Anda di halaman 1dari 9

MESIN MILLING dan DRILLING

Posted by fariedpradhana on April 21, 2012


Posted in: Mesin Konvensional. Tagged: datar, energi listrik, gerak, gerakan,
mesin milling, pelumas. Tinggalkan komentar

entry-meta
end title
Mesin Milling
Mesin milling adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak
tugas bila dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain. Hal ini
disebabkan karena selain mampu memesin permukaan datar
maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian istimewa,
juga berguna untuk menghaluskan atau meratakan benda kerja
sesuai dengan dimensi yang dikehendaki.
Mesin milling dapat menghasilkan permukaan bidang rata yang
cukup halus, tetapi proses ini membutuhkan pelumas berupa oli
yang berguna untuk pendingin mata milling agar tidak cepat aus.
Proses milling adalah proses yang menghasilkan chips (gram).
Milling menghasilkan permukaan yang datar atau berbentuk profil
pada ukuran yang ditentukan dan kehalusan atau kualitas
permukaan yang ditentukan.
Proses kerja pada pengerjaan dengan mesin milling dimulai
dengan mencekam benda kerja, kemudian dilanjutkan dengan
pemotongan dengan alat potong yang disebut cutter, dan akhirnya
benda kerja akan berubah ukuran maupun bentuknya.
Prinsip Kerja Mesin Milling
Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah
menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya
gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu transmisi
untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin milling.
Spindel mesin milling adalah bagian dari sistem utama
mesin milling yang bertugas untuk memegang dan
memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau gerakan
pemotongan. Gerakan pemotongan pada cutter jika dikenakan
pada benda kerja yang telah dicekam maka akan terjadi
gesekan/tabrakan sehingga akan menghasilkan pemotongan pada
bagian benda kerja, hal ini dapat terjadi karena material
penyusun cutter mempunyai kekerasan diatas kekerasan benda
kerja.
Jenis-Jenis Mesin Milling
Penggolongan mesin milling menurut jenisnya penamaannya
disesuaikan dengan posisi spindel utamanya dan fungsi
pembuatan produknya. Berikut merupakan jenis-jenis mesin

milling:
Mesin Milling Horizontal
Mesin milling jenis ini mempunyai pemasangan spindel dengan
arah horizontal dan digunakan untuk melakukan pemotongan
benda kerja dengan arah mendatar.
Mesin Milling Vertikal
Kebalikan dengan mesin milling horizontal, pada mesin milling ini
pemasangan spindel-nya pada kepala mesin adalah vertikal, pada
mesin milling jenis ini ada beberapa macam menurut tipe
kepalanya, ada tipe kepala tetap, tipe kepala yang dapat
dimiringkan dan tipe kepala bergerak. Kombinasi dari dua tipe
kepala ini dapat digunakan untuk membuat variasi pengerjaan
pengefraisan dengan sudut tertentu.
Mesin Milling Universal
Mesin milling ini mempunyai fungsi bermacam-macam sesuai
dengan prinsipnya. Berikut merupakan macam-macam mesin
milling berdasarkan prinsipnya:
a. Frais muka
b. Frais spiral
c. Frais datar
d. Pemotongan roda gigi
e. Pengeboran
f. Reaming
g. Boring
h. Pembuatan celah
Plano Milling
Mesin milling yang fungsinya untuk mengerjakan benda kerja yang
relatif besar, panjang dan berat.
Surface Milling
Jenis mesin milling yang digunakan untuk produksi massal,
kepala spindel dan cutter dinaik atau turunkan.
Gerakan dalam Mesin Milling
Pekerjaan dengan mesin milling harus selalu mempunyai 3
gerakan kerja. Berikut merupakan gerakan kerja mesin milling:
Gerakan Pemotongan
Sisi potong cutter yang dibuat berbentuk bulat dan berputar
dengan pusat sumbu utama.
Gerakan Pemakanan
Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yang akan dipotong
dan digerakkan mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas.
Gerakan Penyetelan
Gerakan untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman
pemakanan, dan pengembalian, untuk memungkinkan benda kerja

masuk ke dalam sisi potong cutter, gerakan ini dapat juga disebut
gerakan pengikatan.
Tipe Cutter
Cutter pada mesin milling mempunyai bentuk silindris, berputar
pada sumbunya dan dilengkapi dengan gigi melingkar yang
seragam. Keuntungan cutter dibanding dengan pahat bubut dan
pahat ketam adalah setiap sisi potong dari pisau frais mengenai
benda kerja hanya dalam waktu yang pendek pada proses
pemotongan selama 1 putaran pisau frais dan pendinginannya
pada waktu sisi potong mengenai benda kerja, maka
hasilnya cutter frais akan lebih tahan lama.
Cutter biasanya terbuat dari HSS maupun Carbide Tripped.
Gigi cutter ada yang lurus maupun ada yang mempunyai sudut,
untuk yang bersudut (helix angle) dapat mengarah ke kanan dan
ke kiri. Ada beberapa macam jenis cutter. Berkut merupakan jenisjenis cutter:
Plain Mill Cutter
Digunakan untuk pengefraisan horizontal dari permukaan datar.
Shell End Mill Cutter
Pemotongan dengan menggunakan sisi muka, digunakan untuk
pengefraisan dua permukaan yang tegak lurus. Pada cutter ini
panjangnya lebih besar dari diameternya dan hal yang harus
diingat adalah tidak boleh memasang cutter ini terbalik.
Face Mill Cutter
Digunakan untuk pengefraisan ringan (pemakanan kecil). Pisau ini
pendek dan mempunyai sisi potong pada bagian yang melingkar
dan bagian sisi mukanya, seperti shell mill cutter. Dalam jenis ini
ada yang disebut Carbide Tipped. Face mill cutter, keistimewaan
pisau ini adalah tentang kemudahan penggantian sisi potongnya.
Mesin Drilling
Pengeboran adalah suatu proses pengerjaan pemotongan
menggunakan mata bor (twist drill) untuk menghasilkan lubang
yang bulat pada material logam maupun non logam yang masih
pejal atau material yang sudah berlubang. Proses menghasilkan
lubang dapat pula dilakukan dengan cara yang lain yaitu dengan
proses boring (memperbesar lubang).
Drilling

Boring

Alat potong

mata bor

pahat ISO 8/9

Material awal

Bisa pejal

Harus sudah berlubang

Ukuran lubang

Sama dengan ukuran mata bor

Lebih besar dan dapat

diatur

1
2
3
4
5
6
7

Alat pencekam
Drill chuck, sleeve
Boring head
Cara Kerja Mesin Drilling
Mesin bor mempunyai prinsip dasar gerakan yaitu gerakan
berputar spindel utama dan gerakan/laju pemakanan. Berikut
merupakan cara kerja mesin drilling:
Putaran mata bor
Gerakan putaran mata bor ini merupakan gerakan berputarnya
spindel mesin bor. Gerakan ini sering disebut gerakan utama
(main motion). Besarnya putaran spindel ini tergantung oleh
material benda kerja, material mata bor dan diameter mata bor.
Gerakan utama ini diukur dalam meter/menit.
Laju pemakanan
Laju pemakanan adalah gerakan turunnya mata bor menuju benda
kerja tiap satuan waktu. Besarnya laju pemakanan ini
mempengaruhi kualitas permukaan hasil lubang. Laju pemakanan
diukur dalam mm/putaran.
Bagian-Bagian Mesin Drilling
Mesin drilling memiliki bagian-bagian yang terdapat di dalamnya.
Berikut merupakan bagian-bagian dari mesin drilling:
Badan/Rumahan
Pilar/Tiang
Tenaga Penggerak
Transmisi
Spindel Head (Spindel tempat memasang mata bor)
Meja
Perangkat Kontrol
Jenis-Jenis Mesin Drilling
Mesin drilling dibedakan menjadi dua, berdasarkan tenaga
penggerak dan berdasarkan kedudukan spindelnya. Berikut
merupakan jenis-jenis mesin drilling:
Berdasar tenaga penggerak:
a. Mesin bor tangan
b. Mesin bor listrik
Berdasar kedudukan spindel:
a. Mesin bor vertikal
b. Mesin bor horizontal

Mesin Frais
Posted by fariedpradhana on April 20, 2012
Posted in: Mesin Konvensional. Tagged: energi listrik, gerak rotasi, mesin

frais, mesin milling, mesin perkakas, motor listrik. Tinggalkan komentar

entry-meta
end title
Definisi Mesin Frais
Mesin ini digunakan untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu
benda kerja dengan menggunakan pisau frais sebagai penyayatan
yang berputar pada sumbu mesin. Pisau frais ini terpasang pada
arbor mesin, yang didukung dengan alat pendukung arbor dan
diputar oleh sumbu utama mesin (Umaryadi, 2006).
Mesin frais adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak
tugas bila dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain. Hal ini
disebabkan karena selain mampu memesin permukaan datar
maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian istimewa,
juga berguna untuk menghaluskan atau meratakan benda kerja
sesuai dengan dimensi yang dikehendaki.
Prinsip Kerja Mesin Frais
Prinsip kerja mesin frais adalah Tenaga untuk pemotongan berasal
dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah
motor listrik. Gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui
suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel
mesin milling.
Mesin perkakas untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu
benda kerja dengan mempergunakan pisau milling (cutter) sebagai
pahat penyayat yang berputar pada sumbu mesin. Mesin milling
termasuk mesin perkakas yang mempunyai gerak utama yang
berputar, pisau frais dipasang pada sumbu/arbor mesin yang
didukung dengan alat pendukung arbor, jika arbor mesin berputar
melalui suatu putaran motor listrik maka pisau frais akan ikut
berputar, arbor mesin dapat ikut berputar kekanan dan kekiri
sedangkan banyaknya putaran dapat diatur sesuai kebutuhan.
Prinsip kerja dari mesin frais yaitu pahat potong/pemotong frais
melakukan gerak rotasi dan benda kerja dihantarkan pada
pemotong frais tersebut.
Jenis-Jenis Mesin Frais
Berdasarkan pada mesin frais ini terdapat jenis-jenisnya
yaitu mesin frais horizontal, mesin frais vertikal, dan mesin frais
universal. Adapun jenis-jenis mesin frais antara lain:
Mesin Frais Horizontal
Mesin frais horizontal adalah mesin frais yang poros utamanya
sebagai pemutar dan pemegang alat potong pada posisi
mendatar. Mesin ini termasuk type knee, namum bentuknya sama
dengan mesin frais universal. Biasanya digunakan untuk
mengerjakan permukaan datar dan alur. Tipe lain dari mesin ini

adalah mesin frais type bed. Type bed ini lebih kuat karena meja
mesin ditahan sepenuhnya oleh sadel yang terpasang pada lantai.
Mesin Frais Vertikal
Mesin frais vertikal adalah mesin frais dengan poros utama
sebagai pemutar dengan pemegang alat potong dengan posisi
tegak. Poros utama mesin frais tegak di pesang pada kepala tegak
(vertical head spindle). Posisi kepala ini dapat dimiringkan kearah
kiri atau kanan maksimal 600. Biasanya mesin ini dapat
mengerjakan permukaan bersudut, datar, beralur, melobang dan
dapat mengerjakan permukaan melingkar atau bulat.
Mesin Frais Universal
Mesin frais universal adalah mesin yang pada dasarnya gabungan
dari mesin frais horizontal dan mesin frais vertikal. Mesin ini dapat
mengerjakan pekerjaan pengefraisan muka, datar, spiral, roda gigi,
pengeboran dan reamer serta pembuatan alur luar dan alur dalam.
Untuk melaksanakan pekerjaannya mesin frais dilengkapi dengan
peralatan yang mudah digeser, diganti dan dipindahkan. Peralatan
tambahan tersebut berupa meja siku (fixed angular table), meja
miring (inclinable universal table), meja putar (rotery table) dan
kepala spindel tegak (vertical head spindel).
Bagian-Bagian Dari Mesin Frais
Berdasarkan pada mesin sekrap terdapat bagian-bagian yang ada
pada mesin frais. Adapun bagian-bagian dari mesin sekrap antara
lain yang terdiri dari beberapa bagian komponen (lihat gambar)
sebagai berikut:

A. Lengan, untuk memindahkan arbor.

B. Penyokong arbor.
C. Tuas, untuk menggerakan meja secara otomatis.
D. Nok pembatas, untuk membatasi jarak gerakan otomatis.
E. Meja mesin, tempat untuk memasang benda kerja dan
perlengkapan mesin.
F. Engkol, untuk menggerakan meja dalam arah memanjang.
G. Tuas pengunci meja.
H. Baut penyetel, untuk menghilangkan getaran meja.
I. Engkol, untuk menggerakan meja dalam arah melintang.
J. Engkol, untuk menggerakan lutut dalam arah tegak.
K. Tuas untuk mengunci meja.
L. Tabung pendukung dengan bang berulir, untuk mengatur
tingginya meja.
M. Lutut, tempat untuk kedudukan alas meja.
N. Tuas, untuk mengunci sadel.
O. Alas meja, tempat kedudukan untuk alas meja.
P. Tuas untuk merubah kecepata motor listrik.
Q. Engkol meja
R. Tuas untuk mengatur angka kecepatan spindle dan pisau frais.
S. Tiang untuk mengatur turun-naiknya meja.
T. Spindle untuk memutar arbor dan pisau frais.
U. Tuas untuk menjalankan mesin.
Gerakan Dalam Mesin Frais
Berdasarkan pada mesin frais terdapat gerakan-gerakan didalam
mesin frais. Adapun gerakan-gerakan dalam mesin frais harus
selalu mempunyai 3 gerakan kerja, yaitu:
1. Gerakan Pemotongan
Sisi potong cutter yang dibuat berbentuk bulat dan berputar
dengan pusat sumbu utama.
2. Gerakan Pemakanan
Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yang akan dipotong
dan digerakkan mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas.
3. Gerakan Penyetelan
Gerakan untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman
pemakanan, dan pengembalian, untuk memungkinkan benda kerja
masuk ke dalam sisi potong cutter, gerakan ini dapat juga disebut
gerakan pengikata.
Metoda Pengefraisan
Berdasarkan pada mesin frais terdapat metoda pengefraisan yaitu
climb mill dan conventional milling. Adapun metoda pengefraisan
pada mesin frais tersebut adalah:
Climb Mill
Merupakan cara pengefraisan dimana putaran cutter searah

dengan gerakan benda kerja. Gaya potong menarik benda kerja


ke dalam cutter sehingga faktor kerusakan pahat akan lebih besar.
Hanya mesin yang mempunyai alat pengukur keregangan
diperbolehkan memakai metode pemotongan ini.
Conventional Milling
Merupakan pengefraisan dimana putaran cutter berlawanan arah
dengan gerakan benda kerja, pemotongan ini dimulai dengan
beram yang tipis dan metode ini digunakan untuk semua jenis
mesin frais.
Kecepatan Potong dan Pemakanan
Keberhasilan pemotongan dengan mesin frais dipengaruhi oleh
kemampuan pemotongan alat potong dan mesin. Kemampuan
pemotongan tersebut menyangkut kecepatan potong dan
pemakanan.
Kecepatan potong pada mesin frais dapat didefenisikan sebagai
panjangnya bram yang terpotong oleh satu mata potong pisau
frais dalam satu menit. Kecepatan potong untuk tiap-tiap bahan
tidak sama. Umumnya makin keras bahan, makin kecil harga
kecepatan potongnya dan juga sebaliknya.
Kecepatan potong dalam pengefraisan ditentukan berdasarkan
harga kecepatan potong menurut bahan dan diameter pisau frais.
Jika pisau frais mempunyai diameter 100 mm maka satu putaran
penuh menempuh jarak p x d = 3.14 x 100 = 314 mm. Jarak ini
disebut jarak keliling yang ditempuh oleh mata pisau frais. Bila
pisau frais berputar n putaran dalam satu menit, maka jarak yang
ditempuh oleh mata potong pisau frais menjadi p x d x n. jarak
yang ditempuh mata pisau dalam satu menit disebut juga dengan
kecepatan potong (V). Maka:
Bahan

AlumuniumKuninga
n
Perunggu
Besi Tuang
Besi Tempa
Baja Karbon
Lunak
Sedang
Tinggi

Bahan Pisau Frais


Baja
HSS
Karbon

HSS
Super

Stelit

Tantalu Tngsten Karbid


m Karbit

83
66
13
26
10
20
10
14
12
16

20
34
14
24
10
16
26
42
24
34

267
498
50
64
34
54
16
24
30
44

50 84
44 64
34 50

166
332
24
58
21
44
10
16
16
26

332 664
116 200
64 142
42 64
84 108
50 64
94 164
84 124

10
15
10
14

10 20
20
16
30
30
24 14
14
34
24
20
20
38
30
50
16
26
10
16
Pemakanan juga menentukan hasil pengefraisan. Pemakanan
maksudnya adalah besarnya pergeseran benda kerja dalam satu
putaran pisau frais. Pemakanan mempengaruhi gerakan bram
terlepas dari benda. Faktor dalamnya pemotongan dan tebalnya
bram juga menentukan proses pemotongan. Besarnya pemakanan
di hitung dengan rumus:
Keterangan:
f = Besarnya pemakanan per menit
F = Besarnya pemakanan per mata pisau
T = Jumlah mata potong pisau
n
= Jumlah putaran pisau per menit
Jenis Jenis Bahan Benda
Pisau
Baja Baja
Besi Tuang
Frais Alumuniu Kuninga Perungg Baja
m
n
u
Sedan Ker Campura
g
as
n
Muka 0,55
0,55
0,45
0,23
0,20 0,18
0,33
Spiral 0,43
0,43
0,35
0,18
0,15 0,13
0,25
Sisi
0,33
0,33
0,28
0,15
0,13 0,10
0,20
dan
0,28
0,28
0,23
0,13
0,10 0,10
0,15
Muka 0,15
0,15
0,13
0,07
0,07 0,05
0,10
Jari
0,15
0,13
0,10
0,07
0,05 0,05
0,07
Bentu
k
Gerg
aji
Selama pemotongan, pisau frais bergerak sepanjang bidang
pemotongan. Panjang gerakan pisau frais tersebut dapat dianalisis
seperti gambar.