Anda di halaman 1dari 5

TUGAS SKILL LAB

BLOK 28

OLEH:
KELOMPOK I
Bima Ryanda Putra
Ardhsyah Ariestya
Widya Sistha Yuliasmi
Mutia Arnisa Putri
Fadillah Amrina
Desiyanti
Zahrunisa Al Jannah
Dhiya Silfi Ramadini
Alzena Dwi
George Frazteo

FAK U LTAS K E D O K T E R AN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015

Checklist Breaking Bad News


SPIKES
1. S (setting up)

di dalam ruangan, dokter dan pasien memiliki jarak

buat keadaan senyaman mungkin

kontak mata adalah keharusan

2. P (assessing the patients perception)

apakah bapak/ibu tahu tentang keadaan bapak/ ibu?

Kronologi kejadian sehingga bapak/ibu berada disini?

Apa yang menjadi harapan bapak/ibu dengan keadaan bapak/ibu saat ini?

Dari pengobatan yang sudah dilakukan bagaimana keadaannya sekarang? Apa yang
bapak/ibu rasakan?

3. I (obtaining the patient's invitation)

Tanyakan apa pasien ingin tahu tentang keadaanya. Apakah ingin ditemani keluarga
saat mendengarkan berita?

Ingin mengetahui semuanya atau hanya gambaran besarnya saja?

4. K (giving knowledge and information to the patient)

Katakan Bapak/Ibu saya khawatir bahwa kabar yang akan saya sampaikan ini tidak
menyenangkan. Tetapi, dengan sangat berat hati saya harus memberitahu keadaan
bapak/ibu

Magic Minute adalah kita mendengarkan bagaimana emosi dan ekspresi pasien.
Setelah pasien reda baru kita ajak berbicara (warning shot) tentang keadaan pasien.

Setelah pasien mendengarkan dan menerima keadaanya tanyakan apakah ingin


melanjutkan rencana terapi?

5. E (addressing the patient's emotions with empathic responses)

Empati, menenangkan pasien tanpa ikut emosi, tidak ikut menangis/marah dll

6. S (strategy and summary)

Kesimpulan dan strategi: berikan kesimpulan dari keadaannya dan rencana terapi pada
pasien serta tanyakan kembali apa yang kurang jelas.

Checklist Handling Complaints


Strategi meredam kemarahan
1. Dengarkan

Dengarkan pasien baik-baik, tidak memotong pembicaraan pasien sebelum pasien


berhenti bicara.

Fokus dengan tatapan mata, bersikap empati, sentuh pasien bila perlu jika sesama
jenis.

Jauhkan barang dari jangkauan pasien seperti laptop, telepon genggam, alat tulis dan
benda lain yang dapat membahayakan keadaan kita jika tiba-tiba pasien melempar
sesuatu.

Respon pernyataan pasien sesekali saat pasien terlihat/dirasakan butuh direspon agar
kita terlihat bener-b3nar mendengarkan.

2. Berusaha sependapat dengan pasien

Sambil mendengarkan cari poin-poin daam pernyataan pasien yang dapat kita setujui.
Jawab seperti Iya, Pak/ Iya, Bu saya sependapat.

Tetap berusaha menenangkan pasien katakan bahwa kita akan berusaha untuk mencari
jalan keluar dari masalah/ kita pasti akan mencari jalan keluarnya.

3. Tetap tenang dan kuasai diri

Kuasai emosi harus tetap tenang untuk membuat pasien lebih tenang.

Jangan terbawa emosi dari pasien

Tetap memberikan informasi secara perlahan dan sopan serta gunakan kata-kata
hormat.

4. Mengakui kemarahan pasien

Katakana kepada pasien seperti Saya mengerti ibu menjadi marah, sayapun akan
melakukan hal yang sama. Saya janji hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.

Katakana maaf dengan ekspresi yang benar-benar menyesalkan kejadian tersebut.

5. Permohonan maaf

Ucapkan permohonan maaf lagi tapi tidak harus mengakui kesalahan. Contoh: Sekali
lagi saya memohon maaf bu/pak atas semua yang terjadi.

6. Perlihatkan empati

Pahami persepsi pasien dan tempatkan diri pada posisi pasien (simpati dan empati)

7. Yang tidak boleh dikatakan

Jangan berdebat dan jangan bertanya kenapa karena cenderung akan meningkatkan
kemarahan pasien/keluarganya.