Anda di halaman 1dari 4

Pengenalan Radiostreaming dan pengembangan konten audio pembelajaran

Radiostreaming, Belajar Semakin Menyenangkan


1

saiful bakhtiar

A. Dunia Pendidikan Konvensional Indonesia


Upaya-upaya peningkatan kualitas mutu serta kuantitas yang membawa nama pendidikan telah
dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat ini kita masih menunggu hasil dari usaha tersebut.
Apabila kita melihat dari sudut pandang nasional, marilah kita lihat apa yang dilakukan oleh
pemerintah kita. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanya bersifat konstitusional (mendapatkan
lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing secara global), semisalkan dengan menetapkan
angka batas minimal kelulusan Ujian Akhir Nasional (UAN) dengan nilai 4,00.
Jika kita amati dengan seksama, apa sebenarnya yang menjadi inti permasalahan pada dunia pendidikan
kita?, mungkin jauh lebih sulit dari menggantang asap. Berbagai hal dapat saja dipersalahkan sebagai
pokok masalah yang menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Namun demikian, yang
jelas-jelas dapat kita temukan sebagai suatu kecacatan ialah proses belajar mengajar konvensional yang
mengandalkan tatap muka antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa, pelatih dengan peserta
latihan, yang kemudian menjadi sasaran empuk yang paling mudah bagi suara-suara kritis yang
menghendaki peningkatan kualitas pada dunia pendidikan di Indonesia.
Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untuk sistem ini, sebab seiring dengan perkembangan
zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, namun institut yang masih
menggunakan sistem tradisional ini mengajar (di jenjang sekolah tinggi kita anggap memberikan
informasi) dengan sangat lambat dan tidak seiring dengan perkembangan IT. Sistem konvensional ini
seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia. Karena sifat
Internet yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswa dapat memanfaatkan program-program
pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka sehingga
kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapat teratasi. Dengan
perkembangan pesat di bidang teknologi telekomunikasi, multimedia, dan informasi; mendengarkan
ceramah, mencatat di atas kertas sudah tentu ketinggalan jaman.

1 Trainer radio dan radio sekolah


Email: saiful_yk@yahoo.com
web: www.saifulbakhtiar.wordpress.com
HP: 0819843938
DIKLAT PENGELOLA RADIO STREAMING
DI BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN (BTKP) DIY
11 12 April, 13-14 April, 15-16 April 2011

B. Penggunaan IT Dalam Dunia Pendidikan


Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang terjadi saat ini merupakan pisau
bermata dua. Pada sisi negatif terdapat beberapa fenomena, misalnya cepatnya penduplikasian
pornografi, mencoreng perkembangan teknologi menjadi sesuatu yang bersifat kemunduran dari sebuah
peradaban manusia. Namun tidak bisa dielakan juga, perkembangan teknologi juga telah terbukti
membantu pekerjaan-pekerjaan manusia. Oleh karena itu, pada titik ini lebih ditekankan bagaimana
mendorong perkembangan TIK menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan umat manusia.
Perkawinan TIK dan pembelajaran harus terus didorong. Pakar pendidikan Conny R. Semiawan
mengharapkan para insan pendidikan segera mengubah pola pikir dari sekedar hanya mengajak anakanak didikannya untuk belajar secara monodisiplin ke pembelajaran yang interdisiplin. Lima ratus
tahun yang lalu, menurut Conny, Phytagoras sebenarnya sudah mengombinasikan matematika dan
musik, yaitu adanya bunyi yang harmonis dalam bilangan 1 sampai 5.
Kini dengan makin majunya perkembangan zaman, beberapa industri teknologi melirik kembali
pola pembelajaran yang telah dilakukan oleh Phytagoras . Salah satu contohnya Apple Computer Inc.
yang makin agresif memasyarakatkan pertalian iPod dengan iTunes. Lewat layanan iTunes U, Apple
mengenalkan konsep belajar dengan iTunes. Software iTunes kini dimanfaatkan untuk men-download
file audio berisi materi mata pelajaran/kuliah dari para guru/dosen. Perangkat pemutar MP3 iPod
digunakan untuk mendengarkan penjelasan para gur/dosen. Podcast demikian istilah yang biasa
dipakai untuk mendeskripsikan aktivitas ini.
Belajar ala Podcast bisa dilakukan dengan terlebih dahulu merekam materi perkuliahan yang
akan dijabarkan dosen, untuk menghasilkan file audio. Lalu, file ini di-download dan diperdengarkan
melalui iPod. Ini bukan sekedar konsep. Apple sudah membuat langkah lanjutan dengan merangkul
enam universitas di Amerika Serikat, sebagai pilot project selama satu tahun lebih. Jumlah universitas
yang bergabung akan terus ditambah.
Berdasarkan studi yang ada, penggunaan iPod di dalam kelas saat belajar-mengajar membuat
siswa menjadi lebih fokus dan memiliki ketertarikan yang lebih lama terhadap mata pelajarannya.
Selain itu, iPod juga membantu menerjemahkan pelajaran.
Sementara itu, saat ini banyak sekolah yang melarang membawa iPod di kelas. Namun, siswa di
sekolah di Melbourne menggunakan teknologi ini untuk menggantikan papan tulis dan buku pelajaran.
Seperti dilansir dari TV3.co.nz, partisipasi siswa dalam pelajaran mengalami peningkatan satu tahap,
yaitu sekitar 30% saat menggunakan iPod di kelas. Dengan demikian, terdapat korelasi positif antara
penggunaan iPod dan pendidikan.
Menurut guru Matematika di Heathmont College, Sally Bodo, hal yang penting dalam metode
belajar adalah penggunaan teknologi untuk menjaga agar siswa tetap tertarik dalam proses belajar.
Hasil ini juga sama dengan yang terjadi di sekolah-sekolah di Amerika, di mana iPod membantu siswa
yang kesulitan dalam belajar.
(sumber: Fino Yurio Kristo - detikinet)
C. IT Sebagai Media Pembelajaran Multimedia
Masih kurang optimalnya penggunaan internet di semua tingkat pendidikan menjadikan seolah
kehadiran teknologi ini hanyalah 'syarat' kemajuan teknologi di Indonesia. Baik guru maupun siswa
masih belum secara sadar melihat potensi sekaligus berartinya teknologi internet. Hal ini menjadi tanda
tanya besar, kenapa ini bisa terjadi?. Jawaban kehadiran www.jogjabelajar.org, sebagi portal berbagi
DIKLAT PENGELOLA RADIO STREAMING
DI BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN (BTKP) DIY
11 12 April, 13-14 April, 15-16 April 2011

pengetahuan dan media pembelajaran pun masih belum secara penuh mampu dimanfaatkan sebagai
pengembangan media pendidikan. Lalu bagimana selanjutnya?. Kerjasama dengan berbagi pihak dalam
upaya penyadaran akan manfaat teknologi internet perlu terus menerus dilakukan.
D. Penataan Isi di Fasilitas Radiostreaming
Belum optimalnya hasil dalam bentuk audio di sekolah-sekolah yang terkoneksi internet
disebabkan belum fahamnya pada sisi pengetahuan pengelolaan konten atau isi. Perkembangan
teknologi Internet dan IPod atau teknologi pemutar MP3 lainnya kini makin menjadi barang yang
murah dan mudah didapat. Di Indonesia, banyak kini para pelajar dan atau mahasiswa yang menenteng
kemana pun pergi benda yang satu ini. Di berbagai kegiatan/aktivitas dan tempat dengan mudah kini
kita bisa jumpai. Akses Internet sekarang makin mudah dan murah dilakukan.
Pendidikan kiranya harus mampu melihat perkembangan teknologi ini menjadi peluang dalam
meningkatkan minat belajar siswa sekaligus peningkatan sumber daya manusia. Untuk itulah perlu
adanya kemampuan dalam mengisi 'peluang' peningkatan pembelajaran dengan metode "Lewat Audio
Belajar Lebih Menyenangkan".
E. Belajar Lebih Menyenangkan dengan Radio Sekolah !
Radio adalah media yang sudah pasti kita kenal dengan baik. Banyak dari kita yang
mengenalnya sebagai media hiburan semata melalui pemutaran lagu-lagu yang sedang hits. Pada
beberapa tahun terakhir, beberapa radio sudah mencoba merubah konsep pengelolaan radio yang
semula hanya sebagai radio berbasis musik, menjadi radio yang berbasis informasi, berita, dan bisnis.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, radio yang berbasis komunitas juga banyak bermunculan.
Beberapa Radio Komunitas tetap membawa misi hiburan, namun tidak sedikit pula yang mengusung
misi informasi dan pendidikan. Sekolah yang juga merupakan suatu komunitas, dapat memanfaatkan
Radio sebagai media untuk mengembangkan komunitasnya.
E.1 Kenapa Radio Sekolah?
Keberadaan Radio Sekolah diharapkan dapat dijadikan sebagai media untuk aktualisasi para
siswa, baik secara individu maupun organisasi yang ada di sekolah. Selain media aktualisasi siswa,
Radio Sekolah juga dapat dimanfaatkan oleh para guru sebagai media praktek untuk beberapa mata ajar
tertentu.
Pada setiap sekolah, umumnya terdapat beberapa unit kegiatan yang diikuti oleh siswa sebagai
kegiatan ekstra kurikuler, misalnya Unit kegiatan Seni, Unit kegiatan Olah Raga, Unit kegiatan Ilmiah,
Unit kegiatan Theatre, Unit kegiatan Fotograpi, Unit kegiatan Jurnalistik, Unit kegiatan Pramuka, Unit
Kegiatan PMR, Unit Kegiatan Paskriba dan beberapa lainnya. Semua jenis unit kegiatan siswa tersebut
dapat kita disatukan dengan menggunakan media Radio Sekolah.
Melalui radio, semua unit kegiatan siswa dapat secara bersama-sama melakukan pengelolaan
Radio Sekolah yang berbasis pendidikan, pengetahuan dan informasi. Untuk para guru, Radio Sekolah
dapat dimanfaatkan untuk media praktek bagi para siswa. Misalnya untuk Mata Ajar Bahasa Indonesia,
para guru dapat memberikan tugas praktek berpidato bagi para siswa atau membuat suatu karya sastra
atau cerita yang kemudian dibacakan di depan corong radio. Hal yang sama juga dapat dilakukan oleh
guru Bahasa Inggris. Bagi guru Pendidikan Agama, Radio Sekolah dapat dimanfaatkan untuk media
praktek Ceramah Agama atau praktek pembacaan ayat suci Al-Quran dan terjemahannya bagi para
siswa.
DIKLAT PENGELOLA RADIO STREAMING
DI BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN (BTKP) DIY
11 12 April, 13-14 April, 15-16 April 2011

E.2 Radio Sekolah = Prestasi, Prestise dan Percaya Diri


Aktivitas Radio tidak terlepas pula dengan kata siaran dan penyiar. Untuk banyak kalangan,
aktivitas siaran adalah aktivitas yang dianggap tidak semua
orang mampu untuk melakukannya. Begitu pula dengan kata Penyiar, yang hingga saat ini masih
dianggap sebagai sebuah profesi yang memiliki prestise karena tidak semua orang berkesempatan
untuk menjadi seorang penyiar. Nah, melalui media Radio Sekolah, kita jungkirbalikkan pendapat
banyak kalangan tersebut dengan menunjukkan bahwa siapa saja bisa siaran, siaran bisa tentang apa
saja, dan semua orang bisa jadi penyiar. Melatih keberanian, rasa percaya diri, dan kreatifitas siswa
untuk berbicara di depan microphone radio, adalah target awal dari pendirian Radio Sekolah yang
pengelolaannya berbasis kepada siswa, guru, dan sekolah selaku institusi.
Dari banyak pengalaman dalam pendirian Radio yang berbasis komunitas, nantinya pasti akan
banyak ditemui kejutan-kejutan kecil yang kadang membuat kita berdecak. Misalnya kita akan
menggelengkan kepala ketika ada orang yang pada kesehariannya terlihat pendiam dan kalem, ternyata
bisa begitu enerjik dan bersemangat ketika melakukan kegiatan siaran. Ada juga kejadian dimana ada
orang yang kita kenal sebagai orang yang dikenal pintar secara akademik, ternyata tidak dapat berkata
sepatah katapun ketika berada di depan microphone radio. Hal seperti ini akan juga kita jumpai dalam
pengelolaan radio sekolah, yang tentunya akan bermanfaat bagi kita dalam mengembangkan potensi
dan memperkuat kelemahan yang ada di diri setiap siswa.
Melalui Radio Sekolah, kita dapat mengajarkan kepada para siswa bagaimana mengelola suatu
Unit Kegiatan yang berbasis pada kegiatan harian, yang sekaligus didalamnya harus termuat program
kegiatan yang bernuansa informasi, edukasi, sekaligus hiburan.
Melalui Radio Sekolah pula, kita dapat mengcover seluruh unit kegiatan yang ada di sekolah
dalam bentuk pembagian tugas siaran, misalnya: Unit Kegiatan Seni, yang diberikan tanggungjawab
mengelola Program Siaran yang mengandung muatan seni. Misalnya Ruang Puisi, Cerita Kami, Ruang
Sastra, dan lainnya.
Unit kegiatan Olah Raga, yang diberikan tanggungjawab mengelola Program Siaran yang
mengandung muatan informasi seputar Dunia Olahraga,Unit kegiatan Ilmiah, yang diberikan
tanggungjawab mengelola Program Siaran Edukasi, misalnya Program Seputar IPTEK, Info Komputer,
dan lainnya. Unit kegiatan Jurnalistik, yang diberikan tanggungajwab mengelola Program Siaran
Informasi yang memuat beragam informasi seputar kegiatan sekolah, kejadian di sekitar sekolah dan
lainnya.
Unit kegiatan Pramuka, yang diberikan tanggungjawab mengelola Program Siaran Edukasi
Seputar Kepanduan. Unit Kegiatan PMR, yang diberikan tanggungjawab mengelola Program siaran
Edukasi seputar dunia kesehatan. Begitu pula halnya dengan para Guru yang dapat memanfaatkan
Radio Sekolah untuk membuat materi ajar dalam bentuk audio. Caranya tentu saja dengan melakukan
siaran yang materinya adalah menjelaskan tentang topik tertentu. Selama proses siaran, komputer
melakukan proses perekaman. Selesai siaran, hasil siaran dapat langsung diambil dari komputer,
diburning ke CD, atau didownload ke Handphone siswa untuk didengarkan di rumah.
Guruku Penyiar .... pasti jadi Sesuatu yang menarik bukan??.......
DIKLAT PENGELOLA RADIO STREAMING
DI BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN (BTKP) DIY
11 12 April, 13-14 April, 15-16 April 2011