Anda di halaman 1dari 36

FORMULIR

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN


PEMBELAJARAN

Kode Dok.
Status Revisi
Halaman
Tanggal
Terbit

WK1/PRP/FO-001

1 dari 36
September 2016

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Sekolah

: SMK N 4 Kendal

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/Semester

: X/Ganjil

Materi Pokok

: Ikatan Kimia

Alokasi Waktu

: 6 x 2 Jp

A. Kompetensi Inti
KI 3

: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam
bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.

KI 4

: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
3.4 Memahami proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam serta
interaksi antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat
fisik materi.
.
4.4 Mengklarifikasi ikatan kimia dan ikatan ion berdasarkan sifat fisis senyawa, dan
proses pembentukannya
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menentukan konfigurasi elektron berdasarkan kulit atom.
2. Menjelaskan konsep kestabilan unsur.
3. Menggambarkan susunan struktur Lewis berdasarkan nomor atom.
4. Menggambarkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen.

FORMULIR

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN


PEMBELAJARAN

Kode Dok.
Status Revisi
Halaman
Tanggal
Terbit

WK1/PRP/FO-001

2 dari 36
September 2016

5. Menggambarkan proses pembentukan ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen


rangkap dua, dan ikatan kovalen rangkap tiga.
6. Menganalisis sifat senyawa ion dan senyawa kovalen.
7. Menggambarkan proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi.
8. Menggambarkan proses pembentukan ikatan logam.
9. Mengidentifikasi sifat fisik logam dan menghubungkannya dengan proses
pembentukan ikatan logam.
10. Menjelaskan kegunaan ikatan logam dalam kehidupan sehari-hari.
11. Menjelaskan gaya antar molekul.
12. Menganalisis kepolaran senyawa.
13. Menjelaskan sifat fisik senyawa dan menghubungkannya dengan proses
pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan
logam.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah melakukan tanya jawab dan menggali informasi, siswa dengan berpikir
logis dapat menjelaskan konfigurasi elektron berdasarkan kulit atom.
2. Setelah melihat tayangan video, siswa dengan berpikir logis dapat menjelaskan
mengapa golongan gas mulia dikatakan stabil dengan benar.
3. Setelah melihat tayangan video, siswa dengan berpikir logis dapat menjelaskan
kestabilan unsur dengan tepat.
4. Setelah melakukan tanya jawab dan menggali informasi siswa, dengan rasa ingin
tahu mampu menggambarkan struktur Lewis dari suatu atom dengan tepat.
5. Setelah melakukan tanya jawab dan menggali informasi siswa, dengan rasa ingin
tahu mampu menggambarkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen
dengan tepat.
6. Setelah melakukan tanya jawab dan menggali informasi, siswa dapat membedakan
ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua, ikatan kovalen rangkap tiga,
dan ikatan kovalen koordinasi dengan benar.
7. Setelah melakukan tanya jawab dan menggali informasi, siswa dapat
menggambarkan proses pembentukan ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen
rangkap dua, dan ikatan kovalen rangkap tiga dengan tepat.

FORMULIR

Kode Dok.

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN


PEMBELAJARAN

8. Setelah

melakukan

tanya

jawab

dan

Status Revisi
Halaman
Tanggal
Terbit

menggali

WK1/PRP/FO-001

3 dari 36
September 2016

informasi,

siswa

dapat

menggambarkan proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi dengan benar.


9. Setelah melakukan tanya jawab dan menggali informasi, siswa dapat menjelaskan
proses pembentukan ikatan logam.
10. Setelah melaksanakan tanya jawab dan menggali informasi, sisiwa dapat
mengidentifikasi sifat fisik fisik logam dan menghubungkannya dengan proses
pembentukan ikatan logam dengan tepat.
11. Setelah melaksanakan tanya dan menggali informasi, siswa dapat menyebutkan
minimal 3 kegunaan ikatan logam dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
12. Setelah melaksanakan tanya jawab dan menggali informasi, siswa dapat
menjelaskan gaya antar molekul dengan tepat.
13. Setelah melaksanakan tanya jawab dan menggali informasi, siswa dapat
menganalisis kepolaran senyawa dengan tepat.
14. Setelah melaksanakan tanya jawab dan menggali informasi, siswa dapat
membedakan senyawa polar dan senyawa nonpolar dengan tepat.
15. Setelah melaksanakan tanya jawab dan menggali informasi, siswa dapat
menjelaskan sifat fisik senyawa dan menghubungkannya dengan proses
pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan
logam dengan tepat.
E. Materi Pembelajaran
- Konfigurasi elektron berdasarkan kulit atom
- Kestabilan unsur
- Struktur Lewis
- Ikatan ion dan ikatan kovalen
- Ikatan kovalen koordinasi
- Ikatan logam
- Sifat fisik logam
- Kegunaan ikatan logam
- Gaya antar molekul
- Kepolaran senyawa
F. Model dan Metode Pembelajaran
a. Pendekatan : Scientific Approach
b. Model Pembelajaran: Inquiry, Problem Based learning (PBL), Contextual Teaching
Learning (CTL), Discovery.
c. Metode Pembelajaran: Ceramah , Tanya Jawab, diskusi.

FORMULIR

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN


PEMBELAJARAN

Kode Dok.
Status Revisi
Halaman
Tanggal
Terbit

WK1/PRP/FO-001

4 dari 36
September 2016

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama (2x45 menit)
a. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
- Guru membuka pelajaran dengan salam
- Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
- Guru memeriksa kehadiran (presensi) siswa
- Guru menyampaikan materi apa yang akan dipelajari
- Guru memberikan apersepsi kepada siswa
Bandingkan ketika kalian berada di kelas. Kalian dihadapkan pada dua
pilihan, yaitu sendiri dan berdua. Mana yang akan kalian pilih? Mengapa
kalian lebih memilih berdua, mengapa tidak sendiri saja? Apakah ketika kalian
berdua kalian merasa stabil? Hari ini kita akan mempelajari ikatan kimia.
Sama seperti kita, suatu atom atau unsur juga memiliki kecenderungan untuk
berdua atau dalam kata lain berikatan dengan unsur yang lain untuk mencapai
kestabilan. Pertemuan minggu lalu kita sudah belajar sistem periodik unsur.
Ada yang masih ingat unsur-unsur apa yang stabil? Mengapa gas mulia
dikatakan stabil? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan video
berikut.

b. Kegiatan Inti (65 menit)


Kompetensi
Dasar
3.4 Memahami
proses
pembentukan
ikatan ion,
ikatan kovalen,
dan ikatan
logam serta
interaksi antar
partikel (atom,
ion, molekul)
materi dan
hubungannya
dengan sifat
fisik materi.
4.4 Mengklarifikasi
ikatan kimia
dan ikatan ion
berdasarkan
sifat fisis
senyawa, dan
proses
pembentukann
ya

Indikator
Pencapaian
Kompetensi
1. Mene
ntuka
n
konfi
guras
i
elektr
on
berda
sarka
n
kulit
atom.
2. Menj
elask
an
konse
p
kesta
bilan
unsur
.
3. Meng

Sintaks model
Inquiry

Mengamati

Menanya

Tahap 1
- Guru memberikan
Observasi untuk penjelasan
menemukan
mengenai
masalah
kestabilan unsur,
konfigurasi
elektron
berdasarkan
kulit.
- Guru
menayangkan
video mengenai
kestabilan unsur
gas mulia
- Siswa
memperhatikan
video
yang
disajikan guru
Tahap 2
- Guru
Merumuskan
mengajukan
masalah
pertanyaan
mengapa
golongan gas
mulia dapat
dikatakan

Pendekatan Saintifik
Mengumpulkan
Mengasosiasi
informasi

Mengkomunikasi

gamb
arkan
susun
an
Tahap 3
strukt Mengajukan
ur
Hipotesis
Lewi
s
berda
sarka
n
nomo
r
atom.
Tahap 4
Mengumpulkan
Data

sebagai
golongan
stabil?
- Guru
memberikan
pertanyaan
Bagaimana
elektron
valensi dari
unsur-unsur
gas mulia?

- Guru memberikan
penguatan
kepada
siswa
perihal
konfigurasi
elektron unsurunsur gas muia
- Siswa
menganalisis
elektron valensi
dari unsur gas
mulia
- Siswa
mengumpulkan
informasi yang
terdapat
pada
video
tersebut
yang
berkaitan
dengan kestabilan
unsur gas mulia
- Guru memberikan
penjelasan cara
unsur atau lain
dalam mencapai
kestabilan seperti

gas mulia

Tahap 5
Analisis Data

Tahap 6
Penarikan
Kesimpulan

- Siswa
menganalisis
informasi yang
mereka
dapatkan
- Siswa
menganalisis
bahwa unsurunsur gas mulia
mempunyai
elektron valensi
8 kecuali He
yaitu 2
- Siswa
menyimpulkan
bahwa golongan
gas
mulia
dikatakan
stabil
karena gas mulia
mempunyai
elektron valensi 8
atau
elektron
valensi
penuh
(kecuali He, yaitu
2)

c. Kegiatan Penutup (15 menit)


- Guru mereview materi yang baru saja diperoleh
- Guru bersama siswa membuat kesimpulan mengenai kestabilan unsur
- Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
- Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam
Pertemuan Kedua (2x45 menit)
a. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
- Guru membuka pelajaran dengan salam.
- Guru menginstruksikan ketua kelasa untuk memimpin berdoa.
- Guru memeriksa kehadiran (presensi) siswa.
- Guru memberikan apersepsi
Pertemuan kemarin kita sudah belajar kestabilan unsur. Ada berapa cara yang
dapat dilakukan atom atau unsur lain untuk mencapai kestabilan? Apa saja?
Hari ini kita akan belajar macam-macam ikatan kimia. Yang akan kita pelajari
hari ini adalah ikatan ion dan ikatan kovalen. Contoh dari senyawa yang
berikatan secara ionik adalah NaCl sedangkan contoh dari senyawa yang
berikatan secara kovalen adalah HCl. Bagaimana perbedaan antara senyawa
tersebut?

b. Kegiatan Inti (60 menit)


Kompetensi
Dasar
3.4 Memahami
proses
pembentukan
ikatan ion,
ikatan kovalen,
dan ikatan
logam serta
interaksi antar
partikel (atom,
ion, molekul)
materi dan
hubungannya
dengan sifat
fisik materi.
4.4 Mengklarifikasi
ikatan kimia
dan ikatan ion
berdasarkan
sifat fisis
senyawa, dan
proses
pembentukann
ya

Indikator
Pencapaian
Kompetensi
1. Men
gga
mba
rkan
pros
es
pem
bent
ukan
ikata
n ion
dan
ikata
n
kova
len.
2. Men
gga
mba
rkan
pros
es
pem

Sintaks model
Inquiry

Mengamati

Menanya

Tahap 1
- Guru
- Guru
Orientasi peserta menyampaikan
mengarahkan
didik
pada tujuan
siswa kepada
masalah
pembelajaran
masalah
dari ikatan ion
bagaimana
dan
ikatan
perbedaan
kovalen
sifat
antara
- Guru memberikan
senyawa ion
penjelasan
dan senyawa
bagaimana
kovalen
proses
pembentukan
senyawa ion dan
senyawa kovalen
- Siswa
memperhatikan
penjelasan guru
Tahap 2
Mengorganisasi
peserta
didik
untuk belajar

Pendekatan Saintifik
Mengumpulkan
Mengasosiasi
informasi

- Guru membantu
siswa
untuk
memecahkan
masalah dengan
memberikan
penjelasan
terkait
ikatan

Mengkomunikasi

bent
ukan
ikata
n
kova
Tahap 3
len
tung Membimbing
penyelidikan
gal,
dan
ikata individu
kelompok
n
kova
len
rang
kap
Tahap 4
dua,
dan Mengembangkan
menyajikan
ikata dan
hasil karya
n
kova
len
rang
kap
tiga.

ion dan ikatan


kovalen
termasuk ikatan
kovalen
koordinasi
- Guru membantu
siswa
menganalisis
informasi yang
mereka peroleh
untuk
memecahkan
masalah
tersebut
- Guru membantu - Beberapa siswa
dan
menyampaikan
membimbing
perbedaan
siswa
untuk
senyawa ion dan
menganalisis
senyawa kovalen
informasi yang
telah
mereka
peroleh untuk
memecahkan
tersebut

3. Men
gana
lisis
sifat
seny
awa
ion
dan
seny
awa
kova
len.
4. Meng
gamb
arkan
prose
s
pemb
entuk
an
ikata
n
koval
en
koord
inasi.

Tahap 5
Menganalisis
dan
mengevaluasi
proses
pemecahan
masalah

Guru
bersama
dengan
siswa
mengevaluasi
terhadap
penyelidikan dan
pemecahan
masalah
yang
disampaikan oleh
siswa
Guru menjelaskan
perbedaan senyawa
ion dan senyawa
kovalen

c. Kegiatan Penutup (15 menit)


- Guru mereview materi yang sudah dipelajari
- Guru membuat kesimpulan dengan siswa tekait materi yang dipelajari
- Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menggambarkan struktur Lewis
-

dari beberapa molekul dan menentukan ikatan yang terbentuk


Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam

Pertemuan Ketiga (2x45 menit)


a. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
- Guru membuka pelajaran dengan salam
- Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
- Guru memeriksa kehadiran (presensi) siswa
- Guru menyampaikan materi apa yang akan dipelajari
- Guru memberikan apersepsi kepada siswa
Pertemuan minggu lalu kita sudah belajar ikatan ion dan ikatan kovalen. Ada
yang masih ingat apa itu ikatan ion dan ikatan kovalen? Ikatan ion terjadi
antara unsur apa dengan apa? Ikatan kovalen terjadi antara unsur apa dengan
apa? Hari ini kita akan belajar ikatan logam. Ada yang belum pernah melihat
logam? Bagaimana karakter dari logam? Mengapa logam mempunyai sifat
yang sangat keras? Apakah ada hubungan kekerasan tersebut dengan adanya
ikatan logam?

b. Kegiatan Inti (60 menit)


Kompetensi
Dasar
3.4 Memahami
proses
pembentukan
ikatan ion,
ikatan kovalen,
dan ikatan
logam serta
interaksi antar
partikel (atom,
ion, molekul)
materi dan
hubungannya
dengan sifat
fisik materi.
4.4 Mengklarifikasi
ikatan kimia
dan ikatan ion
berdasarkan
sifat fisis
senyawa, dan
proses
pembentukann
ya

Indikator
Pencapaian
Kompetensi
1. Me
ngg
amb
arka
n
pros
es
pem
bent
uka
n
ikat
an
loga
m.
2. Me
ngi
dent
ifik
asi
sifat
fisi
k

Sintaks model
CTL
Tahap 1
Modeling

Tahap 2
Questioning

Mengamati

Menanya

- Guru
menyampaikan
kompetensi yang
harus
dicapai
oleh siswa
- Guru menjelaskan
pengertian ikatan
logam
- Guru memberikan
contoh senyawa
yang berikatan
secara
logam
dalam kehidupan
sehari-hari
- Siswa
menyebutkan
sifat
dari
senyawa logam
tersebut
- Guru mengajukan
pertanyaan
kepada siswa
apakah ikatan
logam

Pendekatan Saintifik
Mengumpulkan
Mengasosiasi
informasi

Mengkomunikasi

loga
m
dan
men
ghu
bun
gka
nny
a
den
gan
pros
es
pem
bent
uka
n
ikat
an
loga
m.
3. Me
njel
ask
an
keg
una
an

mempengaruhi
kekerasan
logam?
Tahap 3
Learning
Community

Tahap 4
Inquiry

Tahap 5
Constructivism

- Siswa
mengumpulkan
informasi terkait
ikatan
logam,
pembentukan
ikatan logam dan
menghubungkann
ya dengan sifat
ikatan logam
- Guru memberikan
penjelasan
bagaimana
pembentukan
ikatan logam dan
hubungannya
dengan
sifat
senyawa logam
- Siswa memahami
konsep
ikatan
logam
- Siswa memahami
pembentukan
ikatan logam dan
sifat
senyawa
logam

ikat
an
loga
m
dala
m
kehi
dup
an
seh
arihari
.

Tahap 6
Reflection

Tahap 7
Authentic
Assessment

Guru memberikan
contoh senyawa
logam dan
menganalisis sifatsifat senyawa
logam tersebut
Guru memberikan
nilai plus kepada
siswa yang aktif
mengajukan
pertanyaan dan
aktif menjawab
pertanyaan

FORMULIR

FORMAT RENCANA PELAKSANAAN


PEMBELAJARAN

Kode Dok.
Status Revisi
Halaman
Tanggal
Terbit

WK1/PRP/FO-001

16 dari 36
September 2016

c. Kegiatan Penutup (15 menit)


- Guru mereview materi yang baru saja dipelajari
- Guru bersama dengan siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah
-

dipelajari
Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
Guru menutup pembelajaran dengan salam

Pertemuan Keempat (2x45 menit)


a. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
- Guru membuka pelajaran dengan salam
- Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
- Guru memeriksa kehadiran (presensi) siswa
- Guru menyampaikan materi apa yang akan dipelajari
- Guru memberikan apersepsi kepada siswa
Minggu lalu kita sudah belajar ikatan logam. Logam-logam apa saja yang
sering kalian jumpai dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana sifat-sifat dari
senyawa logam tersebut? Hari ini kita akan belajar gaya-gaya antar molekul.
Gaya-gaya yang akan dipelajari adalah gaya London, gaya van der Waals serta
-

ikatan hidrogen. Untuk lebih memahaminya mari kita diskusikan bersama


Guru mengelompokkan siswa kedalam beberapa kelompok
Guru membagikan lembar kerja diskusi

b. Kegiatan Inti (60 menit)


Kompetensi
Dasar
3.4 Memahami
proses
pembentukan
ikatan ion,
ikatan kovalen,
dan ikatan
logam serta
interaksi antar
partikel (atom,
ion, molekul)
materi dan
hubungannya
dengan sifat
fisik materi.
4.4 Mengklarifikasi
ikatan kimia
dan ikatan ion
berdasarkan
sifat fisis
senyawa, dan
proses
pembentukann
ya

Indikator
Pencapaian
Kompetensi
1. Menjelaskan gaya
antar molekul.

Sintaksis
model
Discovery
Tahap 1
Stimulation

Mengamati
-

Tahap 2
Problem
statement

Guru
menampilk
an video
gaya-gaya
antar
molekul
Guru
memberika
n contohcontoh
senyawa
yang
berkaitan
dengan
gaya-gaya
tersebut
Siswa
memperhati
kan video
yang
ditayangka
n oleh guru
Siswa
mendiskusi

Menanya

Siswa
menanyaka
n
pertanyaan
yang belum
jelas

Pendekatan Saintifik
Mengumpulkan
Mengasosiasi
informasi

Mengkomunikasi

kan
pertanyaan
yang ada
pada
lembar
diskusi
Tahap 3
Data
collection

Tahap 4
Data
processing

- Siswa
mencari
informasi dengan
membaca
buku
maupun browsing
di internet terkait
pertanyaan yang
ada pada soal
- Guru membimbing
siswa
dalam
mengumpulkan
informasi
-

Siswa
menganalis
is informasi
yang
mereka
peroleh dan
menghubun
gkannya
dengan soal
yang ada
pada

lembar
kerja
Tahap 5
Veification

Siswa
menjawab
dan
mengerjaka
n
pertanyaan
yang
terdapat
pada
lembar
kerja
berdasarka
n informasi
yang
mereka
peroleh
dari
internet
Guru
membimbi
ng siswa
dalam
mengerjaka
n
pertanyaan

yang ada
pada
lembar
diskusi
Tahap 6
Generalization

Siswa
menyimpulk
an hasil
diskusi
mereka di
depan kelas
Guru
memberikan
bimbingan
terhadap
kesimpuulan
yang mereka
sampaikan
Siswa lain
menanggapi
kesimpulan
yang
disampaikan

c. Kegiatan Penutup (15 menit)


- Guru mereview kembali materi yang baru saja dipelajari
- Guru bersama dengan siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah
-

dipelajari
Guru memberikan informasi bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan

ulangan harian
Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
Guru menutup pembelajaran dengan salam

Pertemuan Kelima (2x45 menit)


a. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
- Guru membuka pelajaran dengan salam
- Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
- Guru memeriksa kehadiran (presensi) siswa
- Guru menyampaikan materi apa yang akan dipelajari
b. Kegiatan Inti (70 menit menit)
- Pelaksanaan ulangan harian 2
c. Kegiatan Penutup (5 menit)
- Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
- Guru menutup pembelajaran dengan salam
Pertemuan Keenam (2x45menit)
a. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
- Guru membuka pelajaran dengan salam
- Guru menginstruksikan ketua kelasa untuk memimpin berdoa
- Guru memeriksa kehadiran (presensi) siswa
b. Kegiatan Inti (70 menit)
- Pelaksanaan program remidi dan pengayaan
c. Kegiatan Penutup (5 menit)
- Guru menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin berdoa
- Guru menutup pelajaran dengan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial, dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian dan Instrumen Penilaian
Aspek

Mekanisme dan

No

Instrumen

Keterang

Prosedur

.
1.

Kognitif

2.

1. Penugasan
2. Tes tertulis

an
1. Soal

Psikomoto

1. Kinerja diskusi

penugasan
2. Soal objektif
1. Kinerja diskusi

rik

kelompok
2. Presentasi

kelompok
2. Kinerja

kelompok

presentasi

I. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
Power point bahan ajar, lembar diskusi, video pembelajaran
2. Alat dan Bahan
Laptop, LCD, proyektor, papan tulis (whiteboard), spidol, penghapus.
3. Sumber Belajar
Purba, Michael. 2007. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Tim MGMP Kimia. Bahan Ajar Siswa Esensi Kimia untuk SMA/MA.
Buku Ajar Kimia untuk SMK/MAK Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa Kelas X
Semester 1.

Guru Pamong,
Nofi Kusumawati, S.Pd
NIP. 197010282007012009

Kendal, Oktober 2016


Guru Praktikan,
Fitria Dwi Utami
NIM. 4301413005

Lampiran: Materi Pembelajaran


G. Materi Pembelajaran
IKATAN KIMIA
Ikatan Kimia adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul. Berdasarkan
perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan

kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen
koordinat / koordinasi dan ikatan logam.
- Kestabilan Unsur
Unsur-unsur pada tabel periodik unsur umumnya tidak stabil. Untuk mencapai
kestabilannya, unsur-unsur

tersebut harus

berikatan. Pada tabel periodik unsur

terdapat satu golongan yang unsur-unsurnya stabil atau tidak reaktif yaitu golongan
gas mulia. Gas mulia terletak pada golongan VIIIA, mempunyai dua elektron pada
kulit terluar untuk He dan delapan elektron untuk Ne, Ar, Kr, Xe, Rn. Perhatikan
konfigurasi elektron beberapa unsur gas mulia pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Konfigurasi elektron unsur gas mulia

Pada tahun 1916 Walter Kossel dan Gilbert N. Lewis secara terpisah menemukan
adanya

hubungan antara kestabilan gas mulia dengan cara atom-atom saling

berikatan. Mereka mengemukakan bahwa jumlah elektron pada kulit terluar dari dua
atom yang berikatan akan berubah sedemikian rupa sehingga konfigurasi elektron
kedua atom tadi sama dengan konfigurasi elektron gas mulia yaitu mempunyai 8
elektron pada kulit terluarnya. Oleh karena itu pernyataan Kossel-Lewis ini disebut
aturan oktet. Aturan oktet ini tidak berlaku untuk hidrogen sebab atom H akan
membentuk konfigurasi elektron seperti He yaitu mempunyai 2 elektron pada kulit
terluarnya pada saat membentuk ikatan yang disebut aturan duplet.
Dengan demikian aturan duplet dan oktet dapat dituliskan sebagai berikut.
Aturan duplet : konfigurasi elektron stabil dengan dua elektron pada kulit terluar.
Aturan oktet : konfigurasi elektron stabil dengan delapan elektron pada kulit terluar.
Kecenderungan unsur-unsur untuk mencapai konfigurasi elektronnya sama seperti gas
mulia terdekat dikenal sebagai aturan oktet. Untuk mencapai kestabilan (seperti
konfigurasi pada gas mulia) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Melepas Elektron
Dilakukan unsur logam untuk membentuk ion positif.
+
Contoh : 11Na
+ 1e
11Na
(2, 8, 1)
(2, 8)
(tidak stabil)
(stabil seperti Ne)

Gambar 1. Perubahan Struktur Elektron Atom Na menjadi Ion Na+

b. Menarik Elektron
Dilakukan unsur logam untuk membentuk ion positif

Contoh :
+ 1e
17Cl
17Cl
(2, 8, 7)
(2, 8, 8)
(tidak stabil)
(stabil seperti Ne)

Gambar 2. Perubahan Struktur Elektron Atom Cl menjadi Ion Cl-

c. Menggunakan Pasangan Elektron Bersama


Ada dua macam pasangan elektron yang digunakan bersama (menurut Lewis),

yaitu :
Pasangan elektron hanya berasal dari salah satu atom saja.
Masing-masing atom yang berkaitan menyumbangkan satu elektron.
Struktur Lewis
Elektron valensi dapat digambarkan dengan struktur Lewis atau gambar titik
elektron. Contohnya nitrogen memiliki konfigurasi elektron 2.5. Elektron valensi
nitrogen adalah 5. Struktur Lewisnya digambarkan:

Struktur Lewis, pasangan elektron, dan elektron ikatan untuk beberapa atom dapat
dilihat pada Tabel 1.2.
Tabel 2.2 Struktur Lewis, pasangan elektron, dan elektron ikatan beberapa atom

Struktur Lewis berguna untuk memahami penggunaan elektron bersama pada ikatan
kovalen.
Tabel 1.3 Struktur Lewis beberapa molekul

Ikatan ion dan ikatan kovalen


Untuk mencapai kestabilan, unsur-unsur dapat membentuk senyawa dengan unsur
yang sejenis, contohnya O2, N2, dan H2 atau bergabung dengan unsur yang berbeda,
contohnya H2O, NaCl, dan CH4. Ikatan yang dibentuk pada penggabungan unsurunsur bergantung pada bagaimana cara unsur-unsur tersebut mencapai konfigurasi
elektron yang stabil yaitu dengan menarik atau melepaskan elektron dan dengan
penggunaan bersama elektron valensi. Ikatan yang terjadi berupa ikatan ion dan
ikatan kovalen.
Senyawa yang mengandung ikatan ion disebut senyawa ion, sedangkan senyawa

yang mengandung ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.


a. Ikatan Ion
Ikatan yang terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah
melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang
mempunyai afinitas elektron besar atau tinggi menangkap atau menerima elektron
tersebut (membentuk anion). Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan
gaya elektrostatis (sesuai hukum Coulomb). Unsur yang cenderung melepaskan
elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron
adalah unsur non logam. Contoh: NaCl, KCl, KI, NaBr, dan CaCl2.
Pembentukan Senyawa NaCl
Pada tabel periodik unsur, Na terletak pada golongan IA dan Cl pada golongan VIIA.
Perhatikan susunan elektron Na dan Cl pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Susunan elektron Na dan Cl

Natrium mempunyai kecenderungan untuk melepaskan elektron terluar daripada


klor karena energi ionisasinya lebih rendah dibandingkan dengan klor. Untuk
mencapai konfigurasi elektron stabil natrium melepaskan satu elektron terluarnya
sedangkan klor menerima elektron. Pada pembentukan NaCl, satu elektron dari Na
akan diterima oleh Cl. Perhatikan diagram pembentukan NaCl berikut.

Setelah terjadi perpindahan

elektron, atom-atom

tidak lagi bersifat netral

tapi

menjadi ion yang bermuatan. Atom Na melepaskan satu elektron menjadi ion Na +,
sedangkan klor menerima satu elektron menjadi ion Cl. Ion Na+ dan Cl akan tarikmenarik dengan gaya elektrostatik sehingga berikatan. Ikatan antara ion-ion tersebut
dinamakan ikatan ion dan terbentuklah senyawa NaCl.
b. Ikatan Kovalen
Pada ikatan ion terjadi pelepasan dan penerimaan elektron agar unsur mencapai
kestabilan. Ikatan ini umumnya terjadi pada senyawa yang dibentuk oleh unsur
logam dan nonlogam. Bagaimana senyawa yang dibentuk oleh unsur unsur non
logam? Ikatan apa yang terjadi? Unsur
keelektronegatifan

nonlogam

umumnya mempunyai

tinggi artinya mudah menarik elektron. Masing-masing unsur

nonlogam pada senyawanya tidak akan melepaskan elektron, sehingga untuk


mencapai kestabilannya, unsur-unsur tersebut akan menggunakan bersama pasangan
elektron membentuk ikatan kovalen Ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama
sama pasangan elektron oleh dua atom yang berikatan.

c. Ikatan Kovalen Tunggal


Ikatan kovalen tunggal dapat terjadi baik pada senyawa yang terdiri dari atom sejenis
maupun dari atom yang berbeda Ikatan kovalen tunggal terjadi pada senyawa yang
unsur berikatannya salah stu atau keduanya memiliki elektron valensi 1 , contoh
senyawa ini adalah Cl2, H2, O2, HCl, dan CH4. Untuk mempelajarinya perhatikan
pembentukan ikatan kovalen pada molekul berikut.
Pembentukan Molekul Klor, Cl2
Konfigurasi Cl : 2.8.7
Susunan elektron Cl :

Masing-masing atom Cl menyumbangkan satu

elektron

untuk dipakai bersama

sehingga masing-masing atom mempunyai konfigurasi elektron seperti gas mulia.


Struktur Lewis molekul Cl2 dituliskan sebagai berikut.

Cara lain untuk menuliskan ikatan kovalen Cl2 adalah sebagai berikut.

d. Ikatan Kovalen Rangkap Dua dan Tiga


Ikatan kovalen rangkap dapat terjadi antara unsur-unsur yang sejenis atau berbeda.
Untuk mempelajarinya perhatikan pembentukan ikatan pada molekul berikut.
1) Pembentukan Ikatan Kovalen pada Molekul Oksigen, O2
Perhatikan pembentukan ikatan kovalen pada molekul oksigen berikut ini.
Konfigurasi elektron : 2.6
Susunan elektron O :

Masing-masing atom oksigen mempunyai 6 elektron valensi. Untuk mencapai


konfigurasi elektron gas mulia dibutuhkan dua elektron lagi yang dapat diperoleh dari
masing-masing atom oksigen. Akibatnya molekul O2 mempunyai dua ikatan kovalen
yang dihasilkan dari penggunaan bersama dua pasang elektron. Ikatan kovalen pada
molekul O2 disebut ikatan kovalen rangkap dua. Ikatan yang terjadi pada O 2 dapat
dituliskan dengan struktur Lewis dan ikatan kovalen seperti berikut.
Penulisan dengan struktur Lewis Penulisan dengan ikatan kovalen

2) Pembentukan Ikatan Kovalen pada Molekul Nitrogen, N2


Perhatikan pembentukan ikatan kovalen pada molekul nitrogen berikut ini.
Konfigurasi elektron : 2.5

Susunan elektron N :
Ikatan yang terjadi pada

N2 dapat dituliskan dengan struktur Lewis dan ikatan

kovalen seperti berikut.


Struktur Lewis molekul N2 Penulisan dengan ikatan kovalen

Molekul N2 mempunyai tiga ikatan kovalen yang dihasilkan dari penggunaan bersama
tiga pasang elektron. Ikatan kovalen pada molekul N2 disebut ikatan kovalen rangkap
tiga.
- Ikatan kovalen koordinasi
Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron
yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)],
sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan
bersama.
Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan

tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan
elektron.
Contoh 1:Terbentuknya senyawa BF3-NH3

Ikatan logam
Sifat fisik logam
Kegunaan ikatan logam
Gaya antar molekul
Gaya antar molekul adalah gaya tarik-menarik antar molekul yang saling
berdekatan. Gaya antar molekul berbeda dengan ikatan kimia. Ikatan kimia, seperti
ikatan ionik, kovalen, dan logam, semuanya adalah ikatan antar atom dalam
membentuk molekul. Sedangkan gaya antar molekul adalah gaya tarik antar
molekul. Kita akan mempelajari tiga macam gaya antar molekul, yaitu:
a) Gaya London
Seorang ahli fisika dari Jerman Fritz London, pada tahun 1930 menguraikan
terjadinya tarikan yang lemah di antara molekul pada senyawa kovalen, hal ini
disebabkan oleh dipol imbasan sesaat yang kemudian dikenal dengan Gaya London.
Suatu molekul non polar seperti gas N2, O2, H2 yang tidak memiliki ujung-ujung yang
bermuatan atau moment dipol, elektron akan bergerak terus menerus yang
mengakibatkan terbentuknya moment dipol sesaat seperti digambarkan berikut :

Selanjutnya apabila terdapat molekul yang saling berdekatan, seperti digambarkan


berikut ini

Dengan adanya molekul- molekul yang saling berdekatan, maka akan terjadi tarik menarik antar molekul yang disebut dengan gaya London. Gaya london ini berkaitan
dengan Mr.

Struktur dan Mr propana lebih besar dari Metana sehingga tarikan yang terjadi antar
dua molekul Propana lebih kuat dari pada dua molekul Metana.sehingga gaya
London pada propana akan lebih besar dibandingkan dengan metana, selajutnya
karena gaya tarik menarik pada propana lebih besar maka titik didih pada propana
akan lebih besar dibandingkan dengan metana. Dengan demikian dapat disimpulkan
semakin besar molekulnya maka gaya Londonnya akan semakin besar, akibatnya
titik didih dari molekul tersebut akan semakin besar.
b) Gaya Van der Waals
Gas mempunyai sifat bentuk dan volume yang dapat berubah sesuai tempatnya.
Jarak antara molekul-molekul gas relatif jauh dan gaya tarik menariknya sangat
lemah. Pada penurunan suhu, fasa gas dapat berubah menjadi fasa cair atau padat.
Pada keadaan ini jarak antara molekul-molekulnya menjadi lebih dekat dan gaya
tarik menariknya relatif lebih kuat. Gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang
berdekatan ini disebut gaya Van der walls.

Gaya Van der Waals diperlihatkan dengan garis merah. Kekuatan gaya tarik antara
dipol ini biasanya lebih lemah dari kekuatan ikatan ionik atau kovalen (kekuatannya
hanya 1% dari ikatan). Kekuatannya juga akan berkurang dengan cepat bila jarak
antar dipol makin besar. jadi gaya Van der Waaals suatu molekul akan lebih kuat pada
fase padat dibanding cair dan gas.
Karena gaya Van der Waals merupakan gaya tarik menarik antara molekul yang
berdekatan, sedangkan gaya tarik menarik antara molekul terdapat 2 macam yaitu
gaya london dan gaya tarik dipol-dipol, maka gaya Van der Waals dapat juga disebut
sebagai jumlah gaya london dan gaya tarik dipol-dipol pada molekul. Akibatnya gaya

Van der Waals pada molekul non polar anya dipengaruhi oleh gaya london, sedangkan
pada molekul polar dipengaruhi oleh gaya london dan gaya tarik dipl-dipol. Untuk
mengetahui pengaruh gaya london atau gaya tarik dipol-dipol dapat dilihat dari
membandingkan titik didih antara molekul-molekul di bawah ini :
1. HCl dibandingkan dengan HI
Pada senyawa polar HCl dibandingkan HI, HCl memiliki gaya tarik dipol lebih besar
dibandingkan dengan HI, tetapi gaya london pada HCl akan lebih kecil dibandingkan
dengan HI, seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini :
Tabel IX.1 perbandingan antara HCl dan HI
Molekul
HCl
HI

Mr
36,5
126

Momen dipole
1,08
0,38

Titik didih
-85
-35

Dari tabel terlihat bahwa titik didih pada HI lebih besar dibandingkan engan HCl,
yang berarti gaya Van der Waals pada HCl lebih kecil dibandingkan dengan HI. Hal
ini disebabkan pada HI gaya london memberikan pengaruh yang sangat besar
dibandingkan gaya tarik dipol pada HCl
2. CCl4 dibandingkan dengan CHCl3

CHCl3 termasuk senyawa polar sehingga gaya Van der Waalsnya dipengaruhi oleh
gaya London dan gaya tarik dipol-dipol, sedangkan pada CCl4 termasuk senyawa
non polar yang berarti gaya Van der Waals hanya dipengaruhi oleh gaya London
saja. Dari hasil pengukuran ternyata titik didh CHCl 3 lebih kecil dibandinngkan
CCl4. Sehingga Gaya london sangat mempengaruhi besarnya titik didh pada
senyawa.
c) Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang
mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama.
Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N, O, atau F yang
mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). Hidrogen dari molekul lain
akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan
hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah (1-2 kJ mol -1) hingga
tinggi (>155 kJ mol-1). Hal ini ditampilkan pada gambar dibawah ini

Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara


atom-atom dalam molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin besar
ikatan hidrogen yang terbentuk.
Ikatan hidrogen mempengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin besar ikatan
hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus pada air (H 2O), terjadi dua
ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya
lebih besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen
terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air
lebih tinggi daripada asam florida. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Instrumen Penilaian Psikomotorik


Tujuan Psikomotor:
a Siswa terampil dalam menyajikan data hasil diskusi kelompok mengenai gaya-gaya
antar molekul secara sistematis menggunakan bahasa yang sesuai.
Aspek yang Dinilai
No.

Nama Siswa

Penggunaan
Bahasa
0
1
2

Kecakapan
dalam Berbicara
0
1
2

Skor
Total

1.
2.
3.
...
Rubrik:
0 : jika tidak

menggunakan bahasa yang sopan

atau tidak mahir dalam

menyampaikan informasi hasil diskusi kelompok.


1 : jika menggunakan bahasa yang sopan namun tidak percaya diri dalam
berbicara atau kurang mahir dalam menyampaikan informasi hasil diskusi
2

kelompok secara sistematis.


: jika menggunakan bahasa yang sopan atau mahir
menyampaikan informasi hasil diskusi kelompok secara sistematis.

dalam

Lembar Pengamatan Keterampilan Diskusi


a. Lembar Observasi dan kinerja presentasi mengenai sikap ilmiah saat diskusi dan
presentasi

(1 (2
1. Abdus Shamad
4 4
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Keterangan pengisian skor
4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang
Presentasi Kelompok
Aspek:
1. Penguasaan Isi
2. Teknik Bertanya/ Menjawab
3 Metode Penyajian

(3)
4

(4)
4

(5)
3

(6)
24

(7)
4

(8)
3

Isi

Visual

Presentasi

jumlah

Kerjasama

peduli

Jawab Tanggung

Nama Siswa

Disiplin

N
o

Kejujuran

LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI DAN KINERJA PRESENTASI


Mata Pelajaran: KIMIA
Kelas/Program
: X / TKR
Kompetensi :
Observasi
Kinerja
Jml
Skor
Presentasi

(9)
3

10