tambahan berupa perampasan barang bukti, in the form of sequestration of evidence, such
maka perampasan barang bukti dilaksanakan sequestration of evidence shall be
paling lama 1 (satu) bulan sejak putusan implemented within 1 (one) month of the
berkekuatan hukum tetap. decision becoming final and binding.

(2) Dalam hal terdapat alasan kuat, jangka waktu (2) The period as referred to in section (2) (1)
sebagaimana tersebut pada ayat (2) dapat may, for a strong reason, be extended to not
diperpanjang paling lama 1 (satu) bulan. exceeding 1 (one) month.

(3) Dalam hal terdapat keuntungan berupa harta (3) If the proceeds of crime generate profits in the
kekayaan yang timbul dari hasil kejahatan form of assets, all the profits shall be seized
maka seluruh keuntungan tersebut dirampas by the state.
untuk negara.

Pasal 32 Article 32

(1) Korporasi yang dikenakan pidana tambahan (1) A Corporation that receives additional
berupa uang pengganti, ganti rugi dan sentence in the form of compensation monies,
restitusi, tata cara pelaksanaannya dilakukan damages and restitution shall use the
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- procedures under the laws and regulations.
undangan.

(2) Dalam hal pidana tambahan berupa uang (2) If additional sentence additional sentence in
pengganti, ganti rugi dan restitusi dijatuhkan the form of compensation monies, damages
kepada Korporasi, Korporasi diberikan jangka and restitution shall use the procedures under
waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak the laws and regulations.
putusan berkekuatan hukum tetap untuk
membayar uang pengganti, ganti rugi dan
restitusi.

(3) Dalam hal terdapat alasan kuat, jangka waktu (3) The period as referred to in section (2) may,
sebagaimana tersebut pada ayat (2) dapat for a strong reason, be extended to not
diperpanjang untuk paling lama 1 (satu) exceeding 1 (one) month.
bulan.

16
(4) Jika terpidana Korporasi tidak membayar (4) If the convicted Corporation fails to pay
uang pengganti, ganti rugi dan restitusi compensation monies, damages and
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat restitution as referred to in section (2) and
(3) maka harta bendanya dapat disita oleh section (3), its assets may be seized by a
jaksa dan dilelang untuk membayar uang public attorney and auctioned off for proceeds
pengganti, ganti rugi dan restitusi. to pay for the compensation monies, damages
and restitution.

Pasal 33 Article 33

Korporasi yang dikenakan pidana tambahan A Corporation that receives additional sentence in
berupa perbaikan kerusakan akibat dari tindak the form of repairs to damage from crime shall use
pidana, tata cara pelaksanaannya dilakukan sesuai the procedures under the laws and regulations.
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB IV V CHAPTER IV V

KETENTUAN LAIN-LAIN MISCELLANEOUS PROVISIONS

Pasal 34 Article 34

Peraturan Mahkamah Agung ini tidak dapat This Regulation of the Supreme Court shall not be
menjadi dasar bagi upaya hukum terhadap perkara used as the basis to seek legal remedies against
pidana oleh Korporasi yang telah diputus sebelum Corporate crime cases that have been placed under
Peraturan Mahkamah Agung ini diundangkan. a court decision prior to this Regulation of the
Supreme Court being promulgated.

BAB V VI CHAPTER V VI

KETENTUAN PERALIHAN TRANSITIONAL PROVISIONS

Pasal 35 Article 35

Perkara pidana dengan terdakwa Korporasi yang Criminal cases involving Corporations as the
telah dilimpahkan ke pengadilan tetap dilanjutkan accused/defendants that have been remitted to the
sampai memperoleh putusan pengadilan yang court shall remain until after the court decision has
memiliki kekuatan hukum tetap dengan mengacu become final and binding, subject to the prevailing
pada ketentuan peraturan perundang-undangan laws and regulations prior to this Regulation of the
yang berlaku sebelum adanya Peraturan Supreme Court coming to exist.
Mahkamah Agung ini.

BAB VI VII CHAPTER VI VII

KETENTUAN PENUTUP CONCLUDING PROVISIONS

Pasal 36 Article 36

Pada saat Peraturan Mahkamah Agung ini mulai Upon this Regulation of the Supreme Court
berlaku, ketentuan penanganan perkara pidana coming into effect, corporate crime case
oleh Korporasi mengikuti Peraturan Mahkamah management procedures shall be subject to this
Agung ini. Regulation of the Supreme Court.

Pasal 37 Article 37

Peraturan Mahkamah Agung ini mulai berlaku This Regulation of the Supreme Court shall come
pada tanggal diundangkan. into effect on the date it is promulgated.
17
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan In order that every person may know of it, the
pengundangan. Peraturan Mahkamah Agung ini promulgation of this Regulation of the Supreme
dengan penempatannya dalam Berita Negara Court is ordered by placement in the Official
Republik Indonesia. Gazette of the Republic of Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta Issued in Jakarta


pada tanggal 21 Desember 2016 on December 21, 2016
KETUA MAHKAMAH AGUNG CHIEF JUSTICE OF THE SUPREME
REPUBLIK INDONESIA COURT OF THE REPUBLIC OF
Ttd INDONESIA
MUHAMMAD HATTA ALI Sgd
MUHAMMAD HATTA ALI

Diundangkan di Jakarta Promulgated in Jakarta


pada tanggal 29 Desember 2016 on December 29, 2016
DIREKTUR JENDERAL DIRECTOR GENERAL OF LEGISLATION,
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN THE MINISTRY OF LAW AND HUMAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI RIGHTS OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,
MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, Sgd
ttd WIDODO EKATJAHJANA
WIDODO EKATJAHJANA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA OFFICIAL GAZETTE OF THE REPUBLIC OF


TAHUN 2016 NOMOR 2058 INDONESIA NUMBER 2058 OF 2016

Translated by: Wishnu Basuki


wbasuki@gmail.com

18