Anda di halaman 1dari 1

Suatu kontrak konstruksi yang telah memenuhi syarat-syarat yang sah dan asas-asas suatu

kontrak, tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya kegagalan bangunan (Building Failure).
Dalam pekerjaan konstruksi bangunan sering ditemukannya kegagalan bangunan yang dapat
diakibatkan oleh pihak penyedia jasa atau pengguna jasa.
Semua pekerjaan konstruksi melakukan pergerakannya sesuai dengan tahapan (siklus)
kegiatannya yaitu diawali dengan perencanaan, sifat bahan bangunan yang digunakan, pengujian
bahan dan bangunan/konstruksi, pelaksanaan dan pengawasan serta pemeliharaan bangunan.
Kegiatan-kegiatan tersebut harus dilakukan secara bertahap agar memperoleh hasil yang baik
dan memuaskan. Tahap-tahap tersebut harus dilakukan dengan baik, jika pada salah satu tahap
terjadi kegagalan maka akan mempengaruhi kegiatan yang lainnya serta harus mengikuti
ketentuan atau standar yang berlaku.
Kegagalan bangunan dapat disebabkan oleh faktor kesalahan manusia itu sendiri. Kesalahan
manusia itu dapat diakibatkan dari ketidaktahuan, kesalahan kinerja (kecerobohan dan kelalaian)
termasuk salahnya dalam perhitungan dan tidak terperinci, tidak benar dalam membaca gambar
dan spesifikasi dan cacat konstruksi. Walaupun demikian, konsultan tersebut harus
merencanakan segala sesuatunya dengan baik, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal juga