Anda di halaman 1dari 11

Eksposisi dan Argumentasi

EKSPOSISI
Pengertian
Penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan pembaca
untuk memperjelas uraian dapat dilengkapi dengan grafik, gambar, atau statistik. Tidak jarang eksposisi
berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian disebut paparan proses.
Ciri-Ciri

Memaparkan definisi (pengertian).

Memaparkan langkah-langkah atau cara melaksanakan suatu kegiatan.

Tujuan
Salah satu wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan, mengembangkan, atau menerangkan
suatu gagasan tanpa memengaruhi sikap pembaca.
ARGUMENTASI
Pengertian
Paragraf yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai
alasan/bukti. Dalam argumentasi, pengarang mengharapkan kebenaran pendapatnya dari pembaca.
Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
Ciri-Ciri

Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.

Mengumpulkan data dari berbagai sumber.

Tujuan
Memengaruhi pembaca untuk membenarkan pernyataan pendapat atau sikap yang diajukan.

Persamaan Eksposisi dan Argumentasi


Menjelaskan pendapat dan keyakinan penulis.

Memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas angka, peta, statistik, grafik, gambar, dll.

Memerlukan analisis dan sintesis pada waktu membahas masalah.

Menggali sumber ide pada waktu membahasnya.

Menggali sumber ide melalui pengalaman, penganutan, penelitian, sikap, dan keyakinan.

Daya khayal tidak digunakan.

PERBEDAAN EKSPOSISI DAN ARGUMENTASI


Eksposisi
Menjelaskan dan menerangkan sehingga pembaca memperoleh informasi sejelas-jelasnya.

Grafik, statistik, data lainnya untuk menjelaskan.

Pendahuluan pada eksposisi memperkenalkan topik yang bertujuan memaparkan.

Penutup pada akhir eksposisi biasanya menegaskan lagi apa yang telah diuraikan sebelumnya.
Argumentasi

Memengaruhi pembaca sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat, keyakinan,


dan sikap penulis benar.

Grafik, statistik, data lainnya untuk meyakinkan.

Pendahuluan berisi latar belakang dan sejarah persoalan sistematika yang digunakan, pengertian
persoalan, serta tujuan berargumen.

Akhir argumentasi biasanya menyimpulkan apa yang telah diuraikan sebelumnya.

Pengertian & Contoh Paragraf Argumentasi


Pengertian & Contoh Paragraf Argumentasi
Baiklah sebelum kita lebih jauh membahas mengenai paragraf argumentasi maka terlebih dahulu
kita bahas mengenai pengertian paragraf itu sendiri. Paragraf adalah bagian dalam suatu karangan
yang mengandung satu gagasan pokok atau pikiran utama dan beberapa gagasan penjelas.
Paragraf dapat pula diartikan sebagai suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau lebih luas dari
kalimat. Paragraf merupakan himpunan dari kalimat kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian
untuk

membentuk

suatu

gagasan.

Pengertian Paragraf Argumentasi Argumentasi berasal dari kata argumen. Jadi paragraf
argumentasi adalah paragraf yang isinya berupa pendapat atau sikap yang disertai dengan alasanalasan, contoh-contoh dan bukti-bukti yang meyakinkan sehingga pembaca akan membenarkan isi
paragraf
Langkah
1.Menentukan
2.

tersebut.
langkah
tema

membuat
atau

Merumuskan

topik

paragraf

permasalahan

yang

argumentasi
akan

tujuan

dibahas,
penulisan,

3. Mengumpulkan data atau bahan. Data itu bisa berbentuk: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan yang
mendukung.
4.

Menmbuat

kerangka

karangan.

5. Mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat sehingga menjadi karangan.


Contoh Paragraf Argumentasi
(1)Selokan ini sangat kotor. Sampah sampah berserakan di sana sini. Nyamuk senang bersarang
dan bertelur di sini karena airnya menggenang. Oleh sebab itu kita harus membersihkan selokan ini
supaya air lancar mengalir. Dengan demikian nyamuk tidak akan bersarang dan bertelur di tempat
ini.
(2)Pemakaian bahasa Indonesia di seluruh daerah di tanah air dewasa ini belum bisa dikatakan
seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan kalimat terlihat dengan mudah.
Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan, sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di
lingkungan persuratkabaran, radio dan tv pemakaian bahasa indonesia belum lagi dapat dikatakan
sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperalihatkan

penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta fakta di atas menunjukkan bahwa
pengajaran bahasa Indonesia perlu lebih ditingkatkan.

Demikian lah tadi sedikit ulasan mengenai pengertian dan contoh paragraf argumentasi. Semoga
ada manfaatnya.

Argumentasi
Yang dimaksud karangan argumentasi ialah karangan yang terdiri atas paparan alasan dan
penyintesisan pendapat untuk membangun suatu kesimpulan. Karangan argumentasi ditulis
dengan maksud untuk memberikan alasan, untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat,
pendirian, atau gagasan. Corak karangan ini termasuk karangan yang paling sulit bila
dibandingkan dengan corak karangan yang lain. Dalam hal ini tidak berarti bahwa karangan
argumentasi lebih penting atau lebih berharga daripada jenis karangan-karangan yang lainnya,
tetapi kesulitan tersebut muncul karena perlu adanya alasan dan atau bukti yang dapat
meyakinkan, sehingga pembaca terpengaruh dan membenarkan gagasan, pendapat, sikap, dan
keyakinan kita. Jadi, pada setiap karangan argumentasi selalu kita dapati alasan ataupun
bantahan yang memperkuat ataupun menolak sesuatu secara sedemikian rupa guna
mempengaruhi keyakinan pembaca sehingga berpihak kepada atau sependapat dengan penulis.
1. Ciri-ciri Argumentasi
Seperti halnya dengan karangan lainnya, karangan Argumentasi juga memiliki ciri-ciri yaitu :
Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
Penutup berisi kesimpulan.
Mengandung data atau fakta yang dapat di pertanggungjawabkan.
Penjelasannya disampaikan secara logis.
2. Langkah Menulis Karangan Argumentasi
Dalam penulisan karangan argumentasi, kita harus bertumpuan pada langkah-langkah
penulisan yang telah disediakan sebagai persyaratan dari karangan argumentasi yang baik,
berikut langkah-langkah penulisan karangan argumentasi :
Menentukan lebih dahulu topik argumentasi kita, misalnya Pentingnya Swasembada Bahan
Makanan untuk Kepentingan Ketahanan dan Pertahanan Negara
Menentukan tujuan kita berargumentasi dalam penulisan itu, misalnya sebagai berikut.
Meyakinkan pembaca bahwa swasembada pangan merupakan sarana yang ampuh untuk
memperkuat ketahanan dan pertahanan negara.
Agar pembaca dapat meyakini uraian seperti di atas, kita perlu mencari bahan yang cukup dan
dapat dikembangkan dari topik yang telah dipilih.
Menyusun kerangka karangan berdasarkan topik dan tujuan yang telah kita tentukan.

3. Tehnik Pengembangan Argumentasi


Karangan argumentasi sering dikembangkan dari pemaparan hal-hal yang khusus untuk
mencapai suatu generalisasi, dan kadang-kadang juga dibangun mulai dari pemaparan yang
general (umum) ke pemaparan hal-hal yang khusus.
Oleh karena itu, kita mengenal dua teknik ngembangan argumentasi yang dapat di pilih,
yaitu: (1) teknik induktif, dan (2) teknik deduktif. Teknik induksi ada tiga macam, yaitu (a)
generalisasi, (b) analogi, dan (c) hubungan sebab-akibat.
Pengertian :
Teknik Induktif adalah teknik yang didasarkan pada pengamatan langsung atas bukti nyata dan
disempurnakan dengan simpulan.
Teknik deduktif teknik yang didasarkan atas data yang sudah ada.
Induksi Generalisasi adalah metode induksi yang menghasilkan satu kesimpulan umum
berdasarkan data yang ada.
Induksi Analogi adalah penalaran dengan cara membandingkan dua hal yang banyak
mengandung persamaan.
Induksi Sebab-akibat adalah pengembangan dengan cara berpikir kausalitas
Contoh: Telepon genggam sudah banyak dimiliki masyarakat bahkan dalam sebuah
keluarga, hampir semua anggota keluarga memilikinya. Di samping memang sudah merupakan
alat komunikasi yang mudah di bawa-bawa, pengoperasian telepon pun tidak sulit dan harga
terjangkau pula. Ada kemungkinan perkembangan alat ini pesat sekali karena hal-hal tersebut,
di tambah pula karena muncul variasi bentuk, merk dan model baru. Oleh sebab itu, sekarang
barang-barang tersebut sudah di anggap bukan barang mewah lagi.

Eksposisi

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya
ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan
yang singkat, akurat, dan padat.
Berikut ini adalah pengertian tentang Eksposisi secara detail.........
Eksposisi adalah salah satu benntuk tulisan atau retorika yang berusaha menerangkan dan
menguraikan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan
seseorang yang membaca uraian tersebut.
Eksposisi merupakan bentuk retorika yang sering dipergunakan dalam menyampaikan uraianuraian ilmiah popular dan uraian-uraian ilmiah lainnya yang tidak berusaha mempengaruhi
pendapat orang lain.
Eksposisisi hanya berusaha menegaskan dan menerangkan suatu pokok persoalan.
Dalam eksposisi atau pemaparan ,penulis menyerahkan keputusannya kepada pembaca.
Pada Eksposisi rasa frustasi pada penulis tidak ada atau sekurang-kurangnya tidak kelihatan
,karena ia memang tidak bermaksud untuk mengundang reaksi,ia sama sekali tidak bermaksud
mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca.
Eksposisi akan lebih senang mempergunakan gaya yang bersifat informasi. Gaya ini hanya
berusaha untuk menguraikan sejelas-jelasnya obyeknya, sehinggapembaca dapat menangkap
apa yang dimaksudkannnya.
Eksposisi ditulis dalam bahasa berita,tanpa rasa subyektif dan emosional. Maksudnya,penulis
sama sekali tidak berusaha membangkitkan emosi para pembaca.

Pada eksposisi,fakta-fakta hanya dipakai sebagai alat konkkritisasi yaitu membuat rumusan dan
kaidah yang dikemukakan itu lebih konkrit.
Pada hakekatnya, eksposisi berusaha untuk mmeperluas pandangan dan pengetahuan seseorang
mengenai obyek yang digarapnya. Oleh sebab itu dalam usaha mencapai tujuan
tersebut,seorang pengarang yang ingin menulis sebuah eksposisi harus memenuhi syarat-syarat
berkut:
Penulis harus mengetahui serba sedikit tentang subyeknya.Dengan mengetahui serba sedikit
tentang subyek yang akan digarapnya, ia dapat memperluas pengetahuannya mengenai hal itu,
entah melalui penelitian lapangan, wawancara, atau melalui penelitian kepustakaan.Dari hasil
penelitiannya itu ia mengumpulkan bahan sebanyak-banyak,dievaluasi,untuk kemudian
ditampilkan dalam tulisannya itu.
Menulis eksposisi dengan baik adalah dengan cara kemampuan untuk menganlisa persoalan
tersebut secara jelas dan konkrit.Bahan yang dikumpilkan hanya merupakan bahan mati,bahan
ramuan,yang tak berguna bagi tangan-tangan yang tidak ahli.Bahan yang dikumpulkan dengan
berbagai cara di atas,harus diolah,diseleksi,dievaluasi,dan dianalisa untuk dituangkan dalam
sebuah karangan yang berbentuk final.Semakin baik evaluasi dan analisa yang
diadakan,semakin baik nilai eksposisi yang ditulisnya.
1.

Ciri-ciri Eksposisi
Berusaha menjelaskan tentang sesuatu
Gaya tulisan bersifat informatif
Fakta dipakai sebagai alat kontribusi
Fakta dipakai sebagai alat konkritasi

2. Contoh Eksposisi
Contoh Paragraf Eksposisi Definisi
Apakah Ozone Theraphy itu? Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara
memasukkan oksigen ,urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone
therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, baik untuk menyembuhkan
penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegahan penyakit.
Contoh Paragraf Eksposisi Klasifikasi
Pemerintah akan memberikan bantuan untuk pembangunan rumah atau bangunan kepada para
korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut akan disesuaikan dengan
tingkat kerusakannya. Warga yang rumahnya rusak ringan akan mendapat bantuan sekitar 10
juta. sedangkan Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga
yang rumahnya rusak berat akan mendapat bantuan sekitar 30 juta. Calon penerima bantuan
tersebut akan ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM.
Contoh Paragraf Eksposisi Proses
Sampai dengan hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini
terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini,
warga Desa Piyungan hanya makan singkong saja. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun
warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa beras yang mereka kumpulkan di balik
reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang
merata.

Contoh Paragraf Eksposisi Ilustrasi


Apakah Anda pernah menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut? Bagaimana cara
mengatasinya? Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut. Pertama,
persipakan diri Anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu; kedua,
pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut; ketiga, pupuk dan binalah rasa
percaya diri anda; keempat, setelah timbul rasa percaya diri, pertebal keyakinan Anda; kelima,
untuk menambah rasa percaya diri, kita harus menambah kecakapan atau keahlian melalui
latihan atau belajar dengan sungguh sungguh.
Contoh Paragraf Eksposisi Perbandingan / Pertentangan
Pascagempa dengan kekuatan 5,9 skala richter, sebagian Yogyakarta dan Jawa Tengah
mengalami luluh lantak. Keadaan ini mengundang perhatian dari berbagai pihak. Bantuan pun
berdatangan dari dalam dan luar negeri. Bantuan berbentuk makanan, obat-obatan, dan pakaian
dipusatkan di beberapa tempat. Hal ini dimaksudkan agar pendistribusian bantuan tersebut
lebih cepat. Tenaga medis dari daerah-daerah lain pun berdatangan. Mereka memberikan
bantuan di beberapa rumah sakit dan tenda tenda darurat.
Contoh Paragraf Eksposisi Laporan
Sebenarnya, bukan hanya ITS saja yang menawarkan rumah instan sehat untuk Aceh atau
dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A). Pusat Penelitian dan Pengembangan
Permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga menawarkan Risha alias Rumah Instan
Sederhana Sehat. Modelnya hampir sama, gampang dibongkar-pasang, bahkan motonya Pagi
Pesan, Sore Huni. Bedanya adalah, sistem struktur dan konstruksi Risha memungkinkan
rumah ini berbentuk panggung. Harga Risha memang sedikit lebih mahal, Rp 20 juta untuk tipe
36. akan tetapi, usianya dapat mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton
bertulang, diperkuat pelat baja di bagian sambungannya. Kekuatannya terhadap gempa juga
telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam.

Persuasi
Karangan persuasi merupakan karangan yang bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat
sesuatu. Karangan ini biasanya berisi ide, gagasan, atau pendapat penulis disertai imbauan atau
ajakan kepada orang lain, dimana pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa
gerakan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam
karangannya dan pembaca yakin bahwa ide, gagasan atau pendapat tersebut adalah benar dan
terbukti. Oleh karena itu, biasanya disertai penjelasan dan fakta atau bukti (benar-benar terjadi)
sehingga meyakinkan dan dapat mempengaruhi pembaca. Pendekatan yang dipakai dalam
persuasi adalah pendekatan emotif yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi.
1. Contoh tema yang tepat untuk persuasi:
Katakan tidak pada NARKOBA
Hemat energi demi generasi mendatang
Hutan sahabat kita

2.

Hidup sehat tanpa rokok


Membaca memperluas cakrawala
Langkah-langkah menyusun persuasi:
Menentukan topik atau tema
Merumuskan tujuan
Mengumpulkan data dari berbagai sumber
Menyusun kerangka karangan
Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi

3. Ciri-ciri paragraf persuasi:


Ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu
Persuasi bertolak dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah
Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya
Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara
penulis dengan pembaca
Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya
kesepakatan pendapatnya tercapai
Persuasi memerlukan fakta dan data
4. Teknik Persuasi
Ingratiation, yaitu memuji seseorang/siapapun agar mau menuruti keinginan, hal ini erat
kaitannya dalam menjalin hubungan dengan seseorang karena dengan memuji berarti kita telah
menunjukkan sikap menghormati dan menghargai orang lain.
Supplication, yaitu menunjukkan bahwa diri kita belum cukup mampu dalam berbagai hal.
Bahasa kasarnya tampil melas kalau perlu sampai menangis. Yang jelas dengan menunjukkan
sikap ini akan membuat orang lain ingin membantu kita, salah satunya dengan menuruti ajakan
kita.
Self Promotion, kebalikan dari Supplication. Teknik ini menampilkan kehebatan kita. Dalam
melakukan hal ini sebaiknya ditunjukkan dengan suatu yang nyata dan bukan seperti
menyombongkan diri sehingga jangan sampai kita mempromosikan diridengan penuh
keangkuhan.
Rasionalisasi, suatu proses penggunaan akal untuk memberikan suatu dasar pembenaran
terhadap suatu persoalan. Pembenaran ini berfungsi untuk memudahkan jalan agar keinginan,
sikap, keputusan, atau tindakan yang telah ditentukan dapat dibenarkan.
Sugesti, adalah suatu usaha membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima suatu
pendirian tertentu. Dalam kebiasaan sehari-hari sugesti dilakukan dengan rangkaian kata-kata
yang menarik dan menyakinkan.

Teknik persuasi bukanlah ilmu baru, tercatat oleh peradaban Aristoteles, filsuf Yunani sebelum
Masehi mengembangkan 3 pendekatan untuk mempersuasi, yaitu dengan mengeksplorasi :
Logos : membuat segala sesuatunya menjadi masuk akal
Pathos : mempermainkan emosi, bisa dengan mengeksplitasi Rasa takut, rasa kasihan, atau
rayuan
Ethos : mengandalkan sebuah karakter yang hebat, menonjol atau kapabel

5. Contoh:
Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Selama ini, pemerintah boros dengan cara tiap
tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house.
Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan, membeli alat
tulis kantor (ATK) secara berlebihan, dan sebagainya. Padahal, dana yang dimiliki tidak cukup
untuk itu.
Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi
menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan
dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh
sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.
Kalimat terakhir merupakan kalimat persuasif. Kalimat ini dimunculkan setelah penulis
mengemukakan penjelasan yang meyakinkan dalam kalimat-kalimat sebelumnya, kemudian
mengajak pembaca untuk menghindari penggunaan pestisida secara berlebihan.
Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi
harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang
berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan
Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata
pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anakanak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan
untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang
melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami
krisis. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut
dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional. Sumber : Kompas, 10
November 2001 dengan pengubahan seperlunya.
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai dalam musim hujan ini adalah Infeksi Saluran
Pernafasan Akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA kita perlu mengonsumsi makanan bergizi,
minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan
rutin berolahraga.

Deskripsi
Deskripsi adalah satu teknik menulis menggunakan detail dengan tujuan membuat pembaca
seakan-akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat dan mendengar
mengenai satu peristiwa atau adegan. Menulis deskripsi bisa membuat karakter yang
digambarkan lebih hidup gambarannya di benak pembaca.
1. Ciri-ciri Paragraf Deskripsi
Menggambarkan atau melukiskan suatu benda, tempat, atau suasana tertentu.

Penggambaran dilakukan dengan melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan,


penciuman, pengecapan, dan perabaan).

Bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri objek yang
dideskripsikan.

Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek
secara terperinci.

2. Prinsip dalam penulisan deskripsi:


Dalam penulisan deskripsi ada satu clear dominant impression (kesan dominan yang jelas).
Misalnya kalau kita ingin menjelaskan mengenai seekor anjing, penting kita memilih dan
memberi tahu pembaca apakah anjing itu mengancam atau binatang yang jinak menyenangkan.
Kita harus memilih satu kesan dominan itu, tidak bisa dua-duanya. Kesan dominan ini akan
memandu kita memilih detail dan ketika disusun dalam kalimat akan menjadi jernih bagi
pembaca.
Penulisan deskrispi bisa obyektif atau subyektif, memberikan penulis pilihan kata, warna kata,
dan suasana yang cukup luas. Misalnya, deskripsi obyektif seekor penyu akan menyebutkan
fakta tinggi, berat, warna, dan lainnya. Deskripsi subyektif tetap membutuhkan rincian
obyektif itu tetapi juga menekankan perasaan penulis terhadap penyu itu, dan juga kebiasaan
dan personalitinya, seperti penyu tidak bisa bersuara, selalu berada di air (laut), tidak bisa
melawan ketika di daratan, kondisi kesakitan.
Tujuan dari penulisan deskripsi adalah melibatkan pembaca sehingga ia bisa membayangkan
sesuatu yang kita deskripsikan. Karena itu penting menggunakan detail yang spesifik dan
konkret.
3. Aturan dalam penulisan deskripsi
Penulisan deskripsi bergantung pada detail konkret yang ditangkap oleh panca indra. Ingat
kita memiliki lima panca indra.
Penulis harus hati-hati memilih detail untuk mendukung kesan utama yang dipilih. Atau
dengan kata lain, penulis memiliki wewenang untuk menyingkirkan detail yang tidak sesuai
dengan kesan utama.
Deskripsi sangat sering bergantung pada emosi yang ingin ditunjukkan. Karena itu kata kerja,
kata keterangan kata kerja, dan kata sifat lebih bisa digunakan menunjukkan emosi
dibandingkan kata benda.
Kecuali deskripsi yang obyektif, kita harus yakin kesan utama yang dipilih itu membuat
pembaca percaya (suatu kondisi mental yang komplek menyangkut keyakinan, rasa, nilai, dan
emosi).
4. Strategi dalam penulisan deskripsi
Pertama coba sampaikan semua detail; kemudian kesan utama dibangun dengan detail ini.
Pastikan detail Anda konsisten dengan kesan utama. Untuk memudahkan catat lima panca
indra dalam selembar kertas, apa yang tersensor.
Coba membawa pembaca berdasarkan urutan kronologis ruang dan waktu. Misalnya,
menjelaskan urut-urutan perjalanan kereta dari satu tempat ke tempat lain atau menjelaskan
aliran sungai dari mata air sampai ke rumah tangga.
Gunakan pendekatan dulu-sekarang-nanti untuk menunjukkan proses perubahan atau
perbaikan. Misalnya keadaan hutan sebelum ditebang, keadaan sekarang.
Pilih emosi dan coba deskripsikan. Mungkin lebih sulit untuk memulainya tetapi akan berarti
ketika sudah jadi. Meningkatkan kemampuan menulis deskripsi, menajamkan indera. Banyak
penulis frustasi karena cerita yang mereka tulis datar-datar saja dan tidak ada elemen
kehidupan. Mengapa? Cerita tidak dalam dan tidak menarik karena pembaca tidak
mendapatkan gambaran situasi yang jernih. Hanya melalui penulisan deskripsi penulis bisa
mentransfer gambaran situasi yang hidup (antara lain karena menimbulkan emosi) dan jernih.

5.

Langkah menyusun deskripsi:


Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan.
Tentukan tujuan.
Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan.
Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan).
Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang
ditentukan.
6.

CONTOH

Sebelum melihat contoh, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pola-pola
pengembangan yang ada pada paragraf deskriptif. Paragraf deskripsi mempunyai tiga pola
pengembangan, yaitu:
Pola Spasial
Pola spasial adalah pola pengembangan paragraf dengan objek berupa space atau ruang.
Contoh Pola Spasial
# Ruangan berukuran 9m x 8m ini sungguh sangat nyaman ditempati. Sebuah sofa empuk
berwarna putih dengan meja kayu berada di tengah ruangan. Sementara itu, rak buku berisi
beberapa novel dan buku-buku ilmiah diletakkan mepet dengan dinding sebelah selatan
bersanding dengan sebuah pot berisi pohon palem kecil yang seakan-akan menyatu dengan
tembok yang dicat dengan warna hijau muda. Diluar ruangan, terdapat sebuah kolam kecil
berukuran 2,5m x 2m berisi beberapa ikan koi yang berseliweran. Suara gemericik air dari
kolam menambah sejuknya suasana di ruang tamu milik Pak Toni ini.
Pola Sudut Pandang
Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan atas posisi penulis
dalam menggambarkan suatu objek. Pola pengembangan seudut pandang sendiri dibagi
menjadi dua, yaitu sudut pandang subjektif dan sudut pandang objektif.

Pola Subjektif, menggambarkan objek sesuai penafsiran dengan disertai kesan atau
opini dari penulis.

Contoh Pola Subjektif


# Pantai Wediombo mungkin hanya salah satu diantara sekian banyak pantai yang masih belum
terjamah di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai dengan hamparan pasir putih
mahaluas ini seolah menggoda kaki untuk untuk terus memijak dan berjalan-jalan diatasnya. Di
kanan kiri pantai dapat kita lihat bukut-bukit kapur hijau ditumbuhi lumut yang berdiri gagah
menantang derasnya ombak pantai. Suasana pantai yang sepi juga menambah pesona pantai
yang masih perawan ini.
Pola Objektif, adalah pola pengembangan paragraf deskripsi dengan cara
menggambarkan objek secara apa adanya tanpa disertai opini penulis.
Contoh Pola Objektif
# Pantai Wediombo terletak di Kecamatan Girisobo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah
Istimewa Yogyakarta. Pantai ini berjarak 70 km atau dua jam perjalanan dari pusat Kota
Yogyakarta. Di kanan kiri pantai landai yang berpasir putih ini, kita dapat melihat gugusan

bukit kapur yang berwarna hijau ditumbuhi lumut. Namun yang perlu diperhatikan, pantai ini
memiliki ombak yang cukup besar sehingga wisatawan dilarang berenang di pantai ini karena
sangat berbahaya.

Artikel Terkait :
/Tugas

Makalah Kata Majemuk dan Idiom


Makalah Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3)
Pelumas Mesin
Teks MC Acara Perpisahan Sekolah
Aki Kering
Kumpulan Artikel Tentang Globalisasi