Anda di halaman 1dari 2

Penegakan diagnosis

Anamnesis dari skenario:


1. Sakit kepala sejak 3 bulan yang lalu merupakan gejala ketegangan motoric
dari gangguan anxietas menyeluruh
2. Sulit tidur merupakan gejala minor dari depresi
3. Palpitasi merupakan gejala overaktivitas otonomik dari gangguan anxietas
menyeluruh
4. Keringat dingin merupakan gejala overaktivitas otonomik dari gangguan
anxietas menyeluruh
5. Mual, muntah, dan demam disangkal menandakan tidak ada penyakit
organik
6. Keluhan terjadi hampir setiap hari sehingga mengganggu aktivitas sehariharitidak bekerja (hilang minat) menandakan gejala primer dari
gangguan anxietas menyeluruh menurut waktunya
7. Khawatir tentang putri pertamanya mengalami retardasi mental
Pemeriksaan :
Vital Sign :

TD 110/80 mmHg

N 88/menit

RR 20x/menit

T 36,5 derajat celcius

Pemeriksaan fisik dan neurologis dalam batas normal


Pedoman diagnostic gangguan cemas menyeluruh menurut PPDGJ-III
1. Penderita harus menunjukan anxietas sebagai gejala primer yang
berlangsung hamper setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa
bulan, yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi
khusus tertentu saja (sifatnya free floating atau mengambang)
2. Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut:
a. Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung
tanduk, sulit berkonsentrasi)
b. Ketegangan motoric (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat
santai)

c. Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat, jantung


berdebar-debar, sesak napas, keluhan lambung, pusing kepala,
mulut kering)
3. Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk
ditenangkan serta keluhan-keluhan somatic berulang yang menonjol
4. Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara (untuk beberapa hari),
khususnya depresi, tidak membatalkan diagnosis utama Gangguan
Anxietas Menyeluruh, selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria
lengkap dari episode depresif, gangguan anxietas fobic, gangguan panic,
atau gangguan obsesif-kompulsif.