Anda di halaman 1dari 6

Lab.

Pengujian Bahan Bangunan

Jurusan Teknik Sipil

LAPORAN PRAKTIKUM

Politeknik Negeri Padang

PENGUJIAN KUAT TEKAN TEGAK LURUS SERAT


( KY : 03 )
A. Jadwal Pelaksanaan
Hari / Tanggal : Senin / 24 Oktober 2016
Waktu

: 09.00 WIB sampai selesai

Tempat

: Laboratorium Pengujian Bahan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Padang

B. Tujuan Pelaksanaan
1. Tujuan Umum
Dapat menentukan nilai kuat tekan tegak lurus serat.
2. Tujuan Khusus
a. Dapat memahami dan melakukan prosedur pelaksanaan dan pengujian kuat
tekan tegak lurus serat.
b. Mengenal dan dapat mengunakan peralatan dalam pengujian pengujian kuat
tekan tegak lurus serat dengan baik dan benar.
c. Dapat memcatat hasil pengujian kuat tekan tegak lurus serat dengan teliti.
d. Dapat menganalisa dan menyimpulkan hasil pengujian kuat tekan tegak
lurus serat menurut standar yang digunakan.

C. Referensi
1. SNI 03-3958-1945
2. Aiyub, ST . 2005. Job sheet Praktikum Uji Bahan I. Politeknik Negeri
Lhokseumawe.
3. Anni, Susilowati, dkk. 1996. Petunjuk Praktikum Laboratorium Pengujian Bahan,
Bandung.
D. Dasar Teori
Kuat tekan tegak lurus serat adalah tekan atau pembebanan yang dapat diterima
oleh kayu untuk setiap satuan luas pada bidang radial dan tangensial. Kuat tekan
diberikan pada arah tegak lurus serat biasanya lebih kecil daripada kuat tekan
yang diberikan searah sejajar serat.
Pada umumnya kayu pada konstruksi lebih banyak menerima beban tegak lurus
seperti jembatan, kuda-kuda, dan lain-lain. Besarnya kemampuan kayu untuk
menerima beban tegak lurus seratnya tergantung pada jenis seratnya. Umumnya
kayu memiliki serat kayu untuk menerima beban.

KELOMPOK 1 KELAS 1.B


T. A. 2016/2017

KY : 03 1

Lab. Pengujian Bahan Bangunan

Jurusan Teknik Sipil

LAPORAN PRAKTIKUM

Politeknik Negeri Padang

Faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan dari kayu itu sendiri adalah :


1. Arah serat kayu
2. Kadar air kayu
3. Kecepatan pertumbuhan kayu
4. Cacat kayu
5. Jenis kayu
6. Umur kayu
7. Berat jens kayu
Pada pengujian kuat tekan tegak lurus serat ini perlu diperhatikan adalah sebagai
berikut :
a. Beban yang diberikan secara continue dengan kecepatan 0,3 mm/detik.
b. Beban yang diberikan pada benda uji dengan deformasi 2,5 mm dan maksimal 5
mm.
Apabila kita tarik searah dengan panjangnya, untuk mencapai kuat tekan (tarik)
maksimum serat-serat itu harus patah dinidng selnya.
Berdasarkan standar kayu Indonesia yang masuk dalam PPKI kayu dibagi dalam
beberapa kelas :
Kelas kuat kayu

Kuat tekan tegak lurus serat

I
II
III
IV

(Kg/cm2)
40
25
15
10

Kuat tekan tegak lurus serat dihitung dengan menggunakan rumus :

Kuat tekan

Dimana :

P
A
serat =

( Kg/cm2)

P = Beban yang diberiakan (Kg)


A = Luas penampang yang tertekan (cm2)

E. Keselamatan kerja
1. Memakai pakaian praktek selama pratikum.
2. Membaca prosedur pelaksanaan dan prosedur pemakaian alat sebelum
memulai pratikum.
3. Periksa semua bahan dan peralatan yang diperlukan sebelum melakukan
pengujian.
4. Pada saat melaksanakan pengujian, pikiran harus focus pada pekerjaan.
5. Hati-hati menggunakan oven dan mesin kuat tekan.
F. Peralatan dan Bahan
a. Peralatan
1.

Mesin Kuat Tekan

KELOMPOK 1 KELAS 1.B


T. A. 2016/2017

KY : 03 2

Lab. Pengujian Bahan Bangunan

Jurusan Teknik Sipil

LAPORAN PRAKTIKUM

Politeknik Negeri Padang


2.

Jangka Sorong

3.

Timbangan Digital

4.

Oven

b. Bahan
Kayu dengan ukuran seperti gambar :
5 cm

5 cm

5 cm
1,5 cm

3,5 cm
15 cm

5 cm
G. Prosedur Pelaksanaan
1. Persiapkan semua peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam pengujian
kadar air kayu.
2. Timbang setiap kayu uji menggunakan timbangan digital untuk mendapatkan
berat awal / berat sebelum di oven (A gram).
3. Ukur luas permukaan yang akan ditekan menggunakan jangka sorong.
4. Letakkan kayu uji di atas plat kedudukan mesin penekan tepat ditengahtengahnya.
5. Letakkan plat baja pada permukaan benda uji.
6. Hidupkan mesin penekanekan, biarkan plat menekan kayu uji.
7. hentikan mesin penekan jika skala deformasi telah berputar 2,5 putaran.
8. Catat hasil pembebanan yang ditunjukkan oleh skala nilai pada mesin kuat
tekan.
9. Masukkan semua kayu uji ke dalam oven selama 24 jam dengan suhu 110 5
C.

KELOMPOK 1 KELAS 1.B


T. A. 2016/2017

KY : 03 3

Lab. Pengujian Bahan Bangunan

Jurusan Teknik Sipil

LAPORAN PRAKTIKUM

Politeknik Negeri Padang

10. Keluarkan semua kayu uji dari oven dan dinginkan.


11. Semua kayu uji yang telah di oven ditimbang menggunakan timbangan digital
untuk mendapatkan berat setelah di oven (B gram).
12. Hitung kuat tekan dan kadar air dari masing-masing kayu uji.

KELOMPOK 1 KELAS 1.B


T. A. 2016/2017

KY : 03 4

Lab. Pengujian Bahan Bangunan

Jurusan Teknik Sipil

LAPORAN PRAKTIKUM

Politeknik Negeri Padang

H. Data dan Analisa


(Data terlampir di halaman selanjutnya)
Analisa data

Kayu uji I :
Luas

= 4,91 x 5,02
= 24,69 cm2

= 1.524,46 Kg

= 241,8 gram

= 196,6 gram

Kadar air=

AB
100
B

241,8196,6
100
196,6

222,
Kuat tekan serat=

P
A

1.524,46
24,69

61,73 kg/cm 2
Kadar air ratarata=

22,58 +21,98 +31,16 + 28,92 +23,42


5

25,61

Kuat tekan serat=

61,73+70,45+61,63+55,93+ 68,37
5

63,62 kg/cm
I.

Kesimpulan
Dari pengujian yang telah dilaksanakan didapatkan kuat tekan rata-rata tegak
lurus serat kayu yaitu

63,62 kg/cm

Dalam pengujian kuat tekan sejajar serat kayu yang sesuai dengan standar SNI
03-2958-1995 dan PPKI NI 5-1961 kuat tekan sejajar serat dikelompokkan
berdasarkan kelas yaitu :
Kelas kuat kayu

Kuat tekan tegak lurus serat

Lab. Pengujian Bahan Bangunan

Jurusan Teknik Sipil

LAPORAN PRAKTIKUM

Politeknik Negeri Padang

minimum(Kg/cm2)
I
40
II
25
III
15
IV
10
Berdasarkan kuat tekan rata-rata tegak lurus serat kayu dan kuat tekan tegak
lurus serat standar kayu, dapat disimpulkan bahwa kayu tersebut termasuk kelas I
karena memiliki kuat tekan rata-rata sebesar

J.

Lampiran
1.

Data kelompok

2.

Skema prosedur pelaksanaan.

3.

Diagram alir proses pelaksanaan

4.

Gambar peralatan.

63,62 kg/cm 2 .