Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1

Hasil Penelitian

Temperatur
Waktu
0 menit
7 menit
14 menit
21 menit

23 C
hidup
97

T0 = 0 menit --- > Ln

mati
5

Nt
No

35 C
hidup

mati

45 C
hidup

mati

55 C
hidup

mati

163
123
218

8
12
17

43
66
110

11
14
34

96
93
144

27
18
54

97
(97+5)

= Ln

= -0,050

T1 = 35 oC

t1 = 7 menit--- > Ln

Nt
No

Nt
No

t2 = 14 menit --- > Ln


t3 = 21 menit--- > Ln

= Ln

Nt
No

= Ln
= Ln

163
163+ 8

= -0,047

123
123+12

= -0,093

218
218+ 17 = -0,075

T2 = 45 oC

t1 = 7 menit--- > Ln

Nt
No

Nt
No

t2 = 14 menit --- > Ln


t3 = 21 menit--- > Ln

= Ln

Nt
No

= Ln
= Ln

43
43+11

= -0,227

66
66 +14

= -0,192

110
110 +34 = -0.270

T3 = 55 oC

t1 = 7 menit--- > Ln
t2 = 14 menit --- > Ln

Nt
No

= Ln
Nt
No

= Ln

96
96+27

= -0,247

93
93+18

= -0,176

t3 = 21 menit--- > Ln

Nt
No

= Ln

144
144 +54 = -0,318

Tabel nilai Ln(Nt/N0) berdasarkan temperature dan waktu.


Temperature

Waktu

Ln (Nt/N0)

23

0
7
14
21
7
14
21
7
14
21

-0.05
-0.047
-0.093
-0.075
-0.227
-0.192
-0.27
-0.247
-0.176
-0.318

35
45
55

T1 = 35 oC

Grafik Kematian Mikroba pada Suhu 35oC


0
6
-0.02

10

12

14

16

18

-0.06
-0.08

Linear (time)
f(x) = - 0x - 0.04

-0.1
Time (minute)

Perhitungan Kd:
Y = ax + b
y = -0.002x - 0.0437
Berdasarkan persamaan Ln
Kd = -(-0,002) = 0,002

22
time

-0.04

Ln (Nt/N0)

20

Nt
No

= - Kd . t , maka:

T2 = 45 oC

Grafik Kematian Mikroba pada Suhu 45oC


0
6

10

12

14

16

18

20

-0.1

22
Ln (Nt/N0)

Ln(Nt/N0)

Linear (Ln (Nt/N0))

-0.2
f(x) = - 0x - 0.19
-0.3
Time (minute)

Perhitungan Kd:
Y = ax + b
y = -0.0031x - 0.1867
Berdasarkan persamaan Ln
Kd = -(-0,0031) = 0,0031

T3 = 55 oC

Nt
No

= - Kd . t , maka:

Grafik Kematian Mikroba pada Suhu 55oC


0
6
-0.1

10

12

14

16

18

20

Ln(Nt/N0)

22

Linear (Ln(Nt/N0))

-0.2

Ln(Nt/N0)

-0.3

f(x) = - 0.01x - 0.18

-0.4
Time (minute)

Perhitungan Kd:
Y = ax + b
y = -0.0051x - 0.176
Berdasarkan persamaan Ln

Nt
No

= - Kd . t , maka:

Kd = -(-0.0051) = 0.0051

Tabel Kd, ln Kd, D dan 1/T untuk Sterilisasi Batch


Temperatu
re
35
45
55

1/T
0.0285
71
0.0222
22
0.0181
82

Kd
0.002
0.003
1
0.005
1

Ln
[Kd]

D
(ln10/Kd)

-6.214

1151.29

-5.776

742.76

-5.278

451.48

Grafik ln Kd terhadap 1/T untuk Sterilisasi Batch

Ln Kd vs 1/T
-4.8
0.02
-5

0.02

0.02

0.02

0.02

0.03

0.03

0.03

-5.2
-5.4
Ln Kd

f(x) = - 88.21x - 3.73

-5.6

Ln Kd
Linear (Ln Kd)

-5.8
-6
-6.2
-6.4
1/T

Perhitungan Ed:
y = -88.215x - 3.7278
Berdasarkan persamaan :
ln k d=ln k d 0

Maka,

Ed
R

Ed 1
RT T

= -88.215

Ed

= 88.215 x 0,2288

Ed

= 20,183 J/mol

Pembahasan Oleh :
Nurlailatush Sholihah (151424021)
Pada praktikum ini, kinetika kematian mikroba dilakukan dengan teknik sterilisasi
secara batch. Sterilisasi merupakan suatu cara untuk mengeliminasi semua kehidupan
mikroba yang ada pada suatu bahan atau produk yang dikehendaki. Pada teknik sterilisasi
batch, prosesnya relatif sederhana, dan proses pemanasan serta pendinginan dapat dilakukan
dalam satu waktu perioda. Namun, proses pemanasan serta pendinginan pada sterilisasi batch,
berlangsung lambat, hingga mengakibatkan kematian mikroba (lethal temperature).

Percobaan ini dilakukan dengan variasi temperatur untuk mengetahui pengaruh


temperatur terhadap kematian mikroba. Variasi temperature yang digunakan yaitu 35 oC, 45oC,
dan 55oC dengan variasi waktu 7, 14 dan 21 menit. Praktikum ini bertujuan menentukan nilai
konstanta laju kematian mikroba (Kd), Desimal Reduction Time (D), dan konstanta Arhenius
(Ed) pada proses sterilisasi.
Untuk melihat jumlah mikroba yang hidup atau mati dilakukan pengamatan di bawah
mikroskop dengan bantuan larutan metilin blue, Metilin blue dapat membantu praktikan
melihat sel yang mati dan hidup, sel yang mati akan berwarna biru disebabkan keadaan sel
mikroba yang telah mati dalam keadaan rusak sehingga larutan metilin blue akan masuk ke
dalam sel. Mikroba yang mati menjadi berwarna biru karena dinding sel mikroba tersebut
mengalami lisis sehingga mikroba tersebut akan menyerap warna biru dari methylene blue.
Secara teorotis, semakin lama waktu pemanasan dan semakin tinggi suhu pemanasan
maka mikroba yang bertahan akan semakin sedikit. Berikut hasil pengolahan data
berdasarkan data percobaan :
Temperature
23
35

45

55

Waktu
0
7
14
21
7
14
21
7
14
21

Ln (Nt/N0)
-0.05
-0.047
-0.093
-0.075
-0.227
-0.192
-0.27
-0.247
-0.176
-0.318

Tiap sampel memiliki jumlah N0 (jumlah sel awal) yang berbeda, hal ini disebabkan
karena tidak meratanya mikroba yang ada. Dan ketelitian saat menghitung mikroba harus
diperhatikan. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya adanya pengotor yang
ditemui pada mikroskop, penanganan yang kurang aseptis, serta faktor ketelitian saat
menghitung jumlah sel. Kematian jumlah mikroba oleh pemanasan dapat dihitung dengan

membuat grafik ln
sebagai slope-nya.

Nt
No

terhadap waktu pemanasan (t) sehingga akan diperoleh nilai k

Temperatu
re
35
45
55

1/T
0.0285
71
0.0222
22
0.0181
82

Kd
0.002
0.003
1
0.005
1

Ln
[Kd]

D
(ln10/Kd)

-6.214

1151.29

-5.776

742.76

-5.278

451.48

Nilai Kd naik seiring bertambahnya suhu. Hal tersebut dapat diartikan bahwa jika temperatur
tinggi, maka mikroba akan cepat mati. Dan semakin tinggi temperatur pada proses sterilisasi
maka nilai D(decimal reduction time) akan semakin kecil. Dimana D merupakan waktu yang
dibutuhkan untuk menurunkan jumlah spora atau sel vegetatif dari mikroba akan semakin
kecil.
Setelah diperoleh nilai Kd, dapat dihitung nilai Ed dengan membuat grafik ln Kd terhadap
1/T sehingga berdasarkan hasil perhitungan dari grafik diperoleh nilai Ed sebesar 20,183
J/mol.