Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS KOVARIAN

(SUPRIYADI/A 202 15 005)

PENDAHULUAN
ANCOVA
meningkatkan
pengaturan

merupakan

presisi sebuah

terhadap pengaruh

teknik

analisis

percobaan

karena

yang

berguna

didalamnya

untuk

dilakukan

peubah bebas lain yang tidak terkontrol.

ANCOVA digunakan jika peubah bebasnya mencakup variabel kuantitatif


dan kualitatif. Dalam ANCOVA digunakan konsep ANOVA dan analisis
regresi.
Peubah-peubah dalam ANCOVA dan tipe datanya
Peubah
y (peubah respon)

Tipe Data
Kuantitatif (kontinu)
Kuantitatif (disebut covariate)

x (peubah bebas)

Kualitatif/kategorik (disebut treatment/perlakuan/faktor)

Tujuan ANCOVA adalah untuk mengetahui/melihat pengaruh


perlakuan terhadap peubah respon dengan mengontrol peubah lain yang
kuantitatif.
MODEL MATEMATIS
Model ANCOVA dengan satu covariate
yij = + i + xij + ij , i = 1, 2, ...a
j = 1, 2, ...ni

dimana:
yij : nilai peubah respon pada perlakuan ke-i observasi ke-j
xij : nilai covariate pada observasi yang bersesuaian dengan yij
i : pengaruh perlakuan ke-i
: koefisien regresi linier
ij : random error
a : banyaknya kategori pada perlakuan
ni : banyaknya observasi pada kategori ke-i
Asumsi dalam ANCOVA
1. X adalah fixed, diukur tanpa error dan independen terhadap
perlakuan (tidak dipengaruhi oleh perlakuan).
2
2. ij mengikuti sebaran NID (o, ).
3. 0 yang mengindikasikan bahwa antara x dan y terdapat hubungan
linier.
Hipotesis
H0 : 1 = 2 = ...= a = 0
H1 : sekurang-kurangnya ada satu i 0, i = 1, 2, ...a
Dalam ANCOVA terdapat 2 tipe Dekomposisi (penguraian) jumlah kuadrat
yang biasa digunakan, yaitu SS Type I dan SS Type III. Perbedaaan
kedua tipe dekomposisi tersebut adalah sebagai berikut.
Type I :
Dalam SS Type I, proses dilakukan dengan memasukkan covariate
ke

dalam persamaan/model terlebih dahulu dan diasumsikan covariate

memiliki hubungan linier dengan peubah respon. Sehingga pengujian


hipotesis hanya dilakukan satu kali yaitu untuk mengetahui pengaruh
perbedaaan kategori perlakuan terhadap peubah respon.

Type III :

Dalam SS Type I, proses dilakukan tanpa didasari asumsi apapun, apakah


covariate atau perlakuan yang masuk ke dalam persamaan/model terlebih
dahulu. Sehingga pengujian hipotesis dilakukan dua kali yaitu untuk
mengetahui adanya hubungan linier antara covariate

dengan

peubah

respon dan untuk mengetahui pengaruh perbedaaan kategori perlakuan


terhadap peubah respon. (default dalam SPSS adalah SS Type III)
STRUKTUR INFORMASI POKOK HASIL PENGOLAHAN
Informasi pokok yang diperoleh adalah pengujian hipotesis untuk
mengetahui apakah ada hubungan linier antara covariate dengan peubah respon
dan untuk mengetahui pengaruh perbedaan perlakuan terhadap peubah respon.
Pengujian untuk mengetahui hubungan linier antara covariate dengan
peubah respon, dengan menghilangkan pengaruh perlakuan
Hipotesis
H0 : = 0

(Tidak ada hubungan linier antara covariate dengan

peubah respon)
H1 : 0

(Ada hubungan linier antara covariate dengan peubah

respon)
Kriteria Keputusan
Jika angka Sig.>0.05 maka H0 tidak ditolak, yang berarti tidak
hubungan linier antara covariate dengan peubah respon.
Jika angka Sig.<0.05 maka H0 ditolak, yang berarti hubungan
linier antara covariate dengan peubah respon.

Pengujian untuk mengetahui pengaruh perbedaaan perlakuan terhadap


peubah respon, dengan menghilangkan pengaruh covariate

Hipotesis
H0 : 1 = 2 = ...= a = 0
(Tidak ada pengaruh perbedaaan perlakuan terhadap peubah respon)
H1 : sekurang-kurangnya ada satu i 0, i = 1, 2, ...a
(Ada pengaruh perbedaaan perlakuan terhadap peubah respon)
Kriteria Keputusan
Jika angka Sig.>0.05 maka H0 tidak ditolak, yang berarti tidak
ada pengaruh perbedaan perlakuan terhadap peubah respon.
Jika angka Sig.<0.05 maka H0 ditolak, yang berarti ada
pengaruh perbedaan perlakuan terhadap peubah respon.
CONTOH APLIKASI
Contoh kasus
Contoh kasus diambil dari hasil penelitian Muhammad Ali Gunawan
(Prodi Matematika FKIP Universitas Pekalongan) yang didonwload dari website
http://download.portalgaruda.org/article.php?
article=104909&val=1322&title=PENGARUH%20METODE%20MENGAJAR
%20DENGAN%20MENGONTROL%20MOTIVASI%20TERHADAP
%20PRESTASI%20BELAJAR. Penelitian yang dimaksud berjudul Pengaruh
Metode Mengajar Dengan Mengontrol Motivasi Terhadap Prestasi Belajar.
Dalam kasus di atas, peubah-peubah yang digunakan adalah:
Peubah respon (y) yaitu Prestasi Belajar Mahasiswa
Perlakuan/treatment yaitu Metode Mengajar (terdapat 3 kategori)
Dalam kenyataaannya terdapat faktor-faktor lain yang juga
mempengaruhi Prestasi Belajar mahasiswa, misalnya Motivasi. Oleh karenanya
digunakan Motivasi sebagai peubah kontrol (covariate) untuk mengurangi
tingkat kesalahan.
Untuk keperluan penelitian ini, diambil sampel 114 orang mahasiswa dari setiap
metode mengajar. Masing-masing 30 orang kelas IVA, 36 orang kelas IVB dan 48
kelas IV. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut.

Responden
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

A1

A2

A3

X
90
77
74
70
81

Y
87
74
81
78
72

X
36
62
59
100
59

Y
99
92
80
80
78

X
72
61
61
78
73

Y
74
76
72
77
69

74
77
70
90
76
77
85
74
75
85
89
70
75
80
100
89
85
70
87
75
63
89
79
66
55
50
85
63
95
100
59
66
75

79
73
85
79
80
88
76
82
70
92
82
83
81
72
74
73
77
88
79
77
80
70
83
90
79
78
77
79
73
83
85
76
66

75
59
60
73
70
65
59
75
80
70
78
62
78
73
47
70
86
62
59
55
44
85
78

71
67
76
84
78
86
71
78
73
70
78
81
75
79
86
80
78
72
84
76
78
72
78

65
62
72
69
78
65
61
61
61
58
54
76
100
72
68
50
43
65
76
87
83
72
69
76
74
61
70

83
89
73
80
65
79
78
82
90
69
77
82
77
78
78
88
75
75
76
83
70
77
77
80
76
73
78

41
42
43
44
45
46
47
48

75
70
90
70
65
88
75
77

86
76
81
85
77
80
80
78

Langkah pengolahan
Buka file data yang sudah dientry di SPSS Data Editor.
Dari menu Analyze, pilih submenu General Linear Model, pilih
Univariate. Lalu akan muncul kotak dialog. Pengisian kotak dialog:
Masukkan variabel nilai ke bagian Dependent Variables
Masukkan variabel dosen ke bagian Fixed Factor(s). Fixed
Factor(s) selalu berisi data bertipe nominal (kualitatif).
Masukkan variabel IQ ke bagian Covariate(s)
Klik OK
Default dari SPSS adalah SS Type III. Untuk mendapatkan SS Type I
caranya adalah sebelum klik OK, terlebih dahulu klik Model dan pada
bagian Sum of squares pilih Type I, lalu klik Continue dan terakhir klik
OK

Interpretasi hasil pengolahan

Dari tabel di atas, diperoleh F untuk X besarnya 12,717 (hasil ini sama dengan
hasil perhitungan manual). Signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 jauh lebih
kecil daripada = 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan hipotesis alternative
diterima. Sehingga dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa Setelah
dikendalikan oleh variabel motivasi (X), terdapat perbedaan prestasi belajar (Y)
antara mahasiswa yang diajar dengan metode Inquiry (A1) dengan metode
penugasan (A2) dan metode ceramah bermedia (A3).

REFERENSI
Montgomery, D.C. Experimental Design (Chapter 17: Analysis of
Covariance).
Santoso, Singgih. Buku Latihan SPSS Statistik Multivariat
(Modul 17: General Linear Model-Univariat). 2002.
Jakarta: PT Elex Media Komputindo.