Anda di halaman 1dari 15

BAB IV

SPESIFIKASI PERALATAN PROSES


Unit produksi yang dimiliki oleh PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju
berjumlah dua buah. Unit produksi tersebut terdiri dari Unit Produksi I yang
mengolah minyak mentah menjadi produk-produk baik proses primer maupun
sekunder dan Unit Produksi II yang mengolah bahan-bahan dari hasil pengolahan
minyak bumi menjadi produk-produk petrokimia. Unit produksi I sendiri memiliki
empat bagian utama yakni Crude Distiller and Gas Plant (CD&GP), Crude
Distiller and Light Ends (CD&L), Unit Utilitas (UTL), dan Unit Instalasi dan
Perkapalan. Unit Produksi II terdiri dari Unit Polipropilen dan Unit TA/TPA yang
sudah tidak beroperasi. Proses produksi menggunakan peralatan-peralatan yang
terintegrasi di dalam unit-unit produksi tersebut sehingga pengolahan produk
menjadi lebih efektif. Berikut merupakan peralatan-peralatan dan fungsinya yang
digunakan pada unit-unit produksi di PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju.
Tabel 18. Jenis dan Fungsi Peralatan Proses di PT. Pertamina (Persero) RU III
Plaju.
Nama Alat
Fungsi
Unit Pengguna
(1)
(2)
(3)
Accumulator
Sebagai tangki pengumpul
CDU, RDU, BBMGC,
kondensat dari kolom distilasi
BB Distiller, Stabillizer
(liquid reservoir). Dari akumulator C/A/B, Unit Alkilasi,
kondensat dapat direfluks atau
Unit Polimerisasi, Unit
diambil sebagai produk atas.
Polypropylene, SRMGC
Blower
Mentransportasikan dan menekan
RFCCU,
gas untuk menghasilkan gas
Unit Polypropylene
dengan tekanan sedang.
Buffer Tank
Untuk memisahkan kondensat
SRMGC
yang terbawa aliran fasa gas.
Caustic Settler Tempat penjumputan suatu
Unit Alkilasi,
senyawa tertentu misalnya, sulfur
BB Treater
dan merkaptan, dengan
penambahan soda kaustik.
Dehidrator
Mengurangi kadar air yang suatu
Unit Polypropylene
larutan dengan suatu penambahan
absorben.
Separator
Memisahkan fasa cair dan fasa gas. CDU, Stabilizer, BB
Distiller, Alkilasi
42

Lanjutan Tabel 18. Jenis dan Fungsi Peralatan Proses di PT. Pertamina (Persero)
RU III Plaju.
(1)
(2)
(3)
Cyclone
Alat ini menggunakan gaya
RFCCU
sentrifugal. Putaran Cyclone
menyebabkan partikel padatan
menabrak dinding dan jatuh
kebawah karena gravitasi.
Digunakan untuk memisahkan
katalis dari gas hasil cracking.
Dryer
Mengurangi kadar air dalam suatu Unit Polypropylene
padatan. Padatan yang akan
dikeringkan dilewatkan pada aliran
udara kering.
Evaporator
Mengurangi kadar cairan dalam
CD II, BBMGC
suatu cairan atau memekatkan
larutan.
Extruder
Mencetak polimer dengan menjadi Unit Polypropylene
bentuk tertentu.
Ejektor
Mempertahankan kondisi vakum.
HVU
Feed Blend
Tangki pencampur umpan sebelum Unit Alkilasi
masuk reaktor.
Filter
Memisahkan padatan terlarut dari
Unit Polypropylene
fluida menggunakan media
berpori.
Final Settler
Penjumputan akhir suatu campuran BB Treater
dari pengotor-pengotor yang tidak
diinginkan.
Heater
Memanaskan temperatur aliran,
CDU
biasa digunakan unstuk
memanaskan umpan yang akan
masuk reaktor. Pemanasan dengan
pertukaran panas dengan steam
atau dengan produk reaksi.
Heat Exchanger Mempertukarkan panas antara Semua unit
fuida panas dan dingin. Digunakan
sebagai pemanasan awal umpan
dan pendinginan produk atas
kolom distilasi.
Kolom absorpsi Memisahkan gas dan cairan
FCCU, BB Distiller,
dengan prinsip absorbsi.
BBMGC, SARU
Kolom distilasi Memisahkan komponen
CDU, Redistiller,
komponen dalam suatu campuran
BBDistiller, Unit
berdasarkan perbedaan titik didih. Alkilasi, Stabilizer
C/A/B, RFCCU
43

Lanjutan Tabel 18. Jenis dan Fungsi Peralatan Proses di PT. Pertamina (Persero)
RU III Plaju.
(1)
(2)
(3)
Kompresor
Mentrasportasikan dan menekan
RFCCU, Gas Plant,
gas, untuk menghasilkan gas
BBMGC, SRMGC
dengan tekanan yang lebih tinggi.
Kondensor
Mengembunkan uap jenuh yang
CDU, Redistiller,
dihasilkan oleh bagian atas kolom BBDistiller, Unit
distilasi.
Alkilasi, Stabilizer
C/A/B, RFCCU
Pompa
Mentransportasikan fluida pada
Seluruh unit
sistem perpipaan.
Reaktor
Tempat terjadinya reaksi.
Unit Alkilasi, Unit
Polimerisasi, Unit
Polypropylene, RFCCU
Regenerator
Meregenerasi katalis yang telah
RFCCU
dipakai melalui reaksi pembakaran
coke.
Scrubber
Untuk menangkap partikel-partikel Unit Alkilasi,
padatan dari gas-gas yang akan
Unit Polypropylene
dibuang ke atmosfer.
Reaktor
Tempat terjadinya reaksi.
Unit Alkilasi,
Unit Polimerisasi, Unit
Polypropylene, RFCCU
Regenerator
Meregenerasi katalis yang telah
RFCCU
dipakai melalui reaksi pembakaran
coke.
Scrubber
Untuk menangkap partikel-partikel Unit Alkilasi,
padatan dari gas-gas yang akan Unit Polypropylene
dibuang ke atmosfer.
Sumber : PT.Pertamina(Persero) RU III Plaju, 2012

Tabel 19. Spesifikasi Accumulator

44

Lanjutan Tabel 19. Spesifikasi Accumulator

Tabel 20. Spesifikasi Heat Exchanger


Kode

HE-01

Tipe
Jumlah
Panjang
Luas tr.panas
Material

Shell and Tube


1 buah
12 ft
562,988 ft
Carbon Steel

HE-02
Double Pipe Heat
Exchnager
1 buah
12 ft
155,278 ft
Carbon Steel

Tabel 21. Spesifikasi Furnace


Efisiensi Desain Furnace (%)
Material
Emisivitas Material
Luas Penampang, A (m)
Koefisien Konveksi, hi (Kcal/h.m.C)
Temperatur Dinding Furnace (C)

85
Ceramic Wood
0,72
66,09
21,8
564

Tabel 22. Kondensor


Kode
Tipe
Material
Panjang
Luas tr.panas
4.1

CD-01
Shell and tube
Carbon Steel
12 ft
2990,509 ft

Sistem Proses Unit Produksi I

4.1.1 Sistem Proses Crude Distiller and Gas Plant (CD&GP)


-

Unit CD&GP yang terletak di Plaju dibagi menjadi dua unit lagi, yaitu:
Lima unit pengolahan primer, yaitu CD-II, CD-III, CD-IV, CD-V, dan
redistiller I/II
45

Dua unit pengolahan sekunder, yaitu Polimerisasi, Alkilasi.

Tiga unit treating, yaitu kaustik treater, BB treater, SAUP.

Empat unit pendukung, yaitu SRMGC, BBMGC, stabilizer C/A/B, BB


Distiller.

1. Crude Distiller II (CD-II)


Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses di CD-II terdiri dari empat kolom
distilasi dan satu kolom evaporator. Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses
dapat dilihat pada tabel 22.
Tabel 23. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-II
No
Alat
3-1

Nama Alat
Evaporator

1-1

Kolom-I

1-2

Kolom-II

1-3

Kolom-IV

1-4

Kolom-V

Temperatur
(C)
Flash : 255
Top
: 95
Bottom : 155
Top
: 118
Bottom : 192
Top
: 181
Bottom : 328
Top
: 114
Bottom : 128

Tekanan
(Kg/cm2g)
1,8

Diameter
(m)
-

Jumlah
Tray
-

2,0

2,7

16

0,5

1,8

16

0,3

1,8

16

1,9

3,0

18

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

2. Crude Distiller III (CD-III)


Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses di CD-III terdiri dari tiga kolom
distilasi dan satu kolom stabilizer. Adapun kondisi operasi dan spesifikasi alat
proses dapat dilihat pada tabel 23.
Tabel 24. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-III
No Alat

Nama Alat

(1)

(2)

1-1

Kolom-I

Temperatur
(C)
(3)
Top
: 143
Feed
: 202
Reb. Suct. : 303
Bottom
: 273

Tekanan
(Kg/cm2g)
(4)

Diameter
(m)
(5)

Jumlah
Tray
(6)

1,5

3,960

27
46

Top
: 234
Feed
: 311
1-2
Kolom-II
0,3
3,960
30
Reb.suct.
: 365
Bottom
: 336
1-3
Kolom-III Top
: 93
1,5
2,975
31
Top
: 97
1-4
Stabilizer
2,8
1,552
30
Feed
: 147
Lanjutan Tabel 24. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-III
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
2-1
Stripper
1,176
6
2-2
Stripper
1,176
6
2-3
Stripper
1,176
6
2-4
Stripper
1,176
6
2-5
Stripper
1,176
6
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

3. Sistem Proses Crude Distiller IV (CD-IV)


Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses di CD IV terdiri dari dua kolom
distilasi, satu kolom stripper dan satu kolom stabilizer. Adapun kondisi operasi
dan spesifikasi alat proses dapat dilihat pada tabel 24.
Tabel 25. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-IV
No
Alat

Nama Alat

1-4

Stabilizer

1-1

Kolom-I

1-2

Kolom-II

1-3

Kolom-III

2-1
2-2

Stripper
Stripper

Temperatur
(C)
Top
: 91
Feed
: 148
Reboiler
: 198
Bottom
: 185
Top
: 135
Feed
: 206
Reb.suct.
: 271
Bottom
: 238
Top
: 236
Feed
: 305
Reb.suct.
: 362
Bottom
: 331
Top
: 85
Feed
: 135
-

Tekanan
(Kg/cm2g)

Diameter
(m)

Jumlah
Tray

2,4

2,1

30

0,3

35

0,28

27

0,3

3,2

36

1,2
1,2

6
6
47

2-3
2-4
2-5

Stripper
Stripper
Stripper

1,2
1,2
1,2

6
6
6

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

4. Crude Distiller V (CD-V)


Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses di CD-V terdiri dari lima kolom
distilasi dan dapat dilihat pada tabel 25.
Tabel 26. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD-V
No.

Nama Alat

Temperatur (C)
Top
Reb. Suct

P
(

D
(m)

Jumlah
Tray

3,2
2,7
2,9
2,1
0,8
0,8
0,8
0,9

31
33
30
30
8
6
8
6

Kg
cm2 g
)

1-1
1-2
1-3
1-4
2-1
2-2
2-3
2-4

Kolom I
Kolom II
Kolom III
Kolom IV
Stripper
Stripper
Stripper
Stripper

150
200
105
70
-

243
340
160
100
-

1,2
0,2
0,8
0,8
-

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

5. Unit Polimerisasi
Unit polimerisasi memiliki peralatan utama yang terdiri dari converter
(reaktor) dan kolom stabilizer. Unit ini memiliki tiga set converter, masingmasing set tersebut memiliki tiga buah converter. Pada kondisi normal hanya dua
set converter yang berfungi, sedangkan satu set yang lain berada dalam kondisi
penggantian katalis. Converter yang digunakan adalah jenis shell and tube. Pada
bagian tube terdapat katalis, selain itu tube juga merupakan tempat terjadinya
reaksi, sedangkan minyak dialirkan pada bagian shell sebagai pengatur kestabilan
temperatur reaksi. Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses unit poimerisasi
tersebut dapat dilihat pada table 26.
Tabel 27. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di Unit Polimerisasi
48

No. Alat
CON
A/1-2-3
B/1-2-3
C/1-2-3

Nama Alat

Temperatur (C)

Tekanan (Kg/cm2)

Konverter

160

Inlet : 30
Outlet : 28

Kolom
Stabilizer

Feed
: 155
Top
: 60
Reboiler : 125

1-1

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

6. Unit Alkilasi
Unit alkilasi terdiri dari sebuah reaktor dan empat kolom distilasi. Kolom
distilasi terdiri dari kolom deisobuthanizer, depropanizer, stabilizer, dan rerun.
Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses tersebut dapat dilihat pada tabel 27.
Tabel 28. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di Unit Alkilasi
No Alat
2-3/1/2

Nama Alat
Reaktor

1-1

Deisobutanizer

1-2

Depropanizer

1-3

Stabilizer

1-4

Rerun

Temperatur (C)
38
Feed : 111
Top
: 59
Feed : 90
Top
: 48
Feed : 156
Top
: 68
Bottom : 165
Feed : 210
Top
: 102

Tekanan (Kg/cm2)
4,5 - 5
8,8
16,8
7,5
0,6

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

7. Unit Stabilizer C/A/B


Peralatan proses utama di Stabilizer C/A/B terdiri dari tiga kolom stabilizer
yaitu kolom C, A, dan B. Stabilizer C/A/B merupakan unit proses yang berfungsi
untuk memisahkan SR Tops yang berasal dari CD dengan distilasi bertekanan.
Unit ini berkapasitas 550 ton/hari. Produk hasil pengolahan ini adalah gas, crude
buthane, SPBX, dan Diisoheksan Top (DIH Top). Adapun kondisi operasi dan
spesifikasi alat proses dapat dilihat pada tabel 28.
Tabel 29. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di Unit Stabilizer C/A/B
No

Nama Alat

Temperatur

Tekanan(

Diameter

Jumlah Tray
49

Alat
1-1

Kolom C

1-2

Kolom A

1-3

Kolom B

(C)
Top
Bottom
Top
Bottom
Top
Bottom

: 95
: 140
: 90
: 126
: 72
: 116

Kg/cm2)
4,2

(m)
1,6

45

4,0

1,6

45

4,5

1,2

40

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

8. Straight Run Motor Gas Compressor (SRMGC)


SRMGC merupakan unit pendukung yang ada di kilang CD&GP. Unit ini
berfungsi untuk meningkatkan tekanan dari gas yang berasal dari CD sebelum
diumpankan ke BB Distiller. Unit ini terdiri dari tiga buah kompresor. Spesifikasi
kompresor ditampilkan pada tabel 29.
Tabel 30. Spesifikasi Kompresor SRMGC
Item
C-1
C-2
Serial number
Manufacturer
Type
Size (inch)
Rate Disc Press (psig)
Max Work Press (psig)
Max Disc Temp (F)
Max Cool Water Press (psig)
Kapasitas (kg/jam)
RPM

YRS 282
Ingersoll, R
2RDS2
20.5 x 5.5
13 x 5.5
450
180
350
75
4175
1000

YRS 281
Ingersoll, R
2RDS2
20.5 x 5.5
13 x 5.5
450
180
350
75
4175
1000

C-3
YRS 219
Ingersoll, R
2RDS2
20.5 x 5.5
13 x 5.5
450
215/550
350
75
4175
1000

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

9. Butane-Butylene Distiller (BB Distiller)


Alat proses utama unit Butane-Butylene Distiller terdiri dari kolom
absorber, depropanizer, debuthanizer, dan stripper. Adapun kondisi operasi dan
spesifikasi alat proses ditunjukkan pada tabel 30.
Tabel 31. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di BB Distiller
Temperatur
No
Tekanan
Diameter
Jumlah
Nama Alat
2
Alat
(C)
(Kg/cm )
(m)
Tray
1-1
Absorber
Top
: 40
20
3,4
17
50

Bottom
upper
Depropanizer
Bottom
Top
Debuthanizer
Bottom
Top
Stripper
Bottom

1-2
1-3
1-4

: 110
: 42
: 120
: 50
: 120
: 80
: 125

17

2,0

20

2,1

36

0.7

1,5

16

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

10. Butane-Butylene Treater (BB Treater)


Unit BB Treater terdiri dari dua bagian, yaitu Settler A dan Settler B.
Kondisi operasi dan spesifikasi alat proses pada BB Treater ditunjukkan pada
tabel 31.
Tabel 32. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di BB Treater
Tekanan
No Alat
Nama Alat
Diameter (m)
Tinggi (m)
(Kg/cm2)
9-26
Kaustik Settler A
4
1,8
4,2
9-27
Kaustik Settler B
4
1,8
4,2
9-28
Water Settler A
4
1,8
4,2
9-29
Final Setller A
3,5
1,8
4,2
9-30
Final Setller B
2,4
1,8
4,2
9-31
Water Settler B
4
1,8
4,2
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

4.1.2 Sistem Proses Crude Distiller and Light Ends (CD&L)


Unit proses CD&L yang berada di kilang sungai gerong terdiri dari tiga
unit antara lain tiga unit pengolahan primer, satu unit pengolahan sekunder dan
satu unit treating. Unit pengolahan primer terdiri dari CD VI, HVU II, dan
Stabilizer 3, sedangkan unit pengolahan sekunder adalah RFCCU.
1. Crude Distiller VI (CD VI)
Alat pemroses utama CD VI adalah dua kolom fraksinator. Kondisi operasi
dan spesifikasi alat tersebut dapat dilihat pada tabel 32.
Tabel 33. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di CD VI
No
Alat
T-1

Nama
Alat
Kolom

Temperatur
(F)
Flash zone : 670

Tekanan
(psi)
Flash zone : 19.6

Dimensi
d = 10

Jumlah
Tray
10
51

I
T-2

KolomII

Top
Bottom
Flash zone
Top
Bottom

: 480
: 645
: 300
: 260
: 290

Top

: 18

Flash zone : 14
Top
: 12

h = 30
d = 9
h =402

14

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

2. High Vacuum Unit II (HVU II)


Data kondisi operasi kolom distilasi HVU dapat dilihat pada tabel 33.
Tabel 34. Kondisi Operasi Kolom Distilasi HVU
Kondisi
Tekanan, mmHg
Flash zone
Vapor line
Temperatur, C
COT
Top
LVGO draw off
MVGO draw off
HVGO draw off

Nilai
110
75
395
55
170
282
347

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

3. Riser Fluid Catalytic Cracking Unit (RFCCU)


Pada unit RFCCU, ada dua alat yang sangat penting atas berlangsungnya
suatu hasil produk yaitu Regenerator dan Reaktor, dimana regenerator berfungsi
sebagai tempat untuk meregenerasi katalis sedangkan reaktor berfungsi sebagai
tempat terjadinya reaksi perengkahan. Alat regenerator sangatlah berperan penting
dalam hasil produk unit RFCCU yang didapatkan sehingga perlu dilakukan
evaluasi kinerja regenerator secara bertahap.
Kondisi operasi peralatan proses RFCCU dapat dilihat pada tabel 34,
sedangkan kondisi operasi reaktor dan regenerator RFCCU dapat dilihat pada
tabel 35.
Tabel 35. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di RFCCU
No Alat

Nama Alat

Temperatur
(C)

Tekanan
(Kg/cm2)

Jumlah
Tray
52

(1)

(2)

FC-D-1

Reaktor

FC-D-2

Regenerator

FC-T-1

Primary
Fractionator

(3)
Upper : 676
Lower : 672
520

(4)

(5)

1,21

1,60

Top
: 269
Feed
: 520
Bottom : 370

1,21

6 tray + 1
fixed bed

Lanjutan Tabel 35. Kondisi Operasi dan Spesifikasi Alat Proses di RFCCU
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Top
: 130
Secondary
FC-T-20
1,02
22
Fractionator
Bottom : 232
Top
: 226
FC-T-2
LCGO Stripper
4
Bottom : 218
40
Top
: 51
FLRS-T-401 Primary Absorber
Bottom : 45
FLRS-T-402

Sponge Absorber

FLRS-T-403

Stripper

FLRS-T-102

Debutanizer

LS-T-1

Stabilizer

Feed
Top
Feed
Bottom
Feed
Top
Top
Feed
Bottom

: 38
: 40
: 61
: 122
: 126
: 65
: 56
: 78
: 111

20
36
Top
: 11,0
Bottom : 11,3

25

Top
: 19,9
Bottom : 10,5

42

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

Tabel 36. Kondisi Operasi Reaktor - Regenerator RFCCU


Variabel
Satuan
Nilai
Riser
Temperatur
Temperatur umpan
Laju alir umpan
Steam dispersion
Perbandingan katalis/oil
Delta coke
Reaktor
Tekanan
Stripping steam
Anti coking
Effluent reactor

C
C
kg/jam
kg/jam
C/O
% wt

520
331
120600
4724
6.6
0.65

kg/cm2g
kg/jam
kg/jam
kg/jam

1.5
2786
100
123248
53

Regenerator
Temperatur dilute phase
Temperatur dense phase
Tekanan
Laju alir Flue Gas
Laju alir udara
Sirkulasi katalis
Make-RU katalis

ton/hari

2958

C
C
kg/cm2g
kg/jam
kg/jam
ton/menit
ton/hari

676
672
1.4
72676
67714
13.27
1.5

Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

4.2

Sistem Proses Unit Produksi II

4.2.1 Kilang Polypropylene


Proses yang terjadi di dalam kilang propylene terbagi nmenjadi dua tahap
yaitu tahap purifikasi dan tahap reaksi. Proses purifikasi berlangsung di dalam dua
kolom yaitu kolom absorbsi dan kolom distilasi (depropanizer), sedangkan tahap
reaksi berlangsung di dalam dua jenis reaktor, yaitu reaktor fasa cair (CSTR) dan
reaktor fasa gas (fluidized bed reactor). Kondisi operasi alat pada unit purifikasi
dapat dilihat pada tabel 36 dan tabel 37.
Tabel 37. Kondisi Operasi Kolom Depropanizer Kilang Polypropylene
Kondisi Operasi
Satuan
Nilai
Diameter dalam kolom
M
3,1
2
Tekanan puncak kolom
kg/cm
20,5
Tekanan bawah kolom
kg/cm2
22,4
o
Temperatur puncak kolom
C
48
o
Temperatur,
C
75
Pump around
2
Jumlah tahap
274
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

Tabel 38. Kondisi Operasi Reaktor Kilang Polypropylene


Kondisi Operasi
Reaktor 1
Reaktor 2
Fasa
Cair
Gas
Tekanan, kg/cm2
29-38
17-19
Temperatur, oC
70
80
Waktu tinggal, jam
1,5
1,2
Produksi PP, kg/jam
3.366
2.334
Produktifitas, kr-PP/gr-kat
12
20
Melt flow rate, gr/10mt
3
3
Sumber : PT. Pertamina RU III Plaju, 2012

54

4.2.2 Sistem Proses Unit Utilitas


Unit utilitas pada PT. PERTAMINA (PERSERO) RU III terdiri dari tiga
peralatan utama, yaitu package boiler, Waste Heat Recovery Unit (WHRU), dan
Gas Turbine Generator (GTG) .
a. Peralatan Package Boiler
Package Boiler dapat menggunakan Fuel Oil maupun Low Pressure Fuel Gas.

Package Boiler
Manufacturer
Capacity
Pressure
Superehater Outlet
BFW Inlet Temp.
Burners

Capacity

RPM
Driver
Design

: 2 MSI-4608 MX, 2011 UA/UB.


: Foster Wheeler Power Procut.
: 50.000 Kg/hr rated (max continuous).
: 44.0 Kg/cm2g.
: 394oC 5oC
: 121oC.
: Hamworthy Combination Gas and Oil
Firing.
: 48,985 NM3/hr normal.
3
64.440
/hr. normal.
: 1487
: Motor 150 KW Steam Turbine 135 KW.
: 595 mm H2) Discharge Pressure.

b. Waste Heat Recovery Unit (WHRU)

WHRU

: 2010 UA/UB/UC.

Manufacturer

: Foster Wheeler Energy Ltd/Stork Ketels

Capacity

: 63.330 Kg/hr rated (M.C.R)

Pressure

: 44.0 Kg/cm2g at 394oC.

BFW Inlet Temp.

: 121oC.

Burners

: John Zink Grid type


Gas Firing 4 vertical burner bars.

Dampers

: By-pass stack isolating mutli.


55

Louvre Refractory Lined Type LAAC


A3 S3.
Metro Technology B.V.
Main Duct Isolating Multi Laouvre
Refractory Lined type LAAC A3 S3.
Metro Technology B.V.

Steam Drum

Size

: White Ley Red Ltd.


: 7.500 MM T-T ard 1372 mm ID.

c. Peralatan Gas Turbin Generator (GTG)

Manufacture
: John Brown Engineering
Fuel
: Fuel Gas / Fuel Diesel / Mix
Kapasitas / Daya (desain)
: 30 MW
Normal
: 12 13 MW
Power Factor
: 0,85
Armature Ampere
: 903 A
Field Ampere
: 250 A
Temp. Not to Exceed
On Armature by Detector : 140 0C
On Field by Resistance
: 150 0C

56