Anda di halaman 1dari 11

SIMULASI MICROCHANNEL EMULSIFICATION DENGAN VARIASI

WAKTU INJEKSI BUBBLE

Disusun oleh
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Laila Khusnul Unsa


Nurhayati
Ummi Habibah
Muhammad Habib
Lian Kristian
Afrissa V.M.

/5213414065
/5213414067
/5213414069
/5213414075
/5213414077
/5213414079

Jurusan Teknik Kimia


Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang
2016

I.

PENDAHULUAN
Microchannel (MC) emulsifikasi adalah proses pembentukan emulsi dengan
menyuntikkan fase terdispersi melalui banyak satuan MC dibuat ke fase kontinyu.
Kristal tunggal silikon satuan MC dapat dibuat dalam bentuk alur horisontal atau
vertikal lurus melalui lubang-lubang. MC jenis pelat beralur yang dibuat oleh
photolithography dan anisotropic etching dapat digunakan dalam konfigurasi aliran
silang. Fase terdispersi dipasok melalui lubang tengah dan dipaksa untuk mengalir
melalui MC, karena pelat disegel dengan penutup transparan. Fase terdispersi
mengambil bentuk disk-seperti di teras dan bentuk ini ditandai dengan luas
antarmuka yang lebih tinggi per satuan volume dari bentuk bola, yang mengakibatkan
ketidakstabilan hidrodinamik. Ketidakstabilan ini adalah kekuatan pendorong untuk
transformasi spontan fase terdispersi menjadi tetesan bola.
Untuk dapat memodelkan terjadi proses emulsifikasi yang terjadi dalam
microchannel diperlukan metode komputasi atau dapat disebut dengan CFD
(Computational Fluid Dynamic) agar dapat mudah dioperasikan. Salah satu progam
komputasi yang dapat digunakan adalah Fluent 15.0.

II. METODE

2.1 Variabel Penelitian


Penelitian dilakukan dengan variabel waktu injeksi bubble (0.4e-5, 0.6e-5, 0.8e-5,
1.0e-5, dan 1.2e-5)
2.2 Alat dan Bahan
Software CFD Fluent 15.0

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan hasil simulasi menggunakan CFD Fluent 15.0 dengan 5 variabel
waktu injeksi data yang berbeda didapatkan hasil sebagai berikut :

Tabel III.1. Gambar Diameter Droplet Pada Setiap Variasi Waktu Injeksi
Kel
1

Time (s)
0,4 e-5

Diameter (mm)

0,6 e-5

0,8 e-5

1,0 e-5

1,2 e-5

Tabel III.2 Gambar Vector Velocity Pada Setiap Variasi Waktu Injeksi
Kel
1

Time (s)
0,4 e-5

0,6 e-5

Diameter (mm)

0,8 e-5

1,0 e-5

1,2 e-5

Dari kedua gambar diatas dapat ditarik kesimpulan pada setiap simulasinya sebagai
berikut :

Tabel III.3 Data Pengamatan Hasil Simulasi


Time (s)
0.4 e-5
0.6 e-5
0.8 e-5
1.0 e-5
1.2 e-5

No.
1
2
3
4
5

Diameter (mm)
0.0455
0.05176
0.057
0.0688
0.068

Jarak Inlet droplet (mm)


0.159942
0.1968
0.1827
0.217
0.246

t droplet formation (s)


7.8e-5
9.4e-5
6 e-5
5.6e-5
8.4e-5

3.1 Pengaruh Waktu Injeksi Terhadap Diameter Droplet

Diameter droplet merupakan diameter dari ikatan emulsi yang terbentuk antara
fase terdispersi dengan fase pendispersinya. Oleh karena itu, semakin kecil diameter
yang terbentuk maka akan semakin baik karena ikatan emulsi yang terbentuk semakin
kuat.

0.075

diameter droplet (mm)

0.070

0.065

0.060

0.055

0.050

0.045

0.040
0.0

-6

2.0x10

-6

4.0x10

-6

6.0x10

-6

8.0x10

-5

1.0x10

-5

1.2x10

Waktu Injeksi (s)

Gambar III.1 Grafik hubungan antara waktu injeksi (s) terhadap diameter droplet
(mm)

Dari gambar III.1 menunjukan bahwa semakin besar waktu injeksi yang
diberikan maka semakin besar pula diameter droplet yang diperoleh. Oleh karena itu,
untuk memperoleh ikatan emulsi yang kuat diperlukan kecepatan penginjeksian ke
dalam alat microchannel yang cepat.
Berdasarkan data pengamatan, variabel yang memiliki waktu pembentukan
paling sedikit adalah variabel waktu injeksi 0.4e-5. Oleh karena itu, untuk
memperoleh pembentukan ikatan emulsi yang paling stabil digunakan waktu
penginjeksian 0.4e-5.

3.2 Pengaruh Waktu Injeksi Terhadap Jarak Inlet Droplet

Jarak inlet-droplet merupakan jarak antara droplet yang dihasilkan terhadap


lubang inlet alat microchannel. Jarak inlet-droplet sebaiknya tidak terlalu kecil, sebab
jarak droplet yang terlalu dekat dapat menyebabkan penyumbatan pada lubang inlet
sehingga tidak dapat digunakan untuk proses emulsifikasi berikutnya.

0.27
0.26

Jarak Inlet-Droplet (mm)

0.25
0.24
0.23
0.22
0.21
0.20
0.19
0.18
0.17
0.16
0.15
0.0

-6

2.0x10

-6

4.0x10

-6

6.0x10

-6

8.0x10

-5

1.0x10

-5

1.2x10

Waktu Injeksi (s)

Gambar III.2 Grafik hubungan antara waktu injeksi (s) terhadap jarak inlet-droplet
(mm)

10

Berdasarkan grafik tersebut didapatkan bahwa semakin besar waktu injeksi yang
diberikan maka semakin besar pula jarak antara droplet yang terbentuk terhadap
lubang inlet alat microchannel. Oleh karena itu, dari segi keamanan proses agar
menjaga keawetan alat paling aman adalah variabel waktu injeksi 1.2e-5.

3.3 Pengaruh Waktu Injeksi Terhadap Waktu Pembentukan

Waktu Pembentukan adalah waktu yang dibutuhkan agar terbentuk ikatan emulsi
antara fase terdispersi dengan fase pendispersinya yang memiliki bentuk bola. Oleh
karena itu, semakin kecil waktu yang dibutuhkan semakin baik karena dapat
meningkatkan efisiensi waktu kerja alat tersebut.
Berdasarkan data pengamatan, variabel yang memiliki waktu pembentukan
paling sedikit adalah variabel waktu injeksi 1e-5. Oleh karena itu, untuk memperoleh
pembentukan ikatan emulsi dengan waktu pemprosesan paling sedikit digunakan
waktu penginjeksian 1e-5 s.

IV. KESIMPULAN
1. Ikatan emulsi yang paling stabil dihasilkan oleh variabel waktu injeksi 0.4e-5.
2. Dari segi keamanan proses, paling aman menggunakan variabel waktu injeksi
1.2e-5.
3. Waktu pembentukan emulsi paling cepat dihasilkan oleh variabel waktu
injeksi 1e-5.

11