Anda di halaman 1dari 20

PEMBELAHAN SEL

A. Macam-Macam Cara Pembelahan Sel


1. Pembelahan Sel Langsung (Amitosis)
Amitosis adalah proses pembelahan sel secara iangsung yang tidak
melalui tahapan-tahapan pembelahan. Proses pembelahan ini terjadi
pada organisme uniseluler, misalnya bakteri, Protozoa, dan alga
bersel

satu.

pembelahan

Amitosis
sel

disebut

juga

menjadi dua sel

pembelahan

biner,

yaitu

yang sama (identik), misalnya

pada Amoeba. Amitosis pada organisme uniselul bertujuan untuk


menghindari kepunahan jenisnya.
2. Pembelahan Sel Tidak Langsung (Mitosis dan Meiosis)
Mitosis

dan

meiosis

merupakan

pembelahan

sel

secara

tidak

langsung, yaitu melalui tahapar tahapan tertentu dan ditandai


dengan

penampakan

yang

berbeda-beda

dari

kromosom

yan

dikandungnya.
a. Mitosis
Mitosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anak
dengan jumla kromosom yang sama dengan jumlah kromosom sel
induknya, yaitu 2n. Mitosis terjac pada perbanyakan sel tubuh (se!
somatis). Mitosis berfungsi memelihara pertumbuha sel-sel baru
serta menjaga dan mernperbaiki bagian tubuh makhluk hidup.
Sebenarnya pembelahan mitosis hanyalah sebagian kecil dari
siklus sel. Siklus sel adalah peristiwa pertumbuhan sel menurut
tahapan tertentu dan setelah melalui semua tahapan akan kembali
ke tahapan semula. Siklus sel dapat dibagi menjadi dua tahapan,
yaitu interfase dan fase mitotik (M).
1) Interfase, yang merupakan 90% dari siklus sel
dengan waktu yang cukup lama. Interfase
terbagi

menjadi

tiga

fase,

yaitu

fase

pertumbuhan primer (Gap 1 disingkat G1),


fase

sintesis

(S),

dan

fase

sekunder (Gap 2 disingkat G2).

pertumbuhan

PEMBELAHAN SEL
A. Macam-Macam Cara Pembelahan Sel
1. Pembelahan Sel Langsung (Amitosis)
Amitosis adalah proses pembelahan se secara langsung yang tidak
melalui tahapa- -:ahapan pernbeiahan. Proses pembelahan ini te- adi
pada organisme uniseluler, misalnya bakteri. protozoa,
bersel

satu.

Amitosis

disebut

juga

pembeiahan

dan
biner,

alga
yaitu

pernbeiahan sel menjadi dua sel yang sama (identik), misalnya pan
Amoeba.

Amitosis

pada

organisme

uniseluler

bertujuan

untuk

rnenghindari kepunahan jenisnya.


2. Pembelahan Sel Tidak Langsung (Mitosis dan Meiosis)
Mitosis

dan meiosis

merupakan pernbelahan sel

secara

tidak

langsung, yaitu melalui tahapantahapan tertentu dan ditandai


dengan

pe-ampakan

yang

berbeda-beda

dari

kromosom

yang

dikandungnya.
a. Mitosis
Mitosis adalah pembelahan se yang menghasilkan 2 sel anak
dengan jumlah kromosom yang sama dengan jumla:- kromosom sel
induknya, yaitu 2n. Mitosis terjadi pada perbanyakan sel tubuh (sel
scatis). Mitosis berfungsi memelihara pertumbuhan sel-sel baru
serta menjaga dan memcerbaiki bagian tubuh makhluk hidup.
Sebenarnya pembelahan mites s hanyalah sebagian kecil dari
siklus sel. Siklus sel adalah pe-stiwa pertumbuhan sel menurut
tahapan tertentu dan setelah

semua

tahapan akan kembali ke tahapan semula. S


.clus sel dapat dibagi menjadi dua tahapan,
yaitu interfase dan fase mitotik (M).
1) Interfase, yang merupakan 90, dari
siklus sel dengan waktu yang cukup
lama.

Interfase

terbagi

menjadi

tiga

fase,

yaitu

fase

pertumbuhan pnmer (Gap 1 disingkat G1), fase sintesis (S), dan


fase pertumbuhan sekunder (Gap 2 disingkat G2).

2) Fase mitotik (M), mencakup empat fase dalam mitosis, yaitu profase,
metafase, anafase, dan telofase.
Secara garis besar, fase pembelahan mitosis terbagi menjadi dua fase,
yaitu fase pembelahan inti (kariokinesis) dan fase pembelahan sitoplasma
(sitokinesis). Kariokinesis dibagi menjadi empat subfase, yaitu profase,
metafase, anafase. dan telofase.
1) Profase, memiliki ciri membran nukleus dan nukleolus menghilang,
kromosom menebal, sentriol migrasi pada 2 kutub yang berbeda, dan
spindel pembelahan mulai terbentuk.
2) Metafase, memiliki ciri kromosom berada tepat pada bagian ekuator
pembelahan, serta bagian spindel telah berikatan dengan kromatid.
3) Anafase, memiliki ciri terjadi pergerakan kromatid menuju 2 kutub
berbeda setelah sentromer membelah.
4) Telofase, memiliki ciri yaitu anak inti/nukleolus dan membran nukleus
mulai muncul kembali, terjadi sitokinesis yang membagi sel menjadi 2
sel anak yang identik satu
carna lain

b. Meiosis
Meiosis

(pembelahan

reduksi)

adalah

pembelahan

sel

yang

menghasilkan 4 sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari jumlah


kromosom sel induknya. Dari satu sel induk yang diploid (2n) dihasilkan 4
sel anak yang masing-masing haploid (ri). Meiosis -berfungsi memelihara
jumlah kromosom makhluk hidup dan membangun variabilitas genetik
suatu spesies. Meiosis hanya berlangsung pada organ reproduksi. yaitu
pada proses pembentukan sel garret atau disebut gametogenesis.

Meiosis dapat dibagi menjadi dua periode pembelahan, yaitu meiosis


I dan meiosis II. 1) Meiosis I
a) Profase I
Tahapan ini terdiri dari lima subfase sebagai berikut.
(1) Leptoten. benang-benang kromatin memendek dan menebal,
membentuk kromosom homolog.
(2)Zigoten, sentrosom membelah menjadi dua dan bergerak ke arah
kutub yang berlawanan. Sementara itu, kromosom homolog saling
berpasangan.
(3)Pakiten, terjadi duplikasi kromosom.
(4)Diploten, dua kromosom homolog yang saling berpasangan
memisahkan diri, terjadi pindah silang (crossing over).
(5)Diakinesis, dua sentriol sampai pada kutub yang berlawanan,
terbentuk gelendong pembelahan, membran inti dan nukleolus
menghilang.
b) Metafase I
Kromosom berderet di bidang ekuator, kromosom homolog tetap

bergandengan.
c)

Anafase I
Kromosom homolog berpisah dan bergerak ke arah kutub yang
berlawanan tanpa pemisahan sentromer.

d) Telofase I
(1)

Terbentuk membran nukleus.


(2)Terjadi

proses

sitokinesis

(pembelahan sitoplasma sel).

(3)

Terbentuk 2 sel anak yang haploid (n). 2) Meiosis II Tahap-tahap dalam


meiosis II mirip dengan meiosis I. Tahapan meiosis II sebagai berikut.
a) Profase II
(1) Benang-benang kromatin yang terbentuk kembali pada akhir
meiosis I memendek dan menebal membentuk kromosom.
s (2) Selaput inti dan nukleolus dalam sel mulai menghilang dan
benangbenang spindel menarik sentromer kedua kutub yang
berbeda.
b) Metafase II
(1)Kromatid bergerak berjajar dan beraturan di bidang ekuator.
(2)Benang

spindel

menghubungkan

sentromer

dengan

kutub

pembelahan.
c) Anafase II
Kromatid yang berpasangan saling berpisah dan masing-masing
kromatid bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
d) Telofase II
(1)Benang-benang kromatid yang telah sampai di kutub berubah
menjadi benang-benang kromatin.
(2)Karioteka dan nukleolus terbentuk kembali.
(3)Pada

bidang

pembelahan

terbentuk

sekat

yang

membagi

sitoplasma menjadi dua bagian.


(4)Terbentuk 4 sel anak yang masing-masing memiliki kromosom
setengah dari jumlah kromosom yang dimiliki sel induknya.
4) Satu inti dari masing-masing sisi bergerak ke tengah sehingga terdapat 2
inti di tengah yang disebut inti kutub. Dua inti tersebut akhirnya melebur
membentuk inti kandung lembaga sekunder yang diploid.
5) Tiga inti yang tertinggal di daerah kalaza disebut antipoda. Tiga inti yang
berada di daerah mikrofil, yang tengah menjadi ovum, sedangkan
pengapitnya disebut sinergid.
6) Pada saat pembuahan, spermatozoid yang masuk ke dalam kandung dari
setiap buluh serbuk sari ada 2 buah, yang satu akan membuahi ovum

menghasilkan zigot, sedangkan yang lain akan membuahi inti kandung


lembaga sekunder (2n) menghasilkan calcn endosperm (3n).

STRUKTUR DAN FUNGSI


JARINGAN TUMBUHAN
A. Jaringan Tumbuhan
Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel
tumbuhan yang mempunyai struktur dan
fungsi
dapat

sama.

Janngan

dikelompokkan

pada

tumbuhan

menjac,

dua

kelompok besar yaitu jaringan meristem


dar .anngan dewasa.
1.

Jaringan

Meristem

(Jaringan

Embrional)
Jaringan meristem merupakan jaringan yang memiliki kemampuan
untuk terns membelah dirI tak erbatas. Ciri-ciri jaringan meristem
antara lain selnya kecil-kecil, dinding sel tipis, inti sel besar. dan
vakuola kecil. Pengelompokan jaringan meristem sebagai berikut.
a. Berdasarkan asal terbentuknya. jaringan meristem dikelompokkan
menjadi dua yaitu sebagai berikut.
1)Meristem

primer,

sel-selnya

merupakan

perkembangan

langsung dari sel-sel embriona!, misalnya kuncup, ujung


batang,

dan

ujung

akar.

Aktivitas

meristem

primer

mengakibatkan batang dan akar tumbuh memanjang disebut


pertumbuhan primer.
2)Meristem sekunder, berasal dari jaringan dewasa yang telah
mengalami diferensiasi. misalnya kambium dan kambium
gabus. Aktivitas meristem sekunder mengakibatkan tubuh
tumbuhan menjadi besar disebut pertumbuhan sekunder.
b.

-rdasarkan letaknya, meristem dibedakan menjadi tiga yaitu

sebagai berikut.
1)Meristem apikal, terdapat di ujung akar dan ujung batang.
2)Meristem

interkalar,

terdapat di

antara

misalnya di pangkal ruas batang rumput.

jaringan dewasa,

Meristem lateral, terletak sejajar dengan permukaan organ


tempat
gabus.

ditemukannya.

misalnya

kambium

dan

kambium

2. Jaringan Dewasa (Jaringan Permanen)


Jaringan dewasa merupakan jaringan yang telah mengalami diferensiasi
dan

tidak

bersifat

meristematis lagi. Jaringan dewasa dibedakan menjadi


beberapa macam yaitu sebagai berikut.
a. Jaringan epidermis (jaringan pelindung), ciri-ciri:
merupakan jaringan terluar tumbuhan, terdiri dari
selapis sel yang pipih, berbentuk balok, dan
rapat;

serta

tidak

terdapat

ruang

antarsel.

Fungsinya untuk melindungi jaringan di sebelah


dalamnya. Jaringan epidermis dapat mengalami
modifikasi menjadi stomata, trikoma, sel kipas. sistolit, sel silika, dan
sel gabus.
b. Jaringan parenkim (jaringan dasar), terdapat hampir di semua
bagian tubuh tumbuhan. Ciri-ciri: rsusun

dari

sel-sel

berukuran

besar dan hidup, bersegi banyak; Fungsinya sebagaipenghasil dan


penyimpan cadangan makanan, misalnya sebagai berikut.
1)Parenkim asimilasi/klorenkim adalah parenkim yang mengandung
klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis/asimilasi.
2)Parenkim penyimpan cadangan makanan pada buah dan biji.
3)Parenkim

udara/aerenkim

adalah

parenkim

yang

berfungsi

menyimpan udara. Contoh: aerenkim pada tangkai daun eceng


gondok.
c. Jaringan penyokong, dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan
jaringan sklerenkim.

1)Jaringan kolenkimi terdiri dari sel-sel hidup yang mengalami


penebalan selulosa di bagian sudut dinding selnya. Contoh:-ten:lap-atpada

bagian

terluar

batang

dan

urat

daun.

Fungsinya sebagai penyokong pada bagian tumbuhan muda


yang sedang tumbuh dan tumbuhan herba.
2)Jaringan sklerenkim, merupakan jaringan sel yang mengalami
penebalan di seluruh dinding selnya. terdiri dari sel-sel mati
dengan dinding sel dari zat lignin. Berfungsi menguatkan bagian
tumbuhan yang sudah dewasa dan melindungi bagianbagian
lunak yang lebih dalam. Jaringan sklerenkim dibedakan menjadi
dua macam yaitu sebagai berikut.
a) Serat sklerenkim, berbentuk seperti benang panjang, misalnya serat
rami dan serat kapas.
b) Sklereid (sel batu), mempunyai dinding sel
yang keras, terdapat pada semua bagian
tumbuhan terutama di dalam kulit kayu,
pembuluh tapis, dan dalam buah atau biji,
contohnya pada tempurung kelapa (Cocos
nucifera).
d. Jaringan pengangkut, terdiri dari xilem dan floem.
1)Xilem (pembuluh kayu), komponen penyusun
xilem terdiri dari unsur trakeal (trakea dan trakeid), serabut
xilem,

dan

parenkim

xilem.

Berfungsi

mengangkut air dan garam-garam mineral


dari

akar

menuju

bagian

atas

tubuh

tumbuhan.
2)Floem (pembuluh tapis/pembuluh kulit kayu),
komponen penyusun floem terdiri dari unsurunsur tapis, sel pengiring, serabut floem, dan
parenkim floem. Berfungsi mengangkut hasil
fotosintesis
tumbuhan.

dari

daun

ke

seluruh

tubuh

e. Jaringan gabus (periderma), merupakan jaringan pelindung yang


dibentuk secara sekunder, menggantikan epidermis batang dan akar
yang telah menebal akibat pertumbuhan sekunder. Jaringan ini
berfungsi sebagai pelindung tumbuhan dari kehilangan air. Tampak
jelas pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Struktur jaringan
gabus pada tumbuhan dikotil terdiri dari felogen (kambium gabus)
yang akan membentuk felem (gabus) ke arah luar dan feloderma ke
arah dalam.

B. Organ Tumbuhan
1. Akar
Fungsi utama akar adalah menyerap air dan mineral dari tanah.
Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi menyimpan cadangan
makanan. Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang
dilindungi

kaliptra

(tudung

akar).

Pembelahan

meristem

apikal

membentuk daerah pemanjangan, disebut zona perpanjangan se:. Di


belakangnya terdapat zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan
sel. Struktur morfologi akar dapat Anda pelajari pada gambar di
samping.
Urutan dari luar ke dalam, struktur anatomi akar terdiri dari
jaringan-jaringan sebagai berikut.
a.Epidermis, tersusun dari selapis sel yang tersusun rapat, dinding sel
tipis sehingga mudah ditembus air, terletak pada bagian terluar
akar. Memiliki rambut akar sebagai aktivitas selsel di belakang titik
tumbuh yang berfungsi memperluas bidang penyerapan.
b.Korteks, tersusun dari lapisan-lapisan sel berdinding tipis dan tidak
tersusun rapat sehingga mempunyai banyak ruang antarsel untuk
pertukaran zat. Fungsinya sebagai tempat menyimpan cadangan
makanan.
c.Endodermis, merupakan selapis sel yang menjadi pembatas antara
korteks dan stele. Sel-sel endodermis memiliki penebalan lignin
dan suberin sehingga tidak mudah ditembus oleh air. Penebalan
tersebut membentuk semacam pita yang dinamakan pita Kaspary.
Sel endodermis yang dindingnya tidak menebal disebut sel
penerus atau peresap. Fungsinya sebagai pengatur jalannya
larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
d.Stele (silinder pusat), merupakan bagian terdalam dari akar yang
tersusun dari jaringanjaringan sebagai berikut.
1) Perisikel/perikambium, letaknya di lapisan terluar dari silinder
pusat/stele. Pada akar dikotil, perisikel berfungsi membentuk
cabang akar dan kambium gabus.

2)

Berkas

pengangkut,

terdapat

di

sebelah dalam perisikel.


a) Pada akar tumbuhan monokotil. letak xilem dan floem berselangseling membentuk lingkaran.
b)Pada akar tumbuhan dikotil. xilem berbentuk bintang dan berada
di pusat akar, sedangkan floem mengelilingi xilem. Di antara
xilem dan floem terdapat kambium. Kambium merupakan titik
tumbuh sekunder di mana aktivitas kambium ke arah luar
membentuk unsur kulit. sedangkan ke arah dalam membentuk
unsur kayu.
3)

Empulur,

letaknya

pengangkut.

terdiri

paling

dalam

dari

jaringan

atau

di

antara

parenkim.

berkas

Pada

akar

tumbuhan dikotil tidak terdapat empulur atau empulurnya


sempit. Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan.
2. Batang
Batang berfungsi sebagai penunjang bagian atas tumbuhan, penghubung
antara akar dan daur. serta kadang juga berperan untuk menyimpan
caaangan makanan.
a. Struktur Jaringan Penyusun Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisar dari luar ke dalam
sebagai berikut.
1)Epidermis merupakan selapis sel pipih yang tersusun rapat dan
tanpa ruang antarsel. Pada batang yang mengalami pertumbuhan
sekunder,

lapisan

epidermis

digantikan

oleh

lapisan

gabus

(lentisel) yang dibentuk dari kambium gabus. Lentisel berfungsi


sebagai tempat pertukaran gas dan penguapan.

2)Korteks

tersusun

dari

jaringan kolenkim. makin


dalam

tersusun

ke

dari

jaringan parenkim.
3)Endodermis
sebelah

merupakan

dalam

lapisan

korteks

dan di

luar perisikel.
4)Stele tersusun dari jaringan-jaringan berikut.
a) Perisikel
b) Berkas pengangkut
(1)Berkas pengangkut tipe kolateral terbuka yaitu xilem terletak di
sebelah dalam, floem di sebelah !uar. dan di antara keduanya
terdapat kambium.
(2)Letak berkas pengangkut teratur melingkar.
c) Kambium
(1) Berdasarkan letaknya, kambium ada dua macam yaitu
sebagai berikut.
(a) Kambium fasikuler, yaitu kambium yang terletak pada berkas
pengangkut di antara floem dan xilem.
(b)Kambium interfasikuler. yaitu kambium yang terletak di antara dua
berkas pengangkut.
(2) Aktivitas kambium ke arah luar membentuk kulit batang
dan ke arah dalam membentuk kayu yang menyebabkan
pertumbuhan

membesar

sekunder).

Aktivitas

terbentuknya

lingkaran

batang
kambium

tahun

(annual

(pertumbuhan
menyebabkan
ring)

yaitu

lingkaran atau lapisan yang menunjukkan kambium


melakukan pembelahan dan pada saat kambium tidak
melakukan pembelahan. Lingkaran tahun berguna untuk
memperkirakan umur pohon.
(3) Pembentukan sel-sel barn pada kambium menyebabkan
terdesaknya selsel korteks ke arah epidermis. Lapisan
korteks

yang

terdesak

membentuk

lapisan

sel

meristematik atau sel yang selalu membelah dan disebut


kambium gabus (felogen). Kambium gabus menghasilkan
dua tipe sel yaitu ke arah luar membentuk jaringan gabus
(felem)

dan

ke

arah

dalam

membentuk

jaringan

feloderma.

d) Empulur
(1)Empulur merupakan parenkim yang terdapat di tengah-tengah stele,
juga

terdapat

di

sekitar

kelompok-kelompok

ikatan

pembuluh

berbentuk jari-jari disebut jarijari empulur.


(2)Sel-sel jaringan empulur yang
segaris

dengan

fasikuler

kambium

berubah

menjadi

kambium.
b. Struktur Jaringan Penyusun
Batang Monokotil
1)Epidermis
2)Korteks.

batas

antara

korteks

dan

stele

umumnya tidak jelas.


3)Stele
a) Berkas pengangkut tipe kolateral tertutup yaitu xilem
terdapat di sebelah dalam, floem terdapat di sebelah luar,
dan di antaranya tidak terdapat kambium sehingga batang
monokotil tidak dapat tumbuh membesar.
b)

Letak

berkas

pengangkut

meristem dasar.
c) Tidak memiliki jari-jari empulur.
3. Daun

tersebar

tidak

teratur

pada

Daun adalah organ utama tumbuhan yang berperan menghasilkan


karbohidrat melalui proses fotosintesis. Selain itu, daun juga berfungsi
sebagai tempat pengeluaran air melalui proses transpirasi dan gutasi,
serta tempat respirasi bagi tumbuhan. Struktur jaringan penyusun daun
sebagai berikut.
a. Epidermis
1)Tersusun oleh selapis sel yang Binding selnya mengalami
penebalan dari kitin (kutikula) atau kadang lignin. Fungsi kutikula
adalah untuk mencegah terjadinya penguapan air yang terlalu
besar pada daun.
2)Letaknya pada permukaan atas maupuri bawah daun.
3) Derivat-derivat epidermis daun, misalnya stomata, trikoma, dan sel
kipas. Stomata terletak pada permukaan atas saja. permukaan
bawah saja, atau di kedua permukaan daun (atas dan bawah). Fungsi
stomata adalah .sebagai jalan keluar masuknya udara. Selain itu,
terdapat sel penjaga sebagai pengatur dalam membuka dan
menutupnya stomata.
4) Fungsi utamanya untuk melindungi jaringan daun di bawahnya dan
menjaga bentuk daun agar tetap.
b. Mesofil (Jaringan Dasar)
1) Letaknya antara epidermis atas dan epidermis bawah.
2) Mesofil pada daun dikotil terdiferensiasi menjadi dua macam
parenkim yaitu sebagai berikut.
a) Parenkim palisade (jaringan tiang), terdiri dari sel-sel berbentuk
silinder, tersusun rapat, dan mengandung banyak kloroplas.
b) Parenkim spons (jaringan bunga karang), tersusun oleh sel-sel yang
tidak teratur, tersusun renggang. dan mengandung lebih sedikit
kloroplas.
3) Mesofil pada daun monokotil letaknya pada cekungan di antara
urat

daun.

Mesofil

daun

monokotil

tidak

berdiferensiasi,

bentuknya seragam, kecuali mesofil pada sarung berkas


pengangkut lebih besar, kloroplas sedikit, dan dindingnya lebih
tebal.

4) Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

c. Jaringan Pengangkut
1) Letak jaringan pengangkut daun

2.-aca

daur

ca-

empunyai

susunan
seperti pada batangnya.
2) Letak jaringan pengangkut pada da.,dan

sejajar

dihubungkan

oleh berkas pengangkut kecil di


3) Fungsinya mengangkut air serta zaf 7--a.a :a-.anah

dan

mengargk.,thasil

fotosintesis

ke

bagian tubuh yang lain.


d. Jaringan Sekretoris
1) Terdapat pada tumbuhan tertentua se.-sel khusus, misalnya kelenjar,
saluran
getah, dan sel-sel kristal.
2)Umumnya terdapat pada mesofil
4. Bunga
Bunga adalah alat reproduksi generatif:_mbuhan
kelompok Angiospermae yang berasalodifikasi
batang.
a. Struktur Bunga
Bagian-bagian utama bunga adalah se:a-L-e.
1)Dasar bunga (reseptakel)

:empai

terdapatnya perhiasan dan kelarr.2)Perhiasan bunga (periantium) te-: -kelopak


bunga (calyx) dan mahkota bunga
3)Alat kelamin bunga terdiri dari 2_7 :a- :enang sari.
a) Putik (pistillum) merupakan a.a: a- - betina pada tumbuhan. Putik
terdiri

dari

bakal buah (ovarium), tangkai p k stiles), dan kepala putik (stigma).

b) Benang

sari

(stamen)

merupaka-

a'a*.

kelamin

jantan

pada

tumbuhan. Benang sari terdiri dari kepala sari (anthe-3 le:-!gkai sari
(filamen), dan serbuk sari (pollen).
b. Tipe Bunga
Bunga dapat dibagi menjadi beberapa tipe sebagai berikut.
1) Bunga lengkap adalah bunga yang rre-miliki perhiasan bunga dan
alat kelamin jantan (benang sari) maupun betina (putik:
2) Bunga sempurna adalah bunga ya^c emiliki perhiasan bunga atau
tidak, serta memiliki alat kelamin jantan (benang sa -raupun betina
(putik).
3) Bunga jantan adalah bunga yang rre
kelamin

perhiasan bunga dan alat

jantan

(benang sari). namun tidak memilik a a7 e'amin betina (putik).


4)Bunga betina adalah bunga yang meperhiasan bunga dan alat
kelamin betina
(putik), namun tidak memiliki alat ke

.aitan (benang sari).

5) Bunga telanjang adalah bunga yar: 7 Cal' memiliki perhiasan bunga


(kelopak dan mahkota bunaa).

C. Totipotensi Jaringan Tumbuhan sebagai Dasar Kultur Jaringan


Sel tumbuhan memiliki sifat dasar yang disebut totipotensi sel. Sifat
totipotensi sel ini merupakan sifat sel yang mampu menjadi individu baru
yang utuh jika berada pada lingkungan yang sesuai.
Sifat totipotensi pertama kali ditemukan oleh G. Heberlandt pada
tahun 1898. seorang ahli fisiologi Merman. Pada tahun 1968 R.C. Steward
menguji teori tersebut menggunakan empulur wortel. Satu se! empuiur
wortel yang dikultur dapat tumbuh menjadi individu baru.

Sel tumbuhan mempunyai sifat totipotensi lebih besar daripada sel


hewan. Sifat totipotensi sel atau jaringan tumbuhan dapat dimanfaatkan
untuk kultur jaringan. Kultur jaringan adalah teknik mengkultur atau

membiakkan jaringan untuk memperoleh individu baru. Melakukan kultur


jaringan

tumbuhan

hanya

beberapa

milimeter

memerlukan

pucuk tumbuhan yang mengandung


jaringan muda atau jaringan lain
yang bersifat meristematik. Bagian
tumbuhan

yang

akan

dikultur

disebut eksplan.
Kultur jaringan memiliki manfaat sebagai berikut.
1.Mendapatkan bibit banyak dalam waktu singkat yang identik dengan
induknya.
2.Membuat tumbuhan dengan sifat yang kita kehendaki (varietas baru)
lewat fusi protoplas.
3.Mendapat

hasil metabolisme tanaman (metabolit sekunder), misalnya

resin, karet. dan getahgetah lain yang bernilai ekonomi, tanpa areal
tanam yang luas dan tidak perlu menunggu tanaman dewasa.