Anda di halaman 1dari 6

BAB VI

BERBAGI INFO
4. Mengetahui tentang Gangguan Fobia
Definisi
Menurut Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders, Fourth
Edition(DSM-IV), fobia sosial, fobia spesifik, dan agoraphobia adalah subkelompokgangguan kecemasan.Fobia
untuk

semua

spesifik adalah

istilah

umum

jenis gangguan kecemasan yang jumlah untuk yang tidak

masuk akal atau ketakutan irasionalyang berkaitan dengan pajanan terhadap


objek atau situasi tertentu..Fobia sosial merupakan gangguan jiwa yang
ditandai dengan adanya kecemasan ketika berhadapan dengan situasi sosial
atau melakukan performa didepan umum ( Elvira, Sylvia D. 2014 ).
Epidemiologi
Fobia Spesifik Fobia
fobia

sosial.

spesifik

adalah

lebih

sering

dibandingkan

Fobia spesifik adalah gangguan mental yang paling sering

pada wanita dan nomor dua tersering

pada

laki-laki,

hanya

setelah

gangguan berhubungan dengan zat.Prevalensi enam bulan fobia spesifik


adalah kira-kira 5 sampai 10 per 100 orang.Rasio wanita berbanding laki-laki
adalah kira-kira 2 berbanding 1. Onsetusia puncak untuk tipe lingkungan
alami dan tipe darah, injeksi, dan cedera adalahrentang 5 sampai 9 tahun
( Elvira, Sylvia D. 2014 ).
Etiologi
Patonegesis fobia berhubungan dengan faktor faktor biologis, genetik dan
psikososial.
Faktor Psikoanalitik
Sigmund

Freud

mengajukan

tetapmerupakan penjelasan
sosial.

suatu

analitik

rumusan

neurosi

fobik

tentang fobia spesifik

yang

dan fobia

Freudmenghipotesiskan bahwa fungsi utama kecemasan adalah

sebagai memberi sinyal kepada ego bahwa suatu dorongan bawah sadar yang
dilarang mendorong untuk mendapatkan ekspresi sadar, jadi mengubah ego

untuk memperkuat

dan menyusun pertahanannya melawan dorongan

instingtual yang mengancam. Sikap Fobik Balik (Counterphobic Attitude)


Otto Fenichel meminta perhatian terhadap kenyataan bahwa kecemasan dapat
disembunyikan pola sikap dan perilaku yang mencerminkan suatu
penyangkalan,dimana objek atau situasi yang ditakuti adalah berbahaya atau
bahwa seseorangadalah ketakutan terhadapnya( Elvira, Sylvia D. 2014 ).
Faktor genetik
Agrofobia diperkirakan dipicu oleh gangguan panik. Data penelitian
menyimpulkan bahwa gangguan ini memiliki komponen genetik yang jelas,
juga menyatakan bahwa gangguan panik dengan agorafobia adalah bentuk
parah dari gangguan panik, dan lebih mungkin diturunkan( Elvira, Sylvia D.
2014 ).
Faktor biologis
Keberhasilan farmakoterapi dalam mengobati fobia sosisal menciptakan dua
hipotesi neurokimiawi spesifik tentang dua jenis fobia sosial. Secara spesifik,
penggunaan antagonis reseptor beta adrenergik seperti ptopanolol untuk fobia
sosial terbatas, misal berbicara di depan publik mungkin akan melepaskan
lebih banyak norepinefrin dan epinefrin, baik secara sentral maupun perifer,
dibandingkan dengan orang yang non fobik, atau pasien tersebut mungkin
peka terhadap stimulasi adrenergik taraf normal( Elvira, Sylvia D. 2014 ).
Diagnosis
Kriteria Diagnostik untuk Fobia Spesifik.
a) Rasa takut yang jelas dan menetap yang berlebihan atau tidak
beralasan,ditunjukkan oleh adanya atau antisipasi suatu objek atau
situasi tertentu.
b) Pemaparan dengan stimulus

fobik

hampir

selalu mencetuskan

responskecemasan yang segera, yang dapat berupa serangan


panik yangberhubungan dengan situasi.
c) Orang menyadari bahwa rasa takut adalah berlebihan atau tidak
beralasan.
d) Situasi fobik dihindari, atau jika tidak dapat dihindari, dihadapi
dengankecemasan atau penderitaan yang kuat.
e) Penghindaran, antisipasi kecemasan, atau penderitaan dalam situasi
yangditakuti

secara

bermakna

mengganggu

rutinitas

normal

orang,

fungsipekerjaan (atau akademik), atau aktivitas sosial atau

hubungan denganorang lain, atau terdapat penderitaan yang jelas


karena menderita fobia.
f) Pada individu yang berusia di bawah 18 tahun, durasi sekurangnya
adalah6 bulan.
g) Kecemasan, serangan panik, atau penghindaran fobik berhubungan
denganobjek

atau

situasi

spesifik

adalah

tidak

lebih

baik

diterangkan

olehgangguan mental lain, seperti gangguan obsesif-

kompulsif ( misalnya,takut kepada kotoran pada seseorang dengan


obsesi tentangkontaminasi), gangguan stres
(misalnya,
stresor

menghindari

yang berat),

menghindari

gangguan

sekolah),

menghindarisituasi
gangguan

stimuli

panik

sosial

pascatraumatik

yangberhubungan
cemas

fobia
karena

dengan

perpisahan(misalnya,
sosial

takut

(misalnya,

merasa

malu),

denganagorafobia, atau agorafobia tanpa riwayat

gangguan panik( Elvira, Sylvia D. 2014 ).


Kriteria Diagnostik untuk Fobia Sosiala.
a) Rasa takut yang jelas dan menetap terhadap satu atau lebih situasi
sosialatau kinerja dimana orang bertemu dengan orang yang tidak
dikenal ataudengan kemungkinan diperiksa oleh orang lain. Individu
merasa takutbahwa ia akan bertindak dalam cara (atau menunjukkan
gejala kecemasan)yang akan memalukan atau merendahkan.
b) Pemaparan dengan situasi sosial yang ditakuti hampir selalu
mencetuskankecemasan, yang dapat berupa serangan

panik yang

berikatan dengansituasi atau dipredisposisikan oleh situasi.


c) Orang menyadari bahwa rasa takut adalah berlebihan atau tidak
beralasan.
d) Situasi sosial atau kinerja yang ditakuti adalah dihindari, atau jika
tidakdapat dihindari dihadapi dengan kecemasan atau penderitaan
yang kuat.
e) Penghindaran, antisipasi fobik, atau penderitaan dalam situasi sosial
ataukinerja
orang,

secara

bermakna

mengganggu

rutinitas

normal

fungsipekerjaan (akademik), atau aktivitas sosial dan

hubungan dengan oranglain, atau terdapat penderitaan dalam situasi

sosial atau kinerja secarabermakan


orang,

fungsi

menganggu

rutinitas

normal

pekerjaan(akademik), atau aktivitas sosial dan

berhubungan dengan orang lain, atauterdapat penderitaan yang jelas


tentang menderita fobia.
f) Pada individu di bawah 18 tahun, durasi sekurangnya adalah 6 bulan.
g) Rasa takut atau penghindaran adalah bukan karena efek
fisiologislangsung

dari

suatu

zat

(misalnya,

obat

yang

disalahgunakan, medikasi)atau kondisi medis umum, dan tidak dapat


diterangkan lebih baik olehgangguan
gangguan
cemas

panik

dengan

perpisahan,

atau

gangguan

mental

lain

tanpaagorafobia,
dismorfik

(misalnya,
gangguan

tubuh,gangguan

perkembangan pervasif, atau gangguan kepribadian skizoid).


h) Jika terdapat suatu kondisi medis umum atau gangguan mental lain,
rasatakut

dalam

pada

kriteria

adalah

bukan

gagap,

gemetar

penyakitParkinson, atau menunjukkan perilaku makan

abnormal pada anoreksianervosa atau bulimia nervosa( Elvira, Sylvia


D. 2014 ).
Terapi
Psikoterapi Berorientasi-Tilikan
Pada awal perkembangan psikoanalisis dan psikoterapi berorientasi
secaradinamik, ahli teori percaya bahwa metoda tersebut adalah pengobatan
terpilihuntuk neurosis fobik, yang selanjutnya diperkirakan berasal dari
konflik genitaloedipal. Tetapi, segera kemudian, ahli terapi mengetahui
bahwa, walaupun adakemajuan dalam mengungkapkan dan menganalisa
konflik yang tidak disadari,pasien seringkali gagal melepaskan gejala
fobiknya. Selain itu, dengan terusmenghindari situasi fobik, pasien
menghindari suatu derajat bermakna kecemasandan

hubungannya

dari

proses analitik.
Fobia Spesifik Terapi
untuk

fobia

yang

spesifikadalah

paling
terapi

sering
pemaparan

digunakan
(exposure

digunakan
therapy),

suatu tipe terapi perlaku yangasalnya didahului oleh Joseph Wolpe. Ahli
terapi mendesensitisasi pasien, denganmenggunakan pemaparan stimulus
fobik yang serial, betahap, dan dipacu dirisendiri.

Fobia Sosial Pengobatan fobia sosial menggunakan psikoterapi dan


farmakoterapi, danberbagai pendekatan adalah diindikasikan untuk tipe
umum dan situasi kerja.Beberapa penelitian menyatakan bahwa pemakaian
farmakoterapi menghasilkanhasil yang lebih baik daripada terapi tersebut
sendiri-sendiri, walaupun temuantersebut mungkin tidak dapat diterapkan
pada semua situasi dan pasien(Kaplan, 2010 ).
5. Pandangan Islam mengenai penyakit gangguan cemas
Allah SWT berfirman yang artinya:
(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan wajahnya kepada
Allah, sedang ia muhsin, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada
rasa takut menimpa mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al-Baqarah:
112)
Lalu apabila datang penyakit gelisah tersebut apa yang harus kita lakukan ?
Jawabannya adalah Ingatlah selalu kepada Allah
Hal tersebut sebagaimana telah Allah SWT katakan dengan jelas pada Al-Quran
yang artinya :
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tenteram. (QS. Ar Radu : 28)
Bagaimana sajakah cara kita mengingat Allah, inilah kiat kiat untuk kita selalu
mengingat Allah SWT :
1. Shalat
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.
S. Al Baqarah : 153).
2. Selalu bersyukur terhadap setiap karunia-Nya
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur
akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar,
sesungguhnya azabKu sangat pedih. (QS. Ibrahim: 7)
3. Dzikrullah (Berdzikir terhadap Allah)

Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah(berdzikir) hati menjadi


tenteram. (QS. Ar Rad : 28)
4. Selalu yakin akan pertolongan Allah
Bilakah datangnya pertolongan Allah?. Ingatlah, sesungguhnya
pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al Baqarah : 214)
5. Membaca, Mempelajari dan Mengamalkan Al-Qur'an
Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan
rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah
menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Q.S. AlIsra' 17:82)