Anda di halaman 1dari 43

TUGAS MATA KULIAH

MANAJEMEN STRATEGIK SEKTOR PUBLIK

Dosen Pengampu : Prof. Slamet PH, MA., MEd., MA., MLHR., Ph.D.

RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT PEMBINAAN


PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM
(DITJEN PERBENDAHARAAN, KEMENTERIAN KEUANGAN)
TAHUN 2016-

Disusun Oleh :
ROLLY INDRA (15/391674/PEK/21120)

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................


A. Latar Belakang .............................................................................................
B Landasan Filosofis .......................................................................................
C. Landasan Yuridis .................................................................... ...................
D. Landasan Sosiologis .
E. Tujuan Penyusunan Rencana Strategis .....
F. Nilai-nilai Dasar yang Menjadi Acuan ..
BAB II KONDISI UMUM PEMBINAAN PENGELOLAAN KEUANGAN
BADAN LAYANAN UMUM ...................................................................
A. Analisis Kondisi Eksternal . ....................... .....
B Analisis Kondisi Internall ....................................................................
C Isu-isu dan Permasalahan Strategis....
BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN PEMBINAAN PENGELOLAAN
KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM .
A. Visi
B. Misi ...
C. Tujuan Strategis dan Sasaran Strategis ....
BAB IV STRATEGI, KEBIJAKAN, DAN PROGRAM STRATEGIS...
A. Strategi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum ...
B. Kebijakan Untuk Mencapai Tujuan Strategis ...
C. Program-Program Strategis untuk Mencapai Sasaran Strategis ..
D. Rencana Biaya ..
BAB V IMPLEMENTASI STRATEGI .
A. Komunikasi/Sosialisasi ..
B. Organisasi ..
C. Koordinasi, Tatakelola, dan Patuh Renstra ....
BAB VI RENCANA PEMANTAUAN DAN EVALUASI KINERJA
A. Rencana Pemantauan .
B. Rencana Evaluasi ...

DAFTAR GRAFIK

Grafik

. Pertumbuhan Jumlah BLU

......................................................

Grafik . BLU per Jenis Layanan s.d 31 Desember 2015 .........................................

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Stastistik Pegawai Berdasarkan Kepangkatan .............................


Tabel . Statistik Pegawai Berdasarkan Pendidikan ......................
Tabel . Statistik Pegawai Berdasarkan Usia ... ........................................
Tabel . Statistik Pegawai Berdasarkan Eselon .................................................
Tabel 5. Tujuan dan Sasaran Strategis ................... ..
Tabel . Tujuan strategis, sasaran strategis, strategi, kebijakan dan program
Tabel . Perkiraan Rencana Biaya ............................................
Tabel 8. Pelaksanaan Strategi menurut Subdirektorat .......
Tabel 9. Pemantauan Rencana Strategis
Tabel 10. Evaluasi Rencana Strategis

DAFTAR GAMBAR

Gambar . Kerangka Berpikir Penerapan Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T1..


Gambar . Kerangka Berpikir Penerapan Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T2..
Gambar 3. Kerangka Berpikir Penerapan Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T ..
Gambar . Kerangka Berpikir Penerapan Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T ..

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945)
adalah memajukan kesejahteranan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia. Pemerintah dibentuk untuk mewujudkan tujuan
tersebut. Pemerintah memberikan pelayanan diberbagai bidang kepada masyarakat demi
mencapai kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu wujud
konkret pelayanan tersebut adalah mendirikan Badan Layanan Umum. Undang Undang
nomor 1 tahun 2004 menyatakan bahwa Badan Layanan Umum (BLU) merupakan
instansi di lingkungan pemerintah, dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan
mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip
efisiensi dan produktivitas, dalam rangka mencapai tujuan negara untuk memajukan
kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Badan Layanan Umum terdiri dari BLU pusat dan BLU daerah. Dalam memberikan
pelayanan, BLU dibina oleh pembina keuangan dan pembina teknis. Pembinaan
keuangan BLU pusat dilakukan oleh Menteri Keuangan dan pembinaan teknis
dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab atas bidang pemerintahan yang
bersangkutan.

Pembinaan

keuangan

BLU

pemerintah

pusat

yang

menjadi

tanggungjawab Menteri Keuangan dilaksanakan oleh Dirjen Perbendaharaan c.q


Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
Pembinaan pengelolaan keuangan BLU tahun 201 -

akan dilaksanakan oleh

Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Dit. PPK BLU)
mengacu pada tujuan strategis Ditjen Perbendaharaan (DJPb) sebagaimana dituangkan
dalam rencana strategis DJPb tahun 201 -

. Tujuan tersebut yaitu terwujudnya

pengelolaan keuangan BLU yang fleksibel, efektif, dan akuntabel yang akan dicapai
melalui penguatan regulasi, tata kelola dan boundaries BLU yang tegas untuk dapat
mendorong peningkatan kinerja Satker BLU, dalam rangka mendukung (a) peningkatan
kualitas pelayanan kepada masyarakat, (b) peningkatan kesehatan kinerja keuangan

satker BLU, (c) peningkatan kompetensi pengelola BLU. Pencapaian tujuan strategis
DJPb dimaksud kemudian dijabarkan dalam rencana strategis (renstra) Dit. PPK BLU
tahun 201 -

B. Landasan Filosofis
UUD 1945 merupakan landasan filosofis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
(PK BLU), khususnya dalam menjalankan tugas pemerintah sesuai amanat UUD untuk
memberikan pelayanan bagi masyarakat guna memajukan kesejahteraan umum dan
mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun bentuk pelayanan tersebut adalah
pendidikan melalui perguruan tinggi seperti Universitas dan Politeknik,
kesehatan melalui rumah sakit dan balai kesehatan,

layanan
layananan

meningkatkan perekonomian

dengan pengelolaan wilayah kawasan tertentu dan pengelolaan dana.


C. Landasan Yuridis
Berikut landasan hukum Renstra Dit.PPK BLU tahun 201 -

1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.


2. Undang-undang nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional.
3. Undang-undang nomor 25 tahun 200 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional..
4. Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
5. Undang-undang nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
6. Undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
7. Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum.
8. Peraturan

Menteri

Perencanaan

Pembangunan

Nasional/Kepala

Badan

Perencanaan Pembangunan Nasional nomor 5 tahun 2014 tentang Pedoman


Penyusunan Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga (Renstra K/L)
-

9. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 466/KMK.01/2015


tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan tahun 201510. Peraturan Menteri Keuangan No. 206/PMK.01/2014 tentang organisai dan tata
kerja Kementerian Keuangan.

11. Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor KEP-239/PB/2015 tentang


Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perbendaharaan tahun 2015-

D. Landasan Sosiologis
Direktorat PPK BLU berinteraksi dengan berbagai pihak internal dan eksternal dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya. Pihak-pihak internal adalah pihak-pihak yang
berada dalam Esolon I Ditjen Perbendaharaan seperti Sekretariat Ditjen Perbendaharaan
untuk urusan antara lain sumber daya keuangan dan sumber daya manasia serta pihakpihak yang berada dalam Kementerian Keuangan seperti Biro Hukum Sekretariat
Jenderal untuk urusan antara lain penetapan peraturan seperti peraturan dan keputusan
Menteri keuangan. Pihak-pihak eksternal adalah pihak-pihak yang berada diluar lingkup
Kementerian Keuangan, seperti Kementerian/Lembaga yang memiliki Badan Layanan
Umum. Hubungan interaksi tersebut antara lain koordinasi terkait penetapan status
menjadi BLU dan koordinasi pemecahan permasalahan pelaksanaan pengelolaan
keuangan Badan Layanan Umum.
E. Tujuan Penyusunan Rencana Strategis
Tujuan Straqtegis Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) yang berkaitan langsung
dengan tugas pokok dan fungsi DIt.PPK BLU adalah terwujudnya pengelolaan
keuangan Badan Layanan Umum yang fleksibel, efektif dan akuntabel. Visi, misi,
tujuan strategis dan sasaran strategis DIt.PPK BLU tahun 201 -

diarahkan untuk

mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, rencana strategis ini disusun dengan tujuan :
1. Menetapkan visi, misi, tujuan strategis dan sasaran strategis Ditr.PPK BLU dalam
mencapai tujuan DJPb sebagai instansi vertikal di atas Dit.PPK BLU;
2. Sebagai pedoman implementasi pencapaian sasaran dan tujuan strategis, misi serta
visi Dit. PPK BLU;
3. Sebagai pengendali dan dapat dijadikan alat evluasi pencapaian sasaran dan tujuan
strategis, misi serta visi Dit. PPK BLU;
F. Nilai-nilai Dasar yang Menjadi Acuan
Nilai-Nilai Kementerian Keuangan
1. Integritas
Dalam Integritas terkandung makna bahwa dalam berpikir, berkata, berperilaku,
dan bertindak, pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan

Kementerian Keuangan melakukannya dengan baik dan benar serta selalu


memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral.
Perilaku utama integritas:
a.

Bersikap jujur, tulus dan dapat dipercaya; dan

b.

Menjaga martabat dan tidak melakukan hal-hal tercela.

2. Profesionalisme
Dalam ProfesionaIisme terkandung makna bahwa dalam bekerja, pimpinan dan
seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan melakukannya
dengan tuntas dan akurat berdasarkan kompetensi terbaik dan penuh tanggung
jawab dan komitmen yang tinggi.
Perilaku utama profesionalisme:
a. Memiliki keahlian dan pengetahuan yang luas; dan
b. Bekerja dengan hati.
3. Sinergi
Dalam Sinergi terkandung makna bahwa pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri
Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan memiliki komitmen untuk membangun
dan memastikan hubungan kerjasama internal yang produktif serta kemitraan yang
harmonis dengan para pemangku kepentingan, untuk menghasilkan karya yang
bermanfaat dan berkuaIitas.
Perilaku utama sinergi:
a. MemiIiki sangka baik, saling percaya, dan menghormati; dan
b. Menemukan dan melaksanakan solusi terbaik
4. Pelayanan
Dalam Pelayanan terkandung makna bahwa dalam memberikan pelayanan,
pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan
melakukannya untuk memenuhi kepuasan pemangku kepentingan dan dilaksanakan
dengan sepenuh hati, transparan, cepat, akurat, dan aman.
Perilaku utama pelayanan:
a. Melayani dengan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan; dan
b. Bersikap proaktif dan cepat tanggap.

5. Kesempurnaan
Dalam Kesempurnaan terkandung makna bahwa pimpinan dan seluruh Pegawai
Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan senantiasa melakukan upaya
perbaikan di segala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik.
Perilaku utama kesempurnaan:
a. Melakukan perbaikan terus menerus
b. Mengembangkan inovasi dan kreativitas.

BAB II
KONDISI UMUM PEMBINAAN PENGELOLAAN KEUANGAN
BADAN LAYANAN UMUM
A. Analisis Kondisi Eksternal
1. Teknologi
Kondisi teknologi yang akan mempengaruhi pembinaan pengelolaan keuangan BLU
dalam lima tahun terakhir adalah

kebutuhan akan penggunaan sistem informasi

berbasis teknologi dalam melakukan pembinaan, (2) kebutuhan akan berbagi informasi
antar pemangku kepentingan melalui teknologi informasi seperti website.
2. Politik dan Regulasi
Kondisi politik dan regulasi yang mempengaruhi pembinaan pengelolaan keuangan
BLU dalam lima tahun mendatang antara lain adalah :
Regulasi
Adapun sistem regulasi yang akan mempengaruhi adalah (1) Pedoman mengenai ASN
dan aturan mengenai rekrutmen ASN baru

Peraturan mengenai BLU (PP 23 tahun

sebagai pedoman pengelolaan BLU dan memberikan ruang tumbuh bagi BLU
baru

Kecepatan penerbitan aturan dan turunannya. Keterlambatan proses penerbitan

tersebut dapat menghambat pembinaan yang dilakukan oleh Dit.PPK BLU kepada BLU.
Terutama peraturan terkait fleksibilitas BLU.
4. Kebijakan, Rencana dan Anggaran Pemerintah
Kebijakan, rencana dan anggaran yang mempengaruhi pembinaan pengelolaan
keuangan BLU dalam lima tahun mendatang antara lain adalah :
5. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN).
RPJMN periode 2010-2015 mengenai penguatan pelayanan dan periode 2015-2020
mengenai daya saing regional. RPJMN tersebut menekankan penguatan pelayanan agar
dapat berdaya saing regional. RPJMN tersebut berkaitan langsung dengan BLU karena
BLU merupakan instansi pemberi pelayanan kepada masyarakat. Penguatan pelayanan
berarti menambah pelayanan baru dan meningkatkan kualitas pelayanan yang telah ada.
Dit. PPK BLU berperan dalam menetapkan satker BLU baru dan membina BLU yang
telah ada agar terus meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan.

6. Nawa Cita Presiden


Visi misi Dit. PPK secara tidak langsung akan mengacu kepada Nawa Cita melalui
Kementerian Keuangan dan Ditjen Perbendaharaan.
7. Ketepatan Realisasi APBN
Ketidak tepatan realisasi APBN akan berdampak pada kebijakan pengetatan dan
pemotongan anggaran mempengaruhi perencanaan kegiatan, pemilihan prioritas strategi
dll pada Dit. PPK BLU.
B. Analisis Kondisi Internal Pembinaan PK BLU.
. Tugas dan Fungsi
Tugas dan Fungsi Dit. PPK BLU mengacu kepada PMK No. 206/PMK.01/2014. Dit.
PPK BLU mempunyai tugas untuk merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan
standardisasi teknis di bidang pembinaan Badan Layanan Umum. Sedangkan fungsi Dit.
PPK BLU adalah menyelenggarakan :
a. perumusan kebijakan di bidang pembinaan Badan Layanan Umum;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan Badan Layanan Umum;
c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pembinaan Badan
Layanan Umum;
d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan Badan Layanan
Umum;
e. pelaksanaan pengelolaan dan analisis data Badan Layanan Umum; dan
f. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.
2.

Struktur Organisasi

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diamanatkan oleh Menteri Keuangan
tersebut Dit. Pembinaan PK BLU dijalankan dari organisasi sebagai berikut :
a. Subdirektorat Peraturan dan Standardisasi Teknis BLU (PST);
b. Subdirektorat Tarif, Remunerasi dan Informasi BLU (TRI);
c. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU I (PPK BLU I);
d. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU II (PPK BLU II);
e. Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU III (PPK BLU III).

Struktur Organisasi Dit. PPK BLU


Direktur
PK BLU

Subdit PST

Subdit TRI

Subdit
PPK BLU I

Subdit
PPK BLU II

Subdit PPK
BLU III

. Sumber Daya Manusia


Dit PPK BLU mempunyai jumlah tenaga sumber daya manusia hingga akhir tahun 201
sebagai berikut:

No.

No.

Tabel 1
Stastistik Pegawai Berdasarkan Kepangkatan
Pangkat
Golongan
Jumlah
Pengatur
II/c
5 orang
Pengatur Tingkat I
II/d
10 orang
Penata Muda
III/a
10 orang
Penata Muda Tingkat I
III/b
13 orang
Penata
III/c
9 orang
Penata Tingkat I
III/d
15 orang
Pembina
IV/a
8 orang
Pembina Utama Madya
IV/d
1 orang
Jumlah
71 orang
Tabel
Statistik Pegawai Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan
Jumlah
Sekolah Menengah Atas
6 orang
Diploma I (Keu.)
5 orang
Diploma III (Keu)
7 orang
Strata I / Sarjana
24 orang
Diploma IV (Keu.)
4 orang
Strata II / Magister
24 orang
Strata III / Doktoral
1 orang
Jumlah
71 orang

No.

Tabel
Statistik Pegawai Berdasarkan Usia
Usia
Jumlah
Usia 20 s.d. 29 (tahun)
4 orang
Usia 30 s.d. 39 (tahun)
37 orang
Usia 40 s.d. 49 (tahun)
24 orang
Usia 50 s.d. 59 (tahun)
orang
Jumlah
71 orang
Tabel
Statistik Pegawai Berdasarkan Eselon

No.

Eselon

Jumlah
1 orang
5 orang
16 orang
49 orang
71 orang

II.A
III.A
IV.A
Pelaksana
Jumlah
. Badan Layanan Umum yang Dibina

Adapun Badan Layanan Umum yang telah ditetapkan dan menjadi pembinaan Dit. PPK
BLU adalah sebagai berikut :
Grafik 1

PERTUMBUHAN JUMLAH BLU 2005-2015


160
141
140

141

141

158

126

120

105

100
81
80
53

60
37

40
20

13

17

0
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Grafik

BLU per Jenis Layanan


s.d 31 Desember 2015
80
68

70

67

60
50
40
30
20
11

10

0
Kesehatan

Pendidikan

Barang/jasa
lainnya

Pengelolaan
Kawasan

Pengelolaan
dana

Pencapaian Kinerja
Berikut pencapaian kinerja Dit. PPK BLU dalam melaksanakan tugas dan fungsinya :
a.

Fleksibilitas BLU

Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum memberikan
beberapa fleksibilitas kepada BLU untuk mengelola keuangannya. Fleksibilitas tersebut
antara lain :
1) Mempunyai dan menetepkan tarif untuk memungut biaya atas layanan yang
diberikan.
2) BLU dapat mengelola pendapatan secara langsung untuk membiayai belanja BLU
tanpa terlebih dahulu menyetor ke kas negara.
3) Pengelolaan belanja diselenggarakan secara fleksibel berdasarkan kesetaraan
antara volume kegiatan pelayanan dengan jumlah pengeluaran, mengikuti praktik
bisnis yang sehat.
4) BLU dapat mengelola kas berdasarkan praktik bisnis yang sehat, seperti
memanfaatkan surplus kas jangka pendek untuk memperoleh pendapatan tambahan.
5) BLU dapat memberikan piutang sehubungan dengan penyerahan barang, jasa,
dan/atau transaksi lainnya yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan
kegiatan BLU.
6) BLU dapat memiliki utang sehubungan dengan kegiatan operasional dan/atau
perkiraan peminjaman dengan pihak lain.

7) BLU dapat melakukan investasi jangka panjang dengan persetujuan Menteri


Keuangan.
8) BLU diberikan beberapa fleksibilitas terkait pengelolaan barang seperti
penggunaan aset tetap untuk kegiatan yang tidak terkait langsung dengan tugas
pokok dan fungsi BLU harus mendapat persetujuan pejabat yang berwenang sesuai
ketentuan.
9) Surplus BLU dapat digunakan dalam tahun anggaran berikutnya kecuali atas
perintah Menteri Keuangan disetorkan sebagian atau seluruhnya ke Kas Umum
Negara dengan mempertimbangkan posisi likuiditas BLU.
10) Pejabat pengelola, Dewan pengawas dan pegawai BLY dapat diberikan
remunerasi berdasarkan tingkat tanggungjawab dan tuntutan profesionalisme yang
diperlukan.
11) BLU dapat mengangkat pejabat pengelola dan pegawai BLU dari tenaga
profesional non PNS sesuai kebutuhan BLU.
Hingga saat ini fleksibilitas yang sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh BLU
namun belum mendapatkan payung hukum secara teknis untuk pelaksanaan adalah
fleksibilitas terkait pengelolaan utang dan pengelolaan aset.
b.

Penetapan Tarif dan Remunerasi

Menteri Keuangan telah menetapkan usulan tarif layanan baru maupun revisi tarif
layanan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Sampai dengan tahun 201 ,
101 BLU sudah memiliki PMK tentang tarif layanan, 33 usulan tarif layanan masih
dalam proses pembahasan dan 7 Satker baru belum menyampaikan usulan tarif. Begitu
juga dengan PMK remunerasi. Belum semua sarker BLU mempunyai PMK remunerasi.
c. Penilaian kinerja BLU
Penilaian aspek keuangan dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan berdasarkan data
laporan keuangan dan kepatuhan terhadap ketentuan mengenai PK BLU. Sedangkan
penilaian

kinerja

layanan

dilakukan

berdasarkan

data/hasil

penilaian

oleh

menteri/pemimpin BLU. Penilaian kinerja dilakukan terhadap 133 BLU dimana BLU
yang mendapatkan predikat kinerjanya baik ialah sebagai berikut:
a.

Dari 49 BLU bidang layanan kesehatan yang dinilai, 49 BLU kinerjanya dinyatakan
baik;

b.

Dari 63 BLU bidang layanan pendidikan yang dinilai, 60 BLU kinerjanya


dinyatakan baik;

c.

Dari 7 BLU bidang layanan pengelola dana yang dinilai, 7 BLU kinerjanya
dinyatakan baik;

d.

Dari 3 BLU bidang layanan pengelola kawasan yang dinilai, 3 BLU kinerjanya
dinyatakan baik;

e.

Dari 11 BLU bidang layanan barang dan jasa lainnya, 11 BLU kinerjanya
dinyatakan baik.

C. Isu Isu dan Permasalahan


1. Satker Badan Layanan Umum kurang memahami konsep-konsep keuangan negara
dan pengeloaan keuangan BLU secara utuh mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
sampai dengan pertanggungjawaban anggaran yang dapat menjadi kendala dalam
pengelolaan keuangan BLU.
2. Masih terdapat mispersepsi konsep Pengelolaan Keuangan BLU dalam PP 23 tahun
2005 oleh pihak-pihak terkait sehingga menjadi kendala untuk penerapan konsep
Pengelolaan Keuangan BLU secara maksimal. BLU masih dipandang seperti satker
biasa yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan fleksibilitas sebagaimana
amanat PP 23 tahun 2005, seperti fleksibilitas dalam mengelola utang dan aset. Hal
ini menjadi kendala untuk membuat aturan untuk melaksanakan dan memanfaat
fleksibilitas BLU tersebut.
3. Jumlah Badan Layanan Umum semakin bertambah dikarenakan amanat undangundang sektoral ditambah dengan keinginan besar beberapa Kementerian/Lembaga
untuk menerapkan PK BLU pada satker dibawah wewenangnya. Oleh karena itu,
dibutuhkan tambahan tenaga SDM pada Direktorat PPK BLU sesuai dengan
proporsi penambahan jumlah BLU serta peningkatan kualitas kompetensi bagi
tenaga SDM yang sudah ada. Peningkatan kualitas kompetensi tersebut dapat
berupa pendidikan dan pelatihan. Namun pertambahan sumber daya keuangan dan
manusia untuk pelaksanaan pembinaan BLU tidak dapat mengikuti pertambahan
BLU secara proporsional karena keterbatasan-keterbatasan tertentu. Hal ini dapat
menimbulkan permasalahan dalam efektifitas pembinaan BLU. Selain iut, sejalan
dengan pertumbuhan jumlah BLU dipandang perlu untuk mereorganisasi dan

mengembangkan Direktorat PPK BLU agar fungsi pembinaan menjadi lebih baik
dan efektif.
4. Badan Layanan Umum tersebar diseluruh propinsi di Indonesia. Dengan
keterbatasan sumber daya keuangan dan manusia, hal ini dapat berpotensi
menimbulkan kendala pembinaan. Direktorat PPK BLU tidak dapat memantau dan
mengevaluasi langsung ke posisi masing-masing BLU setiap tahunnya karena
keterbatasan tersebut.
5. Perlunya meningkatkan koordinasi dan sinergi, antara DIt. PPK BLU, Ditjen
Perbendaharaan, K/L yang membawahi BLU dan dengan pihak esolon I
Kementerian Keuangan seperti Ditjen Kekayaan Negara dan Ditjen Pajak.
Beberapa hal yang perlu disepakati dengan eselon I internal Kementerian Keuangan
misalnya terkait fleksibilitas utang BLU dengan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan
Risiko serta Biro Hukum Setjen dan penganggaran BLU dengan Ditjen Anggaran.
6. Belum disepakatinya oleh Ditjen Kekayaan Negara dengan substansi pengaturan
dalam Kerjasama Operasional (KSO) dalam penyusunan draft RPMK Kerjasama
Operasional terkait fleksibilitas BLU untuk mengelola aset.

BAB III
VISI, MISI DAN TUJUAN
DIREKTORAT PEMBINAAN PENGELOLAAN KEUANGAN
BADAN LAYANAN UMUM

A. Visi
Dengan tetap mengacu kepada pencapauan tujuan DJPb sebagai instansi vertikal, visi
Dit. PPK BLU tahun 2016-

adalah :

Visi Dit. PPK BLU


Terselenggaranya Pengelolaan Badan Layanan Umum
yang Fleksibel, Efektif dan Akuntabel
Fleksibel adalah kewenangan fleksibel yang sempurna dalam Pengelolaan Badan
Layanan Umum sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah no 23 tahun 2005.
Efektif adalah memiliki kinerja sangat baik dan tepat sasaran.
Akuntabel adalah dapat mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengelolaan Badan
Layanan Umum.
B. Misi
Untuk mencapai visi tersebut, Dit.PPK BLU akan menjalankan misi sebagai berikut :
1. Muwujudkan fleksibilas pengelolaan BLU yang sempurna.
2. Meningkatkan kinerja BLU untuk mewujudkan efektifitas pengelolaan BLU.
3. Meningkatkan akuntabilitas pengelolaan BLU.
C. Tujuan dan Sasaran Strategis
Sebagai pengambaran yang lebih jelas terkait ukuran-ukuran pelaksanaan misi dan
pencapaian misi Dit. PPK BLU, maka dirumuskan tujuan dan sasaran strategis Dit. PPK
BLU tahun 2016-2020 sebagai berikut (tabel 5) :

Tabel 5. Tujuan dan Sasaran Strategis


Kode

Tujuan Strategis

Kode
SS

T1

Pengelolaan Keuangan BLU


dengan fleksibilitas yang
sempurna

SS

SS
T2

Kinerja BLU yang meningkat


SS
SS

T3

Meningkatkan Akuntabilitas BLU


SS
SS7

T4

Ektentifikasi Jumlah BLU


SS8

Sasaran Strategis
Fleksibilitas
BLU
dapat
dijalankan 100%
BLU memanfaatkan fleksibilitas
dengan maksimal.
- Sebanyak
BLU
memanfaatkan 10 dari 11
fleksibilitas.
- Sebanyak
BLU
memanfaatkan
100%
fleksibilitas.
Sebanyak 50% BLU berkinerja
keuangan sangat baik AAA
Sebanyak
% BLU berkinerja
kepatuhan sangat baik
Sebanyak 90% BLU yang
terbentuk > 2 tahun diaudit oleh
KAP
Meningkatnya kualitas laporan
keuangan BLU
Bertambahnya Jumlah BLU
Bidang Layanan Kesehatan
Bertambahnya Jumlah BLU
Bidang Layanan Pendidikan

BAB IV
STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PROGRAM STRATEGIS
A. Strategi
Tujuan strategis dicapai melalui perwujudan sasaran strategis dengan menerapkan
upaya sistematis berupa strategi. Oleh karena itulah, tujuan strategi pembinaan
pengelolaan keuangan BLU akan dicapai melalui penerapan strategi untuk mewujudkan
sasaran strategis yang telah ditetapkan.
1. Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T
Tujuan strategi T1 yaitu pengelolaan keuangan BLU dengan fleksibilitas yang
sempurna, akan dicapai dengan strategi sebagai berikut :
1. Membuat peraturan terkait fleksibilitas BLU dalam melakukan dan mengelola
utang.
2. Membuat peraturan terkait fleksibilitas BLU dalam mengelola aset.
3. Membuat peraturan terkait remunerasi BLU terutama bagi BLU yang terbentuk > 1
tahun.
4. Membuat peraturan terkait tarif BLU terutama bagi BLU yang terbentuk > 1 tahun.

No

Sasaran Strategis
Fleksibilitas BLU dapat
dijalankan Seluruhnya
Sebanyak
90%
BLU
menggunakan 10 dari 11
fleksibilitas
Sebanyak
5%
BLU
menggunakan
100%
fleksibilitas

Kondisi
Awal

9 dari 11

Tahun

10
dari

11
dari

11
dari

11
dari

11
dari

TUJUAN STRATEGIS
Pengelolaan Keuangan BLU dengan
Fleksibilitas Yang Sempurna

SASARAN STRATEGIS
BLU Memanfaatkan Fleksibilitas

Dengan Maksimal

SASARAN STRATEGIS
Fleksibilitas BLU dapat
dijalankan

STRATEGI :
Mendorong BLU untuk
memanfaatkan fleksibilitas
diluar fleksibilitas utang

Membuat Peraturan
fleksibilitas BLU untuk
mengelola utang

STRATEGI :
Mendorong BLU bertaraf
besar untuk memanfaatkan
fleksibilitas utang

STRATEGI :
Membuat Peraturan
fleksibilitas BLU untuk
mengelola pengelolaan aset

STRATEGI :

STRATEGI :
Menetapkan Peraturan
Remunerasi BLU

STRATEGI :
Menetapkan Peraturan Tarif
BLU

Gambar 1. Kerangka Berpikir Penerapan Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T1

. Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T


Tujuan strategi T yaitu kinerja BLU yang meningkat, akan dicapai dengan strategi
sebagai berikut :
1. Peningkatan kepatuhan BLU dalam menyampaikan Renstra, RBA, laporan
keuangan serta kepatuhan terhadap aturan mengenai pengelolaan BLU.
2. Meningkatkan kinerja keuangan BLU.

No

Kondisi
Awal

Sasaran Strategis

Tahun

Sebanyak
50%
BLU
berkinerja keuangan baik
AAA
Sebanyak
90%
BLU
berkinerja kepatuhan sangat
baik

TUJUAN STRATEGIS
Kinerja BLU Meningkat

SASARAN STRATEGIS
% Kinerja Keuangan BLU
Sangat Baik AAA

STRATEGI
Peningkatan Kinerja
Keuangan BLU

SASARAN STRATEGIS
9 % Kinerja Kepatuhan BLU
Sangat Baik

STRATEGI
Peningkatan Kinerja
Kepatuhan BLU

Gambar . Kerangka Berpikir Penerapan Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T2

. Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T3


Tujuan strategi T yaitu terwujudnya akuntabilitas BLU, akan dicapai dengan strategi
sebagai berikut :
1. Mendorong BLU untuk melakukan audit Laporan Keuangan BLU sesuai dengan
peraturan.

2. Memperkuat reviu atas laporan keuangan unaudited BLU.


3. Memperkuat pemahaman terkait pertanggungjawaban pengelolaan BLU bagi
penyusun laporan keuangan.

No

Sasaran Strategis

Kondisi
Awal

Tahun

Sebanyak 90% BLU yang


terbentuk > 2th diaudit oleh
KAP
Meningkatnya kualitas laporan
keuangan BLU

TUJUAN STRATEGIS
Meningkatkan akuntabilitas BLU

SASARAN STRATEGIS
9 % diaudit oleh KAP

SASARAN STRATEGIS
Meningkatnya laporan
keuangan BLU

STRATEGI
Mendorong BLU untuk
melakukan audit Lap Keu
oleh KAP

STRATEGI
Memperkuat reviu atas lap
keu unaudited BLU
STRATEGI
Memperkuat pemahaman
pertanggungjawaban
pengelolaan BLU bagi
penyeusun lap keu

Gambar . Kerangka Berpikir Penerapan Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T

. Strategi Pencapaian Tujuan Strategis T4


Tujuan strategi T

yaitu Ekstentifikasi jumlah BLU, akan dicapai dengan strategi

sebagai berikut :
1. Menambah jumlah BLU Rumah Sakit Bhayangkara Polisi Republik Indonesia
(POLRI).

2. Menambah jumlah BLU Rumah Sakit Tentara Nasional Indonesia (TNI).


3. Menambah jumlah BLU Rumah Sakit Khusus (RSK) Kementerian Kesehatan.
4. Menambah jumlah BLU Politeknik Kementerian Terkait.
5. Menambah jumlah BLU Universitas Islam Negri.

No

Sasaran Strategis

Kondisi
Awal

Tahun

Bertambahnya Jumlah BLU


Bidang Layanan Kesehatan
Bertambahnya Jumlah BLU
Bidang Layanan Pendidikan

TUJUAN STRATEGIS
Ekstentifikassi Jumlah BLU

SASARAN STRATEGIS
Bertambahnya Jumlah BLU bidang
layanan Kesehatan

SASARAN STRATEGIS
Bertambahnya Jumlah BLU bidang
layanan pendidikan

STRATEGI :
Menambah jumlah BLU RS
Bhayangkara POLRI

STRATEGI :

STRATEGI :
Menambah jumlah BLU RS
TNI

STRATEGI :
Menambah jumlah BLU
RS Khusus Kementerian
Kesehatan

Menambah jumlah BLU


Politeknik

STRATEGI :
Menambah jumlah BLU
Universitas Islam Negri

B. Kebijakan Untuk Mencapai Tujuan Strategis


Direktorat. PPK BLU membuat kebijakan mengacu kepada strategi. Berikut kebijakan
untuk mencapai sasaran strategis dan tujuan strategis Dit. PPK BLU :
1. BLU besar dapat memanfaatkan fleksibilitas utang
2. Semua BLU dapat memanfaatkan fleksibilitas penggunaan aset.
3. BLU mengajukan usulan remunerasi paling lama satu tahun setelah ditetapkan
sebagai BLU.
4. PMK remuneraasi dibuat paling lama dua tahun setelah ditetapkan sebagai BLU.
5. BLU mengajukan usulan tarif paling lama satu tahun setelah ditetapkan sebagai
BLU.
6. PMK tarif dibuat paling lama dua tahun setelah ditetapkan sebagai BLU.
7. Semua BLU dapat memanfaatkan fleksibilitas kecuali utang.
8. Setiap BLU yang terbentuk lebih dari 2 tahun memanfaatkan 10 dari 11 fleksibilitas
BLU.
9. BLU yang termasuk klasifikasi besar memanfaatkan 100% fleksibilitas BLU.
10. Terdapat peningkatan kinerja keuangan BLU tiap tahunnya, paling tidak sama
dengan kinerja tahun sebelumnya.
11. Penyampaian rencana strategis, rencana bisnis anggaran dan laporan keuangan
BLU dapat didahului melalui email agar tidak terlambat dalam memenuhi
kepatuhan batas akhir penyampaian.
12. Terdapat peningkatan kinerja kepatuhan BLU tiap tahunnya, paling tidak sama
dengan kinerja tahun sebelumnya.
13. BLU hanya dapat menunjuk Kantor Akuntan Publik yang terdaftar pada
Kementerian Keuangan untuk melakukan audit laporan keuangan BLU.
14. Laporan keuangan unaudited diterima paling lambat 40 hari kalender setelah akhir
tahun.
15. Reviu laporan keuangan oleh Dit. PPK BLU diselesaikan paling lama 30 hari
setelah laporan keuangan unaudited diterima.
16. Hasil reviu laporan keuangan disampaikan kepada BLU sebagai bahan masukan
untuk laporan audited BLU.
17. Setiap BLU harus memahami pertanggungjawaban pengelolaan BLU.
18. Minimal 8 BLU ditetapkan tiap tahunnya.

19. Minimal 1 BLU ditetapkan dalam 2 bulan.


20. Proses Penetapan BLU maksimal dua bulan setelah pemenuhan persyarataan
menjadi BLU diterima Dit. PPK BLU.
21. Mengutamakan pertambahan jumlah BLU dari RS TNI karena belum terdapat BLU
dibawah TNI dibandingkan RS Bhayangkara dan RS Kementerian Kesehatan.
C. Program-Program Strategis Untuk Mencapai Sasaran Strategis
Program-program strategis ditetapkan untuk menjalankan strategi guna mencapai
sasaran strategis dan tujuan strategis. Berikut masing-masing program Dit.PPK BLU
untuk menjalankan strategi dan mencapai sasaran strategis serta tujuan strategis.
1.

Program Pencapaian Sasaran Strategis SS

Sasaran strategis S1 yaitu fleksibilitas BLU dapat dijalankan 100%, akan dicapai
dengan program sebagai berikut :
a) Berkoordinasi dengan Ditjen Pengelolaan Piutang dan Risiko, Sekretariat Jenderal
Kementerian Keuangan dan pihak-pihak terkait untuk membuat peraturan terkait
fleksibilitas BLU dalam melakukan dan mengelola utang.
b) Berkoordinasi dengan Ditjen Kekayaan Negara, Sekretariat Jenderal Kementerian
Keuangan dan pihak-pihak terkait untuk membuat peraturan terkait fleksibilitas
BLU dalam mengelola aset.
c) Berkoordinasi dengan BLU, Esolon I yang membawahi BLU terkait untuk

menetapkan peraturan terkait remunerasi BLU yang bersangkutan.


d) Berkoordinasi dengan BLU, Esolon I yang membawahi BLU terkait untuk

menetapkan peraturan terkait tarif BLU yang bersangkutan.


2.

Program Pencapaian Sasaran Strategis SS

Sasaran strategis S adalah BLU memanfaatkan fleksibilitas dengan maksimal yaitu


sebanyak 90% BLU memanfaatkan 10 dari 11 fleksibilitas dan sebanyak 5% BLU
memanfaatkan 100% fleksibilitas, akan dicapai dengan program sebagai berikut :
a) Inventarisasi dan evaluasi pemanfaatan semua fleksibilitas oleh BLU.
b) Pembinaan BLU dalam memanfaatkan fleksibilitas yang optimal.
Program Pencapaian Sasaran Strategis SS
Sasaran strategis S yaitu sebanyak 50% BLU berkinerja keuangan sangat baik AAA,
akan dicapai dengan program sebagai berikut :

a) Pembinaan BLU melalui monitoring dan evaluasi agar kinerja keuangan sangat
baik.
4.

Program Pencapaian Sasaran Strategis SS

Sasaran strategis S yaitu sebanyak

% BLU berkinerja kepatuhan sangat baik, akan

dicapai dengan program sebagai berikut :


a) Pembinaan BLU melalui monitoring dan evaluasi agar penyampaian Rencana
Bisnis Anggaran, laporan keuangan, dan laporan lainnya tepat waktu.
b) Pembinaan BLU melalui monitoring dan evaluasi dengan tujuan BLU mematuhi
semua ketentuan terkait pengelolaan keuangan BLU.
5. Program Pencapaian Sasaran Strategis S5
Sasaran strategis S yaitu sebanyak

% BLU yang terbentuk > 2 tahun diaudit oleh

KAP, akan dicapai dengan program sebagai berikut :


a) Setiap BLU yang terbentuk >2 tahun harus menunjuk KAP untuk mengaudit
laporan keuangannya.
b) Monitoring laporan keuangan BLU yang diaudit oleh KAP.
6. Program Pencapaian Sasaran Strategis S :
Sasaran strategis S yaitu meningkatnya kualitas laporan keuangan BLU, akan dicapai
dengan program sebagai berikut :
a) Pelatihan akuntansi dan pelaporan keuangan bagi pegawai Dit. PPK BLU.
b) Sharing pemahaman terkait pertanggungjawaban pengelolaan BLU bagi penyusun
laporan keuangan di BLU.
7. Program Pencapaian Sasaran Strategis S :
Sasaran strategis S yaitu bertambahnya jumlah BLU bidang layanan kesehatan, akan
dicapai dengan program sebagai berikut :
a) Bimbingan dan pembinaan terhadap satker yang berpotensi menjadi BLU
b) Koordinasi dengan POLRI untuk memproses dan menetapkan RS Bhayangkara
yang berpotensi menjadi BLU.
c) Koordinasi dengan TNI untuk memproses dan menetapkan RS TNI yang berpotensi
menjadi BLU.
d) Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memproses dan menetapkan RS
Khusus yang berpotensi menjadi BLU.

e) Koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan kementerian terkait untuk


memproses dan menetapkan Politeknik yang berpotensi menjadi BLU.
f) Koordinasi dengan Kementerian Agama untuk memproses dan menetapkan
Universitas Islam Negeri yang berpotensi menjadi BLU.

Tabel 6. Tujuan Strategis, Sasaran Strategis, Strategi, Kebijakan Dan Program


Ko
de
T1

Tujuan Strategis
Pengelolaan
Keuangan BLU
dengan fleksibilitas
yang sempurna

Ko
de
S11

S12

Sasaran Strategis
Fleksibilitas BLU dapat
dijalankan 100%

BLU
memanfaatkan
fleksibilitas
dengan

Strategi

Kebijakan

Program

Membuat peraturan terkait


fleksibilitas BLU dalam
mengelola utang

BLU berskala besar dapat


memanfaatkan fleksbilitas utang

Membuat peraturan terkait


fleksibilitas BLU dalam
mengelola Aset

Semua
BLU
dapat
memanfaatkan
fleksibilitas
pengelolaan aset

Menetapkan peraturan
remunerasi BLU

1. BLU mengajukan usulan


remunerasi paling lama satu
tahun setelah ditetapkan
sebagai BLU.
2. PMK remuneraasi dibuat
paling lama dua tahun setelah
ditetapkan sebagai BLU.

Berkoordinasi dengan DJPPR,


Sekjen dan pihak-pihak terkait
untuk
merumuskan
dan
membuat peraturan terkait
fleksibilitas
BLU
dalam
melakukan
dan
mengelola
utang.
Berkoordinasi dengan DJKN,
Sekjen dan pihak-pihak terkait
untuk
merumuskan
dan
membuat peraturan terkait
fleksibilitas
BLU
dalam
mengelola aset.
Berkoordinasi dengan BLU,
esolon I BLU terkait untuk
membuat peraturan remunerasi
BLU yang bersangkutan.

Menetapkan peraturan tarif


BLU

1. BLU mengajukan usulan tarif


paling lama satu tahun
setelah ditetapkan sebagai
BLU.
2. PMK tarif dibuat paling lama
dua tahun setelah ditetapkan
sebagai BLU.

Berkoordinasi dengan BLU,


esolon I BLU terkait untuk
membuat peraturan remunerasi
BLU yang bersangkutan.

Mendorong BLU untuk


memanfaatkan fleksibilitas

1. Semua
BLU
dapat
memanfaatkan fleksibilitas

1.

Inventarisasi dan evaluasi


pemanfaatan
semua

maksimal.
- Sebanyak 90% BLU
memanfaatkan 10 dari
11 fleksibilitas..
- Sebanyak 5% BLU
memanfaatkan 100%
fleksibilitas.

T2

Meningkatkan
Akuntabilitas BLU

kecuali utang.
2. BLU
yang
klasifikasi
memanfaatkan
fleksibilitas BLU.

termasuk
besar
100%

2.

fleksibilitas oleh BLU.


Pembinaan BLU dalam
memanfaatkan fleksibilitas
yang optimal.

Mendorong BLU bertaraf


besar untuk memanfaatkan
fleksibilitas utang

Setiap BLU yang terbentuk


lebih
dari
2
tahun
memanfaatkan 10 dari 11
fleksibilitas BLU.

BLU bertaraf
memanfaatkan
BLU

besar 100%
fleksibilitas

S21

Sebanyak 50% BLU


berkinerja keuangan
sangat baik AAA

Meningkatkan kinerja
keuangan BLU

Terdapat peningkatan kinerja


keuangan BLU tiap tahunnya,
paling tidak sama dengan
kinerja tahun sebelumnya.

Pembinaan
BLU
melalui
monitoring dan evaluasi agar
kinerja keuangan sangat baik

S22

Sebanyak 90 % BLU
berkinerja kepatuhan
sangat baik

Peningkatan kepatuhan BLU


dalam menyampaikan renstra,
RBA, laporan keuangan serta
kepatuhan terhadap aturan
mengenai pengelolaan BLU.

Penyampaian rencana strategis,


rencana bisnis anggaran dan
laporan keuangan BLU dapat
didahului melalui email agar
tidak
terlambat
dalam
memenuhi kepatuhan batas
akhir penyampaian.

Pembinaan BLU melalui monev


agar
penyampaian
RBA,
laporan keuangan dan laporan
lainnya tepat waktu

Terdapat peningkatan kinerja


kepatuhan BLU tiap tahunnya,
paling tidak sama dengan
kinerja tahun sebelumnya.
BLU hanya dapat menunjuk
Kantor Akuntan Publik yang
terdaftar pada Kementerian
Keuangan untuk melakukan
audit laporan keuangan BLU.

Pembinaan
BLU
melalui
monitoring dan evaluasi dengan
tujuan BLU mematuhi semua
ketentuan terkait PK BLU
Setiap BLU yang terbentuk >
2th harus menunjuk KAP untuk
mengaudit laporan keuangan
nya

Kinerja BLU yang


meningkat

T3

diluar fleksibilitas utang

S31

Sebanyak 90% BLU yang


terbentuk > 2 tahun diaudit
oleh KAP

Mendorong BLU untuk


melakukan audit laporan
keuangan oleh KAP

Monitoring dan evaluasi laporan


keuangan yang diaudit oleh
KAP

S32

T4

Meningkatnya kualitas
laporan keuangan BLU

Ekstensifikasi
Jumlah BLU

S41

Memperkuat
reviu
atas
laporan keuangan anaudited
BLU

1. Laporan keuangan unaudited


diterima paling lambat 40
hari kalender setelah akhir
tahun.
2. Reviu laporan keuangan oleh
Dit. PPK BLU diselesaikan
paling lama 30 hari setelah
laporan keuangan unaudited
diterima.
3. Hasil reviu laporan keuangan
disampaikan kepada BLU
sebagai bahan masukan untuk
laporan audited BLU.

Pelatihan
akuntansi
pelaporan
keuangan
pegawai Dit. PPK BLU

Memperkuat
pemahaman
terkait pertanggungjawaban
pengelolaan
BLU
bagi
penyusun laporan keuangan

Setiap BLU harus memahami


pertanggungjawaban
pengelolaan BLU.

Menambah
jumlah
BLU
Rumah Sakit Bhayangkara
Polisi Republik Indonesia
(POLRI).

Minimal 8 BLU ditetapkan tiap


tahunnya.

Sharing pemahaman terkait


pertanggungjawaban
pengelolaan
BLU
bagi
penyusun laporan keuangan di
BLU
a) Bimbingan dan pembinaan
terhadap
satker
yang
berpotensi menjadi BLU
b) Koordinasi dengan POLRI
untuk
memproses
dan
menetapkan RS Bhayangkara
yang berpotensi menjadi
BLU.

Bertambahnya Jumlah
BLU Layanan Kesehatan
Menambah jumlah BLU
Rumah Sakit Tentara Nasional
Indonesia (TNI).

Mengutamakan
pertambahan
jumlah BLU dari RS TNI
karena belum terdapat BLU
dibawah TNI dibandingkan RS
Bhayangkara
dan
RS
Kementerian Kesehatan.

dan
bagi

a) Bimbingan dan pembinaan


terhadap
satker
yang
berpotensi menjadi BLU
b) Koordinasi
TNI
untuk
memproses dan menetapkan
RS TNI yang berpotensi
menjadi BLU.

S42

Bertambahnya Jumlah
BLU Layanan Pendidikan

Menambah
jumlah
BLU
Rumah Sakit Khusus (RSK)
Kementerian Kesehatan.

Minimal 1 BLU ditetapkan


dalam 2 bulan.

a) Bimbingan dan pembinaan


terhadap
satker
yang
berpotensi menjadi BLU
b) Koordinasi
dengan
Kementerian
Pendidikan
Tinggi dan kementerian
terkait untuk memproses dan
menetapkan Politeknik yang
berpotensi menjadi BLU.

Menambah
Politeknik
Terkait.

Proses
Penetapan
BLU
maksimal dua bulan setelah
pemenuhan
persyarataan
menjadi BLU diterima Dit. PPK
BLU.

a) Bimbingan dan pembinaan


terhadap
satker
yang
berpotensi menjadi BLU
b) Koordinasi
dengan
Kementerian Agama untuk
memproses dan menetapkan
Universitas Islam Negeri
yang berpotensi menjadi
BLU.

Mengutamakan IAIN
menjadi BLU UIN.

a) Bimbingan dan pembinaan


terhadap
satker
yang
berpotensi menjadi BLU
b) Koordinasi dengan POLRI
untuk
memproses
dan
menetapkan RS Bhayangkara
yang berpotensi menjadi
BLU.

jumlah
BLU
Kementerian

Menambah
jumlah
BLU
Universitas Islam Negri

untuk

D. Rencana Biaya
Penyelenggaraan pembinaan pengelolaan keuangan BLU sepenuhnya akan dibiayai oleh
APBN. Rencana kebutuhan pendanaan Dit. PPK BLU dirinci pada tabel :
Tabel . Perkiraan Rencana Biaya
No

Program
Koordinasi dengan DJPPR, Sekjen dan
pihak-pihak terkait untuk merumuskan
dan
membuat
peraturan
terkait
fleksibilitas BLU dalam melakukan dan
mengelola utang.
Berkoordinasi dengan DJKN, Sekjen dan
pihak-pihak terkait untuk merumuskan
dan
membuat
peraturan
terkait
fleksibilitas BLU dalam mengelola aset.
Berkoordinasi dengan BLU, esolon I BLU
terkait
untuk
membuat
peraturan
remunerasi BLU yang bersangkutan.
Berkoordinasi dengan BLU, esolon I BLU
terkait
untuk
membuat
peraturan
remunerasi BLU yang bersangkutan.
Setiap BLU yang terbentuk lebih dari 1
tahun memanfaaatkan fleksibilitas diluar
fleksibilitas utang
BLU bertaraf besar 100% memanfaatkan
fleksibilitas BLU
Pembinaan BLU melalui monitoring dan
evaluasi agar kinerja keuangan sangat baik
Pembinaan BLU melalui monev agar
penyampaian RBA, laporan keuangan dan
laporan lainnya tepat waktu
Pembinaan BLU melalui monitoring dan
evaluasi dengan tujuan BLU mematuhi
semua ketentuan terkait PK BLU
Setiap BLU yang terbentuk > 2th harus
menunjuk KAP untuk mengaudit laporan
keuangan nya
Monitoring laporan keuangan yang diaudit
oleh KAP
Pelatihan akuntansi dan pelaporan
keuangan bagi pegawai Dit. PPK BLU
Sharing
pemahaman
terkait
pertanggungjawaban pengelolaan BLU
bagi penyusun laporan keuangan di BLU

Rencana Kebutuhan Pendanaan


(dalam juta rupiah)

BAB V
IMPLEMENTASI STRATEGI

A. Komunikasi / Sosialiasi
Rencana strategis (renstra) akan disosialisasikan kepada semua unit di Dit. PPK BLU
pada awal tahun pelaksanaan renstra, agar semua unit mendapatkan pemahaman yang
sama mengenai renstra sehingga renstra ini dapat terlaksana dengan baik untuk
mencapai visi Dit. PPK BLU. Selain itu, sosialisasi renstra ini ditujukan agar setiap unit
memahami peran masing-masing dalam pelaksanaan renstra ini.
B. Organisasi
Visi, misi dan tujuan strategis akan diwujudkan oleh seluruh komponen organisasi Dit.
PPK BLU. Masing-masing Subdirektorat akan berperan dalam pelaksanaan strategi
sesui dengan tugas dan fungsi masing-masing. Adapun pelaksanaan strategi menurut
Subdirektorat pada Dit. PPK BLU adalah sebagai berikut :
Tabel 8. Pelaksanaan Strategi menurut Subdirektorat
Ko
de

S1

Sasaran Strategis

Fleksibilitas BLU dapat


dijalankan 100%

BLU
memanfaatkan
fleksibilitas
dengan
maksimal.
- Sebanyak
BLU
memanfaatkan 90%
fleksibilitas..
- Sebanyak 5% BLU
memanfaatkan 100%
fleksibilitas.
Sebanyak 50% BLU
berkinerja keuangan
sangat baik

Strategi
Membuat peraturan terkait
fleksibilitas BLU dalam mengelola
utang
Membuat peraturan terkait
fleksibilitas BLU dalam mengelola
Aset
Menetapkan peraturan remunerasi
BLU

Subdit
PST

PST
TRI

Menetapkan peraturan tarif BLU

TRI

Mendorong BLU untuk


memanfaatkan fleksibilitas diluar
fleksibilitas utang

PK I, II, III

Mendorong BLU bertaraf besar


untuk memanfaatkan fleksibilitas
utang

PK I, II, III

Meningkatkan kinerja keuangan


BLU

PK I, II, III

S3

S4

S4

Sebanyak 50% BLU


berkinerja kepatuhan
sangat baik

Peningkatan kepatuhan BLU dalam


menyampaikan renstra, RBA,
laporan keuangan serta kepatuhan
terhadap aturan mengenai
pengelolaan BLU.

PK I, II, III

Sebanyak 90% BLU


yang terbentuk > 2 tahun
diaudit oleh KAP

Mendorong BLU untuk melakukan


audit laporan keuangan oleh KAP

PK I, II, III

Memperkuat reviu atas laporan


keuangan anaudited BLU
Meningkatnya kualitas
Memperkuat pemahaman terkait
laporan keuangan BLU
pertanggungjawaban pengelolaan
BLU bagi penyusun laporan
keuangan
Menambah jumlah BLU Rumah
Sakit Bhayangkara Polisi Republik
Indonesia (POLRI).
Menambah jumlah BLU Rumah
Bertambahnya Jumlah
Sakit Tentara Nasional Indonesia
BLU Layanan Kesehatan (TNI).
Menambah jumlah BLU Rumah
Sakit Khusus (RSK) Kementerian
Kesehatan.
Menambah jumlah BLU Politeknik
Bertambahnya Jumlah
Kementerian Terkait.
BLU Layanan
Menambah
jumlah
BLU
Pendidikan
Universitas Islam Negri

PK I, II, III

PK I, II, III

PK I

PK I

PK I
PK II
PK II

C. Koordinasi, Tatakelola dan Patuh Renstra


Selama periode pelaksanaan, setiap unit berkoordinasi dan bersinergi guna terus
mencapai kesamaan pemahaman dan pencapaian visi Dit. PPK BLU. Apablia terdapat
perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan renstra, setiap unit harus mengacu kepada
visi, misi, tujuan strategis, sasaran strategis, strategi dan program yang telah tertera
dalam renstra ini untuk memecahkan perbedaan tersebut.
Setiap unit melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan rencana strategis yang
telah ditetapkan agar pekerjaan lebih terarah untuk pencapaian visi organisasi. Visi
organisasi dapat tercapai dengan terwujudnya koordinasi, sinergi serta patuh renstra
setiap unit Dir. PPK BLU.

BAB VI
RENCANA PEMANTAUAN DAN EVALUASI
A. Rencana Pemantauan
Rencana strategis ini merupakan capaian yang ingin diwujudkan oleh Dit. PPK BLU
sebagai unit esolon II dibawah Ditjen Pebendaharaan. Oleh karena itu Direktur PPK
BLU akan menyampaikan proses pelaksanaan rencana strategis kepada Dirjen
Perbendaharaan yang akan melakukan pemantauan atas proses pencapaian renstra
tersebut. Direktur PPK BLU. juga akan melakukan pemantauan proses pelaksanaan
rencana strategis di internal Dit. PPK BLU. Pemantauan akan dilakukan secara
berjenjang pada semua tingkatan esolon di Dit. PPK BLU. Pemantauan tersebut akan
dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut :
1.

Pemantauan oleh Dirjen Perbendaharaan

Dirjen Perbendaharaan memantau pelaksanaan dan capaian setiap sasaran strategis.


Direktur PPK BLU menyampaikan laporan progres pelaksanaan dan pencapaian
masing-masing sasaran strategis kepada Dirjen Perbendaharaan sebagai alat pemantauan
pelaksanaan dan pencapaian sasaran strategis Dit. PPK BLU. Laporan tersebut
disampaikan dengan beberapa periode yaitu tiga bulanan, satu semester, tahunan atau
sewaktu-waktu saat diperlukan oleh Dirjen Perbendaharaan.
2. Pemantauan oleh Direktur Pembinaan Pengelolaan Badan Layanan Umum.
Direktur PPK BLU memantau pelaksanaan dan capaian setiap sasaran strategis, strategi
dan program. Dir. PPK BLU menerima laporan pelaksanaan dan capaian setiap sasaran
strategis, strategi dan program dari setiap Kepala Subdirektorat (Kasubdit) sesuai
tanggungjawab atas sasaran strategis masing-masing. Laporan tersebut disampaikan
dengan beberapa periode yaitu satu bulan, tiga bulanan, satu semester, tahunan atau
sewaktu-waktu saat diperlukan oleh Dir. PPK BLU.
3. Pemantauan oleh Kepala Subdirektorat pada Dit. PPK BLU.
Kepala Subdirektorat pada Dit. PPK BLU memantau setiap pelaksanaan strategi dan
program yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing. Setiap Kepala Seksi (Kasi)
memberikan laporan pelaksanaan dan pencapaian strategi dan program kepada Kasubdit
sebagai alat pemantauan pelaksanaan strategi dan program tersebut. Laporan tersebut

disampaikan dengan beberapa periode yaitu satu bulan, tiga bulanan, satu semester,
tahunan atau sewaktu-waktu saat diperlukan oleh Kasubdit.
B. Rencana Evaluasi
Direktur Jenderal Perbendaharaan melakukan evaluasi terhadap capaian rencana
strategis Dir. PPK BLU melalui laporan hasil pencapaian renstra yang disampaikan oleh
Dir. PPK BLU. Direktur PPK BLU. juga akan melakukan evaluasi pencapaian rencana
strategis di internal Dit. PPK BLU. Evaluasi akan dilakukan secara berjenjang pada
semua tingkatan esolon di Dit. PPK BLU. Evaluasi tersebut akan dijelaskan lebih lanjut
sebagai berikut :
1.

Evaluasi oleh Dirjen Perbendaharaan

Dirjen Perbendaharaan melakukan evaluasi atas setiap hasil capaian tujuan strategis dan
sasaran strategis Dit. PPK BLU. Direktur PPK BLU menyampaikan laporan pencapaian
tersebut secara periodik tiap tahunnya kepada Dirjen Perbendaharaan. Laporan tersebut
menjadi alat untuk mengevaluasi capaian sasaran strategis Dit. PPK BLU.
2.

Evaluasi oleh Direktur Pembinaan Pengelolaan Badan Layanan Umum.

Direktur PPK BLU melakukan evaluasi setiap hasil capaian sasaran strategis masingmasing Kasubdit sesuai dengan tanggungjawabnya masing-masing. Setiap Kepala
Subdirektorat (Kasubdit) pada Dit.PPK BLU akan melaporkan hasil capaian strategi dan
program kepada Direktur PPK BLU setiap tiap tahunnya. Laporan tersebut menjadi alat
untuk mengevaluasi capaian sasaran strategis masing-masing Kasubdit.
Evaluasi oleh Kepala Subdirektorat pada Dit. PPK BLU.
Kepala Subdirektorat mengevaluasi setiap hasil capaian strategi dan program yang
menjadi tanggungjawabnya masing-masing. Setiap Kasi memberikan laporan hasil
capaian strategi dan program kepada Kasubdit sebagai alat evaluasi capaian strategi dan
program tersebut setiap tahunnya.
Rencana pemantauan dan evaluasi rencana strategis Dit. PPK BLU dirinci dalam tabel
dan

Tabel 9 Pemantauan Rencana Strategis


Pemantau
Dirjen
Perbendaharaan

Direktur PPK BLU

Kasubdit PST

Kasubdit TRI

Kasubdit PPK BLU I,


II dan III

Objek Pemantauan

Alat Pemantauan

Periode
Pemantauan
Tiga bulanan
Semesteran
Tahunan
Sewaktuwaktu
saat
diperlukan

Setiap tujuan strategis Laporan


dan sasaran strategis pelaksanaan dan
Dit. PPK BLU
pencapaian tujuan
strategis
dan
sasaran strategis
oleh Dir. PPK
BLU
Setiap
sasaran Laporan
strategis Dit. PPK pelaksanaan dan
BLU
pencapaian dan
sasaran strategis
oleh Kasubdit

- Strategi
1.1.1.
Membuat peraturan
terkait fleksibilitas
BLU
dalam
mengelola
utang,
beserta
programprogramnya.
- Strategi
1.1. .
Membuat peraturan
terkait fleksibilitas
BLU
dalam
mengelola
aset,
beserta
programprogramnya.
- Strategi
1.1. .
Menetapkan
peraturan
remunerasi BLU
- Strategi
1.1. .
Menetapkan
peraturan tarif BLU

Laporan
pelaksanaan dan
pencapaian
strategi
beserta
program
oleh
Kasi.

Laporan
pelaksanaan dan
pencapaian
strategi
beserta
program
oleh
Kasi.

Satu Bulanan
Tiga bulanan
Semesteran
Tahunan
Sewaktuwaktu
saat
diperlukan.

- Strategi
. .
Mendorong
BLU
untuk
memanfaatkan
fleksibilitas diluar
fleksibilitas utang.
- Strategi
. .

Laporan
pelaksanaan dan
pencapaian
strategi
beserta
program
oleh
Kasi.

Satu Bulanan
Tiga bulanan
Semesteran
Tahunan
Sewaktuwaktu
saat
diperlukan.

Satu Bulanan
Tiga bulanan
Semesteran
Tahunan
Sewaktuwaktu
saat
diperlukan
Satu Bulanan
Tiga bulanan
Semesteran
Tahunan
Sewaktuwaktu
saat
diperlukan.

Mendorong
BLU
bertaraf besar untuk
memanfaatkan
fleksibilitas utang.
- Strategi
1.2.3.
Meningkatkan
kinerja
keuangan
BLU.
- Strategi
2.1.1.
Peningkatan
kepatuhan
BLU
dalam
menyampaikan
renstra,
RBA,
laporan
keuangan
serta
kepatuhan
terhadap
aturan
mengenai
pengelolaan BLU.
- Strategi
2.1.2.
Mendorong
BLU
untuk
melakukan
audit
laporan
keuangan oleh KAP.
- Strategi
3.1.1.
Mendorong
BLU
untuk
melakukan
audit
laporan
keuangan oleh KAP.
- Strategi
3.2.1.
Memperkuat reviu
atas
laporan
keuangan anaudited
BLU
- Strategi
3.2.2.
Memperkuat
pemahaman terkait
pertanggungjawaban
pengelolaan
BLU
bagi
penyusun
laporan keuangan.
- Strategi
4.1.1.
Menambah jumlah
BLU Rumah Sakit
Bhayangkara Polisi
Republik Indonesia

(POLRI).
- Strategi 4.1.2.
Menambah jumlah
BLU Rumah Sakit
Tentara
Nasional
Indonesia (TNI).
- Strategi
4.1.3.
Menambah jumlah
BLU Rumah Sakit
Khusus
(RSK)
Kementerian
Kesehatan.
- Strategi
4.1.4.
Menambah jumlah
BLU
Politeknik
Kementerian
Terkait.
- Strategi
Menambah jumlah
BLU
Universitas
Islam Negri
Catatan :
Semua
strategi
dilaksanakan oleh
PPK BLU I, II dan
III kecuali tambahan
strategi berikut :
- Strategi 4.1.1 s.d
4.1.3 dilaksanakan
oleh subdit PPK I
- Strategi 4.1.4 dan
4.1.5 dilaksanakan
oleh subdit PPK II
Subdit PPK I, II, dan
II
menerapkan
strategi disesuaikan
terhadap
BLU
binaan
masingmasing.

Tabel
Evaluator
Dirjen
Perbendaharaan

Direktur PPK BLU

Kasubdit PST

Kasubdit TRI

Kasubdit PPK BLU I,


II dan III

. Evaluasi Rencana Strategis

Objek Evaluasi

Alat Evaluasi

Setiap tujuan strategis Laporan capaian


dan sasaran strategis tujuan
strategis
Dit. PPK BLU
dan
sasaran
strategis oleh Dir.
PPK BLU
Setiap
sasaran Laporan capaian
strategis Dit. PPK sasaran strategis
BLU
oleh Kasubdit
- Strategi
1.1.1.
Membuat peraturan
terkait fleksibilitas
BLU
dalam
mengelola
utang,
beserta
programprogramnya.
- Strategi
1.1. .
Membuat peraturan
terkait fleksibilitas
BLU
dalam
mengelola
aset,
beserta
programprogramnya.
- Strategi
1.1. .
Menetapkan
peraturan
remunerasi BLU
- Strategi
1.1. .
Menetapkan
peraturan tarif BLU
- Strategi
.
Mendorong
BLU
untuk
memanfaatkan
fleksibilitas diluar
fleksibilitas utang.
- Strategi
.
Mendorong
BLU
bertaraf besar untuk
memanfaatkan
fleksibilitas utang.
- Strategi
1.2.3.
Meningkatkan
kinerja
keuangan

Periode Evaluasi
- Tahunan
- Sewaktuwaktu
saat
diperlukan

Laporan capaian
strategi
beserta
program
oleh
Kasi.

- Tahunan
- Sewaktuwaktu
saat
diperlukan
- Tahunan
- Sewaktuwaktu
saat
diperlukan.

Laporan capaian
strategi
beserta
program
oleh
Kasi.

- Tahunan
- Sewaktuwaktu
saat
diperlukan.

Laporan capaian
strategi
beserta
program
oleh
Kasi.

- Tahunan
- Sewaktuwaktu
saat
diperlukan.

BLU.
- Strategi
2.1.1.
Peningkatan
kepatuhan
BLU
dalam
menyampaikan
renstra,
RBA,
laporan
keuangan
serta
kepatuhan
terhadap
aturan
mengenai
pengelolaan BLU.
- Strategi
2.1.2.
Mendorong
BLU
untuk
melakukan
audit
laporan
keuangan oleh KAP.
- Strategi
3.1.1.
Mendorong
BLU
untuk
melakukan
audit
laporan
keuangan oleh KAP.
- Strategi
3.2.1.
Memperkuat reviu
atas
laporan
keuangan anaudited
BLU
- Strategi
3.2.2.
Memperkuat
pemahaman terkait
pertanggungjawaban
pengelolaan
BLU
bagi
penyusun
laporan keuangan.

(Subdit PPK I, II, dan


II menerapkan strategi
yang sama terhadap
BLU binaan masingmasing).