Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MAKALAH

ILMU ALAMIAH DASAR


DI SUSUN
O
L
E
H
NAMA

: BERNADUS SUKANDI

NIM

: 160400062541

DOSEN

: SOPIAN.S.Sos.M.SI

UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG


FAKULTAS HUKUM
TAHUN AJARAN 2016/2017

TEORI PEMBENTUKAN ALAM SEMESTA

A.

Teori Kabut
Teori kabut dikemukakan oleh dua orang ilmuan yaitu Imanuel Kant (17241804) seorang ahli filsafat bangsa Jerman dan Piere Simon Laplace (1749-1827) ahli
astronomi bangsa Perancis. Kant mengemukakan teorinya tahun 1755, sedangkan
Laplace mengemukakan tahun 1796 dengan nama Nebular Hypothesis.
Pada akhir abad ke-19 teori kabut disanggah oleh beberapa ahli seperti James
Clark Maxwell yang memeberikan kesimpulan bahwa bila bahan pembentuk planet
terdistribusi disekitar matahari membentuk suatu cakram atau suatu piringan, maka
gaya yang disebabkan oleh perbedaan perputaran (kecepatan anguler) akan
mencegah terjadinya pembekuan planet. Pada abad ke-20 percobaan dilakukan
untuk membuktikan terbentuknya cincin-cincin Laplace, menunjukkan bahwa
medan magnet dan medan listrik matahari tekah merusak proses pembekuan batubatuan. Jadi tidak ada alasan yang kuat untuk menyatakan bahwa cincin gas dapat
membeku membantuk planet.

B.

Teori Planetisimal
Teori planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain
dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa
tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak
matahari.

C.

Teori Pasang Surut Bintang


Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean dan
Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip
dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya
matahari.

D.

Teori Kondensasi

Teori kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang


bernama

G.P.

Kuiper

(1905-1973)

pada

tahun

1950.

Hipotesis

kondensasi

menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar
membentuk cakram raksasa.
E.

Teori Bintang Kembar


Menurut teori bintang kembar, awalnya ada dua buah bintang yang
berdekatan (bintang kembar), salah satu bintang tersebut meledak dan berkepingkeping. Akibat pengaruh grafitasi dari bintang kedua, maka kepingan-kepingan itu
bergerak mengelilingi bintang tersebut dan berubah menjadi planet-planet.

F.

Sedangkan bintang yang tidak meledak adalah matahari.


Teori Ledakan Maha Dahsyat (Big Bang)
Pada awal abad ke-21 muncul teori ledakan maha dahsyat Big Bang,
membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Jagat
raya tercipta dari suatu ketaidaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Pada
awalnya alam semesta ini berupa satu massa maha padat. Massa maha padat ini
dapat dianggap suatu atom maha padat dengan ukuran maha kecil yang kemudian
mengalami reaksi radioaktif dan akhirnya mneghasilkan ledakan maha dahsyat.

PEMBENTUKAN ALAM SEMESTA DALAM PERSPEKTIF SAINS


Pemahaman manusia tentang alam semesta mempergunakan seluruh
pengetahuan di bumi, berbagai prinsip-prinsip, kepercayaan umum dalam sains
(seperti ketidakpastian Heisenberg tentang pengukuran simultan dimensi ruang dan
waktu), serta berbagai aturan untuk keperluan praktis. Melalui sebuah kerangka
besar gagasan yang menghubungkan berbagai fenomena (teori relativitas umum,
teori kinetik materi, teori relativitas khusus) coba dikemukakan satu penjelasan.
Berbagai hipotesa, gagasan awal atau tentatif dikemukakan untuk menjelaskan
fenomena. Tentu gagasan tersebut masih perlu diuji kebenarannya untuk dapat
dikatakan sebuah hukum.
Dunia fisika membahas konsep energi, hukum konservasi, konsep gerak
gelombang, dan konsep medan. Pembahasan Mekanika pun sangat luas, dari
Mekanika klasik ke Mekanika Kuantum Relativistik. Mekanika Kuantum Relativistik

mengakomodasi pemecahan persoalan mekanika semua benda, Mekanika kuantum


melayani persoalan mekanika untuk semua massa yang kecepatannya kurang dari
kecepatan cahaya. Mekanika Relativistik memecahkan persoalan mekanika massa
yang lebih besar dari 10-27 kg dan bagi semua kecepatan. Mekanika Newton (disebut
juga mekanika klasik) menjelaskan fenomena benda yang relatif besar, dengan
kecepatan relatif rendah, tapi juga bisa dipergunakan sebagai pendekatan
fenomena benda mikroskopik.
Mekanika statistik (kuantum klasik) adalah suatu teknik statistik untuk
interaksi benda dalam jumlah besar untuk menjelaskan fenomena yang besar, teori
kinetik dan termodinamik. Dalam penjelajahan akal manusia di dunia elektromagnet
dikenal persamaan Maxwell untuk mendeskripsikan kelakuan medan elektromagnet,
juga teori tentang hubungan cahaya dan elektromagnet. Dalam pembahasan
interaksi partikel, ada prinsip larangan Pauli, interaksi gravitasi, dan interaksi
elektromagnet. Medan menyebabkan gaya; medan-gravitasi menyebabkan gaya
gravitasi, medan-listrik menyebabkan gaya listrik dan sebagainya. Demikianlah,
metode sains mencoba dengan lebih cermat menerangkan realitas alam semesta
yang berisi banyak sekali benda langit (dan lebih banyak lagi yang belum
ditemukan).
Pengetahuan tentang luas alam semesta dibatasi oleh keberadaan objek
berdaya besar, seperti Quasar atau inti galaksi, sebagai penuntun tepi alam
semesta yang bisa diamati; selain itu juga dibatasi oleh kecepatan cahaya dan usia
alam semesta (15 miliar tahun). Itulah sebabnya ruang alam semesta yang pernah
diamati manusia berdimensi 15-20 miliar tahun cahaya. Namun, banyak benda
langit yang tak memancarkan cahaya dan tak bisa dideteksi keberadaannya,
protoplanet misalnya. Menurut taksiran, sekitar 90% objek di alam semesta belum
atau tak akan terdeteksi secara langsung. Keberadaannya objek gelap ini diyakini
karena secara dinamika mengganggu orbit objek-objek yang teramati, lewat
gravitasi.
Berbicara tentang daya objek, dalam kehidupan sehari-hari ada lampu
penerangan berdaya 10 watt, 75 watt dan sebagainya; sedangkan Matahari
berdaya 1026 watt dan berjarak satu sa* dari Bumi, menghangatinya. Jika kita lihat,
lampu-lampu kota dengan daya lebih besarlah yang tampak terang. Menurut hukum

cahaya, terang lampu akan melemah sebanding dengan jarak kuadrat, jadi sebuah
lampu pada jarak 1 meter tampak 4 kali lebih terang dibandingkan pada jarak 2
meter, dan apabila dilihat pada jarak 5 meter tampak 25 kali lebih redup.
Maka, kemampuan mata manusia mengamati bintang lemah terbatas.
Ukuran kolektor cahaya juga akan membatasi skala terang objek yang bisa diamati.
Untuk pengamatan objek langit yang lebih lemah dipergunakan kolektor atau
teleskop yang lebih besar. Teleskop yang besar pun mempunyai keterbatasan dalam
mengamati obyek langit yang lemah, walaupun berhasil mendeteksi obyek langit
yang berjuta atau bermiliar kali lebih lemah dari bintang terlemah yang bisa
dideteksi manusia. Makin jauh jarak galaksi, berarti pengamatan kita juga
merupakan pengamatan masa silam galaksi tersebut. Cahaya merupakan fosil
informasi pembentukan alam semesta yang berguna, dan manusia berupaya
menangkapnya untuk mengetahui prosesnya hingga takdir di masa depan yang
sangat

jauh,

yang

akan

dilalui

melalui

hukum-hukum

alam

ciptaan-Nya.

Pengetahuan kita tentang hal tersebut sangat bergantung pada pengetahuan kita
tentang hukum alam ciptaan-Nya; sudah lengkap dan sudah sempurnakah, ataukah
baru sebagian kecil, sehingga mungkin bisa membentuk ekstrapolasi persepsi yang
salah.

PEMBENTUKAN ALAM SEMESTA DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN


Allah SWT. Menurunkan Al-Quran kepada manusia 14 abad yang lalu.
Beberapa fakta yang baru dapat diungkap dengan teknologi pada abad ke-21, yang
telah difirmankan Allah SWT. didalam Al-Quran 14 abad yang lalu. Didalam Al-Quran
terdapat banyak bukti yang memberikan informasi dasar mengenai beberapa hal
seperti penciptaan alam semesta. Kenyataan bahwa didalam Al-Quran tersebut
telah sesuai dengan penemuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal
terpenting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah Firma Allah
SWT.
Dalam Al-Quran surat Fush-shilat (41:11)
Artinya: Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu
masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah

kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya
menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
Kata asap dalam tersebut menurut para ahli tafsir adalh merupakan
kumpulan dari gas-gas dan pertikel-partikel halus baik dalam bentuk padat maupun
cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuran yang lebih
atau kurang stabil.
Salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori Big bang)
disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari suatu ledakan kosmis sekitar 10-20
milyar tahun yang lalu mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam
semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan
energi terkumpul dalam bentuk titik.
Didalam Al-Quran dijelaskan tentang terbentuknya alam ini (QS Al-Anbiya :
30)
Artinya: Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya
langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu (sebingkah penuh),
kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu
yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman.
Berdasarkan terjemahan dan tafsir Bachtiar Surin (1978:692) ditafsirkannya
bahwa matahari adalah benda angkasa yang menyala-nyala yang telah berputar
mengeliligi sumbunya sejak berjuta-juta tahun. Dalam peroses perputarannya
denagn kecepatan tinggi itu, maka terlontarlah bingkahan-bingkahan yang akhirnya
menjadi bumi dan beberapa benda angkasa lainnya dari bingkahan matahari itu.
Masing-masing bingkah beredar menurut garis tengah lingkaran matahari, semakin
lama semakin bertambah jauh, hingga masing-masing menempati garis edarnya.
Dan seterusnya akan tetap beredar dengan teratur sampai batas waktu yang hanya
diketahui oleh Allah SWT.
Kemudian dalam surat Adz-Dzaariyaat (51:47)
Artinya: Dan langit, denag kekuasaan Kami, Kami bangun dan Kami akan
memuaikannya selebar-lebarnya.

Teori ledakan maha dahsyat juga mengatakan adanya pemuaian alam


semesta

secara

terus-menerus

denagn

kecepatan

maha

dahsyat

yang

diumpamakan mengembangnya permukaan balon yang sedang ditiup yang


mengisyaratkan bahwa galaksi akan hancur kembali. Isyarat ini sudah dijelaskan
dalam surat Al-Anbiya (21:104)
Artinya: (yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran
- lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah
Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya
kamilah yang akan melaksanakannya.
Dalam surat Ath-Tholaq (65:12)
Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.
perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha
Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi
segala sesuatu.
Ayat ini mengisyaratkan bahwa ruang angkasa terdiri dari 7 lapis.
Didalam surat As-Sajada (32:4)
Artinya: Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di
antara

keduanya dalam

enam

masa,

kemudian

Dia

bersemayam

di

atas

'Arsy[1188]. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan
tidak

(pula)

seorang

pemberi

syafa'at[1189].

Maka

Apakah

kamu

tidak

memperhatikan.
[1188] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani,
sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
[1189] Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat
bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa'at yang
tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir.
Uraian penciptaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya,
terdapat dalam surat Fush-Shilat ayat 9, 10 dan 12

Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Patutkah kamu kafir kepada yang


menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya?
(yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam".

Artinya:

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di

atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makananmakanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi
orang-orang yang bertanya.
Artinya: Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia
mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat
dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaikbaiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.
Dengan perincian penafsirannya sebagai berikut :
1.
2.
3.

Tahap pertama penciptaan bumi 2 rangakain waktu


Tahap kedua penyempurnaan bumi 2 rangkaian waktu
Tahap ketiga penciptaan angkasa raya dan planet-planetnya 2 rangkaian waktu
Jadi terbentuknya alam raya ini terjadi dalam 6 rangkaian waktu atau 6 masa.
Selain surat-surat tersebut diatas masih banyak lagi yang menjelaskan tentang
terbentuknya alam raya ini, namun dari yang telah kami sampaikan dalam
ringkasan ini terlihat bahwa secara umum proses terciptanya alam raya ini
berlangsung dalam 6 masa, dimana tahapan-tahapan dalam proses tersebut saling
berkaitan. Disebutkan juga bahwa terciptanya alam raya ini terjadi melalui proses
pemisahan massa yang tadinya satu.

KESIMPULAN
Dari pembahasan tentang perkembangan pemikiran tentang terbentuknya
alam raya, yang diungkapkan melalui pendapat / pemikiran dari berbagai
peradaban bangsa, teori-teori yang dikemukakan dari beberapa ilmuan serta dari
pandangan

Islam

berdasarkan

Al-Quran,

maka

dapat

disimpulkan

bahwa

perkembangan tentang pemikiran tentang terbentuknya alam semesta sudah sejak


lama telah menjadi bagian pemikiran manusia, begitu juga pendapat-pendapat dari

berbagai peradaban bangsa, begitu banyak teori-teori yang muncul tentang


terbentuknya alam raya ini.
Dari sekian banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ilmuan ternyata
ilmuan modern menyetujui bahwa Teori Ledakan Maha Dahsyat (Teori Big Bang)
merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan
mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi
ada. Namun perlu kita sadari bahwa jauh sebelum para ahli mengemukakan teori
Big Bang, ayat-ayat Al-Quran telah secara jelas menceritakan bagaimana alam
semesta ini terbentuk dalam 6 masa.
DAFTAR PUSTAKA
Trianto. 2007. Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Prespektif Islam dan Barat. Jakarta: Prestasi
Pustaka
Baiquni, Ahmad. 1997. Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan Kealaman. Yogyakarta: PT. Dana
Bhakti Primayasa
Mawardi, Nur Hidayat. 2000. Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar.
Jakarta: CV Pustaka Setia
http://efrialdy.wordpress.com/2009/07/01/al-qur%E2%80%99an-sains-dan-alam-semesta/
http://www.keajaibanalquran.com/earth_formationofrain.html

E-pos hierdieBlogDit!Deel op TwitterDeel op FacebookDeel op Pinterest


Nuwer plasing Ouer plasing Tuis
3 opmerkings:

1.
Blog Zombie07 Julie 2015 9:00 nm.

obat sering kencing


obat nyeri lutut
obat hepatitis anak

obat benjolan di gusi


obat nyeri lutut
obat pengering luka
obat pengering luka jahitan
obat Gejala Polip
obat stroke sebelah
obat radang amandel
obat gejala usus buntu
obat benjolan di ketiak
obat Penyakit Kanker Usus
obat Pembengkakan Lambung
obat benjolan di payudara
obat Tradisional Patah Tulang
Antwoord

2.
Blog Zombie14 Julie 2015 11:40 nm.

obat tradisional jelly gamat


obat pengering luka jahitan
obat pengering luka
obat nyeri lutut
obat hepatitis pada anak
obat benjolan di ketiak
obat penyakit jantung koroner
obat benjolan di gusi
Antwoord

3.
Julie Nova13 Desember 2015 7:05 nm.

www.seasonbet77.com
http://198.50.133.242
Agen Judi | Agen Bola | Agen Sbobet
Agen Sbobet

Agen Judi
Agen Bola
Agen Judi Online
Agen Casino
Prediksi Bola
Agen Tangkas
Agen Poker
Agen IBCBET
Agen 1sCasino
Antwoord
Laai nog...
Teken in op: Plaas opmerkings (Atom)
Social Profiles

Popular

Tags

Blog Archives

Google+ Followers
Daar was 'n fout in hierdie apparaat
Ingat Tanggal

TEORI PEMBENTUKAN ALAM SEMESTA


A.
Teori Kabut Teori kabut dikemukakan oleh dua orang ilmuan yaitu
Imanuel Kant (1724-1804) seorang ahli filsafat bangsa Jerman da...

ASAL USUL TATA SURYA


Tata surya adalah suatu kelompok benda antariksa yang berpusat pada
matahari dan bergerak mengedari matahari. Tokoh yang pertama
mengemban...

TATA KORDINAT HORIZON


Untuk menyatakan letak suatu benda langit diperlukan suatu tata koordinat
yang dapat menyatakan secara pasti kedudukan benda langit terseb...

METODE GRAFIS UNTUK CERMIN


Sebelum kita mempelajari subbab ini, kita ingat persamaan pada subbab
sebelumnya untuk mencari posisi dan ukuran bayangan yang dibentuk o...

Categories

FISIKA (4)

Subscribe To:
Plasings
Opmerkings
Coolbthemes.com
Pages

Tuis
Aangedryf deur Blogger.

Tuis

Blog Archive

2013 (4)
o

March (4)

METODE GRAFIS UNTUK CERMIN

TEORI PEMBENTUKAN ALAM SEMESTA

TATA KORDINAT HORIZON

ASAL USUL TATA SURYA

Meer oor my

Abdul Aziz (002)


Bekyk my hele profiel
Blog Archive

2013 (4)
o

March (4)

METODE GRAFIS UNTUK CERMIN

TEORI PEMBENTUKAN ALAM SEMESTA

TATA KORDINAT HORIZON

ASAL USUL TATA SURYA

Sample Text

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Recent Posts
Blogger templates